cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Deskripsi Kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam Upaya Pengamalan Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” di Sekolah Dasar Iwan Zulkifli; Nur Pangesti Apriliyana; Nindya Adiasti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v1i1.107292

Abstract

As time progresses, religious education, morality, and character development have weakened. However, if children possess strong religious and moral values from an early age, they are more likely to achieve optimal developmental maturity. This study aims to describe the IMTAQ (Faith and Devotion) activities as an effort to implement the First Principle of Pancasila, "Belief in the One and Only God," at SDN 015 Tarakan. This research uses both primary and secondary data sources. The informants in this study include the principal of SDN 015 Tarakan, Islamic religious education teachers, Christian religious education teachers, and students.The results of the study show that the IMTAQ (Faith and Devotion) activities in an effort to practice the First Principle of Pancasila, "Belief in the One and Only God," have been well implemented at SDN 015 Tarakan. The internalization of the First Principle is evident through IMTAQ activities, both those organized by the school and daily habits instilled by teachers and practiced by students.These activities aim to enhance students’ (spiritual) attitudes so that they are able to apply the First Principle both within and outside the school environment. IMTAQ activities at SDN 015 Tarakan serve not only as an educational program but also as a means to shape students’ character for the better.Thus, the verification or conclusion stage in IMTAQ activities at SDN 015 Tarakan indicates that this program has successfully achieved its objectives. These activities provide not only religious knowledge but also contribute to the development of students’ religious character, which is expected to be reflected in their daily lives.Seiring perkembangan zaman pendidikan agama, moral, karakter menjadi lemah, apabila anak sudah memiliki nilai agama dan moral yang baik sejak dini maka anak mampu mencapai kematangan perkembangan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam upaya pengamalan sila pertama ‘‘Ketuhanan Yang Maha Esa di SDN 915 Tarakan. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, informan pada penelitian ini meliputi kepala sekolah SDN 015 Tarakan, guru agama Islam, guru agama Nasrani, dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) dalam upaya pengamalan sıla pertama ‘‘Ketuhanan Yang Maha Esa telah diterapkan dengan baik di SDN 015 Tarakan Pengantalan sila pertama ‘‘Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilihat dari kegiatan IMTAQ (Iman dan Taqwa) baik kegiatan yang di selengarakan oleh sekolah maupun kebsasaan sehari-hari yang guru terapkan dan peserta didik lakukan Kegiatan im bertujuan untuk menambahkan sikap (spiritual) dalam diri peserta didik agar mampu mengamalkan sila pertama dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.Kegiatan IMTAQ di SDN 015 Tarakan tidak hanya berfungsi sebagai program pendidikan, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter siswa yang lebih baik. Dengan demikian, tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan dalam kegiatan IMTAQ di SDN 015 Tarakan menunjukkan bahwa program ini telah berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal pengetahuan agama, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter religius siswa, yang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari mereka.
Penggunaan Aplikasi Canva pada Pembelajaran di SDIU AL KHOIR Boyolali Rifki Dwi Ananto Martono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v5i6.84793

Abstract

Penggunaan media dalam pembelajaran sangatlah penting karena membantu meningkatkan mutu pendidikan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran masih sangat rendah. Siswa merasa bosan saat mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas karena guru tidak tertarik dengan isi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan aplikasi Canva dalam pembelajaran sekolah dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan aplikasi Canva pada guru kelas II SDIU Al Khoia Boyolali dalam pembelajaran abad 21. Guru menggunakan aplikasi Canva untuk membuat media pembelajaran berupa presentasi pendidikan, lembar kegiatan siswa, dan lembar penilaian. Guru menggunakan aplikasi Canva untuk membantu siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan percaya diri.
The Role of Student Mentality towards Social Competency through Facilities and Infrastructure and Work Discipline Fitriyatul Yustiva; Furtasan Ali Yusuf; Ade Manggala Hardianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i4.82844

Abstract

Kompetensi social merupakan kemampuan individu berinteraksi dengan lingkunganya, berdampak pada orang lain untuk tercapai tujuannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengoptimalkan kompetensi social dengan melibatkan mediasi sarana prasarana dan disiplin kerja.. Metode analisis data kuantitatif berbantuan alat statistik Partial Least Square (PLS) untuk menguji pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung. Jenis penelitian adalah kuantitaif dengan cara menyebarkan kuesioner pada guru ASN sekolah dasar kota Cilegon dan terkumpul 163 responden. Teknik analisis penelitian dibantu alat statistic structural equation Modelling (SEM) antara lain menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antara variable beserta besaran hubungannya. Hasil penelitian antara lain: (1) ada pengaruh mental siswa terhadap sarana dan prasarana; (2) ada pengaruh mental siswa terhadap disiplin kerja; (3)  tidak  ada pengaruh mental siswa terhadap kompetensi sosial; (4) ada pengaruh sarana prasarana terhadap kompetensi sosial; (5) tidak ada pengaruh disiplin kerja terhadap kompetensi sosial; (6) hasil uji mediasi  disiplin kerja dan sarana dan prasarana sebesar berpengaruh positif. Simpulan penelitian yaitu kompetensi social membutuhkan faktor lainnya seperti perhatian mental siswa, disiplin kerja dan sarana prasana.
The Use of PhET Media to Improve Elementary Students Ability to Solve Mathematics Problems Rita Dwi Purwanti; Budi Usodo; Sandra Bayu Kurniawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109333

Abstract

PhET Interactive Simulations were initially developed for science learning but have recently gained attention in mathematics education due to their potential to enhance students’ problem-solving skills. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method by collecting, reviewing, and analyzing relevant literature on the use of PhET media to improve mathematical problem-solving skills among elementary school students.. PhET media is known as an interactive simulation tool initially developed for science learning, but its use in mathematics education has begun to gain attention. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method by collecting, reviewing, and analyzing relevant literature on the use of PhET media to improve mathematical problem-solving skills among elementary school students. The study employs the Systematic Literature Review (SLR) method, systematically collecting, reviewing, and analyzing various relevant literature on the use of PhET media in enhancing mathematical problem-solving skills among elementary school students. PhET media is known as an interactive simulation tool initially developed for science learning, but its use in mathematics education has begun to gain attention. This research employs the Systematic Literature Review (SLR) method by collecting, reviewing, and analyzing relevant literature on the use of PhET media to improve mathematical problem-solving skills among elementary school students. The inclusion criteria consist of journal articles published between 2014 and 2024, focusing on the topic of PhET media and mathematical problem-solving skills in elementary school contexts, and accessible through databases such as Google Scholar, ERIC, and Scopus. The exclusion criteria include articles published before 2014, studies unrelated to mathematics learning or PhET media, and sources that are not peer-reviewed journal articles.The review results indicate that PhET media can increase students' active participation, help visualize abstract mathematical concepts, and encourage the application of more flexible and exploratory problem-solving strategies. The effectiveness of PhET also increases when combined with problem-based or inquiry-based learning approaches. These findings have positive implications for teachers and curriculum developers, suggesting the integration of interactive digital media into the mathematics learning process in elementary schools.
Pemberian Afirmasi Positif Untuk Meningkatkan Self Esteem Remaja LPKA Yang Memasuki Masa Pengurusan Bebas Zuliana Wijaya; Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.111153

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menilai sejauh mana pemberian afirmasi positif mampu memberikan peningkatan self esteem anak binaan di LPKA Klas II Payakumbuh, khususnya mereka yang memasuki masa pengurusan bebas. Metode penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental berdesain the randomized pretest posttest control group. Sebanyak 10 anak binaan turut menjadi subjek penelitian, kemudian dikelompokkan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES-10), sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji U Mann Whitney. Hasil pengolahan data menunjukkan adanya peningkatan self esteem yang signifikan pada kelompok eksperimen pada taraf signifikansi 5%, sementara kelompok kontrol mengalami penurunan nilai. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian afirmasi positif dapat meningkatkan self esteem remaja LPKA yang memasuki masa pengurusan bebas dan mempersiapkan mereka menghadapi reintegrasi sosial. Implikasi penelitian ini mendukung perlunya program afirmasi positif sebagai bagian dari pembinaan psikologis di LPKA.
Efektifitas Media Pembelajaran Berbasis Digital dalam Meningkatkan Keterampilan Proses IPA pada Siswa SD Ratri Shinta Wardhani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107418

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of digital-based instructional media in improving science process skills among elementary school students. A quantitative approach was applied using a meta-analysis method on empirical studies published between 2020 and 2025. Data were collected through a systematic search in databases such as Google Scholar and ResearchGate,using relevant keywords. The article selection process followed the PRISMA protocol. Eligible studies were analyzed using a random effects model, and effect sizes were calculated using Cohen’s d. The analysis showed effect sizes ranging from 1.07 to 2.49, classified as large to very large effects. These findings indicate that digital learning media have a strong and positive impact on enhancing students’ science process skills. This study recommends the development of more interactive digital media and further research with long-term experimental designs and moderator variable analysis.Keterampilan proses sains merupakan bagian dari kompetensi abad ke-21 yang esensial dalam membentuk individu yang berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran berbasis digital dalam meningkatkan keterampilan proses IPA pada siswa sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode meta-analisis terhadap studi empiris yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Data diperoleh melalui penelusuran sistematis di Google Scholar dan ResearchGate dengan kata kunci yang relevan. Proses seleksi mengikuti protokol PRISMA. Studi yang memenuhi kriteria dianalisis menggunakan model random effects, dan nilai efektivitas dihitung menggunakan Cohen’s d. Hasil analisis menunjukkan nilai effect size berkisar antara 1,07 hingga 2,49, yang termasuk kategori besar hingga sangat besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran digital memiliki pengaruh yang kuat dan positif terhadap peningkatan keterampilan proses IPA siswa SD. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan media digital yang lebih interaktif serta studi lanjutan dengan desain jangka panjang dan variabel moderator.
The Influence of Diversity Product, Tagline, and Store Atmosphere on Impulsive Buying Through Positive Emotion as A Mediation Variable (Study on Gen Z and Millennial Customers of Mr. DIY Products in Malang) Ziadatun Ni'mah; Irmayanti Hasan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84521

Abstract

Pada Era Society 5.0 dengan berbagai macam jenis usaha maupun produk yang dihasilkan, menyebabkan timbulnya sikap konsumtif dalam diri manusia. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan teori model Hawkins Stern atau yang lebih dikenal sebagai impulsive buying theory. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 210 responden sesuai dengan perhitungan rumus hair et al. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Non-Probability Sampling melalui Purposive Sampling. Data penelitian ini diolah dengan menggunakan analisis data statistik deskriptif dan metode Structural Equation Model (SEM) melalui program software PLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Diversity product tidak berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. 2) Tagline berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. 3) Store atmosphere tidak berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. 4) Positive emotion berpengaruh signifikan terhadap impulsive buying. 5) Positive emotion mampu memediasi diversity product terhadap impulsive buying. 6) Positive emotion mampu memediasi tagline terhadap impulsive buying. 7) Positive emotion mampu memediasi store atmosphere terhadap impulsive buying.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika pada Mahasiswa PGSD Wahyudi Wahyudi; Kartika Chrysti Suryandari; Muhamad Chamdani; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Murwani Dewi Wijayanti; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107478

Abstract

One of the life skills in 21st century skills is critical thinking and problem solving. For this reason, innovative learning strategies are needed by developing problem-based teaching materials. The purpose of this study is to analyze the need for problem-based Geometry and Social Arithmetic teaching materials to improve the critical thinking skills of PGSD students. This qualitative design study involved 121 PGSD students of FKIP UNS Kebumen Campus in 2025. The instruments used were observation sheets, questionnaires, and document analysis. Data analysis used qualitative data analysis which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the need for Geometry and Social Arithmetic teaching materials included: (a) flat geometry, (b) transformation geometry, (c) spatial geometry, (d) measurement, (e) social arithmetic, (f) mathematical problem solving. The conclusion of this study is that the analysis of teaching material needs is very necessary in the development of problem-based teaching materials. The results of this study can be used as recommendations for developing other types of teaching materials.Salah satu kecakapan hidup pada keterampilan abad 21 adalah critical thinking and problem solving. Untuk itu diperlukan strategi pembelajaran inovatif dengan mengembangkan bahan ajar berbasis masalah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD. Penelitian ini desain kualitatif melibatkan 121 mahasiswa PGSD FKIP UNS Kampus Kebumen tahun 2025.  Instrumen yang digunakanadalah lembar observasi, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan ajar Geometri dan Aritmetika Sosial meliputi: (a) geometri datar, (b) geometri tranformasi, (c) geometri ruang, (d) pengukuran,  (e) aritmetika sosial, (f) pemecahan masalah matematika. Simpulan penelitian ini adalah analisis kebutuhan bahan ajar sangat diperlukan dalam pengembangan bahan ajar berbasis masalah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendai untuk mengembangkan jenis bahan ajar lainnya.
Upaya Peningkatan Keterampilan Masyarakat dalam Pelatihan Pengolahan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket di Desa Sibalanga Kecamatan Garoga Yuli Pasu Lubis; Jubaidah Hasibuan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103386

Abstract

Masyarakat Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, mayoritas petani, memiliki potensi besar namun keterampilan masyarakat untuk mengolah limbah sekam padi dijadikan bahan briket masih terbatas, sehingga limbah tersebut hanya dimanfaatkan sebagai media tanam, abu gosok, atau pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket di Desa Sibalanga. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain pre-eksperimen satu kelompok pretest-posttest, melibatkan 30 petani usia produktif 25-40 tahun sebagai sampel. Pelatihan dilakukan dalam empat tahap: persiapan, awal, pelaksanaan, dan akhir, dengan pengukuran keterampilan melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan peserta, dengan skor rata-rata pretest 43,1 dan posttest 79,7; uji t menghasilkan nilai t hitung 30,495 > t tabel 2,045 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan pelatihan efektif meningkatkan keterampilan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Sibalanga dalam mengolah limbah sekam padi menjadi briket, yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan positif bagi masyarakat setempat.
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran: Systematic Literature Review Listiana Listiana; Sarah Tri Agustin; Muna Fauziah; Atsmarina Awanis
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107352

Abstract

The development of AI technology that is increasingly developing requires all components of education, including teachers, to implement AI in learning optimally. This study attempts to examine and summarize previous research evidence on research trends on the use of AI in learning. This research is a type of systematic literature review research following the PRISMA rules. Data sourced from the Google Scholar database from 2022 to 2025. There are 30 articles that meet the criteria of this study. All data is analyzed in detail according to the guidelines. This study found that the research trend on the use of AI in learning was mostly carried out in China with a total of 10 studies (33.33%), followed by Turkey (16.67%), Spain (10%), Thailand (10%), the United States (6.67%), Indonesia (6.67%), Mexico, Malaysia, Germany, Finland, and Ukraine, each contributing a percentage of 3.33%. China is the most superior because China is the main center for exploring AI technology for education driven by large investments in research and digitalization of learning. Mixed-methods methods are the dominant type of research with a percentage of 33%, followed by qualitative methods (30%), quantitative (20%), quasi-experimental (10%), and case studies (7%). Students are the research subjects with the largest percentage of 45%, followed by teachers (23%), prospective teachers (6%), students (23%), and lecturers (3%). The research trend on the use of AI in learning is widely used to improve skills and learning outcomes as well as testing AI in learning with a percentage contribution of more than 20%. Meanwhile, topics from other categories such as psychology, technology, and long-term potential only contribute a percentage of less than 16%. Thus, it can be concluded that the trend of using AI in learning has been widely studied from various countries in the world such as China as the country that provides the largest contribution and focuses on mixed research at the tertiary level with a focus on improving student skills and learning outcomes.Perkembangan teknologi AI yang semakin berkembang mengharuskan seluruh komponen pendidikan termasuk guru untuk mengimplementasikan AI dalam pembelajaran secara maksimal. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji dan merangkum bukti-bukti penelitian terdahulu tentang trend penelitian tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian systematic literature review dengan mengikuti aturan PRISMA. Data bersumber dari database google scholar tahun 2022 hingga 2025. Terdapat 30 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian ini. Seluruh data tersebut dianalisis secara mendetail sesuai pedoman. Penelitian ini menemukan hasil bahwa trend penelitian tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran paling banyak dilakukan di China dengan jumlah 10 penelitian (33,33%), diikuti Turki (16,67%), Spanyol (10%), Thailand (10%), Amerika Serikat (6,67%), Indonesia (6,67%), Meksiko, Malaysia, Jerman, Finlandia, dan Ukraina yang masing-masing menyumbang persentase sebesar 3.33%.China menjadi yang paling unggul karena China menjadi pusat utama dalam eksplorasi teknologi AI untuk pendidikan yang didorong oleh investasi besar dalam riset dan digitalisasi pembelajaran. Metode mixed-methods menjadi jenis penelitian yang mendominasi dengan presentase 33%, disusul metode kualitatif (30%), kuantitatif (20%), quasi-eksperimen (10%), dan studi kasus (7%). Mahasiswa menjadi subjek penelitian dengan presentase terbesar sebanyak 45%, disambung oleh guru (23%), calon guru (6%), siswa (23%), dan dosen (3%). Trend penelitian tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran banyak digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan hasil belajar serta pengujian AI dalam pembelajaran dengan sumbangan persentase lebih dari 20%. Adapun topik dari kategori lain seperti psikologi, teknologi, dan potensi jangka panjang hanya menyumbang persentase di bawah 16%. Maka, dapat disimpulkan bahwa trend pemanfaatan AI dalam pembelajaran telah banyak diteliti dari berbagai negara di dunia sebagaimana China sebagai negara yang memberikan sumbangan terbesar dan memfokuskan pada penelitian campuran pada jenjang perguruan tinggi dengan fokus pada peningkatan keterampilan dan hasil belajar mahasiswa.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue