cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Meningkatkan Sikap Gotong Royong dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division (STAD) di Kelas III SD Negeri 2 Bojong Farikhatul Awaliyah; Sony Irianto; Sri Muryaningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107299

Abstract

This study was motivated by the low attitude of mutual cooperation and learning achievement of students in learning mathematics. This condition encourages an effort to improve both aspects through the application of the STAD type cooperative learning model with the help of geoboard media. This study used the Classroom Action Research (PTK) method which was carried out in two cycles, with a subject of 35 third grade students at SD Negeri 2 Bojong. The instruments used include tests, questionnaires, observations, interviews, and other complementary documents. The results showed that the application of cooperative learning model type student teams achievment division STAD assisted by Geoboard media was able to improve the mutual cooperation attitude and learning achievement of students. The increase in mutual cooperation attitude can be seen from the results of observations and questionnaires in cycle I which are still in the sufficient category (average observation 2.42; questionnaire 65.30), then increased to a very good category in cycle II (average observation 3.27; questionnaire 80.29). Meanwhile, students' learning achievement also increased from an average score of 56.36 with 57.57% completeness in cycle I (sufficient category), to 80.14 with 82.35% completeness in cycle II (very good category). Based on these findings, it can be concluded that the application of the STAD type cooperative learning model combined with geoboard media is effective in improving students' mutual cooperation attitude.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya sebuah upaya untuk meningkatkan kedua aspek tersebut melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan bantuan media geoboard. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek sebanyak 35 peserta didik kelas III di SD Negeri 2 Bojong. Instrumen yang digunakan meliputi tes, angket, observasi, wawancara, serta dokumen pelengkap lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan modelpembelajaran kooperatif tipe student teams achievment division STAD berbantuan media Geoboard mampu meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik. Peningkatan sikap gotong royong terlihat dari hasil observasi dan angket pada siklus I yang masih berada pada kategori cukup (observasi rata-rata 2,42; angket 65,30), kemudian meningkat menjadi kategori sangat baik pada siklus II (observasi rata-rata 3,27; angket 80,29). Sementara itu, prestasi belajar peserta didik juga mengalami peningkatan dari rata-rata nilai 56,36 dengan ketuntasan 57,57% pada siklus I (kategori cukup), menjadi 80,14 dengan ketuntasan 82,35% pada siklus II (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dipadukan dengan media Geoboard efektif dalam meningkatkan sikap gotong royong dan prestasi belajar peserta didik, khususnya dalam materi Unsur-Unsur Bangun Datar di SD Negeri 2 Bojong.
Pengaruh Penggunaan Smartphone Terhadap Minat Belajar Siswa SMPK Adisucipto Penfui Pastelina Susanti Dendo; Stefanus Lio; Gracianus Edwin T. P. Lejap
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109525

Abstract

Penggunaan smartphone adalah aktivitas untuk memanfaatkan perangakat untuk berbagai keperluan, termasuk browse internet, membaca e-book, belanja, transfer uang, bermain game, dan fitur lain yang mempermudah manusia. Minat belajar adalah perasaan senang atau tertarik, serta keterlibatan aktif dan sadar dalam proses pembelajaran yang memainkan peran penting dalam menentukan materi yang dipilih untuk dipelajari dan seberapa baik informasi tersebut dapat dipahami. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Penfui Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Penfui pada Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 182 orang, dan sampel sebanyak 45 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Teknik analisis data penelitian adalah analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari ttabel (3.386>2,016692) dan nilai signifikansi (0,002) lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan smartphone terhadap minat belajar pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Penfui tahun Pelajaran 2024/2025.
Pengaruh Problem-Based Learning Berbantuan Aplikasi Wordwall Terhadap Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Kelas V SD Kota Bengkulu Devy Sefiana Putri; Neza Agusdianita; Yusnia Yusnia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107258

Abstract

Problem-Based Learning is a learning model that can be used in students' numeracy literacy learning. The purpose of this study was to determine how well students' numeracy skills improve when they use the Wordwall application as part of the Problem-Based Learning (PBL) model. Quantitative research is the name given to this type of research. The framework of this study is based on the results of pre- and post-tests with a control group that is only matched according to the design. The method used is a quasi-experimental and the research design is the matching only pretest posttest control group design. A total of 10 essay questions regarding numeracy skills in mathematics classes became the basis for the pre- and post-tests used to collect data for this study. To determine the validity of the hypothesis using the independent sample t-test, descriptive analysis, the data analysis methodology used in this study, is required. In the experimental group, the p-value for the hypothesis test is 11.193, which indicates a significant value. The results obtained t-value calculated (11.193) > t-value table (1.676) because the 2-tailed value is 0.001 and the t-value table is 1.676. (2) 0.001 ~ 0.05. These data show that fifth grade students of SD Negeri XIV Kota Bengkulu can benefit from the Problem-Based Learning (PBL) approach with the help of the Wordwall application in terms of students' numeracy and literacy skills.Problem-Based Learning merupakan model pembelajaran  yang bisa dilakukan dalam pembelajaran literasi numerasi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik peningkatan kemampuan berhitung siswa ketika mereka menggunakan aplikasi Wordwall sebagai bagian dari model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian kuantitatif adalah nama yang diberikan untuk jenis penelitian ini. Kerangka kerja penelitian ini didasarkan pada hasil tes sebelum dan sesudah dengan kelompok kontrol yang hanya dicocokkan menurut rancangan. Metode yang digunakan eksperimen semu  dan desain penelitian The matching only pretest posttest control group design.  Sebanyak 10 pertanyaan esai mengenai kemampuan berhitung dalam kelas matematika menjadi dasar untuk tes pra dan pasca yang digunakan untuk mengumpulkan data untuk penelitian ini. Untuk menentukan validitas hipotesis menggunakan uji-t sampel independen, analisis deskriptif, metodologi analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, diperlukan. Pada kelompok eksperimen, nilai-p untuk uji hipotesis adalah 11,193, yang menunjukkan nilai signifikan. Hasil penelitian diperoleh nilai t hitung (11,193) > nilai t tabel (1,676) karena nilai 2-tailed adalah 0,001 dan nilai t tabel adalah 1,676. (2) 0,001 ~ 0,05. Data ini menunjukkan bahwa siswa kelas lima SD Negeri XIV Kota Bengkulu dapat memperoleh manfaat dari pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dengan bantuan aplikasi Wordwall dalam hal kemampuan numerasi dan literasi siswa.
Persepsi Guru di Sekolah Dasar terhadap Pembelajaran Deep Learning Suci Permatasari; Rokhmaniyah Rokhmaniyah; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107464

Abstract

Deep Learning is a learning approach that emphasizes meaningful, mindful learning experiences and focuses on deep understanding, thus enabling learners not only to memorize, but to internalize knowledge meaningfully. This study involved class teachers at SD Muhammadiyah Bugel, Panjatan District, Kulon Progo Regency, Yogyakarta Special Region, which aims to explore teachers' perceptions of the implementation of Deep Learning. The type of research used is qualitative research with observation and interview methods. The subjects of this research are class teachers at SD Muhammadiyah Bugel. The instruments used were observation and interview guidelines designed to explore the perceptions, experiences, and challenges faced by teachers in implementing Deep Learning. Data analysis used thematic analysis with the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that teachers of SD Muhammadiyah Bugel have a positive view of the Deep Learning approach that can improve the quality of education and know and can implement the Deep Learning approach in learning. However, in its implementation, there are still challenges, including teachers who have not participated in Deep Learning training, limited digital literacy, and limited facilities to support Deep Learning. This study concludes that teachers at SD Muhammadiyah Bugel have a positive perception of Deep Learning in improving the quality of learning in the era of digital transformation supported by continuous training, increasing digital literacy, and strengthening a conducive learning ecosystem. This study recommends the need for intensive and continuous training for teachers on the implementation of Deep Learning in elementary schools and the development of digital facilities and infrastructure in schools.Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman belajar bermakna, penuh kesadaran dan berfokus pada pemahaman mendalam, sehingga memungkinkan peserta didik tidak hanya menghafal, tetapi mampu menginternalisasikan pengetahuan secara bermakna. Penelitian ini melibatkan guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi pembelajaran Deep Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SD Muhammadiyah Bugel. Istrumen yang digunakan berupa dedoman observasi dan pedoman wawancara yang dirancang untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran Deep Learning. Analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru SD Muhammadiyah Bugel memiliki pandangan positif terhadap pendekatan Deep Learning yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan serta mengetahui dan dapat mengimplementasikan pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran. Namun, pada pengimplementasiannya masih terdapat tantangan, diantaranya terdapat guru yang belum mengikuti pelatihan pembelajaran Deep Learning, keterbatasan literasi digital, serta keterbatasan fasilitas untuk mendukung pembelajaran Deep Learning. Kajian ini menyimpulkan bahwa guru di SD Muhammadiyah Bugel memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Deep Learning dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era transformasi digital dengan didukung oleh pelatihan yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta penguatan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif dan berkelanjutan bagi guru tentang implementasi pembelajaran Deep Learning di sekolah dasar dan pengembangan sarana dan prasarana digital di sekolah.
Pengaruh Peer Appearance Culture terhadap Body Dissatisfaction pada Remaja Akhir Perempuan di Sumatera Barat Yuli Rahmadini; Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109885

Abstract

Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh peer appearance culture terhadap body dissatisfaction pada remaja akhir perempuan di Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling dengan partisipan 398 remaja akhir perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala yang dibuat oleh peneliti yaitu skala body dissatisfaction berdasarkan teori Tariq dan Ijaz (2015) dan skala peer appearance culture berdasarkan teori Jones dan Crawford (2006). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peer appearance culture berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan kontribusi sebesar 14,5% (r2=0,145). Artinya, semakin tinggi keterlibatan remaja dalam peer appearance culture, semakin tinggi pula tingkat body dissatisfaction pada remaja akhir perempuan di Sumatera Barat.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Literasi Budaya Siswa melalui Pembelajaran Budaya Banyumasan SD N 1 Karanganyar Dwi Ratnasari; Lia Mareza
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107269

Abstract

Culture in Indonesia, including traditional games, needs to be preserved through cultural literacy, as it is increasingly threatened by extinction due to technological advancement and global change. This study aims to describe the strategies employed by teachers to foster cultural literacy among students at SD N 1 Karanganyar. This research adopts a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The informants in this study were the sixth-grade teacher and four sixth-grade students. The findings reveal several teacher strategies in fostering students cultural literacy through Banyumasan cultural learning, namely:a) Implementation of hands-on learning methods,b) Utilization of traditional games as learning tools, andc) Morning literacy programs. Supporting factors include the availability of reading materials in the school library and the active role of parents. The implication of this study lies in its relevance to educational policy, serving as a consideration for policymakers at both the regional and national levels to design educational policies that encourage schools to develop learning programs based on the preservation of local cultural heritage, such as Banyumasan cultural education..Budaya yang ada di Indonesia salah satunya permainan tradisional perlu dilestarikan melalui literasi budaya karena mulai punah tergerus oleh teknologi yang disebabkan oleh perubahan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menumbuhkan literasi budaya siswa SD N 1 Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah guru kelas VI dan empat siswa kelas VI. Jadi, kesimpulannya berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan menunjukkan terdapat beberapa strategi guru dalam menumbuhkan literasi budaya siswa melalui pembelajaran Budaya Banyumasan yaitu: a. Penerapan metode praktik langsung, b. Pemanfaatan permainan sebagai alat belajar, c. Program literasi pagi. Adapun faktor pendorong yaitu tersedianya bahan bacaan di perpustakaan dan peran orang tua. Implikasi dari penelitian saya terletak pada kebijakan pendidikan sebagai bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan seperti pemerintah daerah dan pusat untuk merancang kebijakan pendidikan yang mendorong sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran berbasis pelestarian warisan budaya lokal seperti pembelajaran Budaya Banyumasan.
Penyuluhan Keluarga Cerminan Masyarakat (Cemara): Peran Ketahanan Keluarga dalam Pembangunan Desa Wafiq Nur Azizah; Yusuf Hasan Baharudin; Gigih Winandika; Urip Umayah; Idarotul Musyarofah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107477

Abstract

This study involved 44 participants, including PKK women, Fattayat, and members of IPNU – IPPNU. The study used a quantitative design with a quasi-experimental approach (pre-test-post-test). The research procedure began with: 1) Preparation, 2) Pretest, 3) Intervention (pine counseling), 4) Posttest. This study identified the purpose and objectives of conducting this counseling, which was to provide understanding and insight to the participants regarding their readiness to face marriage and family life. Readiness to face marriage includes many aspects, among others: readiness to choose a life partner, physical readiness, psychological readiness, sociocultural readiness, academic readiness, financial readiness, readiness to live alongside a partner, readiness to start family life, readiness to care for children, and readiness to manage the household. In Glempangpasir village, internal family conflicts, the impact of the economic crisis, and weak communication among family members remain major challenges. The presence of this counseling is expected to strengthen family resilience and encourage mutual cooperation in building the village. Based on the above points, the author took the initiative to conduct counseling on readiness to face marriage. This counseling aims to provide information and education about readiness for marriage. It is intended to reduce or even eliminate obstacles or doubts that have become barriers to taking the step towards marriage, so that marriage is seen as a positive matter because, besides being an act of worship that completes half of the religion, it is also a means to continue the family lineage. This counseling was conducted through the collaboration between lecturers from the FKIP environment at UNUGHA and students from Nahdlatul Ulama University Al Ghazali Cilacap who were participating in community service activities. The counseling took place in one day and was attended by various community groups, including the village head, PKK women, Fattayat, IPNU – IPPNU members. The counseling material was based on data and delivered in an easily understandable way for various social groups in the local village. This training is expected to add knowledge and insight regarding how to face various aspects of marriage.Penelitian ini melibatkan 44 orang baik Ibu – Ibu PKK, Fattayat, IPNU – IPPNU. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental (pre-test-post-test). Untuk prosedur penelitian, dimulai dari 1). Persiapan, 2). Pretest, 3). Intervensi (penyuluhan cemara, 4) Posttes. Penelitian ini mengidentifikasi Maksud dan tujuan diselenggarakannya penyuluhan ini untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada peserta penyuluhan terkait kesiapan diri menghadapi pernikahan dan berkeluarga. Kesiapan diri menghadapi pernikahan meliputi banyak hal, diantaranya : kesiapan diri memilih pasangan hidup, kesiapan fisik, kesiapan secara psikologis, kesiapan sosiokultural, kesiapan keilmuan, kesiapan finansial, kesiapan hidup berdampingan dengan pasangan, kesiapan memulai hidup berkeluarga, kesiapan merawat anak dan kesiapan diri mengelola rumah tangga. Di desa glempangpasir, konflik internal keluarga, dampak krisis ekonomi, serta lemahnya komunikasi antar keluarga masih menjadi tatangan utama. Adanya penyuluhan ini diharapkan mampu untuk memperkuat ketahanan keluarga serta dapat saling bergotong royong dalam membangun desa. Berangkat dari beberapa hal diatas, penulis berinisiatif mengadakan penyuluhan kesiapan diri menghadapi pernikahan. Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan informasi sekaligus edukasi terkait kesiapan meghadapi pernikahan. Agar hal-hal yang selama ini menjadi ganjalan atau keraguan untuk melangkah ke jenjang pernikahan menjadi berkurang atau bahkan hilang sehingga menikah itu merupakan suatu hal yang baik karena selain ibadah menyempurnakan separuh agama juga sebagai sarana meneruskan keturunan keluarga. Penyuluhan ini diselengarakan berkat kerjasama Dosen di lingkungan FKIP UNUGHA dengan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap yang sedang menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Penyuluhan ini diselenggaran dalam satu hari dan diharidi oleh berbagai lapisan masyarakat diantaranya Kepala Desa, Ibu – Ibu PKK, Fattayat, IPNU – IPPNU, materi penyuluhan yang digunakan berdasarkan data dan disampaikan dengan materi yang mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat desa setempat. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan ilmu terkait menyikapi berbagai hal yang ada pada pernikahan.
Penerapan Media Digital Papan Dakota sebagai Inovasi Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Lisa Ariani Lutfi; Fitri Anisa Kusumastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107350

Abstract

The low mathematics learning outcomes of elementary school students indicate the need for interactive, contextual, and enjoyable learning innovations. This study aims to implement and analyze the effectiveness of the Dakota Board digital media (mathematics dakon board) in improving elementary school students' mathematics learning outcomes on the Greatest Common Factor and Least Common Multiple material. The method used is Classroom Action Research with a collaborative approach implemented in several stages. The subjects of the study were fifth-grade students in an elementary school who actively participated in learning. Data collection techniques in this study included observing student engagement using observation sheets, measuring learning outcomes through tests (pretest and posttest), and filling out questionnaires to determine student learning motivation. The collected data were analyzed quantitatively using descriptive statistics and Paired Sample t-Test to measure the significance of differences in learning outcomes before and after treatment. The results showed that the use of the Dakota Board media can increase student engagement, strengthen motivation, and facilitate understanding of mathematical concepts. This media is also able to create an interactive and enjoyable learning atmosphere. The conclusion of this study is that the Dakota Board is effective as an innovative media to improve elementary school students' mathematics learning outcomes.Rendahnya hasil belajar matematika siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan menganalisis efektivitas media digital Papan Dakota (papan dakon matematika) dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD pada materi Faktor Persekutuan Terbesar dan Kelipatan Persekutuan Terkecil. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pendekatan kolaboratif yang dilaksanakan dalam beberapa tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di salah satu sekolah dasar yang aktif mengikuti pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi keterlibatan siswa menggunakan lembar observasi, pengukuran hasil belajar melalui tes (pretest dan posttest), serta pengisian angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan uji Paired Sample t-Test untuk mengukur signifikansi perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Papan Dakota dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat motivasi, dan mempermudah pemahaman konsep matematika. Media ini juga mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Papan Dakota efektif digunakan sebagai media inovatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar. 
Supervisi Sarana dan Prasarana untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah Nofi Setiani; Novan Ardy Wiyani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110779

Abstract

Supervisi sarana dan prasarana (sarpras) sangat penting dalam memastikan kualitas pendidikan di sekolah melalui pengelolaan aset fisik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran supervisi sarpras dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menelusuri prosedur dan prinsip pelaksanaannya secara sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dan analisis deskriptif terhadap mekanisme supervisi sarpras, mulai dari perencanaan hingga pengawasan pemanfaatan sarpras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi sarpras yang terencana dan konsisten berdampak signifikan dalam menjaga kelayakan, perawatan, dan fungsi sarpras sehingga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip-prinsip supervisi sarpras yang baik merupakan faktor krusial dalam upaya peningkatan mutu pendidikan sesuai standar nasional.
Inovasi Penerjemahan Digital Berbasis Kecerdasan Buatan: Studi Komparatif antara ChatGPT, Google Translate, dan Penerjemah Manusia dalam Teks Sastra dan Ilmiah Irma Rachmayanti; Mochamad Arifin Alatas; A. Samsul Ma&#039;arif; Albaburrahim Albaburrahim; Sahrul Romadhon
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107285

Abstract

This study is motivated by the fact that the development of artificial intelligence (AI) technology has revolutionized various fields, including the practice and teaching of translation. It examines digital translation innovations powered by AI through a comparative study of ChatGPT, Google Translate, and human translators in the context of literary and scientific texts. The research combines four previous research approaches using a mixed-methods design, involving analysis of translation students’ perceptions, quality assessment of Arabic literary text translations, linguistic evaluation of scientific texts, and expert assessments of classical Arabic poetry. The findings indicate that ChatGPT is preferred over Google Translate in literary translation, particularly for its fluency and contextual relevance, although it still lags behind human translators in terms of cultural accuracy. In scientific text translation, ChatGPT excels in terminological accuracy but lacks flexibility in syntactic structure. Meanwhile, in classical poetry translation, ChatGPT is considered capable of competing with human translators in terms of thematic clarity, creativity, and prosody, significantly outperforming Google Gemini. This study highlights the importance of collaborative utilization between AI and human translators to achieve accurate, contextual, and functional translations in education and language services in the digital age.Penelitian ini dilatarbelakangi adanya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah merevolusi berbagai bidang, termasuk praktik dan pembelajaran penerjemahan. Penelitian ini mengkaji inovasi penerjemahan digital berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui studi komparatif antara ChatGPT, Google Translate, dan penerjemah manusia dalam konteks teks sastra dan ilmiah. Kajian ini memadukan empat pendekatan penelitian terdahulu dengan metode campuran (mixed methods), melibatkan analisis terhadap persepsi mahasiswa penerjemah, penilaian kualitas terjemahan teks sastra Arab, evaluasi linguistik terhadap teks ilmiah, serta penilaian ahli terhadap puisi Arab klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT lebih disukai dibanding Google Translate dalam penerjemahan sastra, terutama karena kelancaran dan kontekstualitasnya, meskipun masih kalah dalam aspek akurasi budaya dibanding penerjemah manusia. Dalam penerjemahan teks ilmiah, ChatGPT unggul dalam keakuratan istilah tetapi kurang fleksibel dalam struktur sintaksis. Sementara itu, pada puisi klasik, ChatGPT dinilai mampu bersaing dengan penerjemah manusia dalam aspek kejelasan tema, kreativitas, dan prosodi, jauh melampaui performa Google Gemini. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan kolaboratif antara AI dan penerjemah manusia untuk mencapai hasil terjemahan yang akurat, kontekstual, dan berdaya guna dalam pembelajaran serta layanan kebahasaan era digital.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue