cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Tinjauan Yuridis Terhadap Pengaturan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia dalam Konteks Daya Dukung Lingkungan Ifah Nur Saidah; Ayub Torry Satriyo Kusumo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105221

Abstract

Pariwisata berkelanjutan adalah pendekatan dalam pengelolaan sektor pariwisata yang bertujuan untuk menyeimbangkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan guna memastikan aktivitas wisata dapat terus berlangsung tanpa merusak ekosistem dan kesejahteraan masyarakat setempat. Konsep ini berakar pada prinsip bahwa pariwisata tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan budaya lokal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas implementasi regulasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji penerapan kebijakan pariwisata berkelanjutan di Indonesia mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor pariwisata dan pelestaria daya dukung lingkungan, terutama dalam aspek regulasi, kesadaran masyarakat, dan keterbatasan infrastruktur. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode yuridis normatif yaitu pendekatan penelitian hukum yang menggabungkan analisis hukum normatif berdasarkan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia memerlukan peran aktif pemerintah dan masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan. Beberapa strategi yang dapat diterapkan adalah penerapan kebijakan konservasi berbasis ekowisata. Pengelolaan limbah dan energi berbasis zero waste. Mengurangi produksi limbah dan menggunakan energi terbarukan untuk mengurangi jejak karbon. Pemberdayaan masyarakat lokal dalam ekonomi pariwisata. 
Pembelajaran Inklusif Berbasis Kecerdasan Majemuk dalam Novel Totto-Chan: Relevansi untuk Pendidikan Berkelanjutan Mochamad Arifin Alatas; Suyatno Suyatno; Syamsul Sodiq
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107369

Abstract

An ideal education should respect the uniqueness of every child, each of whom possesses different intelligences and potentials. However, in practice, education often remains uniform and discriminatory. This article aims to describe the practice of inclusive learning based on multiple intelligences as represented in the novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi, and its relevance to sustainable education in Indonesia. This study employs a descriptive qualitative approach using content analysis of both the Indonesian and English versions of the novel, supported by the theories of progressivism-humanism (Dewey, Rogers) and critical pedagogy (Freire). Data collection techniques include intensive reading, note-taking, and thematic coding, followed by hermeneutic analysis to interpret the educational meanings within the narrative. The data were analyzed by identifying key themes representing values of inclusion and multiple intelligences, then interpreted contextually based on the applied theoretical framework. The findings reveal that Tomoe Gakuen School in the novel demonstrates an inclusive, flexible, and contextual educational practice that embraces “different” children like Totto-Chan and supports the development of character and multiple intelligences through experiential learning, freedom of expression, and egalitarian teacher-student relationships. The educational values reflected in the novel strongly align with the principles of the Merdeka Curriculum and offer inspiration for sustainable and humane learning practices in Indonesia. This study concludes that literature can serve as a reflective and educational medium in designing inclusive and transformative education systems.Pendidikan ideal seharusnya menghargai keunikan setiap anak yang memiliki kecerdasan dan potensi berbeda, namun realitas di lapangan masih menunjukkan praktik pendidikan yang seragam dan diskriminatif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran inklusif berbasis kecerdasan majemuk direpresentasikan dalam novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window karya Tetsuko Kuroyanagi, serta relevansinya terhadap pendidikan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel versi Indonesia dan Inggris, didukung teori progresivisme-humanisme (Dewey, Rogers) serta pendidikan pembebasan (Freire). Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan intensif, pencatatan, dan pengkodean tematik, dengan analisis hermeneutik terhadap makna pendidikan dalam narasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tema-tema kunci yang merepresentasikan nilai-nilai inklusi dan kecerdasan majemuk, kemudian ditafsirkan secara kontekstual berdasarkan kerangka teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Tomoe Gakuen dalam novel menghadirkan praktik pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan kontekstual, yang menerima anak “berbeda” seperti Totto-Chan, serta mendukung perkembangan karakter dan kecerdasan majemuk melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kebebasan berekspresi, dan relasi guru-murid yang setara. Nilai-nilai pendidikan dalam novel ini memiliki relevansi kuat dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan dapat menjadi inspirasi pembelajaran yang berkelanjutan dan manusiawi di Indonesia. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi media reflektif dan edukatif dalam merancang sistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.
The Meaning of Traditional Food in Building the Identity of the Banjar People Rochgiyanti Rochgiyanti; Yuli Apriati; Fathurrahman Fathurrahman; Four Steven Lase; Yarni Ester Gea; Amandita 'Ainur Rohmah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.113607

Abstract

Modernization and changes in societal lifestyles have caused traditional cuisine to become increasingly marginalized and at risk of disappearing among younger generations. This study aims to analyze the meanings of traditional food in building the resilience of Banjar community identity. The research employs a qualitative method with an ethnographic approach. Data were collected through participant observation, in-depth interviews using purposive sampling techniques, and visual documentation, which were then analyzed thematically. The findings indicate that Banjar traditional foods possess four dimensions of meaning that strengthen identity resilience: (1) symbolic meanings embedded in customary and religious rituals that reinforce spiritual and cultural values; (2) meanings as markers of identity and collective pride; (3) ecological meanings that reflect harmonious human–environment relations and local wisdom; and (4) meanings as a medium for intergenerational transmission of values and character education. The preservation of Banjar traditional food constitutes a cultural strategy for sustaining identity in the era of modernization, as well as a form of cultural capital for the development of sustainable gastronomic tourism.
Dampak Objek Wisata Candi Mendut Terhadap Perekonomian Masyarakat Ratna Dewi Sudjata; Widia Darma; Niken Wardani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103575

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat merubah ekonomi, salah satu contoh pariwisata yaitu Candi Mendut, merupakan candi Budha yang terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pariwisata Candi Mendut terhadap perekonomian masyarakat, dan bentuk-bentuk usaha pariwisata yang ada di Candi Mendut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sumber data diambil dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bentuk-bentuk usaha pariwisata yang ada antara lain usaha kuliner, akomodasi, transportasi dan pemandu wisata. Objek wisata Candi Mendut juga  berdampak pada peluang kesempatan kerja dan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Bentuk-bentuk usaha pariwisata yang ada antara lain usaha kuliner, akomodasi, transportasi dan pemandu wisata, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Candi Mendut dapat memberikan peluang untuk terbentuknya usaha pariwisata yang berdampak pada kesempatan kerja dan juga dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Pendampingan Penerapan Literasi Matematika dengan Konteks Budaya Tabut pada Pembelajaran Konsep Geometri dan Pengukuran Neza Agusdianita; Endang Widi Winarni; Abdul Muktadir; Osa Juarsa; Debi Heryanto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.107684

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi matematika siswa melalui pendekatan berbasis budaya lokal, dengan fokus pada konten budaya Tabut dalam pembelajaran geometri dan pengukuran. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan bagi guru di SDN 88 Kota Bengkulu melalui seminar, persiapan perangkat pembelajaran, pendampingan praktik kelas, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa dan keterampilan guru, dari rata-rata nilai pretest siswa 50,25 menjadi posttest 92,25, serta nilai guru meningkat dari 70,00 menjadi 95,00. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi budaya dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman konsep yang diajarkan serta relevansi pendidikan. Dengan demikian, pendekatan ini dapat menjadi alternatif efektif dalam pendidikan matematika yang kontekstual.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 Pada Materi How Tall Are You? Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas V di MI Ma’arif 02 Mulyasari Ngafiyatul Akmalia; Johar Alimuddin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107392

Abstract

The limitations of technology-based interactive learning media, the low motivation of students to learn English, and the non-optimal utilization of computer laboratories at school are the background of the need for media development that supports learning. This study aims to determine the development process, feasibility, practicality, and effectiveness of interactive learning media based on Articulate Storyline 3 on the material “How Tall Are You?” in increasing the learning motivation of fifth grade students of MI Ma'arif 02 Mulyasari. This research uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE development model which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The development design is procedural and descriptive, referring to the opinions of Reiser and Mollenda. The subjects of this study were 42 fifth grade students. Data collection techniques included expert validation questionnaires, learning motivation questionnaires (pretest and posttest), and teacher and student practicality questionnaires. The instruments were prepared based on the ARCS Model theory by Keller (2010) and validated by two experts (media and material). The data were analyzed descriptively quantitatively, while the effectiveness was analyzed using the Paired Sample t-Test test through SPSS. The results showed that the media was in the very feasible category, with an average score of 4.6 from the material expert and 4.5 from the media expert. The practicality aspect obtained a score of 4.9 from teachers and 4.5 from students, both of which were in the very good category.Keterbatasan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi, rendahnya motivasi belajar Bahasa Inggris siswa, serta belum optimalnya pemanfaatan laboratorium komputer di sekolah menjadi latar belakang perlunya pengembangan media yang mendukung pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 3 pada materi “How Tall Are You?” dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V MI Ma’arif 02 Mulyasari. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Desain pengembangan bersifat prosedural dan deskriptif, mengacu pada pendapat Reiser dan Mollenda. Subjek penelitian ini adalah 42 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data meliputi angket validasi ahli, angket motivasi belajar (pretest dan posttest), serta angket kepraktisan guru dan siswa. Instrumen disusun berdasarkan teori ARCS Model oleh Keller (2010) dan divalidasi oleh dua ahli (media dan materi). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif, sedangkan efektivitas dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan media berada dalam kategori sangat layak, dengan skor rata-rata 4,6 dari ahli materi dan 4,5 dari ahli media. Aspek kepraktisan memperoleh skor 4,9 dari guru dan 4,5 dari siswa, keduanya berada pada kategori sangat praktis. Efektivitas media ditunjukkan dari hasil uji yang signifikan (p = 0,000 < 0,05), yang mengindikasikan adanya peningkatan motivasi belajar siswa setelah penggunaan media. Dengan demikian, media pembelajaran ini dapat menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan mampu meningkatkan motivasi serta keterlibatan aktif siswa secara signifikan.
Peran Budaya Pada Atraksi Wisata Sendang Kun Gerit Sragen Jawa Tengah Indonesia Matius Tinna Sarira; Nabhila Dwi Damayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105602

Abstract

Sendang Kun Gerit merupakan wisata unggulan yang memiliki berbagai macam keunikan dari segi budaya dan atraksinya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi nilai budaya sebagai dasar kelola, 2) menganalisis relevansi prinsip budaya terhadap keberlanjutan wisata, dan 3) menjelaskan alasana nilai budaya menjadi fondasi utama dalam keberhasilan pengelolaan. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 15 informan utama yang dipilih secara purposive, terdiri dari: 6 orang pengelola internal, 5 orang wisatawan, serta 4 orang dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan eksternal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik kualitatif melalui tahapan transkripsi, pengelompokan tema, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) bentuk budaya (gaya hidup sehat alami, keseimbangan lahir batin, kepercayaan pada nilai “tuai tabur” dan praktik ritual sendang telah meresap dalam praktik operasional harian dan menjadi elemen pembeda yang memberi daya tarik, 2) Pengelola memanfaatkan nilai-nilai turun-temurun masyarakat sebagai pedoman dalam menetapkan harga yang adil, menjaga kenyamanan, serta menjamin keberlanjutan destinasi, dan 3) Budaya ini tidak hanya menciptakan keterikatan emosional dan loyalitas wisatawan, tetapi juga membentuk sistem pengelolaan yang alami, efisien, dan berkelanjutan. Jadi dapat disimpulkan, bahwa budaya local memiliki peran sentral dan strategis dalam pengelolaan atraksi wisata Sendang Kun Gerit.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Model Pembelajaran Cooperatif Learning Tipe STAD Berbantu Media Smart Box Novi Hapsari; Reni Untarti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108369

Abstract

Minimnya kemampuan siswa dalam mengutarakan pemahaman matematika secara tertulis menjadi landasan penelitian ini.  Anggapan matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, banyaknya hafalan rumus, dan soal latihan yang banyak menjadi penyebab utama rendahnya minat belajar siswa.  Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan bantuan media "Smart Box"  yanag bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam bentuk tulisan.  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mengadopsi model spiral Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan penarikan kesimpulan.  Penelitian melibatkan 21 siswa kelas VA SD Negeri 2 Purwokerto Lor, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan.  Data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis (evaluasi), dan dokumentasi.  Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa.  Hal ini terlihat dari peningkatan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar di setiap siklus.  Sebelum siklus, rata-rata nilai hanya 63 (52,3%), meningkat menjadi 70,33 (61,90%) pada siklus I, 75,62 (76,19%) pada siklus II, dan mencapai 80,86 (90,47%) pada siklus III.  Lebih lanjut, penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe STAD dengan media "Smart Box" terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan kerjasama antar siswa dalam kelompok.  Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran cooperative learning tipe STAD berbantuan media "Smart Box" merupakan alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
Efektivitas Modul Ajar Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Materi Hak dan Kewajiban di Fase B Sekolah Dasar Nur Septiani Navisa Zahraa; Ani Hendriani; Faisal Sadam Murron
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107408

Abstract

The research was motivated by low ability in understanding the concepts of rights and obligations and the rare application of varied teaching modules in learning Pancasila Education. The research aims to determine the effectiveness of scientific approach teaching modules to improve the ability to understanding the concepts on material of rights and obligations. The method used a quantitative approach with pre-experimental one group pre-test post-test design. This research involved 26 of third grade students in phase B of elementary school as the sample. Data were collected through observation, interview, and tests that had been tested  previously for validity and reliability. Data analysis was conducted using Wilcoxon and N-Gain tests. The results showed that the average score of pre-test 50,40 and post-test 87,65. Based on the results of the average difference test which obtained a significance value of 0,000 < 0,05 which means Ha is accepted, shows that there is a significant increase in a student’s conceptual understanding ability. And then the results of the N-Gain score was 77,44% in the high effectiveness criteria. So it can be concluded that the scientific approach teaching module is effective for improving the ability to understand concepts on the material of right and obligations in phase B of elementary school.Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep pada materi hak dan kewajiban dan masih jarang penerapan modul ajar yang bervariatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas modul ajar berbasis pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep materi hak dan kewajiban. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pre-experimental one group pre-test post-test design. Penelitian ini melibatkan 26 peserta didik fase B kelas III sekolah dasar sebagai sampel. Data didapatkan melalui observasi, wawancara, dan tes yang telah diuji validitas dan reliabilitas sebelumnya. Analisis data dilakukan melalui uji Wilcoxon dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre-test 50,40 dan post-test 87,65. Berdasarkan hasil uji perbedaan rerata diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya Ha diterima menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep peserta didik yang signifikan. Adapun hasil skor N-Gain sebesar 77,44% berada pada kriteria keefektifan tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis pendekatan saintifik efektif untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep materi hak dan kewajiban di fase B sekolah dasar.
Students’ Mathematical Representation in Geometry Problem-Solving: A Case Study on Fifth Class at SDN Brangkal 1 Navalia Dewi Ernamasari; Riyadi Riyadi; Roslinawati Roslan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109847

Abstract

Elementary school students tend to rely on memorizing formulas to solve mathematical problems. They do not yet understand the visual meaning of mathematical concepts, which affects their ability to represent ideas well. This study seeks to investigate students’ abilities to use mathematical representation when solving problems involving 2D geometric shapes. The study employed a qualitative research approach using a case study design. Data were collected through interviews with the classroom teacher and ten students at SDN Brangkal 1 and analyzed using thematic coding techniques. The findings revealed that most students continue to rely on memorizing formulas without grasping the visual meaning of 2D shapes. They seldom use diagrams, rarely verify answers, and struggle to articulate the reasoning behind their problem-solving steps. In addition, the students demonstrated limited verbal representation skills, often providing brief, unexplained responses and showing little habit of expressing their thought processes. These results suggest that students' competence in mathematical representation within the domain of geometry remains low. The findings underscore the need for instructional strategies that integrate visual, symbolic, and verbal representations, and cultivate habits of reflection and communication in primary school geometry education.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue