cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2024): November" : 10 Documents clear
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA REMAJA PUTRI Halimatussa'adiah , Melly; Hidayat, Yudi Mulyana; Anwar , Ruswana
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.452

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kanker payudara secara dini. Kanker payudara bisa dideteksi lebih dini melalui beberapa pemeriksaan salah satunya dengan SADARI. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh para remaja tentang SADARI menjadi suatu masalah yang penting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan SADARI dengan media sosial TikTok terhadap pengetahuan dan sikap deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Terpadu Alqudwah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (quasi eksperimen) dengan pendekatan pre test- post test with control group design. Penentuan sampel menggunakan jenis Non Probabiltiy sampling secara purposive sampling sehingga didapatkan responden sebanyak 28 orang setiap kelompoknya .Hasil penelitian menunjukan media sosial TikTok dapat meningkatkan pengetahuan (p<0,005) dan sikap (p<0,005). Terdapat peningkatan pengetahuan remaja kelompok TikTok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lembar balik (p= 0,006). Peningkatan sikap remaja putri pada kelompok TikTok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lembar balik (p= 0,009). Simpulan hasil penelitian adalah Pendidikan Kesehatan pemeriksaan payudara sendiri melalui media social TikTok meningkatkan pengetahuan dan sikap ramaja putri bila dibandingkan dengan lembar balik.
FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PACARAN PADA REMAJA Agustin, Evi Avicenna; Susanti, Sri; Marliana, Lina; Judaty , Mitsalina Durrah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.552

Abstract

Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri, karena pada masa ini seseorang akan cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar, bereksperimen dan bereksplorasi untuk memuaskan perasaannya. Rasa ingin tahunya, remaja cenderung suka mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang karena secara psikologis mereka belum memiliki kematangan emosi. Pacaran merupakan salah satu perilaku seksual berisiko yang dilakukan oleh remaja, dimana pacaran merupakan awal dari seks bebas yang akan berdampak pada kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey dan analisis statistik, di mana data dikumpulkan melalui kuisioner terstruktur untuk mengukur variable. Analisis dilakukan dengan mengguanakn SPSS 16 dengan membandingkan pvalue dan alpha (0,05) melalui table kontigensi dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini termasuk kuantitatif deskriptif dan analitik dengan design cross sectional, serta dapt dikategorikan sebagai korelasional.desain deskriptif korelatif. Populasi berjumlah 70 siswa dan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik atau buruk memiliki peluang yang sama untuk melakukan perilaku pacaran. Hal ini disebabkan pengaruh media sosial yang sangat masif di kalangan remaja. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan poster/leaflet tentang kesehatan reproduksi remaja yang akan dipublikasikan melalui media cetak dan dapat diakses di sekolah melalui media madding baik di sekolah, papan pengumuman maupun ruang PIK-R.
UJI ANTAGONISME ISOLAT FUNGI ENDOFIT DARI DAUN NAMNAM (Cynometra cauliflora L.) TERHADAP Candida albicans, Malassezia furfur SECARA IN VITRO Hamtini, Hamtini; Rahmawati, Nurmeily; Anliza, Syarah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of traditional medicine as an option for treatment is an alternative that is in great demand because traditional medicine has been proven to be relatively safe if used correctly and with the right indications and rarely causes side effects. This is one of the factors for people to use natural ingredients or traditional medicine as an alternative treatment. One of these efforts is to explore and find antioxidant compounds such as beta carotene, astasantine, alkaloids and phenols in plants. To take bioactive compounds directly from the plant, a lot of biomass or parts of the plant are needed, so to make the method of obtaining these bioactive compounds more efficient, specific endophytic microbes obtained from the inside of the plant are used which are expected to be able to produce a number of bioactive compounds from the plant. Endophytic microbes consist of bacteria, fungi and actinomycetes which have the potential to produce bioactive compounds such as those produced by plants without causing damage to the plant. The aim of this research was to examine the antagonism ability of the Namnam leaf endophytic fungus (Cynometra cauliflora L.) against pathogenic fungi. The stages of the research method are identification of endophytic fungi macroscopically and microscopically and inoculation of endophytic fungi into PDA media, followed by preparation of test pathogenic fungi, the pathogenic fungi tested are Candida albicans and Malassezia furfur, antagonism test by inoculating pathogenic fungi into PDA media and After that, place the endophytic fungi on media that has been inoculated with pathogenic fungi, incubate at room temperature for 3-5 days and measure using a ruler. The results of macroscopic and microscopic identification of endophytic fungi, isolate code P1-1, were Penicillium sp, while isolate codes P4-1 and P5-1 were identified as Mucor sp. Based on the antagonist test that was carried out, it was seen that endophytic fungi grew in the test media but did not provide significant inhibition to the growth of the test fungi, namely Candida albicans and Malassezia furfur.
PENGETAHUAN KADER DALAM PEMANTAUAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI DESA TAMBAKBAYA Nuraineu, Yaneu; Rokayah, Yayah; Sutomo, Omo
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.648

Abstract

Kader adalah salah satu bagian dari Masyarakat yang dapat memberdayakan masyarakat untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, dengan mengetahui secara dini tanda bahaya kehamilan, agar tidak terjadi komplikasi baik kepada ibu maupun bayi yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan kader dalam mematau tanda bahaya kehamilan. Metode penelitian ini adalah metode pendekatan cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan subjek penelitian yaitu keseluruhan kader Desa Tambakbaya, berjumlah 45 responden. Analisis yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian diperoleh hampir seluruh (84,4% dan 93,3%) kader memiliki pengetahuan baik dan memiliki kemampuan baik dalam memantau tanda bahaya kehamilan. Secara bivariat diperoleh nilai p = 0.059 (p> α), tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kader tentang tanda bahaya kehamilan dengan kemampuannya dalam memantau tanda bahaya kehamilan . Diharapkan Dinas Kesehatan bersama Puskesmas secara berjenjang sampai ke desa, membentuk tim pemantau KIA, membuat petunjuk pelaksanaan dan teknis pemantauan, memberikan pelatihan, mengoptimalkan program/kegiatan, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan umpan balik, serta melibatkan kader dalam evaluasi kegiatan.
PERUBAHAN PSIKOFISIOLOGIS PADA IBU HAMIL TRIMESTER III: PENELITIAN DESKRIPTIF Sari, Wenny Indah Purnama Eka; Kurniyati, Kurniyati; Yusniarita, Yusniarita; Mardalena, Ida
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.778

Abstract

During pregnancy, physiological changes occur due to hormonal shifts, particularly in estrogen and progesterone, leading to both physical and psychological alterations. The physical changes that occur during pregnancy often cause discomfort, both physically and psychologically. A common psychological change experienced by pregnant women is anxiety, while the physiological changes relate to bodily systems, resulting in alterations in vital signs. The purpose of this study is to describe the psychophysiological changes in pregnant women during the third trimester. The research design is descriptive. The population consists of all third-trimester pregnant women. The sample includes 120 third-trimester pregnant women at the maternity clinic, selected through simple random sampling. The research instruments include the Pregnancy Related Anxiety Questionnaire Revised (PRAQ-R2) to measure anxiety in pregnant women (psychological dimension) and an observation sheet to record blood pressure, respiration, and pulse (physiological dimensions). Data analysis describes anxiety levels, blood pressure, respiration, and pulse rates in third-trimester pregnant women. The results show that nearly all respondents were aged 20-35 years (80%), the majority were multigravida (57.5%), and most were employed (54.2%). The psychophysiological profile of third-trimester pregnant women indicates that most fall into the moderate anxiety category (63.3%), with an average systolic blood pressure of 133.5, diastolic of 85.13, average respiration rate of 22.92, and an average pulse rate of 91.55. Midwives play a crucial role in helping pregnant women adapt to these psychophysiological changes, covering both physical and psychological aspects, thereby ensuring the well-being of the mother and baby during pregnancy.
ANALISIS KANDUNGAN BAHAN AKTIF FITOKIMIA EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L) Kurniati, Nining; Zaini, Wawan Sofwan; Hamtini, Hamtini; Armal , Hadits Lissentiya
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola hidup modern menuntut segala sesuatu dilakukan secara cepat dan instan. Kualitas makanan yang dikonsumsi, polusi udara, kurang berolahraga dan stres dapat menyebabkan daya tahan tubuh akan terus menurun. Kondisi tersebut menyebabkan mikroba patogen seperti virus, bakteri, parasit, fungi mudah masuk dan menyerang tubuh sehingga timbul berbagai penyakit infeksi dan penyakit degeneratif, bahkan dapat menyebabkan penuaan dini. Upaya untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh menjadi sangat penting dilakukan melalui pemberian imunomodulator. Imunomodulator atau biological response modifiers, yaitu zat-zat yang mempengaruhi reaksi biologis tubuh terhadap zat-zat asing. Imunomodulator terdiri dari imunostimulator yang berfungsi untuk meningkatkan fungsi dan aktivitas sistem imun dan imunosupresor yang dapat menghambat atau menekan aktivitas sistem imun. Tujuan penelitian akan melakukan uji kemampuan Imunomodulator dari ekstrak daun pepaya, untuk mengetahui kandungan fitokimia yang terkandung dari ekstrak daun pepaya, menggunakan desain deskriptif analitik diawali dengan pembuatan ekstrak, kemudan di lakukan 6 kelompok analisis yaitu, Uji Organoleptik, Uji kandungan kualitatif fitokimia, Uji mikrobiologi, Uji kandungan logam berat, Uji kandungan kuantitatif fitokimia, Uji Kandungan Abu, Air, Serat dan sari larut etanol. Hasil analisis kandungan ekstrak etanol daun pepaya berbentuk kental, berbau khas dan berwarna hijau bebas dari kapang, bakteri, kelompok Coliform dan bebas dari logam berat Pb, Cd dan AS. Kadar Abu 4,66 %, Air 21,85 %, Serat kasar 0,25 %, sari larut etanol 13,75 %. Hasil analisis kualitatatif Positif adalah Flavonoid, Tanin Saponin Steroid dan hasil negatif untuk Alkaloid, Quinon dan Triterpenoid. Hasil analisis kuantitatif dari Total Fenol 2,70 % (b/b), Total Flavonoid 3,90 % (b/b), Xanthorrizol 0,98 mg/g, Tanin 0,23 mg/g, Kuersetin 0,004 mg/g, Katekin 0,09 mg/g. Toksisitas LC50 158,19 ppm.
PENERAPAN CONTINUITY OF CARE (COC) DALAM PENINGKATAN KESEMBUHAN PASIEN DENGAN TUBERKULOSIS PARU Riansyah, Ferdi; Fitria, Fitria; Fitri, Aina; Fazira, Frisca; Saputra, Mahruri; Usman, Said; Saputra, Irwan; Julia Utama, Reka; Ristiani, Ristiani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.817

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia, TB paru menduduki peringkat kedua setelah India, dengan 969 ribu kasus dan 93 ribu kematian per tahun. Meskipun telah tersedia vaksin BCG untuk pencegahan, efektivitasnya hanya sekitar 50%, sehingga penularan masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pendekatan Continuity of Care (CoC) dalam meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Posttest-Only Control Design, di mana pasien TB paru dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerima intervensi CoC dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Data dikumpulkan dari tiga Puskesmas di Aceh Besar antara Maret hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CoC secara signifikan meningkatkan kepatuhan (87%) dan pengetahuan (69,6%) pasien dibandingkan dengan kelompok kontrol (P < 0,005). Temuan ini menunjukkan bahwa CoC berperan penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien melalui peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan dan pengetahuan tentang kondisi kesehatannya. Dengan hubungan yang lebih baik antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, CoC dapat membantu menurunkan angka penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB paru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi implementasi CoC dalam konteks yang lebih luas dan populasi yang lebih beragam.
PENGARUH PENGETAHUAN, DUKUNGAN KELUARGA, DAN PERAN BIDAN TERHADAP INISIASI MENYUSU DINI IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS RANTAU PULUT II ISTIGHOSAH, NINING -; Yuli Astutik, Reni; Basuki, stevani; Anggraeni, suci; Nur, lailatun
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.824

Abstract

Pelaksanaan inisiasi menyusui dini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, peran bidan dan keterjangkauan fasilitas. Berdasarkan faktor diatas, peran bidan memiliki peran yang sangat penting dalam inisiasi menyusui dini. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan, dukungan keluarga, peran bidan terhadap inisiasi menyusui dini pada ibu post partum di Puskesmas Rantau Pulut II. Desain penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik purposive sampling sebanyak 45 responden. Uji statistik Spearmen’s Rho untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil penelitian dari 45 responden didapat mayoritas mempunyai pengetahuan yang cukup 16 orang (35,6%), mayoritas mendapat dukungan keluarga sejumlah 31 orang (68,9%), mayoritas peran bidan yang baik sejumlah 34 orang (75,6%), mayoritas IMD sejumlah 24 orang (53,3%). Analisis uji statistik Spearmen’s Rho didapatkan hasil ada pengaruh pengetahuan terhadap inisiasi menyusui dini (p= 0,041), ada pengaruh dukungan keluarga terhadap inisiasi menyusui dini (p=0,003) dan ada pengaruh peran bidan terhadap inisiasi menyusui dini pada ibu post partum (p=0,047) di Puskesmas Rantau Pulut II. Respon positif akan mempengaruhi interaksi selanjutnya praktik menyusui, faktor yang dapat mendukung keberhasilan inisiasi menyusui dini pengetahuan, dukungan keluarga dan peran bidan dalam pelaksanaan.
KOMUNIKASI KESEHATAN KELUARGA DAN PERAWAT TERHADAP PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HEMODIALISA Gumilar Nugraha, Deden; Badruzaman, Hilmannur; Kania Kurniawati, Rd. Nia; Winangsih, Rahmi; Nissa , Choirun
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.832

Abstract

Pasien hemodialisa sangat membutuhkan komunikasi kesehatan karena yang awalnya sehat menjadi sakit dikarenakan gagal ginjal kronik, dan harus menjalani hemodialisa sehingga pasien sangat membutuhkan dukungan baik dari keluarga atau perawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pentingnya komunikasi kesehatan bagi pasien dan peran keluarga dan perawat dalam komunikasi interpersonal dan motivasi bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Fokus penelitian ini pada komunikasi kesehatan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa serta motivasi yang diberikan keluarga dan perawat pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil di dapatkan dari wawancara dan observasi langsung di RSUD Dr. Drajat Prawiranegara dengan 20 responden yang terdiri dari pasien, keluarga dan perawat. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi kesehatan diperlukan oleh pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani hemodialisa, selain itu motivasi dari keluarga dan perawat sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup pasien yang menjalani hemodialisa seumur hidup.
KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI Ismiyati, Ismiyati; Rumiatun, Darti; Sutianingsih, Hani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.834

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak perempuan terjadi sekitar 8% sampai dengan 31%. Prevalensi kasus anak ini paling banyak terjadi pada wilayah pedesaan jika dibandingkan dengan perkotaan. Kekerasan seksual ini banyak terjadi pada lingkup keluarga. Hal ini dapat disebabkan karena hubungan antara orang tua dan anak yang kurang baik dan perlindungan ke anak yang tidak efektif. Namun masih banyak lagi faktor yang menyebabkan kekerasan seksual. Korban kekerasan seksual akan mengalami peningkatan risiko terhadap gejala pasca trauma. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Campuran Sekuensial Eksplanatori dengan pendekatan Fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri korban kekerasan seksual, orang tua (keluarga terdekat korban), dan pendamping korban di lembaga terkait. Pengambilan sample dengan teknik purposive sampling. Analisis data kuantitatif dilakukan secara univariabel. Analisis data kualitatif dilakukan dengan penentuan tema hasil penelitian. Hasil penelitian didapatkan terjadi kenaikan rata-rata kasus setiap bulannya. Tempat kejadian di rumah pelaku, rumah orang lain, dan kebun menjadi tren yang meningkat di tahun 2022.. Dampak yang dialami korban kekerasan seksual diantaranya adalah cidera fisik, kehamilan yang tidak diinginkan, serta gangguan perkembangan psikologi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10