cover
Contact Name
Meria Octavianti
Contact Email
meria.octavianti@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ira.mirawati@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Komunikasi
ISSN : 25483242     EISSN : 25490079     DOI : -
Jurnal Manajemen Komunikasi ISSN 2548-3242 and eISSN 2549-0079 contains articles written from research and study reports on Communication Management. Jurnal Manajemen Komunikasi incorporate with Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pengda Jawa Barat. JMK is published twice annually (October and April) by the journal editors from the Communication Management Study Program Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Komunikasi krisis Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung Barat menghadapi pandemi Covid-19 Antar Venus; Meria Octavianti; Kismiyati El Karimah; Hadi Suprapto Arifin
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.29799

Abstract

Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) sebagai sebuah organisasi resmi yang dibentuk pemerintah Kabupaten Bandung Barat, memilliki peran yang sentral dalam menghadapi krisis yang dialami oleh hampir sebagian besar pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Bandung Barat. Banyak pekerja di berbagai subsektor ekonomi kreatif terpaksa dirumahkan karena sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan dan banyak pelaku ekonomi kreatif yang akhirnya gulung tikar karena tidak bisa menjalankan roda perekonomiannya selama pandemic berlangsung. Penelitian ini berupaya untuk mencari tahu mengenai bagaimana komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemic Covid-19. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara, focus group discussion, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menjalankan komunikasi krisisnya, Fekraf KBB sudah menjalankan seluruh prinsip dan tahapan dari komunikasi krisis dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi yang relevan dengan kondisi krisis yang dihadapi. Crisis preparedness, initial respons, corrective & reaction, serta evaluation merupakan tahap komunikasi krisis yang dilakukan oleh Fekraf KBB. Media komunikasi yang digunakan dalam komunikasi krisis ini terbatas pada media online dan media sosial. Hampir seluruh prinsip komunikasi krisis diaplikasikan oleh Fekraf KBB dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini, yaitu adanya tim komunikasi, melakukan kontak dengan media, mengumpulkan fakta-fakta, tidak menutup informasi, hati-hati dalam menyampaikan informasi, satu suara, dan menggunakan banyak saluruan komunikasi.
Konstruksi makna proses kreatif pada kreator di biro iklan Teddy Kurnia Wirakusumah
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i2.33020

Abstract

Artikel dengan judul konstruksi makna proses kreatif pada kreator di biro iklan bermaksud untuk memahami makna yang dikonstruksi oleh kreator iklan tentang proses kreatif yang mereka alami ketika membuat karya iklan. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana kreator iklan mengkonstruksi proses kreatif yang mereka alami ketika bekerja membuat karya iklan menurut pandangan mereka sendiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tradisi fenomenologi. Subjek penelitian yang dipilih adalah kreator iklan di Bandung dan Jakarta sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam. Sejumlah pertanyaan yang diajukan dibuat dalam bentuk daftar pertanyaan terbuka dan berlangsung dalam suasana informal. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tahapan yang lazim dilewati dalam pembuatan iklan di biro iklan adalah mengumpulkan informasi, menggunakan informasi, melakukan brainstorming, mengembangkan gagasan, melakukan review, eksekusi, artworking, presentasi, dan produksi. Dalam tahapan-tahapan pembuatan iklan yang dilalui oleh informan, ternyata proses kreatif yang berlangsung dalam diri informan tidak hanya terpusat pada salah satu tahap saja tapi tersebar pada semua tahapan dengan corak rangsangan yang khas. Kreator Iklan telah mengembangkan proses kreatif mereka berdasarkan berbagai jenis rangsang; yaitu proses kreatif berdasarkan rangsang rujukan data, proses kreatif berdasarkan rangsang pengalaman lama, proses kreatif berdasarkan rangsang pertukaran gagasan dan argumentasi, proses kreatif berdasarkan rangsang pengalaman baru, proses kreatif berdasarkan rangsang tidak terduga, proses kreatif berdasarkan rangsang kendala teknis,  dan proses kreatif berdasarkan rangsang kompromi dengan klien. Saat kreativitas berproses, faktor eksternal seperti lingkungan kerja dan waktu ternyata memberikan dukungan pada kinerja kreatif para kreator.   
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembaca majalah berita untuk berlangganan Priatna Priatna
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.27105

Abstract

Industri penerbitan majalah cetak merupakan bisnis yang mengandalkan pendapatan dari iklan dan sirkulasi, baik berlangganan maupun retail. Seiring dengan cepatnya perkembangan media online, majalah cetak mengalami tekanan besar. Sehingga hampir semua majalah mengalami penurunan pendapatan dari kedua sumber pendapatannya. Sementara di sisi lain kehadiran media online yang diduga menggerogoti pendapatan majalah cetak, pendapatannya relatif masih kecil hanya sekitar 10% dibanding media cetak walau angka pertumbuhannya dari tahun ke tahun secara persentase cukup signifikan. Oleh karena itu, para penerbit masih mengandalkan bisnis majalah cetak sebagai penyumbang pendapatan yang jauh lebih besar, sambil mengembangkan bisnis media digitalnya. Beberapa kajian teori dan penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa untuk mempertahankan bisnis majalah cetak penerbit harus memperbesar jumlah pelanggannya dibanding pembeli retail. Dengan semakin besarnya jumlah pelanggan, penerbit lebih memiliki kepastian pendapatan yang lebih stabil dalam jangka panjang. Dari sisi itulah penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi pembaca majalah untuk berlangganan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengandalkan survey lewat kuesioner. Alat bantu pengolahan data menggunakan Excell, SPSS 16 dan Structural Equation Model (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pembaca majalah berita untuk berlangganan adalah kualitas layanan. Kemudian secara berurutan diikuti faktor kualitas fisik majalah, kualitas layanan customers services, kualitas konten, reputasi, brand, faktor harga, objektivitas pemberitaan, promosi, konten majalah, harga, insentif, reputasi perusahaan dan terakhir kualitas fisik majalahnya. Dari 8 faktor yang terbentuk faktor kualitas layanan menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi pembaca majalah berita untuk berlangganan.
Monitoring dan evaluasi humas pemerintah dalam penggunaan media sosial untuk memerangi hoaks Kurniati Kurniati; Muhammad Munir; Lilik Hamidah; Annisa Shah Rizky
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.27616

Abstract

Monitoring dan evaluasi komunikasi merupakan bagian penting dari manajemen komunikasi Humas Pemerintah dalam menyampaikan informasi pada masyarakat. Humas Pemerintah pada dasarnya sebagai manajemen dan supaya organisasi bisa beradaptasi, berubah atau memelihara lingkungan supaya sejalan dengan target tujuan organisasi. Terutama yang berkenaan dengan wabah hoaks yang hingga saat ini geliatnya masih ada. Digunakannya YouTube sebagai salah satu pilihan dan saluran penyampai informasi adalah tepat mengingat YouTube menduduki peringkat terbanyak di media online Indonesia. Hal ini didukung oleh data baik dari dalam bentuk peneletian literatur maupun survey. Banyaknya pengguna YouTube tidak serta merta berimbas pada salah satu video anti hoaks yang diunggah Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) lewat akun resminya. Fokus dari penelitian ini ingin mengetahui bagaimana proses kerja Ditjen IKP dalam menentukan pemilihan media sosial, dan bagaimana respons masyarakat terhadap pilihan video tersebut. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan teori sistem, teori sistem memandang bahwa komunikasi yang dilakukan Humas terjadi dalam suatu sistem yang saling berhubungan dan berpengaruh. teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalam terhadap beberapa informan serta teknik youtube analytics. Berdasarkan hasil penelitian, pada dasarnya Ditjen IKP sebagai humas pemerintah telah melaksanakan sesuai dengan prosedur manajemen komunikasi, tepat menjatuhkan pilihan pada Youtube dan tepat memilih judul yang aktual. Namun dalam implementasinya masih kurang optimal yang disebabkan karena kualitas unggahan yang kurang menarik, sehingga ini berakibat pada minimnya jumlah viewers maupun subscribers yang menjadi kendala terhadap informasi yang ingin disampaikan pada masyarakat.
Efektivitas strategi komunikasi pemasaran celebrity endorsement di Instagram terhadap generasi Z Nadia Febriani
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i2.27682

Abstract

Celebrity endorsement merupakan salah satu strategi komunikasi pemasaran dengan melibatkan tokoh terkenal yang memberikan ulasan produk atau brand dalam bentuk konten promosi ke pengikutnya. Pada praktiknya, banyak artikel mengatakan bahwa Generasi Z sebagai konsumen dominan memiliki karakteristik berbeda dari generasi sebelumnya sehingga tidak lagi menyukai bentuk promosi endorsement. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuktikan penilaian Generasi Z (lahir pada tahun 1995-2010) terhadap efektivitas pada strategi komunikasi pemasaran celebrity endorsement. Metode yang digunakan adalah mixed method tipe sequential explanatory strategy yang didahulukan dengan pengumpulan data kuantitatif dan dilanjutkan dengan pengambilan data kualitatif. Responden berjumlah 100 orang dari populasi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang lahir pada tahun 2000-2002. Hasil menunjukkan bahwa penilaian Generasi Z terhadap efektivitas penggunaan bentuk strategi komunikasi pemasaran celebrity endorsement relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya pengemasan konten yang monoton dan tidak kreatif, pemilihan selebgram yang tidak disesuaikan dengan katagori brand yang diiklankan, ulasan yang bukan hasil penggunaan sebenarnya, konten endorsement yang terlalu banyak (spamming), serta kualitas visual yang tidak berkualitas. Responden menyarankan beberapa contoh penerapan celebrity endorsement yang direkomendasikan seperti @joviadhiguna, @rezachandika, @ojmo, @megaiskanti, @agunghapsah, dan lain-lain.
Pemanfaatan informasi dari big data oleh underwriter pada peer to peer lending Erny Sholihah; Irwansyah Irwansyah
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.27524

Abstract

Transformasi digital di era globalisasi sejauh ini telah mendekatkan masyarakat dengan konsep Big Data, Internet of Things, dan Artificial Intelligence dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara manusia dan segala perangkat teknologi informasi dan komunikasi telah membawa nilai-nilai yang tumbuh dalam masyarakat menjadi semakin kompleks. Teknologi informasi dan komunikasi secara signifikan membawa perubahan bagi ekosistem, baik sosial maupun industri, tidak terkecuali pada industri keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran underwriter dalam memitigasi risiko kredit melalui pemanfaatan big data. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada Investree, salah satu perusahaan keuangan yang berbasis teknologi dengan konsep peer to peer lending di Indonesia. Dalam aktivitasnya, Investree mengelola berbagai pengajuan kredit dari borrower untuk dibiayai oleh lender pada platform Investree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi big data dalam industri finansial berperan penting dalam proses screening dan scoring pada awal proses pengajuan kredit. Peran underwriter juga penting karena informasi dari big data bukanlah penentu keputusan final, melainkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses analisa kredit lanjutan yang dilakukan oleh underwriter. Underwriter melakukan serangkaian analisa dan prosedur untuk menghasilkan rekomendasi yang ditujukan pada komite kredit apakah ajuan tersebut aman dan layak dibiayai. Dalam proses ini dapat terlihat bahwa data tidak dapat serta merta mengkomunikasikan dirinya sendiri. Dengan kata lain, tenaga manusia yang memiliki keterampilan menganalisis informasi khusus sesuai bidangnya masih diperlukan untuk mengkomunikasikan data dan menjadikannya lebih berarti.
Analisis pola komunikasi budaya ngopi di komunitas Karawang Menyeduh Musairil Khakamulloh; Mayasari Mayasari; Eka Yusup
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.28887

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena budaya ngopi pada saat ini mengalami perkembangan dan banyak digemari oleh semua lapisan masyarakat sebagai gaya hidup. Budaya ngopi ini kemudian memunculkan sebuah budaya baru dengan istilah ngopi bareng atau lazimnya disebut dengan kopdar. Perkembangan budaya ngopi inilah yang menjadi latar belakang sebuah komunitas berdiri, salah satunya Komunitas Karawang Menyeduh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang dianalisis berdasarkan peristiwa komunikatif yang terjadi di dalam kegiatan kopdar. Teori Interaksi Simbolik dari George Herbert Mead digunakan sebagai teori pendukung dalam melakukan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi tanpa partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Sumber informasi penelitian ini berasal dari enam informan, mereka merupakan ketua dan para anggota Komunitas Karawang Menyeduh yang mengetahui persis mengenai budaya ngopi di dalam komunitas ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bentuk komunikasi verbal dan nonverbal, yang melibatkan para partisipan lebih dari dua orang yang membentuk sebuah kelompok. Inti dari pembahasannya yaitu mengenai dunia kopi dan dunia sosial lainnya dengan menggunakan varietas bahasa yang sama yaitu menggunakan Bahasa Indonesia. Proses komunikasi yang terjadi layaknya diskusi, yaitu dengan menggunakan komunikasi kelompok. Pola komunikasi yang digunakan di dalam kegiatan kopdar di Komunitas Karawang Menyeduh, menggunakan pola komunikasi multi arah atau all channels.
Peran influencer dalam proses electronic word of mouth untuk meningkatkan persepsi merek Chiquita Olivia Riama
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i2.27628

Abstract

Word of mouth (WOM) sejak dahulu dinilai sebagai sumber informasi utama dan paling penting dalam keputusan konsumen untuk mengonsumsi sesuatu. Pada era globalisasi, WOM berkembang menjadi bentuk yang lebih masif namun tetap interpersonal, yang disebut sebagai electronic word of mouth (eWOM). Perkembangan internet yang memungkinkan terbentuknya platform media sosial seperti Instagram telah menciptakan kesempatan baru bagi perkembangan eWOM sebagai bagian dari promosi bisnis. Ketika sebuah eWOM tentang sebuah produk berjalan positif, secara langsung akan memengaruhi persepsi merek (brand perception) secara positif pula. Salah satu konsep yang terkait dengan pembentukan eWOM dan persepsi merek pada media sosial Instagram saat ini adalah influencer. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peran influencer media sosial dalam proses pembentukan eWOM positif sehingga mampu berdampak pada peningkatan persepsi merek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data lewat kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan seorang pemilik usaha Celosia Etnik yang aktif melakukan promosi di Instagram. Untuk tujuan tersebut, peneliti mencoba membedah data dari hasil wawancara mendalam lewat dimensi-dimensi eWOM dan dipandu pula dengan Teori Kredibilitas Sumber (Source Credibility Theory/SCT). Berdasarkan penelitian ini, diketahui bahwa influencer dengan kredibilitas yang tinggi sangat besar perannya dalam pembentukan eWOM positif terkait produk yang dipromosikan. Dengan eWOM positif, maka secara langsung akan meningkatkan nilai positif pada persepsi merek di masyarakat. Hal ini berarti, keberhasilan influencer mampu membuat khalayak memahami informasi tentang produk dan ingin membelinya. Implikasi secara teoritis dan praktis, serta rekomendasi untuk penelitian di masa depan akan dibahas lebih dalam pada artikel ini.
Strategi komunikasi Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Jawa Barat Agus Setiaman; Agung Setiawan; Iwan Koswara
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i1.29774

Abstract

Perempuan adalah salah satu komponen pembangunan yang selama ini masih dianggap belum memberikan kontribusi optimal dalam proses pembangunan yang selama ini dilaksanakan terutama dalam konteks pembangunan secara fisik. Padahal di sisi lain, komposisi kaum perempuan berdasarkan jumlah di Indonesia menunjukkan jumlah yang besar bahkan lebih banyak daripada kaum laki-laki. Pembangunan menuntut peran serta masyarakat dari semua kalangan dan tidak terkecuali kaum perempuan dan para penyandang disabilitas. Peran serta mensyarakatkan tumbuh kembangnya pemberdayaan karena kata kunci dalam peran serta adalah masyarakat dapat berdaya, berupaya dan berperan serta dalam seluruh aktivitas pembangunan yang dilaksanakan utamanya pembangunan sumberdaya manusia. Sehubungan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan dalam proses pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas di Lembaga Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) Jawa Barat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi komunikasi yang dilakukan di APDL Jabar melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi komunikasi dilakukan untuk memudahkan advokasi dan memudahkan komunikasi saat melakukan koordinasi. Saran penelitian ini antara lain, APDL Jabar dapat menerapkan strategi komunikasi pemberdayaan kelompok serta evaluasi yang dilakukan secara tatap muka, tidak hanya melalui aplikasi WhatssApp untuk menghindari salah persepsi komunikasi.
Studi fenomenologi tentang motif dan aturan pertemanan virtual di kalangan pengguna Twitter Intan Dwi Lestari; Yun Fitrahyati Laturrakhmi
Manajemen Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v5i2.29290

Abstract

Berbagai diskusi keilmuan telah mengkonfirmasi bahwa kehadiran new media berdampak secara signifikan terhadap bagaimana komunikasi digunakan untuk membangun dan memelihara hubungan. Demikian pula pada konteks hubungan pertemanan yang tidak lagi bergantung pada komunikasi offline face-to-face dan melibatkan identitas riil individu di dalamnya untuk dapat terbangun dan terjaga keberlangsungannya. Hasil literature review menunjukkan bahwa studi-studi tentang hubungan pertemanan lebih banyak berfokus pada bagaimana hubungan dibangun dan dipelihara, sedangkan studi yang mengarah pada bagaimana aturan dibangun di dalam hubungan pertemanan masih relatif terbatas. Di sisi lain, aturan (rules) merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan bagaimana hubungan berjalan atau bahkan terputus. Mencermati kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengeksplorasi dan mendeskripsikan bagaimana bentuk aturan pada hubungan pertemanan (close-friendship) yang dibangun melalui akun virtual anonim di media sosial twitter serta kaitannya dengan motif yang mendasari dibangunnya hubungan tersebut. Di bawah kerangka konsep fenomenologi sosial, penelitian ini melibatkan empat wanita yang merupakan pengguna twitter dengan akun anonim. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui twitter dengan akun anonim, masing-masing informan telah membangun hubungan friendship of reciprocity dengan mutual-nya sebab di dalam hubungan tersebut telah muncul mutual positive regards melalui adanya kepercayaan, dukungan emosional, dan keberbagian minat. Ditemukan pula bahwa perbedaan motif yang mendasari dibangunnya hubungan pertemanan dengan akun anonim tersebut memunculkan bentuk aturan yang berbeda. Berdasarkan penelitian ini, rekomendasi yang diberikan untuk penelitian selanjutnya yaitu perlunya melakukan eksplorasi terhadap aturan dalam jenis hubungan cross-sex friendship relationship maupun romantic relationship yang dibangun melalui akun anonim pada media sosial.

Page 7 of 14 | Total Record : 133


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 1 (2025): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher E Vol 9, No 2 (2025): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 9, No 1 (2024): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 8, No 2 (2024): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 8, No 1 (2023): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 7, No 2 (2023): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 7, No 1 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 6, No 2 (2022): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 6, No 1 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 5, No 2 (2021): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 5, No 1 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 4, No 2 (2020): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 4, No 1 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 3, No 2 (2019): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 3, No 1 (2018): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 2, No 2 (2018): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher Ed Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.2 No.1 Oktober 2017 Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.1 No. 2 April 2017 Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016 More Issue