cover
Contact Name
Nadya Adharani
Contact Email
nadya@unibabwi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallemuru@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ikan Tongkol No. 22 Kertosari
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lemuru : Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26857227     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Lemuru merupakan jurnal ilimiah dalam bidang ilmu perikanan dan kelautan dengan lingkup naskah yang dimuat adalah teknologi hasil perikanan, pengolahan perikanan, pengelolaan sosial ekonomi perikanan, budidaya perikanan, biotekbologi perikanan, ilmu kelautan, teknologi kelautan, bioteknologi kelautan, dan konservasi perairan.
Articles 121 Documents
EFESIENSI TEKNIS BUDIDAYA SISTEM POLIKULTUR IKAN NILA(Oreochromis Niloticus), IKAN BANDENG (Chanos Chanos), UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei) DI DESA BALUN, KECAMATAN TURI, KABUPATEN LAMONGAN suyoto, suyoto; Laily, Dona Wahyuning; Perdana, Deni Alvian
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2330

Abstract

Kegiatan penelitian dilakukan di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu sentra sistem polikultur ikan bandeng, nila dan udang vannamei. Penelitian ini dilakukan pada awal Maret hingga Mei 2021. Metode analisis pertama yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Stochastic Frontier Production Function (SFPF). Analisis ini membahas tujuan pertama yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi ikan pada sistem polikultur tambak di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Bentuk fungsi produksinya adalah Stochastic Frontier Cobb Douglas. Dalam fungsi produksi, faktor yang diduga mempengaruhi tingkat kinerja yang dihasilkan adalah faktor produksi yang digunakan. Faktor produksi yang digunakan dalam budidaya tambak polikultur pada lahan tambak di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan yaitu luas lahan, jumlah bibit, jumlah tenaga kerja, jumlah pupuk urea, jumlah pakan dan jumlah probiotik. Hasil analisis tabel diatas menunjukkan 30 responden yang telah dianalisis mendapatkan nilai rata – rata 0.76505839E+00 yang mana menunjukkan hasil yang baik sebab nilai TE adalah angka yang bervariasi dari 0 sampai 1. Karena ada perbedaan antara tingkat produksi aktual dan produksi maksimum, nilai ui yang tinggi menunjukkan bahwa pengelolaan kolam polikultur dikelola secara tidak efisien. Ketika nilai TE mendekati 1, pertanian secara teknis lebih efisien dan ketika mendekati 0, pertanian dipraktikkan semakin tidak efisien, dengan rata-rata responden di atas 0,76505839E+00, menunjukkan bahwa TE - Nilai mendekati 1 yang berarti efisiensi teknis budidaya sistem polikultur tercapai. Sistem polikultur di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan dikatakan efektif.
PENERAPAN PROSES PEMBEKUAN SEAFOOD DENGAN KONSEP HACCP PT ISTANA CIPTA SEMBADA (ICS) Santi, Susi; Wadhana, Megandhi Gusti; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 4 No 1 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i1.2354

Abstract

Bahan baku yang masuk pabrik, melalui proses produksi, sampai pendistribusian dan konsep HACCP pada umumnya di terapkan dalam proses pengolahan produk pada industri skala besar. Salah satu perusahaan yang menjaga konsistensi mutu produk dan menerapkan konsep HACCP dalam seluruh proses pengolahan makanan yaitu PT. Istana Cipta Sembada (ICS). Data dapatkan dengan cara wawancara dan menganalisis secara langsung di lapangan berdasarkan bimbingan ibu Fahmi selaku koordinator CCP. Hasil Praktik Kerja Lapang (PKL) yaitu berdasarkan pengamatan dan bimbingan ibu Fahmi ada 6 penerapan HACCP serta yang menjadi CCP yaitu kandungan antibiotik berupa Furazolidone (AOZ) dan kandungan sulfit pada udang jadi monitoring yang dilakukan adanya uji kadar antibiotic pada udang, untuk bagian pengemasan yaitu bahaya alergi oleh pihak instansi saat pengemasan ada pengecekan label pada kemasan, sedangkan di bagian pendeteksian logam yaitu adanya serpihan logam monitoring yang dilakukan penggunaan alat metal detector untuk pengecekan logam berat.
PROSES PEMBEKUAN IKAN LAYANG (DECAPTERUS SPP.) DI PT. NAFO (NATIONAL FOOD PACKERS) BANYUWANGI Aditya, Yoga; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis; Mutamimah, Dewi
JURNAL LEMURU Vol 4 No 1 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i1.2355

Abstract

Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah rusak, sehingga perlunya dilakukan penanganan yang baik guna mempertahankan mutu ikan. Penanganan hasil laut yang kurang hati-hati serta penerapan sanitasi yang kurang baik dapat mempercepat kemunduran mutu. Penerapan rantai dingin (cold chain) dapat dilakukan melalui teknik pendinginan dan pembekuan untuk mencegah kemunduran mutu ikan. Praktek Kerja Lapang dilaksanakan di PT. National Food Packers (NAFO) Banyuwangi pada tanggal 01–30 November 2021. Metode kerja yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan partisipasi aktif. Penerapan proses pembekuan ikan layang (Decapterus spp.) di PT. National Food Packers (NAFO), dengan mengetahui proses pembekuan ikan layang dengan faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya, serta mengetahui permasalahan yang timbul dalam pengembangan usaha selama melakukan pembuatan ikan layang beku.
KOMPOSISI JENIS KRUSTASEA HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PPI RIGAIH, KABUPATEN ACEH JAYA Astuti, Rika; Sulastri, Mila
JURNAL LEMURU Vol 4 No 2 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i2.2359

Abstract

Krustasea merupakan suatu kelompok besar dari filum Arthropoda yang terdiri dari lebih kurang 52.000 spesies yang sebagian besar hidup di perairan sungai, estuari dan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis hasil tangkapan krustasea nelayan di PPI Rigaih Kabupaten Aceh Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan di lokasi pendaratan ikan PPI Rigaih pada bulan Agustus sampai dengan September 2021. Penangkapan jenis Krustasea di perairan Aceh Jaya dilakukan oleh nelayan setempat. Pengambilan sampel menggunakan alat tangkap jaring insang (Gill net). Hasil penelitian menunjukkan komposisi jenis hasil tangkapan krustasea berjumlah 1.533 individu. yang termasuk ke dalam 25 spesies, 1 kelas, 1 ordo dan 10 famili. Adapun spesies yang banyak tertangkap yakni Portunus sanguinolentus 990 individu (64,58 %), kemudian Panulirus homarus 156 individu (10,18%), Thalamita danae 59 individu (3,85%), dan Charybdis hellerii 54 individu (54%). Spesies yang jarang tertangkap yakni Panulirus polyphagus, Penaeus merguiensis, Penaeus indicus, Scylla serrata dan Atergatis floridus berturut-turut hanya 1 individu (0,07%) saja yang ditemukan selama peneltian
PENERAPAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURE (SSOP) PADA PROSES PEMBEKUAN IKAN LAYANG (Decapterus spp.) DI PT. NATIONAL FOOD PACKERS (NAFO) BANYUWANGI Agustin, Cici; Sulistiono; Sulthoniyah, Siti Tsaniyatul Miratis
JURNAL LEMURU Vol 4 No 1 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i1.2364

Abstract

Kualitas ikan merupakan hal yang penting yang harus diperhatikan agar nilai ekonomisnya tetap tinggi. Ikan merupakan salah satu bahan pangan yang mudah rusak, sehingga perlunya dilakukan penanganan yang baik guna mempertahankan mutu ikan. Penanganan hasil laut yang kurang hati-hati serta penerapan sanitasi yang kurang baik dapat mempercepat kemunduran mutu. Penerapan rantai dingin (cold chain) dapat dilakukan melalui teknik pendinginan dan pembekuan untuk mencegah kemunduran mutu ikan. Praktek Kerja Lapang dilaksanakan di PT. National Food Packers (NAFO) Banyuwangi pada tanggal 01–30 November 2021. Metode kerja yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan partisipasi aktif. Adanya beberapa persyaratan SSOP pada proses pembekuan ikan layang (Decapterus spp.) di PT. National Food Packers (NAFO) yang masih kurang menerapkan pada personal hygiene dalam proses ikan layang (Decapterus spp.) Hal tersebut dapat menyebabkan kontaminasi ke bahan pangan.
Keanekaragaman Lamun di Pesisir Bahoi, Sulawesi Utara: Indonesia Fahruddin, Muh.; Suriyadin, Adi; Abdurachman, Muhammad Haikal; Murtawan, Heri; Ilyas, Anita Prihatini
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2282

Abstract

Bahoi merupakan desa pesisir yang terdapat di Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pesisir Bahoi menyuguhkan ekowisata bahari yang diantaranya adalah mangrove, lamun, dan terumbu karang. Adapun fokus dalam tulisan ini adalah ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lamun di pesisir Desa Bahoi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan menggunakan transek kuadrat berukuran 50 x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thallasia hemprichii, Cymodocea rotundata, Syringodium isoetifolium, Halophila ovalis, dan Halodule uninervis. Frekuensi dan kerapatan lamun didominasi oleh jenis lamun berukuran besar seperti E. acoroides dan T. hemprichii. Sedangkan indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi jenis lamun ke tiga stasiun pengamatan menunjukkan kategori yang rendah.
ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI KABUPATEN BONE: SUPPLAY CHAIN ANALYSIS OF SEAWEED (Kappaphyus alvarezii) COMODITY IN BONE DISTRICT Risa, Nurul Eka Wijayanti; Wahyuni, Andi Panca; Agam, Beryaldi
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2305

Abstract

Cultivation activities carried out by the community in several villages in Tonra District are growing, encouraging marketing activities that involve several business actors in the seaweed commodity marketing chain. Business actors in the supply chain have competition in facing the level of cost efficiency of the supply chain that is established in the fishery business, especially seaweed commodities. The lack of efficiency in seaweed supply chain management established in Bone Regency has resulted in volatile prices and not having a standard sales price. The supply chain study in Bone Regency can provide an overview of the established chains and forms of cooperation in seaweed sales. This study aims to examine the supply chain of kappaphycus alvarezii seaweed commodity in Bone Regency. The type of research used is qualitative descriptive research. The data retrieval technique uses snowball sampling technique and purposive sampling technique. Qualitative data analysis methods include; data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that business actors involved in the seaweed supply chain in Bone Regency include; producers, collecting merchants, wholesalers and exporters. The flow of products, financial flows and the flow of seaweed information are intertwined in two directions between each business actor who carries out the buying and selling process and the delivery of information related to the selling price of seaweed.
ANALISIS KEAMANAN PANGAN PADA PRODUK TERASI DI KABUPATEN BANYUWANGI Santi, Susi; Sulistiono, Sulistiono; Rachmawati, Nandya Fitri
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2371

Abstract

Food aditif atau bahan tambahan pangan merupakan bahan tambahan yang biasa digunakan untuk pengolahan makanan dan minuman serta berfungsi sebagai pemanis, pewarna, pengawet dan penyedap. Penggunaan bahan tambahan pangan sekarang ini sering memakai bahan-bahan kimia berbahayayang diaplikasikan pada pangan contohnya adalah rhodamin b, boraks, dan formalin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keamanan pangan pada produk terasi di Kabupaten Banyuwangi. Sampel didapatkan dari 6 pasar yang ada di Kabupaten Banyuwangi dimana setiap pasarnya diambil 5 sampel terasi. Sampel yang sudah didapatkan akan di bawa ke Laboratorium Fakultas Pertanian untuk diuji analisis kualitatif rhodamin b, boraks dan formalin dengan penambahan test kit. Hasil yang didapatkan Karakteristik terasi yang ada di Kabupaten Banyuwangi yaitu berwarna coklat agak keputihan, coklat agak kehitaman, hitam kecoklatan, kemerahan dan merah agak pekat. Kemasan saat penjualan yaitu didominasi pengemasan menggunakan plastik dan ada beberapa terasi yang diberi label tetapi tidak memiliki kode produksi atau no. PIRT. Keamanan pangan terasi yang ada di Kabupaten Banyuwangi dengan pengujian kualitatif rhodamin b, formalin dan boraks dinyatakan negatif dengan tidak adanya perubahan warna.
KARAKTERISTIK PROKSIMAT DAN SENSORI STIK TULANG IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) Nara, Selfia Martha; Bugis, Iskandar; Kabrahanubun, Ignasia; Tuarita, Mirna Zena
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2219

Abstract

Fishbone sticks are one of the fisheries waste products by utilizing mackarel tuna fish fishbone (Euthynnus affinis) and red snapper fishbone (Lutjanus sp.). The aim of this study was determine the proximate content and level of acceptance of stick product through sensory analysis. This study used a desciptive exploratory method. Result showed that the highest value of water, fat and protein compund in mackarel tuna fish fishbone stick was 3.58%, 34,97%, and 9.45% respectively. The organoleptic test result which differ in terms of appearance, aroma, taste, and texture are the red snapper fishbone preferred with the average value 7.98.
Analisis Angka Lempeng Total Mikroba Pada Ikan Asin Di Kepulauan Ayau, Papua Barat Puspitasari, Asthervina Widyastami; Ruzuqi, Rezza; Ernawati, Ernawati; Sukmawati, Sukmawati; Badaruddin, M. Iksan; Amri, Irman; Hetharia, Charliany; Latifah, Latifah; Manurung, Melani; Tabalessy, Roger R.; Kamaruddin, Mustamir; Abadi, Agung Setia
JURNAL LEMURU Vol 4 No 3 (2022): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/lemuru.v4i3.2238

Abstract

Masyarakat Kepulauan, utamanya di pulau terluar Indonesia pada umumnya membuat Ikan asin sebagai salah satu bentuk pengawetan makanan. Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan asin banyak cukup banyak diminati oleh masyarakat. Ketersediaan ikan asin dapat ditemui di pasar tradisional maupun pasar modern. Oleh karena itu perlu kajian yang merata diseluruh wilayah mengenai keamanan pangan khususnya pada ikan asin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya cemaran mikroba pada ikan asin kakap yang ada di Kepulauan Ayau, Papua Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan menggambarkan jumlah koloni mikroba terhadap setiap sampel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Sembilan sampel mulai dari sampel A sampai dengan sampel I menunjukkan bahwa jumlah angka lempeng total bakteri pada ikan asin tidak melewati batas maksimum sesuai yang ditetapkan oleh badan standar nasional Indonesia, sehingga jika ditinjau dari uji ALT maka layak untuk dikonsumsi.

Page 4 of 13 | Total Record : 121