cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
MENGGALI KEBUTUHAN DIFABEL DALAM KEBENCANAAN: UPAYA MEMBANGUN MASYARAKAT INKLUSIF TANGGAP BENCANA DI SURABAYA Nirmala, Lintang Wahyusih; Wisnuyana, Biandro; Putri, Rizky Sugianto; Hendrawati, Lucy Dyah; Santoso, Pudjio; Oktafenanda, Rachmat Dimas
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59768

Abstract

Aksesibilitas terhadap pengetahuan dan mitigasi bencana harus dapat dimiliki oleh semua lapisan masyarakattermasuk bagi kelompok difabel. Artikel ini memaparkan kebutuhan kapasitas kebencanaan pada kelompokdifabel sekaligus hasil kerjasama instansi pemerintahan, akademisi dan lembaga sosial untuk meningkatkankemampuan pengetahuan kelompok difabel di Surabaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untukmemberikan akses pengetahuan yang sama, mendorong partisipasi, dan meminimalisir stigma ketidakberdayaankelompok difabel dalam masyarakat. Bentuk kegiatan berupa seminar dengan menghadirkan tiga narasumberutama diantaranya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, BPBD Jawa Timur, dan BK3S Jawa Timur serta diikuti oleh65 peserta yang terdiri dari berbagai kelompok difabel, relawan, dan akademisi. Pre-test dan post-test digunakandalam pengumpulan data yang harus diisi peserta kelompok difabel serta pengumpulan data melalui wawancarapada narasumber dan perwakilan peserta. Data yang didapatkan ditampilkan dengan word cloud generator untukmengetahui kebutuhan kelompok difabel terkait kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhanyang diperlukan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tanggap bencana diantaranya, akses terhadapinformasi, pelatihan dan simulasi, bantuan dan pendampingan, serta jejaring komunitas difabel. Dalam penangananbencana dibutuhkan sinergitas peran akademik pada persiapan pra-bencana, peran BK3S pada kesejahteraan sosial,peran BPBD pada penanggulangan bencana daerah, serta peran Dinas Sosial yang berfokus pada penanganan danpemenuhan kebutuhan penyintas bencana. Keterlibatan instansi lintas sektor pada pogram pengabdian masyarakatini menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan SDGs Leave No One Behind dan membangun masyarakatinklusif.
RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH SABUT KELAPA UNTUK MEDIA TANAM DAN BAHAN PUPUK ORGANIK CAIR BENIH KENTANG DI DESA PANGALENGAN Nugraha, Dhion Khairul; Setiawan, Haris; Pandoe, Pandoe; Muhadi, Novi Saksono Brodjo; Muslim, Dede Buchori; Rahayu, Okta Pianti; Harja, Herman Budi; Nurrahman, Ivan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61798

Abstract

Kentang merupakan komoditas unggulan di Desa Pangalengan, Kecamatan Pangalengan. Untuk mengasilkan produksi kentang yang berkualitas, dimulai dengan mendapatkan benih kentang dengan kualitas yang baik. Pada proses pembenihan, media tanam dan penggunaan pupuk organik cair menjadi salah satu parameter yang penting. Bahan dari media tanam dan pupuk organik cair salah satunya adalah cocopeat dan cocofiber yang diperoleh dari sabut kelapa. Saat ini petani kentang memperoleh cocopeat dan cocofiber dengan cara manual yaitu dipukul dan dicacah menggunakan parang sehingga membutuhkan waktu yang lama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah rancang bangun mesin pencacah sabut kelapa yang mempu mencacah dan memisahkan hasil cacahan cocopeat dan cocofiber. Kegiatan ini juga merupakan implementasi teknologi tepat guna. Metode kegiatan ini dimulai dengan mengidentifikasi target hasil cacahan, melakukan perancangan mesin, membuat mesin pencacah, melakukan uji coba, dan sosialisasi penggunaan. Hasil uji coba menunjukkan mesin pencacah mampu mencacah dan memisahkan cocopeat dan cocofiber. Parameter kecepatan putar optimal dari mesin yaitu 1300 rpm. Kapasitas mesin pencacah adalah 7 kg/jam mengacu pada cocopeat dan cocofiber yang dihasilkan. Selain untuk mencacah sabut kelapa, mesin pencacah juga mampu digunakan untuk mencacah rumput. Implementasi teknologi ini berhasil mendukung petani kentang dalam mempersiapkan proses menghasilkan benih kentang yang berkualitas.
AGROFORESTRI BERBASIS WAKAF UNTUK OPTIMALISASI LAHAN DI LOKASI EKS HGU PT HEVINDO, DESA NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR Shohibuddin, Mohamad; Priyanto, Priyanto; Rusniarsyah, Lufthi; Bahri, Adi D.
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60688

Abstract

This community service program initiated a waqf-based agroforestry model to optimize land use and strengthen community capacity in Blok Pasir Kolecer, a site located within the former land concession (HGU) of PT Hevindo in Nanggung Village, Bogor Regency, which is currently being prepared for agrarian reform implementation. The program was carried out through a participatory approach involving technical training, joint assessments of land-use conditions, agroforestry design planning, policy advocacy, and the initiation of tree-waqf donations via a digital platform. The results demonstrate that the waqf-based agroforestry model not only addresses farmers' capital constraints but also significantly enhances social solidarity and community control over local agrarian resources. Its broader implication is the potential replication of this model as a strategic access-reform mechanism within agrarian reform programs, integrating farmer participation, religious philanthropy, and digital innovation.Program pengabdian masyarakat ini menginisiasi model agroforestri berbasis wakaf untuk mengoptimalkan lahan serta memperkuat kapasitas komunitas di Blok Pasir Kolecer, sebuah lokasi di area bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Hevindo di Desa Nanggung, Kabupaten Bogor yang sedang dipersiapkan untuk pelaksanaan program reforma agraria. Kegiatan ini dijalankan secara partisipatif yang mencakup pelatihan teknis, penilaian bersama atas kondisi penggunaan lahan, perencanaan desain agroforestri, advokasi kebijakan, dan inisiasi skema wakaf pohon melalui platform digital. Hasil program ini menunjukkan bahwa model agroforestri berbasis wakaf selain berpotensi untuk menjawab keterbatasan modal petani, juga berperan besar dalam memperkuat solidaritas sosial dan kontrol komunitas atas sumber agraria setempat. Implikasinya, model ini berpotensi direplikasi sebagai strategi penataan akses dalam program reforma agraria yang memadukan partisipasi petani, filantropi keagamaan, dan inovasi digital.
PELATIHAN PENERAPAN INOVASI BISNIS PERIKANAN LOKAL BERKELANJUTAN BERBASIS ENERGI TERBARUKAN DI KELURAHAN SIBATUA Amiruddin, Amiruddin; Aminuddin, Aminuddin; Hasim, Muhammad; Wahyudi, Wahyudi; Sumariyanto, Iris
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59276

Abstract

This community service program aims to increase the capacity and welfare of partner communities through training in the application of appropriate technology based on solar panels and local business development through solar panel–based refrigeration box innovations. Training and mentoring are provided to assemble, use, maintain, and repair this technology, so that the community is able to operate the technology independently. In addition, local community business groups were formed to process fish into value-added products. Product diversification helps increase income and open new market opportunities for the local community. The results of the program implementation include the successful implementation of sustainable local fisheries business innovations based on renewable energy in Sibatua Village, improved community skills, the formation of productive business groups, and the diversification of processed fish products. Qualitative and quantitative evaluations show that this program has provided significant benefits to the community, both economically and environmentally. The program is also designed to be sustainable, with plans to develop new products in the following year based on local wisdom to expand the positive impact on the local fisheries sector. With these innovations and training, the community is not only more independent in managing partner resources but also better equipped to face the challenges of sustainable fisheries, increasing productivity and the long-term welfare of partners. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat mitra melalui pelatihan penerapan teknologi tepat guna berbasis panel surya dan pengembangan usaha lokal melalui inovasi box pendinginan berbasis panel surya. Pelatihan dan pendampingan diberikan untuk merakit, menggunakan, merawat, serta memperbaiki teknologi ini, sehingga masyarakat mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri. Di samping itu, kelompok usaha masyarakat lokal dibentuk untuk mengolah ikan menjadi produk bernilai tambah. Diversifikasi produk membantu meningkatkan pendapatan dan membuka peluang pasar baru bagi masyarakat setempat. Hasil pelaksanaan program penerapan inovasi bisnis perikanan lokal berkelanjutan berbasis energi terbarukan di Kelurahan Sibatua, peningkatan keterampilan masyarakat, terbentuknya kelompok usaha yang produktif, serta diversifikasi produk olahan ikan. Evaluasi kualitatif dan kuantitatif menunjukkan bahwa program ini telah memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Program ini juga dirancang untuk berkelanjutan, dengan rencana pengembangan produk-produk baru pada tahun berikutnya yang berbasis kearifan lokal untuk memperluas dampak positif di sektor perikanan lokal. Dengan adanya inovasi dan pelatihan ini, masyarakat tidak hanya lebih mandiri dalam mengelola sumber daya mitra, tetapi juga lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam usaha perikanan berkelanjutan, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mitra secara jangka panjang.
PELAYANAN KESEHATAN “KOLOK” SEBAGAI UPAYA PREVENTIF PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT DESA BENGKALA DI BULELENG Raya, Nyoman Agus Jagat; Sulistiowati, Ni Made Dian; Pramesemara, I Gusti Ngurah; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Kharan Deva, Komang Yoga; Hadi Nugraha, I Dewa Gede
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.62924

Abstract

The lack of access to health services in several regions in Indonesia can have an impact on reducing knowledge and public health levels in the management of non-communicable diseases (NCDs). The community service programme through KOLOK (cholesterol, ear, throat, blood glucose) health services aims to provide health services to the people of Bengkala Village, which has a deaf community. The procedures carried out include checking weight and height to determine body mass index (BMI), blood pressure, blood glucose, and cholesterol levels, as well as ear and throat examinations. The subjects in this health service were Bengkala Village residents who were registered at the service location. Based on the evaluation results, the BMI showed obese (12.2%) and very obese (16.3%), hypertension (31.5%), high cholesterol (55.6%), and high blood glucose levels (54.5%). The number of people with ear and throat disorders was 35.9%, with the most common type of disorder being cerumen obturation. Overall, more than 50% of the community had normal BMI, blood pressure, and ear and throat conditions, but more than 50% of the community had high cholesterol and blood glucose levels. The community needs education to understand healthy lifestyle behaviours that impact nutritional, metabolic, and ear and throat health problems. Access to communication and the village’s distance from health facilities such as hospitals, health centres, and specialist services remain challenges. In addition, the development of a community health cadre programme and the integration of technology to improve effective communication to support the education process and the improvement of public health services are also needed by the village. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan di beberapa wilayah di Indonesia dapat berdampak pada penurunan pengetahuan dan taraf kesehatan masyarakat dalam penanggulangan penyakit tidak menular (PTM). Program pengabdian masyarakat melalui pelayanan kesehatan KOLOK (kolesterol, telinga, tenggorokan, kadar glukosa darah) bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat Desa Bengkala yang memiliki komunitas bisu-tuli. Prosedur yang dilakukan meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan untuk menentukan indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kolesterol, serta pemeriksaan telinga dan tenggorokan. Subjek dalam pelayanan kesehatan ini adalah masyarakat Desa Bengkala yang teregistrasi di lokasi pelayanan. Berdasarkan hasil evaluasi, menunjukkan IMT gemuk (12,2%) dan sangat gemuk (16,3%), hipertensi (31,5%), kolesterol tinggi (55,6%), dan kadar glukosa darah tinggi (54,5%). Masyarakat yang mengalami gangguan telinga dan tenggorokan sebanyak 35,9%, dengan jenis gangguan yang banyak ditemukan yaitu serumen obturan. Secara keseluruhan, lebih dari 50% masyarakat memiliki IMT, tekanan darah, dan teling-tenggorokan normal, namun lebih dari 50% masyarakat memiliki kadar kolesterol dan kadar glukosa darah yang tinggi. Masyarakat memerlukan edukasi untuk memahami perilaku gaya hidup sehat yang berdampak pada permasalahan kesehatan gizi, metabolisme, dan gangguan telinga dan tenggorokan. Akses komunikasi, lokasi desa yang jauh dari fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan pelayanan dokter spesialis sangat diperlukan. Selain itu, pengembangan program kader kesehatan masyarakat dan integrasi teknologi dalam meningkatkan komunikasi yang efektif dalam mendukung proses edukasi dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat juga sangat diperlukan oleh desa.
PENANAMAN BIBIT BAKAU DI KAWASAN WISATA MANGROVE TELOK BANGKO, KOTA BONTANG Ritonga, Irwan Ramadhan; Eryati, Ristiana; Paputungan, Mohammad Sumiran; Suyatna, Iwan; Kusumaningrum, Widya; Adnan, Adnan; Nurfadilah, Nurfadilah; Suryana, Irma; Budiarsa, Anugrah Aditya; Bulan, Dewi Embong
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61250

Abstract

Mangrove (bakau) is one of the coastal plants that might function socially, ecologically and economically. One of the coastal areas of East Kalimantan that has experienced damage due to human activities is in Bontang City, specifically Telok Bangko. Therefore, planting bakau seedlings is one of the efforts to maintain the bakau ecosystem in the coastal areas of Bontang City. The purpose of this community service activity is to increase knowledge and understanding of the importance of mangrove in coastal areas by planting mangrove seedlings. This community service activity was carried out on September 29, 2024 in the Telok Bangko mangrove tourism area, Bontang City. The method used in this activity was lecture and followed by direct practice in the field. The results of this activity were 500 mangrove seedlings (Rizophora mucronata) were planted at the location of the activity by students and academics of Mulawarman University. The results of this activity could increase knowledge and understanding for each participant in determining the right planting location, type, how to plant mangroves and evaluate activities. This activity is also expected to benefit the community both economically and ecologically in the Telok Bangko mangrove area. The process of evaluating activities must be carried out to support the success of this activity, such as maintenance, periodic data collection (monitoring) of mangrove seedlings (% survival rate) that have been planted by participants.Mangrove (bakau) merupakan salah satu tumbuhan pesisir yang dapat berfungsi secara sosial, ekologi dan ekonomi. Salah satu kawasan pesisir Kalimantan Timur yang  telah mengalami kerusakan akibat aktivitas manusia terdapat di Kota Bontang, khususnya Telok Bangko. Karenanya, menanam bibit bakau merupakan salah satu usaha untuk mempertahankan ekosistem bakau di wilayah pesisir kota Bontang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya bakau di wilayah pesisir dengan cara menanam bibit bakau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada tanggal 29 September 2024 di kawasan wisata mangrove Telok Bangko, Kota Bontang. Metode ceramah dan praktek langsung merupakan metode yang dilakukan di kegiatan pengabdian masyarakat ini. Hasil kegiatan yang didapatkan dari kegiatan ini adalah bibit bakau (Rizophora mucronata) telah ditanam sebanyak 500 bibit di lokasi kegiatan oleh para siswa dan akademisi Universitas Mulawarman. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada setiap  peserta dalam penentuan lokasi penanaman, jenis, cara menanam bakau dan evaluasi kegiatan secara tepat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat baik secara ekonomi dan ekologi di kawasan mangrove Telok Bangko. Proses evaluasi kegiatan harus dilakukan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan ini, seperti pemeliharaan, pendataan berkala (monitoring) bibit bakau yang hidup (% survival rate) yang telah ditanam oleh peserta kegiatan.
EDUKASI BERBASIS RESILIENSI KEPADA PENDAMPING DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KASUS KEKERASAN Malihah, Elly; Yulindrasari, Hani; Kurniawati, Leli; Utami, Lingga; Handayani, Hany; Munggaran, Rengga Akbar; Harlisa, Nalya Puspa; Al-Munadi, Fadhil Kholid
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing rates of violence against women and children in the city of Bandung make it necessary for support roles in the prevention and handling of violence cases to provide services optimally and professionally. The issue of the high rate of violence is not in line with the technical competence and psychosocial support of the caregivers. Institutionally, this impacts the delay in case resolution and the quality of professional services for the prevention and handling of violence cases not meeting standards. For the individual caregivers themselves, the impact of work pressure and exposure to violence cases presents its own challenges. The goal of this community service is to provide resilience training to companions, focusing on enhancing technical competencies and psychosocial support for companions in the prevention and handling of violence cases against women and children. This community service activity is conducted using the Logical Framework Approach (LFA) method. The social setting was carried out at the Regional Technical Implementation Unit for the Protection of Women and Children in Bandung City, with the intervention object being the strengthening of professional caregivers for the prevention and handling of violence cases against women and children, which includes legal companions, psychologists, and social workers. The implementation of this community service was carried out with resilience training focused on case management and coping strategies. From both trainings, there was a positive impact not only on the institutional process but also on the individuals providing support. Although case management has not yet been implemented directly, the existence of case management provides a standard reference for institutional services in preventing and handling cases of violence. Meanwhile, coping strategies become a strategy that brings positive changes to the companions; with the use of music, they can adaptively develop a resilient attitude and avoid exposure to cases of violence. Community service recommendations can focus on providing regular mental health support services to caregivers.Meningkatnya angka kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Bandung menjadikan peran pendamping dalam rangka pencegahan dan penanganan kasus kekerasan perlu memberikan layanan secara optimal dan profesional. Permasalahan tingginya angka kekerasan tidak sejalan dengan kompetensi teknis dan dukungan psikososial para pendamping. Secara kelembagaan ini berdampak pada terminasi kasus yang terhambat dan kualitas layanan profesional pencegahan dan penanganan kasus kekerasan yang belum sesuai standar. Bagi individu pendamping sendiri, dampak tekanan beban kerja hingga paparan kasus kekerasan menjadi tantangan tersendiri. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan resiliensi kepada pendamping yang fokus pada peningkatan kompetensi teknis dan dukungan aspek psikososial pada pendamping dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan menggunakan metode Logical Framework Approach (LFA). Setting sosial dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Bandung, dengan objek intervensi penguatan dilakukan kepada pendamping profesional pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak terdiri dari pendamping hukum, psikolog, dan pekerja sosial. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan resiliensi berfokus pada manajemen kasus dan strategi coping. Dari kedua pelatihan tersebut memberikan dampak perubahan positif tidak hanya untuk proses kelembagaan tapi bagi individu pendamping itu sendiri. Meskipun manajemen kasus belum dapat diimplementasikan secara langsung, tetapi adanya manajemen kasus memberikan acuan standar layanan lembaga dalam melakukan pencegahan dan penanganan kasus kekerasan. Sedangkan strategi coping menjadi strategi yang memberikan perubahan positif pada pendamping dengan adanya pendekatan musik mereka dapat secara adaptif memiliki sikap resilien dan terhindar dari paparan kasus kekerasan. Rekomendasi pengabdian kepada masyarakat dapat fokus pada dukungan layanan kesehatan mental berkala pada pendamping.
ALAT PENGISI DAN PENIMBANG BUBUK JAMU HERBAL: PENUNJANG KEBERHASILAN USAHA UKM UD. DIPA KUNCARA, GRESIK Tukiran, Tukiran; Setyarsih, Woro; Yunus, Yunus; Hendrawan, Syahrul Lerry; Farkiyah, Lilik; Meilasari, Renita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.59005

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi untuk kesehatan. UKM UD. Dipa Kuncara Gresik merupakan usaha mikro yang memproduksi jamu herbal instan lebih dari 10 tahun. Proses produksi jamu herbal secara manual merupakan masalah utama yang dihadapi oleh UKM UD. Dipa Kuncara ini khususnya dalam pengemasan bubuk jamu herbal. Selama ini penimbangan bubuk jamu herbal instan dilakukan secara manual. Saat menimbang, jika berat kurang dari berat bersih (netto), maka akan ditambahkan. Sebaliknya, jika berat melebihi berat bersih, maka produk akan dikurangi. Dengan demikian, tentu akan menambah waktu dalam proses pengemasannya. Selain itu, produk menjadi kurang higienis karena sering bersentuhan langsung dengan tangan mitra dan menjadi rawan lengket. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu UKM tersebut dalam proses produksi khususnya tahap penimbangan, yaitu dengan menciptakan mesin pengisi dan penimbang bubuk jamu herbal instan yang dikenal dengan alat Digital Control Particle Filling Machine. Adapun, metode pelaksanaan PKM meliputi: 1. Tahap desain dan perancangan, 2. Tahap manufaktur dan pendampingan, dan 3. Tahap monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari penggunaan mesin pengisi dan penimbang bubuk jamu otomatis ini adalah terkait dengan efisiensi waktu hingga 20 detik/sachet dan meningkatnya kapasitas produksi jamu herbal. Hasil ini menunjukkan bahwa mesin pengisi dan penimbang bubuk jamu herbal yang diciptakan dapat digunakan untuk mempercepat proses produksi mitra dan juga meningkatkan higienes produk jamu herbal.
PENINGKATAN PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK JAHE INSTAN MELALUI INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA UKM JAMUNING (BU NING) Khomah, Isti; Kusnandar, Kusnandar; Khairiyakh, Refa’ul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.58998

Abstract

Potensi tanaman empon-empon yang ada di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan menjadi peluang bisnis minuman herbal. Salah satu jenis empon-empon yang mempunyai banyak khasiat adalah Jahe. Jahe dapat dioleh menjadi minuman instan herbal yang praktis dan mudah dikonsumsi. Dalam proses produksinya, adanya inovasi pengolahan jahe menjadi serbuk jahe melalui kristalisasi ini dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing produk. UKM Jamuning (Bu Ning) menjadi salah satu UKM yang telah memproduksi Jahe instan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan produksi dan kualitas produk Jahe Instan pada proses produksi di UKM Jamuning (Bu Ning) sehingga dapat berdaya saing pada di tengah-tengah persaingan UKM minuman tradisional yang ada di Indonesia. Metode pengabdian yang dilakukan meliputi: persiapan, sosialisasi kegiatan pengabdian ke UKM mitra, pelaksanaan kegiatan pengabdian yang terdiri atas introduksi beberapa alat/mesin yang diperlukan oleh UKM, pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan pengabdian, dan pembuatan Laporan. Hasil kegiatan pengabdian ini, yaitu 1) Introduksi Mesin Grinder (penggiling) Jahe untuk mempercepat proses penggilingan jahe kering menjadi bubuk, 2) Introduksi Mesin Ekstraksi (wajan pengaduk otomatis) untuk membantu proses kristalisasi/proses pembuatan jahe instan, dan 3) Mesin Weighing and Filling Powder (mesin penimbang dan pengemas otomatis) untuk membantu pengemasan jahe serbuk ke dalam kemasan baik plastik maupun botol kemasan. Dengan adanya introduksi ketiga alat tersebut, terlihat adanya peningkatan produksi dan kualitas proses produksi di UKM Jamuning (Bu Ning).
BUDIDAYA TOGA DI POLIBAG SEBAGAI SOLUSI PENGHIJAUAN PEKARANGAN SEMPIT BERSAMA IBU PKK DESA PLOSO Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny; Fajri, Wahid Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61852

Abstract

Pemanfaatan pekarangan sebagai media budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan TOGA menggunakan polybag. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta pemangku kepentingan dalam seluruh tahapan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei dan analisis lokasi, persiapan alat dan bahan, penyuluhan, pelatihan praktik budidaya TOGA, serta evaluasi. Hasil dari program menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menanam dan merawat TOGA di pekarangan rumah. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang TOGA, dengan persentase pemahaman yang meningkat dari 73,33% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan. Selain itu, minat masyarakat dalam membudidayakan TOGA juga meningkat secara signifikan, dengan 93,3% peserta menunjukkan minat tinggi. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat mengakses tanaman obat secara mandiri, meningkatkan kemandirian dalam menjaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue