cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
PEMBERIAN PROPOLIS MEMENGARUHI PROFIL LIPID PADA TIKUS MODEL Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) Meida, Nur Shani; Wahyuni, Alfaina; Aqdami, Muhammad Tsabit
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah suatu kelainan endokrin dan metabolik yang ditandai dengan anovulasi, hiperandrogenisme, dan gambaran polikistik pada ovarium. Etiologi PCOS belum pasti, diduga erat kaitan dengan stres oksidatif, dislipidemia, dan resistensi insulin. Propolis mengandung antioksidan, dapat menghambat proses peroksidasi lipid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh propolis terhadap profil lipid. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan sebanyak 25 ekor tikus Wistar betina, berumur 13 minggu, berat badan 100-130 gram, sehat, usapan vagina normal, dan tidak hamil. Sampel dibagi menjadi lima kelompok yaitu K1 (kontrol negatif/normal), dan K2 (kontrol positif/PCOS), kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 (PCOS+ propolis pada masing-masing kelompok dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB sekali per hari secara oral selama 14 hari). Induksi tikus model PCOS dilakukan dengan injeksi intraperitoneal Testosteron Propionat 1,8 mg/kbBB/hari dan diet HFHF selama 21 hari. Tikus dipuasakan 12 jam dilanjutkan dengan pemeriksaan profil lipid serum. Metode uji One Way Anova dan uji Kruskal-Wallis digunakan dalam uji statistik untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan propolis secara bermakna (p<0,05) memiliki kemampuan menurunkan kadar kolesterol total, Low Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Propolis dosis 100 mg/kgBB sekali per hari paling efektif bermakna (p <0,05) menurunkan kadar kolesterol total, sedangkan pada penurunan kadar LDL dan trigliserida serta peningkatan kadar HDL tidak ada dosis efektif . Propolis mampu menurunkan kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida serta menaikkan kadar HDL pada tikus model PCOS. Kata kunci: antioksidan, PCOS, profil lipid, propolis DOI : 10.35990/mk.v7n2.p167-176
KARAKTERISTIK KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN DI WILAYAH KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2015-2020 Sandra, Aprilia Dwi; Nugrahini, Sintha; Zaluchu, Ricka Brillianty
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual adalah tindak kejahatan yang cenderung meningkat setiap tahun dan menjadi masalah global. Kejahatan ini memiliki prevalensi yang tinggi terhadap perempuan serta memberikan dampak buruk bagi mental dan fisik korban. Oleh karena itu, perlu diteliti mengenai kejadian kekerasan seksual di wilayah Kalimantan Tengah menggunakan data Visum et Repertum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran temuan forensik pada kasus kekerasan seksual yang dialami korban. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan hasil Visum et Repertum sebanyak 134 data sesuai dengan kriteria inklusi pada total populasi yang diambil dari Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus dan Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2021 untuk mendapatkan usia korban kekerasan seksual, lokasi robekan hymen, jenis luka, lokasi luka anogenital, dan penyebab luka. Hasil penelitian menunjukkan selama tahun 2015-2020 kasus kekerasan seksual di wilayah Kalimantan Tengah didominasi oleh remaja awal sebanyak 46,7%, robekan hymen terbanyak pada arah jarum jam tiga 15,8%, temuan luka terbanyak luka lecet baru (luka yang ditemukan beberapa jam sampai beberapa hari pasca kejadian) 46%, lokasi luka terbanyak terdapat pada genitalia eksterna 76%, dan penyebab luka terbanyak oleh benda tumpul 87%. Kata kunci: forensik, kekerasan seksual, visum et repertum DOI : 10.35990/mk.v6n4.p340-351
TELAAH PUSTAKA: PERAN AG-PTFE (PELAPIS KATETER URINE) UNTUK MENCEGAH CATHETER ASSOCIATED URINARY TRACT INFECTION (CAUTI) Haq, Satria Addienul; Gunardi, Wani Devita; Pasaribu, Donna Mesina Rosadini; Sumbayak, Erma Mexcorry
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biofilm pada kateter merupakan salah satu penyebab terjadinya Catheter Associated Urinary Tract Infection (CAUTI). Telaah pustaka ini bertujuan mengetahui manfaat dan efektivitas pelapisan antibiofilm pada kateter urine dalam mencegah CAUTI. Pustaka yang dihimpun dalam telaah ini diperoleh melalui database electronic seperti Proquest dan PubMed menggunakan beberapa kata kunci yaitu, antibiofilm, biofilm, catheter, dan CAUTI. Semua jurnal yang diperoleh diseleksi menggunakan kriteria yang telah ditentukan, seperti artikel penelitian eksperimental, tahun publikasi kurang dari 10 tahun, dan penelitian menggunakan lapisan antibakteri pada permukaan kateter. Delapan jurnal hasil seleksi digunakan sebagai acuan utama pada telaah pustaka ini. Efektivitas yang baik dalam mencegah terbentuknya biofilm ditunjukkan oleh beberapa antibiofilm berikut, yakni, Amino Selulosa-nanosphere (ACNS), Chlorhexidine-nanosphere (CHX-NS), Ag/Poli-p-xylylenen hydrophilic (Ag/PPX-N), Perak-polytetrafluoroethylene (AG- PTFE), Perak-nanopartikel (Ag-NPs), Sodium selenite, dan Octenidine Dihydrochloride (OH). Bakteriuria dapat dihambat dalam waktu lama (> 30 hari) oleh antibiofilm Perak-polytetrafluoroethylene (AG- PTFE). Hal tersebut menunjukkan bahwa pelapisan kateter menggunakan antibiofilm memiliki potensi dalam mencegah terjadinya bakteriuria dan terbentuknya biofilm penyebab CAUTI. Kata Kunci: antibiofilm, CAUTI, kateter DOI : 10.35990/mk.v6n4.p395-405
PAROSMIA SEBAGAI GEJALA LANJUT COVID-19 : LAPORAN KASUS Nurrokhmawati, Yanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parosmia atau distorsi fungsi penciuman adalah gangguan penghidu/penciuman yang membuat seseorang merasa membau secara berbeda dari yang seharusnya. Parosmia akhir-akhir ini dikenal sebagai salah satu gejala lanjutan dari COVID-19 atau sering disebut juga sebagai long covid. Prevalensi pasti kejadian parosmia sebagai lanjutan gejala COVID-19 masih belum jelas diketahui karena masih sedikitnya pelaporan dan tidak semua penderita datang berobat. Penelitian ini melaporkan 3 kasus parosmia yang datang ke poliklinik THT RS Dustira. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai karakteristik pasien dan hasil dari pengobatan parosmia sebagai gejala lanjutan COVID-19. Dari 3 pasien yang mengalami parosmia, jenis kelamin lakilaki 2 orang dan perempuan 1 orang. Usia pasien 30, 32 dan 40 tahun. Dua orang pasien merupakan perokok. Ketiga pasien didiagnosis COVID-19 3-5 bulan yang lalu dan semua disertai gejala hidung seperti anosmia, hidung beringus dan hidung tersumbat. Dua pasien mengalami dysgeusia. Keluhan yang dirasakan berupa sensasi mencium bau busuk pada satu orang dan dua orang mencium bau karat. Tatalaksana yang diberikan berupa irigasi nasal salin dan latihan penghidu (olfactory training). Respon pengobatan pada ketiga pasien dalam rentang waktu pengobatan 3 bulan berupa hilangnya gejala pada satu orang dan tidak berespon pada 2 orang. Parosmia adalah gejala yang dapat terjadi paska infeksi COVID-19. Tatalaksana dengan irigasi nasal salin dan latihan penghidu memberikan perbaikan pada sebagian pasien walaupun dengan respon yang lambat. Masih diperlukan penelitian lebih lajut untuk menentukan pencegahan dan tatalaksana parosmia. Kata kunci : COVID-19, long covid, parosmia, penghidu DOI : 10.35990/mk.v7n0.p14-25
MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT MILITER DI INDONESIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN PASIEN Pratiwi, Nur Pudyastuti; Khairina, Fahira Miftahul; Lestari, Virna; Stefiani, Fransisca Vani
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelayanan medis di Rumah Sakit Militer, kepuasan pasien merupakan aspek yang sangat penting. Kepuasan tersebut diperoleh ketika pasien mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan harapannya. Kepuasan pasien diperoleh melalui mutu pelayanan yang baik dan melibatkan aspek-aspek dalam penilaian mutu pelayanan. Maksud dari tinjauan literatur ini adalah untuk memahami dampak aspek-aspek dalam kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan pasien. Artikel yang dilakukan review diperoleh melalui penelusuran portal Google Scholar. Hasil penelusuran diperoleh 42 artikel yang kemudian dieksklusi 35 artikel karena tidak memenuhi kriteria sehingga diperoleh 7 artikel yang memenuhi kriteria review. Penelitian pada artikel-artikel ulasan tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner dengan melibatkan lebih dari 50 sampel penelitian. Studi ini mengadopsi lima dimensi dalam mengukur kualitas pelayanan, yakni Keandalan (Reliability), Jaminan (Assurance), Bukti Fisik (Tangible), Empati, dan Responsif (Responsiveness) yang disingkat sebagai RATER. Berdasarkan review yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa di rumah sakit militer kualitas pelayanan memiliki dampak signifikan pada kepuasan pasien, dengan kontribusi paling besar berasal dari aspek bukti fisik atau tangible, sementara kontribusi paling kecil berasal dari aspek perhatian atau empati. Kata Kunci : empati, kepuasan pasien, mutu pelayanan, tangible DOI : 10.35990/mk.v7n0.p70-80
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK BAWAH LIMA TAHUN DI PUSKESMAS KALIRUNGKUT SURABAYA Wiyono, Chenny A; Herliani, Olivia; Suhartati, Suhartati; Indahsari, Noer Kumala; Masfufatun, Masfufatun
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) angka kejadian stanting pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) merupakan yang tertinggi di dunia selama 10 tahun terakhir (2010–2020) di wilayah Asia Tenggara. Persentase angka kejadian stunting di Indonesia juga masih tinggi yaitu 21,6% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halus pada anak balita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak balita di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ini sebanyak 30 anak balita normal dan 30 anak balita stunting. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Tambahan hasil uji statistik juga mengindikasikan adanya hubungan antara stunting dengan perkembangan balita dengan nilai p = 0,001 (α < 0,05) dan ada hubungan antara stunting dengan perkembangan sosialisasi dan kemandirian dengan nilai p = 0,009 (α < 0,05), namun tidak terdapat hubungan antara stunting dengan perkembangan bicara dan bahasa dengan nilai p = 0,592 (α > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa keadaan stunting pada anak balita menghambat perkembangan motorik kasar dan halus. Adanya gangguan dalam perkembangan motorik balita akan mengurangi kemampuannya untuk mandiri dan beraktivitas, termasuk bermain, sehingga dapat pula menghambat perkembangan otak, tubuh, kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi. Intervensi sedini mungkin seperti perbaikan asupan gizi harian dan stimulasi motorik sangat penting untuk dilakukan. Intervensi dini ini diharapkan dapat mencegah kehilangan potensial dan memperbaiki tumbuh kembang anak. Kata kunci: balita, perkembangan motorik, stunting DOI : 10.35990/mk.v7n1.p12-23
PEMERIKSAAN FUNGSI PENGHIDU SEBAGAI SALAH SATU UPAYA DETEKSI DINI GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA Halimsetiono, Elita; Santoso, Novian Budi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan kognitif akibat usia berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari lansia dan peningkatan risiko kematiannya, serta menimbulkan beban yang besar bagi masyarakat. Domain kognitif merupakan bagian dari jaras penghidu, sehingga fungsi penghidu dapat berhubungan dengan fungsi kognitif. Penelitian analitik observasional dengan rancang bangun potong lintang ini dilakukan pada bulan Mei - Juni 2023 yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi penghidu dan fungsi kognitif pada lansia. Total sampling digunakan dalam pemilihan sampel dan uji korelasi Spearman dalam menganalisis hubungan. Total sampel sebanyak 89 orang lansia diperoleh dari empat panti werda di Kota Surabaya. Mayoritas lansia dalam penelitian ini adalah perempuan (65,17%) dan berusia 60-74 tahun (47,19%). Lebih dari separuh lansia mengalami anosmia (55,06%) dan beberapa mengalami hiposmia (17,98%). Sebagian besar lansia tidak mengalami gangguan fungsi kognitif (64,04%) dan pada sebagian kecil didapatkan gangguan fungsi kognitif berat (3,37%). Penelitian ini juga menemukan hubungan yang bermakna antara fungsi penghidu dan fungsi kognitif pada lansia (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan bersifat sedang dan arah hubungan bernilai positif (r = 0,466) yang menyimpulkan semakin terganggu fungsi penghidu lansia, maka semakin tinggi risiko lansia untuk mengalami gangguan fungsi kognitif sebesar 46,6%. Kata kunci: deteksi dini, fungsi kognitif, fungsi penghidu, lansia, panti werda DOI : 10.35990/mk.v7n1.p68-79
PREVALENSI ANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI UNIT HEMODIALISIS RSUD DR. M. SOEWANDHIE SURABAYA Ilona, Catherine; Santosa, Rahajoe Imam; Mulyadi, Mulyadi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit fatal dengan peningkatan prevalensi tiap tahunnya. Di Indonesia, prevalensi pasien yang menderita PGK di atas 15 tahun adalah sebanyak 713.783 jiwa. PGK sering dikaitkan dengan anemia yang ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin (Hb) serta fungsi ginjal yang mengalami penurunan sehingga terjadi defisiensi hormon eritropoietin yang berperan dalam eritropoiesis. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prevalensi anemia pada pasien penyakit ginjal kronis di unit hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Soewandhie Surabaya berdasarkan jenis kelamin, usia, waktu menjalani hemodialisis, kadar hemoglobin, kadar serum iron (SI), dan kadar saturasi transferin (ST). Penelitian dilakukan melalui teknik deskriptif observasional dengan data sekunder rekam medis pasien di Unit Hemodialisis RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya pada bulan Agustus sampai November 2022. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode total sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan seluruh 43 pasien (100%) mengalami anemia. Jenis kelamin yang lebih banyak adalah laki-laki (76,7%). Mayoritas pasien laki-laki berusia 45-54 tahun, menjalani hemodialisis < 12 bulan dan > 24 bulan, memiliki rerata Hb 10,1 g/dL, rerata SI sebanyak 55,2 µg/dL, dan rerata ST sebanyak 20,1%. Mayoritas pasien perempuan berusia 55-64 tahun, menjalani hemodialisis >24 bulan, memiliki rerata Hb sebanyak 9,4 g/dL, rerata SI sebanyak 52,9 µg/dL, dan rerata ST sebanyak 27,5%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, ditemui angka kejadian anemia pada pasien PGK stadium 5 yang menjalani hemodialisis reguler dalam periode Januari 2021-Agustus 2022 adalah 100%. Anemia defisiensi besi dialami oleh 70% pasien laki-laki dan 50% pasien perempuan. Kata kunci: anemia, hemodialisis, hemoglobin, PGK, prevalensi DOI : 10.35990/mk.v7n2.p124-134
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Fairuz, Rai Rifda Sukma; Suwarno, Hermansyah; Zamzam Zein, Ahmad Fariz Malvi
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) stadium akhir mempunyai pilihan pengobatan berupa hemodialisis yang harus dijalani seumur hidup. Kualitas hidup pasien selama melakukan hemodialisis dipengaruhi oleh usia pasien, jenis kelamin, pendidikan akademis, status pekerja, lama perawatan hemodialisis, riwayat hipertensi serta riwayat diabetes. Studi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang berkaitan dengan kualitas hidup pasien selama melakukan hemodialisis. Analitik observasional adalah desain yang digunakan untuk riset ini, serta menggunakan jenis cross-sectional dan partisipan diambil dengan pendekatan seluruh sampel. Beberapa variabel independen dinilai untuk studi. Uji chi-square dipakai dalam menganalisis bivariate, sedangkan regresi logistik dipakai dalam menganalisis multivariate. Hasilnya didapatkan usia (p = 0,001), tingkat pendidikan (p = 0,001), status pekerjaan (p = 0,002), lama menjalani hemodialisis (p=0,000), dan penyakit penyerta (p =0,005). Hasil dari analisis multivariate diketahui bahwa lama pengobatan hemodialisis (OR=8,66), status pekerjaan (OR=5,08), dan tingkat pendidikan (OR=3,67). Kesimpulannya lama menjalani hemodialisis, tingkat pendidikan, pekerjaan, usia, dan adanya penyakit penyerta berhubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis serta lama pengobatan hemodialisis, status pekerjaan dan tingkat pendidikan yang paling berhubungan dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Kata kunci: hemodialisis, kualitas hidup, penyakit ginjal kronik DOI : 10.35990/mk.v7n2.p177-187
LEVEL TRANSAMINASE DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGIS HEPAR SETELAH ALFAMANGOSTIN PER-ORAL PADA TIKUS DENGAN PAKAN TINGGI LEMAK Tjahjani, Susy; Liana, Laella Kinghua; Pelapelapon, Allen Albert; Tabolong, Tiara; Haykal, Muhammad; Evacuasiany, Endang
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelebihan berat badan berkaitan dengan berbagai keadaan patologik lainnya, terjadi reaksi inflamasi berlebih dengan akibat disfungsi mitokondria dan reaksi oksidasi asam lemak sebagai akibat terjadinya dislipidemia serta fatty liver disease. Alfamangostin, suatu senyawa xanthone berpotensi menurunkan ekspresi gen pengkode sintesis asam lemak dan juga merupakan suatu antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi alfamangostin terhadap perbaikan kadar SGPT dan SGOT serta gambaran steatosis dan inflamasi pada pemeriksaan histopatologishepar tikus Sprague Dawley yang diinduksi pakan tinggi lemak. Uji eksperimental in vivo dilakukan pada 30 ekor tikus jantan dengan rancangan acak lengkap yang setelah adaptasi 7 hari dibagi dalam 6 kelompok perlakuan (masing-masing 5 replikasi). Uji selama 4 minggu: kelompok pertama: KN (kontrol normal= pakan standar tanpa perlakuan 4 minggu), 5 kelompok lainnya 2 minggu PTL (pakan tinggi lemak) + 2 minggu berikutnya PTL + masing-masing perlakuan, yaitu kelompok PTL: diberi akuades, MJ (minyak jagung): diberi minyak jagung, D1: alfamangostin 7 mg/kgBB, D2: alfamangostin dosis35 mg/kgBB, SIM:simvastatin. Kadar SGPT dan SGOT diperiksa 2 kali: sebelum dan sesudah 2 minggu terakhir. Setelah selesai uji, tikus diterminasi melalui dislokasi servikal dalam keadaan teranestesi, data skoring steatosis dan inflamasi dicatat. Semua data dianalisis dengan ANOVA-Duncan atau Kruskal Wallis-Mann Whitney dengan alfa=0,05. Hasil penelitian menunjukkan alfamangostin 7 mg/kgBB menurunkan kadar SGPT dan SGOT (p< 0,05). Gambaran steatosis tidak tampak, derajat inflamasi pada KN lebih tendah (p<0,05) dibandingkan kelompok lainnya sedangkan derajat inflamasi antar kelompok lainnya tidak berbeda. Disimpulkan bahwa pada PTL, alfamangostin dosis 7 mg/kgBB memperbaiki kadar transaminase tetapi belum tampak memperbaiki gambaran mikroskopik inflamasi hepar. Kata kunci: alfamangostin, hepatic steatosis, inflamasi, pakan tinggi lemak, SGPT dan SGOTDOI : 10.35990/mk.v6n4.p352-363

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue