cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
GANGGUAN NEUROPATI AKIBAT PENYELAMAN (NEUROPATHIC DISORDER AFTER UNDERWATER DIVING) Hunaifi, Ilsa; Harahap, Herpan Syafii; Landapa, Raditya Rachman; Ismiana, Baiq Holisatul; Ulfa Gea, Indah Ernanda; Wiracakra, I Gusti Lanang Krisna
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki ribuan pulau. Hal ini berdampak pada meningkatnya kegiatan penyelaman bawah laut. Penyelaman yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan gangguan kesehatan berupa penyakit dekompresi yang salah satunya mengakibatkan neuropati. Emboli gas nitrogen menimbulkan respons inflamasi sistemik yang dapat memicu kerusakan pada saraf perifer. Faktor risiko gangguan dekompresi antara lain kurang pengalaman dalam menyelam, melakukan penyelaman berulang kali dalam waktu yang sama, tidak mematuhi prinsip-prinsip penyelaman dan sering kali melakukan yo-yo diving. Gangguan saraf perifer yang dapat terjadi berupa sindroma terowongan carpal, neuropati nervus peroneus, neuropati nervus ulnaris, mononeuritis multiplex. Pemeriksaan elektrodiagnostik menunjukkan adanya demielinisasi yang ditandai dengan peningkatan kecepatan hantar saraf. Pemberian terapi hiperbarik oksigen sesuai standar Angkatan Laut Amerika (United State Navy Treatment) menjadi standar dalam pengobatan penyakit dekompresi disertai dengan pemberian terapi simptomatik dapat memperbaiki gejala gangguan saraf tepi. Kata kunci: dekompresi, emboli gas nitrogen, neuropati, penyelaman, saraf perifer DOI : 10.35990/mk.v8n2.p198-208
HUBUNGAN KEJADIAN KATARAK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE Abdullah, Rizka Maulany; Yetrina, Yetrina; Armaijn, Liasari
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di lndonesia sebesar 77,7%. Katarak juga merupakan penyebab gangguan penglihatan paling sering pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2), karena enzim Aldose Reduktase (AR) mengkatalisis reduksi glukosa menjadi sorbitol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian katarak dengan DM tipe 2 di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan case control study hospital based, di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Sampel pada penelitian ini terbagi dalam 37 kasus dan 37 kontrol, diambil menggunakan teknik simple random sampling, dan dilakukan uji analisis chi-square dan odds ratio. Hasil penelitian didapatkan frekuensi kejadian katarak yang menderita DM tipe 2 sebesar 31 pasien (62%) yang terbanyak pada usia > 45 tahun jenis kelamin perempuan. Terdapat hubungan kejadian katarak dengan DM tipe 2 dengan nilai p-value 0,000, dan penderita DM tipe 2 beresiko 6,5 kali lebih besar untuk terjadi katarak dibandingkan dengan pasien yang tidak menderita DM tipe 2. Kata kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Katarak, RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate DOI : 10.35990/mk.v8n3.p265-274
HUBUNGAN ANTARA KERJA GILIR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK X PURWAKARTA Nataliningrum, Rr. Desire Meria; Rubani, Rizka Hanifannisa; Manoe, Zacarja Jacob
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kerja gilir umumnya diberlakukan oleh rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Penerapan kerja gilir sering kali berpengaruh terhadap kualitas tidur perawat. Kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas perawat dalam melakukan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kerja gilir dengan kualitas tidur pada perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak X Purwakarta dengan menggunakan metode analitik dan pendekatan studi potong lintang. Jumlah perawat yang menjadi sampel penelitian sebanyak 78 orang, terbagi dalam 59 perawat shift (75,6%) dan 19 perawat non-shift (24,4%), didapatkan melalui cara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Perawat shift yang memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 42 perawat (71,2%) dan perawat non-shift yang memiliki kualitas tidur baik sebanyak 14 perawat (73,7%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kerja gilir dengan kualitas tidur pada perawat di Rumah Sakit Ibu dan Anak X Purwakarta (p=0,001). Kualitas tidur pada perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti stres psikologis (penyakit dan situasi yang menyebabkan stres), aktivitas fisik serta aktivitas sosial, diet, obat-obatan, usia, motivasi, hubungan keluarga, konsumsi kafein, gaya hidup, dan penyakit penyerta. Kata kunci: kerja shift, kualitas tidur, perawat, Pittsburgh Sleep Quality Index DOI : 10.35990/mk.v8n3.p319-330
EVALUASI KEPATUHAN KONSUMSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA KARYAWAN PENDERITA HIPERTENSI DI PT IBR DENGAN METODE MMAS-8 Rahma, Sheina Nashia; Sovia, Evi; Nurrokhmawati, Yanti
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi menurut American Heart Association adalah tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Kepatuhan merupakan penentu keefektifan penanganan penyakit. Kepatuhan minum obat pada pasien sangat berpengaruh pada keberhasilan pengobatan. Kepatuhan pengobatan hipertensi ialah faktor terpenting dalam meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi obat antihipertensi pada karyawan penderita hipertensi di PT IBR Purwakarta dengan Metode MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8). Metode MMAS-8 digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan hipertensi, metode ini dinilai lebih akurat, murah, dan mampu memberikan informasi tentang sikap dan keyakinan tentang obat-obatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional pada 54 karyawan tetap yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 terdapat 31 pasien (57%) dengan kepatuhan rendah, 19 pasien (36%) kepatuhan sedang dan 4 pasien (7%) kepatuhan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan sebagian besar pasien dalam konsumsi obat antihipertensi di PT IBR Purwakarta masih tergolong rendah. Alasan ketidakpatuhan konsumsi obat antihipertensi terbanyak yaitu karena mereka lupa dan merasa sudah sehat.
HIGH FLOW NASAL CANUL (HFNC) SEBAGAI TERAPI OKSIGEN PADA KASUS GAGAL NAFAS TIPE 1 Nuswantoro, Yulian; Marhana, Isnin Anang; Hasan, Helmia; Baktiar, Arief
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan ventilasi mekanik invasif dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas terkait stres pulmonal dan pneumonia, serta mendorong penggunaan ventilasi non-invasif seperti High Flow Nasal Cannula (HFNC) sebagai terapi oksigen yang efektif pada gagal napas tipe 1. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas HFNC dalam menangani gagal napas akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HFNC mampu memberikan oksigen dengan konsentrasi tinggi dan aliran gas yang stabil, meningkatkan oksigenasi tanpa menimbulkan efek samping signifikan. HFNC juga terbukti meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi kebutuhan intubasi, dan memperbaiki hasil klinis secara keseluruhan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa HFNC merupakan alternatif yang efektif dan aman dibandingkan dengan ventilasi mekanik invasif untuk pasien dengan gagal napas tipe 1. Kata kunci: gagal napas akut, high flow nasal cannula, terapi oksigen, ventilasi non-invasif DOI : 10.35990/mk.v8n3.p331-343
Rasionalitas RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022 Az Zahra, Fatima; Aprilia, Citra Ayu; Zulfa, Fajriati; Harfiani, Erna
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab kematian nomor dua pada balita adalah diare. Pemberian antibiotik pada diare harus sesuai dengan indikasi. Resistensi antibiotik dapat terjadi jika penggunaan antibiotik tidak rasional. Hal ini akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan sehingga pengendalian resistensi antibiotik harus dilakukan oleh berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, tenaga kesehatan, dan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien balita rawat jalan yang mengalami diare akut di RS X tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan desain penelitian potong lintang. Data berasal dari rekam medis yang diambil dalam satu waktu. Sebanyak 16 pasien balita dijadikan sampel yang dipilih menggunakan teknik total sampling yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini adalah penggunaan 17 antibiotik pada pasien balita rawat jalan yang mengalami diare akut di RS X tahun 2022 76,4% tidak rasional dan 23,6% rasional. Obat yang paling banyak diberikan adalah Sefiksim sebagai terapi empiris. Hasil pengelompokkan rasionalitas antibiotik berdasarkan metode Gyssens adalah sebanyak 5 antibiotik tergolong kategori V (tidak ada indikasi), 1 antibiotik kategori IVa (terdapat antibiotik lain yang lebih efektif), 7 antibiotik kategori IIa (dosis tidak tepat), dan 4 antibiotik kategori 0 (penggunaan antibiotik rasional). Pedoman penggunaan antibiotik berdasarkan pola bakteri dan pengawasan terhadap penggunaan antibiotik di RS X merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional sehingga dapat mengendalikan resistensi antibiotik. Kata kunci: diare, metode gyssens, rasionalitas antibiotik DOI : 10.35990/mk.v8n3.p230-241
KADAR SITOKIN IL-6 DAN IFN-α PADA MENCIT GALUR BALB/c YANG DIIMUNISASI VAKSIN MULTIEPITOP COVID-19 Safari, Ardhi Ryanto; Anggraeny, Dian; Hasan, Khomaini; Paryati, Sayu Putu Yuni
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas vaksin multiepitope COVID-19 dengan adjuvan kitosan terhadap kadar IL-6 (interleukin-6) dan IFN-α (interferon-alpha) pada mencit galur BALB/c. Studi ini melibatkan empat kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, vaksin tanpa adjuvan kitosan, dan vaksin dengan adjuvan kitosan. Pengukuran kadar IL-6 dan IFN-α dilakukan menggunakan metode immunoassay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin multiepitope dengan tambahan adjuvan kitosan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar IFN-α maupun IL-6 jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa kitosan sebagai adjuvan berperan penting dalam meningkatkan respons imun adaptif sambil meminimalkan inflamasi. Formulasi vaksin ini memiliki potensi sebagai kandidat vaksin COVID-19 yang efektif dengan profil keamanan yang baik, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi efektivitasnya pada manusia. Kata kunci : COVID-19, IL-6, IFN-α, kitosan, vaksin DOI : 10.35990/mk.v8n3.p287-298
KORELASI NILAI MEAN PLATELET VOLUME DENGAN KEJADIAN DIABETIK RETINOPATI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Maulana, Denny Indra; Masniah, Masniah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa patogenesis diabetik retinopati (DR) dikaitkan dengan gangguan mikrosirkulasi dan kerusakan mikrovaskular. Trombosit memiliki peran penting pada perubahan kondisi mikrosirkulasi saat terjadinya cedera mikrovaskular. Mean platelet volume (MPV) digunakan sebagai penanda yang menunjukkan rerata ukuran dan aktivitas trombosit. Beberapa hipotesis menyebutkan adanya hubungan antara MPV dan DR. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara MPV dengan DR pada populasi kami. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional di Rumah Sakit Brigjend H. Hasan Basry yang melibatkan 183 pasien DM, diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu DM tanpa DR (n=61), DM dengan non- proliferatif DR (NPDR) (n=61), dan DM dengan proliferatif DR (PDR) (n=61). Data jenis kelamin, usia dan penanda laboratorium; MVP, HbA1C, Glukosa darah puasa (GDP) dikumpulkan. Odd ratio dan interval kepercayaan 95% dihitung menggunakan uji regresi logistik multinomial dan nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik. Nilai MPV, HbA1c, dan GDP tertinggi ditemukan pada kelompok PDR, diikuti oleh kelompok NPDR dan DM tanpa DR. Dibandingkan dengan kelompok DM tanpa DR, nilai MPV 4,16 kali lebih tinggi secara signifikan pada kelompok NPDR (adj. OR 4,16, 95% CI 2,13-8,14) dan 7,91 kali lebih tinggi secara signifikan pada kelompok PDR (adj. OR 7,91, 95% CI: 3,79-16,5). Sebaliknya, nilai GDP dan HbA1c pada kelompok PDR dan NPDR tidak berbeda secara statistik. Penelitian ini menunjukkan hubungan yang signifikan antara nilai MPV yang lebih tinggi dengan perkembangan DR. Hal ini mungkin dapat menunjukkan progresivitas DR dan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengamati kemungkinan komplikasi mikrovaskular pada pasien DM pada penelitian ini yakni DR. Kata kunci: diabetes melitus, diabetik retinopati, mean platelet volume DOI : 10.35990/mk.v8n3.p242-253
HUBUNGAN KADAR NEUTROFIL DENGAN KEJADIAN SINDROM FRAILTY PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL LANJUT USIA MANDALIKA MATARAM Rifansha, Muhammad Ghifari; Hunaifi, Ilsa; Primayanti, Ika
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (lansia) adalah kondisi seseorang mencapai usia enam puluh tahun atau lebih. Proses penuaan menjadi salah satu faktor risiko berkurangnya fungsi tubuh atau berkurangnya kemampuan fisiologis yang menyebabkan lansia menjadi kelompok yang rentan mengalami penurunan kemampuan fisiologis, yang dapat mengarah pada kejadian frailty. Frailty adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan penurunan kekuatan, daya tahan, dan fungsi fisik secara keseluruhan, yang membuat individu mengalami penurunan kemampuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, meningkatnya risiko jatuh, rawat inap, dan kematian. Peningkatan jumlah neutrofil bersamaan dengan gangguan migrasi neutrofil terkait usia, dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan inflamasi sekunder yang mendukung gambaran inflamasi pada frailty. Saat ini penelitian hubungan antara kadar neutrofil dengan frailty masih terbatas sehingga diperlukan studi mengenai hubungan antara kadar neutrofil dengan frailty. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional di Panti Sosial Lanjut Usia Mandalika Kota Mataram. Adapun jumlah responden dalam penelitian ini sebesar 48 orang dan karakteristik responden disajikan dalam distribusi dan frekuensi. Analisis data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov Z Test. Dari total 48 responden, terdapat 36 orang (75%) memiliki kadar neutrofil normal dan 12 orang (25%) kadar neutrofil abnormal. Jumlah responden dengan kategori sehat berjumlah 19 orang (39,6%), dengan kategori pre-frailty berjumlah 21 orang (43,8%) dan 8 orang (16,7%) dengan kategori frailty. Hasil uji Kolmogorov Smirnov Z Test. menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar neutrofil dengan kejadian sindrom frailty (p = 0,057). Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kadar neutrofil dan kejadian frailty pada lansia. Kata Kunci : frailty, lanjut usia, neutrofil DOI : 10.35990/mk.v8n3.p299-308
PENAPISAN FITOKIMIA, UJI ANTIOKSIDAN, SERTA UJI PENGHAMBATAN TIROSINASE EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana) Sadeli, Mohamad Agung; Harliansyah, Harliansyah; Weni, Linda
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan kulit tampak lebih gelap akibat peningkatan melanin. Pemblokiran enzim tirosinase dalam melanosit mampu mencegah paparan melanin yang berlebihan. Tanaman bidara (Ziziphus mauritiana) dapat menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam reaksi yang menghasilkan radikal bebas misalnya: xanthin oksidase, NADPH oksidase serta nitrit oksida sintase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari ekstrak daun bidara (EDB), di antaranya meliputi: uji penapisan fitokimia, penentuan kadar fenolik total dan flavonoid total, uji aktivitas antioksidan 2,2 dipenyl-1-picrylhidrazyl (DPPH) serta uji penghambatan enzim tirosinase. Penelitian ini menggunakan metode true experimental yang dilaksanakan di laboratorium. Uji fitokimia dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji-uji lainnya menggunakan metoda spektrofotometri dengan perangkat ELISA reader. Hasil skrining EDB menunjukkan bahwa ekstrak tersebut mengandung beberapa senyawa kimia, misalnya: alkaloid, fenolik, flavonoid, tanin, steroid, dan saponin. Uji kadar fenolik total pada EDB didapatkan bahwa total fenolik mencapai 55,45 ± 0,08 mg/g, total flavonoid didapat 23,61, 0,39 mg/g. Nilai IC50 DPPH adalah 179,37 ± 9,85 µg/mL dan nilai IC50 tirosinase adalah 9240,410 µg/mL. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa EDB mempunyai sifat antioksidan karena mengandung senyawa fenolik, flavonoid dan berpotensi sebagai anti hiperpigmentasi karena dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase. Kata kunci: antioksidan, bidara, enzim tirosinase, Ziziphus mauritiana DOI : 10.35990/mk.v8n3.p254-264

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue