cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DAN BAHAN MAKANAN SUMBER ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI KELAS X DI SMA MUSLIMIN Nataliningrum, Rr. Desire Meria; Maulana, Muhammad Farhan; Abhijana, Mochamad Farhan; Pastika, Ajeng; Nurfarhah, Gita; Dikna, Raissa Anandhianya; Putri, Herfina Hemadika
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah lebih rendah dari normal. Kekurangan oksigen dalam jaringan otak dan otot menyebabkan gejala anemia, seperti lemah, letih, lesu, dan lunglai. Remaja dalam fase pertumbuhan membutuhkan nutrisi, termasuk zat besi, untuk mendukung perkembangan. Namun, mereka rentan mengalami defisiensi zat besi, yang berisiko menyebabkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian tablet tambah darah (TTD) dan konsumsi zat besi harian dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Penelitian dilakukan pada 81 siswi kelas 10 SMA Muslimin Cililin menggunakan Hb Meter, kuesioner konsumsi zat besi dan kepatuhan konsumsi TTD. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan konsumsi zat besi tidak mencukupi dan tidak patuh mengonsumsi TTD (N=25) memiliki rerata kadar hemoglobin 10,85 g/dL. Responden dengan konsumsi zat besi tidak mencukupi tetapi patuh mengonsumsi TTD (N=40) memiliki rerata kadar hemoglobin 12,96 g/dL. Responden dengan konsumsi zat besi mencukupi tetapi tidak patuh mengonsumsi TTD (N=3) memiliki rerata kadar hemoglobin 13,76 g/dL, sementara responden dengan konsumsi zat besi mencukupi dan patuh (N=13) memiliki rerata kadar hemoglobin 12,98 g/dL, yang artinya hasil penelitian sudah sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan hubungan bermakna antara konsumsi zat besi harian dengan kadar hemoglobin. Namun, tidak terdapat hubungan bermakna antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Sedangkan konsumsi zat besi harian dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah secara bersamaan memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar hemoglobin responden. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan antara konsumsi tablet tambah darah dan bahan makanan sumber zat besi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri kelas X di SMA Muslimin Cililin. Kata kunci: hemoglobin, konsumsi zat besi ,tablet tambah darah DOI : 10.35990/mk.v8n1.p58-70
EFEK ANTI-AGING KULIT PADA EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica (L.): AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN MOLECULAR DOCKING Budiman, Mochamad Rizki; Ewangga, Bayu; Nizrotunnisa, Nazwa Putri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi manusia yang mengalami penuaan di seluruh dunia akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu karena ada peningkatan jumlah tersebut maka jumlah permasalahan kesehatan termasuk penuaan kulit juga akan ikut meningkat. Dampak dari perubahan tersebut dapat mengakibatkan adanya kerutan, kasar, dan kusam. Penuaan kulit adalah proses perubahan progresif yang ditandai dengan hilangnya integritas fungsi dari kulit. Faktor yang mempengaruhi dalam proses penuaan adalah peningkatan kadar Reactive Oxygen Species (ROS) dan aktivasi enzim degradasi pada kulit. Penggunaan antioksidan dapat membantu mencegah penuaan kulit dengan menghambat pembentukan ROS. Pegagan (Centella asiatica (L.)) merupakan tanaman dengan banyak aktivitas biologis: anti-inflamasi, neuroprotektif, dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk menilai aktivitas antioksidan dan kandungan senyawa aktif pada pegagan secara in vitro dan in silico. Teknik ekstraksi pegagan dilakukan dengan menggunakan metanol 95%. Kemudian, ekstrak pegagan diuji dengan melihat total kandungan flavonoid, uji diphenylpicrylhydrazyl (DPPH), uji penangkapan hidrogen peroksida (H2O2), uji superoksida dismutase (SOD), dan simulasi molecular docking terhadap enzim degradasi di kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak pegagan memiliki kandungan flavonoid total 17,90 µg QE mg-1, IC50 untuk H2O2 aktivitas 192,15 µg mL-1, aktivitas DPPH 299,40 µg mL-1, dan IC50 untuk aktivitas SOD 300 µg mL-1. Simulasi molecular docking secara in silico menunjukkan aktivitas pengikatan enzim kolagenase dengan urutan afinitas pengikatan tertinggi adalah quercetin dengan hasil -16.8 kcal mol-1 dan asiaticoside dengan hasil -16.7 kcal mol-1. Selain itu, aktivitas penghambatan enzim hyaluronidase juga terlihat tinggi dalam afinitas pengikatan asiaticoside dengan hasil -16.3 kcal mol-1. Ekstrak pegagan memiliki aktivitas antioksidan dan memiliki potensi sebagai agen anti-aging pada kulit dengan cara menghambat enzim degradasi kulit. Kata kunci: asiaticoside, Centella asiatica (L.), enzim degradasi, flavonoid, molecular docking DOI : 10.35990/mk.v8n1.p12-24
KORELASI INDEKS PLATELET DAN KADAR INTERLEUKIN-6 PADA PASIEN HIPERTENSI Roslaeni, Rini; Priyadi, Hendri; Sa'adah, Hindun; Haeni, Linlin; Linasari, Desy; Hasanah, Laila; Salsabila, Salma Syifa; Isnaeni, Rifat Budi Augustyo; Putra, Dika Kusuma
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme terjadinya hipertensi melibatkan proses inflamasi dan aktivasi sistem imun yang membentuk kondisi proinflamasi dan protrombotik, ditandai pelepasan reactive oxygen species (ROS). Kondisi tersebut menyebabkan disfungsi endotel, aterosklerosis dan pelepasan interleukin-6 (IL-6) yang pada akhirnya mempengaruhi fungsi platelet. Indeks platelet yang terdiri dari Mean Platelet Volume (MPV), Platelet Distribution Width (PDW), Platelet Large Cell Ratio (PLCR), dan Plateletcrit (PCT) dapat menjadi penanda aktivasi platelet dan inflamasi. Disisi lain, IL-6 juga merupakan sitokin inflamasi ang terlibat dalam berbagai penyakit. Tetapi, korelasi antara kedua parameter ini masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara indeks platelet dan kadar IL-6 pada pasien hipertensi. Subjek penelitian berjumlah 42 orang penderita hipertensi tanpa komplikasi. Pemeriksaan indeks platelet menggunakan alat hematology analyzer Maccura 560 Plus, sedangkan pemeriksaan IL-6 menggunakan mikroelisa. Hasil menunjukkan usia subjek rerata 57,8 ± 9,9 tahun, dan mayoritas perempuan 81%. Rerata sistolik 145,26 ± 15,02 mmHg dan diastolik 87,69 ± 11,55 mmHg. Rerata subjek lama menderita hipertensi 5,53 ± 4,24 tahun. Rerata MPV 7,7 ± 0,7 fL, PDW 13,1 ± 1,73 fl, PCT 0,24 ± 0,05%, dan P-LCR 21,6 ± 5,59%. Kadar IL-6 rerata adalah 23,28 ± 2,70 pg/mL. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara indeks platelet dan kadar IL-6. Temuan ini mengindikasikan bahwa parameter-parameter tersebut mungkin tidak relevan dalam menggambarkan status inflamasi yang diwakili oleh kadar IL-6 dan indeks platelet pada populasi ini. Kata Kunci: Hipertensi, Indeks platelet, Interleukin-6, MPV, PDW, PCT, P-LCR DOI : 10.35990/mk.v8n1.p71-81
PERBANDINGAN HASIL TES BRUCKNER SKRINING KELAINAN REFRAKSI ANTARA DOKTER SPESIALIS MATA DENGAN MAHASISWA FK UNJANI Atsari, Arini Ghaisa; Mustikasari, Sylvia; Hisyam, Aliudin
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tes Bruckner merupakan salah satu pemeriksaan refraksi objektif yang sederhana yang bermanfaat pada anak-anak dalam mendeteksi kelainan refraksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil skrining kelainan refraksi menggunakan tes Bruckner antara dokter spesialis mata dengan mahasiswa FK Unjani pada Siswa TK Kartika VIII-42 Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data diambil melakukan pemeriksaan langsung pada siswa TK Kartika VIII-42 Cimahi dengan total subjek penelitian 20 siswa. Analisis data menggunakan indeks Kappa. Hasil penelitian ini didapatkan indeks kappa tiap mahasiswa diantara >0.4 dan <0.74 menunjukkan kesesuaian yang sedang (middle aggrement) antara hasil pemeriksaan status refraksi dokter spesialis mata dengan mahasiswa kedokteran pada siswa TK VIII-42 Cimahi. Hal ini disebabkan karena kurangnya pelatihan dan pengalaman dalam pemeriksaan tes Bruckner oleh mahasiswa kedokteran. Selain itu juga karena pasien adalah siswa TK sehingga fokus mudah teralihkan saat dilakukan pemeriksaan tes Bruckner. Kata kunci: dokter spesialis mata, kelainan refraksi, mahasiswa kedokteran, tes Bruckner DOI : 10.35990/mk.v8n0.p13-24
PENGARUH OLAHRAGA JALAN CEPAT TERHADAP MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA Grace, Aprilia; Farenia, Reni; Demisnayu, Hazel Mahira Putri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa mempunyai tugas untuk memahami dan mengingat pelajaran yang cukup sulit dan banyak. Proses pembelajaran akan berhasil bila mahasiswa mempunyai kemampuan memori jangka pendek yang baik. Olahraga jalan cepat selama lima belas menit memiliki banyak manfaat salah satunya meningkatkan fungsi memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh olahraga jalan cepat terhadap memori jangka pendek. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre test dan post test control group. Subjek penelitian adalah mahasiswa berjenis kelamin laki-laki berusia 17-20 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Pengambilan data olahraga jalan cepat penelitian ini menggunakan treadmill kecepatan 6 km/jam, inklinasi 0 derajat, intensitas sedang yang diukur menggunakan metode talk test selama lima belas menit, sedangkan mengukur memori jangka pendek menggunakan Digit Span Test yang dilanjutkan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai pre test dan post test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mengalami kenaikan. Terdapat nilai probabilitas (p-value) pada kelompok kontrol sebesar 0,164 (>0,05) sedangkan kelompok eksperimen sebesar 0,000 (<0,05) sehingga terdapat hubungan yang bermakna antara olahraga jalan cepat terhadap memori jangka pendek. Penelitian ini menunjukkan bahwa olahraga jalan cepat meningkatkan memori jangka pendek. Kata Kunci: jalan cepat, memori jangka pendek DOI : 10.35990/mk.v8n0.p71-79
PERBANDINGAN FUNGSI PENDENGARAN SEBELUM DAN SETELAH LATIHAN MENEMBAK MERIAM HOWITZER 105 DENGAN MENGGUNAKAN AUDIOMETRI Kristianti, Asti; Shavilla, Evy; Az-zahira, Ghaitsa Reyda; Kusuma, Andri Anugrah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan pelatihan militer yang dilakukan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), melibatkan berbagai aktivitas fisik dan latihan yang intens. Salah satu aktivitas yang dilakukan dalam pelatihan militer adalah latihan menembak menggunakan Meriam Howitzer 105. Selama latihan menembak, suara yang dihasilkan oleh Meriam tersebut bisa sangat keras dan berpotensi memengaruhi fungsi pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah terdapat perbedaan fungsi pendengaran sebelum dengan sesudah latihan menembak Meriam Howitzer 105 yang dilakukan oleh Siswa Pusdik Armed. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional. Pada penelitian ini melibatkan 100 Siswa Pusdik Armed berjenis kelamin laki-laki dengan rentang usia 18–22 tahun dan sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode dalam pengambilan responden penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan data kuesioner dan data audiogram. Gambaran audiogram sebelum latihan menembak 100% siswa normal. Gambaran audiogram sesudah latihan menembak 2% siswa mengalami gangguan dengar sensorineural derajat sedang auris dextra dan 2% gangguan dengar sensorineural derajat sedang auris sinistra. Perbandingan gambaran audiogram sebelum dan sesudah latihan menembak terdapat peningkatan kejadian gangguan dengar sesudah dilakukan latihan menembak tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan gambaran audiogram sebelum latihan menembak dengan sesudahnya melalui Uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,157 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada peningkatan kejadian gangguan dengar namun tidak terdapat perbedaan fungsi pendengaran sebelum dan sesudah latihan menembak Meriam Howitzer 105 pada Siswa Pusdik Armed yang dinilai dengan menggunakan gambaran audiogram. Kata kunci: audiometri, fungsi pendengaran, Howitzer 105 DOI : 10.35990/mk.v8n0.p25-34
JUMLAH KOLONI DAN DAYA HAMBAT YOGHURT CAMPURAN Streptococcus thermophilus DAN Lactobacillus acidophilus TERHADAP Propionibacterium acnes Nawangsih, Eka Noneng; Damayanti, Lina; Putra, Ikhnar Winura
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Probiotik merupakan organisme hidup yang mampu memberikan efek yang menguntungkan kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Yoghurt yang mengandung Lactobacillus acidophilus dan Streptococcus thermophilus memiliki kemampuan antibakteri. L. acidophilus dan S. thermophilus dapat menghasilkan senyawa antibakteri yaitu bakteriosin, asam laktat, dan H2O2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah koloni bakteri pada yoghurt dan menguji daya hambat yoghurt campuran L. acidophilus dan S. thermophilus terhadap P. acnes. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan metode post-test only control group design. Objek penelitiannya adalah yoghurt yang difermentasi dengan L. acidophilus ATCC 4356 dan S. thermophilus FNCC 19258, P. acnes ATCC 11827 yang dibiakkan pada media Mueller Hinton Agar (MHA), klindamisin 10 µg/ml sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif. Hasil penghitungan TPC pada pengulangan pertama 30 x 1014 CFU/ml dan pengulangan kedua 18 x 1014 CFU/ml. Jumlah ini memenuhi kriteria SNI jumlah bakteri probiotik pada yoghurt, yaitu ≥107 CFU/ml. Hasil penelitian daya hambat menunjukkan terbentuknya daya hambat di sekitar disk yoghurt dan klindamisin yang kemudian diukur menggunakan jangka sorong. Rerata daya hambat yoghurt (K1) 11,87± 0,76; Klindamisin (K+) 25,00±0,00 dan akuades (K-) tidak menunjukkan adanya daya hambat. Berdasarkan hasil perhitungan statistik dengan menggunakan uji Kruskall Wallis diperoleh nilai p sebesar 0,02 (<0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan rerata diameter hambat antara yoghurt, klindamisin, dan akuades. Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah koloni bakteri probiotik pada yoghurt memenuhi SNI dan dapat menghambat pertumbuhan P. acnes secara signifikan. Kata kunci: daya hambat, koloni, L. acidophilus, P. acnes, S. thermophilus, yoghurt DOI : 10.35990/mk.v8n0.p80-89
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK PASIEN TUBERKULOSIS MULTIDRUG-RESISTANT DI KLINIK UTAMA DR. H. A. ROTINSULU CIANJUR PERIODE 2019-2023 Assyifa, Aliffa Zahra; Ratunanda, Susanti; Putra, I Wayan Agus
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis Multidrug-resistant (TB-MDR) merupakan masalah terbesar dan terus berkembang dalam pencegahan dan pemberantasan TB di dunia. Sebagian besar kasus TB-MDR terjadi di Asia dan menyebabkan kematian. Riwayat pengobatan sebelumnya sangat penting untuk mengetahui faktor risiko seseorang terinfeksi TB-MDR, pasien yang memiliki riwayat pengobatan TB hampir tujuh kali lebih berisiko untuk terkena TB-MDR dibandingkan dengan yang tidak memiliki riwayat pengobatan sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien TB-MDR berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, Pengawas Minum Obat (PMO), riwayat pengobatan tuberkulosis sebelumnya dan riwayat kontak rumah penderita di Klinik Utama Dr. H. A. Rotinsulu Cianjur periode 2019-2023. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional, cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Populasi dan kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosis TB-MDR oleh dokter yang tercatat pada rekam medik beserta hasil tes cepat molekuler (TCM) penderita pada tahun 2019-2023. Didapatkan 103 subjek penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita TB-MDR berusia 26-35 tahun 27,2%, berjenis kelamin perempuan 52,4%, dengan pekerjaan sebagai wiraswasta 30,1%, semua pasien TB-MDR mempunyai data PMO 100%, riwayat pengobatan mayoritas pasien sembuh 38,8% dan terdapat riwayat kontak serumah dengan penderita 89,3%. Pada karakteristik pendidikan tidak dapat dianalisis karena data tidak lengkap. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa riwayat pengobatan sebelumnya berpengaruh dalam kasus TB-MDR sehingga perlu perhatian serius bagi fasilitas kesehatan untuk meningkatkan tracking pasien TB sehingga dapat menurunkan angka kejadian TB-MDR. Kata kunci: karakteristik pasien, prevalensi, TB-MDR, TCM DOI : 10.35990/mk.v8n0.p35-46
PENGARUH VAKSINASI MULTIEPITOP COVID-19 TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-6 PADA MENCIT (Mus musculus) GALUR Deutschland Denken Yoken Paryati, Sayu Putu Yuni; Juliastuti, Henny; Niamilah, Neng Elin
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vaksin multiepitop Covid-19 adalah vaksin yang dibentuk dari epitop protein SARS-CoV-2 melalui kultur pada inang Escherichia coli (E.coli). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kadar Interleukin-6 (IL-6) pada mencit galur Deutschland Denken Yoken (ddY) yang diimunisasi vaksin multiepitop Covid-19 dan vaksin multiepitop Covid-19 dengan adjuvan aluminium. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian post test-only control grup design dengan rancangan acak lengkap pada 14 ekor mencit galur ddY yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, yaitu: (1) mencit galur ddY yang diinjeksi NaCl 0,9%, (2) mencit galur ddY yang diimunisasi vaksin multiepitop Covid-19, dan (3) mencit galur ddY yang diimunisasi vaksin multiepitop Covid-19 dengan adjuvan alumunium. Mencit diimunisasi dengan vaksin multiepitop Covid-19 dan vaksin multiepitop Covid-19 dengan adjuvan aluminium masing-masing 400µg per mencit sebanyak satu kali. Hasil penelitian pada kelompok vaksin menunjukkan adanya peningkatan kadar IL-6 pada hari pertama sebesar 17,71 pg/ml; pada hari kedua sebesar 14,94 pg/ml; pada hari ketiga 16,88pg/ml; sedangkan pada kelompok perlakuan vaksin dengan adjuvan pada hari pertama sebesar 16,59pg/ml; pada hari kedua 19,18pg/ml; pada hari ketiga 7,71pg/ml. hasil pada kelompok kontrol NaCl 0,9% sebesar 18,62 pg/ml. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar IL-6 pada kelompok vaksin dengan adjuvan sebesar 2,59 pg/ml pada hari kedua, sedangkan tidak ada peningkatan kadar IL-6 pada kelompok vaksin. Hal ini menunjukkan bahwa adjuvan dapat meningkatkan stimulasi respon imun IL-6 dengan lebih baik. Adjuvan yang digunakan dalam penelitian ini adalah adjuvan aluminium, yang mampu menginduksi respons antibodi dan respons sel T helper CD4+ dan banyak digunakan sebagai bahan tambahan vaksin. Kata kunci: Covid-19, IL-6, multiepitope, vaksin DOI : 10.35990/mk.v8n0.p47-57
GAMBARAN VASKULARISASI MATA TIKUS DIABETIK YANG DIINDUKSI ALOKSAN DAN DIBERIKAN NANOGOLD Buana, Awan; Puti, Rianti; Istika, Anika; Linasari, Desy; Hikmawati, Ike; Atsari, Arini Ghaisa
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler berupa retinopati. Prospek nanopartikel emas (nanogold) dalam mencegah komplikasi retinopati diabetikum dianggap baik karena mampu melewati penghalang darah-retina dan berasosiasi dengan sel epitel retina. Nanogold (AuNP) menekan berbagai ekspresi mediator inflamasi dan mengurangi radikal bebas yang meningkat akibat hiperglikemia. Berbagai studi membuktikan AuNP memiliki daya inhibisi terhadap TGF ß, VEGF, antiglikasi, dan antioksidan Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus putih jantan (Rattus norvegicus) sebanyak 25 ekor yang dipisahkan secara acak menjadi lima kelompok, diinduksi oleh aloksan dan diberikan AuNP, inulin, dan keduanya untuk melihat gambaran vaskularisasi mata. Hasil pengukuran menggunakan uji Kruskall Wallis dan Uji ANOVA menunjukkan perbedaan kadar gula darah sewaktu antar kelompok tidak signifikan. Sementara, analisis gambaran vaskularisasi menggunakan uji pearson chi square menghasilkan pemberian kombinasi inulin dan nanogold dapat mencegah terjadinya vasodilatasi (Nilai p = 0,001) dan edema makula (Nilai p = 0,001). Namun tidak terdapat perbedaan proporsi yang signifikan pada kejadian perdarahan retina (Nilai p = 0,308). Stres oksidatif mendukung patogenesis komplikasi diabetik. Kombinasi inulin dan nanogold secara bersamaan memberikan efek yang tidak efektif terhadap menurunkan gula darah. Meskipun tidak dapat disimpulkan kemungkinan adanya interaksi antara inulin dan AuNP memberikan efek inhibisi terhadap kadar gula darah, kombinasi nanogold dan inulin memberikan efek protektif yang paling baik terhadap endotel retina mata karena dapat mencegah vasodilatasi, edema makula, dan perdarahan. Kata kunci: aloksan, diabetik, nanogold, vaskularisasi DOI : 10.35990/mk.v8n0.p1-12

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue