cover
Contact Name
Euis Reni Yuslianti
Contact Email
ery.unjani@yahoo.co.id
Phone
+6282116560248
Journal Mail Official
medikakartika@unjani.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Jend.Sudirman PO BOX 148 Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 26139332     EISSN : 26556537     DOI : http://dx.doi.org/10.35990/mk
Core Subject : Health,
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam artikel.
Articles 271 Documents
HUBUNGAN ANTARA BEBAN DENGAN KUALITAS HIDUP CAREGIVER ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) WILAYAH KOTA BANDUNG Kosasih, Nabila Nurul Aini Makmur; Dessy, Dessy; Wulandari, Arlisa
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) memiliki keterbatasan yang menyebabkan dirinya membutuhkan caregiver dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selama merawat ABK, caregiver dapat merasa stress, cemas, dan Lelah, yang disebut dengan beban atau ketegangan yang ditanggung, meliputi pekerjaan fisik, tekanan emosi, dan sosial. Beban yang meningkat dapat mempengaruhi kualitas hidup caregiver ABK dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban dengan kualitas hidup caregiver ABK. Desain penelitian menggunakan metode analitik dengan rancangan data metode cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling. Subjek penelitian adalah caregiver ABK di Sekolah Luar Biasa (SLB) wilayah Kota Bandung. Pengambilan data berupa kuesioner yaitu ZBI (The Zarit Burden Interview) dan WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life-BREF) yang dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan karakteristik caregiver ABK terbanyak yaitu berjenis kelamin perempuan sebanyak 81,7%, ber-usia 36-45 tahun sebanyak 47,5%, tingkat pendidikan SMA sebanyak 39,2%, status pekerjaan yaitu tidak bekerja sebanyak 69,2%, dan 90,8% sudah merawat ABK > 4 tahun. Karakteristik ABK terbanyak yaitu 54,2% berjenis kelamin laki-laki, berusia 12-16 tahun sebanyak 38,3%, jenjang pendidikan SD yaitu 44,2%, dan memiliki jenis kebutuhan khusus tunagrahita sebanyak 83,3%. Hasil penilaian beban dengan kategori beban yaitu tidak ada-ringan sebanyak 47,5%, dan memiliki kualitas hidup baik sebanyak 51,7%. Tidak terdapat hubungan bermakna antara beban dengan kualitas hidup caregiver ABK di SLB Wilayah Kota Bandung (p=0,577). Terdapat faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kualitas hidup caregiver ABK selain beban merawat, yaitu kondisi finansial, kondisi spiritual, dukungan keluarga/teman dan jenis ABK. Kata Kunci : anak berkebutuhan khusus, beban, caregiver, kualitas hidup DOI : 10.35990/mk.v8n0.p58-70
EFEKTIVITAS MENGUNYAH TEBU (Saccharum officinarum L.) TERHADAP PENURUNAN INDEKS PLAK PADA SISWA USIA 11-12 TAHUN Fitriana, Aida; Fitri, Haria; Dika, Echa Febtri
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plak merupakan deposit lunak tidak terkalsifikasi yang menempel pada gigi, gigi tiruan, dan kalkulus. Plak terdiri atas 70% mikrobial yang dapat menyerang jaringan keras dan jaringan lunak di rongga mulut. Bakteri plak disebut sebagai etiologi utama penyakit periodontal dan karies. Pencegahan akumulasi plak di rongga mulut dapat dilakukan dengan melakukan kontrol plak, salah satunya secara alamiah dengan mengunyah makanan padat dan berserat seperti tebu (Saccharum officinarum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mengunyah tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap penurunan indeks plak pada siswa usia 11-12 tahun di SD Negeri 21 Lubuk Alung Padang Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan penelitian one group pre-test and post-test. Analisis statistik yang digunakan adalah uji t berpasangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 - April 2024. Sampel yang digunakan berjumlah 44 orang, yaitu siswa SD berusia 11-12 tahun di SD Negeri 21 Lubuk Alung Padang Pariaman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Metode pengukuran indeks plak menggunakan indeks O’Leary. Data diolah menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perubahan rerata indeks plak responden sebelum dan sesudah mengunyah tebu, yaitu dari 41,82 ± 14,085 menjadi 18,61 ± 12,337. Rerata indeks plak mengalami penurunan sebesar 23,3 ± 4,578. Uji t berpasangan skor indeks plak menunjukkan nilai p=0,001 sehingga dapat dinilai terdapat perbedaan yang bermakna dari indeks plak sebelum dan sesudah mengunyah tebu. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa mengunyah tebu efektif untuk menurunkan indeks plak pada siswa usia 11-12 tahun di SD Negeri 21 Lubuk Alung Padang Pariaman. Kata kunci: indeks plak, mengunyah, tebu, usia 11-12 tahun DOI : 10.35990/mk.v8n2.p152-160
LAPORAN KASUS: PRESENTASI LANGKA PADA KELAHIRAN KEMBAR SIAM “DICEPHALIC PARAPAGUS” Siahaan, Salmon Charles; Banjarnahor, Dharma; Tjiptohardjo, Andianto Indrawan; Sucahyo, Yoselyn Natasya; Tannus, Ferdinand Aprianto
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kembar siam adalah kondisi dua janin berkembang dalam satu kantong gestasi dengan bagian tubuh yang tergabung. Salah satu jenisnya adalah dicephalic parapagus, yang memiliki prognosis buruk. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan langkah pencegahan dan penanganan kasus serupa di masa depan. Seorang ibu G3P2 usia 39 tahun dengan kehamilan 39/40 minggu datang ke IGD RSUD A dengan keluhan air ketuban keluar selama 6 jam dan kontraksi selama 2 jam. Tidak ditemukan denyut jantung janin. Pemeriksaan dalam menunjukkan pembukaan lengkap, presentasi bokong, dan ketuban jernih. Dilakukan persiapan untuk persalinan. Saat pemeriksaan, ditemukan sindaktili pada kaki yang tampak di vulva. Persalinan dimulai dengan melahirkan bokong, kaki, perut, dan dada menggunakan manuver pertolongan sungsang. Namun, terdapat hambatan saat melahirkan bahu, sehingga dilakukan manuver Løvset. Setelah bahu lahir, kepala sulit dilahirkan menggunakan manuver Mauriceau. Pemeriksaan menunjukkan adanya dua kepala pada janin, sehingga persalinan pervaginam tidak memungkinkan. Pasien ditawarkan kraniotomi tetapi menolak. Akhirnya, dilakukan manuver Zavanelli dan persalinan melalui operasi caesar. Kesimpulan, Prognosis kembar siam tipe dicephalic parapagus sangat buruk, terutama jika tidak terdeteksi sejak dini. Penanganan memerlukan keputusan kompleks yang melibatkan persetujuan keluarga. Pemeriksaan antenatal yang memadai dan evaluasi ultrasonografi sangat penting sebagai metode skrining dan perencanaan kelahiran. Kata kunci: dicephalic parapagus, kembar siam, dicephalic, parapagus, presentasi langka DOI : 10.35990/mk.v8n2.p209-218
EFEK EKSTRAK ETANOL BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN Syafiqoh, Wardah 'Afaaf Hanifathuz; Sovia, Evi; Setyasari, Arinta
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung flavonoid, dengan senyawa utama berupa hesperidin, yang berperan sebagai antioksidan untuk mencegah peningkatan kadar kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL). Studi ini dilakukan dengan tujuan mengkaji pengaruh pemberian ekstrak etanol buah jeruk nipis terhadap kadar LDL. Eksperimen laboratorium dengan desain randomized post-test only control group secara in vivo diterapkan dalam penelitian ini. Tikus wistar sebanyak 24 ekor digunakan sebagai subjek penelitian, yang dibagi menjadi enam kelompok. Kelompok kontrol negatif hanya diberikan pakan standar, sementara kelompok kontrol positif diinduksi dengan diet tinggi lemak (DTL) dan propiltiourasil (PTU) tanpa tambahan ekstrak. Kelompok perlakuan simvastatin diberi induksi DTL dan PTU serta diberikan simvastatin dengan dosis 0,9 mg/kgBB. Tiga kelompok lainnya diberi induksi DTL dan PTU, namun diberi ekstrak etanol jeruk nipis dengan dosis masing-masing 0,875, 1,75, dan 3,5 g/kgBB. Selama 14 hari, tikus diberikan perlakuan sesuai kelompok masing-masing. Pada akhir penelitian, tikus dieutanasia menggunakan karbon monoksida (CO), kemudian sampel darah diambil dari organ jantung untuk pengukuran kadar LDL. Analisis data dilakukan dengan menerapkan uji One-Way ANOVA, untuk selanjutnya di uji Post Hoc Tukey. Temuan studi menggambarkan bahwasanya tikus yang menerima ekstrak etanol dengan dosis 0,875 g/kgBB memiliki kadar LDL yang secara signifikan lebih rendah (p < 0,05) dibanding kelompok kontrol positif yang hanya mendapatkan DTL, sedangkan untuk kelompok dengan dosis 1,75 dan 3,5 g/KgBB tidak dapat dianalisis efek terhadap LDL karena sebagian besar hewan mengalami drop out. Berdasarkan temuan ini, ekstrak etanol jeruk nipis terbukti mampu mencegah peningkatan kadar kolesterol LDL. Kata kunci: antioksidan, jeruk nipis, kadar kolesterol LDL DOI : 10.35990/mk.v8n2.p161-173
FEAR OF COVID-19 WAS ASSOCIATED WITH OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER TENDENCIES IN PRODUCTIVE AGE ADULT Syarif, Ayesha Khayana; Kartini, Kartini
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan obsesif kompulsif/obsessive compulsive disorder (OCD) ditandai adanya pikiran (obsesi) yang mengganggu berulang yang menimbulkan respons berupa perilaku tertentu. Ketika pandemi COVID-19 melanda, terjadi ketakutan terinfeksi penyakit ini yang memengaruhi gejala OCD pada seorang individu dan dilaporkan bahwa prevalensi gangguan obsesif kompulsif meningkat dan mencapai hingga 17,93%. Tujuan penelitian ini adalah menilai hubungan ketakutan terhadap COVID–19 dan kecenderungan gangguan obsesif kompulsif pada dewasa usia produktif. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan subjek 283 dewasa berusia 20-40 tahun berdomisili di DKI Jakarta. Subjek terdiri dari 123 laki-laki dan 160 perempuan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Fear of COVID-19 Scale (FCV-19S) dan Obsessive Compulsive Inventory-Revised Scale (OCI-R). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober sampai Desember 2021. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan nilai p < 0,05. Karakteristik subjek lebih banyak berusia 20-29 tahun (52,3%), didominasi oleh perempuan (56,5%), bekerja sebagai karyawan swasta (49,5%) dan memiliki pendapatan sebanyak 2,7–5 juta per bulan (48,1%). Sebanyak 69,6% subjek takut sampai sangat takut terhadap COVID-19 dan sebanyak 82,3% memiliki kecenderungan gangguan obsesif kompulsif. Uji Chi-square didapatkan p ≤ 0,001 dan disimpulkan terdapat hubungan bermakna antara ketakutan terhadap COVID–19 dan kecenderungan gangguan obsesif kompulsif pada dewasa usia produktif. Kata kunci: covid-19, dewasa, kompulsif, obsesif, takut DOI : 10.35990/mk.v8n2.p219-229
INTERAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DENGAN AMOKSISILIN TERHADAP BAKTERI Enterococcus faecalis DAN Streptococcus mutans Choirunnisa, Anna Choirunnisa; Septiani, Vina; Irawan, Nabilla Irania; Widyani, Intan Nuradhariyah
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rongga mulut merupakan tempat yang paling banyak ditumbuhi mikroorganisme. Contoh penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah infeksi saluran akar yang disebabkan oleh Enterococcus faecalis dan karies gigi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans. Tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri dapat digunakan untuk mengobati penyakit infeksi, diantaranya daun sirih hijau (Piper betle L.) yang sudah sejak dahulu digunakan masyarakat sebagai antiseptik. Penggunaan bersama antara antibakteri dengan ekstrak tanaman merupakan salah satu cara baru untuk mengobati penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat interaksi yang terjadi saat digunakan bersama antara ekstrak etanol 50% daun sirih hijau dengan antibiotik Amoksisilin. Pembuatan ekstrak etanol daun sirih hijau dilakukan dengan metode refluks, kemudian dilakukan karakteristik simplisia dan penapisan fitokimia. Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dilakukan dengan metode mikrodilusi, sedangkan untuk menentukan sifat interaksi digunakan metode papan catur dan pita kertas. Nilai KHM ekstrak etanol 50% daun sirih hijau terhadap bakteri E. faecalis dan S. mutans secara berturut-turut sebesar 16384 µg/ml; 8192 µg/ml. Interaksi antara amoksisilin dengan ekstrak etanol 50% daun sirih hijau menunjukkan sifat yang sinergis. Oleh karena itu, penggunaan bersama antara ekstrak etanol 50% daun sirih hijau dengan amoksisilin memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan tunggal. Kata kunci: antibakteri, daun sirih hijau, Enterococcus faecalis, infeksi rongga mulut, Streptococcus mutans DOI : 10.35990/mk.v8n2.p118-129
MANFAAT AEROBIC EXERCISE TERHADAP KADAR BRAIN-DERIVED NEUROTROPHIC FACTOR (BDNF) PADA STROKE SURVIVOR: SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIS Sudarsono, Nani Cahyani; Hidayat, Mumtaz Maulana; Deasy, Gusti Ayu Sinta; Sanjaya, Ryan Maika; Leonarto, Enrico
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kognitif sering terjadi pada penyintas stroke, berdampak besar pada kualitas hidup. Aerobic exercise terbukti dapat meningkatkan kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), protein penting untuk neuroplastisitas, fungsi kognitif, dan pemulihan motorik. Kajian ini menggunakan tinjauan sistematis pada PubMed®, Cochrane®, ScienceDirect®, dan hand search dengan kriteria inklusi: penyintas stroke yang mendapat aerobic exercise, pengukuran BDNF, dan studi eksperimental. Hasil menunjukkan latihan aerobik intensitas tinggi secara signifikan meningkatkan BDNF dibandingkan intensitas sedang, rendah, atau latihan lain. Peningkatan BDNF berkorelasi positif dengan perbaikan fungsi kognitif, motorik, dan neuroplastisitas, menjadikan BDNF biomarker potensial dalam evaluasi rehabilitasi pascastroke. Latihan intensitas tinggi mendukung neuroplastisitas melalui peningkatan aliran darah otak, metabolisme oksigen, dan neurogenesis. Aerobic exercise, terutama intensitas tinggi, efektif meningkatkan BDNF, neuroplastisitas, dan fungsi kognitif serta motorik pada penyintas stroke. Temuan ini mendukung integrasi latihan aerobik intensitas tinggi dalam program rehabilitasi stroke untuk meningkatkan pemulihan dan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: aerobic exercise, Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), neuroplastisitas, rehabilitasi pascastroke, stroke DOI : 10.35990/mk.v8n2.p174-184
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN KONSEP MIKROBIOLOGI DASAR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Hizawati, Hizawati; Mutiarasari, Dian; Hanasia, Hanasia; Jelita, Helena; Faradila, Faradila
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kasus Covid-19 pada tahun 2019, ilmu mikrobiologi menjadi salah satu sentral utama dalam upaya penanganannya, seperti pembuatan serta pengembangan vaksin. Adapun ilmu mikrobiologi juga menjadi salah satu ilmu yang penting untuk dikuasai pemahamannya oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa kedokteran, pada pemahaman melibatkan aspek kognitif, lingkungan, dan psikologis yang dapat memengaruhinya. Pemahaman merupakan salah satu aspek psikologis yang dapat memengaruhinya yakni kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional memengaruhi kecerdasan intelektual yang kemudian akan berpengaruh pada mahasiswa dalam memahami pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya dengan menggunakan metode cross sectional pendekatan observasional analitik dan menggunakan alat ukur Trait Emotional Intelligent Questionnaire-Short Form (TEIQue-SF) untuk variabel kecerdasan emosional kemudian soal tes mikrobiologi dasar untuk variabel pemahaman konsep mikrobiologi dasar. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan p ≤ 0,05 atau 5% dengan menggunakan 118 responden yang sesuai kriteria inklusi. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat kecerdasan emosional “rendah” (32,2%) dan terendah yaitu “sangat tinggi” (2,5%). Pada mayoritas responden memiliki tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar “tidak baik” (72,0%) dan terendah yaitu “sangat baik” sebanyak (0,8%). Uji Spearman rank membuktikan bahwa kecerdasan emosional berhubungan signifikan dengan tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar (p=0,010 < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman konsep mikrobiologi dasar. Kata kunci: kecerdasan emosional, mikrobiologi, TEIQue-SF DOI : 10.35990/mk.v8n2.p130-140
MATRIKS METALOPROTEINASE (MMP), ENZIM PENDEGRADASI KOLAGEN SEBAGAI TARGET UNTUK ANTIPENUAAN Putri, Fanny Karuna; Wargasetia, Teresa Liliana; Ratnawati, Hana
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makin bertambahnya usia, orang dewasa mengalami kondisi kulit yang menua. Faktor yang dapat menyebabkan proses terjadinya penuaan kulit yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor ekstrinsik utama sebagai penyebab dalam mempercepat proses penuaan kulit yaitu pajanan sinar matahari yang mengandung sinar ultraviolet (UV), sehingga penuaan kulit tersebut sering disebut sebagai photoaging. Matriks metaloproteinase (MMP) adalah kelompok enzim pendegradasi kolagen yang diketahui berperan penting dalam peningkatan penuaan kulit secara ekstrinsik akibat pajanan sinar matahari (photoaging) pada kulit. Radiasi sinar ultraviolet dari sinar matahari menyebabkan akumulasi reactive oxygen species (ROS) sehingga semakin meningkat pula kadar matriks metaloproteinase dan kerusakan kolagen pada kulit. Secara spesifik, MMP1 menginisiasi degradasi dari serat kolagen tipe I dan III, yang selanjutnya degradasi dilanjutkan oleh MMP3 dan MMP9. Oleh karena itu pengetahuan mendalam terkait enzim-enzim MMP yang berperan dalam degradasi kolagen menjadi penting sebagai target pencegahan penuaan kulit dan terapi antipenuaan kulit. Kata kunci: MMP, penuaan kulit, photoaging DOI : 10.35990/mk.v8n2.p185-197
PROFIL INTERFERON-GAMMA RELEASE ASSAY UNTUK DETEKSI TUBERKULOSIS LATEN PADA KARYAWAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI Rhamdan, Daffa Muhammad; Susanti, Anita Liliana; Pratiwi, Siska Telly
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerja di institusi pendidikan memiliki risiko terpapar Mycobacterium tuberculosis melalui interaksi sehari-hari di lingkungan akademik yang padat dan kontak dengan banyak individu dari latar belakang dan domisili yang beragam. Indonesia merupakan negara dengan beban TB tinggi, mengingat tingginya prevalensi TB di masyarakat umum maka risiko semakin relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai angka kejadian Latent Tuberculosis Infection (LTBI) di kalangan karyawan universitas menggunakan pemeriksaan Interferon-Gamma Release Assay (IGRA). Penelitian potong lintang dilakukan pada 35 karyawan Universitas Jenderal Achmad Yani dari Juni hingga Juli 2024. Peserta menjalani skrining klinis, pengukuran antropometri, dan pemeriksaan IGRA menggunakan ichroma™ IGRA-TB. Data demografi, riwayat vaksinasi BCG, riwayat paparan TB, dan gejala klinis dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar. Dari 35 peserta, 5 orang (14,3%) memiliki hasil IGRA positif tanpa gejala klinis TB aktif sehingga dinyatakan sebagai TB laten. Positivitas IGRA lebih tinggi pada laki-laki (4/18, 22,2%) dibandingkan perempuan (1/17, 5,9%). Empat dari lima peserta dengan hasil IGRA positif tidak memiliki riwayat vaksinasi BCG sebelumnya. Tingkat positivitas lebih tinggi ditemukan pada kelompok usia 46-55 tahun (3/10, 30%) dibandingkan kelompok usia yang lebih muda. Semua kasus IGRA positif melaporkan tidak ada kontak yang diketahui dengan pasien TB aktif. Proporsi hasil IGRA positif yang substansial, khususnya di antara laki-laki yang tidak divaksinasi BCG dan karyawan yang lebih tua, menekankan pentingnya skrining LTBI sistematis di institusi akademik. Temuan ini mendukung penerapan strategi pencegahan TB komprehensif termasuk skrining rutin dan langkah-langkah kesehatan kerja. Kata kunci: Interferon-Gamma Release Assay, skrining tuberkulosis, tuberkulosis laten DOI : 10.35990/mk.v8n2.p141-151

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 4 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8 No 1 (2025): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 4 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 3 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2024): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani 2024) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani) Vol 6 No 4 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 3 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2023): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 4 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol 4 No 5 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 4 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2021): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2020): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2018): Medika Kartika Edisi PIT 10 Kedokteran Gigi Vol 2 No 1 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan 2018 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2017): Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue