cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudisyach@gmail.com
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Kol H Burlian KM 7,5 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal 'Aisyiyah Medika
ISSN : 26142791     EISSN : 26223872     DOI : -
Core Subject :
Journal ‘Aisyiyah Medika is a journal published by LPPM STIKES Aisyiyah Palembang with the first edition February 2018, with ISSN Print 2614-2791 and ISSN Online 2622-3872, where the Journal is published twice a year, every February and August. Journal papers submitted for publication can be in the form of: research, case reviews, and literature reviews in the health sector. The manuscript is an original scientific work in the last two years and has never been published before. Articles written in the Journal ‘Aisyisyah Medika cover the field of publication of this journal Multi Health Science in the fields of Medicine, Midwifery, Nursing and Pharmacy and Public Health.
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN DENGAN MEDIA FLIPCHART TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI Anugerah Aprioni; Pawiliyah Pawiliyah; Fernalia Fernalia; Rafidaini Sazarni Ratiyun
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1566

Abstract

Latar belakang: Kesiapsiagaan bencana pada ibu hamil sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, namun edukasi kebencanaan yang efektif dan mudah diaplikasikan di pelayanan kesehatan primer masih terbatas. Salah satu media edukasi yang berpotensi meningkatkan pengetahuan adalah menggunakan media flipchart. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media flipchart terhadap pengetahuan ibu hamil tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi menggunakan media flipchart. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu hamil dari 48.33 (SD = 4.678) sebelum intervensi menjadi 74.60 (SD = 1.714) setelah intervensi. Uji paired t-test didapatkan perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan media flipchart dengan nilai p-value = 0.000. Hasil tersebut berarti bahwa edukasi kesehatan dengan media flipchart secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh edukasi kesehatan dengan media flipchart terhadap pengetahuan ibu hamil tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi. Media ini dapat dimanfaatkan sebagai strategi edukasi yang efektif dan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber daya dan akses teknologi. Kata Kunci: Flipchart, Gempa bumi, Ibu hamil, Kesiapsiagaan, Pengetahuan
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA DI SMA Fitri Ayu Marpal; Rhipiduri Rivanica; Restu Khoiriah; Yolanda Amylisha
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1556

Abstract

Latar Belakang: Dismenore nyeri menstruasi umum dialami remaja putri berdampak pada penurunan aktivitas belajar serta kualitas hidup. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa terapi nonfarmakologis, khususnya kompres hangat, efektif menurunkan nyeri dismenore melalui mekanisme vasodilatasi dan relaksasi otot uterus. Tujuan: Mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri dismenore. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan two group pre-test and post-test non equivalent control group design. Sampel terdiri dari 30 siswi remaja di SMA Aisyiyah 1 Palembang yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon.  Hasil: Adanya penurunan intensitas nyeri dismenore pada kelompok yang diberikan kompres hangat dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Pemberian kompres hangat terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi nonfarmakologis dalam penatalaksanaan dismenore pada remaja. Kata Kunci: Kompres Hangat, Dismenorea, Remaja
PENGARUH EDUKASI EARLY WARNING SIGNS TERHADAP DETEKSI DINI KEGAWATDARURATAN LANSIA OLEH KELUARGA Weni Mailita; Helmanis Suci
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1572

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami kegawatdaruratan kesehatan. Keluarga sebagai caregiver utama berperan penting dalam mendeteksi tanda awal kegawatdaruratan, namun kemampuan deteksi dini masih terbatas. Edukasi Early Warning Signs (EWS) dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi EWS terhadap kemampuan deteksi dini kegawatdaruratan pada lansia oleh keluarga di Puskesmas Kuranji Padang. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Sampel terdiri dari 30 keluarga yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner valid dan reliabel tentang kemampuan deteksi dini. Intervensi edukasi EWS diberikan dua kali pertemuan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta media leaflet dan visual. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum edukasi, 60,0% responden berada pada kategori kemampuan deteksi dini kurang. Setelah edukasi, 56,7% responden masuk kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,001), dengan median skor meningkat dari 2,00 menjadi 3,00. Saran: Disarankan agar edukasi EWS diintegrasikan sebagai program rutin di pelayanan kesehatan komunitas, dilaksanakan oleh perawat dan puskesmas, serta diterapkan oleh keluarga caregiver untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani lansia. Kata Kunci: Caregiver Keluarga, Deteksi Dini, Early Warning Signs, Kegawatdaruratan, Lansia.
PENGARUH TERAPI SPIRITUAL WUDHU TERHADAP TANDA DAN GEJALA PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN DI YAYASAN Fathiya Fakhiratinnisa; Mareta Akhriansyah; Raden Surahmat; Hili Aulianah; Rinda Suciarti; Widya Arisandy
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1562

Abstract

Latar Belakang: Perubahan perilaku individu seperti mengancam, gaduh, tidak bisa diam, mondar-mandir, gelisah, intonasi suara keras, ekspresi tegang, bicara dengan semangat, agresif, nada suara tinggi, dan bergembira secara berlebihan adalah tanda dan gejala yang sering ditunjukkan oleh individu yang rentan terhadap perilaku kekerasan. Penanganan pasien resiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan terapi spiritual wudhu yang merupakan salah satu bentuk tindakan terapi komplementer. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi spiritual wudhu terhadap tanda dan gejala pada pasien resiko perilaku kekerasan di Yayasan Mutiara Tanjung Enim. Metode: Desain ini penelitian pre-experimental dengan pendekatan one group pretest posttest group design dengan jumlah sampel sebanyak 17 responden diambil dengan teknik  purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanan pada tanggal 23-25 Mei 2025 di Yayasan Mutiara Tanjung Enim. Hasil: Diperoleh nilai rerata tanda dan gejala resiko perilaku kekerasan responden sebelum diberikan terapi wudhu  sebesar 9,82 (sedang) dan sesudah diberikan terapi wudhu  sebesar 7,41 (ringan) dan menunjukkan ada perbedaan yang bermakna total skor tingkat tanda dan gejala sebelum dan sesudah dilakukan terapi spritual wudhu (p value = 0,000). Saran: Diharapkan terapi spiritual wudhu ini dapat diterapkan  sebagai solusi non farmakologi untuk menurunkan tanda dan gejala pada pasien resiko perilaku kekerasan. Kata Kunci: Resiko Perilaku Kekerasan, Tanda dan Gejala, Spiritual, Terapi Wudhu
SELF-ASSESSMENT PERAWAT TERHADAP PENERAPAN PATIENT SAFETY DI INDONESIA: STUDI DESKRIPTIF Jingga Melani Modok; Klaudia Wattilah; Letisya Cecilia Wairissal; Ballsy C. A Pangkey; Novita Susilawati Barus
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1567

Abstract

Background: Patient safety wajib diterapkan di rumah sakit untuk meminimalkan terjadinya insiden. Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP) melaporkan kejadian patient safety berjumlah 7.400 kasus, di mana 2,3 % menyebabkan kematian. Dalam menerapkan patient safety dibutuhkan kepatuhan, karena jika tidak, maka dapat menimbulkan insiden keselamatan pasien yang berdampak buruk bagi pasien. Self-assessment dibutuhkan perawat untuk menilai diri sendiri mengenai penerapan patient safety di setiap pelayanan kesehatan yang dilakukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Self-assessment perawat terhadap penerapan patient safety di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada bulan Januari - Mei 2025. Sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan rule of thumb yaitu jumlah pertanyaan dalam kuesioner dikali lima, sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 77. Teknik analisa data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase pada masing-masing kategori. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Self-assessment perawat terhadap penerapan patient safety berada pada kategori sangat baik yaitu pada pengetahuan sebanyak 59 perawat (60.1%), keterampilan sebanyak 50 perawat (51.0%) dan sikap sebanyak 59 (60.1%). Saran: Self-assessment perawat terhadap patient safety sudah sangat baik sehingga diharapkan perawat terus melakukannya demi peningkatan perawatan yang berkualitas bagi pasien. Kata kunci: Patient safety, Penerapan, Perawat, Self-assessment
HUBUNGAN KONSELING KB DENGAN TINGKAT KEPUASAN AKSEPTOR TERHADAP KEPUASAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI PRAKTEK DOKTER Tezi Kharina Aprezia
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1557

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan program KB adalah kualitas konseling akseptor, karena konseling berperan  membantu pemilihan metode kontrasepsi tepat serta memengaruhi tingkat kepuasan penggunaan kontrasepsi. konseling yang optimal, peran mutu konseling terhadap kepuasan dan kontinuitas pemakaian. Tujuan:  Mengetahui hubungan konseling KB dengan tingkat kepuasan akseptor terhadap penggunaan kontrasepsi. Metode: Penelitian ini di lakukan di praktek dokter Rezi bulan Oktober-November 2025, menggunakan desain kuantitatif metode survei analitik pendekatan cross sectional Analisa chi square. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh akseptor KB 30 responden, teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian sebagian besar responden memperoleh konseling KB yang baik (60,0%), mayoritas akseptor puas terhadap penggunaan kontrasepsi (66,7%). Hasil analisis bivariat terdapat hubungan yang bermakna antara konseling KB dengan tingkat kepuasan akseptor terhadap penggunaan kontrasepsi (ρ value = 0,020). Nilai Odds Ratio (OR = 2) menunjukkan bahwa akseptor yang memperoleh konseling KB kurang baik memiliki risiko dua kali lebih besar untuk merasa tidak puas dibandingkan dengan akseptor yang memperoleh konseling KB baik. Saran: Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan kualitas konseling KB melalui komunikasi efektif, pemberian informasi lengkap, serta pelibatan akseptor dalam pengambilan keputusan kontrasepsi.Kata Kunci: Konseling KB, Kepuasan Akseptor, Kontrasepsi, Keluarga Berencana
HUBUNGAN PEMBERIAN INSULIN DENGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Abu Rachman; Hairun Niza; Nur Ihsan Kamilah; Adi Saputra; Dini Afriliza
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1578

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan insulin harus dilakukan secara teratur, namun masih banyak pasien yang tidak patuh. Kepatuhan pengobatan menggunakan insulin masih rendah, sehingga berpengaruh pada tekanan darah dan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, kepatuhan dalam penggunaan insulin sangat penting untuk diteliti. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pemberian insulin dengan kepatuhan pasien dalam menggunakan obat pada pasien DMT2 Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain retrospektif observasi rekam medis menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi yaitu pasien yang didiagnosis DMT2 dan menggunakan insulin serta rekam medis lengkap, kriteria eksklusinya yaitu rekam medis pasien yang dirujuk atau meninggal dunia. Menilai kepatuhan dengan metode MRA (Medication Refill Adherence).Sampel diambil pada bulan Januari 2025 sebanyak 78 rekam medis di rumah sakit X Palembang.  Hasil: Data diolah menggunakan chi-square menunjukan pemberian insulin memiliki hubungan yang bermakna dengan kepatuhan menggunakan insulin yaitu pengguna insulin lebih tidak patuh dibanding non insulin nilai-p <0,05 yaitu 0,003. Saran: Tenaga kesehatan perlu secara konsisten melaksanakan edukasi standar penggunaan insulin dan melakukan evaluasi kepatuhan pasien secara berkala, terutama pada pasien yang menggunakan insulin jangka panjang. Kata Kunci : Diabetes melitus tipe 2, Kepatuhan, MRA, Insulin 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PENGGUNAAN MOBILE JKN MAHASISWA BARU Meri Rosita; Muhlisin Muhlisin; Ari Yulianto; Alvin Valency; Risma Dwi Oxtavia
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1563

Abstract

Latar Belakang: Di era berkemajuan saat  ini semua serba digital salah satunya dalam pelayanan perdaftaran pasien, Mobile JKN  berpengaruh terhadap jumlah antrian saat melakukan pendaftaran pasien. Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu upaya transformasi digital dalam pelayanan kesehatan nasional, salah satu sasaran dalam aplikasi JKN ini adalah mahasiswa yang belum memahami mengenai fitur layanan yang tersedia. Tujuan: Mengetahui pengetahuan mahasiswa terkait fungsi dan penggunaan aplikasi Mobile JKN melalui kegiatan penyuluhan pada mahasiswa D4 Manajemen Informasi Kesehatan dan S1 Teknologi Informasi Universitas Aisyiyah Palembang. Metode: Rancangan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 60 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Analisa data  menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil uji Chi-square diperoleh p-value 0.003 (p<0.05) menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan mobile JKN di Universitas Aisyiyah Palembang Tahun 2025. Saran: Diharapkan kepada pihak universitas selalu berkolaborasi dengan klinik Aisyiyah untuk memberikan informasi mahasiswa baru dan melakukan sosialisasi secara langsung kepada mahasiswa berupa pengetahuan pengguna Mobile JKN.    Kata Kunci : Pengetahuan Mahasiswa, Penggunaan Mobile JKN
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL TEMU MANGGA (CURCUMA MANGGA VAL) SEBAGAI ANTI BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES Ulik Alta; Yudi Arina; Eka Fitriani; Mayang Tari; Tri Oktarina; Patma Junita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1569

Abstract

Latar Belakang : Temu mangga merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai pengobatan jerawat karena temu mangga terdapat senyawa flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan tanin sebagai antibakteri melihat nilai penting ini, maka dibutuhkan penelitian lebih lanjut khususnya dalam formulasi sediaan krim ekstrak etanol temu mangga. Tujuan: Memformulasikan sediaan krim ekstrak etanol temu mangga (curcumma mangga val) sebagai anti-bakteri propionibacterium acnes. Skrining fitokimia flavonoid, saponin, alkaloid, terpenoid, dan tanin dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak temu mangga. Metode : Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Prodi S1 Farmasi Universitas Aisyiyah Palembang dari bulan Juli sampai Agustus 2025. Pada proses ini dilakukan uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacteriu acne sediaan krim ekstrak temu mangga dengan berbagai konsentrasi, kontrol positif clindamycin phosphate (clindamysin gel 1%) dan kontrol negatif carboxymethyl cellulose (CMC). Hasil : Hasil uji aktivitas anti bakteri propionibacterium menunjukkan formulasi 1 memiliki zona hambat rata-rata 22,3 mm mendekati kontrol positif (clindamicyn phosphate gel 1%) yang dapat digunakan sebagai anti bakteri propionibacterium. Saran: Perlu dilakukannya uji kembali krim ekstrak etanol temu mangga sebagai antibakteri Propionibacterium acnes untuk mengetahui zona hambat yang lebih optimal. Kata kunci : Curcumma Mangga Val, Formulasi Krim, Jerawat, Propionibacterium Acnes, Uji Aktivitas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Khairun Nisa; Meita Hipson; Sri Handayani; Widia Turrohmah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 1 (2026): Februari 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i1.1558

Abstract

Latar Belakang: Ketidakteraturan siklus menstruasi masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi pada remaja putri berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup di masa depan. Faktor biologis dan gaya hidup, seperti usia menarche, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan kualitas tidur, berperan dalam terjadinya gangguan siklus menstruasi, khususnya pada remaja usia sekolah. Namun, data terkait faktor-faktor tersebut di Kota Palembang masih terbatas. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di SMA ‘Aisyiyah 01 Palembang. Metode: Penelitian pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Sampel 30 siswi melalui teknik purposive sampling. Variabel dependen siklus menstruasi, variabel independen, yaitu usia menarche, IMT, dan kualitas tidur. Pengumpulan data melalui pengukuran berat dan tinggi badan untuk menentukan IMT, kuesioner siklus menstruasi, serta kuesioner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil: Analisis univariat sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi normal (70,0%), usia menarche normal (76,7%), Indeks Massa Tubuh (IMT) kategori normal (56,7%), serta kualitas tidur yang baik (70,0%). Analisis bivariat usia menarche (p = 0,250), IMT (p = 0,766), dan kualitas tidur (p = 0,820) tidak berhubungan secara signifikan dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada remaja putri (p > 0,05). Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel yang lebih luas serta mengembangkan intervensi preventif terkait kesehatan reproduksi remaja, disertai penguatan edukasi melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan. Kata Kunci: Remaja Putri, Siklus Menstruasi, Usia Menarche, Indeks Massa Tubuh, Kualitas Tidur