cover
Contact Name
Rudiansyah
Contact Email
rudisyach@gmail.com
Phone
+6281368969347
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Kol H Burlian KM 7,5 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal 'Aisyiyah Medika
ISSN : 26142791     EISSN : 26223872     DOI : -
Core Subject :
Journal ‘Aisyiyah Medika is a journal published by LPPM STIKES Aisyiyah Palembang with the first edition February 2018, with ISSN Print 2614-2791 and ISSN Online 2622-3872, where the Journal is published twice a year, every February and August. Journal papers submitted for publication can be in the form of: research, case reviews, and literature reviews in the health sector. The manuscript is an original scientific work in the last two years and has never been published before. Articles written in the Journal ‘Aisyisyah Medika cover the field of publication of this journal Multi Health Science in the fields of Medicine, Midwifery, Nursing and Pharmacy and Public Health.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
ANALISIS ANGKA LEMPENG TOTAL PADA KOPI SUSU GULA AREN DARI BERBAGAI JENIS USAHA BERDASARKAN PENERAPAN HIGIENE DAN SANITASI Eka Wijayanti
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1769

Abstract

Latar Belakang: Kopi susu gula aren merupakan minuman berbasis susu yang banyak dipasarkan oleh gerai waralaba maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kandungan nutrisi susu serta penanganan dan penyajian yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko cemaran mikroba. Namun, informasi mengenai kualitas mikrobiologis kopi susu gula aren serta penerapan higiene dan sanitasi pada berbagai jenis usaha masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai Angka Lempeng Total (ALT) serta penerapan higiene dan sanitasi pada masing-masing jenis usaha. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional cross-sectional dengan enam sampel yang dipilih secara purposive dari tiga jenis usaha. Masing-masing usaha diambil sampel tanpa dan dengan es batu secara aseptis untuk pengujian ALT. Pengujian ALT menggunakan metode pour plate pada Plate Count Agar (PCA) mengacu ISO 4833-1:2013, sedangkan higiene sanitasi diamati menggunakan lembar checklist. Nilai ALT terendah ditemukan pada coffee shop waralaba, yaitu 2 × 10³ CFU/mL tanpa es batu dan 1,2 × 10⁴ CFU/mL dengan es batu. Hasil: Secara deskriptif higiene dan sanitasi yang lebih baik serta penambahan es batu diduga berkaitan dengan perbedaan nilai ALT. Intepretasi terbatas pada kualitas es batu yang tidak diperiksa dan jumlah sampel. Saran: Penelitian berikutnya perlu meningkatkan jumlah sampel, menguji ALT pada es batu, dan mengukur faktor penyimpanan. Kata Kunci: Angka Lempeng Total (ALT), cemaran mikroba, higiene dan sanitasi, kopi susu gula aren
EFEKTIFITAS PENGARUH TERAPI RELAKSASI PROGRESIF JACOBSON DAN TERAPI PERNAFASAN BUTEYKO TERHADAP ANSIETAS PADA PASIEN PRE-OPERASI DIRUMAH SAKIT Arief Hidayat Natullah; Hili Aulianah; Raden Surahmat; Yofa Anggriani Utama
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1774

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan studi pendahuluan di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang, masih ditemukan pasien preoperasi yang mengalami ansietas ringan hingga sedang sebelum menjalani tindakan pembedahan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi keperawatan nonfarmakologis, seperti terapi relaksasi progresif Jacobson dan terapi pernapasan Buteyko, untuk membantu menurunkan tingkat ansietas pasien.Tujuan: Menganalisis efektivitas terapi relaksasi progresif Jacobson dan terapi pernapasan Buteyko terhadap tingkat ansietas pada pasien pre operasi di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang serta membandingkan efektivitas kedua intervensi tersebut. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pretest–posttest dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang bulan Januari tahun 2026 pada 90 pasien preoperasi yang dipilih secara total sampling. Responden merupakan pasien sadar, mampu berkomunikasi, dan bersedia mengikuti penelitian. Tingkat ansietas diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney (p < 0,05).Hasil: Terapi relaksasi progresif Jacobson maupun terapi pernapasan Buteyko secara signifikan menurunkan tingkat ansietas pada pasien pre operasi, masing-masing dengan nilai p = 0,000 dan p = 0,001. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua terapi (p = 0,413), sehingga keduanya memiliki efektivitas yang setara dalam menurunkan tingkat ansietas. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji efektivitas terapi relaksasi progresif Jacobson dan terapi pernapasan Buteyko pada kelompok pasien preoperasi yang lebih beragam.Kata Kunci: Ansietas; Pasien Pre Operasi; Terapi Relaksasi Progresif Jacobson; Terapi Pernapasan Buteyko; Visual Analog Scale (VAS).
DETERMINAN KEJADIAN PENYAKIT PERIODONTAL PADA STAF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Mishelen Efriyenti; Arie Wahyudi; Lilis Suryani
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1765

Abstract

Latar Belakang: Penyakit periodontal merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dipengaruhi faktor biologis, perilaku, sistemik, dan psikososial. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan status penyakit periodontal dan mengidentifikasi faktor dominan pada staf RSUD Talang Ubi Kabupaten PALI. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada Februari–April 2026. Sebanyak 85 staf dipilih dari 521 populasi menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Status penyakit periodontal ditentukan berdasarkan gejala yang dilaporkan responden, sedangkan stres kerja diukur menggunakan subskala stres Depression Anxiety Stress Scales-21 (DASS-21). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil: Usia (p=0,008), perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut (p=0,039), stres kerja (p=0,006), dan diabetes melitus (p=0,014) berhubungan dengan status penyakit periodontal. Pada analisis multivariat, stres kerja merupakan faktor dominan (p=0,005; OR=0,193; 95% CI: 0,061–0,609). Model regresi signifikan dengan Nagelkerke R² sebesar 13,4%. Saran: Program kesehatan kerja perlu mengintegrasikan promosi kesehatan gigi dan mulut serta pengelolaan stres untuk mendukung pencegahan penyakit periodontal pada staf rumah sakit. Kata Kunci:  Diabetes melitus, Kesehatan gigi dan mulut, Penyakit periodontal, Staf rumah sakit; Stres kerja
ANALISIS FAKTOR PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG PADA WANITA USIA SUBUR Rina Agnesia; Ali Harokan; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1779

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan MKJP di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan, mitos efek samping, minimnya dukungan suami, dan mutu konseling yang belum optimal. Kondisi ini juga terjadi di UPTD Puskesmas Sukarami Palembang, di mana cakupan MKJP WUS hanya 10,8% (di bawah rata-rata kota 12–20%) meskipun fasilitas dan tenaga terlatih telah tersedia. Tujuan: Menganalisis penggunaan MKJP dan faktor-faktor yang berhubungan pada WUS di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukarami Kota Palembang Tahun 2026. Metode: Penelitian survei analitik observasional dengan desain cross-sectional di Puskesmas Sukarami Palembang bulan Maret sampai Mei 2026. Sampel 96 WUS peserta KB aktif dipilih secara purposive sampling kriteria inklusi WUS berusia 15–49 tahun, berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Sukarami, sedang menggunakan metode kontrasepsi, bersedia menandatangani informed consent. Data dikumpulkan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), serta multivariat (regresi logistik biner). Hasil: 21,9% responden menggunakan MKJP. Analisis bivariat berhubungan bermakna adalah pendidikan (p=0,048), paritas (p=0,003), pengetahuan (p=0,001), dukungan suami (p=0,013), dan mutu layanan KB (p<0,001), sedangkan pekerjaan (p=0,130) dan sikap (p=0,840) tidak berhubungan. Analisis multivariat menetapkan pengetahuan sebagai faktor paling dominan (aOR=7,31; 95% CI 1,67–32,08), diikuti dukungan suami, mutu layanan, dan pendidikan; model akhir menjelaskan 44,9% variasi penggunaan MKJP dengan ketepatan klasifikasi 84,4%. Saran: Bagi Puskesmas disarankan memperkuat edukasi dan konseling KB komprehensif oleh bidan Poli KIA-KB, meningkatkan mutu layanan sesuai enam elemen mutu, serta melibatkan suami dalam konseling KB pasangan.Kata Kunci: MKJP, Wanita Usia Subur, Pengetahuan, Dukungan Suami, Mutu Layanan
PERBEDAAN EDUKASI EARLY WARNING SIGNS (EWS) TERHADAP KECEPATAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN PADA LANSIA OLEH KELUARGA DI PUSKESMAS KURANJI PADANG TAHUN 2026 Helmanis Suci; Weni Mailita; Willady Rasyid
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1770

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan akibat penurunan fungsi fisiologis dan meningkatnya penyakit kronis. Keterlambatan keluarga dalam mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dapat menyebabkan keterlambatan memperoleh pertolongan. Edukasi Early Warning Signs (EWS) diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenali perubahan kondisi lansia secara dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi Early Warning Signs (EWS) terhadap kecepatan penanganan kegawatdaruratan pada lansia oleh keluarga di Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest.dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 keluarga yang memiliki lansia. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi EWS menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kecepatan penanganan kegawatdaruratan setelah diberikan edukasi EWS. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan penanganan sebelum dan sesudah diberikan edukasi EWS. Saran: Disarankan agar edukasi EWS diberikan secara berkala kepada keluarga lansia sebagai upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mempercepat penanganan kondisi kegawatdaruratan pada lansia. Kata Kunci: Early Warning Signs, Edukasi, Keluarga, Kegawatdaruratan, Lansia.
KARAKTERISTIK IBU TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK Neng Annis Fathia; Selvi Wulandari; Khoirin Khoirin
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1760

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan kegawatdaruratan pada anak usia prasekolah yang dapat menyebabkan asfiksia hingga kematian jika tidak segera ditangani. Ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam pertolongan pertama, namun kemampuannya diduga dipengaruhi oleh karakteristik seperti usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik ibu, meliputi usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan, dengan pengetahuan tentang penanganan tersedak pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia prasekolah di TK 'Aisyiyah 26 Palembang sebanyak 21 orang. Sampel penelitian 16 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang penanganan tersedak pada anak dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden berusia 36–45 tahun (56,25%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (75%), dan berpendidikan terakhir SMA (56,25%). Sebanyak 50% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penanganan tersedak pada anak. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,619), pekerjaan (p=1,000), dan tingkat pendidikan (p=0,282) dengan pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak (p>0,05). Saran: Edukasi dan pelatihan penanganan tersedak secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak.Kata kunci: Anak Prasekolah, Karakteristik Ibu, Penanganan Tersedak, Pengetahuan.
DETERMINAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK BERDASARKAN DIMENSI SERVQUAL DI KLINIK GANGGAS WARAS Bayu Hendro Wibowo; Gema Asiani; Muhammad Prima Cakra Randana
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1775

Abstract

Latar Belakang: Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Klinik Ganggas Waras merupakan tuntutan regulasi sekaligus strategi peningkatan mutu layanan. Evaluasi kepuasan pasien penting dilakukan untuk menilai efektivitas digitalisasi pelayanan kesehatan tersebut. Tujuan: Menganalisis kepuasan pasien terhadap penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME). Metode: Penelitian pendekatan kuantitatif desain cross-sectional. Sampel 306 pasien, teknik accidental sampling. Variabel dependen tingkat kepuasan pasien, variabel independen dimensi SERVQUAL (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy). Penelitian di Klinik Ganggas Waras. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sekala Linkert. Hasil: Rata-rata usia 43,6 tahun, dominan Laki-laki (59.5%), pendidikan terakhir Tidak Sekolah (38.9%), pekerjaan Petani (58.8%). Hubungan antara kepuasan dengan Tangibles (p=0,000), Reliability (p=0,000), Responsiveness (p=0,000), Assurance (p=0,000), Empathy (p=0,000). Hasil analisis regresi logistik nilai , nilai probabilitas sebesar 89%. Faktor yang paling dominan daya tanggap (Responsiveness) nilai koefisien tertinggi (1,443), odds ratio (OR) sebesar 4,233 dan 95% CI (2.417-7.412). Nilai Nagelkerke R Square  0,382.  Saran: Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji variabel yang lebih luas dalam menilai tingkat kepuasan pasien terhadap penggunaan rekam medis elektronik (RME). Kata Kunci: Tingkat Kepuasan, dimensi SERVQUAL (Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy), Rekam Medis Elektronik (RME).
ANALISIS KINERJA PETUGAS KESEHATAN DALAM PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS DI KABUPATEN Maria Fransisca; Arie Wahyudi; Muhammad Prima Cakra Randana
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1766

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan dalam pengendalian TBC, termasuk di Kabupaten Musi Banyuasin. Kinerja petugas kesehatan berperan penting dalam penemuan kasus, namun faktor yang berhubungan dengan kinerja tersebut belum dikaji secara komprehensif. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan dalam penemuan kasus TBC di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 155 petugas kesehatan program TBC menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder program TBC. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil: Sebanyak 120 (77,4%) petugas memiliki kinerja kurang baik dan 35 (22,6%) memiliki kinerja baik. Analisis multivariat menunjukkan reward (Exp(B)=33,767; p<0,001), ketersediaan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) (Exp(B)=11,516; p<0,001), keaktifan promosi kesehatan (Exp(B)=4,451; p=0,005), dan ketersediaan media promosi (Exp(B)=3,954; p=0,008) berhubungan dengan kinerja petugas. Reward merupakan faktor paling dominan. Saran: Dinas Kesehatan perlu memperkuat sistem reward yang berkelanjutan, meningkatkan akses terhadap fasilitas TCM, serta memperkuat kegiatan dan media promosi kesehatan untuk meningkatkan kinerja petugas dalam penemuan kasus TBC. Kata Kunci: Kinerja; Penemuan Kasus; Petugas Kesehatan; Tuberkulosis
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Romi Ronaldo; Akhmad Dwi Priyatno; Nurul Fitriah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1780

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. WHO melaporkan lebih dari 890 juta orang dewasa mengalami obesitas dan 2,5 miliar mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, prevalensi obesitas usia ≥18 tahun meningkat dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023. Pada 2025, Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 12.980 kasus obesitas dengan prevalensi 14%, sedangkan Puskesmas Lumpatan mencatat 1.416 kasus dengan prevalensi 5,9%. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lumpatan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilaksanakan Januari–April 2026. Populasi berjumlah 404 orang dengan sampel 88 responden berusia 20–44 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Obesitas berhubungan dengan pengetahuan (p<0,001), sikap (p=0,033), perilaku (p=0,023), lingkungan (p=0,001), dukungan sosial (p<0,001), dan peran tenaga kesehatan (p=0,023), tetapi tidak dengan akses informasi kesehatan (p=0,490) dan kebijakan kesehatan (p=0,261). Pengetahuan (OR=2,389; p=0,022) dan dukungan sosial (OR=15,439; p<0,001) menjadi faktor yang berpengaruh, dengan dukungan sosial sebagai faktor dominan. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan promosi kesehatan, edukasi gizi, aktivitas fisik, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk memperkuat dukungan sosial dalam pencegahan obesitas. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Faktor Risiko, Obesitas, Pengetahuan
PENGARUH TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI ULU HATI PADA PASEIN GASTRITIS Sega Destri Utia; Yofa Anggriani Utama; Mujahidin Mujahidin; Citra Suraya
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1771

Abstract

Latar belakang : Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang ditandai dengan peradangan nyeri ulu hati. Terapi Relaksasi Genggam Jari merupakan terapi non -farmakologi yang dapat membantu menurunkan nyeri. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan skala nyeri ulu hati pada pasien gastritis di Poli Rawat Jalan RS Siloam Sriwijaya Palembang. Metode : Penelitian kuantitatif pra-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest, sampel berjumlah 30 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi dan lembar observasi Numeric Rating Scale. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Rata-rata skala nyeri sebelum intervensi 4.80 ± 0.924 dan sesudah intervensi 3.13 ± 0.973. hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0.000 < 0.05. Simpulan : Terdapat pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan skala nyeri ulu hati pada pasien gastritis. Kata Kunci : Relaksasi Genggam Jari, Nyeri Ulu Hati, Gastritis