cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2024): September" : 10 Documents clear
Pelatihan Merajut Ibu-Ibu PKK Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Finansial Keluarga Utami, Helianti; Pujiningsih, Sri
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p155

Abstract

Meskipun PKK telah berdiri selama puluhan tahun dan aktif dalam kegiatan yang berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga, akan tetapi masih terdapat kendala dalam efektivitas pelaksanaannya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kegiatan PKK yang mendapatkan respon positif adalah kegiatan yang melibatkan keterlibatan langsung dan berpotensi memberikan imbalan ekonomis. Oleh karena itu, pengabdian ini menyelenggarakan pelatihan merajut bagi Ibu-Ibu PKK di RT 4 Kendalsari Kota Malang untuk memberikan bekal keterampilan yang berpotensi dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya sesuai visi misi PKK terutama dalam aspek finansial. Pelatihan diselenggarakan sebanyak tiga pertemuan dengan variasi hasil produk mulai dari tali masker, dompet koin hingga tas pesta. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah pelatihan praktis dengan bantuan instruktur dan saling belajar-mengajar antar peserta. Hasil pelatihan menunjukkan respon positif dan peningkatan keterampilan dengan peserta yang telah berhasil menghasilkan produk bernilai komersial dan berencana untuk mengembangkan keterampilannya lebih lanjut. Program ini turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGS) khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDGS 4) dan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi (SGDS 8) melalui fokus pada pemberdayaan keluarga dan peningkatan keterampilan yang juga sejalan dengan salah satu program pokok PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Indonesia. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, PKK, Merajut, Finansial, SDGs Abstract Although PKK has been established for decades and has been active in activities aimed at improving family welfare, there are still constraints in the effectiveness of its implementation. Previous research has shown that PKK activities that receive a positive response are those that involve direct participation and have the potential to provide economic returns. Therefore, this service provides knitting training for PKK mothers in RT 4 Kendalsari, Malang City to provide skills that have the potential to improve their family's welfare in accordance with the PKK's vision and mission, especially in the financial aspect. The training was held for three meetings with variations in product results ranging from mask straps, coin purses to party bags. The method used in the training is practical training with the assistance of instructors and mutual learning among participants. The results of the training show a positive response and improvement in skills with participants who have successfully produced commercially valuable products and plan to develop their skills further. This program also supports the Sustainable Development Goals (SDGs), especially in the aspects of quality education (SDG 4) and decent work and economic growth (SDG 8) with a focus on family empowerment and improving skills, which is also in line with one of the main programs of PKK in improving family welfare in Indonesia. Keywords— Community Service, PKK, Knitting, Financial, SDGs
Pelatihan Akuntansi dan Pengelolaan Keuangan untuk Komunitas Ekonomi Kreatif Rahmawati, Setya Ayu; Maharani, Satia Nur; Islamiyati, Nur
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p161

Abstract

Kesadaran akan administrasi keuangan menjadi kelemahan bagi kebanyakan usaha kecil menengah kecil dan mikro. Hal ini menjadi penyebab kurang efektifnya pengambilan keputusan bisnis yang dilakukan oleh UMKM dikarenakan kurangnya dasar pertimbangan. Untuk itu diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman atas pengelolaan keuangan bagi UMKM. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman atas pelaporan akuntansi sederhana dalam pengelolaan keuangan usaha. Target kegiatan ini adalah UMKM di wilayah Kabupaten Malang yang memiliki potensi besar untuk berkembang seperti UMKM yang tegabung dalam komunitas ekonomi kreatif memiliki peranan besar dalam menggerakkan perekonomian Masyarakat khususnya di wilayah Desa Pagersari. Metode program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh tim Departemen Akuntansi FEB UM ini dilakukan dengan mekanisme persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam implementasinya pelaksanaan dijalankan dalam mekanisme pemberian pelatihan kepada peserta. Hasil PkM ini menunjukkan bahwa setelah diberikannya pemahaman akan pentingnya pengelolaan keuangan serta tata cara pencatatan akuntansi, terjadi peningkatan kemampuan dan minat dari pelaku usaha untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan harapan untuk dapat berkembang dengan informasi keuangan yang lengkap dan akurat. Kata kunci— Ekonomi Kreatif, Akuntansi, Pengelolaan Keuangan Abstract Awareness of financial administration is a weakness for most small, medium and micro businesses. This is the cause of ineffective business decision making by MSMEs due to a lack of basic considerations. For this reason, efforts are needed to increase knowledge and understanding of financial management for MSMEs. This activity is aimed at increasing understanding of simple accounting reporting in business financial management. The target of this activity is MSMEs in the Malang area which have great potential to develop, such as MSMEs that are part of the creative economy community which have a big role in driving the community's economy. One community that is quite active is the creative economy community supported by KNPI Malang. The community service program (PkM) method carried out by the FEB UM Accounting Department team is carried out using preparation, implementation and evaluation mechanisms. In its implementation, the implementation is carried out through a mechanism for providing training to participants. The results of this PkM show that after providing an understanding of the importance of financial management and procedures for accounting records, there has been an increase in the ability and interest of business actors to carry out financial management well and hope to be able to develop with complete and accurate financial information. Keywords— Creative Economy, Accounting, Financial Management
Optimalisasi Pemahaman Materi Piramida Makanan melalui “MIRAMA”: Media Interaktif Piramida Rantai Makanan Pada Kelas VII SMP Laboratorium UM Munzil, Munzil; Santoso, Aman; Sumari, Sumari; Muntholib, Muntholib; Agustina, Nur Indah; Fitriana, Nurin
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p182

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberdayakan guru MGMP Kimia se-Kabupaten Sumenep melalui Edukit berbasis PhET Interactive Simulator untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kimia submikroskopik, yang sering menjadi tantangan dalam memahami konsep abstrak. Program ini mengadopsi pendekatan penyuluhan dan pelatihan, memberikan materi serta praktik langsung penggunaan PhET dan SiPERU, sehingga guru mampu mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam pembelajaran digital. Hasil survei menunjukkan bahwa 72,5% dari 51 responden menilai PhET dan SiPERU sangat mudah digunakan (skor 5), 25,5% memberi skor 4, dan hanya 2% memberi skor 3, tanpa skor di bawah itu. Mayoritas guru merasa media ini sangat membantu dalam mempermudah pembelajaran kimia. Selain itu, survei kualitas penyampaian materi oleh narasumber menunjukkan 80,4% responden memberikan skor 5 dan 19,6% skor 4, mengindikasikan penyampaian yang sangat efektif. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam menyampaikan konsep submikroskopik melalui media digital, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran. Dampak positif lainnya adalah terciptanya modul ajar berbasis media digital, memperkuat pendekatan pembelajaran sepanjang hayat, dan menjawab tantangan pendidikan modern. Program ini memiliki potensi untuk diperluas melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan dampak yang lebih signifikan dan berkelanjutan. Kata kunci— MGMP, PhET, SiPERU, Pembelajaran Sepanjang Hayat Abstract This study aimed to empower chemistry teachers in the Subject Teachers’ Forum (MGMP) of Sumenep Regency through the implementation of a chemistry teaching toolkit based on the PhET Interactive Simulator. The program focused on enhancing the quality of submicroscopic-level chemistry teaching, which often presents challenges in understanding abstract concepts. The initiative employed a combination of workshops and training sessions, providing materials and hands-on practice with PhET and SiPERU to enable teachers to integrate technology optimally into digital learning. Survey results indicated that 72.5% of 51 respondents rated PhET and SiPERU as very easy to use (score 5), 25.5% gave a score of 4, and only 2% assigned a score of 3, with no scores below 3. The majority of teachers found these tools highly effective in facilitating the teaching of chemistry. Furthermore, a survey on the effectiveness of the trainers showed that 80.4% of respondents gave the highest score (5) for clarity and ease of understanding, while 19.6% rated them with a score of 4, reflecting highly effective delivery. This program successfully improved teachers' competence in conveying submicroscopic concepts through digital media while boosting their confidence in integrating technology into instruction. Additional positive outcomes included the development of digital teaching modules, strengthening lifelong learning approaches, and addressing modern educational challenges. The program holds potential for expansion through ongoing support and broader collaborations to ensure more significant and sustainable impacts. Keywords— MGMP, PhET, SiPERU, Life Long Learning
From Craft to Cash: Digital Financial Literacy for Rural Entrepreneur Setia Wardhani, Widya Desary; Prasetyo, Iwan Joko; Lestari, Veronika Nugraheni Sri; Justina, R. Ayu Erni; Hartopo EP, R.
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p166

Abstract

Industri kreatif memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di daerah pedesaan. Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 8 dan SDG 9, artikel ini membahas sebuah proyek Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Bejijong, Indonesia, yang bertujuan untuk memberdayakan para pengrajin berbakat namun terpinggirkan secara digital. Proyek ini menggabungkan komponen pembelajaran interaktif serta memperhatikan sensitivitas budaya melalui penyelenggaraan workshop, pendampingan, dan dukungan lainnya. Pendekatan proyek ini menghasilkan peningkatan penggunaan e-commerce sebesar 68%, serta peningkatan rata-rata basis pelanggan peserta sebesar 41%, yang menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi hijau. Kontribusi unik dari proyek ini adalah mempromosikan literasi keuangan digital di kalangan pengusaha kreatif pedesaan melalui serangkaian program pelatihan yang disesuaikan, dengan memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi komunikasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan alat dan platform digital secara efektif, mengelola keuangan, dan mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan, tanpa memandang usia atau pengalaman digital sebelumnya. Proyek ini juga berpotensi mendorong pelestarian aset budaya di Desa Bejijong serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kata kunci—Literasi Keuangan Digital, Pembangunan Berkelanjutan, Industri Kreatif Pedesaan, Industri Kreatif Abstract The creative industries hold great opportunities to promote sustainable and inclusive growth in rural areas. Aligned with the United Nations Sustainable Development Goals, particularly SDG 8 and SDG 9, this paper discusses a community service project in Bejijong Village, Indonesia which sought to empower talented but digitally disenfranchised artisans and craftsman. The project incorporated an interactive learning component and cultural sensitivity by conducting workshops, providing mentoring and other support. The project's approach led to a 68% increase in e-commerce usage, and a 41% average rise in participants' customer base, showcasing the potential for green economic growth. The project's distinctive unique contribution was promoting digital financial literacy among rural creative entrepreneurs through tailoring a series of training program that leverages communication psychology principles to enhance their ability to effectively utilize digital tools and platforms, manage their finances, and scale their businesses sustainably, regardless of their age or prior digital experience. this project has the potential to advocating the preservation of cultural assets in Desa Bejijong and also advance the Sustainable Development Goals. Keywords— Digital Financial Literacy, Sustainable Development, Rural Creative Industries, Creative Industry
Homestead Agroforestri: Kunci Kesejahteraan Rumah Tangga di Desa Gajahrejo Sumarsono, Hadi; Prayitno, Putra Hilmi; Narmaditya, Bagus Shandy; Rahmawati, Farida; Novi Saputri, Dela Refi; Anggraeni, Sefira Oktavia; Ningrum, Linda Agustin
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p189

Abstract

Kesejahteraan rumah tangga merupakan salah satu indikasi bagaimana suatu desa tersebut dikatakan dapat memenuhi semua kebutuhan dengan cukup. Namun ada satu desa yaitu Gajahrejo yang memiliki tingkat kesejahteraan masyarakat rendah dikarenakan masyarakat kurang mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh desanya. Di kawasan Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang memiliki potensi yang tinggi dari segi pertanian dan banyaknya lahan pekarangan yang kosong. Akan tetapi potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Gajahrejo. Ketika ditinjau dari analisis situasi menunjukan bahwa Desa Gajahrejo menunjukan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain itu karena Desa Gajahrejo masih sangat fokus dengan pertanian di sawah saja, sehingga lahan pekarangan kosong masih banyak yang belum dimanfaatkan. Oleh karena itu solusi dari permasalah tersebut bisa berupa pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan sistem agroforestri sehingga bisa berdampak positif terhadap masyarakat. Kemudian dapat memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat mengenai kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi yang dimiliki oleh Desa Gajahrejo. Kata kunci— Optimalisasi, Sistem Agroforestri, Kesejahteraan Rumah Tangga Abstract Household welfare is one indication of how a village is said to be able to fulfil all needs adequately. However, there is one village, Gajahrejo, which has a low level of community welfare because the community is less able to optimise the potential of the village. In the Gajahrejo village area, Gedangan Subdistrict, Malang Regency, there is high potential in terms of agriculture and the large amount of vacant yard land. However, this potential has not been optimally utilised by the Gajahrejo village community. When reviewed from the situation analysis, it shows that Gajahrejo village shows a decrease in the level of community welfare. In addition, because Gajahrejo village is still very focused on agriculture in rice fields, so that there is still a lot of empty yard land that has not been utilised. Therefore, the solution to the problem can be in the form of providing education to the community about the application of the agroforestry system so that it can have a positive impact on the community. Then it can provide assistance and education to the community regarding food independence and improve community welfare through the potential owned by Gajahrejo village. Keywords— Optimisation, Agroforestry Systems, Household Welfare
Strategi Keberlanjutan Pariwisata: Optimalisasi Sudut Ruang dan Digital Marketing Kampoeng Kayoetangan Heritage Narullia, Dwi; Ermayda, Ria Zulkha; Putri, Dhika Maha; Qurrata, Vika Annisa; Dewi, Yana Respati
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p142

Abstract

Kampoeng Kayoetangan Heritage merupakan salah satu kampung tematik yang berada di Kota Malang. Keberadaan kampung heritage Kayoetangan ini menjadi salah satu kampung yang menonjolkan khas klasik dan budayanya. Penurunan pengunjung menjadi salah satu permasalahan yang ada di kampung heritage Kayoetangan karena terjadinya ketimpangan fasilitas antara koridor masuk dengan di dalam kampung heritage. Kemudian, di era digital ini tidak adanya konten di akun media sosial resmi Kelompok Kayoetangan Heritage yang bisa meningkatkan engagement user serta informasi yang komunikatif terhadap calon wisatawan potensif. Metode kegiatan dalam pengabdian ini adalah dengan metode pelaksanaan. Hasil pengabdian memberikan solusi yaitu mengoptimalisasi sudut ruang dengan artwork yang juga menonjolkan khas budayanya serta pembuatan konten sosial media yang berasal dari media sosial resmi kampung heritage yang menarik wisatawan potensif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pada wisatawan yang masuk pada Kampoeng Kayoetangan Heritage karena adanya artwork yang menarik dan informasi yang didapatkan dari feeds instagram yang komunikatif dan menonjolkan kesan informatif. Kata kunci— Kampung Tematik, Kayutangan, Media Sosial, Artwork Abstract Kampoeng Kayoetangan Heritage is one of the thematic villages located in Malang City. This heritage village stands out with its classic charm and rich cultural heritage. A significant issue faced by Kampoeng Kayoetangan Heritage is the declining number of visitors, attributed to the unequal distribution of facilities between the entrance corridor and the interior of the heritage village. Furthermore, in this digital era, the absence of content on the official social media accounts of the Kayoetangan Heritage Group to boost user engagement and provide informative information to potential tourists is another challenge. The method used in this community service activity is an implementation-based approach. The outcome of the service provides a solution, which involves optimizing the space with artwork that highlights the cultural uniqueness and creating social media content derived from the official social media accounts of the heritage village. Research results reveal an increase in the number of tourists visiting Kampoeng Kayoetangan Heritage due to the captivating artwork and the informative and engaging content shared on Instagram feeds. In summary, this community service initiative has succeeded in enhancing stakeholder understanding and the management of Kampoeng Kayoetangan Heritage. Nevertheless, challenges such as area expansion, limited funding, and balanced expansion still require further solutions. Keywords— Thematic Village, Kayutangan, Social Media, Artwork
Pembinaan Wawasan Wisata Edukasi dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Menggunakan Community-Based Tourism di Desa Sumberagung, Ngantang Wulandari, Dwi; Prayitno, Putra Hilmi; Kusuma, Fuad Indra; Prasetyo, Abdul Rahman; Anggraeni, Sefira Oktavia; Ningrum, Linda Agustin; Saputri, Dela Refi Novi
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p172

Abstract

Masyarakat dapat memanfaatkan potensi yang besar di Kecamatan Ngantang, terutama Desa Sumberagung, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor pertanian, peternaian, perdagangan, dan kerajinan memiliki potensi yang sama. Meskipun demikian, produk-produk masyarakat Desa Sumberagung biasanya dijual begitu saja tanpa menambah nilai tambahan. Padahal, masyarakat lokal memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan nilai tambahan jika mereka dapat memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab sektor pariwisata terus berkembang setiap tahunnya, hal tersebut dapat dioptimalkan dengan menggabungkannya dengan sektor lain. Jadi, adaptasi dengan pariwisata di berbagai bidang yang ada di Desa Sumberagung yang disukai masyarakat lokal akan memberikan nilai tambah bagi mereka. Oleh karena itu, peneliti menawarkan solusi dengan mengajarkan kemampuan untuk mengadaptasi sektor pariwisata dan mengelola wisata edukasi serta menciptakan inovasi bisnis yang menguntungkan masyarakat lokal. Hasil yang telah dicapai pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah menciptakan peluang bisnis dalam mengembangkan potensi desa untuk pariwisata berkelanjutan. Kata kunci— Pengembangan Ekonomi Lokal, Pariwisata Berkelanjutan, Pariwisata Berbasis Komunitas Abstract The local community can utilise the great potential of Ngantang Sub-district, especially Sumberagung Village, to increase their income. The agriculture, livestock, trade and handicraft sectors have the same potential. However, the products of the people of Sumberagung Village are usually sold without adding any additional value. In fact, the local community has enormous potential to generate additional value if they can utilise it well to improve community welfare. As the tourism sector continues to grow every year, it can be optimised by combining it with other sectors. So, adaptation with tourism in various fields in Sumberagung Village that is favoured by the local community will provide added value for them. Therefore, researchers offer a solution by teaching the ability to adapt the tourism sector and manage educational tourism and create business innovations that benefit local communities. The results that have been achieved in this community service activity are creating business opportunities in developing village potential for sustainable tourism. Keywords— Local Economic Development, Sustainable Tourism, Community-Based Tourism
Optimasi Penggunaan Limbah Ubi Kayu Menjadi Pupuk Organik: Menuju Pertanian Ramah Lingkungan Berbasis Circular Economy Cerya, Efni; Darussyamsu, Rahmawati; Amelia, Kiki
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p148

Abstract

Kenagarian Situjuh Gadang merupakan sebuah nagari yang memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, dengan ubi kayu sebagai komoditas utama. Namun, limbah ubi kayu yang dihasilkan masih belum terkelola secara optimal dan memiliki eksternalitas negative terhadap lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan ini, solusi berbasis circular economy diusulkan, yaitu mengubah limbah ubi kayu menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan. Dengan menggunakan metode learning by action, pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) ini berupa pelatihan kepada petani ubi kayu telah dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Dengan solusi ini, diharapkan dapat mengurangi pencemaran, meningkatkan keberlanjutan pertanian, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Peningkatan Kualitas Lingkungan, Limbah Ubi Kayu Abstract Kenagarian Situjuh Gadang is a nagari that has great potential in the agricultural sector, with cassava as the main commodity. However, the cassava waste produced is still not managed optimally and has negative externalities to the environment. To overcome this problem, a circular economy-based solution is proposed, namely converting cassava waste into organic fertilizer that is beneficial to agriculture and the environment. By using the learning by action method, community service by Universitas Negeri Padang (UNP) in the form of training for cassava farmers has been carried out to improve understanding and skills in processing waste into organic fertilizer. With this solution, it is hoped that it can reduce pollution, improve agricultural sustainability, and provide economic added value for the local community. Keywords— Community Service, Environmental Quality Improvement, Cassava Waste
Pengenalan Konsep Blue Economy Untuk Peningkatan Kemandirian Pangan dan Ketahanan Maritim Kawasan Pantai Watulimo Prayitno, Putra Hilmi; Annisya', Annisya'; Istiqomah, Ni'matul; Ningrum, Linda Agustin; Saputri, Dela Refi Novi; Anggraeni, Sefira Oktavia
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p177

Abstract

Indonesia adalah negara maritim, namun Indonesia masih menunjukkan bahwa keberlanjutan industri dan perikanan masih rendah. Hal ini dikarenakan kurangnya penerapan konsep blue economy pada masyarakat peisir. Di kawasan pantai watulimo, kabupaten trenggalek memiliki banyak potensi pada pantainya. Akan tetapi potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal. Ketika ditinjau dari analisis situasi menunjukkan bahwa pantai di kawasan watulimo saat ini presentase wisatawan mulai menurun karena kalah saing dengan pantai-pantai baru. Selain itu karena pantai di watulimo banyak difokuskan pada perikanan, sehingga banyak limbah dan biota laut menjadi terganggu. Oleh karena itu solusi dari permasalahan terbut bisa berupa pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai penerapan konsep blu economy sehingga bisa berdampak baik bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Kemudian memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat lokal wilayah pesisir mengenai kemandirian pangan melalui potensi yang mereka miliki dan pertahanan maritim. Kata kunci—Blue Economy, Kemandirian Pangan, Ketahanan Maritim Abstract Indonesia is a maritime country, but Indonesia still shows that the sustainability of industry and fisheries is still low. This is due to the lack of application of the blue economy concept in coastal communities. In the Watulimo coastal area, Trenggalek Regency has a lot of potential on its beaches. However, this potential has not been optimally utilized by the local community. When reviewed from the situation analysis, it shows that the beach in the Watulimo area is currently the percentage of tourists starting to decline because it is less competitive with new beaches. In addition, because the beach in Watulimo is focused on fisheries, so that a lot of waste and marine biota are disturbed. Therefore, the solution to this problem can be in the form of providing education to the community regarding the application of the blue economy concept so that it can have a good impact on the local community and the environment. Then provide assistance and education to local coastal communities regarding food independence through the potential they have and maritime defense. Keywords— Blue Economy, Food Independence, Maritime Resilience
Penguatan Literasi dan Manajemen Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia di KJRI Johor Bahru Malaysia Suswanto, Hary; Luk, Luk; Dian Wisika Prajanti, Sucihatiningsih; Turhan Yani, Muhammad
Jurnal KARINOV Vol 7, No 3 (2024): September
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i3p194

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan keterampilan manajemen keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di KJRI Johor Bahru, Malaysia. Seiring dengan banyaknya PMI yang bekerja di luar negeri, khususnya di Malaysia, literasi keuangan menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai agar mereka dapat mengelola pendapatan dengan lebih bijaksana dan memaksimalkan kesejahteraan finansial mereka dan keluarga. Metode kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan diantaranya adalah penyuluhan, pelatihan manajemen keuangan sederhana, dan pendampingan dalam membuat perencanaan keuangan. Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut sangat beragam dimana mencakup pentingnya menabung, investasi dasar, pengelolaan utang, dan cara menghindari penipuan keuangan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran para PMI akan pentingnya literasi keuangan, serta memberikan mereka keterampilan praktis untuk mengelola pendapatan dengan lebih baik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta lebih mampu menyusun anggaran, menyisihkan pendapatan untuk tabungan, dan membuat rencana keuangan jangka panjang. Dampak positif seperti ini diharapkan dapat berlanjut dan membantu PMI dalam mencapai stabilitas keuangan dan kesejahteraan yang lebih baik. Kata kunci—Literasi Keuangan, Pekerja Migran Indonesia, Manajemen Keuangan, KJRI Johor Bahru Abstract This community service activity aims to enhance financial literacy and management skills among Indonesian Migrant Workers (PMI) at the Indonesian Consulate General in Johor Bahru, Malaysia. Given the large number of PMI working abroad, particularly in Malaysia, financial literacy is crucial to help them manage their income wisely and maximize their financial well-being and that of their families. The methods employed in this activity include counseling, basic financial management training, and mentoring in financial planning. The material presented covers topics such as the importance of saving, basic investment, debt management, and how to avoid financial fraud. The activity successfully improved the participants' understanding and awareness of the importance of financial literacy and provided them with practical skills to better manage their income. Evaluation results indicated that participants became more capable of budgeting, setting aside income for savings, and making long-term financial plans. This positive impact is expected to be sustained and assist PMI in achieving better financial stability and well-being. Keywords— Financial Literacy, Indonesian Migrant Workers, Financial Management, KJRI Johor Bahru

Page 1 of 1 | Total Record : 10