cover
Contact Name
Pandu Prabowo W
Contact Email
panduprabowo@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6281271579499
Journal Mail Official
best@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Kampus Induk UISU Jl. Sisingamangaraja XII Teladan, Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Best Journal (Biology Education, Sains and Technology)
ISSN : 26148064     EISSN : 26544652     DOI : https://doi.org/10.30743/best
Jurnal BEST (Journal of Biology Education, Science & Technology) memuat tentang artikel hasil penelitian dan Kajian Konseptual Bidang Pendidikan, Sains Biologi, Pendidikan Biologi, dan Teknologi Pendidikan ataupun Teknologi Sains di bidang Biologi. Terbit 2 kali setahun pada bulan Januari s/d Juni dan Juli s/d Desember.
Articles 1,602 Documents
Peran Costumer Service Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Saragih, Heppy Maya Sari; Sari, Anggi Maulida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11723

Abstract

Penerapan Customer Service di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan penting pada layanan kesehatan di Indonesia. Rumah sakit yang seharusnya menyajikan pelayanan yang berkualitas, tidak diskriminatif dan adil melalui inovasi dan teknologi informasi. Dengan demikian tujuan dari artikel jurnal ini untuk mengetahui bagaimana peran Customer Service dalam melayani Pelanggan di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan yang menimbulkan adanya rasa puas pelanggan terhadap jenis pelayanan yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang merupakan suatu pendekatan untuk menghasilkan data yang dikumpulkan melalui penelitian, wawancara terhadap narasumber, dokumentasi dan data sensus. Metode penelitian ini menggunakan pemahaman fenomena sosial melalui studi literatur, pengumpulan informasi dari undang-undang, buku teks, berita dan jurnal ilmiah. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana peran Customer Service terhadap rasa puas para custumer atau pelanggan di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
Gambaran Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Usia Lanjut Dalam Pengendalian Diabetes Melitus Di Puskesmas Kota Matsum Medan Lubis, Tiffani Tantina; Aulia, Aulia; Anshari, Zaim
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11688

Abstract

Lansia dengan keterbatasan yang dimilikinya membutuhkan perhatian dari keluarga dalam membantu menghadapi penyakitnya. Oleh karena itu, dukungan keluarga merupakan bagian penting bagi lansia DM dalam mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian DM di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Matsum Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Kota Matsum Medan yang berjumlah 160 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 62 responden. Dukungan keluarga baik pada lansia diabetes melitus sebanyak 54 responden (87,1%) dan perilaku lansia baik pada 56 responden (90,3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian diabetes melitus dari perhitungan gamma diperoleh nilai p = 0,036 dimana terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian diabetes melitus. Dukungan keluarga baik dengan perilaku lansia baik sebanyak 52 responden (83,87%), dukungan baik dengan perilaku lansia buruk sebanyak 4 responden (6,46%), dukungan keluarga buruk dengan perilaku lansia baik sebanyak 2 responden (3,22%) dan dukungan keluarga buruk dengan perilaku keluarga buruk sebanyak 4 responden (6,46%). Perilaku lansia dalam mengendalikan diabetes melitus minimal harus dibarengi dengan dukungan keluarga. Hal ini ditujukan pada kepatuhan lansia dalam menjalani pengobatan, pola istirahat, pola aktivitas, dan pola makan.
Pengaruh Waktu Dan Lama Penyinaran Terhadap Tanaman Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) Pada Fase Generatif Safitri, Ela; Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Zulia, Cik
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11286

Abstract

ABSTRACT The study was conducted in Ujung Padang Village, Simalungun Regency, North Sumatra Province with a hot climate zone type, with an altitude of 25 m above sea level. The study was conducted in January - March 2025. The method applied in this study was a Randomized Block Design (RAK) with a factorial system that combines two main variables. The first factor is the irradiation time consisting of 3 levels, namely: Wo  = 0 days, W1  = 15 days, W2  = 30 days. The second factor is the duration of irradiation consisting of 3 levels, namely: L0  = 0 hours, L1 = 6 hours, L2 = 12 hours. The observation variables of this study include the number of flower buds, number of flowers, number of fruits, fruit weight (kg).The results of this study indicate that the effect of time and duration of irradiation significantly affect the number of 2 week old dragon fruit flower buds, the number of dragon fruit flower buds per plot with the best treatment is at a duration of 15 days 6 hours (W1L1) with a total of 8.67 flower buds. The effect of time  and  duration  of  irradiation  significantly  affect  the  number  of  4-week-old dragon fruit flowers, the number of dragon fruit flowers per plot with the best treatment is at a duration of 15 days 6 hours (W1L1) with a total of 14.67 flowers. The effect of time and  duration of irradiation  does not significantly affect the number of 6-week-old dragon fruit, the number of dragon fruit flowers per plot with the best treatment is at a duration of 15 days 6 hours (W1L1) with a total of14.67 fruits. The effect of time and duration of irradiation does not significantly affect the weight of 8-week-old dragon fruit, the weight of dragon fruit per plot with the best treatment is at a duration of 0 days 12 hours (W0L2) with a total of 5.87.
Pembuatan Media Tanam Dari Limbah Triplemix (Sapi , Sawit, Jagung) Dalam Penyediaan Pakan Ternak Bagi Masyarakat Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai Barus, Wan Bahroni Jiwar; Paramuji, Muji; Budi, Rahmad Setia; Warsodirejo, Pandu Prabowo; Ananda, Muhammad Rizki; Yultisa, Nudia; Rahmah, Maulidya; Nasution, Imam Ramadhan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11740

Abstract

Perluasan pertanian berkelanjutan di dalam negeri dapat ditempuh melalui pembukaan lahan baru dengan maksud peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi pertanian, pengembangan infrastruktur, dan pengaturan tata niaga serta insentif usaha. Salah satu faktor keberhasilan pertanian berkelanjutan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan lahan pertanian. Sampai saat ini, sebagian besar masih menggunakan lahan pertanian, padahal selain ketersediaannya terus berkurang, penggunaan yang tidak bijaksana dan pengalihan fungsi lahan juga berdampak terhadap keseimbangan ekologis sehingga daya dukung lingkungan terus menurun dan produktivitas usaha pertanian semakin rendah. Solusi penanggulangannya adalah menciptakan media tanam baru melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah kelapa sawit, limbah ternak sapi dan limbah jagung (triplemix). Dimana jumlah limbah tersebut cukup banyak dan akan menjadi sangat potensial jika dapat dimanfaatkan secara tepat dan optimal. Solusi penanggulangannya adalah menciptakan media tanam baru melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah triplemix. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan hasil penelitian media tanam yang berkualitas, ramah lingkungan dan meningkatkan pertanian berkelanjutan melalui pelatihan membuat media tanam dari limbah triplemix pada program Pengabdian kepada Masyarakat desa Bogak Besar Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai. Dari hasil pelatihan memberikan keterampilan/pengetahuan tambahan masyarakat desa dan prototif media tanam digunakan untuk menyediakan pakan ternak dan tanaman pangan di pekarangan rumah serta memberikan kesempatan atau peluang usaha baru untuk menambah pendapatan petani/masyarakat desa
Pengembangan Modul Taksonomi Tumbuhan Tinggi Melalui Eksplorasi Dan Karakterisasi Famili Myrtaceae Di Taman Buah Lubuk Pakam Rafika, Dini; Fefiani, Yusri; Sularno, Sularno
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.11714

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul Taksonomi Tumbuhan Tinggi di kawasan Taman Buah Lubuk Pakam yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan yang digunakan adalah menggunakan model 4D Thiagarajan. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap define dihasilkan pemetaan terhadap capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran matakuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi pada materi eksplorasi dan karakterisasi famili myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam. Tahap Design menunjukkan format modul yang akan dikembangkan. Tahap develope menunjukkan hasil validasi oleh validator menyatakan modul Taksonomi Tumbuhan Tinggi melalui eksplorasi dan karakterisasi famili myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam dinyatakan valid dan hasil angket respons mahasiswa terhadap modul positif. Modul Taksonomi Tumbuhan Tinggi melalui eksplorasi dan karakterisasi famili myrtaceae di Taman Buah Lubuk Pakam yang dihasilkan sudah memenuhi kriteria valid dan praktis
Tumbuhan Obat di Desa Baumata: Kajian Etnofarmakognosi sebagai Materi Pembelajaran Biologi Naibahas, Meriana; Missa, Hildegardis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11478

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat Desa Baumata tentang pemanfaatan tumbuhan obat serta kurangnya dokumentasi yang ilmiah tentang tumbuhan yang berkhasiat obat. Dikarenakan, belum adanya penelitian mendalam yang mengkaji tentang jenis-jenis tumbuhan tersebut secara ilmiah. Tanpa adanya dokumentasi ilmiah banyak spesies tumbuhan obat yang beresiko hilang sebelum potensinya terungkap. Selain itu, keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran biologi sehingga peserta didik kurang mengenal kekayaan kearifan lokal yang ada di sekitar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai obat yang digunakan oleh masyarakat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat,  jenis penyakit yang diobati, serta kelayakan media booklet. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan pengembangan (RD), dengan berfokus pada pendeskripsian tumbuhan berkhasiat obat, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat, jenis penyakit yang diobati, di Desa Baumataa, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, serta pengembangan media booklet yang divalidasi oleh ahli media dan ahli materi.Hasil penelitian ditemukan 14 jenis tumbuhan yang digunakan oleh masyarakat Desa Baumata untuk mengobati penyakit yaitu, kunyit, jeruk nipis, sereh, jambu biji, kumis kucing, kemiri, cocor bebek, sirsak, kemangi, balakacida, sirih, faloak, dan binahong. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah bagian rimpang, buah, daun, batang, dan kulit kayu. Cara pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat yaitu direbus, dibakar, ditumbuk, diperas, ditempelkan, diseduh, dan dihaluskan atau diparut.  Jenis penyakit yang diobati yaitu nyeri haid, batuk, asam urat, diare, batu ginjal, bisul, kanker, kolesterol dan hepatitis, bau badan, luka ringan, keputihan, pemulihan pasca lahiran, lambung, dan tumor. Hasil analisis angket validasi ahli media diperoleh persentasi kelayakan sebesar 80 % dan persentasi kelayakan ahli materi  82, 35% dengan nilai rata-rata 81, 175%  berada pada kategori valid.
Asuhan Kebidanan Nifas Pada Ny.”A” Post Op Sc Indikasi Fetal Hipoksida Dengan Absent End Diastolic Dan Intrauterine Growth Retriction Anggraini, Fitri; Basyir, Vaulinne; Karmia, Hudila Rifa
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11724

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat dan keberhasilan pembangunan sektor kesehatan. Salah satu penyebab utama tingginya AKI adalah perdarahan postpartum, yang banyak terjadi pada masa nifas—periode krusial setelah melahirkan. Seksio sesarea (SC) merupakan metode persalinan yang sering digunakan untuk menangani kasus kehamilan risiko tinggi, termasuk fetal distress dan Intrauterine Growth Restriction (IUGR), yang keduanya merupakan kondisi serius yang berdampak pada kesehatan ibu dan bayi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji asuhan kebidanan masa nifas pada Ny. “A” pasca SC dengan indikasi fetal hipoksia dan IUGR di Rumah Sakit Universitas Andalas Padang pada tahun 2025. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus dengan fokus pada identifikasi masalah, penatalaksanaan, serta evaluasi asuhan kebidanan yang diberikan selama masa nifas. Hasil kajian menunjukkan bahwa penatalaksanaan yang tepat dan holistik pada masa nifas, termasuk pemantauan kondisi fisik dan psikologis ibu, mampu mencegah komplikasi lanjutan dan meningkatkan pemulihan pascapersalinan. Peran bidan sangat penting dalam memberikan pelayanan profesional, beretika, dan berbasis kompetensi, terutama dalam masa kritis 24 jam pertama pascapersalinan. Kajian ini menekankan pentingnya optimalisasi asuhan kebidanan masa nifas untuk menurunkan AKI dan meningkatkan kualitas hidup ibu pascapersalinan
Strategi Mitigasi Filariasis Berbasis Integrasi Model Prediksi Ekologi, Analisis Molekuler PCR, dan Manajemen Lingkungan Lahan Basah di Kabupaten Banyuasin Diefani, Ilham; Pratiwi, Rini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11690

Abstract

Latar Belakang: Filariasis masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah tropis, termasuk Kabupaten Banyuasin. Kompleksitas vektor, kondisi lingkungan lahan basah, serta keterbatasan deteksi dini menyebabkan sulitnya pengendalian penyakit ini secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi mitigasi filariasis berbasis integrasi pendekatan ekologi spasial, deteksi molekuler, dan pengelolaan lingkungan. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik dengan pemodelan MaxEnt untuk prediksi distribusi vektor berbasis variabel biofisik, serta teknik PCR untuk deteksi molekuler infeksi filarial pada nyamuk. Data lingkungan diperoleh melalui interpretasi citra satelit dan pengukuran lapangan, sedangkan pengelolaan lahan basah dievaluasi melalui analisis kondisi habitat vektor. Hasil: Hasil integrasi menunjukkan bahwa kombinasi faktor kelembaban, indeks vegetasi, dan kedekatan dengan genangan air merupakan prediktor utama keberadaan Mansonia spp. Deteksi molekuler mengonfirmasi adanya infeksi filarial pada nyamuk dari lokasi dengan prediksi tinggi oleh model spasial. Intervensi berbasis ekologi lokal terbukti mampu menurunkan kepadatan vektor.Kesimpulan: Pendekatan integratif antara model ekologi, deteksi molekuler, dan intervensi lingkungan memberikan kerangka kerja yang lebih adaptif dan presisi dalam upaya mitigasi filariasis. Strategi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengendalian penyakit berbasis ekosistem di daerah endemis
UJI PERCEPATAN PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DENGAN ADANYA PERLAKUAN PERENDAMAN DAN ZPT Zulia, Cik; Naburju, Ragil; Gustianty, Lanna Reni; Pane, Hilda Yanti Torus
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Percepatan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit  dengan adanya Perlakuan Perendaman dan ZPT. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non Faktorial dengan 4 ulangan sebagai berikut Z0 = Perendaman 24 jam dengan air (kontrol), Z1 =      Perendaman 24 jam dengan ZPT auksin 250 ml/500 ml air, Z2 = Perendaman 24 jam dengan ZPT sitokinin 250 ml/500 ml air, Z3 = Perendaman 24 jam dengan  Root Up 10 g/500 ml air, Z4 = Perendaman 24 jam dengan biourin sapi 250 ml/500 ml air, Z5 = Perendaman 24 jam dengan ekstrak bawang merah 250 ml/500 ml air. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan perlakuan perendaman 24 jam dengan Root Up (Z3) merupakan perlakuan terbaik, dengan daya berkecambah 100%, panjang radikula sebanyak 57,50 mm, panjang plumula sebanyak 38,66 mm dan luas daun sebanyak 12,55 cm2. Perlakuan perendaman 24 jam dengan biourin sapi (Z4) menunjukkan daya berkecambah 100%, panjang radikula sebanyak 55,16 mm, panjang plumula sebanyak 36,00 mm dan luas daun sebanyak 11,08 cm2. Perlakuan perendaman 24 jam dengan ektrak bawang merah (Z5) menunjukkan daya berkecambah 97,22%, panjang radikula sebanyak  53,41 mm, panjang plumula sebanyak 32,66 mm mm dan luas daun sebanyak 8,89 cm2. Perlakuan perendaman 24 jam dengan ZPT auksin (Z1) menunjukkan daya berkecambah 100%, panjang radikula sebanyak 47,75 mm, panjang plumula sebanyak 29,66 mm dan luas daun sebanyak 6,66 cm2
Kejadian Peningkatan Tekanan Darah Pada Anak Muda Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Belawan Kecamatan Medan Belawan Aryani, Novita; Sitanggang, Antonij Edi Martha; Silitonga, Erwin; Halawa, Ardiman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11769

Abstract

Permasalahan peningkatan tekanan darah prehipertensi dan hipertensi menjadi perhatian global karena mempengaruhi hampir setengah penduduk dunia. Prehipertensi apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi penyakit hipertensi dan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Kebiasaan hidup yang salah pada usia muda menyebabkan degenerasi organ tubuh terjadi lebih awal dari yang seharusnya diusia tua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik penderita peningkatan tekanan darah prehipertensi dan hipertensi  di usia muda. Lokasi penelitian berada  di UPT Puskesmas Belawan Kecamatan Medan Belawan. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat usia muda di wilayah kerja UPT Puskesmas Belawan. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah sampel ditentukan dengan Quota Samplig, Kriteria inklusi adalah usia muda (16-30 tahun) dalam kondisi sehat yang datang berkunjung ke UPT Puskesmas Belawan di tanggal 5 dan 6 Mei 2025. Maka didapat jumlah sampel sebanyak 33 orang. Hasil penelitian didapatkan terjadi peningkatan tekanan darah sebanyak 39.4% (terdiri dari prehipertensi 30.3% dan hipertensi 9.1%) . Usia 24-30 tahun mengalami prehipertensi sebesar 38.1%, Jenis kelamin laki-laki mengalami prehipertensi sebesar 41.2% dan aktifitas fisik dengan kategori rendah mengalami prehipertensi sebesar 32.0%.Tetapi hasil uji Chi-Square = 0.198 yang menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aktoftas fisik dengan peningkatan tekanan darah Kesimpulan : peningkatan tekanan darah  dialami oleh orang muda dengan usia yang lebih tua, berjenis kelamin laki-laki dan tidak ada hubungan signifikan aktifitas yang rendah dengan peningkatan tekanan darah. Saran: diharapkan pemerintah dan petugas kesehatan yang terkait dapat memberikan solusi dalam mengurangi tekanan darah penderita prehiperteni