cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALSIS PERBANDINGAN MEDIA PEMADAMAN API (FIRE BLANKET, APAR DRY POWDER DAN AIR) TERHADAP WAKTU PEMADAMAN Amaliah, Suci; Rahmiharti, Nirmala; Pribadi, Amiroel
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48264

Abstract

Kebakaran dikategorikan sebagai bencana jika menyebabkan kematian, yaitu jika mengakibatkan kematian lima orang atau lebih terjadi di pemukiman, serta kematian tiga orang atau lebih jika terjadi di bangunan atau properti non-struktural, termasuk kebakaran pada kendaraan dan di area antara perkotaan dan pedesaan. Dampak kebakaran sangat merugikan, baik dari segi materiil maupun korban jiwa. Sifat kebakaran yang dapat terjadi tanpa diduga dan di mana saja, seperti yang konsisten disebutkan dalam berbagai sumber menunjukkan bahwa momen-momen awal kebakaran sangatlah krusial. Apabila tindakan cepat tidak diambil, api kecil dapat dengan cepat membesar menjadi bencana yang tidak terkendali, sebagaimana terlihat dari insiden di mana upaya pemadaman mandiri gagal karena api membesar dengan cepat. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang berbagai media pemadam api dan efektivitasnya, khususnya dalam konteks waktu pemadaman, menjadi sangat krusial. Pemilihan alat pemadam yang tepat pada tahap awal insiden kebakaran sangat penting untuk meminimalkan penyebaran api dan kerusakan yang diakibatkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk secara komparatif mengevaluasi efektivitas fire blanket, APAR dry powder, dan air sebagai media pemadam api. Fokus utama akan diberikan pada perbandingan waktu pemadaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, APAR Dry Powder memadamkan api lebih cepat dibanding Fire Blanket dan Air. Namun, hasil uji statistik menggunakan Welch’s ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara ketiga media pemadam tersebut (p = 0,060 > 0,05). Artinya, meskipun APAR Dry Powder terlihat paling efektif secara rata-rata, tidak bisa disimpulkan secara statistik bahwa perbedaannya benar-benar signifikan.
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN UNTUK PENCEGAHAN DIARE Santi, Robbicha Vedha; Thohari, Imam; Rusmiati, Rusmiati; Sulistio, Irwan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48265

Abstract

Kasus diare di Kecamatan Rembang tahun 2024 mencapai 654 kasus. Kasus diare di Kabupaten Pasuruan meningkat dari 34.684 kasus pada tahun 2021 menjadi 45.105 kasus pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan pentingnya penerapan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku dalam melakukan cuci tangan pakai sabun sebagai upaya pencegahan diare pada masyarakat wilayah kerja puskesmas Rembang Kabupaten Pasuruan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan pre-experimental dan rancangan one group pretest-posttest design. Sebanyak 81 responden terlibat dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta observasi terhadap kebiasaan cuci tangan pakai sabun sebagai variabel utama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data adalah uji wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan dan perilaku responden antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi uji wilcoxon signed rank test p-value sebesar 0,000 (<0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan pada pengetahuan, sikap, keterampilan dan perilaku responden antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi penelitian menggunkan metode penyuluhan menggunkan media poster dan demonstrasi secara langsung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa intervensi berupa penyuluhan menggunakan media poster dan demonstrasi secara langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan perilaku responden terkait cuci tangan pakai sabun (CTPS).
FAKTOR PERILAKU ASI EKSKLUSIF IBU PRIMIPARA BERDASARKAN PLANNED BEHAVIOR THEORY, PALU, INDONESIA KAMILAH, UMMU; Khairunnisaa, Khairunnisaa; Haristantia, Rifka; Azzahra, Nur Azizah; Ekaputri, Amilah; Hilintang, Rendhar Putri; Sahrul, Sahrul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap, norma subjektif dari suami, mertua, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan kontrol perilaku ibu dengan perilaku ASI Eksklusif. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menggali secara mendalam terkait kendala dan harapan ibu dalam keberhasilan menyusui ASI Eksklusif ditinjau dari teori Planned Behavior. Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan pendekatan eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 73 ibu primipara yang memiliki bayi berusia 6–24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili. Wawancara mendalam juga dilakukan pada 9 orang informan yang terdiri ibu menyusui dan tenaga kesehatan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat Uji Chi Square dengan desain cross sectional. Data kualitatif dianalisis menggunakan content analysis. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa 41,7% ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Sikap, norma subjektif yang berasal dari suami, mertua, dan kader kesehatan serta kontrol perilaku ibu primipara berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif. Ibu mengalami berbagai kendala dalam menyusui, seperti keterbatasan waktu akibat kembali bekerja, kelelahan, dan kesulitan mengatur jadwal menyusui. Masalah produksi ASI, bayi yang belum mampu menyusu dengan baik, serta kondisi fisik ibu seperti pembengkakan payudara dan nyeri turut memperburuk situasi. Selain itu, ketidaksiapan mental, kurangnya pengalaman, dan kurangnya dukungan menyebabkan beberapa ibu merasa bingung dan ragu. Tekanan dari keluarga, terutama orang tua dan mertua yang menyarankan susu formula, juga memengaruhi keputusan ibu dalam menyusui. Kendala internal dan eksternal, termasuk hambatan fisik, psikologis, serta tekanan sosial, menjadi tantangan utama yang dihadapi ibu dalam proses menyusui. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan yang komprehensif dari lingkungan keluarga dan tenaga kesehatan guna meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu primipara.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS GEYER II Ramadhani, Virra Putri; Kisnawaty, Sudrajah Warajati; Muwakhida, Muwakhida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48316

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Asupan energi dan protein yang tidak adekuat menjadi faktor penyebab langsung yang memengaruhi pertumbuhan linear balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Geyer II, Kabupaten Grobogan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 64 balita yang dipilih melalui metode multistage random sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi balita berusia 24–59 bulan, berdomisili di wilayah tersebut, tidak menderita penyakit kronis, dan orang tua bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi yaitu balita yang tidak berada di tempat saat pengambilan data, data kuesioner tidak lengkap, atau berpindah domisili. Data asupan energi dan protein dikumpulkan menggunakan Semi-Quantitative Food FrequencyQuestionnaire (SQ-FFQ), sedangkan status gizi dinilai berdasarkan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dan dianalisis dengan perangkat lunak WHO Anthro. Analisis hubungan menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan sebagian besar balita memiliki asupan energi (51,5%) dan protein (65,6%) dalam kategori cukup, dengan kejadian stunting sebesar 34,4%. Terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p < 0,001) dan protein (p = 0,015) dengan kejadian stunting.
HUBUNGAN ASUPAN ASAM LEMAK OMEGA-6 DAN VITAMIN B12 DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA MAHASISWA ILMU GIZI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Larasati, Amelinda Putri; Puspitasari, Dyah Intan; Kisnawaty, Sudrajah Warajati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48317

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir usia 18–24 tahun rentan mengalami depresi akibat tekanan akademik dan kurangnya pengetahuan mengelola gejala depresi. Asupan gizi, asam lemak omega-6 dan vitamin B12 diketahui memiliki peran dalam menjaga kesehatan mental dan perubahan suasana hati. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan omega-6 dan vitamin B12 dengan kejadian depresi pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 136 responden yang dipilih secara proporsional random sampling. Data diperoleh melalui formulir Food Recall 24-H untuk mengukur asupan asam lemak omega-6 dan vitamin B12, serta kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) untuk mengukur status depresi. Analisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan Rank Spearman. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara omega-6 dan depresi (p=0,026; r=0,191), serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara vitamin B12 dan depresi (p=0,068; r=0,157). Pada penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variabel lain seperti faktor psikososial, genetik, dan biologis sebagai faktor pembanding.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MASYARAKAT MEMBUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI DESA AMABAAN KECAMATAN SIMEULUE BARAT KABUPATEN SIMEULUE amanda, fia; Fera, Dian; Jihad, Fikri Faidul; Fitriani, Fitriani; Kusumawardani, Eva Flourentina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48347

Abstract

Dinas Kesehatan Simelue menyatakan bahwa masih terdapat sebanyak 84% rumah tangga yang masih melakukan buang air besar sembarangan dan risiko meningkatnya penyakit menular berbasis lingkungan termasuk diare. Desa Amaban, yang terletak di Kecamatan Simeulue Barat, memiliki tingkat kepatuhan terendah terhadap praktik STOP buang air besar sembarangan pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku buang air besar masyarakat disebabkan oleh faktor-faktor seperti pengetahuan, pendapatan, sarana fasilitas, dan kepemilikan jamban. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan total 71 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reabilitas.  Teknik analisi data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menemukan bahwa perilaku buang air besar sembarangan berhubungan dengan pengetahuan (nilai-P = 0,048) dan sarana fasilitas (nilai-P = 0,032).  Selain itu juga diketahui bahwa, tidak ada hubungan antara pendapatan (nilai-P = 1,0) dan kepemilikan jamban (nilai-P = 0,632) di Desa Amabaan. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan fasilitas terkait dengan perilaku buang air besar sembarangan, sedangkan pendapatan dan kepemilikan jamban tidak terkait.  
ANALISIS HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KELUHAN SKIN DISEASE PADA PEKERJA DRYING SALTED FISH DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN Siagian, Masryna; Hutapea, Yovanna Febryanti; Buenita, Buenita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48355

Abstract

Alat pelindung diri (APD) merupakan alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh tubuh atau sebagian tubuh terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja ditempat kerja. Setiap pekerjaan mempunyai potensi bahaya yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh berbagai faktor yang ada atau timbul di lingkungan kerja. Faktor penyebab drying salted fish terkena penyakit kulit yaitu sebagai kelompok pekerja informal yang termasuk dalam kelompok pekerja yang beresiko terkena penyakit akibat kerja, pada drying salted fish banyak disebabkan oleh faktor lingkungan kerja. Rumusan masalah (1) Bagaimana analisis hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan keluhan skin disease pada drying salted fish di Kecamatan Medan Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan keluhan skin disease pada drying salted fish dikecamatan Medan Belawan. Metode analisis data yang dilakukan dengan Statiscal program for social science (SPSS). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 responden pada drying salted fish. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: alat pelindung diri (APD) memiliki hubungan yang signifikan terhadap skin disease.
P3A0 DENGAN RETENSIO PLASENTA Adnan, Naufal Ikbar Rian; Dinata, Freddy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48356

Abstract

Retensio plasenta merupakan salah satu penyebab utama perdarahan postpartum yang dapat berujung pada syok hipovolemik dan kematian maternal apabila tidak segera ditangani secara tepat. Kami melaporkan kasus seorang wanita berusia 36 tahun, P3A0, yang dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Ciawi dari praktik bidan. Pasien menjalani persalinan spontan pada usia kehamilan 41 minggu di fasilitas bidan, namun dua jam pascapersalinan mengalami perdarahan hebat dengan plasenta yang belum lahir. Pemeriksaan fisik menunjukkan konjungtiva anemis, tekanan darah 100/70 mmHg, dan frekuensi nadi 100 kali per menit. Pemeriksaan penunjang menunjukkan kadar hemoglobin sebesar 8,5 g/dL serta hasil ultrasonografi yang mengidentifikasi adanya sisa plasenta dalam kavum uteri. Pasien tidak memiliki riwayat operasi sesar sebelumnya. Tindakan segera dilakukan untuk menghentikan perdarahan dan mengevakuasi jaringan plasenta yang tersisa. Kasus ini menekankan pentingnya deteksi dini dan penanganan cepat pada retensio plasenta guna mencegah komplikasi lanjut yang berpotensi fatal.
HERNIA INGUINALIS LATERALIS PADA WANITA Sinaga, Oktri Lentina; Pasaribu, Enrico Saut Martua
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48357

Abstract

Hernia merupakan kondisi penonjolan organ atau jaringan intraabdomen melalui defek atau area lemah pada dinding rongga tempat organ tersebut berada. Berdasarkan etiologinya, hernia diklasifikasikan menjadi hernia kongenital (bawaan) dan hernia akuisita (didapat). Sementara itu, berdasarkan lokasi anatomisnya, hernia dikategorikan menjadi beberapa jenis, seperti hernia diafragmatika, inguinalis, umbilikalis, dan femoralis. Sekitar 75% dari seluruh kasus hernia terjadi di regio inguinal, mencakup hernia inguinalis langsung (direk), tidak langsung (indirek), serta hernia femoralis. Di antara jenis-jenis tersebut, hernia inguinalis merupakan bentuk yang paling sering dijumpai, dengan sekitar 50% kasus merupakan hernia inguinalis lateralis, yang lebih banyak terjadi pada populasi usia lanjut. Dalam laporan kasus ini disajikan kasus seorang pasien wanita berusia 62 tahun dengan keluhan utama nyeri perut kiri bawah disertai adanya benjolan di lipat paha kiri yang tidak dapat didorong masuk kembali, selain itu keluhan disertai mual, muntah, sulit BAB dan tidak dapat buang angin sejak empat hari sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan, berkonsistensi kenyal hingga padat, dengan bising usus menurun, dan tidak dapat direposisi ke dalam rongga abdomen. Pasien menjalani prosedur herniorraphy dan laparotomi eksplorasi sebagai tatalaksana operatif.
PERBEDAAN AKTIVITAS FISIK DAN PERTUMBUHAN LINEAR SISWA SDIT INSAN PERMATA BERDASARKAN JENIS KELAMIN Alia, Adilatul; Salsabila, Aulia Izzatul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48394

Abstract

Aktivitas fisik pada anak usia sekolah memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan fisik dan kesehatan anak. Salah satu indikator pertumbuhan fisik yang digunakan adalah pertumbuhan linear, yang biasanya diukur melalui tinggi badan yang dikaitkan dengan usia. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan pertumbuhan linear serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas V dan VI di SDIT Insan Permata, Kota Malang. Data penelitian dikumpulkan melalui Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C) untuk menilai tingkat aktivitas fisik, serta pengukuran antropometri untuk menghitung z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) sebagai indikator pertumbuhan linear. Dari total 195 siswa, sebanyak 53% tergolong memiliki aktivitas fisik tinggi, sedangkan 47% termasuk kategori kurang aktif. Sebagian besar responden (93,8%) menunjukkan pertumbuhan linear yang normal, sementara sisanya mengalami gangguan pertumbuhan seperti pendek (stunted). Temuan analisis statistik memperlihatkan ditemukannya pengaruh positif signifikan di antara tingkat aktivitas fisik dan pertumbuhan linear (p < 0,05). Selain itu, terdapat perbedaan tingkat aktivitas fisik berdasarkan jenis kelamin, di mana siswa laki-laki umumnya lebih aktif daripada siswa perempuan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor sosial budaya dan biologis, seperti kecenderungan pubertas dini pada perempuan. Temuan ini menegaskan pentingnya aktivitas fisik yang memadai dalam mendukung pertumbuhan linear anak usia sekolah, serta perlunya lingkungan sekolah yang mendorong gaya hidup aktif untuk mendukung perkembangan anak secara optimal.