cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN AKSES LAYANAN KESEHATAN KELOMPOK MARGINAL : STUDI KUALITATIF Rohman, Elsa Maudy; Trisnowati, Heni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46038

Abstract

Akses layanan kesehatan pada kelompok marginal, khususnya anak Wanita Pekerja Seks (WPS), masih menjadi tantangan di wilayah kerja Puskesmas Kretek, Bantul, Yogyakarta. Studi ini bertujuan mengidentifikasi strategi promosi kesehatan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak WPS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada lima informan dan observasi partisipasi. Analisis data menggunakan open code dan dilakukan secara tematik. Strategi promosi kesehatan telah berjalan sesuai teori WHO, mencakup advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan, namun belum ada program khusus untuk anak WPS. Inovasi “Getek Puspita” dikembangkan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Strategi promosi kesehatan berjalan baik, namun masih terdapat hambatan seperti kurangnya kesadaran dan partisipasi pendatang. Perlu penguatan program promosi kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan
KARAKTERISTIK PASIEN DAN KLASIFIKASI ABSES LEHER DALAM DI RSUD WALED TAHUN 2022-2024 Diyanatusyifa, Rosya; Bakri, Edy Riyanto; Nurhendriyana, Herry
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46127

Abstract

Abses leher dalam merupakan suatu infeksi yang melibatkan ruang potensial dan jaringan fasia di leher, ditandai oleh akumulasi nanah (pus). Infeksi ini dapat berasal dari berbagai sumber dan berkembang menjadi beberapa tipe, seperti abses peritonsil, retrofaring, parafaring, submandibular, hingga angina Ludwig, yang umumnya disertai gejala berupa nyeri tenggorokan, pembengkakan, dan keluhan lainnya. Kondisi ini memiliki potensi untuk berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa, serta memberikan dampak besar terhadap kesehatan karena tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sehingga membutuhkan penanganan segera dan tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pasien dan klasifikasi abses leher dalam di RSUD Waled selama periode 2022 hingga 2024. Penelitian menggunakan desain yang mencakup populasi, sampel, metode sampling, variabel yang diteliti, alat pengumpulan data, serta metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 63 pasien dengan abses leher dalam, di mana kelompok usia terbanyak adalah usia 19–59 tahun (71,4%) dan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (66,7%). Penyebab paling umum dari abses leher adalah infeksi gigi (96,8%). Berdasarkan lokasi anatomis, jenis abses yang paling sering terjadi adalah abses submandibula (58,7%), dengan gejala utama berupa nyeri tenggorokan yang ditemukan pada sebagian besar pasien (96,8%). Penanganan yang dilakukan terhadap pasien mencakup tindakan insisi pada seluruh kasus (100%), serta pemberian antibiotik, baik secara oral (41,3%) maupun injeksi (58,7%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasien dengan abses leher dalam sebagian besar merupakan laki-laki usia produktif dengan penyebab utama berupa infeksi gigi, dan jenis abses yang paling sering ditemukan adalah abses submandibula yang ditandai dengan nyeri tenggorokan, dengan penanganan melalui insisi dan pemberian antibiotik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIGITAN ANJING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NIKI-NIKI TAHUN 2024 Tefa, Dhea Natalin; Ndoen, Honey Ivon; Riwu, Yuliana Radja; Purnawan, Sigit
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46247

Abstract

Rabies merupakan penyakit zoonosis yang mematikan dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies, terutama anjing. Puskesmas Niki-Niki merupakan Puskesmas dengan kasus gigitan tertinggi kedua di Kabupaten Timor Tengah Selatan selama tahun 2023-2024, dengan 537 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gigitan anjing di wilayah kerja Puskesmas Niki-Niki tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desai survai analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 96 kasus dan 96 kontrol yang diambil secara simple random sampling dan matching. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,020), tingkat pengetahuan (p=0,012), praktik kepemilikan anjing (p=0,000), jumlah kepemilikan anjing (p=0,019), provokasi HPR (p=0,006), status vaksinasi (p=0,002), dan pemeriksaan kesehatan (p=0,000) memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing, sedangkan jenis kelamin (p=0,192) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gigitan anjing. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jumlah kepemilikan anjing, provokasi HPR, status vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan merupakan faktor yang memiliki hubungan yang bermakna secara statistik. Beberapa faktor seperti usia muda, pengetahuan yang kurang, praktik pemeliharaan anjing yang berisiko, provokasi terhadap HPR, dan kelalaian dalam vaksinasi serta pemeriksaan kesehatan anjing secara signifikan berkontribusi terhadap kejadian gigitan anjing. Diperlukan intervensi edukatif dan preventif dari petugas kesehatan dan pemerintah untuk menekan angka kejadian ini.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN REKAM MEDIS DI RS ISLAM JEMURSARI SURABAYA Prasenda, Ari Wicaksono; Nareswari, Fidelia Wandita; Rasendria, Nadhira Ardelia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan rekam medis di RS Islam Jemursari Surabaya. Variabel yang diteliti meliputi motivasi, kompetensi, dan beban kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel motivasi (X1), kompetensi (X2), dan beban kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja (Y), yang dibuktikan dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,001 (< 0,05). Sebagian besar staf rekam medis memiliki motivasi tinggi (78,9%), kompetensi tinggi (52,6%), dan beban kerja tinggi (52,6%). Namun demikian, sebagian besar karyawan memiliki produktivitas kerja pada kategori cukup (68,4%), sedangkan hanya 10,5% yang memiliki produktivitas kerja tinggi. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas manajemen sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan.
PENGARUH FASILITAS, KOMUNIKASI TERAPEUTIK, DAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERHADAP MINAT KUNJUNG ULANG PASIEN UMUM DI KLINIK MATA TRITYA SURABAYA Faizah, Wahyu Nur; Purwadhi, Purwadhi; Mulyani, Kahar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46517

Abstract

Terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien umum di Klinik Mata Tritya Surabaya pada 2 tahun terakhir (2023 dan 2024), setelah sebelumnya naik secara signifikan pasca pandemi Covid-19 yakni hampir 50 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin lama semakin sedikit pasien umum yang berminat untuk kembali berobat di Klinik Mata Tritya Surabaya. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis adakah pengaruh fasilitas, komunikasi terapeutik, dan komunikasi pemasaran terhadap minat kunjung ulang pasien umum di Klinik Mata Tritya Surabaya. Desain penelitian yakni penelitian kuantitatif, dengan metode survei cross-sectional terhadap 84 responden yang dipilih menggunakan teknik insidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas, komunikasi terapeutik, dan komunikasi pemasaran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjung ulang pasien, baik secara individual (thitung > ttable; sig <0,05) maupun secara simultan (fhitung > ftabel; sig <0,05). Ketiga variabel bebas mempunyai pengaruh yang sama terhadap minat kunjung ulang pasien sebesar 48,7 %, dan sisanya 51,3 % kemungkinan dijelaskan faktor lain yang tidak ada dalam analisis penelitian. Implikasi dari penelitian ini yakni dalam upaya meningkatkan minat kunjung ulang pasien umum, diperlukan perencanaan antara lain peningkatan fasilitas klinik, penerapan komunikasi terapeutik oleh tenaga medis dan paramedis yang efisien untuk meningkatkan kepercayaan pasien, serta optimalisasi strategi pemasaran. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengelola fasilitas kesehatan dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan berbasis kebutuhan pasien.
PROSEDUR PEMERIKSAAN HYSTEROSALPINGOGRPHY DENGAN KLINIS INFERTILITAS DI UNIT RADIOLOGI RS PKU WONOSOBO Minarti, Tri; Yusnida, Arnefia Mei; Liscyaningsih, Ike Ade Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46580

Abstract

Infertilitas merupakan masalah reproduksi yang cukup banyak dialami oleh pasangan usia subur di Indonesia. Salah satu metode penunjang diagnostik untuk mengetahui penyebab infertilitas pada wanita adalah pemeriksaan Hysterosalpingography (HSG). Pemeriksaan ini berperan penting dalam mengevaluasi kondisi tuba falopi dan mendeteksi adanya sumbatan atau gangguan lain yang dapat menghambat kehamilan. Tujuan penelitian adalah mengetahui prosedur, pengurangan proyeksi RPO dan LPO serta penambahan AP post miksi pada pemeriksaan hysterosalpingography dengan klinis infertilitas. Metode penelitian adalah kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data diperoleh melalui observasi, dokumentasi,dan wawancara dengan subjek penelitian dokter radiologi serta radiografer. Pencitraan yang dibutuhkan berupa foto pelvis AP polos, AP post kontras dan AP post miksi. Proyeksi AP polos digunakan untuk melihat kondisi awal rongga pelvis. Pencitraan AP post kontras dilakukan sebanyak 2 kali dengan penyuntikan media kontras water soluble melalui kateter sebanyak 20 cc di setiap tahapnya. Tahap pertama bertujuan untuk melihat kondisi kavum uteri dan tahap kedua digunakan untuk melihat kondisi kedua tuba. Selanjutnya pasien diminta untuk miksi atau kencing dan dilakukan foto AP post miksi. Kesimpulannya pemeriksaan HSG dengan klinis infertilitas dibutuhkan foto pelvis proyeksi AP polos, AP postkontras dengan menggunakan media kontras sebanyak 40 cc yang dimasukkan melalui kateter dalam dua tahap dan AP post miksi sebagai proyeksi tambahan untuk mengevaluasi adanya retensi atau penahanan media kontras di tuba falopi pasien. Sebaiknya persiapan urus-urus tetap dilakukan untuk mendapatkan hasil radiograf yang optimal. Kata kunci: hysterosalpingography, infertilitas, pencitraan radiologi
ANALISIS HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSEMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) PERTAMBANGAN TRADISONAL WONOCOLO Sari, Andini Ratna; Callista E, Nindy; Mulyanti , Heri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46907

Abstract

Salah satu industri yang memiliki risiko tinggi adalah sektor pertambangan. Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia Kementerian ESDM dalam 3 tahun terakhir 2022-2024) menunjukan terdapat 679 kasus kecelakaan kerja dengan jumlah kematian 132 kasus sisanya 547 dengan kasus ringan hingga berat. Kabupaten Bojonegoro merupakan wilayah penghasil minyak mentah di Provinsi Jawa Timur. Di kawasan desa Kedewan, 30 kilometer dari kabupaten Bojonegoro, sedikitnya hingga saat ini tersisa 40%  sumur minyak produksi dari 700 titik sumur yang di masa lalu menjadi kekuasaan kolonial sumur-sumur itu tersebar di desa Wonocolo dan Hargomulyo, dengan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui potensi bahaya dan menganalisis risiko kerja yang kemungkinan besar terdapat pada area pertambangan minyak tradisional wonocolo khususnya pada pengolahannya dengan pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) karena belum ada penelitian yang dilakukan pada pertambangan minyak tradisional Wonocolo, dan kebanyakan tambang tradisional sering beroperasi tanpa adanya pengawasan dari pihak terkait. Hasil menunjukkan bahwa analisis resiko yang terjadi meliputi fisik, kimia, ergonomi dan psikologis. Pada penilaian risiko terdapat kategori low sebanyak 3 kegiatan yaitu terluka akibat benda tajam, tertimpa yang menyebabkan terluka, tertimpa benda berat. Penilaian risiko tingkat medium ada 3 kegiatan yaitu terkilir, tertekan, stress. Terakhir penilaian risiko tingkat high ada 4 yaitu terbakar, terpeleset dan jatuh, terpapar asap beracun, dan terpapar uap minyak. Pengendalian risiko dilakukan dengan tindakan rekayasa dan administratif, seperti penimbunan tanah yang licin, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan pemasangan spanduk atau poster yang mengingatkan pekerja untuk beristirahat  yang cukup dan menggunakan APD
PENERAPAN VIRGIN COCONUT OIL UNTUK MENGURANGI PRURITUS PADA PASIEN HEMODIALISIS : Literature Review Dinita, Fera Alfina; Qotrunnada, Hasna Fadhilah; Purwanti, Okti Sri; Kurniasari, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46971

Abstract

Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien dengan penyakit gagal ginjal kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Penanganan pruritus umumnya dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Namun, penggunaan obat-obatan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping yang cukup serius. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif terapi yang lebih aman dan mudah diaplikasikan. Virgin coconut oil (VCO) sebagai emolien alami muncul sebagai salah satu pilihan terapi komplementer yang relatif aman dan mudah digunakan oleh pasien.Literature review ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas VCO dalam mengurangi pruritus pada pasien hemodialisis. Proses penelusuran literatur dilakukan melalui database Scopus, ResearchGate, dan Google Scholar dengan rentang pencarian lima tahun terakhir. Kata kunci yang digunakan meliputi “virgin coconut oil”, “pruritus”, dan “hemodialysis”. Dari hasil pencarian, terdapat sepuluh jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut.Hasil analisis menunjukkan bahwa VCO efektif dalam menurunkan tingkat pruritus pada pasien hemodialisis. Selain itu, VCO juga diketahui dapat memperbaiki kelembapan kulit dan mengurangi inflamasi lokal, yang umumnya menjadi faktor penyerta munculnya rasa gatal pada pasien. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas VCO dalam menurunkan skor pruritus lebih unggul dibandingkan dengan minyak zaitun, yang juga dikenal sebagai emolien alami.Berdasarkan hasil tinjauan literatur ini, dapat disimpulkan bahwa VCO merupakan pilihan terapi komplementer yang efektif dan aman untuk mengurangi pruritus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Selain memberikan manfaat fisik, penggunaan VCO juga berpotensi meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan.
ORAL HYGIENE PASIEN ICU ON VENTILATOR : LITERATURE REVIEW Astuti, Kharina Indira; Janah, Sherly Nur; Rosyid, Fahrun Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47103

Abstract

Pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) cenderung mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan Activities of Daily Living (ADL), salah satunya adalah kebutuhan akan perawatan kebersihan mulut atau oral hygiene. Gangguan ini umumnya terjadi karena kondisi pasien yang tidak sadar atau memiliki keterbatasan fisik, terutama pada pasien yang terpasang ventilator. Dalam kondisi tersebut, pasien sangat membutuhkan bantuan dari tenaga perawat untuk menjaga kebersihan mulutnya agar tetap bersih dan terhindar dari infeksi, termasuk risiko terjadinya Ventilator Associated Pneumonia (VAP) yang merupakan komplikasi umum pada pasien ICU dengan penggunaan ventilator mekanik.Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan pencarian data melalui beberapa basis data ilmiah seperti ResearchGate, PubMed, dan ANJ. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur meliputi "oral hygiene", “intensive care unit”, “ICU”, “unconscious patient”, “mechanical ventilator”, dan “ventilator”. Berdasarkan hasil penelusuran dan analisis literatur, ditemukan bahwa perawatan kebersihan mulut terbukti efektif dalam mencegah terjadinya VAP, terutama jika menggunakan bahan yang memiliki kandungan antibakteri dan antiseptik.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian oral hygiene secara rutin dan menggunakan bahan yang mampu menekan pertumbuhan serta membunuh bakteri, sangat penting dilakukan pada pasien ICU yang menggunakan ventilator. Perawatan ini menjadi bagian krusial dalam upaya pencegahan infeksi sekunder yang dapat memperburuk kondisi pasien.
LITERATURE REVIEW : PENGARUH PIJAT ES DAN PENGGUNAAN GEL LIDOKAIN UNTUK MENGURANGI NYERI VASKULARISASI PADA PASIEN HEMODIALISIS Erwanindyasari, Risma Nuril; Rizkya, Titania Nur; Maliya, Arina; Kurniasari, Dyan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47117

Abstract

Nyeri akibat kanulasi fistula arteriovenosa (AVF) merupakan masalah utama pada pasien hemodialisis yang berdampak pada kenyamanan serta kepatuhan terhadap terapi. Pengelolaan nyeri selama prosedur vaskularisasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pijat es dan gel lidokain dalam mengurangi nyeri selama insersi AVF pada pasien hemodialisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Literature review dari berbagai database jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2020-2025, menggunakan kata kunci “hemodialisis”, “pijat es”, dan “lidokain gel”. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua intervensi tersebut efektif menurunkan intensitas nyeri secara signifikan. Pijat es bekerja melalui stimulasi titik akupresur, mekanisme gate control, serta pelepasan peptida opioid endogen, sedangkan gel lidokain menghambat transmisi impuls nyeri melalui blokade saluran natrium. Efektivitas kedua metode relatif setara, tanpa perbedaan signifikan secara statistik, sehingga dapat menjadi alternatif sesuai preferensi pasien dan ketersediaan sumber daya. Kesimpulannya, baik pijat es maupun gel lidokain merupakan intervensi nonfarmakologis yang mudah, murah, dan minim risiko untuk mengurangi nyeri kanulasi AVF pada pasien hemodialisis. Implikasi praktisnya, tenaga kesehatan disarankan untuk mempertimbangkan kedua metode ini guna meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien selama terapi hemodialisis.