cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENERAPAN TERAPI OKUPASI MENGGAMBAR PADA PASIEN HALUSINASI DI RSJD dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA Suwarni, Anggita Arnas; Utomo, Endrat Kartiko; Widiastuti , Agung; Pujianto, Joko Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48127

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan gejala umum pada pasien skizofrenia yang berdampak signifikan terhadap fungsi sosial dan kualitas hidup. Intervensi farmakologis kerap menimbulkan efek samping, sehingga pendekatan non-farmakologis seperti terapi okupasi menggambar menjadi alternatif untuk membantu menurunkan intensitas gejala halusinasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi okupasi menggambar terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap dua pasien dengan halusinasi pendengaran. Terapi dilakukan selama tiga hari dengan teknik pre-test dan post-test menggunakan instrumen observasi tanda gejala halusinasi dan skala AHRS (Auditory Hallucination Rating Scale). Hasil penelitian terdapat penurunan gejala halusinasi pada kedua responden setelah diberikan terapi. Responden pertama menunjukkan penurunan skor AHRS dari 25 menjadi 18, dan skor gejala dari 9 menjadi 4. Responden kedua mengalami penurunan skor AHRS dari 23 menjadi 15, dan skor gejala dari 8 menjadi 3. Kesimpulan terapi okupasi menggambar efektif dalam menurunkan intensitas halusinasi pendengaran serta memperbaiki respons emosional dan sosial pasien. Terapi ini direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis pendukung dalam perawatan pasien dengan gangguan persepsi sensori.
ANALISIS MANFAAT IMPLEMENTASI CLINICAL PATHWAY SECTIO CESAREA TERHADAP TAGIHAN MEDIS (MEDICAL BILL) DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK CEMPAKA AZ-ZAHRA KOTA BANDA ACEH Mahady, Taufik Wahyudi; Kristin, Erna; Djasri, Hanevi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48351

Abstract

Angka tindakan Sectio Caesarea (SC) terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang telah melebihi ambang batas ideal WHO (10–15%) dengan prevalensi lebih dari 20% di beberapa wilayah. Di RSIA Cempaka Az-Zahra Banda Aceh, jumlah pasien SC tercatat sebanyak 263 kasus pada tahun 2022 dan 2023. Clinical Pathway (CP) diyakini dapat menurunkan variasi pelayanan, memperpendek lama rawat inap (Length of Stay/LOS), dan mengendalikan biaya perawatan. Menilai tingkat kepatuhan terhadap CP, variasi layanan, efisiensi biaya, serta dampaknya terhadap mutu pelayanan tindakan SC. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sekunder rekam medis tahun 2022–2023. Parameter yang dianalisis mencakup kepatuhan terhadap CP, LOS, variasi pelayanan, dan total tagihan medis. Hasil dari penelitian ini Tingkat kepatuhan CP pada tahun 2023 mencapai 92,4%. Variasi layanan masih ditemukan, namun tidak signifikan (p = 0,999). Rata-rata LOS menurun dari 2,73 hari (2022) menjadi 2,69 hari (2023) (p = 0,317). Rata-rata biaya meningkat dari Rp9.906.681 menjadi Rp10.160.713 (p < 0,001). Namun, pasien yang patuh terhadap CP menunjukkan biaya perawatan yang lebih rendah. Komponen biaya terbesar adalah kamar operasi (45,2% di 2022; 47,2% di 2023), sementara biaya obat-obatan menurun dari 11,9% menjadi 7,8%. Kesimpulan Implementasi Clinical Pathway pada tindakan SC berkontribusi terhadap efisiensi biaya dan peningkatan konsistensi layanan, meskipun belum seluruh indikator menunjukkan perubahan signifikan. Optimalisasi pelaksanaan CP tetap diperlukan untuk peningkatan mutu dan kendali biaya rumah sakit.
SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA ANAK USIA 6 BULAN Zhafira, Zhafira; Sulawati, Ity; Herwanto, Herwanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48363

Abstract

Sekitar 1,5 miliar (setara dengan 24%) orang diseluruh dunia mengalami helminthiasis. Sebesar 16.263 per 100.000 anak berusia 5-9 tahun mengalami STH yang merupakan beban usia terbesar dalam penyakit ini. WHO mengakui bahwa helminthiasis adalah penyakit infeksi tropis yang terabaikan di seluruh dunia. Infeksi ini sangat umum di daerah subtropis dan tropis dengan sanitasi yang buruk, praktik kebersihan yang tidak memadai, dan faktor sosial ekonomi berkontribusi terhadap tingkat penularan yang tinggi. Pentingnya pemahanan, penatalaksanaan secara komprehensif serta pencegahan terkait infeksi cacing terutama pada anak. Telah dilaporkan bayi laki-laki berusia 6 bulan 3 hari yang dibawa oleh kedua orangtuanya dengan keluhan BAB keluar cacing 1 minggu sebelumnya disertai dengan penurunan berat badan. Anak memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut. Status gizi kurang dengan perawakan normal. Tanda vital dalam batas normal dan tidak ditemukan konjungtiva anemis. Diagnosa helminthiasis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik, hasil allo-anamnesa dari orangtua pasien, dan dokumentasi visual cacing yang terdapat dalam popok pasien 1 minggu sebelumnya. Dilakukan pemeriksaan feses lengkap namun hanya ditemukan serat tumbuhan. Pasien diberikan pengobatan dengan pirantel pamoat serta dilakukan evaluasi. Satu minggu setelah pengobatan, ibu pasien mendokumentasikan masih terdapat cacing pada popok pasien namun dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Pasien diberikan albendazole dan setelah dievaluasi 1 minggu berikutnya, terjadi perbaikan dan tidak ditemukan efek samping dari pengobatan.
PENDEKATAN DIAGNOSIS DAN PENATALAKSANAAN CRUSTED SCABIES PADA PASIEN IMUNOSUPRESI Maulida, Nida; Yudhitiara, Novia; Darmawan, Hari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48367

Abstract

Menurut perkiraan WHO, skabies mempengaruhi lebih dari 200 juta individu diseluruh dunia pada satu waktu. Meskipun skabies dapat dicegah dan diobati, penyakit ini mempengaruhi lebih dari 130 juta orang di seluruh dunia pada suatu waktu, yang menyebabkan lebih dari 1,5 juta tahun hidup dengan disabilitas di seluruh dunia. Indonesia memiliki beban skabies tertinggi di antara 195 negara yang diinvestigasi, dengan Disability Adjusted Life Year (DALYs) yang distandarisasi berdasarkan usia sebesar 153,86 per 100.000 penduduk. Crusted scabies merupakan bentuk skabies yang berat dan sangat menular. Penyakit ini terutama menyerang individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, diabetes melitus menjadi faktor predisposisi yang signifikan. Namun penyakit ini seringkali menyerupai kondisi dermatologis lain seperti psoriasis, yang menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan yang tidak tepat. Kami melaporkan sebuah kasus crusted scabies dengan infeksi sekunder pada wanita 48 tahun yang memiliki riwayat diabetes mellitus tidak terkontrol. Pasien mengeluhkan terdapat banyak bintik kemerahan dan bercak kehitaman pada seluruh tubuh kecuali area wajah sejak 2 bulan lalu yang memberat 3 minggu terakhir hingga disertai sisik tebal berwarna putih kekuningan. Status gizi pasien termasuk gemuk tingkat berat berdasarkan klasifikasi Kemenkes RI. Pasien dirawat secara holistik bersama dengan spesialis penyakit dalam untuk mengontrol kondisi hiperglikemik yang dialami.
HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DARAH PADA IBU DENGAN PENINGKATAN RISIKO MELAHIRKAN BAYI PENDEK DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Risky, Ririn Mutiara; Hermawan, Dessy; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Angelina, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium darah pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan risiko melahirkan bayi pendek (stunting) di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain studi kohort prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga April 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang dipilih berdasarkan teknik uji sampel prediksi. Pengambilan data dilakukan melalui pemantauan kadar kalsium darah ibu, konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu selama kehamilan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar kalsium darah ibu hamil (p<0,05). Sebaliknya, riwayat pantang makan ikan atau protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kadar kalsium adalah keteraturan minum susu (p=0,017). Selain itu, ditemukan hubungan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan panjang badan lahir bayi (p=0,00), yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar kalsium dapat menurunkan risiko kelahiran bayi pendek.
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU TIDAK AMAN PADA CALON RADIOGRAFER DI JAKARTA SELATAN Saputro, Setio Adi; Djamalus, Hendra; Kuswoyo, Heri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48473

Abstract

Praktikum radiologi di Poltekkes Kemenkes Jakarta 2 (PKJ2) memiliki risiko bahaya radiasi bagi calon radiografer. Perilaku tidak aman menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan. Faktor internal dan eksternal memengaruhi perilaku tidak aman. PKJ2 telah melakukan upaya pencegahan perilaku tidak aman, namun masih ditemukan perilaku tersebut saat praktikum radiologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tidak aman pada calon radiografer serta mengetahui faktor yang paling berpengaruh. Penelitian ini, menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan kuisoner sebagai instrumen pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik berganda dengan 172 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,6% calon radiografer berperilaku tidak aman saat praktikum radiologi. Variabel seperti pengetahuan, persepsi, motivasi, dan dukungan rekan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku tidak aman calon radiografer. Namun, dukungan sarana prasarana tidak memiliki hubungan signifikan. Variabel pengetahuan memiliki nilai odds ratio (OR) tertinggi, yaitu 3,039, sehingga pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku tidak aman. Sebagai rekomendasi, PKJ2 perlu melakukan review kurikulum praktikum yang lebih fokus pada aspek keselamatan radiasi. Penting juga untuk mengintegrasikan keselamatan dalam kurikulum pendidikan serta mendorong kolaborasi dan komunikasi aktif antara calon radiografer selama praktikum. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perilaku tidak aman dapat diminimalisir.
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG Weni, Ima Fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48478

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Deficiency syndrome (AIDS) telah mejadi permasalahan kesehatan dikalangan remaja. HIV/AIDS membawa dampak buruk bagi psikologis, kehidupan sosial dan kesehatan remaja. Menghadapi permasalahan ini membuat remaja terdiagnosis HIV/AIDS membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya. Dukungan sosial merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup remaja terdiagnosis HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS yang dikaji dalam penelitian ini terkait dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, anggota keluarga, dan anggota pihak Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan teknik analisis data tematik dari Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga, tetangga dan Yayasan HIV/AIDS seperti dukungan emosioanal, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan jika dukungan sosial membawa dampak terhadap perasaan, perilaku dan pola pikir remaja maupun keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program kesehatan dalam memberikan dukungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan remaja terdiagnosis HIV/AIDS.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DESA OEBELO KECAMATAN KUPANG TENGAH TAHUN 2024 Tupa, Yerikho; Dodo, Dominirsep O.; Sirait, Rina Waty; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48557

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi menjadi tantangan serius dalam pembangunan nasional, terutama di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur yang memiliki angka kelahiran relatif tinggi. Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, di Desa Oebelo, tingkat partisipasi pasangan usia subur (PUS) dalam program KB masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi PUS dalam program KB, meliputi pengetahuan, jumlah anak, budaya, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara multistage sampling dari 812 PUS di Desa Oebelo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, budaya, dukungan suami dan peran tenaga kesehatan dengan partisipasi PUS dalam program KB sedangkan tidak ada hubungan antara kepesertaan JKN dan jumlah anak dengan partisipasi PUS dalam Program KB. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan edukatif, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam meningkatkan partisipasi KB. Diperlukan intervensi terintegrasi antara pemerintah, petugas kesehatan, dan tokoh masyarakat guna mengatasi hambatan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat program KB dalam menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera.
STRATEGI PROMOSI KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN DEMAN BERDARAH DENGUE : Studi Kualitatif di Kota Yogyakarta Martiningsih , Ika; Trisnowati , Heni; Sulistyawati , Sulistyawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Trend kasus DBD terus meningkat setiap tahun termasuk di Kota Yogyakarta. Strategi promosi kesehatan diperlukan dalam upaya pencegahan dan pengendaian DBD. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi promosi kesehatan untuk pencegahan dan pengendalian DBD di Kota Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan dokumentasi. Jumlah informan sebanyak 28 orang yang terdiri dari kepala puskesmas, tenaga promosi kesehatan, dan kader kesehatan. Data diolah menggunakan aplikasi opencode 4.02 dan dianalis secara tematik. Lokasi penelitian dilakukan pada wilayah kerja Puskesmas Umbulharjo I dengan kasus DBD tertinggi dan Puskesmas Pakualaman dengan kasus DBD terendah di Kota Yogyakarta pada Bulan Januari-September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi kesehatan yang telah dilakukan untuk pengendalian DBD mencakup advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan Masyarakat. Strategi advokasi dilakukan melalui lokakarya mini lintas sektor secara rutin, kolaborasi dengan camat, lurah, KUA, Koramil, Polsek, dan tokoh masyarakat. Strategi dukungan sosial dilakukan melalui kegiatan refreshing kader secara berkala, edukasi masyarakat, kunjungan rumah, monitoring jadwal Pemberantasa Sarang Nyamuk (PSN) oleh kader, dan kerja bakti bersama lintas sektor. Strategi pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), survei jentik mandiri, penghitungan Angka Bebas Jentik (ABJ), serta penguatan peran kelurahan siaga dan penerapan lima pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Terdapat perbedaan penekanan dan pelaksanaan strategi antara kedua puskesmas sesuai karakteristik wilayah dan jumlah kasus DBD. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya sinergi advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat untuk menurunkan kasus DBD secara efektif
HUBUNGAN ANTARA KADAR KALSIUM DARAH PADA IBU DENGAN PENINGKATAN RISIKO MELAHIRKAN BAYI PENDEK DI RUMAH SAKIT BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG TAHUN 2025 Hermawan, Dessy; Risky, Ririn Mutiara; Riyanti, Riyanti; Yanti, Dhiny Easter; Angelina, Christin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kalsium darah pada ibu hamil trimester III dengan peningkatan risiko melahirkan bayi pendek (stunting) di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik melalui desain studi kohort prospektif. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga April 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden yang dipilih berdasarkan teknik uji sampel prediksi. Pengambilan data dilakukan melalui pemantauan kadar kalsium darah ibu, konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu selama kehamilan. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi tablet kalsium, Fe, asam folat, dan keteraturan minum susu memiliki hubungan yang signifikan terhadap kadar kalsium darah ibu hamil (p<0,05). Sebaliknya, riwayat pantang makan ikan atau protein tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kadar kalsium adalah keteraturan minum susu (p=0,017). Selain itu, ditemukan hubungan antara kadar kalsium darah ibu hamil dengan panjang badan lahir bayi (p=0,00), yang menunjukkan bahwa peningkatan kadar kalsium dapat menurunkan risiko kelahiran bayi pendek.