cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN LAMA PERAWATAN PASCA APENDEKTOMI PADA PASIEN APENDISITIS AKUT DAN APENDISITIS PERFORASI DI RSUD Dr. H. CHASAN BOESOIRIE TAHUN 2019-2022 Doda, Christi Evana; Sugara, Topan; The, Fera
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.42832

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks vermiformis yang sering terjadi di Indonesia, dengan tingkat kejadian mencapai 95 dari 1000 penduduk. Tindakan bedah apendektomi menjadi prosedur yang umum dilakukan, dengan angka kejadian sebesar 12,8%, serta sekitar 30.703 pasien rawat inap tercatat mengalami kasus apendisitis, di mana 32% di antaranya memerlukan laparatomi. Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 7% penduduk Indonesia atau sekitar 175.000 orang menderita apendisitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama perawatan pasca apendektomi pada pasien dengan apendisitis akut dan apendisitis perforasi di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie pada tahun 2019-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan analitik korelatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan data yang diperoleh dari rekam medik RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2019-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 109 sampel yang dianalisis, terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa variabel dengan lama perawatan pasca apendektomi. Hasil Uji Chi-Square menunjukkan nilai P-Value=0,000 untuk usia, P-Value=0,006 untuk jenis kelamin, P-Value=0,000 untuk komplikasi, P-Value=0,002 untuk apendisitis akut, dan P-Value=0,002 untuk apendisitis perforasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin kompleks kondisi pasien, semakin lama waktu perawatan yang dibutuhkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, komplikasi, serta jenis apendisitis dengan lama perawatan pasca apendektomi. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi tenaga medis dalam menentukan strategi perawatan yang lebih optimal guna mempercepat pemulihan pasien pasca tindakan bedah apendektomi.
MANAJEMEN ANESTESI PADA PASIEN DENGAN TUMOR EXTRAAXIAL REGIO FRONTAL SEC SUSP MENINGIOMA CONVEXITY DENGAN TINDAKAN CRANIOTOMY TUMOR REMOVAL BICORONAL INCISION Khamandanu, Kadek Fabrian; Suarjaya, I Putu Pramana; Sucandra, I Made Agus Kresna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43215

Abstract

Tumor otak memerlukan penanganan khusus, terutama dalam aspek anestesi dan perawatan pascaoperasi. Pasien dengan tumor serebri sering menunjukkan gejala peningkatan tekanan intrakranial, seperti sakit kepala, mual, muntah, gangguan kesadaran, serta defisit neurologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi anestesi dan manajemen perioperatif pada pasien dengan tumor otak guna menjaga stabilitas hemodinamik dan perfusi serebral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang pria berusia 52 tahun yang dirujuk dengan diagnosis tumor serebri. Pasien mengalami penurunan daya ingat progresif selama empat bulan terakhir, disertai perubahan perilaku menjadi lebih pendiam. Evaluasi praoperasi menunjukkan kesadaran yang baik tanpa gejala nyeri kepala, muntah, atau gangguan penglihatan. Anamnesis mengungkapkan riwayat dua kali operasi otak akibat kecelakaan tahun 2003. Anestesi dilakukan dengan teknik neuroanestesi yang mencakup Target Controlled Infusion (TCI), low flow anesthesia (LFA), serta penggunaan fentanil dan rocuronium untuk menjaga keseimbangan tekanan intrakranial. Pascaoperasi, pasien menjalani pemantauan intensif di ICU selama 48 jam dengan parameter fisiologis stabil, meskipun terdapat leukositosis sebagai respons inflamasi. Pemberian analgesik fentanyl efektif dalam mengontrol nyeri dan mencegah agitasi selama pemulihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan anestesi multimodal dan pemantauan ketat berkontribusi terhadap keberhasilan operasi dan pemulihan pasien. Intervensi yang tepat dalam manajemen intraoperatif dan pascaoperasi sangat penting untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan prognosis pasien.
ANALISIS FAKTOR PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM SEMARANG PERIODE BULAN SEPTEMBER 2024 Santoso, Michael Wibowo; Sumantiawan, Dody Indra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43996

Abstract

Te$rdapat 3 (tiga) aspe$k dalam pe$nding klaim BPJS Ke$se$hatan pada pasie$n rawat inap di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Se$marang yakni administrasi, koding, dan me$dis. Tujuan dari pe$ne$litian ini adalah me$nge$tahui faktor pe$nye$bab pe$nding klaim, pe$nye$le$saian dan me$ningkatkan konsiste$nsi dalam pe$ngolahan biaya Ke$se$hatan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Se$marang de$ngan me$nggunakan me$tode$ pe$ne$litian kualitatif de$ngan pe$nde$katan de$skriptif yang be$rtujuan untuk me$nde$skripsikan dan me$nggambarkan pe$ngalaman subje$k yang dite$liti dan hasil yang dipe$role$h te$rkait pe$nding klaim BPJS Ke$se$hatan pada pasie$n rawat inap de$ngan me$ngamati, me$ncatat, me$nghitung pe$rse$ntase$ se$rta me$lakukan wawancara te$rhadap 8 (de$lapan) informan bagian case$mix rawat inap. Hasil pe$ne$litian de$ngan 376 sampe$l laporan pe$nding klaim yang dipe$role$h faktor pe$nye$bab pe$nding klaim akibat administrasi 82 (21,8%), koding 88 (23,4%), dan me$dis 206 (54,8%). Untuk me$minimalisir angka pe$nding, se$baiknya rumah sakit me$ngadakan pe$rte$muan rutin antara pihak Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Se$marang de$ngan pihak BPJS Ke$se$hatan untuk me$mbahas ke$se$pakatan administrasi, ke$le$ngkapan pe$nunjang me$dis dan koding, me$lakukan pe$nge$ce$kan ulang untuk ke$le$ngkapan be$rkas laporan pe$nunjang, be$rkas administrasi dan koding diagnosis, me$lakukan sosialisasi ke$ Dokte$r Pe$nanggung Jawab Pasie$n (DPJP) te$rkait ke$te$ntuan BPJS Ke$se$hatan, se$rta me$ngoptimalkan pe$ngisian re$sume$ me$dis se$suai re$gulasi BPJS Ke$se$hatan se$hingga isi re$sume$ le$bih le$ngkap dan dapat me$nggambarkan kondisi pasie$n.
KANDUNGAN ZAT BESI DAN DAYA TERIMA COOKIES DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF STUNTING PADA BALITA Mazaya, Saqya ‘Ainil; Sarbini, Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44306

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang dapat disebabkan oleh kekurangan zat gizi, salah satunya yaitu kekurangan zat besi. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan modifikasi selingan dari bahan pangan lokal yaitu cookies daun kelor (Moringa Oleifera). Daun kelor memiliki kandungan zat besi yang tinggi sehingga mampu menjadi alternatif selingan pada balita yang tinggi zat besi. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh subtitusi tepung daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap zat besi dan daya terima cookies. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental. Terdapat empat taraf perlakuan (P) substitusi yaitu P0 (0%), P1 (2,5%), P2 (5%), dan P3 (7,5%). Uji kadar zat besi menggunakan metode spektrofotometri dengan satuan mg dan daya terima menggunakan uji hedonik dengan 30 panelis agak terlatih. Uji normalitas dengan uji Shapiro Wilk. Hasil uji zat besi dianalisis menggunakan uji Anova One Way dengan uji lanjut berupa uji Duncan untuk mengetahui perbedaan nyata setiap perlakuan. Hasil daya terima dianalisis menggunakan uji Kruskall Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan nyata setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan subtitusi tepung daun kelor (Moringa Oleifera) berpengaruh terhadap kadar zat besi dan daya terima yaitu pada indikator warna, aroma, rasa dan keseluruhan, namun tidak berpengaruh pada tekstur cookies. Kadar zat besi tertinggi pada P3 (7,5%) yaitu sebesar 6.18 mg.
SIKAP PERAWAT TERHADAP KESELAMATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL PASIEN DI RUMAH SAKIT: LITERATUR REVIEW Maghribi, Aviecenna Cakra; Paramita, Fajrinandetya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44671

Abstract

Dalam perawatan kesehatan, sikap keselamatan perawat pada pasien sangat penting. Budaya keselamatan pasien terdiri dari sikap keselamatan secara kolektif pada seluruh perawat . Tujuan artikel ini adalah untuk menyoroti fakta mengenai dampak dari sikap keselamatan perawat di Rumah Sakit. Dengan menggunakan Google Scholar, Scopus, dan PubMed dengan batasan tahun 2013 hingga tahun 2023, tinjauan artikel ini dilakukan untuk menilai sikap keselamatan perawat, kesembilan penelitian ini dikaji menggunakan berbagai instrumen seperti Survei Rumah Sakit tentang Budaya Keselamatan Pasien, Skala pengorganisasian keselamatan pasien, Kuisioner Sikap Keselamatan Pasien, dan Skala iklim keselamatan pasien Zohar. Budaya keselamatan pasien pada perawat yang positif menghasilkan sedikit laporan mengenai kejadian buruk di Rumah Sakit. Manajer Perawat dapat meningkatkan sikap keselamatan pasien dengan mendorong pelaporan kesalahan dan mendoring kerja tim yang efektif, serta komunikasi yang baik. Oleh karena itu, penting agar menjadikan sikap keselamatan perawat menjadi program yang berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya keselamatan pasien.
PATCH TRANSDERMAL VS. ORAL BISOPROLOL PADA HIPERTENSI: MANA YANG LEBIH EFEKTIF? SEBUAH META-ANALISIS Aminah, Iin Siti; Jafar, Garnadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44673

Abstract

Bisoprolol, sebuah beta-blocker yang digunakan dalam pengelolaan hipertensi, tersedia dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meskipun patch transdermal menawarkan kemudahan penggunaan dan kemungkinan efek samping sistemik yang lebih rendah, efektivitasnya dibandingkan dengan bentuk oral belum terjamin secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas bisoprolol dalam bentuk patch transdermal dengan bentuk oral dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi melalui meta-analisis studi klinis yang relevan. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti pubmed, google scholar, ScienceDirect dan connected papers, dengan memilih artikel yang membandingkan efektivitas bisoprolol patch transdermal dan oral dalam mengontrol tekanan darah. Data yang diperoleh dari artikel tersebut dianalisis secara kuantitatif menggunakan model efek tetap dan efek acak untuk menentukan perbedaan dalam penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antara kedua formulasi. Analisis meta menunjukkan bahwa baik bisoprolol dalam bentuk patch transdermal maupun bentuk oral efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Namun, perbedaan efektivitas antara kedua formulasi tergantung pada parameter yang diukur. Formulasi oral menunjukkan penurunan tekanan darah yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan patch transdermal, namun patch transdermal memiliki keuntungan dalam hal kepatuhan terapi dan efek samping sistemik yang lebih minimal. Meskipun bisoprolol patch transdermal menawarkan beberapa keuntungan terkait kepatuhan dan tolerabilitas, bisoprolol bentuk patch transdermal menunjukkan efektivitas yang sedikit lebih baik dalam menurunkan tekanan darah, tetapi membutuhkan biaya jauh lebih tinggi. Keputusan terapi harus mempertimbangkan kebutuhan individual pasien serta preferensi dalam pengelolaan efek samping dan kepatuhan pengobatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi manfaat jangka panjang dari masing-masing formulasi dalam konteks klinis yang lebih luas.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TERONG HIJAU (SOLANUM MELONGENA) DALAM KEBOCORAN DNA DAN PROTEIN BAKTERI Barutu, Liza Anisa Shevia; Nasution, Haris Munandar; Rahayu, Yayuk Putri; Pulungan, Ainil Fithri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45009

Abstract

Penyakit menular merupakan masalah kesehatan yang sering disebabkan oleh berbagai spesies bakteri. Escherichia coli mewakili patogen umum. Enzim metabolisme yang terdapat pada daun terong hijau (Solanum melongena) memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi intensitas aktivitas bakteri dan kebocoran DNA dan protein bakteri. Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan dilakukan uji karakterisasi simplisia dan daun terong hijau di ekstraksi dengan metode maserasi. Analisis kimia terhadap serbuk dan ekstrak dilakukan, kemudian diuji aktivitas antibakterinya dengan cara difusi pada kertas pada suhu 37oC selama 24 jam. Kebocoran DNA dan protein bakteri diverifikasi dengan spektrofotometri UV-visibel. Daun terong hijau mengandung alkaloid, flavonoid, glikosida, tanin, saponin dan steroid, menurut hasil percobaan. Berdasarkan konsentrasi 2,5, 5, 7,5 dan 10%, hasil uji aktivitas antibakteri daya hambat ekstrak daun terong hijau adalah 6,7, 7,7, 8,1 dan 9,9 mm. Konsentrasi DNA dan protein 10% pada kelompok perlakuan sedikit lebih tinggi dibandingkan pada kelompok kontrol positif, dengan nilai serapan pada 260 nm (DNA) dan 280 nm (protein).
PENGARUH PELAKSANAAN KELAS MP-ASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU BAYI USIA 5 BULAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPONGKOR BANDUNG BARAT Rizki, Fathia; Dhamayanti, Meita; Hidayah, Hajj Aulia Mawadatul; Maulida, Siti; Rahmawati, Ela
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45122

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan prevalensi gizi buruk dan kurang pada balita masih cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Bandung Barat yang mencatatkan 87 kasus gizi buruk pada balita di tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, yang bertujuan untuk mengukur perubahan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah mengikuti kelas MP-ASI. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 5 bulan di Posyandu Dahlia, Desa Cipongkor, dengan teknik total sampling karena jumlah populasi kurang dari 100 orang. Variabel utama yang diukur adalah tingkat pengetahuan ibu tentang MP-ASI, yang mencakup waktu pemberian, frekuensi, jenis, tekstur, dan cara pengolahan MP-ASI. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini berlangsung dalam beberapa tahapan, yaitu pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal ibu, intervensi berupa kelas MP-ASI, dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan setelah intervensi. Data dianalisis secara statistik untuk melihat efektivitas kelas MP-ASI dalam meningkatkan pemahaman ibu tentang pemberian makanan pendamping. Selain itu Rendahnya keterampilan ibu dalam pemberian MP-ASI dapat menyebabkan bayi tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup, meningkatkan risiko diare akibat sanitasi pangan yang kurang baik, serta berkontribusi pada gagal tumbuh. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan ibu dalam menyiapkan dan memberikan MP-ASI merupakan strategi penting dalam upaya pencegahan stunting. Program edukasi melalui kelas MP-ASI atau penyuluhan gizi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan ibu dan kualitas pemberian makan pada anak. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini memperhatikan aspek etika seperti informed consent, privasi responden, serta prinsip non-maleficence untuk memastikan tidak ada dampak negatif bagi partisipan. Proses penelitian berlangsung dari tahap persiapan hingga pelaporan hasil, dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesadaran ibu mengenai pentingnya MP-ASI yang tepat.
PENGARUH STATUS AKREDITASI DAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK TERHADAP KEPUASAN PASIEN MELALUI MUTU PELAYANAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA) Beddu, Erniaty; Yuliaty, Farida; Agusiady, Ricky; Kosasih, Kosasih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status akreditasi dan RME terhadap kepuasan pasien melalui mutu pelayanan sebagai variabel intervening. Di era digitalisasi, akreditasi dan RME menjadi indikator penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Mutu pelayanan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Data dikumpulkan dengan kuesioner menggunakan skala likert terhadap 100 pasien pada 11 puskesmas di Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Teknik cluster proportional random sampling selanjutnya penentuan responden dengan incidental sampling, analisis data dengan menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Square dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh langsung yang signifikan dan positif status akreditasi terhadap mutu pelayanan, RME terhadap mutu pelayanan, status akreditasi terhadap kepuasan pasien dan mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien. Mutu pelayanan dengan tujuh dimensi yaitu efektif (effective), keselamatan (save), berorientasi kepada pasien / pengguna layanan (people-centered), tepat waktu (timely), efisien (efficient), adil (equitable), dan terintegrasi (integrated), terbukti menjadi variabel intervening yang memperkuat pengaruh status akreditasi dan RME terhadap kepuasan pasien. Dengan demikian, peningkatan status akreditasi dan optimalisasi penggunaan RME dapat meningkatkan mutu pelayanan yang berdampak pada kepuasan pasien.
HUBUNGAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM ONSET DINI DI RSIA ASIH BALIKPAPAN Sutrisni, Septiani Tri; Mardiyaningsih, Eko
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45764

Abstract

Latar Belakang: Kematian neonatal mengacu pada jumlah kematian bayi yang terjadi pada 28 hari pertama kehidupan per 1.000 kelahiran hidup dalam jangka waktu tertentu Laporan dari World Health Organization (2022) diperkirakan ada sekitar 2,3 juta bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama kehidupannya setiap tahun di seluruh dunia. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian sepsis neonatorum onset dini di RSIA Asih Balikpapan Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain studi analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 348 bayi yang didiagnosis sepsis neonatorum oleh dokter spesialis anak, dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan sampel akhir sebanyak 64 data rekam medis bayi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Penelitian ini menganalisis kejadian ketuban pecah dini dan kejadian sepsis neonatorum onset dini sebagai variabel univariat, dengan menggunakan uji statistik Chi-Square melalui SPSS Statistics untuk mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini dan kejadian sepsis neonatorum onset dini. Hasil Penelitian: Hasil analisa statistik Chi-Square di RSIA Asih Balikpapan menunjukkan hubungan signifikan antara ketuban pecah dini (KPD) dan Sepsis Neonatorum Onset Dini (SNOD), dengan nilai Pearson Chi-Square 6,385, df 1, dan nilai p value 0,012. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian sepsis neonatorum onset dini di ruang Perinatologi Rsia Asih Balikpapan.