cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
TINGKAT STRES DAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR TAHANAN BARU DI RUTAN BARESKRIM POLRI Yuliarti, Afif; Cicih, Lilis Heri Mis; Indriyati, Titi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51595

Abstract

Tingginya prevalensi gangguan tidur pada tahanan yang berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Tingkat stres yang tinggi dan kebiasaan sleep hygiene yang kurang baik diduga menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas tidur tahanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada tahanan baru di Rutan Bareskrim Polri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional yang melibatkan 135 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), Sleep Hygiene Index (SHI), serta kuesioner lingkungan dan data demografis. Hasil analisis univariat memiliki kualitas tidur buruk (77%), tingkat stres berat (77,8%), dan sleep hygiene buruk (81,5%). Lingkungan tahanan dinilai buruk oleh responden (54,8%), dan menjalani masa tahanan 1-2 bulan (70,4%). Sebagian besar responden adalah laki-laki (85,2%) dan berusia 19-44 tahun (55,3%). Hasil analisis bivariat terdapat hubungan variabel tingkat stres dan sleep hygiene terhadap kualitas tidur tahanan baru di Rutan Bareskrim Polri didapatkan p-value pada tingkat stres sebesar (p=0,002, OR 7,7077, CI=3,734-18,663) dan sleep hygiene (p=0,001, OR 6,750, CI=2,663-16,205). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat stres dan sleep hygiene dengan kualitas tidur tahanan baru di Rutan Bareskrim Polri didapatkan variabel tingkat stres dengan nilai (p=0,003, OR=7,901, CI 3,582-18,105) setelah dikontrol lingkungan tahanan, lama masa tahanan dan jenis kelamin sebagai variabel protektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan stres dan edukasi kebiasaan tidur sehat untuk meningkatkan kualitas tidur tahanan. Temuan ini menjadi dasar bagi pengembangan intervensi pembinaan tahanan yang berfokus pada kesehatan mental dan kondusifnya lingkungan tidur.
LITERATUR REVIEW : POTENSI PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) SEBAGAI ANTIBIOTIK ALTERNATIF BERBASIS HERBAL Jayachrisna, Komang Satrya Jati; Permasutha, Made Bayu; Rahmayani, Irma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51656

Abstract

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri terus menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang. Penggunaan antibiotik sintetis yang berlebihan dan tidak tepat telah berkontribusi besar terhadap munculnya bakteri resisten antibiotik, yang saat ini bertanggung jawab atas sekitar 1,27 juta kematian setiap tahunnya. Kondisi ini menegaskan adanya kebutuhan mendesak akan terapi alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan antibiotik berbasis herbal. Salah satu opsi yang berpotensi adalah daun Cinnamomum burmannii, yang kaya akan berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenol. Senyawa-senyawa ini memiliki berbagai mekanisme antibiotik, seperti merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis asam nukleat dan protein, menonaktifkan enzim, serta mengganggu metabolisme energi. Sejumlah penelitian in vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun Cinnamomum burmannii memiliki aktivitas antibiotik sedang hingga kuat terhadap patogen seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella Typhi. Selain efektivitasnya, penggunaan ekstrak daun Cinnamomum burmannii dianggap lebih aman, ekonomis, dan memiliki risiko lebih rendah dalam memicu resistensi. Namun, penerapan ekstrak ini di lingkungan klinis masih terbatas karena minimnya penelitian in vivo dan studi klinis yang membahas keamanan, toksisitas, farmakokinetik, dan farmakodinamiknya. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk menggali secara menyeluruh potensi terapeutik ekstrak daun Cinnamomum burmannii sebagai agen antibiotik alternatif berbasis bukti.
PERSEPSI BULLYING PADA MAHASISWA KEPERAWATAN : PENELITIAN KUALITATIF Sinaga, Aline Yohana; Rantung, Gilny Aileen Joan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51722

Abstract

Fenomena bullying dalam pendidikan keperawatan masih menjadi isu kompleks yang sering tersembunyi dan dianggap wajar sebagai bagian dari proses pembentukan mental mahasiswa. Persepsi ini berpotensi menormalisasi perilaku yang merugikan secara psikologis, sosial, dan akademik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi persepsi mahasiswa keperawatan terhadap praktik bullying di lingkungan akademik dan praktik klinik, serta strategi yang digunakan dalam mengantisipasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap mahasiswa keperawatan yang pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses transkripsi, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu: (1) normalisasi bullying sebagai hal yang dianggap wajar dan bagian dari pembentukan mental; (2) bentuk bullying dominan bersifat verbal dan psikologis yang disamarkan sebagai humor; (3) faktor penyebab meliputi budaya hierarkis, lemahnya sistem pelaporan, dan rasionalisasi kekuasaan senioritas; serta (4) strategi antisipatif meliputi upaya personal (percaya diri, coping mechanism), sosial (dukungan teman dan keluarga), dan institusional (kebijakan, sanksi, serta edukasi anti-bullying). Kesimpulannya, normalisasi bullying merupakan bentuk kekerasan terselubung yang memerlukan intervensi sistemik melalui kebijakan tegas, pelatihan empati, dan budaya akademik berbasis nilai humanistik serta profesional.  
HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DAN JUMLAH UANG SAKU DENGAN STATUS GIZI SISWA SMA DI BANJARSARI SURAKARTA Dewi, Sylfi Carmelia; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51776

Abstract

Pada masa remaja, terutama di jenjang sekolah menengah atas (SMA), terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan yang cepat sehingga diperlukan asupan gizi yang seimbang. Pada periode ini, remaja mulai memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan makanan, termasuk kebiasaan membeli jajanan di luar rumah. Selain itu, besarnya uang saku yang diterima siswa juga berperan dalam memengaruhi status gizi, karena jumlah uang saku dapat memengaruhi jenis serta frekuensi makanan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain crosssectional. Sebanyak 154 responden dipilih secara purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu siswa aktif dan bersedia menjadi subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk menentukan IMT/U, menggunakan kuesioner kebiasaan jajan, hubungan kebiasaan jajan dan jumlah uang saku dengan status gizi dianalisis menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 64,3% siswa memiliki status gizi normal, 59,1% kebiasaan jajan siswa berada dalam kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan kebiasaan jajan dengan status gizi dengan nilai p = 0,007. Namun, pada jumlah uang saku dengan status gizi tidak terdapat hubungan dengan nilai p = 0,189. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan jajan dengan status gizi siswa SMA di Banjarsari, Surakarta. Sedangkan pada uang saku dengan status gizi tidak memiliki hubungan signifikan secara langsung menunjukkan bahwa uang saku bukan satu-satunya penentu status gizi.  
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PERBANDINGAN MANIFESTASI KLINIS DARI VERTIGO PERIFER DAN VERTIGO SENTRAL Mohi, Dahliawati; Pratama, Ahmad Ardhani; Ramlian, Ramlian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51777

Abstract

Vertigo merupakan salah satu keluhan yang sering dijumpai dalam praktik klinis, dengan prevalensi tinggi terutama pada usia dewasa dan lanjut usia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup penderita melalui gangguan keseimbangan, kecemasan, dan peningkatan risiko jatuh. Secara klinis, vertigo dibedakan menjadi vertigo perifer dan vertigo sentral, namun perbedaan gejalanya tidak selalu jelas sehingga sering menimbulkan misdiagnosis. Kesalahan dalam membedakan vertigo sentral—yang berkaitan dengan gangguan serius pada sistem saraf pusat—dari vertigo perifer yang cenderung lebih jinak dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan. Untuk itu dilakukan literature review dengan menelaah 22 jurnal terkait karakteristik klinis, faktor risiko, dan pendekatan diagnostik yang dapat membedakan kedua jenis vertigo tersebut. Hasil telaah menunjukkan bahwa vertigo perifer dan sentral memiliki perbedaan klinis yang konsisten dan dapat diidentifikasi melalui anamnesis serta pemeriksaan fisik yang teliti. Secara umum, vertigo perifer ditandai onset mendadak, gejala intens, sering disertai gangguan pendengaran, dan tidak menunjukkan defisit neurologis pusat. Sebaliknya, vertigo sentral umumnya menampilkan gejala yang lebih halus tetapi disertai tanda neurologis seperti ataksia, diplopia, serta nistagmus vertikal atau multidireksional, sehingga pemeriksaan klinis yang cermat sangat penting untuk membedakannya secara akurat.
VERTIGO PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II : LAPORAN KASUS Septianti, Nurlita Saf’na; Halim, Samuel; Rustamadji, Albert Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51778

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang menyebabkan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Kerusakan ini dapat berdampak pada sistem vestibular melalui jalur sentral akibat dari vaskular ensefalopati dan juga jalur perifer sehingga terjadi disfungsi vestibular yang mengatur dan mempertahankan keseimbangan tubuh. Manifestasi disfungsi vestibular fase akut paling sering berupa gejala vertigo. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan kajian data mengenai kasus vertigo pada pasien dengan diabetes melitus. Laporan kasus dilakukan secara metode deskriptif dengan cara mengkaji data pasien melalui rekam medis serta melakukan pemantauan perkembangan kondisi pasien dari awal hingga pasien membaik dan diperbolehkan pulang. Laporan kasus ini membahas bahwa disfungsi vestibular merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada individu dengan diabetes melitus dengan berupa gejala serangan vertigo. Terapi Betahistin pada vertigo dengan penyakit diabetes memerlukan dosis konservatif yang lebih tinggi dibandingkan pasien vertigo tanpa penyakit diabetes melitus. Pasien dengan diabetes melitus memiliki resiko terjadi disfungsi vestibular berupa gejala vertigo dan pentingnya mempertimbankan penyesuaian management dosis betahistin dan mengobati penyakit yang mendasari yaitu Diabetes Melitus sebagai tatalaksana yang komprehensif
LITERATUR REVIEW TENTANG TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI KLAIM NON KAPITASI DI PUSKESMAS Nurlida, Bella; Syakurah, Rizma Adlia; Zulkarnain, Zulkarnain
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51823

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan menggunakan mekanisme kapitasi dan non kapitasi di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Klaim non kapitasi dimaksudkan untuk menjamin layanan di luar kapitasi, seperti persalinan dan gawat darurat. Namun, implementasinya di Puskesmas sering terkendala masalah administratif, keterlambatan pembayaran, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), dan dinamika kebijakan. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan strategi implementasi klaim non kapitasi di Puskesmas melalui telaah literatur sistematis. Penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan standar PRISMA. Artikel dicari melalui PubMed, Scopus, Google Scholar, Garuda, SINTA, dan Neliti. Dari 45 publikasi yang ditemukan, 23 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Tantangan utama meliputi ketidaklengkapan dokumen, keterlambatan verifikasi, keterbatasan pemahaman administrasi, serta sistem informasi yang belum optimal. Strategi yang dilaporkan mencakup digitalisasi, pelatihan SDM, penguatan manajerial, dan audit internal. Meskipun solusi ini membantu, hambatan infrastruktur dan beban kerja tetap berpengaruh. Implementasi klaim non kapitasi di Puskesmas masih menghadapi hambatan multidimensi. Strategi terpadu melalui peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi, dan penguatan manajerial diperlukan untuk meningkatkan efektivitas klaim.
SYSTEMATIC REVIEW : EVALUASI IMPLEMENTASI TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS (TPT) DALAM MENDUKNG ELIMINASI TB DI DAERAH ENDEMIS TINGGI Destriana, Destriana; Hasyim, Hamzah; Syakurah, Rizma Adlia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51824

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan beban tinggi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) direkomendasikan WHO untuk mencegah perkembangan infeksi laten menjadi TB aktif, khususnya pada kelompok berisiko tinggi. Meskipun efektif hingga 90%, pelaksanaan TPT di daerah endemis tinggi masih menghadapi kendala dalam cakupan, kepatuhan, dan kesiapan sistem kesehatan. Penelitian ini bertujuan meninjau pelaksanaan TPT dan perannya dalam mendukung eliminasi TB. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel terbitan 2020–2024 dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Analisis dilakukan secara tematik untuk menggambarkan efektivitas, hambatan, dan strategi pelaksanaan TPT. Hasil menunjukkan keberhasilan TPT dipengaruhi oleh dukungan kebijakan, kapasitas tenaga kesehatan, dan partisipasi masyarakat. Penggunaan regimen 3HP, digitalisasi pemantauan, serta pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi efektif dalam meningkatkan cakupan program. Kesimpulannya, pelaksanaan TPT perlu dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan guna mempercepat pencapaian target eliminasi TB tahun 2035.
ANALISIS KORELASI AKTIVITAS FISIK DAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Supriatna, Denny Samuel; Elon, Yunus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51826

Abstract

Mahasiswa keperawatan sering menghadapi tekanan akademik dan tuntutan praktik klinis yang tinggi, yang dapat menimbulkan stres. Aktivitas fisik yang rutin dilakukan dapat membantu menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat stres pada mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Advent Indonesia. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan GPAQ untuk aktivitas fisik dan PSS-10 untuk tingkat stres. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi (63,0%) dan mengalami stres pada kategori sedang (64,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat stres (r = 0,057; p = 0,421). Hasil uji Chi-Square juga mengonfirmasi tidak adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut (χ² = 2,096; p = 0,148). Temuan ini menegaskan bahwa meskipun aktivitas fisik penting untuk menjaga kebugaran, faktor psikologis dan sosial lain lebih berperan dalam menentukan tingkat stres mahasiswa. Oleh karena itu, intervensi pengelolaan stres yang komprehensif, termasuk dukungan psikologis, strategi coping, dan promosi aktivitas fisik, perlu diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa keperawatan.
LITERATURE REVIEW : KETAHANAN PANGAN DAN GIZI MASYARAKAT DI LAHAN KERING KEPULAUAN Baidenggan, Yusuf; Sjioen, Maurits R.L.; Iskandar, Suryani; Ruliati, Luh Putu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51827

Abstract

Ketahanan pangan dan gizi di lahan kering kepulauan dipengaruhi oleh faktor multifaset, meliputi agroklimat, isolasi geografis, sosial-ekonomi, dan pemanfaatan sumber daya lokal. Faktor-faktor ini memengaruhi empat pilar ketahanan pangan: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas, sehingga menyebabkan tingginya prevalensi kerawanan pangan dan masalah gizi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur berbagai jurnal nasional dengan database GARUDA dan Google Scholar sehingga didapatkan sampel sebanyak 15 jurnal yang dapat diambil. Hasil: literature review ini menyatakan ada hubungan signifikan antara karakteristik lahan kering kepulauan (curah hujan rendah, kesuburan tanah marginal, dan akses logistik yang sulit) dengan tingkat ketahanan pangan dan status gizi masyarakat. Tantangan utama yang teridentifikasi adalah produktivitas pertanian yang rendah, tingginya harga pangan, rendahnya diversifikasi konsumsi, dan tingginya prevalensi stunting. Kesimpulan: literature review ini menyatakan bahwa karakteristik agroekologi dan sosial-ekonomi lahan kering kepulauan menjadi determinan utama kerentanan pangan dan gizi masyarakat. Penulis berharap penelitian ini mampu menjadi acuan pengembangan kebijakan terpadu yang memadukan teknologi pertanian adaptif iklim, penguatan sistem pangan lokal, dan perbaikan gizi masyarakat.