cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
LAPORAN KASUS : HEMATOMA REGIO FEMORALIS PADA PASIEN DENGAN HEMOFILIA A Himawan, Alister Garcia; Herwanto, Velma; Rustamadji, Albert Tri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51829

Abstract

Hemofilia A adalah kelainan perdarahan yang disebabkan oleh kekurangan atau tidak adanya faktor koagulasi VIII, yang ditandai dengan perdarahan spontan; perdarahan setelah trauma atau operasi; perdarahan pada sendi atau otot; dan perdarahan jaringan lunak. Kami melaporkan kasus seorang laki- laki berusia 22 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan utama perdarahan serta pembengkakan di paha kiri. Pasien memiliki riwayat hemofilia A sedang dan pernah menerima terapi penggantian faktor VIII, namun putus berobat dan tidak menerima terapi faktor VIII selama satu tahun sebelum masuk rumah sakit. Perdarahan berhasil diatasi setelah pemberian 1500 IU konsentrat faktor VIII rekombinan secara intravena. Kasus ini menunjukkan pentingnya terapi penggantian faktor sebagai profilaksis jangka panjang pada pasien hemofilia A.
LIVEDO RETICULARIS PADA PASIEN PARKINSON GERIATRI DENGAN PENGGUNAAN AMANTADINE : LAPORAN KASUS Allyssa, Jihan Putri; Hawari, Irawaty; Gunawan, Shirly
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51831

Abstract

Livedo reticularis  merupakan kelainan vaskular kulit yang ditandai dengan pola jaring berwarna kebiruan akibat perubahan aliran darah pada mikrosirkulasi dermis. Salah satu penyebab sekunder yang paling sering dilaporkan adalah penggunaan amantadin, obat antiparkinson dengan mekanisme antagonis reseptor NMDA. Efek ini penting dikenali, terutama pada populasi geriatri yang rentan terhadap efek samping obat. Tujuan laporan kasus ini untuk melaporkan kasus livedo reticularis pada pasien Parkinson usia lanjut yang menggunakan terapi amantadin, serta meninjau hubungan patofisiologi, karakteristik klinis, dan reversibilitas efek kulit tersebut. Laporan kasus observasional pada seorang wanita berusia 64 tahun dengan diagnosis Parkinson stadium 4 yang telah menggunakan amantadin 100 mg dua kali sehari selama ±4 tahun. Pasien menunjukkan lesi makular retikuler berwarna kebiruan pada kedua tungkai bawah, tanpa keluhan nyeri atau gatal. Tidak ditemukan tanda-tanda vaskulitis atau gangguan sensorik. Lesi diklasifikasikan sebagai livedo reticularis sekunder non-inflamasi yang disebabkan oleh amantadin. Berdasarkan literatur, onset livedo reticularis dapat muncul setelah beberapa minggu hingga beberapa tahun penggunaan, dan umumnya membaik setelah penghentian obat. Livedo reticularis merupakan efek samping kulit yang khas dan relatif sering terjadi akibat terapi amantadin pada pasien Parkinson. Kondisi ini bersifat jinak, reversibel, serta tidak memerlukan penghentian terapi apabila manfaat neurologis lebih besar daripada efek kosmetik yang ditimbulkan. Deteksi dini dan edukasi pasien sangat penting untuk memastikan keamanan penggunaan obat pada populasi geriatri.
PERUBAHAN PENGETAHUAN MADAMAT TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN ISI PIRINGKU SETELAH INTERVENSI EDUKASI KESEHATAN Iskandar, Dede; Najie, Ilyu Ainun; Rahmat, Kristiawan Basuki; Suriyeni, Deni; Ulya, Dinda Musrifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51832

Abstract

Penyakit tidak menular menjadi tantangan kesehatan global seluruh dunia. Penyebab utama PTM adalah interaksi kompleks antara faktor risiko lingkungan, pekerjaan, dan perilaku. Salah satu upaya preventif adalah pemberian intervensi edukasi kesehatan yang efektif meningkatkan pengetahuan gizi dan mendorong kebiasaan pola makan sehat. Intervensi edukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang praktik pola makan sehat berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dalam membentuk kembali penerapan pola makan sehat dan mencegah PTM. Penelitian menggunakan kuasi-eksperimental pretes-postes. Sampel penelitian sebanyak 50 peserta dipilih secara purposive berdasarkan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dan ketersediaan selama periode penelitian. Hasil penelitian terjadi perubahan pengetahuan madamat tentang penyakit tidak menular dan isi piringku Setelah dilalukannya edukasi. Distribusi data rata-rata meningkat dari pretest 68,55 menjadi 81,57 (posttest). Kesimpulannya intervensi edukasi kesehatan efektif dalam pencegahan PTM melalui peningkatan pengetahuan dan perubahan gaya hidup, terutama pola makan seimbang seperti pada konsep isi piringku.
KARAKTERISTIK PENDERITA GLAUKOMA DI JEC-ORBITA MAKASSAR PERIODE 2022-2023 Hairunisa, Hairunisa; Novriansyah, Zulfikri Khalil; Christina, Lidya Paulina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51910

Abstract

Glaukoma adalah suatu kondisi peningkatan tekanan intraokular di mata yang dapat berlanjut menjadi kehilangan penglihatan. Hal ini menyebabkan tampaknya optic nerve head yang khas pada pemeriksaan funduskopi dan kehilangan penglihatan progresif. Glaukoma adalah penyebab utama kebutaan global kedua setelah katarak. Menurut penyebabnya glaukoma dibagi menjadi glaukoma primer dan sekunder. Glaukoma primer terjadi karena sebab yang belum di ketahui akan tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapat memicu terjadinya glaukoma. Penelitian ini menggunakan metode Literatur Review, dilakukan dengan kegiatan pengumpulan data dengan menggunakan penelusuran jurnal pada Google Scholar, PubMed, Gale dan akses pencarian literatur lainnya yang berhubungan dengan topik penelitian menggunakan kata kunci yang dipilih yakni: Penderita, Glaukoma. Penelitian ini menggunakan 9 jurnal nasional dan 1 jurnal internasional.
EFEKTIVITAS ERGOCHAIR DALAM PENINGKATAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PENJAHIT DI KOTA SAMARINDA Fahcrudin, Ahmad; Yunus, Restu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51924

Abstract

Pekerjaan menjahit yang dilakukan secara berulang dan dalam waktu lama umumnya dilakukan dalam posisi duduk statis dan masih menggunakan kursi kerja yang tidak ergonomis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gangguan pada sistem muskuloskeletal, terutama nyeri pada punggung, leher dan bahu yang berdampak pada menurunnya kesehatan dan produktivitas kerja. Ergochair hadir sebagai solusi berupa kursi kerja ergomonis yang dirancang berdasarkan data antropometri lokal dan kebutuhan kerja penjahit kota Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas penggunaan ergochair dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi penjahit. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan model pretest—posttest control group design dengan dan melibatkan 140 responden yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal. Analisis data yang dilakukan menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol (Mean=17.10) dan kelompok eksperimen (Mean=13.53) dengan p = 0.001 < 0.05. Perbedaan rata-rata sebesar 3.57 poin menunjukkan penurunan keluhan muskuloskeletal yang bermakna secara statistik dan klinis, di mana responden merasakan peningkatan kenyamanan selama bekerja. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan ergochair efektif dalam menurunkan keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan kenyamanan serta produktivitas kerja penjahit. Disarankan pemilik usaha jahit memilih kursi kerja yang ergonomis untuk memberikan kenyamanan bagi pekerja dan penjahit perlu melakukan relaksasi setiap dua atau tiga jam kerja selama 10-15 menit guna mencegah kelelahan dan mengurangi rasa nyeri pada tubuh.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN PERSEPSI TUBUH DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Belinda, Icha Rebeca Tias; Puspitasari, Dyah Intan; Mardiyati, Nur Lathifah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51989

Abstract

Masalah gizi seperti status gizi kurang dan gizi lebih, rentan dialami oleh kelompok usia produktif yang termasuk dalam periode dewasa. Status gizi dapat dipengaruhi beberapa faktor salah satunya adalah pengetahuan gizi dan persepsi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara persepsi tubuh dengan status gizi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian dengan observasional menggunakan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel simple random sampling dengan sampel sebanyak 41 responden. Data tingkat pengetahuan gizi diperoleh dari kuisioner pengetahuan gizi dengan jumlah pertanyaan 25 soal dan data persepsi tubuh diperoleh dari kuesioner Multidemensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) jumlah pertanyaan 30 soal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa 4,9% responden memiliki pengetahuan gizi tidak baik, persepsi tubuh dengan kategori negatif sebanyak 36,6%, status gizi underweight 22%, overweight 12,2% dan obesitas I sebesar 22%. Hasil uji korelasi yaitu  p-value = 0,126 untuk pengetahuan gizi dengan status gizi, kemudian p-value = 0,127 untuk body image dengan status gizi. Tidak terdapat  hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi pada pada responden. Tidak terdapat hubungan antara persepsi tubuh dengan status gizi pada responden.
LIPOMA INTRAVENTRIKEL DENGAN KADAR TRIGLISERIDA TINGGI SEBAGAI PENYEBAB NYERI KEPALA SEKUNDER : SEBUAH LAPORAN KASUS Maurika, Elisya Shafa Ananda; Adhanisa, Ismi; Mumaiyyizah, Shofiatul; Sasongko, Hari Andang; Gaharu, Maula Nuruddin; Agustina, Lydia; Wati, Djung Lilya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51990

Abstract

Lipoma intraventrikular merupakan lesi intrakranial jinak yang jarang ditemukan dan umumnya asimtomatik, namun dapat menimbulkan gejala neurologis bila disertai faktor risiko metabolik seperti dislipidemia. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang dengan nyeri kepala kronis non-pulsatil dengan NRS 6 sejak tiga bulan, tidak membaik dengan terapi konservatif, serta memiliki riwayat konsumsi makanan tinggi lemak dan keluarga dengan dislipidemia. Tekanan darah 160/100 mmHg, pemeriksaan fisik umum dan status neurologi dalam batas normal, dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan hipertrigliseridemia berat (2410 mg/dL). Berdasarkan panduan ICHD-3, pasien memenuhi kriteria chronic tension-type headache, serta terdapat sefalgia sekunder terkait hipertensi dan hipertrigliseridemia, disertai lipoma intraventrikular. Pemeriksaan MRI kepala memperlihatkan lesi berdensitas lemak konsisten dengan lipoma intraventrikular pada ventrikel lateralis kanan (8,2 × 6,2 mm) dan ventrikel ketiga (8,3 × 16,6 mm). Pasien diberikan fenofibrate 600 mg dua kali sehari dan terapi simptomatik berupa parasetamol 1000 mg dua kali sehari eperisone 50 mg dua kali sehari. Didapatkan perbaikan klinis nyeri kepala menjadi NRS 2, tekanan darah 120/80, disertai penurunan kadar trigliserida menjadi 110 mg/dL dicapai setelah terapi.
PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II TIDAK TERKONTROL DISERTAI MILIARIA RUBRA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALEMBARAN JAYA Nisrina, Rani; Drew, Clement; Aini, Syifa Qurratu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52010

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe II merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan komprehensif karena sering disertai komplikasi, termasuk kelainan kulit seperti miliaria rubra. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan pendekatan kedokteran keluarga dalam tata laksana pasien DM Tipe II tidak terkontrol yang disertai miliaria rubra di Puskesmas Salembaran Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan biopsikososial melalui asesmen pasien, intervensi edukatif, terapi farmakologis, serta evaluasi berkelanjutan selama periode 22 Juli–15 Agustus 2025. Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah sewaktu (GDS) dari 402 mg/dL menjadi 233 mg/dL setelah dilakukan edukasi diet, aktivitas fisik terstruktur, dan pemberian terapi kombinasi Metformin serta Glimepiride. Keluhan miliaria rubra membaik setelah terapi topikal dan edukasi manajemen keringat. Peningkatan dukungan keluarga juga terlihat dari skor coping yang naik dari 3 menjadi 5, serta fungsi keluarga (APGAR) yang mencapai skor 7, menunjukkan fungsi keluarga yang baik. Hasil ini membuktikan bahwa pendekatan kedokteran keluarga efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik, memperbaiki komplikasi kulit, serta memperkuat dukungan keluarga dalam pengelolaan penyakit kronis. Pendekatan holistik dengan kolaborasi pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan di tingkat primer dapat dijadikan model penanganan berkelanjutan bagi pasien DM Tipe II di layanan puskesmas.
KAPASITAS PENANGANAN CEDERA DENGAN BALUT BIDAI PASCA EDUKASI GEMPA PADA IBU-IBU KAMPUNG MEKARWANGI Alexander, Vladimir Christopher; Sudharmono, Untung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52127

Abstract

Indonesia merupakan negara rawan gempa bumi karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Posisi geografis ini menempatkan Indonesia sebagai daerah rawan bencana termasuk gempa bumi. Gempa bumi menyebabkan krisis kesehatan seperti cedera, sehingga keterampilan pertolongan pertama seperti balut bidai penting dimiliki oleh masyarakat di daerah rawan bencana. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas pelatihan balut bidai dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu di Kampung Mekarwangi, Desa Karyawangi, Kabupaten Bandung Barat. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol dan melibatkan 88 responden yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner 12 item benar-salah, sedangkan keterampilan di evaluasi menggunakan 11 langkah praktik balut bidai yang mengacu pada prosedur pembidaian yang dikeluarkan oleh Palang Merah Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa sebelum pemaparan hampir seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (97,7%), sedangkan setelah pemaparan terjadi peningkatan signifikan menjadi (71,6%) berada pada kategori baik dan (28,4%) pada kategori sangat baik. Uji marginal homogeneity dan Wilcoxon Singed Rank Test menunjukan peningkatan signifikan (p < 0,05). seluruh responden (100%) menunjukkan peningkatan skor pengetahuan setelah pelatihan. Tingkat keterampilan peserta secara umum berada pada kategori sedang yaitu (58.0%) menunjukkan bahwa sebagian besar ibu ibu telah memahami langkah-langkah dasar balut bidai meskipun masih memerlukan latihan lanjutan untuk penyempurnaan. Pemaparan balut bidai efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap penanganan cedera. Edukasi berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung berperan penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap situasi darurat pascabencana
PRENATAL GENTLE YOGA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DENGAN RESIKO DIABETES GESTASIONAL Lestari, Yusri Dwi; Aripin, Putri Regina; Munawaroh, Madinatul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52097

Abstract

Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) merupakan gangguan toleransi glukosa yang muncul selama kehamilan, umumnya terjadi pada trimester kedua, dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi ibu maupun janin. Pencegahan serta pengendalian DMG sejak dini sangat penting, khususnya pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang aman dan potensial dalam pengendalian kadar glukosa darah adalah yoga prenatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yoga prenatal terhadap kadar gula darah pada ibu hamil dengan risiko DMG. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 15 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan pelatihan yoga prenatal selama 4 minggu, sebanyak 1 kali per minggu, dengan durasi 45 menit setiap sesi. Kadar gula darah acak diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah rata-rata sebesar 10,4 mg/dL setelah intervensi, dengan hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,0019 (p < 0,05), yang berarti penurunan tersebut signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa prenatal yoga efektif menurunkan kadar glukosa darah pada ibu hamil dengan risiko DMG. Prenatal yoga dapat dijadikan sebagai intervensi komplementer yang aman, efektif, dan mudah diterapkan dalam upaya promotif dan preventif pengendalian diabetes gestasional dan menjadi dasar pengembangan program edukatif berbasis aktivitas fisik dalam pelayanan antenatal.