cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,239 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN PASIEN, DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL PADA PENDERITA HIV/AIDS DI RSUD PANIAI TAHUN 2025 Atik, Kartika; Hafizurrachman, Hafizurrachman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55121

Abstract

Keberhasilan program pengendalian HIV/AIDS sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam mengonsumsi antiretroviral (ARV), yang dipengaruhi oleh pengetahuan pasien dan dukungan keluarga. Di Kabupaten Paniai, tingginya angka ketidakpatuhan pasien menjadi tantangan serius dalam mencapai target eliminasi HIV/AIDS. Interaksi sehari-hari dan kedekatan emosional antara pasien dan keluarga menciptakan lingkungan yang mendukung semangat dan kepatuhan terapi ARV. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan pasien dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD Paniai tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 40 responden dari populasi 640 pasien HIV, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4 dan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien, sedangkan pengetahuan pasien juga memengaruhi kepatuhan pengobatan. Ditemukan pula pengaruh tidak langsung (mediasi parsial) antara dukungan keluarga dan kepatuhan melalui pengetahuan pasien. Dukungan keluarga yang tinggi meningkatkan pengetahuan pasien, sejalan dengan temuan Tri Ramadani (2020) yang menunjukkan kontribusi dukungan keluarga terhadap harga diri pasien HIV/AIDS sebesar 89,3%. Temuan ini menegaskan bahwa semakin kuat dukungan keluarga—baik emosional, informasional, maupun praktis—semakin tinggi kemungkinan pasien patuh dalam mengonsumsi ARV sesuai jadwal dan anjuran medis. Dengan demikian, dukungan keluarga merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan kepatuhan pengobatan, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan program pengendalian HIV/AIDS di RSUD Paniai, Kabupaten Paniai tahun 2025.
The Effect of Loyalty on the Performance of Pharmaceutical Personnel in the Local Hospitals of the Special Region of Yogyakarta Orbayinah, Salmah; Utami, Pinasti; Budi, Yunanda; Bilqis, Zulfa Muthia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52428

Abstract

Pharmaceutical personnel, as part of the healthcare workforce, are required to demonstrate strong performance because it directly influences the quality of services delivered to patients. Numerous studies have indicated that employee performance is closely linked to their level of loyalty. Therefore, this study was conducted to investigate how personnel loyalty influences their performance in providing patient care services. Aim: The purpose of this research is to examine the impact of employee loyalty—reflected through commitment, dedication, and engagement toward the organization—on the quality and efficiency of health services. Higher loyalty is expected to encourage medical and supporting staff to work more effectively, provide better attention to patients, and enhance overall patient satisfaction. This study also explores several factors that shape employee loyalty, including work environment, reward systems, and career development opportunities, and how these elements contribute to service quality. This research employed a non-experimental observational design with a cross-sectional approach and was carried out in the Special Region of Yogyakarta from September to December 2020. A total of 180 pharmaceutical personnel from five local hospitals participated as respondents. The instruments used were adapted from prior research, specifically the Organizational Commitment Questionnaire to measure loyalty and the Job Performance Questionnaire to assess personnel performance. Loyalty and performance levels were analyzed using descriptive statistics, while the influence of loyalty on performance was examined using Pearson-correlation analysis. The findings revealed a correlation coefficient of 0.732 with a significance level of 0.000, indicating a strong, positive, and statistically significant relationship. The study concludes that pharmaceutical personnel loyalty plays a substantial role in enhancing their performance in delivering healthcare services to patients.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENGUBUR, MENGURAS DAN MENUTUP DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Yassir, Nazib Mohamad; Ruhyana, Nanang; Yusuf , Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.53938

Abstract

Peningkatan kasus DBD setiap tahunnya berkaitan dengan sanitasi lingkungan. Kondisi ini diperburuk dengan pemahaman masyrakat yang kurang tentang DBD dan juga partisipasi Masyarakat yang sangat rendah, terlihat dari kondisi lingkungan yang buruk dan mempermudah pertumbuhan nyamuk DBD. Keberhasilan program pencegahan DBD bergantung pada cara Masyarakat memandang nyamuk sebagai penyebab serta memahami pentingnya Upaya pelaksanaan pemberantasan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing, terutama dengan langkah langkah 3M. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat Dalam Mengubur, Menguras dan Menutup dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Plumbon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 sampel. Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,028 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,035 (p ≤ 0,05), Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku masyarakat dalam mengubur, menguras dan menutup dengan kejadian demam berdarah dengue dengan p value 0,047 (p ≤ 0,05),
MASTEKTOMI SUBKUTAN PADA GINEKOMASTIA BILATERAL : LAPORAN KASUS Winata, Elisabeth Heidi; Purnomo, Adi; Purnomo, Yonathan Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54060

Abstract

Ginekomastia merupakan suatu kondisi di mana terdapat pembesaran payudara pada pria. Mastektomi subkutan pada pasien dengan ginekomastia sangat jarang dilakukan dan jarang dipublikasikan hingga saat ini. Pada laporan kasus ini didapatkan seorang pria berusia 18 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan adanya pembesaran jaringan payudara pada kedua payudara disertai nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS) 3. Pembesaran jaringan payudara dirasakan sejak pasien berusia 14 tahun. Keluhan serupa sebelumnya disangkal. Hasil pemeriksaan fisik thorax ditemukan adanya pembesaran jaringan payudara pada kedua payudara dengan ukuran 5x6x3 cm pada payudara kanan dan 5x5x3 cm pada payudara kiri yang berbatas tidak tegas dan terdapat nyeri tekan. Pemeriksaan rontgen thorax dengan proyeksi AP/PA dan pemeriksaan laboratorium darah rutin dalam batas normal. Tatalaksana pasien ini berupa mastektomi subkutan. Mastektomi subkutan merupakan suatu prosedur operasi yang dilakukan pada ginekomastia, di mana jaringan payudara diambil tanpa menghilangkan puting dan areola. Hasil dari pemeriksaan Patologi Anatomi didapatkan adanya kesan ginekomastia. Setelah dilakukan prosedur mastektomi subkutan, payudara pasien tersebut menjadi seperti payudara pria pada umumnya. Dari teori yang didapatkan, ginekomastia merupakan suatu kelainan berupa pembesaran payudara pada pria yang dapat terjadi akibat adanya kelebihan kadar estrogen yang bersirkulasi jika dibandingkan dengan kadar testosteron. Jadi, sebagai kesimpulan, ginekomastia bilateral pada pria remaja merupakan kasus yang jarang terjadi, dan operasi mastektomi subkutan merupakan operasi yang jarang dilakukan.
THE PERBEDAAN STATUS IgM DAN IgG PADA DERAJAT ANEMIA DAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN DEWASA DEMAM TIFOID Khairunnisa, Kana; Risanti, Erika Diana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54114

Abstract

Demam tifoid termasuk infeksi sistemik yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat, karena berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi klinis, di antaranya anemia dan peningkatan durasi perawatan di rumah sakit. Respons imun humoral yang ditunjukkan melalui status imunoglobulin IgM dan IgG menggambarkan tahap infeksi dan diperkirakan berpengaruh terhadap dinamika klinis penyakit tifoid. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan status imunoglobulin IgM dan IgG dengan kejadian anemia serta lama rawat inap pada pasien dewasa demam tifoid di RSU PKU Muhammadiyah Grobogan. Metode: Studi ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 di RSU PKU Muhammadiyah Grobogan dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari rekam medis pasien dewasa demam tifoid. Sebanyak 36 subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengolahan data dilakukan melalui analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman, serta analisis multivariat dengan regresi logistik biner. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna antara status IgM dan kejadian anemia (p = 0,030), demikian pula antara status IgG dan anemia (p = 0,004). Selain itu, status IgM (p = 0,033) dan IgG (p = 0,036) juga berkorelasi signifikan dengan lama rawat inap. Hasil analisis multivariat mengindikasikan bahwa status IgM dan IgG secara bersamaan berpengaruh signifikan terhadap terjadinya anemia (p = 0,001), dengan nilai odds ratio masing-masing sebesar 0,066 untuk IgM dan 0,042 untuk IgG. Status imunoglobulin IgM dan IgG memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia serta durasi perawatan inap pada pasien dewasa dengan demam tifoid di RSU PKU Muhammadiyah Grobogan.
LICHEN SIMPLEX CHRONICUS Felda, Felda; Yudhitiara, Novia; Tan, Sukmawati Tansil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54178

Abstract

Lichen simplex chronius biasa disebut juga sebagai neurodermatitis adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang karena rangsangan pruritogenic. Patogenesisnya melibatkan siklus gatal–garuk yang memperburuk kondisi kulit dan memperkuat keinginan untuk terus menggaruk, sehingga memperparah lesi dan mempertahankan peradangan. Terdapat hubungan antara jaringan saraf pusat dan perifer dengan mediator inflamasi dalam persepsi gatal dan perubahan yang terjadi pada lichen simplex chronicus . Penulisan ini adalah untuk melaporkan gambaran klinis dan penatalaksanaan lichen simplex chronicus. Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang datang ke poliklinik Kulit dan Kelamin dengan keluhan gatal hilang timbul pada kedua lutut sejak satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dermatologis dengan variabel yang dinilai meliputi karakteristik pruritus, morfologi dan distribusi lesi, serta respons terhadap terapi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pemeriksaan menunjukkan plak eritematosa disertai hiperpigmentasi, likenifikasi, dan skuama kasar pada regio genu bilateral, dengan gatal memberat saat kepanasan dan berkurang setelah konsumsi antihistamin. Berdasarkan gambaran klinis tersebut, pasien didiagnosis lichen simplex chronicus. Dari laporan kasus ini menunjukkan bahwa lichen simplex chronicus merupakan penyakit kulit kronis yang dapat terjadi pada usia lanjut dan dipertahankan oleh siklus gatal–garuk, sehingga penegakan diagnosis dini, edukasi pasien, serta terapi farmakologis dan nonfarmakologis yang tepat diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan.  
TRIAL FIBRILASI SETELAH INFILTRASI EPINEFRIN PADA PEMBEDAHAN RINOTOMI : SEBUAH LAPORAN KASUS Sunto, Sunto; Dewi, Dewa Ayu Mas Shintya; Senapathi, Tjokorda Gde Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54234

Abstract

Atrial fibrilasi merupakan salah satu aritmia supraventrikular yang paling sering ditemukan pada periode perioperatif. Penggunaan agen vasokonstriktor seperti epinefrin dalam pembedahan, khususnya pada pasien dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau aritmia, dapat menimbulkan perubahan hemodinamik dan gangguan irama jantung yang bermakna. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian atrial fibrilasi dengan respons ventrikel cepat setelah infiltrasi epinefrin pada tindakan rinotomi. Kami melaporkan seorang pria berusia 56 tahun dengan diagnosis karsinoma sinonasal bilateral stadium IVc dengan metastasis tulang yang menjalani pembedahan rinotomi bilateral. Pasien memiliki riwayat gagal jantung kelas fungsional II dan atrial fibrilasi normoventrikular pada EKG praoperasi. Anestesi umum dilakukan dengan teknik standar dan pemeliharaan menggunakan sevofluran. Selama pembedahan dilakukan infiltrasi submukosa epinefrin 1:200.000. Setelah infiltrasi epinefrin, irama jantung berubah menjadi atrial fibrilasi dengan respons ventrikel cepat dengan frekuensi 120–140 kali per menit. Pasien segera ditangani dengan pemberian amiodaron intravena bolus 150 mg sehingga irama kembali menjadi atrial fibrilasi normoventrikular. Operasi dapat diselesaikan tanpa komplikasi lanjutan dan pasien dirawat di HCU tanpa kejadian ulang. Infiltrasi epinefrin dapat memicu atrial fibrilasi dengan respons ventrikel cepat pada pasien berisiko. Kewaspadaan anestesiologis dan penatalaksanaan aritmia yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius perioperatif.
DENGUE SHOCK SYNDROME PADA ANAK DENGAN OBESITAS : LAPORAN KASUS Kintan Permata Hidayat; Kahayana, Harancang Pandih; Herwanto, Herwanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54261

Abstract

Obesitas meningkatkan risiko DSS dengan meningkatkan permeabilitas kapiler dan kebocoran plasma. Penelitian ini tidak hanya mencakup faktor risiko dan pendekatan terapeutik terbaik untuk DSS pada remaja yang kelebihan berat badan, tetapi juga diagnosis dan pengobatan penyakit tersebut. Dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif, informasi klinis, laboratorium, dan radiografi dari pasien laki-laki berusia 11 tahun dengan DSS dan obesitas (BMI >+3 SD) dianalisis. Ketidakseimbangan elektrolit dan hemokonsentrasi terlihat jelas pada pasien. Kondisi tersebut berhasil ditangani menggunakan teknik manajemen cairan yang mempertimbangkan berat badan tanpa lemak. Selain itu, penelitian ini mendukung kontribusi signifikan adipokin dan disfungsi endotel terhadap peningkatan kebocoran plasma. Penelitian ini menekankan perlunya pemantauan cairan yang cermat dan pendekatan yang disesuaikan untuk perawatan pasien obesitas, serta rekomendasi untuk penelitian tambahan tentang terapi antiinflamasi dan perubahan protokol cairan.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI (MKM) REMAJA KELOMPOK RENTAN Purbaningrum, Eki Ardia; Khasanah, Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54513

Abstract

Masa remaja merupakan periode krusial dalam pembentukan perilaku kesehatan reproduksi, namun dukungan terhadap penerapan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di kalangan remaja masih kurang, khususnya pada kelompok rentan seperti penghuni panti asuhan. Keterbatasan akses informasi dan fasilitas sanitasi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi serta menurunkan kualitas hidup remaja perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas promosi MKM terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku higiene menstruasi pada remaja perempuan kelompok rentan di Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Mafaza Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2025 dengan menggunakan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner MKM berisi 25 pernyataan benar–salah. Analisis data meliputi uji univariat dan bivariat. Uji normalitas menunjukkan bahwa data pre-test tidak berdistribusi normal, sementara data post-test mendekati normal. Oleh karena itu, analisis dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Paired Sample T-Test. Hasil Wilcoxon menunjukkan 40 positive ranks tanpa ties maupun negative ranks (Z = –5,532; p = 0,000), sedangkan Paired Sample T-Test menghasilkan t = –16,62; p = 0,000 dengan mean difference –6,300. Temuan tersebut menegaskan bahwa promosi kesehatan yang diberikan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan MKM pada seluruh responden. Edukasi kesehatan berbasis promosi MKM terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran higiene menstruasi pada remaja perempuan kelompok rentan.
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN PENYAKIT PENYERTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI Kalsum, Umi; Salham, Munir; Tasya, Zhanaz
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55066

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi penyebab kematian utama di dunia, di mana penyakit penyerta (komorbid) secara signifikan meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan kematian. Di wilayah kerja Puskesmas Parigi, kasus TB terus meningkat hingga mencapai 47 kasus pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan minum obat serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien TB dengan penyakit penyerta. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan model concurrent embedded. Populasi penelitian adalah 177 pasien TB dengan penyakit penyerta di Puskesmas Parigi periode 2020–2024, di mana seluruh populasi dijadikan sampel kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara keparahan komorbid (p=0,039), jenis komorbid (p=0,001), dan status pengobatan (p=0,032) terhadap kepatuhan minum obat. Analisis regresi logistik mengonfirmasi bahwa jenis dan keparahan komorbid merupakan prediktor signifikan terhadap kepatuhan. Sebaliknya, tingkat pengetahuan (p=0,622) dan dukungan PMO (p=0,775) tidak memiliki hubungan signifikan. Temuan kualitatif mengungkap bahwa hambatan kepatuhan meliputi efek samping obat, kejenuhan mental akibat polifarmasi, serta kendala ekonomi terkait biaya transportasi. Kepatuhan minum obat lebih dipengaruhi oleh faktor klinis terkait komorbiditas dan faktor praktis harian dibandingkan tingkat pengetahuan pasien. Dukungan keluarga dan pelayanan kesehatan yang proaktif menjadi faktor kunci dalam menjaga keteraturan pengobatan.