cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,239 Documents
CARDINEER : PENGEMBANGAN MEDIA EDUKASI DAMPAK SUHU EKSTREM PADA DISFUNGSI KARDIOVASKULAR BERBASIS VIRTUAL REALITY Balqis, Najwa Alaisyah; Fitri, Faiza
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55132

Abstract

Banyaknya siswa MAN Insan Cendekia OKI yang kurang menyadari bahwa perubahan suhu ekstrem dapat menimbulkan berbagai dampak buruk pada kardiovaskular. Seperti hipertensi, gagal jantung atau stroke. Untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengembangkan media edukasi berbasis Virtual reality(VR) yang menyajikan informasi seputar perubahan suhu ekstrem yang berpengaruh terhadap disfungsi kardiovaskular. Dengan menciptakan media edukasi berbasis VR, masyarakat dapat lebih mudah untuk memahami dampak dari perubahan suhu ekstrem. Penelitian ini menggunakan metode R&D, melalui pendekatan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap, yaitu Pada tahap analisis, Analysis (analisis kebutuhan), Design (perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (penerapan), dan Evaluation (evaluasi). Berdasarkan analisis kebutuhan pada siswa siswi MAN Insan Cendikia OKI yang setuju dengan dikembangkannya media edukasi berbasis VR sebanyak 76%, hal ini menunjukkan bahwa inovasi edukasi berbasis VR memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam bidang pendidikan. Dengan demikian, media edukasi Cardineer dapat digunakan untuk memberikan edukasi tentang pengauh suhu ekstrem terhadap kardiovaskuler sehingga lebih efisien untuk meningkatkan pemahaman.
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP ERUPSI GIGI TETAP PREMOLAR KEDUA RAHANG ATAS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Asmara, Aditya Hari; Lasari, Abdullah HD; Abdi, Muhammad Jayadi; Aulia, Thysyah Shabrina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55198

Abstract

Kondisi gizi memiliki peran penting dalam perkembangan anak, termasuk dalam pertumbuhan tubuh dan erupsi gigi, terutama pada masa krisis gizi usia 10 hingga 12 tahun. Kondisi gizi yang tidak normal pada periode ini dapat memengaruhi waktu erupsi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap erupsi gigi tetap premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan jumlah sampel 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan klinis rongga mulut, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (63,6%), dengan mayoritas telah mengalami erupsi gigi (57,0%). Status gizi kurang ditemukan pada 25,2% siswa, dengan 11,2% telah mengalami erupsi dan 14,0% belum mengalami erupsi gigi. Pada kelompok status gizi lebih (11,2%), sebanyak 9,3% telah mengalami erupsi dan 1,9% belum mengalami erupsi. Uji korelasi menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara status gizi dan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun (p = 0,000). Hasil analisis odds ratio menunjukkan nilai OR sebesar 10,893 dengan interval kepercayaan 95% (3,663–32,396). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara status gizi dengan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun, dan anak dengan status gizi kurang memiliki peluang mengalami keterlambatan erupsi gigi sekitar 10,9 kali lebih besar dibandingkan anak dengan status gizi normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG KESEHATAN GIGI MULUT DENGAN STATUS PENYAKIT GINGIVITIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Pratiwi, Rini; Natsir, Achmad Baiquni; Aprina, Erika; Nur, Nadyah Nadjwa Arfiani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55201

Abstract

Gingivitis merupakan penyakit periodontal dengan prevalensi tinggi pada anak sekolah dan dipengaruhi oleh kebersihan gigi dan mulut, serta pengetahuan, sikap, dan tindakan dalam pemeliharaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan penyakit gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun di SDN 1 Tamamaung Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner pengetahuan, sikap, dan tindakan, serta pemeriksaan klinis menggunakan Modified Gingival Index (MGI), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang cukup baik, namun tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut masih didominasi kategori kurang baik. Keparahan gingivitis pada siswa sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang. Uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, dan tindakan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan keparahan gingivitis (p < 0,05), dengan variabel tindakan memiliki kekuatan hubungan paling besar dibandingkan pengetahuan dan sikap. Disimpulkan bahwa tindakan kesehatan gigi dan mulut merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keparahan gingivitis pada siswa usia 10–12 tahun, sehingga diperlukan edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada anak.
EKSPLORASI POLA PENYAKIT MENULAR DI NUSA TENGGARA TIMUR MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING Rosyada, Nabila Nur; Afandi, Muhammad Bahtiar; Mahmudah, Mahmudah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55205

Abstract

Penyakit menular memberikan beban yang jauh lebih berat pada daerah kepulauan seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur di Indonesia, di mana kerentanan lingkungan dan ketimpangan layanan kesehatan semakin memperparah variasi spasial pola kejadian kasus. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kelompok kabupaten untuk delapan penyakit menular utama menggunakan metode klasterisasi K-means. Data sekunder mengenai malaria, tuberkulosis, pneumonia, kusta, diare, demam berdarah dengue, AIDS, serta infeksi menular seksual dari 22 kabupaten diambil dari Badan Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan R Studio (v. 2025.05.1); variabel divalidasi melalui standarisasi z-score setelah pengujian KMO (0,61) dan VIF, dengan jumlah klaster optimal k=3 ditentukan melalui metode elbow dan silhouette. Terdapat tiga klaster yang terbentuk: Klaster 1 (4 kabupaten di wilayah timur) didominasi kasus malaria (rata-rata 1.701) dan diare (2.789), Klaster 2 (Kota Kupang) dengan AIDS (2.577), IMS (604), serta diare (4.476), sedangkan Klaster 3 (17 kabupaten) menunjukkan beban penyakit yang sedang dan lebih merata (total rata-rata 1.675). Visualisasi radar plot dan principal component mengonfirmasi profil yang berbeda antar klaster. Klasterisasi K-means ini mengungkap pola spasial yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung intervensi yang tepat sasaran di daerah dengan sumber daya terbatas.
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PERUT, INDEKS MASSA TUBUH DAN KOLESTEROL TOTAL TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS KARANG PULE Wijaya, Putu Depirda Rosandiyasa; Setiarini, Rohmania; Mulianti, Rizki
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55206

Abstract

Prevalensi usia produktif yang menderita hipertensi di Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin  meingkat setiap tahunnya. Hipertensi pada usia produktif dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Karang Pule. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung terhadap responden menggunakan instrumen penelitian yaitu timbangan badan, microtoise, alat pengukur kolesterol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Rank Spearman). Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden usia produktif mengalami hipertensi tahap 2 yaitu 63,7%. Terdapat hubungan signifikan antara lingkar perut terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,58; p-value = 0,000), indeks massa tubuh (IMT) terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,47; p-value = 0,000), dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi (rs = 0,51; p-value = 0,000). Responden dengan lingkar perut beresiko, berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 14,131 kali dibandingkan dengan responden dengan lingkar perut normal (OR=14,131; 95%CI:2,623-76,135). Responden dengan kolesterol total tinggi, berpeluang mengalami hipertensi sebanyak 7,597 kali dibandingkan dengan responden dengan kolesterol total normal (OR=7,597; 95%CI:1,369-42,137). Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut, indeks massa tubuh dan kolesterol total terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Karang Pule.
HUBUNGAN KONSUMSI COMFORT FOOD DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Rachma, Jenic Maulia; Rakhma, Luluk Ria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55207

Abstract

Menstruasi merupakan proses fisiologis yang mendapatkan pengaruh dari keseimbangan hormon reproduksi, seperti estrogen atau progesteron.. Ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi sering dikaitkan dengan berbagai faktor gaya hidup, salah satunya pola makan. Konsumsi comfort food yang tinggi gula, lemak, dan kalori pada usia dewasa awal berpotensi memengaruhi regulasi hormon reproduksi melalui mekanisme peningkatan kadar insulin, androgen, dan kortisol, sehingga dapat menghambat siklus ovulasi serta keteraturan proses menstruasi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi comfort food dengan siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dan mengaplikasikan pendekatan cross sectional. Data dalam penelitian ini diambil pada bulan Juli 2025 menggunakan instrumen Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk menilai konsumsi comfort food dan kuesioner siklus menstruasi. Sampel penelitian ini merupakan mahasiswi UMS berusia 19-21 tahun berjumlah 85 responden yang ditetapkan melalui random sampling sederhana. Analisis data dilakukan dengan mengaplikasikan uji korelasi Spearman dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,6% dari total responden (49 responden) sering mengonsumsi comfort food dan sebanyak 40% dari total responden (34 responden) mempunyai siklus menstruasi tidak teratur. Uji Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dan positif sedang antara konsumsi comfort food dan panjang siklus menstruasi (ρ = 0,428; p < 0,05). Selain itu, uji Chi-Square menunjukkan bahwa responden dengan konsumsi comfort food tinggi memiliki risiko sekitar lima kali lebih besar mengalami siklus menstruasi tidak teratur (OR = 5,084; p = 0,001). Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi mengenai pola makan sehat dan pengelolaan stres untuk mendukung kesehatan reproduksi mahasiswi.
PENGARUH VIDEO EDUKASI KESEHATAN TENTANG KEGAWADARURATAN HIPERTENSI PADA LANSIA TERHADAP SIKAP CAREGIVER D I PUSKESMAS LEMPAKE Rizky, Raninda Anjania; Widyastuti, Dwi; Safrudin, M. Bachtiar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55317

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia dengan prevalensi yang terus meningkat di Kalimantan Timur. Kondisi ini berisiko tinggi menyebabkan kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Caregiver memiliki peran krusial dalam pemantauan dan penanganan awal, namun seringkali kurang siap menghadapi situasi darurat akibat keterbatasan pengetahuan. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh video edukasi terhadap sikap caregiver. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh video edukasi kesehatan tentang kegawatdaruratan hipertensi terhadap sikap caregiver di Puskesmas Lempake. Penelitian menggunakan desain True Experimental dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi adalah caregiver lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lempake. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Variabel bebas adalah video edukasi kesehatan dan variabel terikat adalah sikap caregiver. Data sikap dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji valid (r>0,374) dan reliabel (Cronbach's Alpha=0,926). Analisis data menggunakan uji Dependent T-Test dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan sikap yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan video edukasi (p<0,001) dengan nilai mean sikap meningkat dari 32,1 menjadi 44,7. Sebaliknya, kelompok kontrol yang mendapat edukasi konvensional tidak mengalami peningkatan sikap yang bermakna (p=0,087). Uji Independent T-Test juga menunjukkan adanya perbedaan sikap yang signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p<0,001).  
PENGARUH BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI : SYSTEMATIC REVIEW Aryani, Aulia; Rachman, Mochammad Erwin; Maricar, Nadra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55356

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Peningkatan prevalensi hipertensi menjadikannya penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis berperan penting dalam pengendalian tekanan darah. Bawang putih (Allium sativum) diketahui mengandung senyawa bioaktif, terutama allicin, yang memiliki efek vasodilatasi dan mampu menghambat angiotensin-converting enzyme (ACE), sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan panduan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed dan Google Scholar pada periode 2020–2025 menggunakan kerangka PICOS. Hasil seleksi memperoleh 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Seluruh studi menunjukkan bahwa pemberian bawang putih dalam berbagai bentuk sediaan, seperti perasan, seduhan, rebusan, minuman, dan ekstrak, berhubungan dengan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik. Penurunan sistolik cenderung lebih dominan dibandingkan diastolik. Beberapa penelitian juga melaporkan perbaikan fungsi endotel, penurunan stres oksidatif, serta perbaikan parameter biokimia kardiovaskular. Ekstrak dengan dosis terstandarisasi memberikan hasil lebih konsisten. Secara keseluruhan, bawang putih berpotensi sebagai terapi nonfarmakologis atau komplementer pada hipertensi ringan hingga sedang, namun diperlukan uji klinis berskala besar untuk memastikan dosis optimal dan keamanan jangka panjang.
ANALISIS PELAKSANAAN SURVEILANS DIFTERI OLEH PUSKESMAS DI KOTA PADANG TAHUN 2024 Kamil, Istianah; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55420

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara dengan cakupan imunisasi rendah, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia sempat dinyatakan bebas difteri pada tahun 1990, kasus kembali meningkat sejak 2013 hingga saat ini. Di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, peningkatan kasus dan kematian akibat difteri pada tahun 2024 menunjukkan perlunya sistem surveilans yang efektif sebagai upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit. Permasalahan yang muncul mengindikasikan bahwa pelaksanaan sistem surveilans difteri di tingkat pelayanan kesehatan primer belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan komponen proses dalam sistem surveilans difteri oleh Puskesmas di Kota Padang tahun 2024 berdasarkan atribut surveilans serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan lokasi penelitian di lima Puskesmas yang memiliki kasus difteri dan Dinas Kesehatan Kota Padang. Informan dipilih secara purposive, meliputi pemegang program surveilans dan difteri, kepala Puskesmas, serta penderita difteri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilans difteri belum sepenuhnya optimal pada seluruh atribut surveilans. Atribut kesederhanaan dan stabilitas telah tercapai, sedangkan fleksibilitas, akseptabilitas, kerepresentatifan, dan nilai prediktif positif masih kurang. Sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data juga belum optimal akibat keterlambatan penemuan kasus. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penguatan proses surveilans difteri, terutama pada aspek sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data, sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sistem surveilans dalam mendukung kewaspadaan dini dan pengendalian difteri di Kota Padang.
LAPORAN KASUS : PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA BERULANG PADA WANITA MUDA AKIBAT EOSINOFILIA Febirianti, Ratna; Kusumawardhani, Sri Irmandha; Sulmiawati, Sulmiawati; Datu, Hikmah Hiromi Razak; Namirah, Hanna Aulia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55440

Abstract

Perdarahan subkonjungtiva merupakan kondisi keluarnya darah ke ruang subkonjungtiva akibat ruptur kapiler superfisial yang umumnya bersifat jinak dan sembuh spontan. Namun, kejadian berulang memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor etiologi yang mendasari, terutama bila tidak ditemukan faktor risiko klasik seperti trauma, hipertensi, atau penggunaan antikoagulan. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah proses inflamasi alergi yang dimediasi oleh eosinofil. Penelitian ini melaporkan kasus seorang perempuan berusia 27 tahun dengan perdarahan subkonjungtiva berulang pada mata kanan setiap bulan selama lima bulan, tanpa riwayat trauma, hipertensi, atau penggunaan antikoagulan. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan oftalmologis, dan pemeriksaan darah rutin, termasuk kadar eosinofil dan riwayat alergi. Hasil pemeriksaan menunjukkan eosinofilia sebesar 12,8% dan riwayat rinitis alergi sejak kecil. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan perdarahan subkonjungtiva dengan batas tegas, sementara struktur mata lainnya dalam batas normal. Kasus ini menunjukkan bahwa perdarahan subkonjungtiva berulang berhubungan dengan eosinofilia dan kondisi alergi kronik yang mendasari, di mana inflamasi yang dimediasi eosinofil diduga meningkatkan kerapuhan kapiler konjungtiva. Evaluasi faktor alergi dan hematologis penting dalam penatalaksanaan serta pencegahan kekambuhan perdarahan subkonjungtiva.