cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,239 Documents
LAPORAN KASUS : FIMOSIS PADA ANAK DI RSUD HAJI MAKASSAR Rahayu, Mika; Hasbi, Berry Erida; Krisna, Muhammad. Sidharta; Abduh, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55441

Abstract

Fimosis merupakan kondisi ketidakmampuan retraksi preputium penis yang dapat bersifat fisiologis maupun patologis. Pada anak, fimosis umumnya fisiologis dan mengalami resolusi spontan seiring pertambahan usia, namun fimosis patologis dapat menimbulkan keluhan klinis signifikan, termasuk gangguan berkemih, nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan meningkatkan risiko infeksi serta komplikasi lainnya, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Laporan kasus ini menggambarkan seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dibawa ke Poli Bedah RSUD Haji Makassar dengan keluhan sulit berkemih sejak satu minggu disertai nyeri saat berkemih, pancaran urin lemah, dan distensi preputium saat berkemih. Preputium tidak dapat diretraksi dan pasien tampak kesakitan saat berkemih, tanpa riwayat demam, hematuria, atau sirkumsisi sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi umum sedang sakit dengan tanda vital dalam batas normal, sedangkan pemeriksaan genitalia eksterna menegaskan preputium tidak dapat diretraksi dengan hiperemis pada ujung penis tanpa edema atau nyeri tekan. Pemeriksaan penunjang meliputi darah rutin dalam batas normal dan urinalisis yang mengarah pada infeksi saluran kemih. Berdasarkan temuan klinis dan penunjang, pasien didiagnosis mengalami retensi urin akibat fimosis dan direncanakan menjalani sirkumsisi sebagai tindakan operatif. Kasus ini menegaskan bahwa fimosis patologis dapat menyebabkan gangguan berkemih yang signifikan dan membutuhkan intervensi medis. Sirkumsisi terbukti sebagai terapi definitif yang aman dan efektif, sementara penegakan diagnosis yang tepat serta pemilihan tatalaksana yang sesuai berperan penting dalam mencegah komplikasi dan mencapai luaran klinis optimal.
FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTOLOAN Muhayan, Muhayan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan, Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pantoloan. Sampel berjumlah 132 responden yang terdiri dari 66 balita stunting sebagai kelompok kasus dan 66 balita tidak stunting sebagai kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi riwayat akses layanan kesehatan, perilaku positive deviance, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), kunjungan antenatal care (ANC), pemberian kolostrum, dan pantangan makanan tabu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat akses layanan kesehatan, perilaku positive deviance, kepatuhan konsumsi TTD, kunjungan ANC, pemberian kolostrum, dan pantangan makanan tabu berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepatuhan konsumsi TTD merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,001; OR=15,9; 95% CI: 3,288–(atas). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku ibu dan pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak berperan penting dalam pencegahan stunting. Upaya peningkatan kepatuhan konsumsi TTD serta optimalisasi pelayanan kesehatan ibu dan anak perlu diperkuat untuk menurunkan kejadian stunting.
PENATALAKSANAAN DAN TARGET TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI URGENSI : LAPORAN KASUS Elviani, Calista Haniifa; Yuliani, Leni; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55474

Abstract

Hipertensi urgensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah tanpa kerusakan organ target akut. Kondisi ini sering ditangani secara agresif sehingga berpotensi menimbulkan gangguan perfusi organ. Beberapa pedoman menekankan fokus pada penurunan tekanan darah bertahap dengan terapi oral dan target tekanan darah yang aman. Laporan kasus ini menyoroti pemahaman yang tepat mengenai prinsip tatalaksana dan target penurunan tekanan darah pada hipertensi urgensi. Seorang pasien laki-laki berusia 50 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan pegal pada leher belakang menjalar hingga ke bahu sejak satu bulan lalu, disertai dengan nyeri kepala berdenyut hilang timbul pada seluruh kepala sejak dua minggu yang lalu. Pasien memiliki riwayat batu ginjal dan batu kandung kemih yang telah dioperasi pada tahun 2019. Pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah tinggi, tanpa adanya kelainan neurologis dengan kadar gula sewaktu dalam batas normal. Dari hasil pemetaan Mandala of Health menunjukkan faktor biologis yaitu riwayat keluarga hipertensi, perilaku personal seperti pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan ketidakpatuhan berobat, adanya faktor psikologis berupa stress ekonomi, serta faktor sosial ekonomi dengan status ekonomi menengah ke bawah serta tingkat Pendidikan rendah. Diagnosis holistik mencakup aspek personal nyeri kepala dan leher, aspek klinis hipertensi urgensi, aspek internal berupa kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk rutin kontrol, dan aspek eksternal berupa keterbatasan ekonomi. Penatalaksanaan medis yang sesuai dan edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga, disertai dengan observasi tekanan darah oleh tenaga kesehatan. Penatalaksanaan hipertensi urgensi dilakukan secara bertahap menggunakan antihipertensi oral dan diperlukan evaluasi serta pemantauan rutin untuk mencegah komplikasi serta progresi menjadi hipertensi emergensi.
PERAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL DALAM PRAKTIK KEPERAWATAN ONKOLOGI : A SCOPING REVIEW Mulyadi, Dirga Dijaya; Hardianti, Anugerah; Bilal, Muhammad; Suparman, Suparman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55537

Abstract

Pasien kanker sering mengalami masalah psikososial yang signifikan selama perjalanan penyakit dan pengobatan. Dukungan psikososial merupakan bagian penting dari praktik keperawatan onkologi, namun bentuk dan implementasinya masih beragam dan belum terpetakan secara komprehensif. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan peran dukungan psikososial dalam praktik keperawatan onkologi pada pasien kanker dewasa. Penelitian ini menggunakan desain scoping review berdasarkan kerangka Levac et al. dan pedoman PRISMA-ScR dengan pendekatan Population–Concept–Context (PCC). Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, CINAHL, Scopus, dan ProQuest. Artikel penelitian primer berbahasa Inggris yang membahas dukungan psikososial dalam praktik keperawatan onkologi diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 28 artikel dianalisis secara deskriptif dan disintesis menggunakan analisis tematik. Analisis mengidentifikasi tujuh tema utama, yaitu peran perawat dalam dukungan psikososial, komunikasi terapeutik, edukasi psikososial, intervensi keperawatan berbasis self-efficacy, dukungan keluarga dan sosial, dampak dukungan psikososial terhadap pasien kanker, serta hambatan pelaksanaannya. Dukungan psikososial yang diberikan perawat secara konsisten berhubungan dengan penurunan kecemasan dan distress, peningkatan coping dan self-efficacy, serta perbaikan kualitas hidup pasien kanker. Dukungan psikososial merupakan komponen esensial dalam praktik keperawatan onkologi dan perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam standar asuhan keperawatan. Penguatan kompetensi perawat dan dukungan organisasi diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan onkologi berbasis bukti.
OPTIMALISASI PELAYANAN KESEHATAN POSYANDU DIGITAL DI WILAYAH PERI-URBAN MELALUI INOVASI SISTEM INFORMASI TERINTEGRASI Arunita, Rahmania
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55547

Abstract

Pelayanan Posyandu sebagai layanan kesehatan dasar berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, namun di wilayah peri-urban masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait pencatatan manual, keterlambatan pelaporan, keterbatasan integrasi data, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital. Kondisi ini berpotensi menghambat deteksi dini masalah gizi, keteraturan imunisasi, dan evaluasi tumbuh kembang balita secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan model Posyandu Digital berbasis sistem informasi terintegrasi guna meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keterpaduan layanan kesehatan di wilayah peri-urban Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain inovasi sistem berbasis kebutuhan pengguna (user-centered design). Populasi sasaran adalah kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada lima Posyandu peri-urban, dengan pemilihan lokasi secara purposive. Variabel utama meliputi kualitas pencatatan data, ketepatan waktu pelaporan, dan kemudahan penggunaan sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, serta uji coba aplikasi Android Posyandu Digital, sementara analisis dilakukan secara kualitatif dan evaluasi kinerja sistem berbasis indikator capaian. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Posyandu Digital mampu mengurangi keterlambatan pencatatan data, meningkatkan keterpaduan informasi dengan Puskesmas, serta mempermudah pemantauan tumbuh kembang melalui fitur grafik dan notifikasi. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa digitalisasi Posyandu berbasis aplikasi Android efektif sebagai solusi praktis dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas manajemen data dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah peri-urban.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN PEMBERIAN MAKAN DENGAN STUNTING DI PUSKESMAS NELAYAN CIREBON Rahadian, Zulfikar; Afandi, Thysa Thysmelia; Weni, Mustika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55562

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia. Prevalensi stunting di Indonesia masih relatif tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Berbagai faktor berperan dalam terjadinya stunting, di antaranya pola asuh dan praktik pemberian makan yang tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon, dengan jumlah sampel sebanyak 81 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh dan pemberian makan, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola asuh dan pemberian makan, serta data status stunting yang diperoleh dari catatan antropometri balita. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square dan Spearman, serta multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian makan dengan kejadian stunting (p = 0,000; r = -0,663) serta antara pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pemberian makan memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kejadian stunting dibandingkan pola asuh. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara pola asuh dan pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nelayan Kota Cirebon, dengan pemberian makan sebagai faktor yang paling berpengaruh.
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIRETROVIRAL (ARV) DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LAKI-LAKI PENDERITA HIV : STUDI CROSS -SECTIONAL Arnandes Putra, Afadhil; Triana, Vivi; Siswati, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55563

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius dengan 40,8 juta orang hidup dengan HIV pada tahun 2024. Kota Padang memiliki kasus HIV yang tinggi dengan 86,2% penderita adalah laki-laki. Kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) merupakan faktor kunci keberhasilan terapi HIV yang berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup pada laki-laki penderita HIV di Kota Padang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 87 responden laki-laki penderita HIV yang terdaftar di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Parintang Hati dan menjalani terapi ARV di layanan PDP Kota Padang. Sampel dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Kepatuhan minum obat ARV diukur menggunakan instrumen MMAS-8 dan kualitas hidup diukur menggunakan WHOQOL-HIV BREF. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70,1% responden patuh minum obat ARV dan 72,4% memiliki kualitas hidup baik. Terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup (p-value <0,001), dengan nilai POR = 20,6 (95% CI: 6,70–73,2), yang menunjukkan bahwa laki-laki penderita HIV yang tidak patuh minum obat ARV memiliki risiko 20,6 kali lebih besar untuk memiliki kualitas hidup buruk dibandingkan yang patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat ARV dengan kualitas hidup pada laki-laki penderita HIV di Kota Padang.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON CIREBON Fauzi, Delivia Putriani; Suhaeni, Eni; khasanah, Uswatun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55571

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang terus meningkat serta berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Di wilayah kerja Puskesmas Kedaton, hipertensi termasuk salah satu penyakit terbanyak pada kelompok usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah tersebut. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2024 dengan sampel sebanyak 134 responden yang merupakan pasien berobat dan dipilih melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia (p-value = 0,004), pekerjaan (p-value = 0,028), dan obesitas (p-value = 0,028) dengan kejadian hipertensi. Sementara itu, variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah jenis kelamin (p-value = 0,253), pendidikan (p-value = 0,363), sosial ekonomi (p-value = 0,058), riwayat hipertensi dalam keluarga (p-value = 0,250), kebiasaan merokok (p-value = 0,449), aktivitas fisik (p-value = 0,143), dan asupan natrium (p-value = 0,434), sedangkan konsumsi alkohol tidak dianalisis. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kedaton adalah usia, pekerjaan, dan obesitas.
ANALISIS DESKRIPTIF FAKTOR PREDISPOSISI DEPRESI PASCA STROKE BERBASIS SISTEMATIK REVIEW (MULTI-LABEL) Putri, Kesya Azzahra; Rachman, Mochammad Erwin; Wahidah, Wahidah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55572

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia serta sering disertai komplikasi neuropsikiatri, salah satunya depresi pasca stroke. Kondisi ini dapat memperburuk luaran klinis, menghambat rehabilitasi, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Depresi pasca stroke bersifat multifaktorial, melibatkan faktor biologis, klinis, psikologis, dan sosial yang umumnya masih dianalisis secara terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif faktor predisposisi depresi pasca stroke menggunakan pendekatan multi-label guna menggambarkan pola kombinasi faktor risiko yang muncul secara simultan. Penelitian ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar pada publikasi tahun 2020–2025. Studi yang disertakan adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional, kohort, dan case–control, dengan penilaian kualitas metodologis menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa usia lanjut, jenis kelamin perempuan, jenis dan keparahan stroke, disabilitas fisik, gangguan kognitif, komplikasi neurologis, serta rendahnya dukungan keluarga dan sosial merupakan faktor predisposisi depresi pasca stroke. Depresi ringan lebih sering ditemukan pada pasien stroke iskemik usia 60–74 tahun, sedangkan depresi sedang hingga berat lebih dominan pada pasien stroke hemoragik dan kondisi klinis berat. Kesimpulannya, depresi pasca stroke bersifat multifaktorial dan memerlukan skrining dini serta pendekatan rehabilitasi holistik.