cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
DETERMINAN FAKTOR PRAKTIK PENGGUNAAN PERALATAN PROTEKTIF RADIASI PADA PENDAMPING PASIEN PEDIATRIK Putri, Berliana Devianti; Puspadewanti, Kadek Alit; Praptono, Soegardo Indra; Muhaimin, Muhaimin; Wahjuningdiah, Ero
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30696

Abstract

Pemeriksaan X-Ray merupakan salah satu pemeriksaan radiologi yang memanfaatkan sinar X. Paparan sinar X berpotensi bahaya dalam bentuk efek somatik pada jaringan tubuh. Sinar X tidak terlihat sehingga hanya pasien saja yang diperbolehkan berada di dalam ruang pemeriksaan dengan menggunakan peralatan protektif radiasi yang tepat. Namun, sebagian besar pasien anak selalu membutuhkan pendamping selama melakukan pemeriksaan tersebut karena mereka mudah merasa cemas jika berada di lingkungan yang baru. Apabila pendamping pasien ikut masuk kedalam ruang pemeriksaan, maka pendamping tersebut berisiko terkena paparan sinar X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor yang berhubungan dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi pada pendamping pasien pediatrik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini berlokasi di Instalasi Radiologi RSI Jemursari Surabaya pada bulan Juni-Juli 2023. Penelitian ini melibatkan 152 pendamping pasien pediatrik yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Seluruh data dianalisis menggunakan Chi-Square Test (CI=95%) dengan bantuan software JAMOVI. Hasil olah data menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi (p=0,000), serta ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi (p=0,003). Keduanya menunjukkan adanya korelasi positif, artinya semakin tinggi pengetahuan dan sikap yang dimiliki pendamping pasien pediatrik maka mereka akan semakin aktif dalam meminta peralatan protektif radiasi sebelum memasuki ruang pemeriksaan X-Ray. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap pendamping pasien pediatrik berhubungan signifikan dengan praktik penggunaan peralatan protektif radiasi selama pemeriksaan X-Ray berlangsung.
ANALISIS KEPATUHAN KONTROL PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN KLINIK PRATAMA KESUMA BANGSA TAHUN 2023 Khaira, Nuri; Utami, Dilla Fitri; Anindya, Nazla
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30723

Abstract

Hipertensi merupakan suatu gangguan medis yang ditandai dengan tekanan darah yang melebihi 140 mmHg (sistolik) dan/atau 90 mmHg (diastolik). Prevalensi hipertensi pada orang dewasa di atas 18 tahun di Indonesia telah meningkat menjadi 34,1%, dibandingkan dengan 25,8% pada tahun 2013, menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2021. Prevalensi kasus yang terdiagnosis di Sumatera Utara adalah 29,19%, dengan total 41.131 kasus. Klinik Pratama Kesuma Bangsa mengalami peningkatan jumlah kasus hipertensi sebesar 5%, dengan 200 pasien terdiagnosis setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter yang berhubungan dengan kepatuhan dalam pengendalian hipertensi rawat jalan di Klinik Pratama Kesuma Bangsa pada tahun 2023, dengan tujuan untuk mengurangi keparahan kasus hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di Klinik Pratama Kesuma Bangsa, Kecamatan Perbaungan, dengan menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dan menggunakan data sekunder dari rekam medis tahun 2023. Penelitian ini menggunakan purposive sampling, dan menganalisis data dari 30 responden dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,113, OR=0,231), usia (p=0,094, OR=4,500), posisi pekerjaan (p=0,000), status tekanan darah (p=0,502, OR=0,571), dan akses ke layanan kesehatan (p=0,238, OR=2,700) merupakan faktor yang signifikan. Korelasi antara posisi pekerjaan dan kepatuhan pengendalian hipertensi terbukti signifikan secara statistik.
HUBUNGAN USIA, KADAR GULA DARAH, KADAR KOLESTROL DAN KADAR NATRIUM DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2023 Pratama, Hendy; Hermawan, Dessy; Amirus , Khoidar; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30732

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara usia, kadar gula darah, kadar kolestrol, dan kadar natrium dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di RS Pertamina Bintang Amin Tahun 2023. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode cross sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 376 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu univariat, bivariat dan multivariat. Pada hasil uji univariat didapatkan hasil rata-rata usia responden 61.3 tahun. Rata-rata kadar gula darah responden adalah 184.8 mg/dl. Rata-rata kadar kolesterol responden adalah 120.1 mg/dl. Rata-rata kadar natrium responden adalah 146.1 mEq/L. Rata-rata tekanan darah responden adalah 146.1 mm/Hg. Dari hasil uji bivariat terdapat hasil ada hubungan yang signifikan antara kadar natrium dengan hipertensi nilai p-value = 0.005, tidak ada hubungan usia dengan hipertensi nilai p-value = 0.396, tidak ada hubungan gula darah dengan hipertensi nilai p-value = 0.426, tidak ada hubungan kolestrol dengan hipertensi nilai p-value = 0.140. Variabel kadar natrium memiliki pengaruh terhadap kejadian hipertensi nilai p-value=0.007 sekaligus merupakan faktor dominan (Koefisien B = 0.421).
POTENSI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) SEBAGAI INSECT GROWTH REGULATOR TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L. Subagio, Jonsen; Themone, Anacy Simproza Melania; Kutanggas, Rivo Christian; Tan, Sharon; Adrianto, Hebert; Kusala, Vajra Yeshie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30756

Abstract

Larvasida bahan alam mulai dikembangkan untuk mengontrol populasi nyamuk. Eksplorasi daun Citrus hystrix masih terbatas pada larvasida kematian larva, insektisida, dan repellen, padahal sebenarnya IGR dengan konsentrasi rendah dalam menghambat perkembangan larva tanpa harus menyebabkan kematian larva. Konsentrasi rendah dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Tujuan menganalisis potensi daun C. hystrix sebagai bahan aktif IGR terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain post test only control group design. Daun jeruk kering diproses hingga menjadi ekstrak. Ekstrak dibuat larutan dengan konsentrasi 50, 300, 550, 750, dan 1.000 ppm. Semua larutan dimasukkan 100 ml ke dalam gelas plastik dan diisi 25 individu larva Ae. aegypti. Setiap konsentrasi memiliki replikasi sebanyak lima kali. Jumlah ketahanan dan mortalitas larva Ae. aegypti serta perubahan larva menjadi pupa diamati selama 8 hari. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 50 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 16-40% dan belum berubah menjadi stadium pupa. Ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 300 dan 550 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 0-32%. Sisa larva Ae. aegypti yang masih hidup belum berubah menjadi stadium pupa. Ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 750-1.000 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 0-4%. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol 95% daun C. hystrix memiliki potensi sebagai bahan aktif IGR terhadap larva Ae. aegypti dimana tidak terbentuk pupa Ae. aegypti selama perlakuan hingga pada hari ke 8.
TINJAUAN WAKTU PENYEDIAAN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT X BOGOR Murni, Febriyanti; Suryani, Ade Irma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30774

Abstract

Waktu penyediaan berkas rekam medis merupakan hal yang penting guna menjaga mutu pelayanan pasien. Standar waktu penyediaan berkas rekam medis di Rumah Sakit X mengikuti ketetapan kemenkes kurang dari atau sama dengan 10 menit. Akan tetapi penyediaan berkas rekam medis masih sering melewati standar yang sudah ditentukan sehingga membuat perawat akan menelfon atau bahkan datang langsung untuk meminta berkas rekam medis pasien yang akan berobat ke poliklinik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberi gambaran waktu serta faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan berkas rekam medis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit X  Bogor. Sample diambil setelah dilakukan perhitungan Slovin terlebih dahulu. Sample diambil secara acak (Accidental Sampling) Selama 5 hari. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 54 berkas yang waktu penyediaannya melebihi standar dan 46 (46%) berkas dengan waktu yang sudah sesuai standar . ) dari 100 berkas rekam medis. Faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam penyediaan berkas rekam medis yaitu rak yang kurang memadai, sistem komputer yang sering eror, petugas masih double job, serta keterlambatan pengembalian berkas dari rawat inap
PERBEDAAN PENINGKATAN UNSUR HARA KASGOT PADA SAMPAH ORGANIK Larasati, Putri; Saktiawan, Yusup; Rupiwardani, Irfany
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30777

Abstract

Penumpukan sampah organik yang terjadi di Kota Malang paling banyak disebabkan oleh limbah sisa rumah tangga yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan peran lalat tentara hitam atau biasa disebut dengan larva blacksoldier fly (BSF) atau sering disebut maggot. Pembuatan pupuk kompos dari limbah organik rumah tangga memerlukan bioaktivator atau yang sering disebut EM4 untuk mempercepat proses dekomposisi, sebagai penekan patogen dan menghilangkan bau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan unsur hara kasgot pada sampah organik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pre Test – Post test control design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bekas maggot (kasgot). Sampel penelitian ini adalah sebagian dari bekas maggot. Metode analisis data yang digunakan yaitu independent sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kasgot pada semua jenis perlakuan telah memenuhi SNI dengan syarat semua perlakuan berada di atas nilai SNI pada semua parameter. Namun, penambahan ampas kopi pada sampah rumah tangga dalam proses pengomposan menggunakan maggot tidak signifikan untuk meningkatkan unsur hara makro pada kasgot karena hasil akhir pemeriksaan pupuk kasgot memiliki nilai signifikansi sebesar 0,773 pada kelompok P1 & P2, dan 0,901 pada kelompok P3 & P4 dimana nilai tersebut lebih dari 0,05.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA Dalending, Intania Chimylova; R Pinontoan, Odie; J Kepel, Billy; S V Sinolungan, Jehosua; P J Kaunang, Wulan; J Tulung, Golda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30822

Abstract

Tingginya kasus DBD di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang tidak sehat seperti menggantung pakaian dan perilaku menguras TPA yang memberi ruang leluasa pada Aedes Aegypti untuk hidup dan berkembang biak. Pencegahan dan pengendalian DBD di Indonesia dilakukan melalui program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Desa Likupang Satu, Likupang Dua dan Kampung Ambon Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Kuantitatif dengan menggunakan desain case control. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Pada bulan April-Juni 2024. Responden dalam penelitian ini sebanyak 274 responden. Variabel penelitian adalah variabel bebas (Jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendidikan, penggunaan kelambu, menguras Tempat Penampungan Air dan kebiasaan mengantung pakaian.) dan variabel terikat yaitu Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Instrumen penelitian yaitu kuesioner yang dibuat dan diuji kelayakannya sebelum digunakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden paling banyak terdistribusi pada umur18-32 tahun yaitu sebanyak 144 orang atau 52,6 %, jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki dengan jumlah 184 orang atau 67,2%, pendidikan SMA sebanyak 162 (59,1%), sebagian besar bekerja yaitu sebanyak 209 atau 76,3%, penggunaan kelambu responden sebanyak 158 (57,7%), dengan kebiasaan menggantung pakaian < 2xseminggu sekali sebanyak 184 atau (67,2 %), dengan kegiatan menguras tempat penampungan air (Seminggu sekali) sebanyak 160 orang atau 58,4%. Hasil analisis Bivariat menunjukkan umur dengan kejadian DBD (0,299), Jenis kelamin (0,754), pendidikan (0,029), pekerjaan (0,810), menguras TPA (0,000), kebiasaan menggantung pakaian (0,000), penggunaan kelambu (0,530). Hasil anailis multivariat analisis regresi logistik menunjukkan variabel kebiasaan menggantung pakaian berpengaruh signifikan terhadap kejadian demam berdarah dengue (Sig. = 0,000) dan variabel menguras tempat penampungan air berpengaruh signifikan terhadap kejadian demam berdarah dengue (Sig. 0,000). Kesimpulan Faktor yang memengaruhi dengan kejadian DBD yaitu pendidikan, kebiasaan menggantung pakaian dan menguras TPA.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI Suwarni, Anggita Arnas; Firdaus, Insanul; Yudhianto, Kresna Agung
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30922

Abstract

Stres adalah respons yang tidak diinginkan yang timbul akibat berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar diri seseorang, yang dapat menyebabkan seseorang merasa tertekan. Stres yang berkepanjangan atau tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. Sebagian orang mungkin menggunakan coping stres yang negatif seperti merokok. Saat ini merokok sudah menjadi gaya hidup di kalangan remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kecenderungan perilaku merokok pada remaja laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 88 responden dari total populasi 406 laki-laki di Desa Canden Sambi Boyolali, instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas, analisa data penelitian ini menggunakan uji Spearman Rho. Berdasarkan hasil didapatkan tingkat stres terbanyak responden mengalami tingkat stres sedang sebanyak 68 responden (77,3 %) dan paling sedikit responden yang mengalami tingkat stres ringan sebanyak 9 responden (10,2%). Sementara hasil jumlah kecenderungan perilaku merokok didapatkan jumlah kecenderungan perilaku merokok sedang dengan jumlah 66 responden (75,3%) dan responden dengan kecenderungan perilaku merokok ringan sebanyak 10 responden (11,4%). Berdasarkan output uji Spearman, diketahui nilai signifikansi atau sig (2-tailed) antara variabel tingkat stress dengan kecenderungan perilaku merokok adalah sebesar 0.000 <0.05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kecenderungan perilaku merokok pada remaja laki-laki.
PENGARUH ORANG TUA, TENAGA KESEHATAN, GURU, TEMAN, MOTIVASI PADA PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI Sari, Putri Rian; Nina, Nina; Dewi, Nora Sukma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30932

Abstract

Tingginya angka KTD dan kehamilan usia remaja memiliki dampak peningkatan kejadian stunting, abortus, kehamilan, pre-eklamsia, anemia, bayi prematur, BBLR, kematian bayi, kanker alat reproduksi, rentan terjadi perubahan sel dalam mulut rahim serta dampak sosial ekonomi. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh peran orang tua, tenaga kesehatan, guru, teman sebaya dan motivasi terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja dan untuk mengatahui faktor yang paling dominan mempengaruhi pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Tahun 2023. Penelitian ini pendekatan mix-method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif meliputi; univariat, analisis bivariate dan analisis kualitatif meliputi; Reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peran orang tua (nilai sig 0.002<0,05), peran teman sebaya (nilai sig 0.020 <0,05) dan motivasi (nilai sig 0.021 <0,05) dengan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka, sedangkan peran tenaga kesehatan (nilai  sig 0.196 >0,05) dan peran guru (nilai sig 0.796 >0,05) dinyatakan tidak memiliki pengaruh. Pada penelitian ini faktor paling dominan adalah peran orang tua. Saran pada Pemerintah Kabupaten Bangka dapat membuat kebijakan tentang kesehatan produksi remaja yang melibatkan lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sekolah Sekolah, Kecamatan, Kelurahan, KUA, BKKBN, Polres, Kodim dan Orang Tua dan Tokoh Pemuda serta Tokoh Masyarakat tentang pengetahuan kesehatan reproduksi.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001 Septanti, Elza Muthia; Joko, Tri; Setiani, Onny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30934

Abstract

Lingkungan menjadi prioritas internasional sejak Konferensi Lingkungan Stockholm 1972 dan KTT Bumi 1992. Setelah KTT Pembangunan Berkelanjutan Dunia (WSSD) 2002, berbagai mekanisme pengelolaan lingkungan telah didirikan. Isu lingkungan kini menjadi fokus perusahaan, terutama dalam industri yang berdampak besar pada ekologi. Polusi industri ini, bersama dengan polusi perkotaan dan penggunaan bahan kimia, mengancam kesehatan dan kesejahteraan manusia. Di Indonesia, kebijakan keberlanjutan mengharuskan perusahaan mengendalikan polusi dan memelihara fungsi ekologis, didukung oleh Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 yang menuntut informasi valid tentang perlindungan lingkungan. Perusahaan diharuskan memenuhi standar kualitas lingkungan, yang mendorong adopsi langkah hijau seperti standar ISO-14001. Standar ini membantu perusahaan publik beroperasi ramah lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim, serta meningkatkan nilai perusahaan dan daya saing. ISO-14001 diterapkan oleh 307.059 perusahaan secara global pada 2018, dengan 1.944 di Indonesia. Ini menunjukkan peran penting ISO-14001 dalam strategi industri hijau, mengurangi risiko pencemaran, dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Implementasi efektif ISO-14001 memastikan kepatuhan terhadap standar tertinggi dalam menjaga keamanan dan kesehatan masyarakat, serta pelestarian lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi implementasi ISO 14001 di berbagai negara. Metode yang digunakan adalah metode literature review berdasarkan jurnal terkait dari tahun 2014 hingga 2024. Berdasarkan hasil tinjauan, ISO 14001 telah membantu dalam mengurangi emisi dan meningkatkan produktivitas serta efisiensi perusahaan.

Page 87 of 216 | Total Record : 2155