cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2026)" : 43 Documents clear
Psychological Response to Chemotherapy: The Association Between Treatment Related Side Effects and Anxiety in Breast Cancer Patients Hayatus Sa’adah Ayu Lestari; Yuza Olsi Rahmi; Tsuwaibatul Islamiyah; Rifda Nur Achriyana Arif; Muthmainnah Muthmainnah; Yohana Agustina; Priska Ekayanti Mahdiansyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is a common emotional response among patients undergoing chemotherapy and may influence treatment adherence and quality of life. Understanding the association between chemotherapy side effects and anxiety is essential to support comprehensive cancer care. This study aimed to analyze the relationship between chemotherapy side effects and anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a quantitative correlational method with a cross-sectional design. The research was conducted at Bangil Regional Hospital from November to December 2022. A total of 104 female breast cancer patients undergoing chemotherapy were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using two instruments: a chemotherapy side effects questionnaire adapted from Portenoy et al. (1994), and the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS). The data were analyzed using spearman’s rank correlation. Chemotherapy side effects were predominantly classified in the mild category, with 66 respondents (63.5%) meanwhile, anxiety levels were mostly within the normal range, as reported by 68 respondents (65.4%). Spearman rank correlation analysis demonstrated a statistically significant positive relationship between chemotherapy side effects and anxiety (ρ = 0.335, p = 0.001). There is a statistically significant positive relationship between chemotherapy side effects and anxiety levels among breast cancer patients undergoing chemotherapy, indicating that greater severity of chemotherapy side effects is associated with higher levels of patient anxiety
Analisis Laju Endap Darah dan C-Reaktif Protein Metode Ifa pada Neonatus dengan Riwayat Ketuban Pecah Dini Rara Tarika; Christina Destri Wiwis Wijayanti; M. Sungging Pradana; Esti Rizkiana Pratiwi; Stefani Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.54997

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) meningkatkan risiko infeksi neonatal yang mengancam jiwa, sehingga deteksi dini proses inflamasi sangat krusial. Penelitian ini menganalisis nilai Laju Endap Darah (LED) dan kadar C-Reaktif Protein (CRP) menggunakan metode Immunofluorescence Assay (IFA) pada neonatus dengan riwayat KPD. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional terhadap 50 neonatus (25 laki-laki dan 25 perempuan) di Rumkit Tingkat IV Gubeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median nilai LED pada neonatus perempuan (17 mm/jam) dan laki-laki (16 mm/jam) tidak memiliki perbedaan signifikan (p = 0,558). Demikian pula, kadar CRP tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p = 0,207). Temuan krusial menunjukkan hubungan antara LED dan CRP bersifat sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik (rho = 0,19; p = 0,178). Simpulan dari penelitian ini adalah meskipun KPD memicu peningkatan biomarker inflamasi di atas ambang batas normal, profil tersebut tidak dipengaruhi oleh gender dan kedua biomarker tidak bergerak secara linier. Hal ini menegaskan pentingnya penggunaan kedua parameter secara komplementer dalam skrining infeksi neonatal.
Tantangan Adopsi Teknologi Kesehatan Digital Oleh Tenaga Kesehatan di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah: Systematic Literature Review 2015-2025 Elsa Gloria Hosang; Atiek Nurwahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55118

Abstract

Teknologi kesehatan digital, termasuk mobile health (mHealth), memiliki potensi besar dalam memperluas akses pelayanan, memperkuat layanan kesehatan primer, serta meningkatkan efisiensi sistem kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun tingkat adopsinya oleh tenaga kesehatan masih relatif rendah dan menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis secara sistematis bukti ilmiah mengenai tantangan adopsi teknologi kesehatan digital oleh tenaga kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest terhadap publikasi periode 2015–2025. Dari 767 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 12 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan adopsi teknologi kesehatan digital mencakup faktor individu seperti rendahnya literasi digital dan resistensi terhadap perubahan, faktor organisasi berupa keterbatasan dukungan manajemen dan sumber daya, faktor teknologi dan infrastruktur seperti keterbatasan perangkat, konektivitas internet, dan keamanan data, serta faktor ekonomi dan kebijakan terkait tingginya biaya implementasi dan lemahnya regulasi pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa adopsi teknologi kesehatan digital dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang saling berkaitan. Oleh karena itu, strategi implementasi memerlukan pendekatan sistemik yang mencakup penguatan kapasitas tenaga kesehatan, dukungan organisasi, pengembangan infrastruktur, serta kebijakan yang berkelanjutan dan kontekstual.
Association Between the Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio and the Degree of Carotid Artery Stenosis Ari Bandana Tasrif; Subandi Subandi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55126

Abstract

Ischemic stroke accounts for the majority of instances and is mostly linked to carotid artery stenosis brought on by inflammatory atherosclerosis. This study used medical record data of hospitalized ischemic stroke patients who had digital subtraction angiography (DSA) between January and August 2025. It was an analytical observational study with a cross-sectional design that was carried out at Dr. Moewardi Hospital in Surakarta from October to November 2025. Purposive sampling was used to choose samples based on inclusion and exclusion criteria; the North American Symptomatic Carotid Endarterectomy Trial (NASCET) criteria were used to determine the degree of carotid stenosis; SPSS version 25 was used for statistical analysis using Pearson or Spearman correlation tests based on data distribution. Most ischemic stroke patients were male, aged 50–64 years, with diabetes mellitus and hypertension as the main comorbidities, and the majority had mild to severe carotid stenosis, while a small proportion had critical stenosis or total occlusion. While sex, age, hypertension, diabetes mellitus, and dyslipidemia did not substantially correlate with the degree of carotid artery stenosis (p above 0.05), NLR was the only predictor that did (p below 0.001). NLR was the only independent predictor that was substantially correlated with the degree of carotid artery stenosis, according to multivariate analysis using ordinal logistic regression (B was 0.227; p was 0.012). In ischemic stroke patients at Dr. Moewardi Hospital in Surakarta, NLR is substantially correlated with and an independent predictor of the degree of carotid artery stenosis.
Penerapan Manajemen UKS Berbasis Kolaborasi Interprofesional Di Sekolah Berasrama: Studi Fenomenologi Heideggerian Samot Lydia Tambunan; Lyna M. N. Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55268

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan bagian dari upaya keperawatan kesehatan komunitas di lingkungan sekolah. Pada sekolah berasrama, pengelolaan UKS menghadapi tantangan khusus berupa keberlanjutan kebutuhan kesehatan peserta didik, intensitas interaksi harian, serta keterlibatan berbagai profesi. Namun, penerapan manajemen UKS masih cenderung berfokus pada aspek administratif, sementara pengalaman dan makna kolaborasi antarprofesi belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi makna pengalaman pemangku kepentingan dalam penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional di sekolah berasrama SLA Purwodadi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik Heideggerian. Partisipan terdiri atas Direktur sekolah, Kepala sekolah, Bendahara, Guru, Kepala asrama, Tenaga kesehatan/perawat, dan metron bagian gizi yang terlibat langsung dalam pengelolaan UKS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Analisis data menggunakan langkah-langkah Colaizzi yang dimodifikasi secara interpretatif. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu: (1) UKS sebagai praktik kepedulian kolektif dalam konteks kehidupan berasrama; (2) kolaborasi interprofesional sebagai proses dinamis dalam negosiasi peran dan tanggung jawab; (3) kepemimpinan kontekstual sebagai faktor pendukung keberlanjutan pelaksanaan UKS; dan (4) tantangan struktural dan kultural dalam praktik kolaborasi. Penerapan manajemen UKS berbasis kolaborasi interprofesional dimaknai sebagai praktik keperawatan komunitas yang kontekstual dan relasional. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan UKS di sekolah berasrama perlu mempertimbangkan pengalaman pelaksana dan dinamika kolaborasi antarprofesi, tidak hanya berorientasi pada pemenuhan standar administratif.
School-Based Intervention in Reducing Sugar-Sweetened Beverage Consumption Among Children and Adolescents: A Systematic Literature Review Zahra Ayu Qalbina; Tri Krianto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55313

Abstract

Sugar-sweetened beverages (SSB) consumption in Indonesia has increased, contributing to the prevalence of obesity and cardiometabolic diseases. Schools represent a strategic setting to promote healthy lifestyles among children and adolescents. This study aimed to review school-based interventions for reducing SSB consumption and to identify their limitations and recommendations. A systematic literature review was conducted in accordance with PRISMA guidelines. Articles published between 2015 and 2025 were retrieved from PubMed, Scopus, and ProQuest. From an initial 705 articles, 8 studies met the eligibility criteria for inclusion. The findings revealed that most interventions utilized a combination of educational and environmental strategies, while others employed peer-influence or environmental-only approaches. Integrated approaches that addressed both educational and environmental strategies were generally associated with more favorable outcomes. Nevertheless, several limitations were identified, particularly those related to challenges in establishing causal inference and the potential for measurement bias. For further research, it is advised to adopt a participatory design approach, integrate interventions into school curriculum and policy framework, and improve both physical and social access to drinking water within the school environment.
Pengaruh Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepatuhan Pasien dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda Erika Hamdana; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55318

Abstract

Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting dalam pengendalian penyakit kronis, namun masih menjadi permasalahan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan pasien adalah aksesibilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aksesibilitas pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan pada pasien penyakit kronis rawat jalan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional metode cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kuesioner kepatuhan minum obat, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki aksesibilitas pelayanan kesehatan dalam kategori mudah (66,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan yang tinggi (92,8%). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara aksesibilitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan (r = 0,200; p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa semakin mudah akses pelayanan kesehatan, maka semakin tinggi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, meskipun kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar akses pelayanan kesehatan.
Faktor Sosial Demografi dan Faktor Lingkungan dengan Pneumonia pada Anak Bawah Lima Tahun: Sebuah Studi Observasional di Kota Batam Didi Yunaspi; Dachriyanus Hamidi; Finny Fitry Yani; Alfan Miko
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55330

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut, khususnya pneumonia, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada anak balita di Batam, Indonesia. Desain penelitian yaitu cross-sectional pada anak usia 0-59 bulan. Sampel diambil dengan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner meliputi faktor social demografi (tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, usia, jenis kelamin) dan faktor lingkungan (ventilasi rumah, perokok keluarga, kepadatan rumah, tempat memasak dan bahan utama lantai). Penelitian dianalisis menggunakan binary logistic regression untuk mengidentifikasi faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan pneumonia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p=0.034) sosial ekonomi (p=0.012), usia anak (p=0.002), jenis kelamin (p=0.024), ventilasi rumah (p=0.004), perokok keluarga (p=0.008), kepadatan rumah (p=0.039) dan bahan utama lantai (p=0,006) dengan pneumonia (nilai p< 0,05). Factor risiko dominan pneumonia adalah bahan utama lantai (adjusted odds ratio (aOR): 10,8; IK 95%: 2.291-51.684; p=0.003), usia anak (AOR: 3,81; IK: 0.455-10.017; p=0.006). dan sosial ekonomi (AOR: 3.348; IK: 1.277-8.775; p=0.014). Bahan utama lantai, usia anak dan social demografi merupakan faktor risiko signifikan penyebab pneumonia pada anak balita. Peningkatan kesadaran pengasuh/ibu tentang faktor-faktor yang diprediksi diperlukan untuk mengurangi insiden pneumonia pada anak dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Pengaruh Edukasi Dengan Video Animasi Terhadap Tindakan Dan Sikap Bullying Pada Anak Usia Sekolah Abd Rahman; Chatarina Suryaningsih; Fauziah Rudhiati; Dewi Umu Kulsum; Dwi Hastuti; Herlina Herlina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55367

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang berdampak negatif terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Di Indonesia, siswa mengalami bullying di sekolah, dengan bullying fisik mencapai 55,5%, bullying verbal 29,3%, dan bullying sosial 15,2%. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran perawat anak dalam upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi berbasis video animasi terhadap tindakan dan sikap bullying pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest control group, dengan sampel pada kedua kelompok masing-masing 20 siswa. Kelompok intervensi memperoleh edukasi video animasi berdurasi ±5 menit, sedangkan kelompok kontrol menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa kuesioner tindakan dan sikap bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, bullying verbal dan sosial yang dominan. Setelah intervensi, skor Tindakan pada kelompok intervensi menurun menjadi 66,90, lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol 71,65, sedangkan skor sikap menurun menjadi 31,80 dibandingkan 44,85 (p<0,05). Nilai Cohen’s d pada tindakan sebesar 1,3529 dan pada sikap sebesar 0,9677 menunjukkan efek yang besar. Disimpulkan bahwa edukasi video animasi berpengaruh signifikan dan kuat dalam menurunkan tindakan serta membentuk sikap menolak bullying pada anak usia sekolah dan direkomendasikan diberikan secara berkala.Kata Kunci: Bullying, Edukasi, Sikap, Tindakan, Usia Sekolah, Video Animasi
Telemedicine Sebagai Solusi Keberlanjutan Pemberian Asuhan Continuity of Care Oleh Mahasiswa Kebidanan dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Uliy Iffah; Laila Hijradesy Ridwan; Prety Zinta Aprila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55379

Abstract

Latar belakang: Kontinuitas Perawatan (CoC) merupakan model penting dalam layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Namun, CoC yang diberikan oleh mahasiswa kebidanan seringkali berhenti setelah layanan keluarga berencana karena keterbatasan jadwal praktik akademis. Studi ini mengeksplorasi potensi penggunaan telemedisin sebagai strategi untuk mempertahankan CoC yang diberikan oleh mahasiswa kebidanan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas telemedisin dalam mendukung mahasiswa kebidanan untuk menjaga kesinambungan perawatan bagi ibu dan bayi baru lahir di Padang, Indonesia. Metode: Studi metode campuran dilakukan yang melibatkan 20 mahasiswa kebidanan dan 20 ibu yang menerima perawatan kontinensia (CoC) di Padang, Indonesia. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur kepuasan, aksesibilitas, dan kontinuitas perawatan. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus (FGD). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Hasil: Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa 85% ibu merasa puas dengan layanan telemedisin, dan 78% mahasiswa melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam menjaga kontak dengan klien. Analisis tematik mengungkapkan tiga manfaat utama: peningkatan aksesibilitas, peningkatan pendidikan ibu, dan peningkatan pembelajaran mahasiswa. Tantangan yang dihadapi meliputi masalah konektivitas internet dan keterbatasan literasi digital di kalangan sebagian ibu. Kesimpulan: Telemedisin merupakan alat yang layak dan efektif untuk mempertahankan komunikasi antar mahasiswa kebidanan. Integrasi ke dalam pendidikan klinis direkomendasikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Background: Continuity of Care (CoC) is an essential model in maternal and newborn health services. However, CoC provided by midwifery students often stops after family planning services due to limited academic practice schedules. This study explored the potential use of telemedicine as a strategy to maintain CoC provided by midwifery students. Objectives: This study aimed to evaluate the effectiveness of telemedicine in supporting midwifery students to maintain continuity of care for mothers and newborns in Padang, Indonesia. Methods: A mixed-methods study was conducted involving 20 midwifery students and 20 mothers who received CoC in Padang, Indonesia. Quantitative data were collected through structured questionnaires measuring satisfaction, accessibility, and continuity of care. Qualitative data were obtained from in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Data were analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. Results: Quantitative findings showed that 85% of mothers were satisfied with telemedicine services, and 78% of students reported improved confidence in maintaining contact with clients. Thematic analysis revealed three key benefits: increased accessibility, improved maternal education, and enhanced student learning. Challenges included internet connectivity issues and limited digital literacy among some mothers. Conclusion: Telemedicine is a feasible and effective tool to sustain CoC by midwifery students. Integration into clinical education is recommended to strengthen maternal and neonatal health services in Indonesia.