cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
GAMBARAN PERILAKU BULLYING DITGambaran Perilaku Bullying Ditinjau Dari Perspektif Korban, Pelaku dan Saksi Pada Siswa Kelas 6 Di Sekolah Dasar Negeri Bahagia 04 Kabupaten Bekasi Tahun 2025INJAU DARI PERSPEKTIF KORBAN, PELAKU DAN SAKSI PADA SISWA KELAS 6 DI SEKOLAH DASAR NEGERI BAHAGIA 04 KABUPATEN BEKASI TAHUN 2025 Ana Rizana; Farah Aulya Indrawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57687

Abstract

Latar Belakang Bullying adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu membela diri. Setiap kejadian bullying biasanya melibatkan lebih dari satu pihak. Ada siswa yang melakukan tindakan (pelaku), ada siswa yang menjadi sasaran (korban) dan ada pula yang menyaksikan (saksi). Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 6 di SDN Bahagia 04 Kabupaten Bekasi sebanyak 118 siswa. Hasil Penelitian Hasil penelitian perilaku bullying yang dialami responden menurut perspektif korban diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan “kadang-kadang” menjadi pelaku bullying pada semua jenis bullying, yaitu fisik, verbal, mental, dan Cyber. Gambaran perilaku bullying yang dialami responden menurut perspektif pelaku dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan “kadang-kadang” menjadi pelaku bullying pada semua jenis bullying, yaitu fisik, verbal, mental, dan Cyber. Sedangkan gambaran perilaku bullying yang dialami responden berdasarkan perspektif saksi dapat diketahui bahwa sebagian besar responden menyatakan “kadang-kadang” menjadi saksi berbagai jenis bullying, termasuk bullying fisik dan verbal
Model Intervensi Sosial Paliatif Komunitas Berbasis Keperawatan, Psikologi, & Komunikasi Empatik untuk Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Kronis Di Masyarakat Yuliati Yuliati; Umanah Umanah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57691

Abstract

Penyakit kronis memberikan dampak multidimensi bagi pasien, mencakup gejala fisik yang menetap, tekanan psikologis, dan keterbatasan sosial yang mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Dalam konteks komunitas, sebagian besar pasien dirawat di rumah dengan dukungan layanan kesehatan yang terbatas. Kader kesehatan—terutama para ibu kader—memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam pemantauan kesehatan dan pemberian dukungan awal kepada pasien kronis. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader melalui intervensi terpadu berbasis keperawatan paliatif, psikologi, dan komunikasi empatik menjadi strategi potensial untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kronis di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas program intervensi tersebut dalam meningkatkan kualitas hidup pasien melalui pemberdayaan kader kesehatan sebagai agen utama pendampingan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi-experimental dengan pre-test dan post-test control group. Responden penelitian adalah ibu kader kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi serta terlibat aktif dalam pelayanan komunitas. Kader pada kelompok intervensi diberikan pelatihan dan pendampingan mengenai keperawatan paliatif komunitas (manajemen gejala, edukasi kesehatan, dukungan perawatan mandiri), pendekatan psikologis dasar (konseling sederhana dan strategi pendampingan emosional), serta keterampilan komunikasi empatik untuk meningkatkan kualitas hubungan kader–pasien–keluarga. Kader kemudian menerapkan keterampilan tersebut dalam pendampingan pasien kronis di wilayah kerjanya. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup pasien dampingan, Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) untuk status psikologis, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial, dan ESAS-r untuk menilai gejala fisik. Analisis data menggunakan paired t-test, independent t-test, serta ANOVA/MANCOVA untuk kontrol kovariat. Penelitian ini menghasilkan bukti empiris bahwa penguatan kapasitas kader kesehatan melalui intervensi keperawatan paliatif, psikologi, dan komunikasi empatik efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien kronis. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan model layanan paliatif komunitas yang dapat diimplementasikan di puskesmas maupun lingkungan masyarakat
Analisis Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Kader dalam Penerapan Budaya Keselamatan Pasien Pada Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas Andi Nadya Eka Putri; Rismanudin Rismanudin; Muhammad Evendi Halulanga; Nadia Muthia Hanifah Amrin; Muhammad Iqbal
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57708

Abstract

Budaya keselamatan pasien menjadi fondasi krusial dalam upaya mengelevasi kualitas layanan medis di lingkup rumah sakit. Kompetensi intelektual atau tingkat pengetahuan tenaga perawat diyakini menjadi faktor penentu yang memengaruhi kedisiplinan mereka dalam mengimplementasikan standar keselamatan tersebut. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara pemahaman teoretis perawat dengan tingkat kepatuhan praktisnya dalam menjaga keamanan pasien. Penulisan ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui pendekatan belah lintang (cross-sectional). Data dikumpulkan dari perawat di unit rawat inap yang dipilih menggunakan metode sampling total atau sampling aksidental. Pengukuran variabel dilakukan melalui instrumen kuesioner yang mencakup aspek kognitif dan perilaku keselamatan Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square atau korelasi Spearman, ditemukan hubungan bermakna secara signifikan antara wawasan perawat dengan perilaku patuh mereka (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan materi yang mendalam secara linear berbanding lurus dengan peningkatan kepatuhan dalam menjalankan protokol keselamatan pasien.
Review: Antibacterial Activity of Citrus Peel Against Staphylococcus aureus Ria Mariani; Diki Prayugo Wibowo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57725

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri patogen yang ditemukan pada saluran pernapasan, pencernaan, dan urogenital. Bakteri ini juga dapat menyebabkan keracunan makanan. Kulit buah jeruk mengandung metabolit sekunder penting dan minyak atsiri, meskipun biasanya dibuang sebagai limbah agroindustri. Salah satu manfaat kulit jeruk adalah aktivitas antibakterinya. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai aktivitas antibakteri kulit jeruk, termasuk terhadap S. aureus. Oleh karena itu, tujuan artikel review ini adalah untuk mengkaji aktivitas antibakteri kulit jeruk terhadap S. aureus. Artikel review ini mengumpulkan sejumlah studi ilmiah yang menunjukkan bahwa kulit jeruk memiliki potensi antibakteri yang menjanjikan terhadap S. aureus. Berbagai spesies jeruk, baik dalam bentuk ekstrak, fraksi, maupun minyak atsiri, mampu menghambat pertumbuhan S. aureus. Limonen merupakan salah satu komponen dalam minyak atsiri kulit jeruk yang berkontribusi terhadap aktivitas antibakterinya. Minyak atsiri kulit jeruk memiliki kemampuan membunuh sel S. aureus dengan cara menembus membran bakteri dan bekerja pada membran sel, sehingga menunjukkan potensinya sebagai agen antibakteri alami yang representatif.
Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Kunjungan Program Rujuk Balik (PRB) pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Halmahera Zahwa Varentina Nafisa; Fitri Indrawati; Widya Hary Cahyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57778

Abstract

Hipertensi tergolong dalam penyakit menahun dengan sebaran kasus yang luas, yang pada prosesnya memerlukan pengelolaan berkelanjutan, salah satunya melalui Program Rujuk Balik (PRB). Namun, tingkat kepatuhan kunjungan PRB pada pasien hipertensi masih rendah, sehingga berpotensi menghambat pengendalian tekanan darah dan meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang memengaruhi kepatuhan kunjungan PRB bagi penderita hipertensi di Puskesmas Halmahera, Semarang. Melalui metode kuantitatif dengan rancangan cross-sectional, sampel sebanyak 84 orang diambil secara purposive. Analisis data mencakup uji statistik Chi-Square dan regresi logistik untuk menguji hubungan antar variabel dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh (61,9%). Variabel yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan adalah tingkat pengetahuan (p=0,014; PR=4,283), kepuasan pasien (p=0,011; PR=3,606), keterjangkauan akses (p=0,025; PR=3,222), dan dukungan keluarga (p=0,021; PR=3,960). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kepuasan pasien (p=0,016; Exp(B)=3,433) dan keterjangkauan akses (p=0,035; Exp(B)=3,031) merupakan faktor dominan, dengan kepuasan pasien sebagai faktor paling berpengaruh terhadap kepatuhan kunjungan PRB.
Clinical Pharmacy Services in Hospital Settings in Timor- Leste: A Systematic Literature Review Justina Dos Santos; Muhammad Yopan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57780

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi terkini layanan farmasi klinis di rumah sakit di Timor-Leste, mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung implementasinya, serta mengevaluasi model praktik yang dapat diadaptasi dari negara Asia Tenggara. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui pencarian database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan farmasi klinis di Timor-Leste masih berada pada tahap awal dan didominasi oleh fungsi dispensing. Hambatan utama meliputi keterbatasan tenaga farmasis, kurangnya pelatihan klinis, lemahnya kebijakan, serta minimnya integrasi dalam tim multidisiplin. Sebaliknya, faktor pendukung meliputi dukungan kebijakan, penguatan SDM, serta integrasi layanan berbasis tim. Model praktik yang relevan untuk diadaptasi meliputi program kepatuhan obat, layanan farmasi berbasis bangsal, antimicrobial stewardship, dan medication review. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan layanan farmasi klinis di Timor-Leste memerlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan kebijakan, kapasitas SDM, dan model layanan berbasis bukti. Kata Kunci: farmasi klinis, rumah sakit, LMIC, Timor-Leste, systematic review Abstract This study aims to analyze the current state of hospital clinical pharmacy services in Timor-Leste, identify key barriers and facilitators to their implementation, and determine adaptable practice models from Southeast Asian countries. A systematic literature review (SLR) was conducted following PRISMA guidelines using databases including PubMed, Scopus, Web of Science, and Google Scholar. A total of 15 eligible peer-reviewed studies published between 2021 and 2025 were included and analyzed using thematic synthesis. The findings indicate that clinical pharmacy services in Timor-Leste remain at an early stage of development and are predominantly limited to traditional dispensing roles. Major barriers include workforce shortages, limited clinical training, weak policy frameworks, and lack of integration into multidisciplinary healthcare teams. Conversely, key facilitators identified across Southeast Asia include strong policy support, workforce development, and structured clinical pharmacy service models. Several adaptable models were identified, including medication adherence programs, ward-based clinical pharmacy services, antimicrobial stewardship programs, and medication review systems. This study concludes that advancing clinical pharmacy services in Timor-Leste requires a system-level approach integrating policy reform, workforce strengthening, and evidence-based service implementation. Keywords: clinical pharmacy, hospital, LMIC, Timor-Leste, systematic review
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terkait Penggunaan Pestisida dengan Keluhan Kesehatan Pada Petani di Dusun Tanjung Tiram, Desa Teluk Piai Kurnia Permata Sari; Yulia Khairina Ashar; Mesiono Mesiono; Romiza Arika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57789

Abstract

Paparan pestisida pada petani masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi akibat penggunaan yang tidak sesuai standar keselamatan kerja. Rendahnya pengetahuan dan sikap petani diduga menjadi faktor utama yang memengaruhi terjadinya keluhan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap petani dalam penggunaan pestisida dengan keluhan kesehatan akibat paparan pestisida di Dusun Tanjung Tiram, Desa Teluk Piai. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sebanyak 110 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari petani dengan pengetahuan tidak baik, sebanyak 68,9% mengalami keluhan kesehatan, sedangkan pada petani dengan pengetahuan baik sebesar 46,2%. Pada variabel sikap, petani dengan sikap kurang baik sebesar 65,1% mengalami keluhan kesehatan. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan (p = 0,018) dan sikap (p = 0,019) dengan keluhan kesehatan akibat paparan pestisida. Disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan kesehatan petani. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan kesadaran petani mengenai penggunaan pestisida yang aman guna mengurangi risiko kesehatan. Kata Kunci: Pengetahuan, sikap, pestisida, keluhan kesehatan, petani
Strategi Pengembangan Tenaga Keperawatan untuk Pendidikan Formal dan Informal di Rumah Sakit X Jayatri Kurniasih; Ina Rusniawati; Mayang Suci Ambarwati; Nurhayati Nurhayati; Arlinah Komalasari; Ages Ismayantri; Rr. Tutik Sri Hariyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57799

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis rencana strategis pengembangan tenaga keperawatan melalui pendidikan formal dan informal di Rumah Sakit X dari perspektif manajemen. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, yaitu Direktur Rumah Sakit, Kepala Bidang Keperawatan, dan Manajer Sumber Daya Manusia, serta dilengkapi dengan telaah dokumen. Analisis data menggunakan kerangka SWOT, dilanjutkan dengan matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit X memiliki 97 tenaga perawat, dengan 37% berpendidikan profesi (Ners) dan 63% berpendidikan vokasi (D3). Skor IFE sebesar 2,38 dan skor EFE sebesar 2,44 menempatkan organisasi pada sel V matriks IE, yang mengindikasikan posisi strategis menengah dengan strategi pertumbuhan-stabilitas (hold and maintain). Permasalahan utama meliputi terbatasnya dukungan pendidikan formal dan belum tersedianya sistem Training Need Analysis (TNA) yang sistematis. Kekuatan utama yang dimiliki Rumah Sakit X adalah komitmen manajemen dan ketersediaan anggaran pelatihan. Studi ini merekomendasikan penguatan implementasi TNA, perluasan dukungan pendidikan formal, optimalisasi kerja sama lintas rumah sakit, dan penguatan strategi retensi tenaga keperawatan. Mengintegrasikan pendidikan formal dan informal ke dalam satu kerangka perencanaan strategis yang komprehensif merupakan investasi penting untuk peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan. Nursing Staff Development Strategy for Formal and Informal Education in Hospital X. This study aimed to analyze the strategic plan for nursing staff development through formal and informal education at Hospital X from a management perspective. A descriptive qualitative approach using a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with key informants the Hospital Director, Head of Nursing Division, and Human Resource Manager and supplemented by document review. Data analysis employed SWOT analysis, followed by Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices. The results showed that Hospital X has 97 nurses, with 37% holding professional (Ners) degree and 63% holding vocational (D3) degree. The IFE score was 2.38 and the EFE score was 2.44, placing the organization in Cell V of the IE matrix, indicating a moderate strategic position with a hold-and-maintain strategy. Key issues include limited formal education support and the absence of a systematic Training Need Analysis (TNA). Key strengths include management commitment and training budget availability. This study recommends strengthening TNA implementation, expanding formal education support, optimizing inter-hospital collaboration, and improving retention strategies. Integrating formal and informal education into a comprehensive strategic plan is essential for sustainable service quality improvement and patient safety.
Efektivitas Manajemen Tekanan Cuff ETT terhadap Aspirasi Sekret dan VAP pada Pasien Ventilasi Mekanik di ICU RS Murni Teguh Medan Sartika Hutahaean; Nur Asnah Sitohang; Mula Tarigan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57806

Abstract

Ventilasi mekanik merupakan sistem bantuan napas untuk mempertahankan pertukaran gas pada pasien dengan gangguan pernapasan berat, yang memerlukan pengendalian jalan napas buatan secara terstandar dalam keperawatan kritis. Pengelolaan tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT) oleh perawat ICU penting untuk menjaga airway seal, karena tekanan yang tidak optimal dapat menyebabkan kebocoran mikro, aspirasi sekret, dan meningkatkan risiko Ventilator-Associated Pneumonia (VAP). Oleh karena itu, pemantauan tekanan cuff menggunakan manometer perlu dievaluasi efektivitasnya dalam praktik klinik. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas manajemen tekanan cuff ETT terhadap aspirasi sekret dan VAP pada pasien ventilasi mekanik. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan post-test only with control group design. Sampel sebanyak 82 pasien diambil dengan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 41 pasien). Pengumpulan data menggunakan lembar observasi aspirasi sekret dan Clinical Pulmonary Infection Score (CPIS). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada perbedaan pengaruh manajemen tekanan cuff ETT terhadap aspirasi sekret pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001 (p<0,05) serta ada perbedaan pengaruh manajemen tekanan cuff ETT terhadap angka kejadian VAP pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p<0,001 (p<0,05). Manajemen tekanan cuff ETT yang terkontrol secara rutin efektif dalam mencegah aspirasi sekret dan menurunkan risiko VAP.
Analisis Determinan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 6-12 Bulan yang Dirawat Inap di RSIA Ananda MakassarIAN DIARE PADA BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIRAWAT INAP DI RSIA ANANDA MAKASSAR Muflihah Sa’adah; Syatirah Jalaluddin; Ulfah Rimayanti; Rini Fitriani; Darussalam Syamsuddin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57807

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi, terutama usia 6–12 bulan, yang rentan mengalami komplikasi hingga memerlukan perawatan inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian diare pada bayi usia 6–12 bulan yang dirawat inap di RSIA Ananda periode Januari–Juni 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 99 bayi menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p = 0,014), metode persalinan (p = 0,003), dan kepadatan keluarga (p = 0,025) dengan kejadian diare, sedangkan berat badan lahir rendah (p = 0,772), usia gestasi (p = 0,978), sanitasi lingkungan (p = 0,904), sumber air minum (p = 0,095), dan pendidikan ibu (p = 0,620) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p > 0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko mengalami diare 3,67 kali lebih besar dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif (OR = 3,67; 95% CI = 1,46–9,24; p = 0,006), bayi yang dilahirkan melalui metode sectio caesarea memiliki risiko diare 4,53 kali lebih tinggi dibandingkan persalinan normal (OR = 4,53; 95% CI = 1,66–12,35; p = 0,003), dan bayi yang tinggal dalam keluarga dengan kepadatan hunian padat berisiko mengalami diare 5,34 kali lebih besar dibandingkan hunian tidak padat (OR = 5,34; 95% CI = 1,40–20,32; p = 0,014). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif, metode persalinan, dan kepadatan keluarga merupakan determinan kejadian diare pada bayi usia 6– 12 bulan.