cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,184 Documents
Sustainable Pharmacy Practices (Keberlanjutan and Green Pharmacy) Kartini Anisa Lafonda; Rudhita Desy Jannah; Ririn Puji Setiawati; Rizna Rizna; Lili Indrawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61718

Abstract

Latar Belakang: Industri farmasi menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap permasalahan lingkungan melalui emisi karbon, produksi limbah kimia, serta pencemaran residu obat pada ekosistem perairan. Konsep green pharmacy atau praktik farmasi berkelanjutan hadir sebagai pendekatan inovatif untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam seluruh rantai nilai kefarmasian, mulai dari produksi hingga pengelolaan limbah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui database SINTA, Scopus, dan Google Scholar terhadap publikasi periode 2021–2025. Dari 309 artikel yang ditemukan, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil: Hasil kajian mengidentifikasi tiga tema utama, yaitu: (1) adanya kesenjangan antara tingkat kesadaran dan pengetahuan tenaga kefarmasian terhadap praktik farmasi berkelanjutan; (2) regulasi, kesiapan teknologi, dan kompetensi sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam implementasi; serta (3) kebutuhan model integratif yang mencakup manufaktur hijau, optimalisasi pelayanan klinis, pengelolaan limbah farmasi, dan penguatan pendidikan berkelanjutan. Kesimpulan: Implementasi sustainable pharmacy practices memerlukan kolaborasi sistemik antara pemerintah, institusi pendidikan, industri farmasi, dan tenaga kefarmasian untuk mewujudkan layanan kesehatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Kelas X MAN 1 Pringsewu Tahun 2026 Siti Aulia Nur Rahmah; Devi Kurniasari; Fitri Eka Sari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61722

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja kelas X MAN 1 Pringsewu Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Pringsewu dengan jumlah sampel 167 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda metode Backward Elimination. Analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki perilaku seksual tidak berisiko (75,4%), pengetahuan baik (85,6%), sikap positif (77,2%), peran orang tua baik (74,9%), peran teman sebaya baik (80,2%), dan pengaruh akses media sosial yang lemah (96,4%). Hasil uji bivariat Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan (p=0,969), sikap (p=0,474), peran orang tua (p=0,170), peran teman sebaya (p=0,685),dan akses media sosial (p=0,140). Analisis multivariat metode Backward, seluruh variabel tereliminasi dari model pada karena tidak memenuhi syarat signifikansi (p>0,05), sehingga tidak terbentuk model multivariat final Nagelkerke R Square (0,000). Tidak terdapat variable dominan baik secara parsial maupun simultan antara pengetahuan, sikap, peran orang tua, peran teman sebaya, dan akses media sosial terhadap perilaku seksual remaja. Pihak sekolah diharapkan meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, memperkuat pembinaan melalui konseling sebaya, serta melibatkan orang tua dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Analisis Dampak Screen Time Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-4 Tahun Di Puskesmas Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2026 Dwi Gita Sabrina; Asnita Sinaga; Ade Rachmat Yudiyanto; Senna Warita Saragih; Cinta Tri Aritonang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61726

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan media digital (screen time). Peningkatan penggunaan perangkat digital pada anak usia 1–4 tahun menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap perkembangan bahasa, terutama apabila penggunaan media digital tidak disertai pendampingan orang tua dan pemilihan konten yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi screen time, jenis konten, interaksi orang tua, dan pendampingan orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia 1–4 tahun di Puskesmas Tuntungan, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 191 anak usia 1–4 tahun, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai penggunaan media digital, interaksi dan pendampingan orang tua, serta lembar observasi perkembangan bahasa menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki durasi screen time 1–2 jam per hari (42,7%), mengakses konten edukatif (37,3%), memperoleh interaksi orang tua kategori cukup (41,3%) dan pendampingan orang tua kategori cukup (42,7%), serta memiliki perkembangan bahasa kategori sesuai (40,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi screen time (p=0,000), jenis konten (p=0,000), interaksi orang tua (p=0,000), dan pendampingan orang tua (p=0,000) dengan perkembangan bahasa anak. Disimpulkan bahwa pengelolaan penggunaan media digital melalui pembatasan durasi, pemilihan konten yang sesuai usia, serta peningkatan interaksi dan pendampingan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Difteri Pada Anak Usia 1-5 Tahun Menggunakan Media Leaflet Di Puskesmas Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Provinsi Sumatra Utara Tahun 2026 Ome Bancin; Marlina Simbolon; Marliani Marliani; Masdian Zega; Senna Warita Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61727

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi, namun masih menjadi masalah kesehatan karena rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun. Kurangnya pemahaman mengenai gejala, penularan, dan pencegahan difteri dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang efektif, salah satunya melalui media leaflet yang bersifat informatif, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan difteri pada anak usia 1–5 tahun di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tuntungan sebanyak 50 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian edukasi melalui media leaflet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 57,40 dan meningkat menjadi 83,20 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan difteri pada anak. Dengan demikian, edukasi kesehatan melalui media leaflet direkomendasikan sebagai salah satu media promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di pelayanan kesehatan primer.
Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Berdasarkan Indikator Kinerja Puskesmas Di Puskesmas Pembeliangan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara Tahun 2026 Muhammad Muhammad; Byba Melda
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61821

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu indikator utama keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer di Puskesmas. Puskesmas Pembeliangan Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan menghadapi berbagai tantangan dalam pencapaian indikator kinerja, antara lain luasnya wilayah kerja, distribusi sumber daya manusia yang belum merata, keterbatasan pemanfaatan data kesehatan, serta belum optimalnya monitoring dan evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan berdasarkan indikator kinerja Puskesmas serta merumuskan strategi peningkatan mutu pelayanan yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, telaah dokumen, dan focus group discussion dengan manajemen serta penanggung jawab program di UPTD Puskesmas Pembeliangan. Analisis dilakukan menggunakan fishbone analysis untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah, metode Urgency, Seriousness, dan Growth (USG) untuk menentukan prioritas masalah, evaluasi Input–Process–Output–Outcome (IPOO), serta analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah utama adalah belum optimalnya mutu pelayanan kesehatan berdasarkan indikator kinerja Puskesmas dengan skor prioritas USG tertinggi (15). Faktor penyebab meliputi distribusi SDM yang belum merata, monitoring dan evaluasi program yang belum optimal, pemanfaatan sistem informasi kesehatan yang masih terbatas, serta hambatan geografis wilayah kerja. Implementasi intervensi berhasil meningkatkan koordinasi lintas program, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, dan menghasilkan rekomendasi perbaikan mutu pelayanan. Penelitian ini juga menghasilkan inovasi SI-MUTIARA (Sistem Informasi Mutu Terintegrasi dan Analisis Kinerja) sebagai sistem monitoring indikator kinerja berbasis data yang mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan serta implementasi Transformasi Layanan Primer di Puskesmas.
Pengaruh Edukasi Video Animasi Tentang Anemia (Anima) Terhadap Tingkat Pengetahuan Anemia Pada Remaja Putri Kelas VII Fathiyati Fathiyati; Filda Fairuza; Rina Octavia; Desfi Tri Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61851

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, kemampuan belajar, serta produktivitas di masa depan. Rendahnya tingkat pengetahuan mengenai anemia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku pencegahan anemia. Salah satu media edukasi yang dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja adalah video animasi karena mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi gambar, suara, dan teks. Berdasarkan studi pendahuluan di SMPN 6 Maja, sebagian besar siswi kelas VII masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA) terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri kelas VII di SMPN 6 Maja Tahun 2026. Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VII di SMPN 6 Maja sebanyak 48 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi dilakukan melalui pemberian edukasi menggunakan Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA). Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang (93,7%) dengan nilai rata-rata sebesar 17,48, sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (87,5%) dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 25,46. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA) terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri. Kesimpulan edukasi menggunakan Video Animasi Tentang Anemia (ANIMA) efektif meningkatkan tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri kelas VII di SMPN 6 Maja Tahun 2026. Media video animasi dapat dijadikan sebagai alternatif media pendidikan kesehatan di sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan mendukung upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Dwi Puji Susanti; Luluk Dermawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61895

Abstract

Kualitas hidup responden yang menderita diabetes melitus bisa menjadi lebih baik jika ada bantuan dan dukungan keluarga. Dalam penanganan diabetes melitus, perawat tidak hanya bertanggung jawab atas keluhan fisik pasien saja, tetapi juga berperan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada penderita diabetes melitus dan keluarganya mengenai cara melakukan perawatan diri serta perubahan gaya hidup yang terkait dengan penyakit diabetes melitus serta dalam memenuhi kepatuhan dalam mengonsumsi obat setiap hari menjadi hal utama untuk mencapai tingkat kesehatan yang baik bagi pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan kualitas hidup dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di RSI Pati. Metode penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan korelasional. Hasil frekuensi dukungan keluarga keluarga yang tinggi sebanyak 20 responden (47,6%) dan rendah sebanyak 7 responden (16,7%). Kualitas hidup baik sebanyak 36 responden (85,7%) dan kurang baik  sebanyak 6 responden (14,3%). Dan frekuensi kepatuhan minum obat tertinggi sebanyak 20 responden (47,6%) dan rendah sebanyak 6 responden (14,3%) di RSI Pati. Kesimpulan terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di RSI Pati. Saran pentingnya dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan bagi pasien, seperti diabetes melitus.
Analisis Aktivitas Perawatan Mandiri Dan Status Pengontrolan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Komunitas Pesisir Yulia Devi Putri; Nursyirwan Effendi; Adang Bachtiar; Harnavi Harun
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61896

Abstract

Maritime communities possess unique socio-cultural and environmental characteristics that contribute to low success rates in blood pressure control. Self-care is a key factor in hypertension management; however, its implementation within fishing communities is often hindered by local work patterns and lifestyles. Objective this study aimed to analyze the relationship between self-care activity dimensions and blood pressure control status among hypertensive patients in the coastal area of ​​Batam City. Methods a cross-sectional study design was employed, involving 237 respondents diagnosed with hypertension selected via consecutive sampling. The sample size was calculated using the Lwanga & Lemeshow formula for two proportions. Data were collected using the H-SCALE questionnaire—which had undergone translation and validity/reliability testing—and through standardized blood pressure measurements. Data analysis utilized the Chi-square test (p < 0.05) and Odds Ratio (OR). Results the majority of respondents were male (60.8%) and primarily employed as fishermen (52.7%). A total of 74.3% of respondents had uncontrolled blood pressure. Statistical analysis revealed significant associations between uncontrolled blood pressure and non-adherence to medication (p = 0.001; OR = 3.12), non-adherence to a low-salt diet (p = 0.008; OR = 2.24), and poor stress management (p = 0.003; OR = 2.58). Conclusion self-care activities within the maritime community remain low, contributing to high rates of uncontrolled hypertension. Integrated community nursing interventions that are sensitive to the dynamics of coastal life are required.
Analisis Pelaksanaan Transfer Internal pada Ibu Hamil dengan Preeklampsia di RSU Haji Medan Rayana Katariana Sitanggang; Imran Saputra Surbakti; Sri Muliana Putri Bakara; Dyanti SR Butarbutar; Muhammad Doni; Yunita Kristina Hia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61900

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal yang memerlukan penanganan cepat melalui pelaksanaan transfer internal yang aman dan terdokumentasi dengan baik. Evaluasi pelaksanaan transfer internal diperlukan untuk mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan transfer internal pada ibu hamil dengan preeklampsia di RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara berdasarkan aspek prosedur, mekanisme, dan persiapan transfer. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif retrospektif dengan sumber data sekunder berupa rekam medis ibu hamil dengan preeklampsia periode Januari 2023–Desember 2025. Populasi penelitian berjumlah 47 rekam medis, dengan sampel sebanyak 31 rekam medis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar checklist dan dianalisis secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian prosedur transfer internal sebesar 87,1%, mekanisme transfer 74,2%, dan persiapan transfer 93,5%. Ketidaksesuaian masih ditemukan pada beberapa indikator dokumentasi. Disimpulkan bahwa pelaksanaan transfer internal pada ibu hamil dengan preeklampsia di RSU Haji Medan sebagian besar telah sesuai dengan standar, namun peningkatan kelengkapan dokumentasi masih diperlukan untuk mendukung kontinuitas pelayanan dan keselamatan pasien.
Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Bayi Prematur di RSUP H. Adam Malik Kecamatan Tuntungan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 Fazila Itawari; Ika Damayanti Sipayung; Siti Nurcahaya Br. Agian; Adzro Nabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61901

Abstract

Bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dan masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas neonatal. Kejadian bayi prematur dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia ibu, paritas, dan anemia selama kehamilan. Identifikasi faktor-faktor tersebut sangat penting sebagai upaya pencegahan persalinan prematur dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maternal. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional Penelitian dilaksanakan di RSUP H. Adam Malik Tahun 2026 menggunakan data rekam medis. Populasi penelitian adalah seluruh bayi baru lahir sebanyak 386 bayi, dengan sampel sebanyak 57 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen meliputi usia ibu, paritas, dan kadar hemoglobin (Hb), sedangkan variabel dependen adalah kejadian bayi prematur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian bayi prematur (p- value = 0,007), dan paritas juga memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian bayi prematur (p- value = 0,018). Sementara itu, anemia tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian bayi prematur (p- value = 0,171). Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian bayi prematur di RSUP H. Adam Malik Tahun 2026. Sebaliknya, anemia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian bayi prematur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini faktor risiko serta meningkatkan upaya pencegahan persalinan prematur melalui pelayanan antenatal yang optimal.