cover
Contact Name
Kencana Verawati
Contact Email
kencanaverawati@unj.ac.id
Phone
+6285273777599
Journal Mail Official
jurnallogistik@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta Gedung L5 Lantai 2 Kampus A UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Logistik
ISSN : 20855141     EISSN : 27459624     DOI : -
Land Transport Management Port Transport Management Railway Transport Management Multimodal Transport Management Logistics Management Supply Chain Management Safety and Environmental of Transport
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik" : 15 Documents clear
ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH DAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KURSI KANTOR 702 U DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. XYZ Nugroho, Oki Widhi; Nadia, Ainun; Daonil, Daonil; Turseno, Andi; Martono, Suko
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55160

Abstract

Pengendalian persediaan sangatlah penting sebelum melakukan produksi yang dilakukan oleh sebuah industri. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu adanya kelebihan stok bahan baku kurang dari safety stock dan belum adanya metode Material Requirement Planning (MRP) di perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan besarnya investasi yang tertanam oleh perusahaan. Perencanan kebutuhan material tidak dilakukan dengan sistem MRP yang penerapanya diawali dengan data perusahaan untuk menghitunga lot size. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jumlah dan biaya persediaan bahan baku kursi kantor 702 U. Penelitian ini menggunakan metode lot sizing yaitu Lot for Lot (LFL), Fixed Order Quantity (FOQ) dan Fixed Periode Requirement (FPR). Berdasarkan dari perbandingan data perusahaan dengan metode lot sizing sehingga dapat diketahui metode mana yang paling minim untuk persediaan bahan baku kursi kantor 702 U dan hasilnya adalah metode LFL mempunyai jumlah total persedian yang minim dengan total persediaan 4971unit dibandingkan dengan FOQ, total Persediaan 19.220unit dan FPR total persediaan 9940unit. Berdasarkan perbandingan total biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku kursi kantor 702 U data perusahaan dengan 3 metode lot sizing dapat diketahui LFL mempunyai biaya yang Lebih rendah yaitu sebesar Rp.10.998.808 sedangkan data perusahaan sebesar Rp.11.974.970, metode FOQ biaya sebesar Rp.18.337.900 dan metode FPR biaya sebesar Rp.11.459.957.
A ANALISIS KOMODITAS LOGISTIK UNGGULAN JAWA BARAT DALAM MENDUKUNG PELABUHAN PATIMBAN Dyan Bahari Kusyono; Sudjanadi; Abdullah Ade Suryobuwono
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57172

Abstract

Pelabuhan Patimban juga merupakan pelabuhannya yang sedang dibangun Kabupaten Subang, Jawa barat. Pelabuhan Patimban rencananya akan dibangun berkapasitas 2,74 juta TEU di atas lahan seluas 300 hektar. Pelabuhan Patimban juga berpotensi menjadi penting dalam rencana pengembangan kawasan Bekasi- Karawang-Purwakarta (Bekapur) sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang sangat penting karena kontribusi perekonomiannya yang tinggi yaitu sekitar 15% industri nasional. Secara umum pembangunan nasional di negara berkembang menitik beratkan pada pembangunan di bidang perekonomian melalui upaya pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi sendiri berkaitan dengan peningkatan produksi barang dan jasa yang dapat diukur melalui PDB (Produk Domestik Bruto) di tingkat nasional, sedangkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di tingkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Metodologi penelitian yang digunakan adalah data kuantitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi atau dinas terkait seperti Badan Pusat Statistik Jawa Barat dan menggunakan alat analisis Location Quotient (LQ). Hasil penelitian berupa beberapa sektor basis unggulan pendukung pelabuhan Patimban mulai dari Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran. Strategi peningkatan komoditas unggulan yang dapat dilakukan untuk mendukung Pelabuhan Patimban adalah dengan meningkatkan produksi otomotif. Pelabuhan Patimban menjadi salah satu pelabuhan yang melayani pasar otomotif pada tahap awal beroperasinya. Oleh karena itu, peningkatan produksi otomotif di Jawa Barat bisa menjadi strategi untuk mendukung Pelabuhan Patimban.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI INTI MELALUI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM INDUSTRI LOGISTIK MARITIM: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Hani Hasanah; Sunaryo; Karim Ladesi, Vivian; Dedi Purwana; Saparuddin; Achmad Husen; Suparno
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kompetensi inti yang dibutuhkan dalam era digitalisasi logistik maritim melalui metode tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review). Data dikumpulkan dari berbagai publikasi akademik internasional dan nasional yang relevan dalam dua dekade terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi inti dalam logistik maritim modern meliputi literasi digital, pengelolaan data, pengambilan keputusan berbasis sistem informasi, kemampuan kolaboratif lintas sistem, serta adaptasi terhadap teknologi seperti IoT, big data, dan blockchain. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengembangan kompetensi tidak dapat dilepaskan dari dukungan kelembagaan, kurikulum pelatihan yang terstruktur, dan kolaborasi industri–akademisi. Simpulan dari studi ini menekankan pentingnya penyusunan kerangka kompetensi inti berbasis digital yang adaptif dan kontekstual untuk memperkuat daya saing logistik maritim nasional.
Pemasok PENERAPAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN TECHNIQUE OF ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTIONS UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT. DOK & PERKAPALAN KODJA BAHARI (PERSERO) GALANGAN JAKARTA II aditya noercahyadi, Dimas; Ma’ruf; Wenny Ananda Larasati
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57305

Abstract

Pemilihan supplier yang tepat merupakan elemen krusial dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan efisiensi operasional, khususnya di industri galangan kapal yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku secara tepat waktu dan berkualitas. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya metode yang sistematis dan terukur dalam menilai serta menentukan supplier dari berbagai alternatif yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier terbaik bagi PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Jakarta II dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique of Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP digunakan untuk menentukan bobot dari enam parameter utama—Cost, Quality, Delivery, Service, Eligibility, dan Capacity—beserta sub-parameternya melalui perbandingan berpasangan. Bobot tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam metode TOPSIS untuk mengevaluasi dan merangking lima alternatif supplier berdasarkan kedekatannya terhadap solusi ideal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AHP-TOPSIS mampu menghasilkan pemeringkatan supplier yang objektif dan sistematis, di mana PT. Caraca Bintang Samudra terpilih sebagai supplier terbaik berdasarkan nilai preferensi tertinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar strategis dalam meningkatkan efektivitas pengadaan serta memperkuat daya saing perusahaan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pengambilan keputusan multikriteria di sektor industri maritim.
ANALISIS KUALITAS PRODUKSI ROTI MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI LARISTA BAKERY Tysa Kharisma Alfirandhyta; Asep Hadian Sasmita; Vina Dwiyanti
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.57576

Abstract

Larista Bakery merupakan usaha di bidang industri makanan yang berfokus pada produksi roti. Dalam proses produksinya, perusahaan ini menghadapi permasalahan serius terkait kualitas produk, yaitu adanya cacat warna dan ukuran pada roti yang dihasilkan. Cacat tersebut berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pelanggan dan menurunkan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab cacat yang terjadi dengan menggunakan pendekatan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi selama 30 hari pada bulan Januari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 13.800 produk roti yang dihasilkan, sebanyak 552 mengalami cacat, yang terdiri atas 304 cacat warna (55%) dan 248 cacat ukuran (45%). Nilai rata-rata Defects Per Million Opportunities (DPMO) yang dihitung adalah sebesar 79.889 dengan tingkat Sigma 2,91. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produksi di Larista Bakery masih jauh dari standar Six Sigma. Penelitian ini memberikan manfaat praktis tidak hanya bagi Larista Bakery tetapi juga bagi perusahaan lain di industry makanan yang menghadapi tantangan pengendalian mutu yang serupa. Analisis akar penyebab mengungkapkan bahwa cacat terutama disebabkan oleh faktor manusia, mesin, metode, dan lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, rekomendasi perbaikan yang ditargetkan dikembangkan menggunakan pendekatan 5W + 1H untuk setiap jenis cacat. Dengan menerapkan metode Six Sigma secara efektif, perusahaan dapat secara teratur meningkatkan kualitas produksi mereka, mengurangi tingkat cacat, dan menerapkan pemantauan dan perbaikan berkelanjutan di seluruh proses yang berkontribusi terhadap ketidaksesuaian produk. Pendekatan terstruktur ini dapat diterapkan untuk pengendalian kualitas mutu berkelanjutan yang dapat diadaptasi ke berbagai industri.
ANALISIS, EVALUASI, DAN REKOMENDASI TATA LETAK DEPO PETI KEMAS PT. SARANA BANDAR NASIONAL UNTUK PENINGKATAN KINERJA OPERASIONAL Rizky, Muhammad; Syifa Fajar Maulani; Shoimah Annisa R; Ma'ruf; Muhammad Hanif N; Lucky Lukman N; Siti Fatimah M
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri pelabuhan yang terus berkembang, depo petikemas merupakan kebutuhan primer yang harus dimiliki perusahaan bongkar muat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi dan memberikan rekomendasi terhadap tata letak depo petikemas PT. Sarana Bandar Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, observasi dan wawancara langsung dengan informan. Hasil penelitian didapatkan bahwa tata letak depo petikemas PT. SBN masih belum efektif dan efisien dalam menjalankan operasionalnya, dikarenakan tata letak kontainer yang belum tersusun dengan baik dan banyaknya kontainer tidak layak pakai selain itu minimnya lahan dan alat bongkar muat menyebabkan kinerja operasional cukup terganggu. Selanjutnya peneliti memberikan rekomendasi perubahan tata letak depo petikemas yang lebih terstruktur guna dipertimbangkan efektifitasnya ketika diterapkan oleh PT. SBN. Peneliti juga memberikan beberapa rekomendasi termasuk pengurangan jumlah kontainer tidak layak pakai, penambahan jumlah alat bongkar muat dan pemisahan area stuffing maupun stripping.
Analisis Effective Utilization pada Alat Berat PT XYZ: Evaluasi dan Optimalisasi Operasional Amanda, Salma Trisya; Maulani, Syifa Fajar; Aliano, Keiysha Berlianindita; Adilla, Siti Nur; Evriliyani, Nina; Maelani, Oktafi Ramanda
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.54877

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan logistik dan bongkar muat, sehingga efektivitas pemanfaatan alat berat menjadi faktor krusial dalam mendukung operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan efektivitas pemanfaatan alat berat di XYZ menggunakan metode Effective Utilization (EU), yang mengukur tingkat pemanfaatan berdasarkan data operasional aktual. Analisis dilakukan pada unit Excavator dan Loader untuk menilai efektivitas penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa unit mengalami pemanfaatan nol persen, sedangkan Excavator dengan efektivitas tertinggi hanya mencapai 41,96% dan Loader 29,76%. Rendahnya nilai EU dipengaruhi oleh ketidakseimbangan distribusi beban kerja, kendala teknis seperti downtime alat, serta ketersediaan operator yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan seperti optimalisasi distribusi kerja, peningkatan sistem pemeliharaan alat, serta pelatihan operator untuk meningkatkan efektivitas operasional. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pendekatan holistik dalam manajemen alat berat guna meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.
PENGEMBANGAN SISTEM PENGADAAN BERBASIS VISUAL BASIC FOR APPLICATION (VBA) EXCEL MENGGUNAKAN METODE WATERFALL (STUDI KASUS: PT XYZ) Rifqi Oktavian; Mumu Komaro; Hanissa Okitasari
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.58520

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan ritel berskala nasional yang mengelola proses pengadaan untuk 85 gerai di seluruh Indonesia. Perusahaan menghadapi berbagai kendala, seperti kesalahan input data (40%) dan kesulitan pencarian data (20%), yang berdampak pada lambatnya alur pengadaan dan potensi kesalahan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengadaan berbasis Microsoft Excel Visual Basic for Application (VBA) yang dirancang untuk kebutuhan PT XYZ guna meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengadaan serta menyediakan sistem yang efektif bagi user dalam mengelola permintaan. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem adalah model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem yang dibangun mampu mengotomatisasi proses mulai dari input komparasi, pemilihan vendor, hingga pencetakan dokumen. Hasil blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem berjalan sesuai fungsinya tanpa kendala berarti. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi berbasis VBA efektif diimplementasikan sebagai solusi digitalisasi pengadaan pada perusahaan berskala menengah hingga besar, sekaligus menjadi langkah awal menuju efisiensi operasional yang berkelanjutan.
DISTRIBUSI ANGKUTAN BARANG MELALUI LAUT DENGAN MODEL GRAVITI DUA BATASAN UNTUK PELABUHAN UTAMA ANTAR PULAU DI INDONESIA BERDASARKAN DATA BPS Mulyono, Tri; Hadi, Winoto; Puspa Wangi, Intan
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pola pola distribusi pergerakan barang angkutan laut di pelabuhan utama dengan sumber data sekunder dari Badan Pusat Statistik dengan cara pemodelan. Hal ini krusial mengingat bahwa mengetahui bangkitan perjalanan barang sangat penting untuk memprediksi volume pergerakan barang di masa depan. Metode pemodelan menggunakan model dengan-batasan-bangkitan dan tarikan atau Model Double Constraint Gravity (DCGR). Data bangkitan pergerakan sebagai total volume muat di pelabuhan dan tarikan sebagai total volume bongkar. Estimasi parameter model menggunakan metode kuadrat terkecil untuk mengkalibrasi parameter model dan fungsi hambatan menggunakan fungsi exponensial negatif.  Variabel terikat merupakan volume bongkar-muat barang angkutan laut antar pulau di pelabuhan utama; dan variabel bebas merupakan faktor sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pertumbuhan pergerakan barang. Hasil pemodelan dapat menjelaskan  lebih lanjut informasi bongkar/muat asal-tujuan barang di pelabuhan, karena data BPS tidak mencantumkan asal-tujuan bongkar/muat di pelabuhan utama antar pulau.
ANALISIS TINGKAT OKUPANSI DAN PREFERENSI PENGGUNA JASA ANGKUTAN PENYEBERANGAN DI PELABUHAN MERAK (BANTEN) UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN TRANSPORTASI Verawati, Kencana; Henita Rahmayanti; Dian Alfia Purwandari; Suyadi S , Dadang; Costa, Anthony; Farasabila Angeli Purnomo; Monica Wulandari
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.59382

Abstract

Tidak seimbangnya antara jumlah kapal yang beroperasi dengan permintaan penyeberangan akan mempengaruhi okupansi kapal, selain itu ketersediaan dan efisiensi penggunaan dermaga juga menjadi faktor penting, dermaga harus mampu menangani frekuensi kapal tanpa menimbulkan kemacetan dan keterlambatan, terutama dengan adanya dua pilihan kelas pelayanan yaitu eksekutif dan reguler. Penelitian ini menerapkan metode analisis statistic dan deskriptif dengan memanfaatkan model diagram radar. Melalui penggunaan diagram radar, dimensi- dimensi yang paling berpengaruh dalam membentuk preferensi responden dapat diidentifikasi. Mendapatkan nilai okupansi kapal dan dermaga penyeberangan Merak – Bakuheni, perlu dihitung menggunakan rumus load factor dan rumus BOR (Berth Occupancy Ratio). Berdasarkan hasil diperoleh, dimensi pembentuk preferensi untuk responden kelas eksekutif adalah kualitas layanan dan untuk kelas reguler adalah biaya perjalanan. Kapal eksekutif dengan tingkat okupasni paling tinggi ada pada kapal SEBUKU yaitu 88% dan paling rendah ada pada kapal JATRA III sebesar 4%. Kapal reguler yaitu kapal WINDU KARSA merupakan kapal dengan tingkat okupansi paling tinggi yaitu 180% dan kapal PANORAMA NUSANTARA paling rendah yaitu 6%. Penggunaan dermaga eksekutif sudah mencapai 91% sehingga perlu dilakukan penambahan jumlah dermaga khusus untuk eksekutif. Tingkat okupansi kapal eksekutif dan kapal reguler tidak merata, terdapat kapal yang memiliki okupansi rendah dan ada pula kapal yang overload. dermaga eksekutif perlu dilakukan pengembangan atau penambahan dikarenakan sudah melebihi angka ideal.

Page 1 of 2 | Total Record : 15