cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 3,469 Documents
Peningkatan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Permainan Puzzle Pada Anak Usia 4-5 Tahun di KB Mutiarahati Ayu Purnamasari; Indah Kharismawati; Eka Olivia Dewi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4834

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menarik dan bermakna. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep bentuk geometri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak usia 4–5 tahun dalam mengenal berbagai bentuk geometri melalui aktivitas eksploratif yang berpusat pada anak dengan memanfaatkan media permainan puzzle di KB Mutiara Hati, Desa Karangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model Stephen Kemmis dan Robin McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus selama empat minggu dengan subjek sebanyak 15 anak. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan indikator keberhasilan >75% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle mampu meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal, mengelompokkan, dan menyebutkan bentuk-bentuk geometri secara bertahap hingga mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media permainan puzzle efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini.
Pengembangan Metode Bermain Kolase untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini TK Dharma Wanita Eli Olivya; Dela Laras Aditia; Winda Kartika; Bela Intan Pratiwi; Tika Puspita Sari; Nurul Fauziah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4835

Abstract

Kreativitas merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu distimulasi melalui pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembelajaran berbasis bermain melalui kegiatan kolase dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini di TK Dharma Wanita Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek 20 anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan penilaian hasil karya, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif berbasis persentase. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas yang signifikan, ditandai dengan kenaikan kategori berkembang sangat baik (BSB) dari 0% pada pra siklus menjadi 20% pada siklus I, dan mencapai 65% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis bermain melalui kegiatan kolase efektif dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini, serta mendukung perkembangan motorik halus dan interaksi sosial anak.
Kebijakan Pendidikan pada Lembaga Islam Nonformal: Studi Kasus Rumah Qur’an dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Nasional Firsi Ilsya Kurniaristha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4836

Abstract

Pendidikan Islam nonformal memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter dan nilai spiritual peserta didik di tengah tantangan globalisasi. Namun, kajian mengenai kebijakan lembaga sebagai instrumen pengatur dalam konteks ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan di Rumah Ulumul Qur’an At-Tauhid serta relevansinya dengan tujuan pendidikan nasional dalam perspektif teori sosial Thomas Hobbes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan lembaga diimplementasikan secara sistematis melalui tiga pilar utama, yaitu tahsin, tahfidz, dan muraja’ah, yang berorientasi pada kualitas bacaan, internalisasi nilai, dan pembentukan karakter. Implementasi kebijakan dilakukan secara fleksibel dan humanis, didukung metode pembelajaran variatif serta evaluasi berkala, dan terbukti relevan dengan tujuan pendidikan nasional, khususnya dalam pembentukan iman, takwa, dan akhlak mulia. Kesimpulannya, kebijakan pendidikan di Rumah Ulumul Qur’an At-Tauhid tidak hanya berfungsi sebagai pedoman operasional, tetapi juga sebagai bentuk otoritas yang menciptakan keteraturan pendidikan secara persuasif dan humanis, serta berkontribusi dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Arah Kebijakan Pendidikan Multikultural: Ruang Lingkup dan Prinsip Dasar yang digunakan MIS Nurul Muslimin Gabriel Angel Chanigia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4837

Abstract

Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya, agama, dan sosial memerlukan pendidikan yang mampu menanamkan nilai toleransi dan sikap saling menghargai sejak dini. Pendidikan multikultural di madrasah menjadi penting karena mengintegrasikan nilai religius dan sosial dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah kebijakan pendidikan multikultural yang berkembang secara implisit di MIS Nurul Muslimin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah dan guru sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan multikultural di MIS Nurul Muslimin tidak dirumuskan secara formal, tetapi berkembang melalui pembiasaan, interaksi sosial, dan budaya sekolah yang terintegrasi dalam pembelajaran. Implementasi tersebut mampu menanamkan nilai toleransi, keadilan, dan sikap saling menghargai melalui praktik sosial dan keteladanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural berbasis budaya sekolah dan nilai religius mampu membentuk sikap inklusif serta memperkuat praktik pendidikan multikultural secara berkelanjutan di lingkungan madrasah.
Kualitatif : Implementasi Workshop Braille Untuk Kesadaran Inklusif Warga Binaan di Lapas Kelas III Rangkasbitung Siti Aisyah; Dody Bakhtiar Al-Anshori; Dedi Mulia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4838

Abstract

Keterbatasan pemahaman mengenai disabilitas tunanetra masih menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan yang inklusif di lembaga pemasyarakatan, sehingga diperlukan upaya edukatif yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi workshop Braille dalam meningkatkan kesadaran inklusif warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 25 warga binaan sebagai partisipan, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan workshop, peserta belum memiliki pengetahuan mengenai Braille maupun pemahaman terkait disabilitas tunanetra, sedangkan setelah mengikuti workshop, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mengalami peningkatan pemahaman dan empati terhadap penyandang disabilitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa workshop Braille efektif sebagai media edukasi sekaligus sarana pembinaan yang mampu menumbuhkan kesadaran inklusif dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga berpotensi menjadi alternatif inovasi dalam pembinaan warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
Pemanfaatan Limbah Sayur untuk Produksi Biogas Ramah Lingkungan sebagai Media Pembelajaran IPA Berbasis Lingkungan Anggel Permata Sari; Sinta Bella; Mut’ah Miarti; Kartika Sari M; Helmi Susilawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4841

Abstract

Limbah sayur merupakan limbah organik yang terus meningkat akibat aktivitas rumah tangga dan pasar, serta berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi limbah sayur sebagai bahan baku biogas, menganalisis proses produksinya melalui fermentasi anaerob, serta menilai manfaat lingkungannya. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan digester sederhana selama 30 hari, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, pengukuran volume gas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biogas mulai terbentuk pada hari ke-5 sebesar 10 ml, meningkat menjadi 45 ml pada hari ke-10, dan mencapai puncak pada hari ke-12 sebesar 60 ml, kemudian menurun pada hari ke-15. Proses ini dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme dalam tahapan hidrolisis, asidogenesis, asetogenesis, dan metanogenesis. Dengan demikian, limbah sayur efektif dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas sekaligus menghasilkan residu yang dapat digunakan sebagai pupuk organik cair, sehingga menjadi solusi ramah lingkungan dalam pengelolaan limbah dan pengembangan energi terbarukan.
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan Media KIT IPA terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas IV SDN 1 Midang Refika Ardani; Aisa Nikmah Rahmatih; Ni Made Yeni Suranti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4842

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat penting agar siswa mampu menganalisis informasi memecahkan masalah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing berbantuan media KIT IPA terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SDN 1 Midang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen jenis Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari kelas eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan model inkuiri terbimbing berbantuan media KIT IPA dan kelas kontrol yang menggunakan model inkuiri terbimbing tanpa bantuan media KIT IPA. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian kemampuan berpikir kritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis siswa pada kedua kelas, dengan peningkatan yang lebih tinggi pada kelas eksperimen, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator memberikan penjelasan sederhana dan terendah pada indikator memberikan penjelasan lanjut. Dengan demikian, model inkuiri terbimbing berbantuan media KIT IPA berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS khususnya materi transformasi energi listrik kelas IV SDN 1 Midang dengan nilai effect size sebesar 1,356 yang termasuk kategori sangat besar.
Implementasi Evaluasi Pembelajaran PAI Berbasis Peran Murobbi: Analisis Objektivitas Penilaian dan Persepsi Siswa Muh Haikal Nur Fikri; Lubna Lubna; Mukhlis Mukhlis
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4847

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi evaluasi pembelajaran PAI berbasis peran murobbi, dengan fokus pada objektivitas penilaian dan persepsi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi evaluasi berbasis peran murobbi berjalan efektif dengan mengintegrasikan penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik secara holistik. Guru tidak hanya berperan sebagai penilai, tetapi juga sebagai pembimbing yang memahami kondisi spiritual siswa, sehingga memberikan dampak positif terhadap pembinaan karakter dan motivasi belajar. Namun demikian, terdapat potensi subjektivitas dalam penilaian akibat kedekatan relasional antara guru dan siswa. Kesimpulannya, evaluasi pembelajaran PAI berbasis peran murobbi merupakan pendekatan yang efektif dan humanis serta relevan dengan tujuan pendidikan Islam, namun tetap memerlukan penguatan kompetensi guru dan sistem penilaian yang terstandar untuk menjaga objektivitas.
Tujuan Pendidikan Nasional dan Relevansinya dengan Kompetensi Abad 21 Muh Haikal Nur Fikri; Abdul Qudus; Syukri Syukri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4848

Abstract

Pendidikan nasional Indonesia memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang bertanggung jawab sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Pada era abad ke-21, tuntutan pendidikan semakin kompleks dengan adanya kebutuhan penguasaan kompetensi berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi antara tujuan pendidikan nasional Indonesia dengan kerangka kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai literatur, dokumen kebijakan, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara substantif tujuan pendidikan nasional telah selaras dengan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam implementasinya, terutama pada desain kurikulum dan praktik pembelajaran yang belum sepenuhnya mengintegrasikan kompetensi tersebut. Kesimpulannya, diperlukan penguatan kebijakan pendidikan serta pengembangan kurikulum yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan global agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.
Pengaruh Model CTL Berbasis Media Augmented Reality Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep IPAS Sekolah Dasar Rahmadani Rahmadani; Siska Mega Diana; Niken Yuni Astiti; Frida Destini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4850

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model contextual teaching and learning berbasis media augmented reality terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik kelas V SD Negeri 10 Metro Timur. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif dengan metode penelitian quasi experimental dan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD Negeri 10 Metro Timur. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V A sebagai kelompok kontrol dan peserta didik kelas V B sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah­non probability sampling dengan jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal uraian, dan teknik non-tes menggunakan lembar observasi. Data kemampuan pemahaman konsep peserta didik di uji normalitasnya dengan rumus Chi-Kuadrat, dan di uji homogenitasnya menggunakan rumus Uji-F. Pengujian tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis menggunakan uji regresi sederhana dengan hasil perhiutngan sebesar = 33,35 dan nilai = 4,26 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  ≥ , sehingga dapat disimpulkan  ditolak dan  diterima yang berarti terdapat pengaruh penerapan model model contextual teaching and learning berbasis media augmented reality terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran IPAS Sekolah Dasar.