cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
btjpm@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brig Jend H. Hasan Basri Gedung FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Kotak Pos No. 87 Banjarmasin Kal-Sel 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27222934     EISSN : 27223043     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat publishes articles from community service. This Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat is periodically published by Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat published two times a year in May and November.
Articles 735 Documents
Pelatihan Penulisan Sitasi dan Daftar Pustaka dalam Menggunakan Aplikasi Mendeley Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Yunidar Yunidar; Gusti Ketut Alit Suputra; Nur Halifah; Sahrul Saehana
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6867

Abstract

Karya ilmiah memainkan peran penting dan menjadi sumber referensi bagi para ahli yang berbeda. Bersamaan dengan peningkatan inovasi di era 4.0, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi. Kemajuan teknologi data di perguruan tinggi telah berkembang sehingga mahasiswa harus tahu tentang berbagai aplikasi yang disediakan oleh koperasi spesialis data. Oleh karena itu, dengan perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat maka bermunculan Tool yang memudahkan mahasiswa, dosen serta peneliti untuk mencari rujukan serta penyusunan daftar pustaka. Penulisan karya ilmiah skripsi sebagai syarat tugas akhir untuk mengikuti ujian bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako masih banyak dijumpai daftar pustaka yang disusun secara manual. Hal ini yang membuat mahasiswa kesulitan dan membutuhkan waktu yang cukup lama pada saat menulis skripsi sebab harus menuliskan kutipan satu persatu ke dalam tulisan sehingga terkadang ada yang tertinggal. Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat menawarkan penggunaan referensi menggunakan aplikasi Mendeley yang dianggap penting karena memudahkan mahasiswa untuk membuat referensi dan daftar pustaka yang baik dan dapat membatasi terjadinya plagiasi. Tujuan di balik kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan siswa tingkat akhir di FKIP Universitas Tadulako dalam menggunakan aplikasi mendeley untuk mempermudah penyusunan tugas akhir. Kegiatann ini dilakukan pada bulan April s.d. Oktober 2022 di Media Centre Universitas Tadulako. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, ditemukan 85% mahasiswa semester akhir FKIP Universitas Tadulako yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah mampu menggunakan Mendeley untuk karya tulis ilmiah   Scientific papers play an important role and become a reference source for different experts. Along with the increase in innovation in the 4.0 era, students are expected to be able to follow the progress of science and innovation. Advances in data technology in higher education have developed so that students must know about the various applications provided by data specialist cooperatives. Therefore, with the rapid development of information technology, tools have emerged that make it easier for students, lecturers and researchers to find references and compile a bibliography. Writing a scientific thesis as a final assignment requirement to take exams for students of the Teaching and Education Faculty (FKIP) Tadulako University still often finds bibliographies compiled manually. This makes it difficult for students, and it takes quite a long time to write a thesis because they have to write down the quotations one by one so that sometimes something is left out. Therefore, the community service team offers references using the Mendeley application, which is important because it makes it easier for students to make good references and bibliography and can limit plagiarism. The purpose of this activity is to improve the ability of final-year students at FKIP Tadulako University to use the Mendeley application to facilitate the preparation of the final project. This activity was carried out in April s.d. October 2022 at the Media Centre Universitas Tadulako. Based on the results of community service activities, it was found that 85% of Tadulako University FKIP final semester students who participated in community service activities could use Mendeley for scientific writing. 
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Melalui Sosialisasi Penerapan Sapta Pesona di Desa Sebubus Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Rossi Evita; Tita Rosalina; Zumaroh Zumaroh; Nurasiah Nurasiah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7678

Abstract

Desa Sebubus adalah salah satu desa yang terletak di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat yang memiliki banyak potensi daya tarik baik alam, buatan maupun budaya. yang tersebar di beberapa dusun. Untuk mengembangkan pariwisata dan meningkatkan sadar wisata bagi masyarakat di desa ini, partisipasi masyarakat dalam hal ini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sangat penting. Pokdarwis merupakan mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Tujuan dari pemberdayaan Pokdarwis melalui kegiatan sosialisasi penerapan Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kapasitas serta pengetahuan setiap anggota Pokdarwis terutama dalam mewujudkan pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang lebih baik sehingga wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi arti pentingnya setiap elemen dari Sapta Pesona dan contoh-contoh penerapannya pada daya tarik wisata yang ada. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama empat bulan dimulai dari bulan Juli sampai Oktober 2021. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 22 orang. Metode pemberdayaan dalam pengabdian ini adalah Participatory Learning and Action (PLA). Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan antusias dan motivasi yang sangat baik oleh anggota kelompok sadar wisata dalam rencana penerapan sapta pesona, selain itu dapat dilihat adanya pembuatan plang sapta pesona pada destinasi daya tarik yang dikelola oleh Pokdarwis maupun kelompok masyarakat yang lain sebagai pengingat pentingnya setiap item yang ada pada Sapta Pesona. Sebubus Village is one of the villages located in Sambas Regency, West Kalimantan. It has a lot of potential for natural, man-made, and cultural attractions. To develop tourism and increase tourism awareness in this village, the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) plays a significant role. Pokdarwis is the partner in this community service. The purpose of empowering Pokdarwis through socialization on Sapta Pesona is to increase the capacity and knowledge of Pokdarwis members, especially in achieving better tourism development and management so that visitors feel safe and comfortable. The activities were carried out through socialization of the importance of each aspect of Sapta Pesona. It also described examples of its application to existing tourist attractions. This dedication activity was carried out for four months starting from July to October 2021. The number of participants who attended was 22. The empowerment method in this dedication is Participatory Learning and Action (PLA). The outcomes of the service activities demonstrate the tourism awareness group's enthusiasm and motivation in planning to implement Sapta Pesona. Furthermore, it demonstrates that Sapta Pesona signs are featured at destinations and attractions managed by Pokdarwis and other community groups as a reminder of the significance of each aspect of Sapta Pesona.
Pendampingan Pemanfaatan Media Information and Communication Technology (ICT) dengan Menggunakan Aplikasi Powtoon bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Padang Awida Awida; Rendy Nugraha Frasandy; Dhita Febriani; Fauza Masyhudi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7354

Abstract

Tantangan pendidikan Abad 21 menekankan pada pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tentunya mengiring akan peningkatan kemampuan/kompetensi guru dan siswa dalam memanfaatakan teknologi atau dikenal dengan Information and Communication Technology (ICT). Pemanfaatan ICT bagi guru agar lebih optimal dalam pembelajaran, maka perlu dilakukan pelatihan. ICT Menggunakan Aplikasi Animasi Powtoon Bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Kota Padang. Dipilihnya 21 guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Se-Kota Padang sebagai subyek dampingan karena MIN selama ini menjadi stakeholder bagi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang, namun disisi lain guru di MIN masih jarang mendapatkan pelatihan–pelatihan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran, sehingga menjadi tanggung jawab pengabdian meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan aplikasi tersebut sangat mereka butuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajarannya. Kegiatan pengabdian kepada 21 guru MIN di Kota Padang ini dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 03 dan 10 September 2022 dengan tujuan untuk mengetahui: “Persepsi guru madrasah setelah mendapatkan pendampingan pemanfaatan aplikasi animasi Powtoon sebagai media pembelajaran”. Hasil pengabdian ini menunjukan adanya persepsi positif peserta pelatihan terlihat dari isian pada kolom kesan dan saran dalam angket yang disebar setelah pengabdian dengan terkategori antusias dan positif dari para guru MIN se Kota Padang. Kesimpulannya persepsi guru MIN se-Kota Padang setelah mendapatkan pendampingan berupa pelatihan pemanfaataan animasi Powtoon sebagai media pembelajaran tergambar antusias, positif, dan bemanfaat. The challenges of 21st-century education emphasize the use of technology in learning. The use of technology in learning certainly accompanies an increase in the ability/competence of teachers and students in utilizing technology or ICT. Utilization of ICT for teachers to be more optimal in learning, it is necessary to conduct training. ICT Using Powtoon Animation Applications for Teachers of State Madrasah Ibtidaiyah in Padang City. The State Islamic Madrasah (MIN) teachers throughout the city of Padang were chosen as the assisted subjects because the State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) had been stakeholders for the Tarbiyah and Teacher Training Faculty of UIN Imam Bonjol Padang. In addition, teachers at MIN still rarely receive training in using ICT in learning. In contrast, the knowledge and skills in using these applications are very much needed to improve their learning quality. Community service activities for State Madrasah Ibtidaiyah (MIN) teachers in Padang City aim to discover: “Perceptions of madrasa teachers after receiving assistance on using the animation application as a learning medium”. The results of this study indicate a perception of the training participants can be seen from the impressions and suggestions in the research questionnaire, which are categorized as enthusiastic and positive by the MIN teachers throughout the city of Padang. In conclusion, the perceptions of MIN teachers in the city of Padang after receiving training on using Powtoon animation as a learning medium are enthusiastic, positive, and beneficial. 
Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur Ragil Tri Atmi; Tri Soesantari; Endang Gunarti; Imam Yuadi; Fitri Mutia; Yunus Abdul Halim; Ismi Choirunnisa Prihatini
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.6432

Abstract

Pengembangan Perpustakaan berbasis inklusi sosial yang berada di Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri, dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat melalui pemanfaatan koleksi yang di sediakan. Pengabdian Masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kompetensi baru sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan organisasi, membantu dalam memecahkan permasalahan yang muncul dalam pengelolaan perpustakaan, mempersiapkan sumber daya manusia dalam hal promosi, memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan diri pengelola perpustakaan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 20 September-18 Oktober 2021 di Desa Pesing dan diikuti 20 peserta yang berasal dari masyarakat setempat, yang diwakili oleh perangkat desa, guru, karang taruna, adapun materi yang disampaikan adalah konsep dan implementasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial serta cara membuat subjek koleksi, mengklasifikasi koleksi hingga memilih koleksi yang tepat untuk masyarakat sesuai dengan mata pencahariannya. Departemen Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga sebagai penyelenggara kegiatan juga menyumbangkan berbagai koleksi, meliputi tema pertanian, perkebunan, pengembangan sektor perikanan, dan banyak tema umum lainnya yang dapat di manfaatkan untuk mengembangkan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Inklusi sosial melalui layanan Perpustakaan desa layak diperhitungkan sebagai penggerak utama bagi seluruh aktivitas masyarakat. Melalui koleksi yang disediakan Perpustakaan desa, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuannya untuk menghasilkan beragam mata pencaharian baru, dan berdampak nyata pada peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Hasil pengabdian ini adalah meningkatnya kemampuan teknis pengelola Perpustakaan Desa dalam teknis analisis subyek, pemilihan buku, mengenali kebutuhan pengguna, membeli buku dan inventarisasi buku serta melakukan pelayanan perpustakaan untuk pengguna.The development of a social inclusion-based library located in Pesing Village, Purwoasri District, Kediri Regency, can raise the welfare of the local community through the collections provided. Community Service is carried out to improve new competencies following the needs and interests of the organization, assist in solving problems that arise in library management, prepare human resources in terms of promotion, and meet the development and self-growth needs of library managers. This service is carried out by socialization and training methods. The outreach and training were held on 20 November - 18 December 2021 in Pesing Village and were attended by 20 participants from the local community, represented by village officials, teachers, and youth organizations while the material presented was the concept and implementation of a Social Inclusion-Based Library and how to make collection subjects, classify collections to choose the right collections for the community according to their livelihoods. As the organiser of the activity, the Information and Library Department of Airlangga University also contributed various collections covering the themes of agriculture, plantations, development of the fisheries sector, and many other general themes that could be utilized to develop the local community's economic activities. Social inclusion through village library services should be considered the main driver for all community activities. Through the collections provided by the village library, it is hoped that the community can develop their skills and knowledge to generate a variety of new livelihoods and have a real impact on improving the welfare of their families. The result of this service is the increased technical ability of Village Library managers in technical subject analysis, selecting books, identifying user needs, buying books and inventorying books and performing library services for users.
Edukasi Gizi “TIKAS” Tentang Pentingnya Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SMA Darul Hijrah Putri Siti Aisyah Solechah; Denaira Zahwa; Sherina Handayani; Norhasanah Norhasanah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7517

Abstract

Masyarakat saat ini, khususnya remaja, lebih sering mengkonsumsi makanan cepat saji, makanan dan minuman yang mengandung kadar gula yang tinggi dan lemak dengan kuantitas berlebih, serta kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Prevalensi penduduk Kalimantan Selatan berusia ≥5 tahun yang mengkonsumsi buah atau sayur sesuai anjuran lebih rendah dari prevalensi nasional, yaitu sebesar 1,9%. Prevalensi konsumsi buah dan sayur sesuai anjuran di Kota Banjarbaru (0,61%) termasuk peringkat ketiga terendah di Kalimantan Selatan. Konsumsi buah dan sayur para siswa di SMA Darul Hijrah Putri masih kurang dan mereka cenderung membeli jajanan yang kurang sehat. Salah satu faktor penyebab masalah ini adalah kurangnya pengetahuan terkait konsumsi buah dan sayur. Edukasi gizi TIKAS ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya konsumsi buah dan sayur sehingga jumlah buah dan sayur yang mereka konsumsi meningkat hingga mencapai batas yang dianjurkan (400-600 g/hari). Kegiatan ini dilakukan di SMA Darul Hijrah Putri, Kota Banjarbaru, pada 20 Agustus 2022. Sebanyak 16 siswa SMA kelas XII berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah menggunakan slide power point dan leaflet. Peningkatan pengetahuan peserta dievaluasi dengan cara membandingkan hasil jawaban siswa terhadap kuesioner berupa pertanyaan tertutup yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Persentase siswa dengan pengetahuan baik meningkat, dari 0,00% sebelum penyuluhan menjadi 75% (12 siswa) setelah penyuluhan. Persentase siswa dengan pengetahuan yang tergolong cukup meningkat, dari 6,25% (1 siswa) sebelum penyuluhan menjadi 25% (4 siswa) setelah penyuluhan. Selain itu, tidak ada siswa yang memiliki pengetahuan kurang setelah diberikan penyuluhan. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa pengetahuan siswa sebelum penyuluhan berbeda signifikan dengan sesudah penyuluhan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 41,88%, dari 40,00% sebelum penyuluhan menjadi 81,88% setelah penyuluhan.People nowadays, especially adolescents, consume fast food, food and drinks containing high sugar and excessive fat more often and hardly consume fruits and vegetables. The prevalence of people in South Kalimantan aged ≥5 years who consume fruits or vegetables according to the recommendation was lower than the national prevalence, i.e., 1.9%. The prevalence of fruit and vegetable consumption as recommended in Banjarbaru City (0.61%) was the third lowest in South Kalimantan. Fruit and vegetable consumption of students in SMA Darul Hijrah Putri was still low, and they tended to buy unhealthy snacks. One of the factors causing the problem is low knowledge about fruit and vegetable consumption. TIKAS nutrition education aimed to increase adolescents’ knowledge regarding the importance of fruit and vegetable consumption, thereby improving the quantity consumed to reach the recommended threshold (400-600 g/day). This activity was conducted in Darul Hijrah Putri Senior High School, Banjarbaru City, on August 20, 2022. A total of 16 students in the 12th grade participated in this activity. The counselling was performed through lectures using PowerPoint slides and leaflets. The increase in students’ knowledge was evaluated by comparing the results of students’ answers to the questionnaires given before and after education. The percentage of students with good knowledge increased from 0.00% before counselling to 75% (12 students) after counselling. The percentage of students with sufficient knowledge increased from 6.25% (1 student) before counselling to 25% (4 students) after counselling. Besides, none of the students belonged to the low knowledge category after counselling. Paired sample t-test results showed that students’ knowledge before nutrition education significantly differed from their knowledge after it. The mean knowledge score improved as much as 41,88%, from 40,00% before education to 81,88% after education. 
Edukasi Pengembangan Asesmen Pembelajaran Berbasis Proyek bagi Guru Sekolah Dasar Aynin Mashfufah; Candra Utama; Riska Pristiani; Shirly Rizki Kusumaningrum
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6868

Abstract

Pembelajaran di masa pandemik telah menjadi tantangan besar bagi pendidik di setiap level pendidikan untuk tetap memberikan pembelajaran secara maksimal. Salah satunya dialami oleh SDN 4 Tawangargo Kabupaten Malang. Guru menghindari penilaian yang seharusnya dapat dilakukan melalui penilaian autentik. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para guru di sekolah dasar agar terampil mengembangkan asesmen autentik yaitu asesmen pembelajaran berbasis proyek. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah workshop dan pendampingan. Selama workshop yang berlangsung pada tanggal 20 Agustus 2022, mitra diberi materi tentang hakikat dan jenis-jenis asesmen, dan langkah-langkah penyusunan asesmen pembelajaran berbasis proyek. Mitra selanjutnya didampingi secara daring dalam tiga kali pertemuan yaitu tanggal 12, 19 dan 26 September 2022 untuk membuat produk dan produk yang dihasilkan didiskusikan, diberikan masukan dan dinilai oleh tim pengabdian. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 11 orang guru dan 4 orang dosen tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Hasil yang diperoleh setelah dilakukan workshop dan kegiatan pendampingan adalah peserta cukup terampil dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek beserta penilaiannya. Mitra perlu latihan terus menerus agar keterampilan mengembangkan asesmen autentik semakin berkem­bang sehingga kegiatan asesmen mampu memberikan dampak bagi siswa. Pada kegiatan pembelajaran di sekolah, agar kegiatan workshop dan pendampingan ini memberikan dampak yang signifikan pada praktik pembelajaran dan penilaian, maka guru perlu mengimplementasikan praktik penilaian berkelanjutan sehingga guru memperoleh informasi yang komprehensif untuk mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukan.  Learning during the pandemic has become a big challenge for educators at every education level to continue providing maximum learning. One of them was experienced by SDN 4 Tawangargo, Malang Regency. Teachers avoid assessments that would otherwise be possible through authentic assessments. This service aims to educate teachers in elementary schools to be skilled in developing authentic assessments, namely project-based learning assessments. The methods used in this activity are workshops and mentoring. During the workshop, which took place on August 20, 2022, partners were given material on the nature and types of assessments and the steps for preparing project-based learning assessments. Partners are then accompanied online in three meetings, September 12, 19 and 26, 2022, to discuss the products and products produced, given input and assessed by the service team. The results obtained after workshops and mentoring activities are that participants are skilled in developing project-based learning and its assessment. Partners need continuous training so that the skills of developing authentic assessments are increasingly developed so that assessment activities can impact students.
Workshop Pembentukan Karakter Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Matematika bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kebumen Widayati Widayati; Mujidin Mujidin
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.5380

Abstract

Pendidikan karakter mempunyai peranan penting dalam perkembangan aka­demik siswa. Setelah kami melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah MIM Semondo kami ketemukan beberapa masalah. Masih banyak siswa yang belum mempunyai kesadaran untuk belajar, motivasi belajarnya masih kurang. Banyak siswa punya pemahaman konsep yang minim. Nilai matematika siswa banyak belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Masalah tersebut timbul bisa dari faktor situasi dan kondisi lingkungan belajar, faktor dari model pembelajarannya. Oleh karena itu tujuan dari pengabdian ini adalah membina dan membimbing guru-guru dalam pembentukan karakter siswa dengan mengembangkan media pembelajaran matematika. Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Oktober 2021 yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Workshop diikuti oleh 25 guru MIM Semondo Gombong Kebumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pengarahan, workshop dan pendampingan. Workshop dan pendampingan guru untuk mengembangkan karakter siswa, mengembangkan media pembelajaran matematika, mengembangkan karakter siswa melalui penggunaan media berupa alat peraga matematika. Pada pertemuan pertama tentang pengembangan karakter mendapat sambutan yang baik dari Pengawas MI, Diknas PCM Kebumen, serta kepala sekolah. Dari hasil angket diperoleh 67,3 % penguasaan guru tentang pengembangan karakter pada kategori cukup. Guru dapat mengembangkan alat Peraga. Guru sudah dapat mempraktekkan pembelajaran matematika dengan measukkan pendidikan karakter siswa. Setelah para guru mengikuti seminar dan workshop didapatkan 91 % para guru telah menguasai bagaimana mengembangkan karakter peserta didik serta melakukan pembelajaran matematika  menggunakan media berupa alat peraga.Character education has an important role in the academic development of students. After we interviewed the Principal of MIM Semondo, we encountered several problems. There are still many students who do not have the awareness to learn; their learning motivation is still lacking. Many students have a minimal understanding of the concept. Many students' math scores have not met the Minimum Completeness Criteria (KKM). These problems can arise from the situation and conditions of the learning environment and factors from the learning model. Therefore, the purpose of this service is to foster and guide teachers in the Character Building of Students by developing Mathematics Learning Media. This service is carried out from May to October 2021, which is carried out for four meetings. The workshop was attended by 25 teachers of MIM Semondo Gombong Kebumen. The methods used in this service are guidance, workshops and mentoring. Workshops and teacher assistance to develop the character of students, mathematics learning media, and the character of students through the use of media in the form of Mathematics props. At the first meeting on Character Development, there was a good response from the MI Supervisor of the Kebumen PCM Education Office and the Principal. The questionnaire results obtained 67.3% of teachers' mastery of character development in the sufficient category. Teachers can develop Props. Teachers have been able to practice learning Mathematics by including student character education. After the teachers attended seminars and workshops, it was found that 91% of the teachers had mastered developing students' character and carried out mathematics learning using media in the form of mathematics props.
Pemanfaatan Teknologi Digital sebagai Media Pembelajaran untuk Guru SMA-SMP Muhammadiyah Gresik Alfa Akustia Widati; Fatiha Khairunnisa; Satya Candra Wibawa Sakti; Ganden Supriyanto; Mochamad Zakki Fahmi; Imam Siswanto; Hartati Hartati; Ali Rohman
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6873

Abstract

Guru mempunyai kewajiban besar memastikan anak didik memahami materi pelajaran. Namun, waktu belajar di kelas yang terbatas dan beragamnya kemampuan siswa menyebabkan metode pembelajaran tatap muka di kelas menjadi kurang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Tantangan dunia pendidikan menuntut guru harus memiliki kompetensi penguasaan teknologi digital. Video pembelajaran yang disajikan secara virtual adalah salah satu metode pembelajaran efektif untuk siswa. Oleh karena itu, guru seyogyanya memiliki kemampuan membuat video digital secara mandiri. Pengenalan jenis teknologi digital, instalasi dan penggunaan aplikasi pembuatan video telah dilakukan ke 45 orang Guru SMP-SMA Muhammadiyah Gresik pada tanggal 21 Juni 2022 untuk meningkatkan kompetensi guru terhadap pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi oleh tenaga ahli, praktik peserta didampingi oleh mentor, dan pembuatan video secara mandiri. Berdasar hasil analisis nilai pre-test dan post-test saat kegiatan, terdapat peningkatan nilai peserta dari sebelum pelatihan (pre-test) adalah 76,8 dan setelah mengikuti pelatihan (post-test), nilai peserta menjadi 97,2. Peserta mendapatkan peningkatan pemahaman dalam membuat video pembelajaran yang ditunjukkan dengan hasil karya video pembelajaran yang dibuat secara individu oleh peserta. Video pembelajaran yang dihasilkan peserta juga telah memenuhi kriteria video digital yang baik. Data evaluasi kegiatan menunjukkan workshop ini diperlukan dan tepat sasaran untuk pengembangan profesional khususnya Guru SMP-SMA Muhammadiyah Gresik. Konsep kegiatan juga sesuai untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di pendidikan tingkat SMP-SMA. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi peserta tentang penggunaan video dan teknologi digital sebagai salah satu inovasi pembelajaran.Teachers are responsible for ensuring students catch on to the subject matter. However, the limited study time in class and students' varying abilities cause face-to-face learning methods to be less effective in increasing student understanding. The global challenge of education demands teachers become competent in digital mastering technology. Learning videos that are presented virtually are an effective learning method for students. Consequently, teachers should have the ability to make digital videos independently. This study introduced digital technology types, installation, and video-making applications for teachers in Muhammadiyah's junior and senior high schools in Gresik (SMP-SMA Muhammadiyah Gresik) on June 21, 2022, increasing teacher competency in using digital technology in learning. The implementation method includes providing material by experts, having participants practice accompanied by mentors, and making videos independently. Based on the analysis of the pre-test and post-test scores during the activity, there was an increase in the participant's score from before the training (pre-test), which was 76.8. After participating in the training (post-test), the participant scored 97.2. Participants gain an increased understanding of making learning videos, as shown by the results of learning videos made individually by participants. The learning videos produced by the participants also met the criteria for good digital videos. Activity evaluation data show that this workshop is necessary and right on target for professional development, especially for SMP-SMA Muhammadiyah Gresik Teachers. The activity concept is also suitable for solving problems in junior high school level education. Thus, this training succeeded in increasing the competence of participants regarding the use of video and digital technology as one of the learning innovations. 
Pemberdayaan Petani Gula Aren Melalui Standarisasi Produk dan Pembentukan Kelompok Usaha Bersama untuk pengembangan Ekonomi Kreatif Desa Balikterus, Pulau Bawean Azmi Alvian Gabriel; Vinsensia Shinta Purnama Dewi Sarumaha; Sazkia Indramawarni; Deva Pramesti Budi Utami; Adinda Siska Prihastiti; Rohmatun Nazilah Annafi'ah; Nurul Kamaliyah; Mira Ferdiawati; Catur Widyantoro; Syahrul Huda Karsono; Christian Dewa Yudana; Laksamana Muhammad Haris Noer Romadlon
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.6773

Abstract

Desa Balikterus menjadi salah satu pusat produksi gula aren terbesar yang ada di Pulau Bawean. Selama ini potensi gula aren yang terdapat pada desa Balikterus masih belum dioptimalkan oleh masyarakat sekitar karena kurangnya pengetahuan akan bahan baku dan juga minimnya akses informasi terkait penjualan hingga standarisasi produk yang diinginkan oleh pasar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keteram­pilan pengembangan kualitas gula aren serta menguatkan manajemen organisasi melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama pengrajin gula aren di Desa Balikterus.  Kegiatan ini ditujukan untuk Ibu-ibu pengrajin gula aren tradisional di Desa Balikterus sebanyak 25 orang. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan adalah edukasi, sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari bulan Agustus hingga November 2022. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa terbentuknya kelompok usaha bersama di Desa Balikterus khususnya dusun balikbak hilir dapat meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran, terbentuknya merk dagang dari gula aren yang berbadan hukum (Sorren), dihasilkannya buku panduan standarisasi proses produksi gula aren, serta dihasilkan bentuk gula dan kemasan yang easy to use.Balikterus Village is one of the largest palm sugar production centers on Bawean Island. It was found that the potential for palm sugar in Balikterus village has not been optimized by the surrounding community due to lack of knowledge of raw materials and a lack of access to information related to sales to standardization of products desired by the market. This community service aims to improve skills in developing the quality of palm sugar and strengthen organizational management through the establishment of a Joint Business Group for palm sugar craftsmanship in Balikterus Village. This activity was designed for 25 Balikterus Village traditional palm sugar craftsmen. Community service was carried out through education, outreach, training, and assistance to the local community. This activity was carried out from August to November 2022. It can be concluded that the formation of a joint business group in Balikterus Village, particularly in the Balikbak Hilir hamlet, can increase production and marketing capacity, form a legal entity trademark for palm sugar (Sorren), produce a manual for the standardization of the palm sugar production process, and produce an easy-to-use form of sugar and packaging.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Digital Marketing di Desa Wonoharjo, Kabupaten Tanggamus Arif Darmawan; Nairobi Nairobi; I Wayan Suparta; Widia Anggi Palupi
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8362

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan banyak pelaku usaha mikro dan kecil serta masyarakat menengah ke bawah di Provinsi Lampung, termasuk di Kabupaten Tanggamus. Desa Wonoharjo yang terletak di Kabupaten Tanggamus termasuk dalam kategori berkembang dengan komoditas unggulan hortikultura seperti salak, sayuran, tanaman hias, dan obat-obatan. Komoditas salak merupakan salah satu produk unggulan bagi masyarakat Desa Wonoharjo untuk bertahan hidup. Namun komoditas salak yang dijual murah membuat pendapatan masyarakat tidak tumbuh terlalu banyak, terutama di masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan upaya reformulasi dengan memberikan nilai tambah pada komoditas salak dan memasarkannya dengan sistem digital agar harga jual salak lebih baik di tengah kondisi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Kegiatan ini merupakan transfer ilmu dan teknologi dengan pendekatan partisipatif, dimulai dari perumusan masalah dengan mitra, survei potensi daerah, sosialisasi pelatihan, dan praktik digital marketing. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wonoharjo, Kabupaten Tanggamus pada bulan Juli-Oktober 2021 dengan tingkat antusiasme yang cukup tinggi selama kegiatan berlangsung. Beberapa hasil yang sudah didapatkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah, (1) masyarakat Desa Wonoharjo dapat mengolah potensi komoditas salak menjadi produk yang bernilai tinggi yaitu manisan salak yang bernilai ekonomis; (2) masyarakat mampu mengoptimalkan digital marketing sehingga dapat meningkatkan omzet secara signifikan; dan (3) produk komoditas salak yang diubah menjadi manisan salak dapat bertahan lama sehingga pendapatan masyarakat Desa Wonoharjo meningkat. Selain itu, program pemberdayaan yang dilaksanakan dapat meningkatkan omzet pendapatan masyarakat dengan nilai tambah salak juga mengedukasi masyarakat terkait proses usaha yang lebih menguntungkan dengan pendirian BUMDes.The impact of Covid-19 has hit many micro and small businesses and lower-middle-class communities in Lampung Province, especially in Tanggamus Regency. Wonoharjo Village, located in Tanggamus Regency, is in the developing category with superior horticultural commodities such as snake fruit, vegetables, ornamental plants, and medicines. Snake fruit is one of the excellent products for the people of Wonoharjo Village to survive. However, snake fruit commodities sold cheaply make people's income grow less, especially during the Covid-19 pandemic. Therefore, reformulation efforts are needed by providing added value to snake fruit commodities and marketing them with digital systems so that the selling price of snake fruit is better amid uncertain conditions due to the Covid-19 pandemic. This activity was carried out in Wonoharjo Village, Tanggamus Regency, in July-October 2021, with a fairly high level of enthusiasm during the activity. Some of the results that have been obtained from this community service activity are: 1) The people of Wonoharjo Village can process the potential of snake fruit commodities into high-value products; 2) The community can carry out digital marketing to increase turnover significantly; 3) Snake fruit products can survive in conditions so that the income of the people of Wonoharjo Village can increase. In addition, the empowerment program implemented can increase community income turnover with the added value of salak fruit as well as educate the community regarding business processes that are more profitable with the establishment of BUMDes.