cover
Contact Name
Livana PH
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
globalhealthsciencegroup@gmail.com
Editorial Address
Marina Regency C21 Bandengan Kendal, Jawa Tengah, Indonesia 51312
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Peduli Masyarakat
ISSN : 27156524     EISSN : 27219747     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
JURNAL PEDULI MASYARAKAT merupakan jurnal pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh Global Health Science Group pada volume 1 nomor 1 November 2019 dengan p-ISSN 2715-6524 dan e-ISSN 2721-9747 Jurnal ini menerima manuskrip yang berfokus pada kegiatan yang ada di masyarakat baik dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kegiatan lain di masyarakat pada semua usia mulai infant hingga lansia. JURNAL PEDULI MASYARAKAT terbit 4 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JURNAL PEDULI MASYARAKAT telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles 1,007 Documents
Edukasi tentang Pemenuhan Nutrisi Balita Stunting pada Ibu Maolinda, Yunia; Wirakhmi, Ikit Netra; Andini, Amelia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4522

Abstract

Stunting adalah keadaan di mana balita mengalami pertumbuhan yang terjadi karena kekurangan nutrisi dalam waktu yang lama, yang menyebabkan pertumbuhan tinggi anak tidak sesuai dengan umur. Kecamatan Kutasari memiliki prevalensi stunting tertinggi di Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan prasurvey pada 18 November 2023, ditemukan 48 balita stunting di Desa Candinata. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan ibu mengenai pemenuhan nutrisi balita stunting melalui edukasi. Metode yang diterapkan adalah penyuluhan melalui ceramah, menggunakan media power point dan leaflet, serta dievaluasi melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Materi yang disampaikan meliputi gizi, nutrisi, stunting, penyebab, dampak, serta pencegahannya. Hasil pre-test menunjukkan dari 48 peserta, 8 orang memiliki pengetahuan baik, 16 cukup, dan 24 kurang, dengan nilai rata-rata 60,2 (kurang). Setelah edukasi, terjadi peningkatan, dengan 25 peserta memiliki pengetahuan baik, 22 cukup, dan 1 kurang, menghasilkan nilai rata-rata post-test 83 (baik). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu tentang nutrisi setelah edukasi. Diharapkan edukasi ini dapat dilaksanakan rutin di Posyandu untuk mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Upaya Peningkatan Kesehatan Lansia dengan Senam Prolanis Hartutik, Sri; Lestari, Danis Putri; Megawati, Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4529

Abstract

Senam prolanis merupakan salah satu bentuk olahraga. Senam prolanis meningkatkan daya tahan paru-paru dan jantung. Peningkatan aktifitas saat senam, akan meningkatkan metabolisme dan membakar lemak, serta mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan penyakit jantung. Pemerintah Indonesia melalui puskesmas melakukan penanganan hipertensi dengan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan aktifitas fisik. Program yang saat ini sedang dilaksanakan melalui puskesmas yaitu, Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan senam Prolanis (Program Pengelolahan Penyakit Kronis). Senam prolanis adalah bentuk latihan senam aerobik program dari pemerintah yang dijalankan oleh Badan Penyelengaraan Jaminan Sosial (BPJS). Kegiatan ini diikuti oleh 20 lansia yang dilakukan selama 4 minggu setiap hari sabtu pagi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan demonstrasi senam prolanis. Sebelum diberikan senam, peserta dilakukan pengukuran tekanan darah (pre test) dan setelah diberikan senam prolanis peserta dilakukan pengecekan tekanan darah (post test). Hasil Kegiatan setelah dilaksanakannya kegiatan senam prolanis, responden sudah mengerti tentang pengertian, tujuan, manfaat senam prolanis dan cara pelaksanaan senam prolanis. Kader kesehatan dapat mengaktifkan dan meneruskan program senam prolanis supaya terlaksana secara rutin setiap minggunya.
Program Teman Baik sebagai Upaya Promotif dan Preventif Kesehatan Mental Remaja Sulistiowati, Ni Made Dian; Astutik, Windu; Septiadi, Wayan Nata; Kumala, Wayan Ayu; Krisnayanti, Made Diah Apsari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4530

Abstract

Masalah kesehatan jiwa sudah menjadi masalah dunia yang tersebar pada usia 18 tahun keatas sehingga memerlukan deteksi sedini mungkin pada masa anak-anak dan remaja agar penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. SMP 12 Denpasar merupakan sekolah yang berada di Denpasar yang memiliki permasalahan kesehatan remaja namun upaya untuk mengatasi masalah mental belum banyak penanganan ataupun upaya pencegahan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja melalui kelompok KSPAN SMP 12 Denpasar agar memahami pentingnya kesehatan mental, dan faktor risiko yang memengaruhi kesehatan mental serta latihan mendengar aktif. Sebanyak 15 orang dari kelompok KSPAN mengikuti pelatihan teman baik dengan menggunakan metode diskusi kasus yang diberikan pada setiap pertemuan dan role play cara berespon yang tepat yang dilakukan antar peserta. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan sebesar 3.7 setelah dilakukan pelatihan. Peningkatan pemahaman remaja diharapkan dapat dibagikan kepada remaja lainnya dalam bentuk kegiatan terstruktur secara kontinu yang dapat dilakukan pada remaja SMP 12 Denpasar lainnya sehingga dukungan sebaya dapat terus diberikan guna menciptakan remaja SMP 12 yang memiliki sehat jiwa optimal.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Sectio Caesarea: Studi Kasus Putri, Afidha Kumala; Setiawan, Ikhwan Nur; Ermawanti, Elly Natalia; Setyowati, Elis; Sukesi, Niken
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.4553

Abstract

Persalinan melalui sayatan pada perut (laparotomi) atau rahim (histerotomi) dikenal sebagai sectio cesaria. Rasa nyeri akan dipicu oleh terganggunya kontinuitas jaringan dengan luka. Salah satu terapi pengalih perhatian nyeri yang dapat dilakukan sendiri oleh ibu adalah metode relaksasi genggam jari. Nyeri dapat menyebabkan berbagai komplikasi bagi ibu, termasuk masalah psikologis dan fisik. Populasi dalam studi ini ialah ibu post Sectio Cesaria hari sejumlah 4 pasien. Tujuan penelitian untuk melihat pengaruh pemberian teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri post Sectio Cesaria. Metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan yang dipakai. Pengambilan sampel dengan random sampling sebanyak 4 responden dengan kritria pasien post section cesaria yang mengalami nyeri ringan sampai berat pada skala 1-10 Numeric Rating Scale, seluruh responden diukur tingkat nyeri menggunakan NRS di hari pertama sebelum intervensi kemudian diberikan teknik relaksasi genggam jari selama 2 hari, pada hari terakhir setelah implementasi dievaluasi kembali tingkat nyeri menggunakan NRS. Hasil yang didapatkan yakni adanya penurunan intensitas nyeri pada keempat pasien dari sedang menjadi ringan setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari selama 2 hari.
Implementasi Kepoin Aja untuk Meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara Calon Pengantin Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat (Kepoin Aja Biar SMART)” Novitarum, Lilis; Sitepu, Aprilita Br.; Ginting, Arjuna; Saragih, Helinida; Sinabariba, Merlina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4563

Abstract

Indonesia memiliki angka kanker payudara pada urutan pertama dari seluruh jenis kanker di Indonesia sebesar 16,6% dan angka kematian mencapai 9,6%. Pemerintah telah memiliki program SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri), namun mampu menekan angka kanker payudara. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah edukasi calon pengantin tentang “Implementasi Kepoin Aja Untuk Meningkatkan Deteksi Dini Kanker Payudara Calon Pengantin Paroki Ratu Rosari Tanjung Selamat” yang disebut dengan Jargon ”Kepoin Aja Biar Smart”. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini melakukan sosialisasi website KEPOin aja yang berisi tentang pencegahan kanker payudara untuk meningkatkan kesadaran diri WUS untuk melakukan tindakan SADARI secara rutin. Edukasi berjalan lancar dengan langkah kegiatan, yaitu perijinan, persiapan alat dan sarana, melakukan edukasi, evaluasi hasil edukasi. Peserta yang hadir 22 pasang calon pengantin yang sedang kursus pra nikah di Gereja Santa Maria Ratu Rosari Paroki Tanjung Selamat. meminta kesediaan pasangan alon pengantin untuk dilakukan sosialisasi. Kemudian tim Abdimas melakukan sosialisasi dan di akhir kegiatan dilakukan evaluasi dilakukan kepada 8 peserta dengan menanyakan pemahaman tentang manfaat dan isi web Kepoin Aja dan dan sikap untuk melakukan deteksi dini kanker payudara. Peserta antusias dan mengikuti kegiatan sampai akhir. Evaluasi dilakukan dengan wawancara kepada 8 peserta bahwa mereka akan rutin melakukan SADARI untuk mencegah terkena kanker payudara dan mereka akan menyebarkan web Kepoin Aja supaya masyarakat dapat mengetahui skor risiko terkena kanker payudara.
Peningkatan Pengetahuan dan Motivasi tentang ASI Eksklusif pada Ibu Hamil dan Ibu Nifas Bekerja dengan Pendidikan Kesehatan Menggunakan E-Modul Hasanah, Zumroh; Puriastuti, Alifia Candra; Dewi, Nindi Kusuma
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.4565

Abstract

Menyusui adalah sebuah proses yang perlu dipersiapkan oleh seorang ibu dengan baik, sehingga ibu dapat memastikan anak mendapatkan nutrisi terbaik selama enam bulan pertama kehidupannya. Studi pendahuluan pada mitra tahun 2022 hingga Februari 2023 didapatkan 88% ibu nifas bekerja tidak memberikan ASI ekslusif dikarenakan ibu merasa ASI saja tidak cukup dan bayi masih rewel. Sasaran kegiatan yakni ibu hamil dan ibu nifas bekerja sejumlah 32 ibu. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui agar tetap dapat memberkan ASI secara eksklusif kepada bayi meskipun ibu bekerja. Metode pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pemberian pendidikan kesehatan disertai dengan demonstrasi, selain itu juga diberikan e-modul siap menyusui dan ASI eksklusif bagi ibu bekerja yang mudah diakses dan dapat dibaca oleh ibu dimana saja dan kapan saja. Hasil pengmas menunjukkan bahwa ada penurunan tingkat pengetahuan kurang menjadi 0%, peningkatan tingkat pengetahuan cukup baik dari 53% naik 72%, penurunan tingkat motivasi sangat tidak termotivasi menjadi 0% responden, dan peningkatan tingkat motivasi sangat termotivasi dari 31,3% naik 46,8%. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan motivasi pada ibu hamil dan ibu nifas bekerja untuk melaksanakan ASI Ekslusif.
Penguatan Kader Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting Hapsari, Agustina Retno; Baiquni, Fahmi; Putrianti, Berlina; Urrahman, Dhiya; Karuniawati, Benny
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4566

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tinggi, mencapai 30,8% menurut Riskesdas 2018. Salah satu solusi untuk mengatasi stunting adalah dengan memberdayakan remaja sebagai agen perubahan melalui program edukasi gizi, kesehatan reproduksi, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait stunting dan melatih mereka sebagai kader yang mampu menyebarkan informasi ke masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Padukuhan Tangisan, Sleman, pada Agustus hingga Oktober 2024. Sebanyak 15 remaja putri berusia 16-18 tahun dipilih sebagai kader, yang kemudian dilatih melalui empat tahapan: rekrutmen, pelatihan, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader remaja sebesar 40% terkait stunting, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi. Penyuluhan yang dilakukan oleh kader di lingkungan mereka berhasil menjangkau sekitar 20 orang dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting, dengan 85% peserta penyuluhan menyatakan peningkatan pengetahuan mereka. Kesimpulannya, program penguatan kader remaja ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran baik di kalangan remaja maupun masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting. Remaja terbukti mampu menjadi agen perubahan yang efektif dalam menyebarluaskan informasi gizi dan kesehatan. Namun, beberapa tantangan seperti keterbatasan waktu remaja dan infrastruktur penyuluhan perlu diperhatikan untuk pengembangan program di masa depan.
Deteksi Dini Stunting Menggunakan Aplikasi Tingsmart Berbasis Smart Phone Sarah, Maita; Ginting, Dameria Br; Novita, Nanda; Ginting, Kalvin; Buulolo, Donisman
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4567

Abstract

Stunting merupakan masalah Nasional, stunting tidak hanya berbicara masalah tinggi badan dan berat badan tetapi juga menitik beratkan pada kesehatan mental, lebih mudah terpapar penyakit kronis dan kemampuan belajar yang rendah. Kontributor utama penyebab stunting adalah asupan makanan yang kurang bergizi, latar belakang kesehatan ibu sebelum dan selama hamil, akses mendapatkan bahan makanan, kurangnya pengetahuan ibu. Stunting di perkirakan memiliki prevalensi di seluruh dunia sebesar 22% diantaranya anak-anak berusia dibawah 5 tahun tetap menjadi kontributor utama. Adapun inovasi yang di terapkan berupa teknologi informasi, digunakan sebagai alat mandiri dalam mendeteksi dini stunting dan memantau status gizi anak. Penggunaan smartphone pada era digital di perkirakan akan lebih efisien secara online seperti aplikasi Tingsmart. Aplikasi “Tingsmart” memiliki desain yang sederhana, pada menu utama terdapat menu Data Anak, Data Orang Tua, Data Pendukung dan Periksa Status Stunting Anak. Materi pada aplikasi ini berupa informasi mengenai stunting, penyebab, penanganan, dan yang berkaitan dengan kejadian stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung di Puskesmas Tiganderket pada tanggal 03-05 September 2024. hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan bahwa 100% responden sangat setuju menggunakan aplikasi smartpone stunting deteksi dini untuk menjawab masalah kesehatan. Pihak puskesmas menyambut baik kegiatan pengabdian masyarakat ini agar berjalan terus dan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Capacity Building Santri Husada sebagai Peer Educator “Cegah Stunting Sedari Dini” Menggunakan Peraga Flip Chart dan Food Model Di Surabaya Hasanah, Zumroh; Merawati, Desiana; Puriastuti, Alifia Candra; Amelia, Dessy; Zariroh, Zirroh Alin
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4568

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan internasional yang harus ditangani segera. Data SSGI tahun 2022 di Jawa Timur prevalensi stunting yakni 19,2%. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, angka ini masih jauh dari target yang ditetapkan yaitu 14% pada 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan dan penanganan stunting memerlukan intervensi yang lebih efektif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk remaja yang berada di lingkungan pesantren. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri husada tentang pentingnya pencegahan stunting sejak remaja serta membangun kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi tersebut kepada teman sebaya menggunakan model peraga edukatif flip chart dan food model melalui kegiatan pendidikan kesehatan disertai demonstrasi dan roleplay kegiatan peer educator pada 37 santri husada Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya. Evaluasi program dilakukan melalui tiga tahap: evaluasi proses, output, dan outcome untuk mengukur keberhasilan dan dampak program secara menyeluruh. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai rata-rata yang menunjukkan bahwa edukasi dengan pendekatan visual dan interaktif mampu meningkatkan daya serap peserta. Dengan capaian ini, diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam meningkatkan literasi pencegahan stunting santri maupun dalam menurunkan risiko stunting di komunitas sasaran.
Putus Rantai Stunting Sejak Remaja PH, Livana; Santoso, Dona Yanuar Agus; Kuncoro, Amin; Putri, Dian Utama Pratiwi; Sriyanah, Nour; Mulyani, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4571

Abstract

Stunting dengan kurang gizi merupakan sebuah dua masalah yang saling berkaitan dimana stunting yang dialami merupakan dampak dari malnutrisi atau kurang gizi yang menimbulkan gangguan perkembangan fisik pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan pengetahuan terkait dengan upaya pencegahan yang dapat dilakuka oleh masyarakat mencegah stunting sejak dini. Metode yang diguankan dalam penelitian ini berupa edukasi melalui seminar yang dilaksanakan secara online lewat media zoom untuk upaya mencegah stunting sejak dini. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini pengetahuan masyarakat terkait dengan pencegahan stunting ada dilihat dari antusias saat mereka bertanya, berdiskusi bersama dan mendengarkan serta menyimak kegiatan ini sampai dengan akhir acara.

Page 78 of 101 | Total Record : 1007


Filter by Year

2019 2025