cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Phone
+6281944867967
Journal Mail Official
lumbungfarmasiummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Framasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Mataram Jl. K.H Akhmad Dahlan No.1 Pagesangan
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Farmasi : Jurnal Ilmu Kefarmasian
ISSN : 27155943     EISSN : 27155277     DOI : 10.31764
Core Subject : Health,
Penelitian Di Bidang Farmasi (Farmasi Bahan Alam, Farmasi Klinis & Komunitas, Farmasi Tekonologi, Kimia Farmasi, dan Biofarmasetika)
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2026): Januari" : 21 Documents clear
Potensi Farmakologi Tanaman Kratom (Mitragyna speciosa Korth.): Review Suryanti, Wulan Maulani; Purwaniati, Purwaniati; Sutrisno, Entris
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.34965

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki keragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman kratom (Mitragyna speciosa Korth.) yang dikenal memiliki aktivitas farmakologis potensial. Studi ini bertujuan untuk meninjau aktivitas farmakologis kratom melalui kajian literatur deskriptif dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mencari artikel-artikel yang memuat informasi tentang aktivitas farmakologi kratom. Hasil kajian menunjukkan bahwa kratom memiliki beragam aktivitas farmakologis, antara lain antinosiseptif, antikanker, antimikroba, antidiabetes (penghambatan α-glukosidase), analgesik, ansiolitik, antiinflamasi, dan antidepresan. Senyawa utama dalam kratom, seperti mitraginin dan 7-hidroksimitraginin, memiliki peran penting dalam aktivitas terapeutiknya. Namun, meskipun demikian, bukti ilmiah yang ada masih terbatas, terutama dalam hal evaluasi preklinis dan klinis yang terstandarisasi. Penggunaan kratom juga masih menimbulkan kekhawatiran terkait potensi ketergantungan dan efek psikoaktif yang berisiko. Kesimpulannya, kratom memiliki potensi besar sebagai terapi alternatif, namun penggunaan kratom harus disertai dengan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang, dosis yang optimal, dan regulasi yang tepat.
Potensi Sinergis Emulgent Topikal Purifikasi Ekstrak Daun Sidr (Ziziphus spina-christi L.) dan Kemiri Bakar (Aleurites moluccanus L.) sebagai Terapi Alopecia Elfasyari, Trie Yuni; Trisna, Mevy; Zulfisa, Zulfisa; Agustiani, Sophia; Setia, Firda Tri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37120

Abstract

Alopecia merupakan gangguan pertumbuhan rambut yang berkaitan dengan stres oksidatif dan inflamasi kronis pada folikel rambut. Terapi konvensional seperti minoxidil dan finasterid memiliki keterbatasan efektivitas serta potensi efek samping, sehingga diperlukan alternatif berbasis bahan alam yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas biologis dan mutu fisik emulgent topikal yang mengandung purifikasi ekstrak daun sidr (Ziziphus spina-christi L.) dan biji kemiri bakar (Aleurites moluccanus L.) sebagai kandidat fitoterapeutik penumbuh rambut. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode ultrasound-assisted extraction dan sokhletasi, dilanjutkan pemurnian berbasis air. Analisis HPLC menunjukkan kandungan utama berupa rutin (245 mg/L), quercetin (6,8 mg/L), dan asam galat (47 mg/L) pada ekstrak sidr, serta quercetin (27 mg/L) pada ekstrak kemiri bakar. Evaluasi fisik sediaan menunjukkan pH fisiologis (5,0–6,7), daya sebar optimal, viskositas stabil, serta stabilitas baik pada uji freeze–thaw. Uji in vivo selama 21 hari menunjukkan bahwa formula kombinasi secara signifikan meningkatkan pertumbuhan rambut dibandingkan basis dan minoxidil 2% (ANOVA, F = 9,28; p = 0,0003). Efek ini berkaitan dengan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi flavonoid yang mendukung perpanjangan fase anagen.
Pengaruh E-book DAGUSIBU Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Obat Pada Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Viana, Putu Wulan Octa; Suryaningsih, Ni Putu Aryati; Reganata, Gde Paguna; Widowati, I Gusti Ayu Rai
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35374

Abstract

Inappropriate use of medicines, whether prescribed by physicians or used for self-medication, poses a risk of medication errors and threatens patient safety. One of the contributing factors is the low level of public literacy in proper drug management based on the DAGUSIBU principles (Obtain, Use, Store, and Dispose). This study aimed to determine the effect of the DAGUSIBU e-book on improving knowledge and self-medication behavior among members of the PKK in Banjar Sigaran, Desa Sedang. This research employed a pre-experimental method with a one-group pretest–posttest design involving 50 respondents selected using a consecutive sampling technique. The research instruments consisted of knowledge and behavior questionnaires based on the DAGUSIBU concept and the Theory of Planned Behavior (TPB). The majority of respondents were aged 36–45 years (40%), had a secondary level of education (58%), were housewives, and had an income below the regional minimum wage (44%). The Wilcoxon test was applied because the data were ordinal and not normally distributed. The results indicated an improvement in the knowledge category from poor (62%) to moderate (62%) and a change in behavior from negative (52%) to positive (60%) after the intervention. A significant effect was found between the use of the e-book and the levels of knowledge and self-medication behavior (p-value < 0.001). In conclusion, the DAGUSIBU e-book as a digital educational medium is proven to have a significant effect in supporting the improvement of drug management literacy at the household level.
Eksplorasi Potensi Antibakteri Senyawa Xanton Dalam Garcinia mangostana L. : Review Khoirunnisa, Intan; Rachmawati, Winasih; Susilawati, Elis
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.36090

Abstract

Xanthone compounds are a group of secondary metabolites commonly found in Garcinia mangostana plants. Several studies have shown that the content of these compounds in mangosteen plants exhibits antibacterial activity against both Gram-positive and Gram-negative bacteria. This review aims to summarize various findings related to the antibacterial activity of mangosteen, both in extract form and pure xanthone compounds, as well as their mechanisms. A comprehensive literature search was conducted through PubMed, Mendeley, and Google Scholar databases using relevant keywords. Articles that met the inclusion criteria were reviewed to identify findings related to mangosteen's antibacterial activity. The results showed that several mangosteen extracts with different solvents, such as ethanol, methanol, and n-hexane, exhibited different metabolite profiles and activities against Gram-positive and Gram-negative bacteria, including Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Pseudomonas aeruginosa. Among the various xanthone compounds, α-mangostin is the most extensively studied and has shown potential antibacterial activity, although other xanthone metabolites may exhibit similar activity. The antibacterial mechanisms of this compound include membrane damage, increased permeability, and inhibition of biochemical pathways for growth. In conclusion, xanthone compounds have great potential as natural antibacterial candidates, but the exploration of specific metabolites is still limited to α-mangostin, highlighting the need for further exploration of xanthone metabolites and their relationship with antibacterial activity.
Inhibitor HMG-CoA Reductase dan Cholesterol-7 Alpha-Hydroxylase dari Senyawa Aktif Genus Alphitonia : Studi In Silico Ramadhan, Hafiz; Pambudi, Didik Rio; Yulida, Jamiatul Annisa; Dharmayati, Evy
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35206

Abstract

Kolesterol merupakan gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan adanya peningkatan fraksi lipid dalam plasma karena aktivitas enzim 3-hydroxy-3-methylglutaryl coenzyme A (HMG-CoA) reductase dan Cholesterol-7 alpha-hydroxylase (CYP7A1). Alternatif pengobatan antikolesterol dengan memanfaatkan senyawa metabolit sekunder dari genus Alphitonia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi dan interaksi dari senyawa genus Alphitonia sebagai kandidat inhibitor HMG-CoA reductase dan cholesterol-7 alpha-hydroxylase dibandingkan dengan native ligand dan obat antikolesterol sebagai perbandingan secara in silico. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental eksploratif dengan uji in silico 30 senyawa marker dari genus Alphitonia terhadap  protein terget 1HW9 dan 3SN5 menggunakan aplikasi molecular docking PLANTs. Senyawa yang memiliki potensi sebagai antikolesterol karena memiliki skor docking lebih rendah dari native ligand dan obat pembanding (simvastatin dan atorvastatin) terhadap protein target 1HW9 yaitu senyawa 3-O-[β-D-Glucopyranosyl-(1→2)]-α-L-rhamnopyranosyl-quercetin  dan 6’-Heptadecanoyl-3-O-β-D- glucopyranosylsitosterol. Sedangkan terhadap protein target 3SN5 yaitu senyawa Isorhamnetin 3-O-rutinoside, Rutin, Kaempferol- 3-rutinoside, 6’-Heptadecanoyl-3-O-β-D- glucopyranosylsitosterol dan Quercetin 3-O-α-L-arabinopyranasyl(1→2)-α-L-rhamnopyranoside. Senyawa native ligand dan senyawa potensial Isorhamnetin 3-O-rutinoside dan 6’-Heptadecanoyl-3-O-β-D- glucopyranosylsitosterol memiliki residu asam amino yang hampir sama dengan native ligand. Kesimpulan dari penelitian ini kandidat terbaik yang memiliki potensi sebagai antikolesterol adalah senyawa  6’-Heptadecanoyl-3-O-β-D- glucopyranosylsitosterol
Studi Kopigmentasi Antosianin Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) Dengan Polifenol Kacang Kedelai (Glycine max L.) Shary, Aprilya Kumala; Kintoko, Kintoko; Widyaningsih, Wahyu; Susanti, Hari; Pranata, Meki; Gustinanda, Rizky
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.37235

Abstract

Antosianin merupakan pigmen alami yang berperan penting sebagai antioksidan namun stabilitasnya relatif rendah terhadap faktor lingkungan seperti cahaya, pH dan suhu. Upaya untuk meningkatkan stabilitas antosianin dapat dilakukan melalui mekanisme kopigmentasi dengan senyawa polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kopigmentasi antara antosianin beras hitam (Oryza sativa L. indica) dengan polifenol yang diperoleh dari rebusan kacang kedelai (Glycine max L.) terhadap kestabilan warna dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut asam sitrat, sedangkan polifenol kacang kedelai diperoleh melalui ekstraksi maserasi dari rebusan kacang kedelai yang diperkaya senyawa fenolik. Kopigmentasi dilakukan dengan variasi rasio perbandingan 1:1, 1:2 dan 1:3, kemudian dianalisis melalui spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan pergeseran λmaks, intensitas warna, serta kestabilan pigmen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan polifenol kacang kedelai mampu meningkatkan intensitas warna pada antosianin beras hitam. Selain itu, aktivitas antioksidan menunjukkan peningkatan dibandingkan antosianin tunggal, menandakan adanya sinergi antara kedua senyawa bioaktif. Dengan demikian, kopigmentasi antosianin beras hitam dengan polifenol kacang kedelai berpotensi meningkatkan kestabilan pigmen alami, dengan rasio 1:1 menunjukkan keseimbangan terbaik antara stabilitas warna dan aktivitas antioksidan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Penggunaan Kosmetik Pemutih Kulit Berlabel Halal di Kalangan Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta Hidayati, Listiana; Faizah, Nurul; Setyaningrum, Eka Wahyu
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35395

Abstract

Produk kosmetik menjadi salah satu kebutuhan primer oleh masyarakat, khususnya remaja. Banyak remaja yang menginginkan kulit putih secara cepat untuk menunjang penampilan. Oleh karena itu, perlu diimbangi adanya pengetahuan dasar terkait penggunaan produk kosmetik yang aman dan berlabel halal agar terjamin keamanannya tanpa menimbulkan dampak yang tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, penggunaan, dan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal di kalangan mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling yang melibatkan sebanyak 400 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Spearman Rank. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (80%), cukup (18,8%), dan kurang (1,3%), sedangkan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal pada kategori baik (91,3%), cukup (8,3%), kurang (0,5%). Uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,462 dengan kategori sedang dan arah korelasi positif sehingga terdapat hubungan signifikan yang searah antara tingkat pengetahuan dan penggunaan kosmetik pemutih kulit berlabel halal di kalangan mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta.
Analisis Drug Related Problem (DRPs) Pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Bandar Lampung Meiliana, Made Laksmi; Masykuro, Nihayatul; Ulandari, Syaripah; Puspita, Okta; Ardhianto, Denny
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.36553

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi ketidakmampuan jantung untuk mempertahankan curah jantung yang cukup guna memenuhi kebutuhan oksigen dan metabolik jaringan meskipun aliran balik vena memadai. Drug Related Problems (DRPs) adalah kejadian atau keadaan yang melibatkan terapi obat yang dapat berpotensi mengganggu hasil kesehatan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kejadian DRPs pada pasien CHF dan mengidentifikasi persentase tertinggi kejadian DRPs pada pasien CHF di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Kota Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yaitu data diperoleh dari bulan Januari-Desember 2024. Lima puluh satu sampel dari penelitian ini diambil menggunakan purposive sampling. Pasien CHF pada penlitian ini sejumlah 51 pasien dengan 38 (74,51%) laki-laki dan 13 (25,49%) pasien perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian DRPs pada pasien CHF cukup tinggi, yaitu sebesar 87,93%. Jenis kejadian dengan persentase tertinggi terdapat pada kategori pemilihan obat, sebanyak 165 kejadian (59,36%). Pada kategori efektivitas pengobatan ditemukan 54 (19,43%) kejadian, keamanan terapi 51 (18,35%), pemilihan obat 165 (59,36%), dan pemilihan dosis 8 (2,88%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat subkategori dengan presentase tertinggi penggunaan obat yang tidak sesuai dengan pedoman atau formularium dengan jumlah 50 (17,99%) kejadian.
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Terapi Obat Antidiabetes Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di RSD Gunung Jati Cirebon Lestari, Trisna; Kunaedi, Aan; Nafiyah, Salma Putri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35294

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 di Jawa Barat mengalami peningkatan dari 20%  tahun 2020 menjadi 26,3% tahun 2022, dengan jumlah pasien di RSD Gunung Jati Cirebon mencapai 7.398 pasien. Biaya pengobatan menimbulkan beban signifikan bagi rumah sakit maupun pasien. Analisis efektivitas biaya diperlukan untuk menentukan terapi obat yang paling optimal dari segi manfaat dan pengeluaran. Penelitian bertujuan mengetahui rata-rata biaya terapi obat dan perbandingan efektivitas biaya terapi  antidiabetes oral, kombinasi dan insulin pada pasien DMT2, serta persentase efektivitas biaya obat antidiabetes tipe 2 di RSD Gunung Jati Cirebon. Penelitian ini bersifat observasional dengan metode retrospektif cross-sectional menggunakan data rekam medik, Sampel sebanyak 86 pasien dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Analisis efektivitas biaya dilakukan menggunakan parameter ACER dan ICER. Hasil menunjukan paling cost-effective pada Obat Diabetes Oral (ODO) metformin 500mg, glimiperide 2mg, acarbose 100mg sebesar Rp.1.822.898., kombinasi gliquidone 30mg, acarbose 100mg, sansulin rapid inj 100iu/ml sebasar Rp.2.930.568., insulin novopen needle 32G 4mm, sansuln rapid inj 100iu/ml, Levemir flexpen 100iu/ml sebesar Rp. 4.404.767. Biaya rata-rata tertinggi dan terendah pada ODO sebesar (Rp.6.775.537-Rp.1.822.898), kombinasi (Rp.7.332.286.-Rp.2.930.568), dan insulin (Rp.9.700.568.-Rp.4.404.767). Presentase efektivitas ODO 9,3%, efektivitas 75% acarbose dan gliquidone, kombinasi 15,1%, efektivitas 61% gliquidone, novorapid dan novopen, dan insulin 17,4%, efektivitas 60% novorapid dan novopen. Kesimpulan penelitian ini bahwa obat yang paling cost-effective pada ODO (metformin 500mg, glimiperide 2mg dan acarbose 100mg sebesar Rp. 1.822.898.,), kombiasi (gliquidone 30mg, acarbose 100mg dan sansulin rapid inj 100IU/ml sebesar Rp. 2.930.568.,) dan insulin (novopen needle 32G 4mm, sansulin rapid inj 100ui/ml dan levemir flexpen 100IU/ml sebesar Rp. 4.404.767).
Pengembangan Formula Sediaan Patch Ekstrak Propolis Tetragonula sp. Menggunakan Metode Simplex Lattice Design Maulira, Dinda Ayu; Pratiwi, Eskarani Tri; Hajrin, Wahida; Ridwan, Sucilawaty
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.35926

Abstract

Propolis mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antiinflamasi pada konsentrasi 5%. Flavonoid memiliki permeabilitas rendah pada kulit, sehingga diformulasikan dalam bentuk patch. Pembuatan patch memerlukan HPMC dan PVP sebagai polimer untuk menjaga kualitas fisik patch. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi konsentrasi polimer pada patch dengan kandungan ekstrak propolis. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi propolis menggunakan etanol 70% dengan metode maserasi dan dilanjutkan dengan uji kualitatif flavonoid. Untuk proses optimasi, digunakan metode simplex lattice design (SLD) dengan variabel yang dioptimalkan yaitu konsentrasi HPMC dan PVP. Parameter respon yang dievaluasi yaitu sifat fisik meliputi pH, ketebalan, ketahanan lipat, dan daya serap kelembapan. Formula optimum  dievaluasi sifat fisik seperti sebelumnya dengan tambahan uji organoleptis dan keseragaman bobot. Kemudian, formula optimum diverifikasi menggunakan analisis statistik one sample t-test pada perangkat lunak SPSS versi 25 dengan nilai P > 0,05. Hasil penelitian didapatkan rendemen ekstrak sebesar 43,54% dan positif mengandung flavonoid. Berdasarkan metode SLD diperoleh formula optimum dengan konsentrasi HPMC 6% dan PVP 1%. Patch formula optimum memiliki tekstur yang halus, berwarna jernih kekuningan, dan beraroma khas propolis. Verifikasi formula optimum menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna antara respon percobaan dan respon prediksi dengan nilai pH 4,92±0,015; ketebalan 0,218±0,003 mm; ketahanan lipat 343±2,00 dan daya serap kelembapan 5,26±0,047%. Formula patch optimum yang mengandung HPMC 6% dan PVP 1% menghasilkan karakteristik fisik yang baik dan hasil verifikasi yang menunjukkan kesesuaian antara respon prediksi dan hasil percobaan.

Page 1 of 3 | Total Record : 21