cover
Contact Name
Nurul Khairani
Contact Email
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Phone
+6282175066648
Journal Mail Official
jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikes Tri Mandiri Sakti Mail : Jalan Raya Hibrida No. 3, Sido Mulyo, Gading Cempaka, Sido Mulyo, Bengkulu, Kota Bengkulu, Bengkulu 38229 Telp :(0736) 25091 Fax (0736) 23703 email: jsk@stikestrimandirisakti.ac.id
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sains Kesehatan
ISSN : 27236757     EISSN : 18298842     DOI : https://doi.org/10.37638/jsk.27.1.1-7
Core Subject : Health,
Jurnal Sains Kesehatan di terbitkan oleh STIKES TRI MANDIRI SAKTI. Terbitan Jurnal Sains Kesehatan Tiga (3) dalam setahun. Jurnal Sains Kesehatan merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan dan Farmasi.
Articles 223 Documents
Konsep Analisis Home-Based Palliative Care di Kawasan Asia Tenggara: Scoping Review Sutrisna, Marlin; Utama, Tuti Anggriani; Hasymi, Yusran; Husni, Husni; Novitasari, Lia; Asmariyah, Asmariyah; Auranissa, Dhea
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.197-207

Abstract

Layanan paliatif merupakan pendekatan holistik dalam peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga. Pemahaman yang baik dari tenaga kesehatan sangat penting dalam implementasi layanan paliatif pada pasien yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah. Meskipun layanan paliatif berdampak positif bagi kualitas hidup pasien, namun situasi saat ini layanan paliatif belum dapat dirasakan oleh pasien yang membutuhkan layanan paliatif. Akibatnya sebagian besar pasien menjalani hidup tanpa layanan paliatif dirumah.. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan konsep analysis perawatan paliatif dirumah. Tinjauan Pustaka, menetapkan peneliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu, artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada basis data terpilih dalam rentang waktu publikasi 2015 hingga 2024, dapat diakses secara penuh, dengan populasi target adalah pasien Palliative Care. Kriteria eksklusinya adalah artikel ilmiah dalam bentuk buku, hasil seminar, tesis, maupun abstrak konferensi. Pencarian artikel dilakukan pada Januari 2024 menggunakan enam basis data elektronik yaitu BioMed Central, Clinical Key, EBSCOhost, Google Scholar, PubMed, dan Sage Journals dengan memasukkan kata kunci (Palliative Patient OR Outpatient) AND (Home-Based AND Palliative Care OR Palliative Treatment OR Palliative Therapy OR Hospice Care) AND (Concept OR Concept Analysis) AND (Nursing) AND (Asia OR Asian). Hasil penelusuran pada basis data tahun 2015-2024, didapatkan sebanyak sebanyak 3.215 artikel dan hasil akhir skrining isi didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian.  Selain itu peneliti mendeskripsikan anteseden, atribut, konsekuensi dalam layanan perawatan paliatif dirumah. Konsep Home-Based Palliative Care (HBPC) dikaitkan dengan kriteria pasien yang menerima pelayanan, tim pemberi pelayanan, dan layanan-layanan yang diberikan.Kata Kunci: Asia, analisis konseptual, perawatan di rumah, perawatan paliatif  
Progressive Muscle Relaxation (PMR) dan Range Of Motion (ROM) untuk Meningkatkan Nilai Lower Extremity Functional Scale (LEFS) pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah di RSUD Jombang Prawito, Prawito; Nur A, Aditiya; Zihni Z, Eliza
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.153-161

Abstract

Pasien post operasi fraktur sering kali mengalami ketakutan akan bergerak. Hal ini mengakibatkan penurunan kondisi dan penurunan fungsi. Fase rehabilitasi pada fraktur ekstremitas bawah harus diikuti dengan proggram latihan yang efektif agar pasien dapat kembali pulih seperti sediakala. Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh penerapan teknik Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap peningkatan nilai Lower Extremity Functional Scale  (LEFS) pada penderita fraktur ekstremitas bawah paska operasi di Poli bedah RSUD Jombang. Design penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di Poli Bedah ortopedi RSUD Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita fraktur ekstremitas bawah paska operasi yang melakukan pengobatan di Poli Ortopedi RSUD Jombang yaitu 46 Pasien (laki-laki 23 dan Perempuan 11 orang) di bulan Juli 2024. Teknik sampling yang digunakan adalah Consecutive sampling sesuai dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Jumlah sampel penelitian sejumlah 34 Pasien. Respondent dilakukan pengukuran LEFS Pretest. Intervensi penelitian yaitu terapi menggunakan terapi relaksasi otot progresive dan ROM pada pertemuan yang berbeda. Peningkatan nilai LEFS akan diamati diawal dan akhir penelitian. Hasil pengukuran LEFS kategori rendah sebanyak 47% sebelum dan menjadi 26% Setelah Intervensi penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test dengan nilai p=0,002. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh penerapan teknik progresive musclce relaxation (PMR) terhadap peningkatan LEFS. Penerapan teknik otot progressive dan ROM dapat meningkatkan skala fungsional ekstremitas bawah yang menunjukkan semakin mandiri pasien beraktifitas.Penderita fraktur ekstremitas harus terhindar dari kinesphobia (takut Bergerak) kondisi rileks dan siap melakukan Latihan menjadi kunci keberhasilan fase rehabilitasi.  Kata Kunci: ekstremitas bawah., latihan rentang gerak, relaksasi otot progresive, skala fungsional
Pengaruh Distraksi Musik pada Orang dengan Halusinasi: Literature Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.208-217

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensorik yang terjadi tanpa adanya stimulus nyata dari kelima indra, sering kali membuat penderitanya sulit membedakan antara realitas dan halusinasi. Jika tidak ditangani, halusinasi dapat berdampak buruk pada kualitas hidup individu. Selain terapi farmakologi, terapi non-farmakologi seperti terapi musik telah digunakan untuk membantu mengontrol halusinasi. Terapi musik diketahui dapat merangsang kinerja otak dan mengalihkan perhatian dari stimulus halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik dalam mengurangi gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik, Tinjauan literatur dilakukan dengan pendekatan sistematik menggunakan kriteria inklusi berdasarkan format PICO. Artikel dicari melalui database Google Scholar, PubMed, dan EBSCO, dengan tahun terbit 2013-2023 dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jenis musik yang digunakan dalam intervensi meliputi musik relaksasi dan instrumental tanpa lirik. Dari enam artikel yang dianalisis, hasil menunjukkan bahwa terapi musik dengan intervensi berkelanjutan secara signifikan efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi auditorik. Musik bekerja dengan mengalihkan perhatian pasien dari stimulus halusinasi serta merangsang area otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi. Terapi musik memiliki potensi sebagai intervensi tambahan non-farmakologi untuk mengontrol gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi efektivitas terapi ini pada populasi yang lebih beragam dan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja yang lebih rinci.Kata Kunci: distraksi, musik, halusinasi
Analisis Gambaran Kejadian Masalah Mental Emosional Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-Kanak (TK): Studi Deskriptif Anggeriyane, Esme; Baiti, Noor; Azmi, Akhmad Najiba; Lestari, Suci
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.162-173

Abstract

Masa prasekolah anak merupakan periode kritis, jendela kesempatan dan keemasan sehingga optimalisasi tumbuh kembang anak dipersiapkan sejak dini menuju Indonesia Emas 2045. Namun, masalah mental emosional pada anak prasekolah sering dimaklumi bahkan tidak disadari oleh orangtua dengan asumsi yang tidak berdasar. Prevalensi masalah mental emosional khusus pada anak prasekolah secara spesifik tidak terdokumentasi sehingga upaya peningkatan stimulasi orangtua cenderung belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian masalah mental emosional anak prasekolah di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 8.981 orang tua siswa dari 308 Taman Kanak-Kanak (TK). Sampel berjumlah 852 orang tua siswa dengan time interval sampling dengan mempertimbangkan  data sekolah di Kota Banjarmasin. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) sebanyak 14 pertanyaan dari Kementerian Kesehatan Republik  Indonesia  tahun 2022. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 503 siswa (60%) dengan kemungkinan mengalami masalah mental emosional. Pentingnya peran berbagai pihak dalam mendukung upaya skrining dini dapat meningkatkan optimalisasi perkembangan anak dari masa ke masa. Kata kunci: anak, mental emosional, prasekolah 
Comparison Of Alanine Aminotransferase (Alt) Examination Using Serum And Edta Plasma Samples Nurdianty Anwar, Eka; Eka Tresnaningrum, Meilinia; Parwito, Parwito; Arifin, Ismail
Jurnal Sains Kesehatan Vol 30, No 3 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.30.3.158-161

Abstract

Alanine aminotransferase ( ALT ) is an enzyme made in liver cells. ALT is mainly found in the liver and is also found in small amounts in the heart and skeletal muscles. Serum and plasma EDTA can be used in the alanine aminotransferase (ALT) assay. The purpose of this study was to compare ALT examination using EDTA serum and plasma samples. This research was carried out in the Clinical Chemistry laboratory of the Harapan Bangsa Health Analyst Academy. This study using primary data capture technique sample Quota Sampling. The samples used were venous blood samples from 33 students of the Harapan Bangsa Health Analyst Academy. The type of research used in this research is observational. The data obtained were processed and tested with the t statistic test ( Paired Sample t-Test ) so that it can be concluded: " there is no significant difference " between ALT examination using serum and plasma EDTA samples, where t count 1.978 t table 2.036.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Obesitas pada Pekerja di Perusahaan Minyak dan Gas X Haditya, Rizky; Waren, Annes
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.243-252

Abstract

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), prevalensi obesitas di seluruh dunia terus meningkat, yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang. Pekerja di sektor minyak dan gas umumnya memiliki jam kerja panjang, stres, kebiasaan makan yang tidak sehat, yang berisiko menyebabkan obesitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada pekerja di perusahaan minyak dan gas X, salah satu Badan Usaha Milik Negara, penghasil minyak terbesar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan sampel sebanyak 2.693. Hasil penelitian data sekunder dari medical check-up pekerja menunjukkan hampir sebagian pekerja mengalami kejadian obesitas (48,30%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan software SPSS 26 menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas antara lain jenis pekerjaan, yaitu pekerjaan sedentary berpeluang mengalami kejadian obesitas lebih tinggi dibandingkan  pekerja non-sedentary (PR 1.194), pekerja  dengan  jenis kelamin perempuan  cenderung  berpeluang mengalami  kejadian  obesitas lebih tinggi (PR 1.241), usia muda 45 tahun berpeluan glebih rendah mengalami kejadian obesitas dibandingkan usia ≥ 45 tahun (PR 0.818), pekerja dengan kebiasaan aktifitas fisik ringan berpeluang mengalami kejadian obesitas lebih tinggi dibandingkan pekerja dengan kebiasaan aktifitas fisik sedang-berat (PR 1.125).  Faktor-faktor seperti jenis pekerjaan ringan, kurangnya aktivitas fisik diduga memiliki pengaruh besar terhadap prevalensi obesitas. Perusahaan dapat menerapkan standing meetings, optimasi jadwal kerja, serta program kesehatan mental. Pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi pemantauan kesehatan, juga dapat meningkatkan keterlibatan pekerja dalam gaya hidup sehat.Kata Kunci: aktivitas fisik, obesitas, pekerja, perusahaan minyak dan gas 
Efektivitas Booklet dan E-Booklet Pemantauan Kehamilan pada Masa Pandemi Covid-19 untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Ibu Hamil Nugraheni, Diah Eka
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.236-242

Abstract

Pandemi COVID-19 telah melanda lebih dari 200 negara di seluruh dunia dan mengakibatkan beberapa hambatan  dalam pelaksanaan pelayanan Kesehatan, sehingga membutuhkan innovasi dalam pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas booklet dan E-booklet pemantauan kehamilan pada masa pandemi  terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu hamil  pada ibu hamil di Kota Bengkulu.  Desain penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan two group comparation. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di wilayah kerja praktik mandiri bidan (PMB) Kota Bengkulu. Besar sampel untuk masing-masing kelompok adalah 30 orang.Uji Statitik menggunakan uji t independent. Hasil penelitian didapatkan bahwa  ada perbedaan antara kelompok E-booklet  dan booklet terhadap  pengetahuan, dan tidak ada perbedaan pada sikap dan keterampilan. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas,  meningkatkan edukasi kesehatan pada ibu hamil  dalam bentuk e-book agar lebih mudah untuk diakses dan dimanfaatkan oleh ibu hamil dimana saja.Kata Kunci: booklet, e-booklet, keterampilan, pengetahuan, sikap
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Penerimaan Vaksin COVID-19 Feronika, Windu; Khairani, Nurul; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Sulistiya Ningsih, Dwi Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.253-262

Abstract

Vaksinasi merupakan cara yang aman, sederhana, dan efektif untuk melindungi seorang melawan COVID-19. Cakupan vaksinasi COVID-19 pada tahun 2021 di Desa Sekunyit mencapai 41,7 % untuk dosis ke-1, 32,1% untuk dosis ke-2, dan 27,2% masyarakat belum menerima vaksin COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat dengan penerimaan vaksin COVID-19 di Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur.. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat usia dewasa yang menjadi sasaran penerimaan vaksin COVID-19 di Desa Sekunyit Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur yang berjumlah 426 orang. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 81 orang. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden, kuesioner dan kartu vaksin COVID-19. Data sekunder diperoleh dari catatan cakupan vaksinasi dari kepala Desa Sekunyit, laporan Dinas Kesehatan, SATGAS COVID-19, Kemenkes RI, dan WHO. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square (χ²) melalui program SPSS. Hasil penelitian didapatkan 33 orang (40,7%) berpengetahuan kurang,  36 orang (44,4%) memiliki sikap unfavourable, dan 26 orang (32,1%) belum menerima vaksin COVID-19. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan penerimaan vaksin COVID-19 dengan kategori sedang dan tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap masyarakat dengan penerimaan vaksin COVID-19. Hasil penelitian ini diharapkan adanya kerjasama perangkat desa dengan pihak Puskesmas atau Dinas Kesehatan Kabupaten Kaur untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya penerimaan vaksin COVID-19 agar cakupan penerimaan vaksin COVID-19 di Desa Sekunyit dapat meningkat.Kata Kunci: pengetahuan, sikap, penerimaan vaksin COVID-19
Hubungan Peran Teman Sebaya dan Persepsi Mahasiswa dengan Safety Riding pada Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Aprianti, Rina; Wulan, Susilo; Sanisahhuri, Sanisahhuri; Sulistiya Ningsih, Dwi Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.263-271

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, terutama di kalangan usia produktif. Provinsi Bengkulu mencatat tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi, dengan mahasiswa sebagai kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran teman sebaya dan persepsi mahasiswa dengan perilaku safety riding pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi sebanyak 143 mahasiswa yang ditentukan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian meliputi peran teman sebaya, persepsi mahasiswa, dan safety riding. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 57,3% mahasiswa memiliki peran teman sebaya kurang mendukung, 76,2% memiliki persepsi negatif, dan 53,1% menunjukkan perilaku safety riding yang tidak aman. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara peran teman sebaya dan safety riding (p 0,05), tetapi tidak ada hubungan signifikan antara persepsi mahasiswa dan safety riding (p 0,05). Temuan ini menyoroti pentingnya intervensi berbasis teman sebaya untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku safety riding. Implikasi penelitian ini adalah perlunya program edukasi dan dukungan sosial yang melibatkan kelompok sebaya untuk mempromosikan keselamatan berkendara di kalangan mahasiswa.Kata Kunci: kecelakaan lalu lintas, peran teman sebaya, persepsi mahasiswa, safety riding
Hubungan Risiko Postur Kerja dengan Gangguan Muskuloskeletal pada Pemanen Kelapa Sawit Menggunakan Metode OWAS Agustien, Titin; Sanisahhuri, Sanisahhuri; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Sulistiya Ningsih, Dwi Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.272-279

Abstract

Indonesia memiliki 56,50% penduduk bekerja di sektor informal, dengan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan sebagai dominasi utama. Pekerja sektor informal rentan terhadap gangguan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Gangguan ini merupakan penyebab utama kecacatan global dengan prevalensi 1,71 miliar penduduk. Di Indonesia, gangguan muskuloskeletal mencakup 11,9% populasi, dengan pekerja di sektor perkebunan menjadi penyumbang kasus terbanyak. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara risiko postur kerja dengan gangguan muskuloskeletal pada pemanen kelapa sawit di Desa Talang Perapat, Kabupaten Seluma. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan sampel 72 responden yang diambil menggunakan teknik Convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), pengamatan langsung, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33,4% responden memiliki postur kerja berisiko tinggi dan 33,3% responden mengalami gangguan  muskuloskeletal kategori sangat tinggi. Responden dengan risiko postur kerja rendah cenderung memiliki postur ergonomis, sementara risiko postur kerja sangat tinggi ditemukan pada pekerja dengan lama kerja 10 tahun dan postur tidak ergonomis. Ada hubungan signifikan antara risiko postur kerja dengan gangguan muskuloskeletal dengan kategori hubungan kuat. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya edukasi ergonomis dan intervensi terhadap postur kerja pada pemanen kelapa sawit untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal. Temuan ini dapat menjadi dasar untuk program pencegahan yang lebih efektif di sektor perkebunan.Kata Kunci: muskuloskeletal, OWAS postur kerja