cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2025)" : 48 Documents clear
Pemberdayaan kader posyandu dalam Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak usia 0 – 6 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule Mataram NTB (Empowerment of posyandu cadres in Stimulating Early Detection and Intervention of Growth and Development (SDIDTK) in children aged 0 – 6 years in the working area of the Karang Pule Health Center, Mataram, NTB) Mardiatun, Mardiatun; Mawaddah, Ely; Arip, Moh; Sumartini, Ni Putu; Sentana, Aan Dwi
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025992

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai sejak dalam kandungan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dan berdampingan, artinya tidak dapat dipisahkan, stimulasi tumbuh kembang menjadi satu hal yang penting. Pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang dapat dibantu oleh kader kesehatan. Namun tampak kader kesehatan masih banyak yang belum memahami cara melakukan deteksi dini tumbuh dan kembang balita menggunakan KPSP, sehingga dalam proses posyandu tidak ada satupun balita yang dilakukan deteksi dini khususnya terkait pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan Keterampilan SDM Kesehatan (kader) tentang Stimulasi Deteksi dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Anak Usia 0–6 Tahun. Metode yang digunakan yaitu   pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ini menghasilkan kader yang mampu melakukan pemeriksaan dan pengukuran Stimulasi Deteksi dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Anak Usia 0–6 Tahun sebagai langkah awal dalam menemukan kasus dini Stunting di tingkat dasar yang nantinya bisa di gunakan oleh pemegang program puskesmas khusus Stunting. Dengan demikian diharapkan peran serta dari Kader tersebut untuk mencegah dan menemukan kasus lebih dini bisa di lakukan.Abstract. A child's growth and development begins in the womb. Growth and development are processes that run parallel and side by side, meaning they cannot be separated, stimulation of growth and development is an important thing. The implementation of early detection of growth and development can be assisted by health cadres. However, it appears that many health cadres still do not understand how to carry out early detection of growth and development of toddlers using KPSP, so that in the posyandu process not a single toddler is carried out early detection, especially regarding growth and development. The aim of this community service is to increase the knowledge skills of Health Human Resources (cadres) regarding Early Detection Stimulation of Growth and Development (SDIDTK) in Children Aged 0–6 Years. The method used is health education with lectures and demonstrations. This activity produces cadres who are able to carry out examinations and measurements of Early Detection Stimulation of Growth and Development (SDIDTK) in children aged 0-6 years as the first step in finding early cases of stunting at the basic level which can later be used by holders of the special Stunting community health center program. Thus, it is hoped that the participation of these cadres in preventing and finding cases early can be carried out.
Penerapan Alat Penyiraman Tanaman Holtikultura Secara Otomatis Berbasis Panel Surya Pada Kelompok Tani Di Kabupaten Cianjur (Application of Automatic Horticultural Plant Watering Tools Based on Solar Panels in Farmer Groups in Cianjur Regency) Dharma, Agus Pambudi; Setyaningsih, Maryanti; Rosalina, Rosalina; Dewi, Resita; Rahardjo, Rafi Diandra Dani; Yusuf, Syahrul Bassam; Mukhtar, Ahmad Amirrudin
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025974

Abstract

Mayoritas masyarakat Desa Gekbrong sebagai petani yang masih menggunakan penyiraman secara manual sehingga biaya pengeluaran tenaga kerja cukup tinggi setiap bulannya. Selain itu, penggunaan air, unsur hara dan listrik juga boros. Oleh karena itu, pemasangan alat penyiraman otomatis diharapkan dapat menekan pengeluaran biaya dan meningkatkan produktivitas tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di Kelompok Tani Gede Harepan, Desa Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan merancang, memasang dan melakukan pelatihan kepada masyarakat dalam penggunaan alat penyiraman otomatis. Penerapan alat penyiraman otomatis tanaman hortikultura berbasis panel surya beroperasi secara konsisten pada interval waktu yang telah ditentukan sebanyak dua kali yaitu pada pukul 08.00 dan 11.00 WIB, sekali penyiraman selama 10 menit secara bersamaan. Penggunaan alat penyiraman otomatis ini berdampak pada efisiensi waktu dan tenaga kerja. Dari segi produktivitas, tanaman hortikultura yang menggunakan sistem penyiraman otomatis ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan hasil panen tanaman hortikultura dapat meningkat hingga 15-20% dibandingkan tanaman yang disiram secara manual.Abstract. The majority of the Gekbrong Village community as farmers who still use manual watering so that the cost of labor expenditures is quite high every month. In addition, the use of water, nutrients and electricity is also wasteful. Therefore, the installation of an automatic watering device is expected to reduce expenses and increase crop productivity. This activity was carried out in October 2024 at the Gede Harepan Farmer Group, Gekbrong Village, Cianjur Regency. This activity was carried out by designing, installing and conducting training to the community in the use of automatic watering tools. The application of automatic watering tools for horticultural crops based on solar panels operates consistently at predetermined time intervals twice at 08.00 and 11.00 WIB, once watering for 10 minutes simultaneously. The use of this automatic watering device has an impact on time and labor efficiency. In terms of productivity, horticultural crops that use this automatic watering system are expected to increase plant growth to be better and the yield of horticultural crops can increase up to 15-20% compared to plants that are watered manually.
Tutorial Akuntansi Dasar di Sekolah Menengah Kejuruan Akuntansi (Basic Accounting Tutorial in Accounting Vocational High School) Julisar, Julisar; Jin, Tjhai Fung; Widjaya, Novia; Trisnawati, Ita
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251000

Abstract

Dalam kegiatan sehari-hari, tidak luput dari transaksi keuangan. Mulai dari pembelian, penjualan melibatkan transaksi keuangan. Terkait dengan hal tersebut, melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Trisakti School of Management memberikan tutorial akuntansi kepada SMK Tri Ratna. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah memberikan pengetahuan tentang akuntansi yaitu persamaan akuntansi, siklus akuntansi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tutorial, tanya-jawab, praktik. Tutorial diberikan untuk memberikan pemahaman tentang teori akuntansi yang meliputi pengertian akuntansi, persamaan akuntansi, siklus akuntansi. Praktik diberikan kepada para siswa, agar para siswa memahami kegiatan transaksi keuangan yang meliputi bagaimana persamaan akuntansi ketika terjadi transaksi. Setelah memahami tentang persamaan akuntansi, maka praktik dilanjutkan dengan membuat jurnal. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah para siswa memahami mengenai transaksi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Saran dari kegiatan PkM sebaiknya pelatihan ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lain, misalnya bagaimana melakukan perencanaan keuangan sesuai dengan keadaan keuangan dari hasil transaksi yang sudah terjadi.Abstract: In daily activities, financial transactions are not spared. Starting from purchasing, selling involves financial transactions. Related to this, through Tri Dharma College activities, Trisakti School of Management provides accounting tutorials to Tri Ratna Vocational School. The aim of this PkM activity is to provide knowledge about accounting, namely the accounting equation, the accounting cycle. The method used in this activity is tutorial, question and answer, practice. Tutorials are provided to provide an understanding of accounting theory which includes the meaning of accounting, accounting equations, accounting cycles. Practice is given to students, so that students understand financial transaction activities which include how accounting equations occur when transactions occur. After understanding the accounting equation, the practice continues with making a journal. The result of this PkM activity is that students understand financial transactions in everyday life. Suggestions from PkM activities should be that this training can be continued with other training, for example how to carry out financial planning according to the financial situation of the results of transactions that have occurred.
Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Melalui Ekonomi Biru Guna Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Di Pesisir Kabupaten Serang (Enhancing the Capacity of Entrepreneurs through Blue Economy to Increase Employment Absorption in the Coastal Areas of Serang Regency) Tsani, Rubby Rahman; Maulani, Syifa Fajar; Handayani, Melia; Rachman, Luthfy; Aulia, Zahra; Ramadhani, Salsabila Trivia
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251002

Abstract

Besarnya potensi kekayaan laut dan kawasan pesisir pantai di Indonesia belum menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, beberapa faktor yang dapat menjelaskan fenomena ini antara lain rendahnya aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Kabupaten Serang terdapat 8 kecamatan yang merupakan wilayah pesisir membentang sepanjang 29 Km garis pantai, serta 17 pulau kecil. Kabupaten Serang menetapkan kawasan minapolitan sebagai bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi. Kawasan minapolitan  adalah  suatu  bagian  wilayah  yang  mempunyai  fungsi  utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan,pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya. Lokasi kawasan minapolitan serta sasaran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah para Kelompok Pengolah dan Pemasar perikanan (Poklahsar) di Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Ketersediaan lapangan kerja masih menjadi isu di tengah pengangguran terbuka, mencapai 10,61% di Kabupaten Serang pada tahun 2021. Diversifikasi produk pengolahan perlu dikembangkan, namun sisi lain dari proses produksi para pelaku usaha di kawasan minapolitan menyisakan limbah sisa ikan yang tidak digunakan sebagai bahan baku dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Melalui PkM dengan pendekatan observasi, sosialisasi, unjuk ide implementasi ekonomi biru dari pelaku usaha, pendampingan pelaku usaha ini diharapkan mendukung para pengolah perikanan di kawasan minapolitan memiliki pemahaman ekonomi biru yang menjadi rencana besar pemerintah di sektor kelautan dan perikanan tahun 2024. Mampu menghasilkan produk turunan di pelaku usaha pengolah perikanan yang dapat  menciptakan lapangan kerja baru, mengedepankan praktik berkelanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pematerian yang dilakukan pada saat sosialisasi kegiatan pengabdian memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pengetahuan serta pemahaman para Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar) selaku peserta dalam kegiatan pengabdian ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai persentase sebanyak 97%, jumlah ini meningkat 24% dari nilai presentase hasil pre-test sebelumnya 74%.Abstract. The vast potential of marine wealth and coastal areas in Indonesia has yet to bring prosperity to the community. Several factors explain this phenomenon, including low economic, social, and environmental aspects. Serang Regency comprises eight coastal districts stretching along a 29 km coastline and includes 17 small islands. The regency has designated the minapolitan area as a region with a primary economic function. The minapolitan area is a designated zone focused on economic functions, including production centers, processing, marketing of fishery commodities, service provision, and/or other supporting activities. The location of the minapolitan area and the target of the Community Service Program (PkM) are the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) in the districts of Pontang, Tirtayasa, and Tanara. The availability of job opportunities remains a critical issue amid an open unemployment rate of 10.61% in Serang Regency as of 2021. There is a need to develop product diversification in processing; however, the production processes of entrepreneurs in the minapolitan area generate fish waste that can lead to environmental pollution. Through PkM with an approach that includes observation, socialization, and showcasing the implementation of the blue economy by entrepreneurs, this assistance aims to support fish processors in the minapolitan area in understanding the blue economy, which is a significant government plan for the marine and fisheries sector in 2024. This initiative is expected to produce derivative products from fish processing entrepreneurs that can create new job opportunities, promote sustainable practices, and ensure the preservation of coastal environments. The training conducted during the socialization of the community service activities has had a significant impact on the knowledge and understanding of the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) participating in this program. This is evidenced by an increase in the percentage score of 97%, which represents a 24% improvement from the pre-test score of 74%.
Akibat Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/Puu-Xv/2017 Terhadap Perlindungan Hak-Hak Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Prespektif Pembaharuan Hukum Pidana (Legal Consequences of Constitutional Court Decision Number 68/Puu-Xv/2017 on the Protection of the Rights of Children in Conflict with the Law from the Perspective of Criminal Law Reform) Rahmatyar, Ana; Assaori, M Sofian; Efendi, Saparudin
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251040

Abstract

Pasal 99 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak sebagai realisasi dan implementasi upaya perlindungan anak yang dijamin oleh hukum Nasional dan Internasional. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum saat ini dan untuk mengformulasikan Pasal 99 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 68/PUU-XV/2017. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan Undang-Undang dan konseptual. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hak-hak anak yang berkonflik dengan hukum saat ini terutama jaminan anak akan dikeluarkan dari tahanan setelah masa penahannya berakhir tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Sehingga memungkinkan aparat penegak hukum berperilaku semena-mena dalam menangani kasus anak. Kemudian untuk meminimalisir kemungkinan tersebut diperlukan reformulasi terhadap Pasal 99 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan memformulasikan Pasal yang juga memberikan pengaturan yang sama yaitu pemidanaan selama 2 (Dua) tahun tehadap lembaga pemasyarakatan, dalam hal ini Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) karena LPKA juga bagian dari sub sistem peradilan pidana anak.Abstract. Article 99 of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System as a realization and implementation of child protection efforts guaranteed by National and International law. This article aims to determine the form of protection of children's rights in conflict with the current law and to formulate Article 99 of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System after the Constitutional Court Decision Number 68/PUU-XV/2017. This research method uses a normative legal research method with a Law and conceptual approach. The results of the study indicate that the protection of children's rights in conflict with the current law, especially the guarantee that children will be released from detention after their detention period ends, does not have binding legal force. This allows law enforcement officers to behave arbitrarily in handling child cases. Then to minimize the possibility, it is necessary to reformulate Article 99 of Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System and formulate an Article that also provides the same regulation, namely a 2 (two) year sentence for correctional institutions, in this case the Special Child Development Institution (LPKA) because LPKA is also part of the juvenile criminal justice subsystem.
Pengaruh teknik reward and punishment untuk mereduksi pelanggaran tata tertib di sekolah pada peserta didik di SMP Negeri 5 Bandar Lampung (The influence of reward and punishment techniques to reduce violations of school rules among students at SMP Negeri 5 Bandar Lampung) Wulandari, Aghnes; Damayanti, Rika
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025980

Abstract

Pelanggaran terhadap tata tertib sekolah yang terjadi di SMP Negeri 5 Bandar Lampung, menunjukkan bahwa peserta didik tersebut perlu mendapatkan bantuan secara khusus untuk dapat mengatasi permasalahan yang dihadapinya. Yaitu terkait dengan pelanggaran tata tertib di sekolah. Metode bantuan yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui layanan konseling kelompok. Permasalah pelanggaran tata tertib sekolah juga menjadi masalah di SMP Negeri 5 Bandar Lampung. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik reward and punishment untuk mereduksi pelanggaran tata tertib sekolah pada peserta didik di SMP Negeri 5 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan jenis penelitian pre experimental dengan rancangan one group pre test dan post test design. Pengambilan data dilakukan melalui kuisioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Sampel pada penelitian ini adalah 26 peserta didik kelas VIII yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah pengujian data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas, analisis regresi linier sederhana, uji t dan uji hipotesis. Hasil analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Reward and Punishment untuk mereduksi pelanggaran tata tertib di sekolah pada peserta didik di SMP Negeri 5 Bandar Lampung. Hal ini di buktikan hasil pengujian diperoleh nilai t hitung untuk variabel Konseling Kelompok Teknik Reward and Punishment Untuk Mereduksi Pelanggaran Tata Tertib Sekolah menunjukkan nilai t hitung = 3.485 t tabel = 2.068 dengan signifikansi 0.002. Dengan menggunakan batas signifikansi 0.05, nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05. Dengan arah koefisien positif, dengan demikian diperoleh hipotesis yang menyatakan bahwa konseling kelompok teknik Reward and Punishment berpengaruh untuk mereduksi pelanggaran tata tertib di sekolah dapat diterima.Abstract. The violation of school rules that occurred at SMP Negeri 5 Bandar Lampung, shows that the student needs to get special help to be able to overcome the problems he faces. That is related to violations of discipline at school. The method of assistance that can be used to overcome these problems is through group counseling services. The problem of violating school rules is also a problem at SMP Negeri 5 Bandar Lampung. The aim of this research is to determine the effect of reward and punishment techniques to reduce violations of school rules in students at SMP Negeri 5 Bandar Lampung. The research method used is quantitative research using a type of pre-experimental research with a one-group pre-test and post test design. Data collection was carried out through questionnaires, interviews, observations and documentation. The sample in this study was 26 grade VIII students who violated school rules for data testing using normality tests, homogeneity tests, linearity tests, simple linear regression analysis, t-tests and hypothesis tests. The results of the analysis and discussion can be concluded that there is an Effect of Group Counseling Services with Reward and Punishment Techniques to reduce violations of discipline in schools for students at SMP Negeri 5 Bandar Lampung. This is proven by the test results obtained a t-count value for the variable Counseling Group Reward and Punishment Techniques to Reduce School Discipline Violations showing a t-count value = 3,485 t table = 2,068 with a significance of 0.002. Using a significance limit of 0.05, the significance value is less than 0.05. With the direction of positive coefficients, a hypothesis was obtained that states that group counseling of the Reward and Punishment technique is influential in reducing violations of discipline in schools is acceptable.
Program Psikoedukasi: Anti Cemas Menghadapi Skripsi pada Mahasiswa Universitas Esa Unggul (Psychoeducation Program: Anti-Anxiety In Facing Thesis Among Students of Esa Unggul University) Harlianty, Rully Afrita; Adhandayani, Amalia
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251023

Abstract

Kecemasan dalam proses pengerjaan skripsi kerap kali dialami oleh mahasiswa yang tentunya dapat membuat rasa tidak nyaman. Kecemasan mengerjakan skripsi juga disertai dampak fisik seperti ritme tidur yang terganggu, jantung yang berdetak kencang, sakit kepala, tangan mengeluarkan keringat, rasa mual pada perut, dan mulut kering. Kecemasan yang tinggi mendorong mahasiswa tidak mampu menyelesaikan skripsi dengan baik sehingga mereka sulit lulus tepat waktu. Hal ini mendorong perlunya dilakukan sosialisasi untuk mengatasi masalah kecemasan yang sering dirasakan oleh mahasiswa. Melalui pengabdian masyarakat ini yang bertemakan “Anti Cemas Menghadapi Skripsi” yang ditujukan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul untuk memfasilitasi mahasiswa dalam mengenali gejala kecemasan, mengelola kecemasan dan strategi mengatasi kecemasan selama mengerjakan skripsi. Metode kegiatan ini berupa program psikoedukasi melalui webinar dengan memberikan dua materi yaitu tentang kecemasan dalam menghadapi skripsi dan strategi anti cemas hadapi skripsi. Kegiatan dilaksanakan pada 13 November 2023. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan psikoedukasi webinar “Anti Cemas Menghadapi Skripsi” pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul. Dengan demikian, psikoedukasi webinar anti cemas menghadapi skripsi terbukti efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul.Abstract: Students frequently suffer nervousness when they write their theses, in which it can undoubtedly make them uncomfortable. Physical symptoms including headaches, sweating palms, dry lips, nausea in the stomach, and irregular sleep patterns are also associated with anxiety over working on a thesis. Students with high levels of anxiety struggle to finish their theses, which hinders their ability to graduate on time. This highlights the necessity of outreach in order to address the anxiety issues that students frequently experience. In order to help students from Esa Unggul University's Faculty of Psychology identify symptoms of anxiety, manage their anxiety, and develop coping mechanisms while working on their theses, a community service project with the theme "Anti-Anxiety Facing Thesis" was implemented. This activity uses a webinar-based psychoeducational program that offers two resources: information on anxiety when confronted with a thesis and ways to combat anxiety while facing a thesis. The event took place on November 13, 2023. The results of this activity demonstrated that there was a substantial difference between before and after the psychoeducation webinar "Anti Anxiety Facing Thesis" was delivered to students at the Faculty of Psychology, Esa Unggul University. As a result, students at Esa Unggul University's Faculty of Psychology have reported feeling less anxious after attending the anti-anxiety psychoeducational webinar about theses.
Socialization and Legal Counseling on Cyber Crime and Personal Data Protection In the Digital Age (Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Kejahatan Dunia Maya dan Perlindungan Data Pribadi di Era Digital) Sinaga, M. Hary Angga Pratama; Rizky, M. Chaerul; Sari, Maya Macia; Daulay, Soni Rohima
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251015

Abstract

The advancement of digital technology has had a positive and negative impact on society. On the one hand, easy access to information and communication increases productivity. But on the other hand, cybercrimes such as data theft, fraud, and the spread of illegal content are increasing. This community service activity aims to provide a comprehensive understanding to the public about cybercrime, personal data protection, and strategies for preventing and overcoming cybercrime. Through the method of socialization and counseling, the service team delivered material on the types of cyber crimes, the impact caused, and legal remedies that could be taken. In addition, participants were also equipped with knowledge about the importance of personal data protection and how to secure digital information. This activity is expected to increase public awareness and vigilance in using digital technology safely and responsibly, as well as minimize the risk of becoming a victim of cybercrime.Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Di satu sisi, kemudahan akses informasi dan komunikasi meningkatkan produktivitas. Namun di sisi lain, kejahatan dunia maya seperti pencurian data, penipuan, dan penyebaran konten ilegal semakin marak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat tentang kejahatan dunia maya, perlindungan data pribadi, serta strategi pencegahan dan penanggulangan kejahatan dunia maya. Melalui metode sosialisasi dan penyuluhan, tim pengabdian menyampaikan materi tentang jenis-jenis kejahatan dunia maya, dampak yang ditimbulkan, serta upaya hukum yang dapat ditempuh. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang pentingnya perlindungan data pribadi dan cara mengamankan informasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital secara aman dan bertanggung jawab, serta meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan dunia maya.
Sosialisasi strategi bisnis sebagai upaya pengembangan usaha pada pelaku UMKM Desa Pematang Serai Kabupaten Langkat (Socialization of business strategies as an effort to develop businesses for MSME actors in Pematang Serai Village, Langkat Regency) Agustin, Roro Rian; Ritonga, Husni Muharram; Andika, Rindi; Hasibuan, Ratna
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025993

Abstract

Permasalahan yang ditemukan dan solusi yang ditawarkan : Kurangnya modal, kurangnya akses pasar, kurangnya keterampilan dan kurangnya dukungan Pemerintah. Solusi: (1) Pemerintah desa dapat memberikan bantuan modal kepada para pelaku usaha di desa ini. Bantuan modal ini dapat berupa pinjaman lunak atau hibah. Bantuan modal ini dapat digunakan oleh para pelaku usaha untuk membeli bahan baku, peralatan, dan pemasaran. (2) Pemerintah desa dapat memberikan pelatihan kepada para pelaku usaha di desa ini. Pelatihan ini dapat berupa pelatihan manajemen, pemasaran, dan produksi. Pelatihan ini dapat membantu para pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga dapat bersaing dengan pelaku usaha yang lebih besar dan lebih modern. (3) Pemerintah desa dapat memfasilitasi pelaku usaha di desa ini untuk mengakses pasar yang lebih luas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengadakan pameran, bazar, dan promosi. Pemerintah desa juga dapat bekerja sama dengan pihak swasta untuk membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produknya.Abstract. Problems found and solutions offered: Lack of capital, lack of market access, lack of skills and lack of government support. Solutions: (1) The village government can provide capital assistance to business actors in this village. This capital assistance can be in the form of soft loans or grants. This capital assistance can be used by business actors to purchase raw materials, equipment, and marketing. (2) The village government can provide training to business actors in this village. This training can be in the form of management, marketing, and production training. This training can help business actors to improve their skills and knowledge so that they can compete with larger and more modern business actors. (3) The village government can facilitate business actors in this village to access a wider market. This can be done by holding exhibitions, bazaars, and promotions. The village government can also work with the private sector to help business actors market their products.
Edukasi Dagusibu (Dapatkan Gunakan Simpan Buang Obat) Untuk Generasi Sehat Pada Remaja Di SMK Bina Banua Banjarmasin (Dagusibu Education (Get Use Save Dispose of Medicine) for a Healthy Generation in Adolescents at SMK Bina Banua Banjarmasin) Kurniawati, Darini; Nur’afa, Maulida; Mahpujah, Maisya
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251030

Abstract

Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang mestinya dimiliki oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pengobatan mandiri yang dilakukan masyarakat yang memiliki risiko terjadi kesalahan dalam penggunaan obat, penyimpanan, sampai cara membuang obat yang tidak sesuai dengan petunjuk yang telah ditetapkan. DAGUSIBU merupakan sebuah program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang dilakukan tenaga kefarmasian. Kegiatan edukasi ini berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2024 di SMK Bina Bangsa Banjarmasin. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat) yang meliputi bagaimana cara mendapatkan obat yang benar, aturan penggunaan, penyimpanan yang tepat, serta tata cara membuang obat yang tidak lagi digunakan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa penyuluhan dan praktik. Peserta kegiatan yaitu siswa/i anggota PMR berjumlah 24 orang beserta guru pembimbing PMR. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa tentang pengelolaan obat yang aman dan tepat sesuai dengan konsep DAGUSIBU. Kegiatan edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta sebesar 25,29%.Abstract. Knowledge about drugs is something that society should have. This is caused by the increase in self-medication carried out by the community which carries the risk of errors in drug use, storage, and even how to dispose of drugs that do not comply with the instructions that have been set. DAGUSIBU is a program to improve public health through health services provided by pharmaceutical personnel. This educational activity took place on August 31 2024 at Bina Bangsa Vocational School, Banjarmasin. This program aims to increase students' understanding of the concept of DAGUSIBU (Get, Use, Store, Dispose of Medicines) which includes how to get the right medicines, rules for use, proper storage, and procedures for disposing of medicines that are no longer used. The methods used in this activity are counseling and practice. The activity participants were 24 PMR student members along with PMR supervising teachers. This activity is designed to provide students with understanding and skills regarding safe and appropriate medication management in accordance with the DAGUSIBU concept. This educational activity succeeded in increasing students' understanding of how to obtain, use, store and dispose of medicines correctly. Based on the results of the pretest and posttest, there was a significant increase in participants' understanding of 25.29%