cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Pembelajaran Komunikasi Karang Taruna Ds. Bluru Kidul Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila (Communication Learning of Karang Taruna Ds. Bluru Kidul Based on Pancasila Values) Shodiq, M.; Hasina, Siti Nur; Misutarno, Misutarno; Maimunah, Siti
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025967

Abstract

Latar belakang. Komunikasi memegang peranan krusial dalam kehidupan sehari-hari, khususnya antara anak dan orang tua. Fenomena yang sering ditemui di masyarakat menunjukkan komunikasi antara mereka yang menunjukkan rendahnya kesopanan dan keramahan, kurangnya rasa menghargai, serta rendahnya kemampuan untuk memberikan rasa nyaman. Masalah lomunikasi ini harus segera mendapat solusi. Suryo Subroto (dalam Ilyas: 2004) menyatakan bahwa komunikasi orang tua dengan anaknya sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak Komunikasi orang tua berdasarkan nilai-nilai Pancasila, yang merupakan dasar falsafah negara Indonesia, memainkan peran penting dalam membentuk hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Metode Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dalam tiga tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi. Masalah komunikasi antara anak dan orang tua yang baik biasanya melibatkan kurangnya pemahaman, perhatian, dan keterbukaan dalam percakapan sehari-hari. Ketidakseimbangan dalam mendengarkan atau memberikan perhatian sering menjadi penyebab utama. Masalah ini dapat menciptakan jarak emosional, menimbulkan konflik, serta mengganggu perkembangan emosional dan sosial anak. Anak bisa merasa tidak didukung atau dikendalikan, sedangkan orang tua merasa sulit memahami perubahan sikap dan kebutuhan anak, terutama di usia remaja. Solusi untuk masalah ini termasuk membangun dialog yang terbuka,saling mendengarkan tanpa menghakimi, Hasil komunikasi antara anak dan orang tua yang mencerminkan nilai- nilai Pancasila akan membentuk keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan saling menghormati. Hal ini tidak hanya memupuk hubungan positif di dalam keluarga, tetapi juga menyiapkan anak untuk menjadi warga negara yang berbudi pekerti luhur dan siap berkontribusi dalam masyarakat. Kesimpulan pembelajaran komunikasi antara karang taruna dan orang tua di Desa Bluru Kidul yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antar generasi dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.Abstract. Background. Communication plays a crucial role in everyday life, especially between children and parents. A phenomenon that is often encountered in society shows that communication between people shows a lack of politeness and friendliness, a lack of respect, and a low ability to provide a sense of comfort. This communication problem must be immediately resolved. Suryo Subroto (in Ilyas: 2004) states that communication between parents and their children is very important for the development of children's personalities. Parental communication based on the values of Pancasila, which is the basic philosophy of the Indonesian state, plays an important role in forming a healthy relationship between parents and children. Method. The implementation of the Community Service Program (PKM) is carried out in three stages: (1) planning, (2) implementation, and (3) evaluation. Good communication problems between children and parents usually involve a lack of understanding, attention, and openness in everyday conversations. Imbalance in listening or paying attention is often the main cause. This problem can create emotional distance, cause conflict, and interfere with children's emotional and social development. Children can feel unsupported or controlled, while parents find it difficult to understand changes in children's attitudes and needs, especially in adolescence. Solutions to this problem include establishing open dialogue, listening to each other without judgment, Results. communication between children and parents that reflects the values of Pancasila will form a family that is harmonious, full of love and mutual respect. This not only fosters positive relationships within the family, but also prepares children to become citizens with noble character and ready to contribute to society. Conclusion. Communication learning between youth organizations and parents in Bluru Kidul Village which is based on Pancasila values plays an important role in strengthening intergenerational relationships and building harmonious social life.
MSME Empowerment Strategy to Enhance Market Competitiveness through the KKNT MBKM Program (Strategi Pemberdayaan UMKM dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Pasar Melalui Program KKNT MBKM) Putri, Rizky Pratama; Faishal, Muhammad; Hibaturrachman, Farid; Amelia, Putri; Putri, Mahdiani Adinda; Mayra, Tri Okti; Zaleyata, Nailus Zahrani; Paraswati, Diyah Ayu; Yudistira, U Rizky; Hikmah, Nur; Tsalats, Zulfikar Ahmad
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251026

Abstract

Empowering Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is a crucial strategy for enhancing market competitiveness in Indonesia, particularly in the face of globalization, which requires adaptation and innovation. Through the Thematic Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata-KKN) of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative of Ahmad Dahlan University, students play an active role in supporting MSMEs in Yogyakarta by providing training and mentoring. This study aims to identify the challenges faced by MSMEs and provide solutions through a technology and innovation-based approach. The results of this program show an increase in MSME actors' understanding of digital marketing and the importance of halal certification, which contributes to increasing the competitiveness of their products.Abstrak: Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing pasar di Indonesia, terutama dalam menghadapi globalisasi yang menuntut adanya adaptasi dan inovasi. Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Ahmad Dahlan, mahasiswa berperan aktif dalam mendukung UMKM di Yogyakarta dengan memberikan pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi UMKM dan memberikan solusi melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap pemasaran digital dan pentingnya sertifikasi halal yang berkontribusi pada peningkatan daya saing produknya.
Training for the Randu Alas Batik Group in Processing Batik Waste by Internet of Things Sabila, Liya Yusrina; Amelia, Shinta; Subrata, Arsyad Cahya; Ma'arief, Sandhy Auliya; Fadhilla, Irvanda Cheza Noor; Yasa, Fakhra Kurnia
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024895

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 era has encouraged the integration of Internet of Things (IoT) technology in various sectors, including industrial waste management. This article discusses the implementation of IoT technology for processing batik liquid waste in the Randu Alas Batik Community Group, Mrisi, Tirtonirmolo, Bantul Regency, Yogyakarta. Batik liquid waste, which comes from the processing and dyeing process, contains dangerous chemicals that can increase chemical oxygen demand (COD) values and cause water pollution. This community service activity is carried out through outreach, training, and practice in using IoT-based waste processing equipment, which aims to increase community knowledge and skills in managing waste effectively and sustainably. The evaluation results show a significant increase in understanding and application of IoT, reflected in the pretest and post-test results. The conclusion of this activity shows that IoT technology effectively improves the quality of batik waste management and has great potential to be widely applied to maintain environmental sustainability.
Digital Transformation in the Tariff Monitoring and Evaluation Division BP Batam (Transformasi Digital di Divisi Pemantauan dan Evaluasi Tarif BP Batam) Amanda, Nasyah; Zai, Immanuel
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251014

Abstract

This program aims to shift the use of paper media in the tariff fairness evaluation activities of the Tariff Monitoring and Evaluation Division at BP Batam to digital media. Information is gathered through employee interviews and surveys. By transitioning to digital media, increased efficiency and reduced operational costs are expected, as well as a positive environmental impact through reduced paper usage.Abstrak: Program ini bertujuan untuk mengalihkan penggunaan media kertas dalam kegiatan evaluasi kewajaran tarif di Divisi Monitoring dan Evaluasi Tarif BP Batam ke media digital. Informasi dikumpulkan melalui wawancara dan survei karyawan. Dengan beralih ke media digital, diharapkan terjadi peningkatan efisiensi dan pengurangan biaya operasional, serta dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas.
Pengaruh pemberian square stepping exercis terhadap keseimbangan dinamis lansia (The effect of giving square stepping exercises on the dynamic balance of the elderly) Segita, Riri; Munawarah, Siti; Olyverdi, Reza
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025987

Abstract

Keseimbangan merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan postur tubuh yang stabil dan keseimbangan dalam aktivitas motorik, sistem regulasi dan faktor lingkungan yang merupakan faktor yang berhubungan dengan terbentuknya keseimbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Square Stepping Exercise terhadap keseimbangan dinamis lansia. Metode penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam metode ini adalah Quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre test-post test. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan uji statistik, hasil perhitungan menunjukkan rata-rata keseimbangan dinamis sebelum pemberian Square Stepping Exercise sebesar 25,90 dan setelah pemberian sebesar 28,30. Terdapat nilai p = 0,000 α (0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian Square Stepping Exercise dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia.Abstract. Balance is the body's ability to maintain stable posture and balance in motor activity, regulatory systems and environmental factors which are factors related to the formation of balance. The aim of this research was to determine the effect of giving the Square Stepping Exercise on the dynamic balance of the elderly. Research method. The research design used in this method is Quasi experiment with a one group pre test-post test approach. The sampling technique was carried out by means of purposive sampling, namely in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Based on statistical tests, the calculation results showed that the average dynamic balance before giving the Square stepping exercise was 25.90 and after giving it was 28.30. There is a p value = 0.000 α (0.05). So it can be concluded that giving the Square Stepping Exercise can improve dynamic balance in the elderly.
Pemberdayaan kader posyandu dalam Stimulasi Deteksi Dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak usia 0 – 6 tahun di wilayah kerja Puskesmas Karang Pule Mataram NTB (Empowerment of posyandu cadres in Stimulating Early Detection and Intervention of Growth and Development (SDIDTK) in children aged 0 – 6 years in the working area of the Karang Pule Health Center, Mataram, NTB) Mardiatun, Mardiatun; Mawaddah, Ely; Arip, Moh; Sumartini, Ni Putu; Sentana, Aan Dwi
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025992

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak dimulai sejak dalam kandungan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang berjalan sejajar dan berdampingan, artinya tidak dapat dipisahkan, stimulasi tumbuh kembang menjadi satu hal yang penting. Pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang dapat dibantu oleh kader kesehatan. Namun tampak kader kesehatan masih banyak yang belum memahami cara melakukan deteksi dini tumbuh dan kembang balita menggunakan KPSP, sehingga dalam proses posyandu tidak ada satupun balita yang dilakukan deteksi dini khususnya terkait pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan pengetahuan Keterampilan SDM Kesehatan (kader) tentang Stimulasi Deteksi dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Anak Usia 0–6 Tahun. Metode yang digunakan yaitu   pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ini menghasilkan kader yang mampu melakukan pemeriksaan dan pengukuran Stimulasi Deteksi dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Anak Usia 0–6 Tahun sebagai langkah awal dalam menemukan kasus dini Stunting di tingkat dasar yang nantinya bisa di gunakan oleh pemegang program puskesmas khusus Stunting. Dengan demikian diharapkan peran serta dari Kader tersebut untuk mencegah dan menemukan kasus lebih dini bisa di lakukan.Abstract. A child's growth and development begins in the womb. Growth and development are processes that run parallel and side by side, meaning they cannot be separated, stimulation of growth and development is an important thing. The implementation of early detection of growth and development can be assisted by health cadres. However, it appears that many health cadres still do not understand how to carry out early detection of growth and development of toddlers using KPSP, so that in the posyandu process not a single toddler is carried out early detection, especially regarding growth and development. The aim of this community service is to increase the knowledge skills of Health Human Resources (cadres) regarding Early Detection Stimulation of Growth and Development (SDIDTK) in Children Aged 0–6 Years. The method used is health education with lectures and demonstrations. This activity produces cadres who are able to carry out examinations and measurements of Early Detection Stimulation of Growth and Development (SDIDTK) in children aged 0-6 years as the first step in finding early cases of stunting at the basic level which can later be used by holders of the special Stunting community health center program. Thus, it is hoped that the participation of these cadres in preventing and finding cases early can be carried out.
Penerapan Alat Penyiraman Tanaman Holtikultura Secara Otomatis Berbasis Panel Surya Pada Kelompok Tani Di Kabupaten Cianjur (Application of Automatic Horticultural Plant Watering Tools Based on Solar Panels in Farmer Groups in Cianjur Regency) Dharma, Agus Pambudi; Setyaningsih, Maryanti; Rosalina, Rosalina; Dewi, Resita; Rahardjo, Rafi Diandra Dani; Yusuf, Syahrul Bassam; Mukhtar, Ahmad Amirrudin
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2025974

Abstract

Mayoritas masyarakat Desa Gekbrong sebagai petani yang masih menggunakan penyiraman secara manual sehingga biaya pengeluaran tenaga kerja cukup tinggi setiap bulannya. Selain itu, penggunaan air, unsur hara dan listrik juga boros. Oleh karena itu, pemasangan alat penyiraman otomatis diharapkan dapat menekan pengeluaran biaya dan meningkatkan produktivitas tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 di Kelompok Tani Gede Harepan, Desa Gekbrong, Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan merancang, memasang dan melakukan pelatihan kepada masyarakat dalam penggunaan alat penyiraman otomatis. Penerapan alat penyiraman otomatis tanaman hortikultura berbasis panel surya beroperasi secara konsisten pada interval waktu yang telah ditentukan sebanyak dua kali yaitu pada pukul 08.00 dan 11.00 WIB, sekali penyiraman selama 10 menit secara bersamaan. Penggunaan alat penyiraman otomatis ini berdampak pada efisiensi waktu dan tenaga kerja. Dari segi produktivitas, tanaman hortikultura yang menggunakan sistem penyiraman otomatis ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik dan hasil panen tanaman hortikultura dapat meningkat hingga 15-20% dibandingkan tanaman yang disiram secara manual.Abstract. The majority of the Gekbrong Village community as farmers who still use manual watering so that the cost of labor expenditures is quite high every month. In addition, the use of water, nutrients and electricity is also wasteful. Therefore, the installation of an automatic watering device is expected to reduce expenses and increase crop productivity. This activity was carried out in October 2024 at the Gede Harepan Farmer Group, Gekbrong Village, Cianjur Regency. This activity was carried out by designing, installing and conducting training to the community in the use of automatic watering tools. The application of automatic watering tools for horticultural crops based on solar panels operates consistently at predetermined time intervals twice at 08.00 and 11.00 WIB, once watering for 10 minutes simultaneously. The use of this automatic watering device has an impact on time and labor efficiency. In terms of productivity, horticultural crops that use this automatic watering system are expected to increase plant growth to be better and the yield of horticultural crops can increase up to 15-20% compared to plants that are watered manually.
Tutorial Akuntansi Dasar di Sekolah Menengah Kejuruan Akuntansi (Basic Accounting Tutorial in Accounting Vocational High School) Julisar, Julisar; Jin, Tjhai Fung; Widjaya, Novia; Trisnawati, Ita
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251000

Abstract

Dalam kegiatan sehari-hari, tidak luput dari transaksi keuangan. Mulai dari pembelian, penjualan melibatkan transaksi keuangan. Terkait dengan hal tersebut, melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Trisakti School of Management memberikan tutorial akuntansi kepada SMK Tri Ratna. Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah memberikan pengetahuan tentang akuntansi yaitu persamaan akuntansi, siklus akuntansi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah tutorial, tanya-jawab, praktik. Tutorial diberikan untuk memberikan pemahaman tentang teori akuntansi yang meliputi pengertian akuntansi, persamaan akuntansi, siklus akuntansi. Praktik diberikan kepada para siswa, agar para siswa memahami kegiatan transaksi keuangan yang meliputi bagaimana persamaan akuntansi ketika terjadi transaksi. Setelah memahami tentang persamaan akuntansi, maka praktik dilanjutkan dengan membuat jurnal. Hasil dari kegiatan PkM ini adalah para siswa memahami mengenai transaksi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Saran dari kegiatan PkM sebaiknya pelatihan ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lain, misalnya bagaimana melakukan perencanaan keuangan sesuai dengan keadaan keuangan dari hasil transaksi yang sudah terjadi.Abstract: In daily activities, financial transactions are not spared. Starting from purchasing, selling involves financial transactions. Related to this, through Tri Dharma College activities, Trisakti School of Management provides accounting tutorials to Tri Ratna Vocational School. The aim of this PkM activity is to provide knowledge about accounting, namely the accounting equation, the accounting cycle. The method used in this activity is tutorial, question and answer, practice. Tutorials are provided to provide an understanding of accounting theory which includes the meaning of accounting, accounting equations, accounting cycles. Practice is given to students, so that students understand financial transaction activities which include how accounting equations occur when transactions occur. After understanding the accounting equation, the practice continues with making a journal. The result of this PkM activity is that students understand financial transactions in everyday life. Suggestions from PkM activities should be that this training can be continued with other training, for example how to carry out financial planning according to the financial situation of the results of transactions that have occurred.
Digitalisasi Kesehatan untuk Pemantauan Penyakit Tidak Menular (PTM) Kelurahan Kalirungkut Kecamatan Rungkut Kota Surabaya Kurniastuti, Ima; Magfira, Dike Bayu; Ainiyah, Nur; Ferisna, Anisa’ul; Siswanti, Anas Tifa Rahma; Putri, Andhini Syahada
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024955

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Berdasarkan Profil Kesehatan Surabaya tahun 2022, prevalensi PTM terus meningkat, sehingga diperlukan langkah preventif dan monitoring secara berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pemantauan PTM di Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya melalui digitalisasi kesehatan. Kegiatan ini memanfaatkan aplikasi Adem-Gluacho, yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi kesehatan mereka. Aplikasi ini memiliki fitur untuk mencatat hasil pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta menyediakan konsultasi berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahapan perencanaan, sosialisasi kesehatan, pelatihan penggunaan aplikasi, dan pendampingan penerapan teknologi. Program ini melibatkan warga berusia 25 tahun ke atas dengan kategori sehat, berisiko, dan penyandang PTM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga sangat antusias, terbukti dengan tingginya partisipasi dan minat untuk menggunakan aplikasi Adem-Gluacho. Pemanfaatan teknologi digital ini berhasil meningkatkan frekuensi pemantauan kesehatan mandiri oleh masyarakat, serta meningkatkan pemahaman warga terkait pentingnya pemantauan dan pencegahan dini PTM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model untuk penerapan program serupa di wilayah lain guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Melalui Ekonomi Biru Guna Meningkatkan Penyerapan Tenaga Kerja Di Pesisir Kabupaten Serang (Enhancing the Capacity of Entrepreneurs through Blue Economy to Increase Employment Absorption in the Coastal Areas of Serang Regency) Tsani, Rubby Rahman; Maulani, Syifa Fajar; Handayani, Melia; Rachman, Luthfy; Aulia, Zahra; Ramadhani, Salsabila Trivia
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251002

Abstract

Besarnya potensi kekayaan laut dan kawasan pesisir pantai di Indonesia belum menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, beberapa faktor yang dapat menjelaskan fenomena ini antara lain rendahnya aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Kabupaten Serang terdapat 8 kecamatan yang merupakan wilayah pesisir membentang sepanjang 29 Km garis pantai, serta 17 pulau kecil. Kabupaten Serang menetapkan kawasan minapolitan sebagai bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi. Kawasan minapolitan  adalah  suatu  bagian  wilayah  yang  mempunyai  fungsi  utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan,pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya. Lokasi kawasan minapolitan serta sasaran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) adalah para Kelompok Pengolah dan Pemasar perikanan (Poklahsar) di Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Tanara. Ketersediaan lapangan kerja masih menjadi isu di tengah pengangguran terbuka, mencapai 10,61% di Kabupaten Serang pada tahun 2021. Diversifikasi produk pengolahan perlu dikembangkan, namun sisi lain dari proses produksi para pelaku usaha di kawasan minapolitan menyisakan limbah sisa ikan yang tidak digunakan sebagai bahan baku dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Melalui PkM dengan pendekatan observasi, sosialisasi, unjuk ide implementasi ekonomi biru dari pelaku usaha, pendampingan pelaku usaha ini diharapkan mendukung para pengolah perikanan di kawasan minapolitan memiliki pemahaman ekonomi biru yang menjadi rencana besar pemerintah di sektor kelautan dan perikanan tahun 2024. Mampu menghasilkan produk turunan di pelaku usaha pengolah perikanan yang dapat  menciptakan lapangan kerja baru, mengedepankan praktik berkelanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir. Pematerian yang dilakukan pada saat sosialisasi kegiatan pengabdian memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pengetahuan serta pemahaman para Kelompok Pengolah Pemasar (Poklahsar) selaku peserta dalam kegiatan pengabdian ini. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai persentase sebanyak 97%, jumlah ini meningkat 24% dari nilai presentase hasil pre-test sebelumnya 74%.Abstract. The vast potential of marine wealth and coastal areas in Indonesia has yet to bring prosperity to the community. Several factors explain this phenomenon, including low economic, social, and environmental aspects. Serang Regency comprises eight coastal districts stretching along a 29 km coastline and includes 17 small islands. The regency has designated the minapolitan area as a region with a primary economic function. The minapolitan area is a designated zone focused on economic functions, including production centers, processing, marketing of fishery commodities, service provision, and/or other supporting activities. The location of the minapolitan area and the target of the Community Service Program (PkM) are the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) in the districts of Pontang, Tirtayasa, and Tanara. The availability of job opportunities remains a critical issue amid an open unemployment rate of 10.61% in Serang Regency as of 2021. There is a need to develop product diversification in processing; however, the production processes of entrepreneurs in the minapolitan area generate fish waste that can lead to environmental pollution. Through PkM with an approach that includes observation, socialization, and showcasing the implementation of the blue economy by entrepreneurs, this assistance aims to support fish processors in the minapolitan area in understanding the blue economy, which is a significant government plan for the marine and fisheries sector in 2024. This initiative is expected to produce derivative products from fish processing entrepreneurs that can create new job opportunities, promote sustainable practices, and ensure the preservation of coastal environments. The training conducted during the socialization of the community service activities has had a significant impact on the knowledge and understanding of the Fish Processing and Marketing Groups (Poklahsar) participating in this program. This is evidenced by an increase in the percentage score of 97%, which represents a 24% improvement from the pre-test score of 74%.