cover
Contact Name
Andhy Surya Hapsara
Contact Email
jurnalideguru@gmail.com
Phone
+628984400401
Journal Mail Official
jurnalideguru@gmail.com
Editorial Address
SMA Negeri 7 Yogyakarta, Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta 55141
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru
ISSN : 25275712     EISSN : 27222195     DOI : https://doi.org/10.51169/ideguru
Core Subject : Education,
"Ideguru" means the overall thought conducted by teachers, in the form of classroom action research as well as scientific papers. The vision of Ideguru is to be one of the main references for teachers in planning, implementing and evaluating learning inovation in Yogyakarta Special Province (DIY), Indonesia. The mission of Ideguru is becoming a media for actualization and dissemination of scientific works for teachers in the region of DIY in particular and Indonesia in general.
Articles 919 Documents
Analyzing Social Functions in English Textbook Dialogs: A Study of Bahasa Inggris Kelas X Krisdianata, Yoannes Yuka
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2086

Abstract

This study investigates the representation of social functions of language in dialogs presented in the government-issued 2017 edition English textbook Bahasa Inggris Kelas X. Grounded in Halliday’s functional linguistics and the content mapping framework of Widiati et al. (2017), this study aims to identify the social functions of language introduced in the dialogs of the English textbook Bahasa Inggris SMA/MA/SMK/MAK Kelas X (2017 revised edition). Using a qualitative content analysis approach, sixteen dialogs across six chapters were examined and categorized based on their communicative purposes. The analysis revealed four dominant social functions: (1) introducing and mentioning identity, (2) expressing congratulations and compliments, (3) stating and asking about intentions, and (4) retelling past events in chronological order. The findings indicate that while the textbook provides a foundation for developing interpersonal communication, the coverage of social functions is limited, with an emphasis on congratulatory and complimentary expressions. This suggests a need for more balanced representation of diverse communicative purposes to better prepare learners for authentic interaction. The study highlights implications for textbook authors, teachers, and policymakers, recommending further integration of varied social functions and supplementary classroom activities to address the identified gaps.
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dan Dampaknya pada Hasil Belajar Siswa: Studi Kasus di SD Sebuku Supriyanti, Eka; Hastuti, Woro Sri; Firdaus, Fery Muhammad
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi (Differentiated Instruction/DI) di SDN 005 Sebuku, sebuah sekolah dasar di wilayah 4T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi), serta mengidentifikasi faktor penghambat dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Sekolah ini menghadapi tantangan signifikan berupa keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, akses internet yang terbatas, keberagaman latar belakang budaya serta kesiapan belajar siswa, dan minimnya kesempatan pelatihan bagi guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa sebagai informan utama, serta didukung oleh dokumen seperti RPP, data nilai, dan hasil asesmen awal. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi proses pembelajaran di kelas, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model Miles et al melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DI di SDN 005 Sebuku mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu, sarana pembelajaran, dan heterogenitas kesiapan siswa. Kesimpulannya, penerapan DI berdampak positif terhadap nilai akademik, motivasi, keterlibatan, dan kepercayaan diri siswa, meskipun hasilnya belum merata, sehingga strategi ini layak dikembangkan di sekolah untuk menghadapi tantangan sekolah 4T, dan memerlukan dukungan berkelanjutan dari guru, kepala sekolah, serta pemerintah. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk praktik pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif di daerah terpencil.
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Kegiatan Intrakurikuler Sekolah Menengah Kejuruan Widianto, Sigit; Purwanto, Nurtanio Agus
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi lingkungan yang ditinjau dari prinsip-prinsip Keselamatan Kerja (K3). Di Sekolah, pembelajaran mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja berupa teori dan praktik. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang mana peneliti melakukan penelitian di SMK Mitra Industri MM2100 Kabupaten Bekasi, SMK Mitra Industri Putra Darma Kabupaten Bekasi dan SMK Mitra Industri 02 Pati. Subjek peneliti melibatkan kepala sekolah, informan pendukung serta pelatih Keselamatan dan Kesehatan Kerja juga Kepala divisi hubungan industrial. Perolehan data penelitian ini berasal dari observasi, wawancara dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori Miles dan Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa upaya dilakukan sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya Keselamatan dan kesehatan Kerja berupa; (1) Perencanaan penerapan prinsip- prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan sekolah (2) Pelatihan terencana berupa; safety riding (keselamatan berkendara), dan safety dojo melatih kepekaan siswa terhadap pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (3) Faktor pendukung dalam pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja di sekolah diciptakan sedemikian rupa sesuai standar dunia industri namun pelaksanaannya tidak bisa sama antara dunia industri dan sekolah. Sebagai hasil dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, siswa dapat menerimanya dengan mudah dan efektif dalam proses pembelajaran.
Implementasi Program Sekolah Adiwiyata untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Siswa SDN Piyaman I Sugiharto, Erry Suntoro; Senen, Anwar
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2104

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi adanya hal yang berbeda di SDN Piyaman I dari sekolah lain terkait Program Sekolah Adiwiyata. Salah satu bentuk implementasi Program Sekolah Adiwiyata di SDN Piyaman I adalah kegiatan apel setiap hari Senin hingga Kamis yang dilanjutkan dengan pembiasaan mengambil sampah di lingkungan sekolahujuan penelitian yaitu: (1) mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan program sekolah adiwiyata dapat meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa; dan (2) menganalisis faktor pendukung dan kendala implementasi program sekolah Adiwiyata untuk meningkatkan karakter peduli lingkungan siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah: (1) implementasi Program Sekolah Adiwiyata terlaksana sukses, keberhasilan siswa dalam menigkatkan karakter peduli lingkungan adalah siswa terbiasa mengambil sampah setelah apel setiap hari Senin sampai Kamis; (2) Program Sekolah Adiwiyata berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa; (3) faktor pendukung utama adanya dukungan kepala sekolah, peran aktif guru, tim Adiwiyata, keterlibatan siswa, serta kerja sama orang tua, masyarakat dan institusi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup; (4) kendala yang dihadapi kurangnya kesadaran sebagian kecil siswa, keterbatasan fasilitas penunjang, belum meratanya pemahaman guru tentang prinsip sekolah berbasis lingkungan. Namun demikian dapat diatasi dengan pendekatan persuasif, peningkatan sosialisasi, serta pengadaan sarana prasarana melalui kolaborasi dengan pihak luar.
Penanaman Pola Asuh dan Keteladanan Orang Tua terhadap Pembentukan Nilai Anti Korupsi Anak di Keluarga Nursalim, Nursalim; Sasmita, Wikan; Fauziah, Hamida Ulfa; Andyastuti, Etty; Widodo, Agus; Suratman, Suratman
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi pada anak melalui pembiasaan dan praktik keteladanan dalam lingkungan rumah tangga. Keluarga dianggap sebagai institusi utama dan paling strategis dalam membentuk karakter anak, terutama dalam mencegah perilaku koruptif sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan fokus pada observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan orang tua sebagai subjek utama. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kejujuran (78%) dan tanggung jawab (70%) merupakan nilai-nilai yang paling ditekankan, diikuti oleh disiplin (65%), sementara kesederhanaan (52%) cenderung kurang mendapat perhatian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan orang tua yang konsisten, pembentukan rutinitas harian, pemberian contoh peran, dan pemberian konsekuensi edukatif merupakan strategi kunci dalam menumbuhkan integritas pada anak. Lebih lanjut, studi ini menyoroti bahwa pendidikan antikorupsi tidak hanya harus dijalankan melalui regulasi, tetapi juga melalui praktik sehari-hari dalam keluarga yang didukung oleh ikatan emosional dan komunikasi. Kontribusi studi ini terletak pada penyediaan perspektif empiris tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis keluarga sebagai fondasi budaya antikorupsi. Penelitian ini merekomendasikan agar keluarga, sekolah, dan pembuat kebijakan berkolaborasi dalam memperkuat nilai-nilai antikorupsi melalui program bersama, integrasi kurikulum, dan kampanye kesadaran publik. Oleh karena itu, membangun integritas dan perilaku antikorupsi membutuhkan upaya kolektif yang dimulai dari unit terkecil masyarakat yaitu keluarga.
Menghadapi Krisis Pendidikan Indonesia: Perspektif Thomas Kuhn Mengenai Revolusi Paradigma Rafiki, Riyadi; Herlambang, Yusuf Tri
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2108

Abstract

Pendidikan Indonesia mengalami sebuah krisis yang menjadi sebuah tantangan terbesar sebagai usaha mewujudkan masyarakat dengan daya saing cakupan global. Permasalahan tersebut menjadi anomali bahkan krisis seperti aspek seperti pengajaran, infrastruktur, hingga rendahnya relevansi kurikulum dengan tantangan dan tuntutan zaman. Hal tersebut menegaskan perlunya pembaruan secara urgensi dari sistemik serta transformasi bersifat komprehensif mengenai pendidikan dalam menciptakan generasi unggul, kompeten, memiliki daya saing secara global, dan yang terpenting adalah berkarakter luhur. Tujuan penelitian ini adalah akan membahas krisis-krisis yang terjadi dalam dunia pendidikan dan inovasi-inovasi terbaru dalam menyelesaikan krisis tersebut dengan menggunakan perspektif Thomas Kuhn mengenai revolusi paradigma. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur atau sering disebut studi pustaka (library research) dalam mencari sumber-sumber relevan dan berkualitas untuk menghasilkan kajian yang berkualitas. Metode ini berkaitan perihal kajian teoritis serta referensi lain berkaitan perihal nilai, norma, budaya untuk berkembang seperti situasi sosial yang sedang diteliti, serta data diperoleh dari data bersifat relevan mengenai permasalahan atau topik yang diangkat dalam, studi pustaka ini memiliki beberapa sumber seperti buku, jurnal, artikel, peneliti terdahulu. Hasil dari penelitian ini adalah terkait krisis-krisis yang terjadi sudah ada beberapa tawaran paradigma-paradigma kecil untuk mengatasi krisis pendidikan terkhusus di Indonesia maka upaya tersebut tersebut setidaknya permasalahan di pendidikan Indonesia bisa diselesaikan satu persatu walaupun belum menjadi normal sains yang baru.
Penguatan Karakter Murid melalui Penerapan Kurikulum Mandiri di Sekolah Guna Mencegah Demoralisasi Murid Maulana, Abdul Holik; Nurihsan, Juntika; Irianto, Dede Margo
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2112

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah berperan strategis dalam membentuk kepribadian tanggung pada murid untuk mencegah demoralisasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya pendidikan karakter dalam mengembangkan pribadi yang tangguh dan beretika, sekaligus mengekplorasi bagaimana integrasi nilai-nilai moral dapat melindungi murid dari dampak demoralisasi. Kurikulum mandiri memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk mengembangkan model pembelajaran yang mendukung penguatan karakter. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka kualitatif dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari buku, jurnal, dan referensi yang kredibel sesuai topik yang diangkat untuk memperkuat informasi yang dikaji. Berdasarkan analisis pustaka, ditemukan bahwa implementasi pendidikan karakter yang efektif dalam kurikulum mandiri mampu meminimalisir dampak demoralisasi murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang efektif tidak hanya membangun kepribadian tangguh, tetapi membantu murid mengembangkan sikap positif. Pendidikan karakter menjadi solusi dalam mencegah krisis moral melalui pembelajaran berbasis kurikulum mandiri. Melalui integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, pengembangan diri, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan, murid mampu menunjukkan perilaku yang lebih bermoral. Selain itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam pendidikan karakter dapat mencegah perilaku yang menurunkan moral.
Pengembangan Media Pembelajaran Terintegrasi Budaya Motif Batik Berbasis Augmented Reality (AR) Nurhidayah, Rani; Suyitno, Suyitno; Kurniasih, Nila
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2113

Abstract

Inclusive education continues to face challenges in providing appropriate learning media for students with learning difficulties. Traditional, non-interactive teaching methods often hinder student engagement and understanding of the concepts being taught. This study aims to develop mathematics learning media based on Augmented Reality (AR) integrated with traditional batik motifs from Central Java. This innovation is designed not only to enhance students’ conceptual understanding through more visual and engaging learning experiences but also to foster appreciation for local cultural heritage. The research employed a Research and Development (R&D) approach consisting of ten stages, from information gathering to product dissemination. The subjects were students with learning difficulties at SMP Negeri 19 Purworejo. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, then analyzed using qualitative and quantitative approaches. The results show that the AR-based learning media featuring batik motifs were successfully developed with a simple design, interactive display, and content suited to students’ needs. The feasibility test produced an average score of 4.26 (very good category), indicating that the media are suitable in terms of accessibility, visual design, and content completeness. Furthermore, the use of this media effectively improved students’ understanding and learning motivation through enjoyable interactive experiences while contributing to the preservation of local culture.
Strategi Guru dalam Menangani Siswa dengan Gangguan Konsentrasi di Kelas IV SDN 4 Godong Asagie, Fenna Erisetiana Nadela; Wulandari, Murfiah Dewi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2114

Abstract

Concentration disorders are one of the common obstacles experienced by elementary school students and have a direct impact on the quality of both the learning process and learning outcomes. This study aims to describe teacher strategies in addressing concentration problems in fourth-grade students at SDN 4 Godong. The approach used was descriptive qualitative, with the research subjects being a class teacher and three students identified as having concentration problems. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results showed that students' concentration problems emerged in two forms: social factors and cognitive factors. Students with social factors were easily distracted by conversations from their deskmates, especially due to the daily seating rotation system. Interestingly, one student focused better when sitting next to a student of the opposite gender. Meanwhile, cognitive problems were seen in students who paid attention to the teacher but required re-explanations and often fell behind during practice. The teacher implemented a drill strategy to train focus and evaluate student understanding. This strategy proved effective for students with social problems, but required a combination of additional support for students with comprehension difficulties. These findings emphasize the importance of seating arrangements and the selection of contextual learning methods.
Sinergi Ekopedagogik dan Pedagogik Futuristik dalam Mengembangkan Kompetensi Sosial dan Ekologis Siswa Sekolah Dasar Dwinita, Gina Garnika; Dewi, Dinie Anggraeni; Herlambang, Yusuf Tri
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 3 (2025): September 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i3.2121

Abstract

The global ecological crisis and the rapid advancement of technology demand a transformation in the paradigm of elementary education. This article aims to examine the synergy between ecopedagogy and futuristic pedagogy as a strategic approach to developing the social and ecological competencies of elementary school students. The study was conducted through a literature review using a critical thematic analysis approach of relevant, recent, and accredited scientific articles. The analysis reveals that ecopedagogy fosters critical awareness of social and environmental issues through reflective learning and transformative action, while futuristic pedagogy emphasizes digital literacy, technological integration, and future orientation to shape adaptive and visionary learners. The synergy of these approaches produces a contextual, inclusive, and sustainable learning model that strengthens critical thinking, collaboration, and environmental awareness. The conclusion of this study recommends the development of curricula and learning strategies that integrate sustainability values with 21st-century skills in order to shape a generation that is resilient both socially and ecologically.