cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
Integrasi Kearifan Lokal Gusjigang dalam Pembelajaran IPS untuk Menumbuhkan Keterampilan Social Entrepreneurship Ahmad Farohi; Nana Supriatna; Neiny Ratmaningsih
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi nilai-nilai kearifan lokal Gusjigang ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk menumbuhkan keterampilan social entrepreneurship pada peserta didik di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Gusjigang, yang berasal dari budaya kearifan lokal masyarakat Kudus, mencakup tiga nilai utama: Bagus (akhlak), Ngaji (pembelajaran), dan Dagang (kewirausahaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method concurrent embedded design dengan metode utama studi kasus kualitatif dan survei (angket) kuantitatif sebagai metode pendukung. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap tokoh budaya dan guru IPS, sementara data kuantitatif diperoleh dari angket (survei) yang disebar ke 28 peserta didik menggunakan angket skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa integrasi nilai Gusjigang berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter moral, berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) peserta didik. Integrasi ini membentuk model pembelajaran kontekstual yang mampu melokalkan nilai-nilai global dalam pendidikan IPS secara bermakna sesuai budaya kearifan lokal. Temuan ini relevan bagi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan pendidikan yang mendorong integrasi nilai-nilai lokal dalam sistem pendidikan formal.
Strategi Manajemen Sekolah untuk Mencegah Perundungan Peserta Didik Henrikus Wawan Kurniawan; Sugiarto; Winda Listyasari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2651

Abstract

Perundungan ((bullying)) di lingkungan sekolah merupakan isu serius yang dapat mengganggu keamanan psikologis peserta didik dan menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen sekolah dalam mencegah perundungan di SMP Negeri di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru BK, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan (bullying) di SMP Negeri Jakarta dilakukan melalui empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dirancang melalui RKS dan RKAS dengan memasukkan program anti-perundungan sebagai bagian dari pembinaan karakter. Pengorganisasian dilakukan dengan membentuk tim khusus dan membagi peran kepada seluruh elemen sekolah, termasuk OSIS. Pelaksanaan program mencakup kegiatan sosialisasi, layanan BK, dan kampanye anti-(bullying). Evaluasi dilakukan secara berkala melalui rapat tim dan kotak pengaduan. Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan seluruh warga sekolah, komunikasi yang efektif, dan dukungan budaya sekolah yang positif menjadi kunci keberhasilan pencegahan (bullying). Temuan ini memberikan kontribusi dalam praktik manajemen pendidikan, khususnya dalam membangun lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Praktik Kepemimpinan Guru Lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak Tingkat Sekolah Menengah Kejuruan Tanti Hana Rahmawati; Dwi Esti Andriani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik kepemimpinan guru lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) pada tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Belitung, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat yang mereka alami dalam menjalankan praktik kepemimpinan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji sejauh mana praktik tersebut berkontribusi terhadap kesiapan mereka untuk menjadi kepala sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan orang guru lulusan PGP angkatan 4, 7, dan 9 dari berbagai latar belakang. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru lulusan PGP tingkat SMK di Kabupaten Belitung telah menerapkan praktik kepemimpinan secara signifikan, baik di dalam maupun di luar kelas. Di dalam kelas, kepemimpinan ditunjukkan melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, sosial emosional, dan kontekstual berbasis digital. Guru juga berperan sebagai fasilitator dan pemimpin pembentukan karakter siswa melalui kesepakatan kelas. Di luar kelas, praktik kepemimpinan tercermin dalam pengelolaan program sekolah, kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti komite sekolah, dunia industri, dan masyarakat, pengembangan komunitas belajar, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan strategis. Faktor pendukung yang ditemukan antara lain dukungan kepala sekolah, budaya sekolah yang kolaboratif, dan motivasi internal guru. Adapun hambatan yang dihadapi mencakup keterbatasan ruang partisipasi dalam perencanaan strategis, sumber daya yang terbatas, serta tantangan dalam hubungan interpersonal. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan guru penggerak berkontribusi pada penguatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan, yang mendukung kesiapan mereka menjadi kepala sekolah.
Rancangan Program Intervensi Konseling Perilaku bagi Anak Usia Dini Berisiko Disleksia Fonologis dengan Potensi Twice Exceptional (2E) Naufal Irsan Sani Oktalgifari; Nurhayati; Yanti Lisnawati; Imas Diana Aprilia
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2659

Abstract

Pada anak usia dini, disleksia fonologis ditandai oleh hambatan dalam mengenali, membedakan, dan menghubungkan fonem dengan huruf, meskipun tidak terdapat gangguan pada kecerdasan, pendengaran, maupun kualitas pengajaran. Kondisi ini menjadi lebih kompleks pada anak dengan profil Twice Exceptional (2E), yaitu individu dengan potensi kecerdasan tinggi yang disertai hambatan belajar, karena kesulitan fonologis mereka kerap tidak teridentifikasi secara tepat pada tahap perkembangan awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan konseling perilaku berbasis kekuatan dalam mendukung perkembangan perilaku adaptif dan kesadaran fonologis pada anak usia dini dengan potensi 2E yang berisiko mengalami disleksia fonologis. Penelitian dilakukan terhadap satu subjek, yaitu seorang anak perempuan berusia 3 tahun di Sumedang, yang diidentifikasi memiliki kecenderungan tantrum intens, kesulitan dalam struktur bahasa ekspresif, serta hambatan dalam kesadaran fonologis. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan orang tua, dan konsultasi dengan Laboratorium Ortopedagogik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) guna memperkuat identifikasi karakteristik disleksia fonologis. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui enam tahapan metodologis, yaitu: (1) asesmen awal perilaku dan fungsi fonologis, (2) analisis ABC (Antecedent–Behavior–Consequence), (3) pemberian penguatan positif dan diferensiasi stimulus, (4) shaping perilaku, (5) pelatihan regulasi diri, dan (6) pelibatan orang tua dan guru sebagai co-therapist. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan perilaku adaptif, keterlibatan akademik awal, dan kemampuan regulasi diri anak. Selain itu, kolaborasi antara rumah dan sekolah terbukti menjadi faktor pendukung penting dalam keberhasilan intervensi. Penelitian ini dibatasi pada analisis efektivitas pendekatan konseling perilaku berbasis kekuatan sebagai strategi pendukung anak usia dini dengan risiko disleksia fonologis dan potensi 2E.
Pengembangan Instrumen Tes Literasi Sains Berbasis PISA pada Materi Sistem Pencernaan untuk Siswa Kelas V SD Enung Nurhasanah; Yuli Kurniawati Sugiyo Pranoto; Decky Avrilianda; Ellianawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen tes literasi sains berbasis kerangka PISA pada materi sistem pencernaan untuk siswa kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan instrumen penilaian yang tidak hanya mengukur penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan berpikir ilmiah dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi menjadi beberapa tahapan, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Instrumen yang dikembangkan mengacu pada tiga domain literasi sains PISA, yaitu: konteks, pengetahuan, dan proses ilmiah. Validasi isi dilakukan oleh dua orang ahli menggunakan teknik Gregory dan menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi antar penilai. Uji validitas empiris dilakukan menggunakan korelasi Point Biserial dengan bantuan SPSS 29.00, dan hasil menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki nilai validitas tinggi. Selain itu, analisis konstruk dan bahasa menunjukkan bahwa instrumen telah disusun secara sistematis, menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah EYD, serta mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dengan demikian, instrumen tes literasi sains yang dikembangkan dinyatakan valid secara isi dan empiris serta layak digunakan sebagai alat evaluasi kemampuan literasi sains siswa SD. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan asesmen berbasis konteks dan mendukung peningkatan kemampuan literasi sains di jenjang pendidikan dasar.
Pengaruh Beban Kerja Guru dan Kompetensi Guru terhadap Kinerja Guru di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sri Daryati; Sri Mulyani; Partimah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2684

Abstract

Pendidikan merupakan dasar untuk pembangunan suatu bangsa. Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia terutama guru. Guru merupakan jembatan ilmu bagi peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru yang maksimal sangat diperlukan di satuan pendidikan untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beban kerja guru dan kompetensi guru terhadap kinerja guru. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner model skala Likert dan observasi. Analisis data ini menggunakan analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah (1) beban kerja guru berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja guru dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 6,386 > 2,020. (2) kompetensi guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 11,911 > 2,020. (3) Secara simultan beban kerja guru dan kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan nilai f hitung 70,142 > 3,21
Pembentukan Sikap Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar Anealish Eka Puspitasari; Slamet Subiyantoro; Septi Yulisetiani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2686

Abstract

Sikap peduli lingkungan harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus yang akan menjadi agen perubahan. Integrasi pembelajaran sastra dengan pembentukan sikap peduli lingkungan di sekolah dasar sangat penting untuk membentuk karakter dan kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pembentukan sikap peduli lingkungan melalui pembelajaran sastra di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan guru dan peserta didik kelas IV dari beberapa sekolah dasar sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik validasi data menggunakan dua jenis triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sastra dapat membentuk sikap peduli lingkungan peserta didik. Peserta didik yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran sastra dapat menerapkan sikap peduli lingkungan. Peserta didik telah membiasakan diri untuk melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan, keindahan lingkungan, penghijauan dan efisiensi energi. Kegiatan peduli lingkungan telah mencapai tujuan yang diharapkan, peserta didik sudah melaksanakan piket kelas, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat-coret fasilitas sekolah, mendaur ulang sampah, merawat tanaman disekitar, mengurangi penggunaan plastik, menghemat penggunaan listrik dan air serta menggunakan fasilitas sekolah sesuai kebutuhannya. Peneliti merekomendasikan untuk dilakukannya pembiasaan serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah agar sikap peduli lingkungan peserta didik dapat berkembang secara maksimal.
Upaya Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Media Roda Baca dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Alya Awalia Fadillah; Rini Endah Sugiharti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2690

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meingkatkan kemampuan membaca permulaan siswa melalui pendekatan tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Fokus utama penelitian adalah pada empat aspek kemampuan membaca, yaitu, menyebutkan huruf-huruf abjad, membedakan huruf vokal dan konsonan, membaca suku kata, dan membaca kalimat sederhana. Subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa yang diamati kemajuannya selama pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil Siklus I menunjukkan bahwa rata-rata nilai untuk setiap aspek membaca masih tergolong sedang, dengan tingkat ketuntasan hanya mencapai 62,5%. Berdasarkan temuan tersebut, dilakukan perbaikan pada strategi pembelajaran, antara lain penggunaan media pembelajaran yang lebih variatif, penerapan metode fonetik, dan pembelajaran kelompok kecil. Hasil Siklus II menunjukkan peningkatan signifikan pada semua aspek membaca, dengan ketuntasan mencapai 83,33%. Peningkatan ini menandakan bahwa tindakan yang dilakukan terbukti efektif dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca dasar. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif dalam pembelajaran, dan rasa percaya diri saat membaca di depan kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis tindakan kelas dengan pendekatan fonetik dan kontekstual dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar.
Kesiapan Lembaga Pendidikan Islam dalam Menghadapi Revolusi Industri 5.0: Analisis Perspektif Manajerial G. Ginanjar Masruri; Fadhilah Anggraini Pane; Euis Erha Rohmah Hamidah; Mohamad Erihadiana
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2691

Abstract

This study aims to examine the readiness of Islamic educational institutions in facing the challenges of the Industrial Revolution 5.0, focusing on managerial aspects. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in two Islamic educational institutions with differing characteristics. The findings indicate that the understanding of school leaders and educators regarding the concept of the Industrial Revolution 5.0 remains superficial and has not been followed by adequate institutional strategic policies. The capacity of human resources, both teachers and administrative staff, is not yet optimally prepared to manage value-based technology for educational and managerial purposes. Moreover, the integration of Islamic values into the use of technology is not yet systematic and still relies on individual initiatives. These findings suggest that the readiness of Islamic educational institutions remains partial, technical, and has not reached the level of value-based managerial transformation. Therefore, strategies are needed to strengthen managerial literacy, develop sustainable human resource capacity, and integrate Islamic values into every innovation practice in education. Keywords: Islamic education management, Industrial Revolution 5.0, digital transformation, managerial literacy, Islamic value integration.
Project Based Game Learning Effectiveness In 21st Century Classrooms: A Literature Review Angel Ardila Suci Q A; Ketut Agustini; I Kadek Suartama
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2705

Abstract

21st century education demands a learning model that can foster critical thinking, creativity, collaboration and communication skills. One of the emerging models to answer this challenge is Project-Based Game Learning (PjGBL), which integrates a project-based approach with elements of educational games. This study aims to examine the application of PjGBL through the Systematic Literature Review (SLR) method on 13 selected articles in the range of 2020-2024. Articles were analyzed based on research subjects, education levels, subjects, learner characteristics, focus of learning outcomes, and approaches used. The review results show that PjGBL is most commonly applied at the higher education level (S1), especially in Mathematics and Science subjects, and is dominantly applied to students with visual kinesthetic characteristics. The focus of the most frequently developed outcomes are critical thinking (7 articles), collaboration and creativity (5 articles). In terms of approach, constructivism is the most dominant approach because it is aligned with the principles of active and participatory learning. This model is also most effective in middle grades with between 30 and 60 students. This study illustrates that PjGBL is a potential innovative learning model in supporting the development of 21st century competencies holistically.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue