cover
Contact Name
Firman Malewa
Contact Email
firman_999@iainpalopo.ac.id
Phone
+628114121449
Journal Mail Official
admin@jurnaldidaktika.org
Editorial Address
Office: Microteaching Building 1st Floor State Islamic Institute of Palopo (IAIN Palopo), Jl. Agatis, , South Sulawesi, Indonesia, 91914
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Kependidikan
ISSN : 23021330     EISSN : 27454312     DOI : 10.58230
Core Subject : Education,
Material Development Testing, Assessment, & Evaluation Teacher Professional Development Learning Activities Education Policy Learning Facilities & Infrastructures
Articles 1,473 Documents
Gamified Arabic Vocabulary Learning: Integrating Puzzle-Based Discovery Learning to Foster Learner Autonomy Dzakiyatul Fikriyah; Inayah Inayah; Ruswan Ruswan; Lu'lu'ul Aini
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3282

Abstract

Existing studies rarely integrate puzzle-based educational games with the discovery learning model while simultaneously examining students’ learning independence as an affective outcome in Arabic vocabulary learning at the Junior Islamic School level. This study aims to examine, implement, and determine the effectiveness of Arabic vocabulary learning based on games that combine the use of puzzles with discovery learning in improving the learning independence of Junior Islamic School students in Kaliwungu, Kendal, Central Java. The method employed in this study was a quantitative approach with a pre-experimental design. The sample used was from class 8C Junior Islamic School NU 05 Sunan Katong, which consisted of 26 students. Data collection was conducted using observation techniques to measure student learning independence, interviews to gather supporting data, and tests to assess students' vocabulary comprehension. This study shows that integrating puzzle-based discovery learning in vocabulary learning is quite effective in improving student learning independence. The results of the analysis using SPSS showed a significance value of 0.000, which means that the value is <0.05, indicating that there is an effect of vocabulary learning through puzzle media and discovery learning on students' learning independence. The results of the N-Gain test showed a percentage value of 57.6066, which means that vocabulary learning through puzzle media and discovery learning is quite effective. Based on the results of observations, the measurement of student learning independence shows that most students fall into the category of being fairly independent. This means that game-based vocabulary learning through puzzles and discovery learning can encourage student independence in learning. These findings indicate that integrating puzzle-based discovery learning in vocabulary learning is needed for Arabic vocabulary learning in order to improve student learning independence.
Analisis Implementasi Pendekatan Diferensiasi Berbasis Budaya dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar: Studi Literatur Integratif Rini Susdamayanti; Ganes Gunansyah; Ari Metalin Ika Puspita
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3295

Abstract

Analisis implementasi pendekatan diferensiasi berbasis budaya dalam pembelajaran IPS SD penting dilakukan karena permasalahan pemahaman guru terhadap pendekatan diferensiasi dan kurangnya integrasi budaya dalam pembelajaran IPS masih menjadi tantangan signifikan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Guru cenderung memiliki pemahaman sempit mengenai diferensiasi dan seringkali dimaknai sebagai upaya menyesuaikan pembelajaran untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar, bukan sebagai strategi komprehensif. Tujuan penelitian ini ialah untuk memberi kajian terhadap jenis diferensiasi yang paling familiar dan banyak diterapkan guru, serta jenis budaya yang diintegrasikan dalam pembelajaran IPS. Jenis penelitian studi literatur integratif. Sumber data berasal dari database artikel yang terpublikasi di google scholar dan scopus selama enam tahun terakhir (2020-2025) yang membahas jenis diferensiasi dan integrasi budaya dalam pembelajaran IPS. Data penelitian diperoleh sebanyak 14 artikel mengenai jenis diferensiasi, dampak/hasil, dan jenis budaya yang diintegrasikan. Metode pengumpulan data melalui penelusuran literatur secara digital kemudian dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi lebih berfokus pada diferensiasi konten, proses dan produk, sedangkan diferensiasi lingkungan belajar masih jarang diterapkan, khususnya pada pembelajaran IPS SD. Adapun jenis budaya yang banyak diintegrasikan adalah budaya lokal di sekitar siswa yang memiliki karakteristik sesuai muatan materi IPS serta nilai-nilai budaya yang perlu dilestarikan dan ditanamkan sejak dini. Temuan ini menegaskan bahwa masih terdapat peluang pengembangan melalui eksplorasi lingkungan belajar yang lebih kontekstual dengan budaya lokal. Dengan demikian, integrasi budaya lokal dalam pendekatan berdiferensiasi menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, dan humanis bagi siswa yang berpotensi memperkaya pengalaman belajar dan memperkuat kesadaran budaya siswa sejak dini.
Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Dasar Berbasis Fungsi Manajemen POAC Endang Winarsih; Soedjono; Qristin Violinda
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pemberdayaan masyarakat di SD Negeri Bungo 1 Wedung Demak yang meliputi empat fungsi manajemen POAC, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengawasan (controlling). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam bagaimana kepala sekolah merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi strategi pemberdayaan masyarakat guna mendukung program pendidikan di sekolah. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, komite sekolah, wali murid, dan tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan strategis dan partisipatif dalam memberdayakan masyarakat dengan menerapkan fungsi manajemen POAC secara komprehensif. Dalam perencanaan, kepala sekolah melibatkan masyarakat sejak tahap awal penyusunan program melalui rapat dan musyawarah. Dalam pengorganisasian, kepala sekolah menata pembagian tugas secara demokratis dan proporsional antara guru, komite, wali murid, serta masyarakat. Dalam pengarahan, kepala sekolah berperan sebagai motivator dan komunikator yang membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sedangkan dalam pengawasan, kepala sekolah melaksanakan evaluasi dan refleksi bersama masyarakat secara kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan program. Secara keseluruhan, kepala sekolah SD Negeri Bungo 1 Wedung Demak telah berhasil mengimplementasikan fungsi POAC dalam pemberdayaan masyarakat.
Analisis Keselarasan Mutu Kelembagaan dan Mutu Hasil Belajar di Kota Tidore Kepulauan Washliyatul Qodari; Said Hasan; Marwia Tamrin Bakar
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3306

Abstract

Penelitian ini menganalisis keselarasan antara mutu kelembagaan (structural quality) yang diwakili oleh akreditasi (BAN-PDM, 2025) dan hasil pembelajaran (functional quality) yang diwakili oleh capaian literasi-numerasi (Rapor Pendidikan, 2025) di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel sebanyak 164 satuan pendidikan ditentukan secara purposive dan dianalisis menggunakan matriks keselarasan untuk memetakan akreditasi dengan komposit literasi-numerasi dalam tiga kelompok utama: selaras, kesenjangan negatif, dan kesenjangan positif. Temuan mengungkap kesenjangan negatif antara akreditasi dan komposit literasi-numerasi. Sebanyak 20,5% satuan pendidikan berakreditasi A berkategori "Kurang" pada komposit literasi-numerasi, 51,3% berkategori "Sedang" pada komposit literasi-numerasi, dan 56,7% satuan pendidikan berakreditasi B berkategori "Kurang" pada komposit literasi-numerasi. Hasil ini mengindikasikan lemahnya konsistensi antara mutu struktural dan kinerja proses inti pembelajaran (technical core), yang menunjukkan bahwa sistem penjaminan mutu pendidikan belum terintegrasi secara optimal. Temuan ini menunjukkan perlunya pemanfaatan data capaian hasil belajar secara lebih optimal dalam sistem penjaminan mutu pendidikan, sehingga evaluasi mutu tidak hanya merefleksikan kelengkapan struktural, tetapi juga mutu hasil belajar peserta didik.
The Effect of Project-Based Learning in the IPAS Project Subject on Students’ Employability Skills at State Vocational High School 1 Pasuruan Taufik Hidayat; Tuwoso Tuwoso; Syaad Patmanthara
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3308

Abstract

This study investigates the effect of Project-Based Learning (PjBL) in the IPAS Project Subject on the employability skills of students at State Vocational High School 1 Pasuruan. The research was conducted to address the growing demand for vocational graduates who possess not only technical competencies but also essential employability skills such as communication, teamwork, problem-solving, critical thinking, adaptability, responsibility, and time management. A quasi-experimental one-group pre-test–post-test design was employed, involving 30 students selected through purposive sampling. Data were collected using an employability skills questionnaire, observation sheets, and a project assessment rubric. The results revealed a significant improvement in students’ employability skills after the implementation of PjBL. The mean pre-test score of 66.47, which indicated a moderate level of employability skills, increased to 82.63 in the post-test, placing students in the high category. Statistical analysis using a paired-sample t-test showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (t = –14.872, p < 0.05), and the effect size calculation (Cohen’s d = 2.86) indicated a very large impact of the intervention. These findings demonstrate that Project-Based Learning is an effective pedagogical approach for enhancing employability skills in vocational education, particularly when integrated into interdisciplinary subjects such as IPAS within the Kurikulum Merdeka framework. Despite limitations related to the absence of a control group, the small sample size, and the short duration of implementation, this study provides empirical evidence supporting the integration of PjBL as a strategic method to strengthen students’ readiness for the world of work.
Student Organisations as Epistemic Spaces for the Cultivation of Critical Awareness: A Study in the Philosophy of Science Moch. Syakroni; Amanat Solikah; Adimas Setiawan
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3309

Abstract

This study aimed to understand both conceptually and empirically how student organisations functioned as epistemic spaces in fostering critical consciousness through the lens of the philosophy of science. The focus of the research encompassed three main dimensions: ontology, epistemology, and axiology. The study employed a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as in-depth interviews, activity observations, and documentation conducted at the IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Commissariat of Muhammadiyah University of Surabaya. The findings revealed that, ontologically, the IMM Commissariat existed as a social entity that played an active role in the dynamics of campus and community life. Epistemologically, it served as a dialectical space for members to acquire and validate knowledge through cadre development, intellectual forums, and service activities. Axiologically, the IMM Commissariat implemented scientific and Islamic values in the form of concrete contributions through socially beneficial activities. This entire process cultivated members who not only thought critically but also possessed social awareness and moral integrity. Thus, the IMM Commissariat proved to be a relevant epistemic space in developing critical consciousness, both within the academic environment and in broader societal contexts.
Kesenjangan Ideal dan Aktual Asesmen Diagnostik Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA/SMK Linda Rizkika Sekarsari; Sudiati; Esti Swatika Sari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3312

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan kesenjangan antara konsep ideal asesmen diagnostik dalam kurikulum baru dengan praktik di lapangan, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA N 1 Mlati dan SMK Muhammadiyah 1 Seyegan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana guru memahami dan menerapkan asesmen diagnostik, seberapa baik hasilnya dimanfaatkan untuk perencanaan dan diferensiasi pembelajaran, serta mengidentifikasi kesenjangan dan dampaknya pada pengembangan literasi siswa. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui wawancara semiterstruktur dengan enam partisipan (guru Bahasa Indonesia, wakil kepala sekolah kurikulum, dan guru BK dari kedua sekolah) serta studi dokumen seperti modul ajar dan instrumen asesmen, dilakukan pada November 2025. Hasil menunjukkan bahwa asesmen diagnostik sering kali hanya pretest sederhana yang berfokus pada aspek kognitif, tanpa integrasi kuat elemen nonkognitif seperti motivasi dan sikap sehingga diferensiasi pembelajaran kurang efektif dan siswa heterogen tidak mendapat pengalaman belajar yang sesuai. Hambatan utama meliputi kurangnya pelatihan guru, beban administrasi, dan komunikasi antarpihak yang membuat hasil asesmen jarang dimanfaatkan maksimal. Ini berdampak pada pengembangan literasi Bahasa Indonesia yang belum sepenuhnya mendalam, meski ada upaya fleksibel di salah satu sekolah. Penelitian ini memberikan gambaran empiris tentang tantangan implementasi kurikulum baru di konteks sekolah menengah, yang bisa jadi dasar untuk perbaikan praktik pendidikan. Kata kunci: asesmen diagnostik, pembelajaran Bahasa Indonesia, kurikulum baru, kesenjangan ideal aktual, diferensiasi pembelajaran
Evaluasi Kualitas Data Pokok Pendidikan: Menelisik Faktor Internal dan Eksternal Penurunan Validitas dan Kelengkapan Data di Yogyakarta Aliya Izet bigovic; Sedya Santosa; Esa Cahyaning Putri
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3320

Abstract

Kualitas data pendidikan merupakan prasyarat mutlak bagi tata kelola yang akuntabel dan pengambilan kebijakan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menelisik pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap validitas dan kelengkapan data. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, survei dilakukan terhadap 290 satuan pendidikan yang mencakup seluruh jenjang (PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB) di lima kabupaten/kota. Hasil penelitian menunjukkan adanya asimetri kualitas data, di mana aspek kelengkapan data mengalami perbaikan progresif (+0,48), sedangkan aspek validitas cenderung stagnan (+0,23). Jenjang Sekolah Dasar (SD) menunjukkan performa manajemen data terbaik, sementara jenjang PAUD dan SMK teridentifikasi sebagai entitas paling rentan. Temuan krusial studi ini mengungkap bahwa stagnasi kualitas data bukan disebabkan oleh rendahnya kompetensi operator (faktor internal), melainkan akibat tekanan faktor eksternal berupa kendala teknis aplikasi, instabilitas jaringan, dan dinamika perubahan kebijakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Dapodik saat ini masih berorientasi pada pemenuhan administratif semata (administrative compliance) dan belum sepenuhnya menjamin akurasi substantif. Oleh karena itu, direkomendasikan pergeseran strategi dari intervensi general menjadi pendampingan afirmatif spesifik bagi jenjang rentan serta perbaikan stabilitas sistem di tingkat pusat.
Manajemen Bursa Kerja Khusus dalam Meningkatkan Kerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri di Sekolah Menengah Kejuruan Firmansah Ardhiyanto; Marsono; Machmud Sugandi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3321

Abstract

Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK berperan sebagai penghubung utama antara lulusan dan dunia industri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan BKK di SMKN 1 Pungging untuk meningkatkan kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif kualitatif. Kegiatan magang dilaksanakan selama 10 minggu (Juni–Agustus 2025) di unit BKK SMKN 1 Pungging. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengelola BKK dan mitra industri, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMKN 1 Pungging memiliki struktur BKK yang jelas dan aktif menjalin kemitraan luas yaitu 235 perusahaan mitra. Strategi penyaluran lulusan mencakup: pemanfaatan praktik kerja lapangan (PKL) sebagai jalur rekrutmen, program On The Job Training dengan perusahaan besar, serta penyelenggaraan job fair dan sosialisasi lowongan kerja. Keberhasilan ini tercermin dari tingginya kepercayaan industri: banyak perusahaan mempekerjakan lulusan bahkan sebelum wisuda. Sinergi antara manajemen BKK terstruktur dan kolaborasi kuat dengan industri memungkinkan lulusan SMKN 1 Pungging terserap lebih cepat di dunia kerja.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Music Digital Berbasis Deep Learning untuk Menulis Cerita Naratif Siswa Kelas VII Erma Septi Praptiwi; St. Nurbaya; Ary Kristiyani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran flipbook music digital berbasis Deep Learning pada materi menulis teks naratif khususnya cerita fantasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada tahap awal model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman kelas VII dan 5 guru Bahasa Indonesia di beberapa sekolah SMP daerah Kabupaten Sleman. Data diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, dan analisis dokumen perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,7% siswa tertarik menulis cerita fantasi, tetapi 53,3% siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan alur cerita, 46,7% kesulitan menentukan tema, dan 40% merangkai struktur cerita. Berdasarkan hasil penelitian juga diketahui bahwa 53% siswa membutuhkan dan tertarik menggunakan media pembelajaran yang interaktif seperti flipbook musik digital untuk mempermudah menulis teks naratif dan menumbuhkan semangat. Selain itu, berdasarkan analisis perangkat pembelajaran yang tersedia dan angket yang telah diisi guru 50% menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan masih berupa teks dan power point biasa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan media pembelajaran interaktif flipbook musik digital untuk pembelajaran menulis teks naratif. Media pembelajaran ini diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, khususnya mnulis teks naratif.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024) Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 1 Februari (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 3 Agustus (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 2 Mei (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 1 Februari (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 4 Nopember (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 3 Agustus (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 2 Mei (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 11 No. 1 Februari (2022): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 4 Nopember (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 3 Agustus (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 2 Mei (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 10 No. 1 Februari (2021): Didaktika Jurnal Kependidikan Vol. 9 No. 4 (2020): DIDAKTIKA November 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): DIDAKTIKA Agustus 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): DIDAKTIKA Mei 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): DIDAKTIKA Februari 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): DIDAKTIKA Agustus 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): DIDAKTIKA Mei 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): DIDAKTIKA Februari 2019 More Issue