cover
Contact Name
Intje Picauly
Contact Email
JPkM_KeLaKer@pergizipanganntt.id
Phone
+6282237145517
Journal Mail Official
JPkM_KeLaKer@pergizipanganntt.id
Editorial Address
Jl. Cakdoko No. 40
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering
ISSN : -     EISSN : 27462234     DOI : https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat (PKM) ini merupakan jurnal pengembangan dan penerapan IPTEKS yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam aspek pemenuhan kebutuhan hidup keluarga dan masyarakat. Jurnal ini dibentuk oleh Perhimpunan Pakar Pangan dan Gizi Indonesia (Pergizi Pangan), Dewan Pimpinan Cabang Daerah NTT pada 17 Maret 2020 dan selanjutnya diproses pengurusan ISSN online dan e-ISSN setelah terbitan pertama dikeluarkan yaitu di bulan April 2020 secara Blogger. Penyempurnaan dokumen selanjutnya dilakukan pada Bulan September 2020 untuk memperoleh ijin terbit berbentuk ISSN online dan e-ISSN. Artikel diterbikan 2 kali dalam setahun yaitu periode April dan Oktober tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI DAN DEMONSTRASI MASAK SEHAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN MANANGGU KABUPATEN BOALEMO Mohamad, Rini Wahyuni; Havid, Ridha; Mursyidah, Andi
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.472

Abstract

Stunting adalah permasalahan gizi yang kompleks karena dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah pengaruh peran keluarga. Peran keluarga memiliki kontribusi yang besar pada kesehatan anak. Kejadian stunting secara langsung dipengaruhi oleh variabel asupan gizi, riwayat infeksi, serta pengetahuan gizi ibu dan kadar gizi. Adapun faktor penyebab anak terindikasi stunting ialah kurangnya pengetahuan ibu dan peran keluarga terkait stunting, kurangnya pemenuhan gizi, kurangnya kesadaran untuk menerapkan aktivitas hidup bersih dan sehat. Profil mitra yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga dan kader Posyandu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Rumah Tangga. Namun hingga saat ini, kegiatan kelompok tersebut belum berkembang secara optimal karena kurangnya pelatihan pengolahan makanan berbasis gizi anak, keterbatasan inovasi produk, dan belum adanya dukungan teknis untuk penguatan kapasitas produksi dan pemasaran. Desa Bendungan memiliki akses cukup terhadap bahan pangan lokal seperti pisang, dan jagung. Namun pada pemanfaatan pangan tersebut masih terbatas untuk konsumsi rumah tangga dengan pengolahan yang monoton dan tidak terstandar secara gizi. Penguatan peran keluarga ini bertujuan untuk mencegah stunting melalui edukasi dan demonstrasi masak sehat berbasis kearifan lokal di Desa Bendungan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah stunting, mahasiswa KKN-PK melakukan edukasi gizi keluarga. Metode kegiatan yang dilaksanakan dalam bentukpengabdian kepada masyarakat yakni melakukan demonstrasi masak sehat, melakukan pelatihan kader gizi dan membuat video edukasi stunting. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan kegiatan dan intervensi berbasis kearifan lokal sangat efektif mencegah stunting pada anak.
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN TENTANG BANTUAN HIDUP DASAR DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI 5 PILAR SANITASI TOTAL BERBASIS LINGKUNGAN Yusuf, Zuhriana K.; Pateda, Sri Manovita; Abd Azis, Moh Nisyar
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.473

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo dengan prevalensi mencapai 23,8%. Desa Dimito sebagai salah satu lokus intervensi menghadapi tantangan rendahnya kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan stunting dan penanganan kegawatdaruratan dasar. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung, simulasi, serta pendampingan oleh dosen dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan kader. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana pada pretest terdapat 9 kader (64,3%) dengan skor ≤65 dan hanya 5 kader (35,7%) dengan skor >65. Setelah post test, 13 kader (92,9%) memperoleh skor >65 dan hanya 1 kader (7,1%) yang masih berada pada kategori ≤65. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai sanitasi lingkungan dan keterampilan dasar penanganan kegawatdaruratan. Selain menghasilkan booklet, publikasi ilmiah, dan media edukasi, kegiatan ini juga memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam mendukung pencegahan stunting dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa serta mendukung pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting menuju pembangunan kesehatan berkelanjutan.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI “RUMAH GIZI” UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN KETAHANAN PANGAN DI PILOLIYANGA, BOALEMO Kasim, Vivien Novarina A; Yusuf, Nur Ayun R; Sartika
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.477

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama di Indonesia, khususnya wilayah timur. Di Provinsi Gorontalo, prevalensi tahun 2022 mencapai 23,9%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi nyata tidak hanya melalui layanan kesehatan formal, tetapi juga program pengabdian masyarakat berbasis komunitas. Kelompok paling rentan adalah ibu–balita, sehingga peningkatan literasi gizi dan keterampilan pengolahan pangan sehat di rumah tangga sangat penting. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui Program Rumah Gizi di Desa Piloliyanga, Kabupaten Boalemo, bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu–balita dalam pencegahan stunting. Sebanyak 11 ibu–balita terlibat aktif. Tahap awal dilakukan asesmen pengetahuan terkait gizi seimbang, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta pemahaman dasar stunting. Selanjutnya diberikan edukasi gizi menggunakan media interaktif, seperti piramida gizi, sudut gizi, dan media Edu TV untuk memudahkan pemahaman. Selain itu, kegiatan inti lainnya berupa demo masak berbasis pangan lokal dengan memanfaatkan bahan sekitar, seperti ikan, umbi, sayur, dan buah. Melalui kegiatan ini, ibu tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis mengolah dan menyajikan makanan sehat. Pendekatan ini meningkatkan keberagaman pangan rumah tangga sekaligus mendukung empat pilar ketahanan pangan: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan gizi dari kategori rendah–sedang, serta keterampilan dalam praktik pengolahan makanan sehat. Perubahan sikap terlihat pada pemilihan bahan pangan, penyusunan menu keluarga, dan penerapan prinsip gizi seimbang. Program Rumah Gizi terbukti meningkatkan literasi gizi sekaligus ketahanan pangan rumah tangga. Program ini dapat direkomendasikan sebagai model pengabdian masyarakat yang efektif, aplikatif, dan berkelanjutan dalam pencegahan stunting.
PENANAMAN MANGROVE DI EKOWISATA MANGROVE KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Syaputra, Eko Maulana; Laila, Fadhillah; Nisa, Roifatun; Anwariyah, Hilya R; Aprilianti, Lutfiah; Altriyani, Altriyani
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.484

Abstract

Wilayah pesisisr memiliki fungsi ekologis, sosial, dan eonomi yang penting. Salah satunya melalui ekosistem mangrove. Namun, tekanan akibat alih fungsi lahan, pencemaran serta rendahnya kesadaran masyarkat menyebabkan degradasi ekosistem pesisir termasuk di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, Indramayu. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat mengenai konservasi mangrove serta Mengurangi permasalahan sampah pesisir. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kuesioner pre-test dan post-test, disertai kegiatan lapangan berupa penanaman mangrove dan aksi bersih pantai (clean-up). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2025 dengan melibatkan mahasiswa Universitas Wiralodra serta kelompok masyarakat mitra. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (84,85) memiliki wawasan cukup tentang mangrove meskipun masih lemah dalam aspek identifikasi jenis tanaman bakau secara ilmiah, Setelah kegiatan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dimana 96,97% peserta memperoleh nilai tinggi. Sedangkan dari aksi bersih pantai didapatkan dominasi sampah plastic sekali pakai sebagai ancaman utama ekosistem pesisir. Keberhasilan konservasi mangrove tidak hanya bergantung pada rehabilitasi melalui penanaman tetapi juga membutuhkan edukasi berkelanjutan, pengelolaan sampah terpadu serta kolaborasi multipihak. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi lingkungan sekaligus mewujudkan sinergi yang partisipatif dan berkelanjutan demi mewujudkan konservasi berbasis masyarakat.
PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA MENJADI BIOBRIKET : SOLUSI ENERGI TERBARUKAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN PESISIR TELUK TOMINI Maksum, Tri Septian; Basri K, Sarinah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.490

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi global dan keterbatasan cadangan bahan bakar fosil mendorong upaya pengembangan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Limbah tempurung kelapa, yang banyak dihasilkan di wilayah pesisir, termasuk Teluk Tomini, berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biobriket bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Pesisir Bintalahe, Kabila Bone, Bone Bolango dalam mengenal, memahami, dan memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi biobriket sebagai alternatif energi terbarukan. Metode pelaksanaan meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan biobriket oleh tim pelaksana, sosialisasi melalui pemutaran video proses pembuatan disertai pemaparan materi, serta demonstrasi penyalaan biobriket di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai tahapan pembuatan biobriket, karakteristik dan keunggulannya, seperti nyala api yang lebih lama, emisi asap rendah, ramah lingkungan, dan potensinya sebagai pengganti bahan bakar fosil. Produk biobriket yang dihasilkan mampu menyala stabil dan efisien sehingga layak digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun usaha kecil. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi biobriket dapat menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus alternatif energi bersih yang mendukung ketahanan energi lokal juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual.
PENGEMBANGAN RUMAH KOMUNIKASI STUNTING MODEL KESKA DI DESA OINLASI, KECAMATAN MOLO SELATAN-KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Picauly, Intje; Landi, Soleman; Taloim, Aristarkhus; Setyobudi, Agus
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.504

Abstract

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 bahwa prevalensi stunting di Desa Oinlasi 37.2% lebih tinggi dari Kabupaten TTS (32.1%) daun jauh diatas angka rata-rata nasional (19.8%). Angka ini mencerminkan kondisi lapangan yang sulit akses terhadap pangan bergizi, air bersih, sanitasi layak, dan layanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode kaji tindak inovasi dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan serta meningkatkan ekonomi keluarga berisiko Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan untuk pengembangan inovasi rukom stunting dengan metode kaji tindak terkait aspek pemanfaatan lahan pakarangan dalam pemenuhan aspek kemandirian pangan di Wilayah Pelayanan Polindesa Desa Oinlasi Kecamatan Molo Selatan Kabupaten TTS dibulan Juli - September 2025. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah tersedianya lokasi percontohan pemanfaatan lahan pekarangan dengan model pertanian hidroponik terintegrasi dengan peternakan kandang ayam atau Model KESKA dapat terus digalakkan dalam upaya memenuhi asupan gizi protein hewani, kemandirian pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga
PELATIHAN PEMBUATAN BOLU KUKUS BERBASIS LABU KUNING SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF KAYA ANTIOKSIDAN PASCA BENCANA
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.344

Abstract

Saat ini umumnya pemanfaatan labu (kuning) hanya dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun direbus. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan kue berbahan dasar labu, khususnya ibu-ibu kader kesehatan di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kab. Sigi. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta dalam pembuatan Bolu Kukus Berbasis Kombinasi Tepung Labu Kuning Sebagai Makanan Selingan Alternatif. Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah peserta dapat mengetahui cara pembuatan Bolu Kukus tersebut serta dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu kader kesehatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah: 1) Metode ceramah : digunakan untuk menjelaskan materi tentang cara membuat bolu kukus. 2) Metode Praktek : digunakan untuk mempraktekkan cara membuat bolu kukus. 3) Metode Diskusi : Dilakukan setelah kegiatan selesai kegiatan pelatihan untuk mengetahui respon peserta. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah ibu-ibu kader kesehatan di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kab. Sigi. Pengabdian ini membagikan dan mensosialisasikan produk Bolu kukus berbasis labu kuning kepada masyarakat serta membagikan resep agar masyarakat dapat memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai ekonomis. Semua peserta mendapatkan informasi yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai makanan selingan alternatif kaya antioksidan Pasca Bencana
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT JANTUNG KORONER DAN PENCEGAHANNYA MELALUI PROGRAM DETAK HARAPAN DI CAR FREE DAY KOTA KUPANG Ndoen, Honey I.; Riwu, Revalita; Makara, Reskita; Udin, Putri; Adang Djaha, Siti
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.345

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan gangguan fungsi jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena adanya penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Penyakit jantung koroner disebabkan oleh faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, serta genetik. Penyakit jantung koroner juga dapat disebabkan oleh faktor risiko yang dapat diubah seperti kebiasaan merokok, dislipidemia, hipertensi, kurang aktifitas fisik, obesitas, diabetes mellitus, stress, konsumsi alkohol serta kebiasaan makan yang kurang baik. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok berisiko yang berumur >30 tahun di area car free day, Kota Kupang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kelompok berisiko mengenai faktor risiko dan pencegahan penyakit jantung koroner serta mendorong kelompok berisiko untuk dapat menghindari faktor risiko pemicu timbulnya penyakit jantung koroner dengan menerapkan perilaku hidup sehat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan berupa penyuluhan dengan menggunakan metode tanya jawab, simulasi alat peraga jantung dan penjualan sago alpukat yang bermanfaat bagi jantung. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 65,5% menjadi 93% setelah penyuluhan. kelompok sasaran juga menunjukkan kemauan yang kuat untuk memelihara kesehatan jantung mereka dengan menerapkan pola hidup yang sehat.
DAMPAK MEROKOK TERHADAP KESEHATAN REMAJA Sakke Tira, Deviarbi; Purnawirawan, Sigit; Radja Riwu, Yuliana
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.362

Abstract

Kebiasaan merokok dapat membahayakan kesehatan seseorang karena rokok mengandung nikotin dan 4000 jenis zat kimia yang berbahaya yang mematikan. Salah satu cara untuk dapat dicegah kebiasaan merokok adalah dengan edukasi yang lebih baik dan tepat sasaran. Usia remaja merupakan usia yang penuh gejolak dan cenderung lebih menuruti kemauan mereka sehingga menuntun mereka untuk mengambil keputusan yang salah, termasuk keputusan untuk merokok.  Oleh karena itu, mereka yang berusia remaja dinilai tepat untuk dijadikan sasaran edukasi. Pengabdian ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan kepada remaja, yakni siswa-siswi di SMP Negeri 20 Kota Kupang; dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok sehingga membangun kesadaran mereka untuk tidak merokok atau menghindari kebiasaan merokok, dan menerapkan kebiasaan pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan pengabdian juga dilakukan dalam bentuk pembagian leaflet kepada para siswa dan siswi sehingga mereka dapat mengerti secara visual tentang bahaya merokok. Kegiatan pengabdian diawali dengan pre-test, penyampaian materi, pembagian leaflet, lalu diakhiri dengan post-test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para remaja belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok serta dampaknya bagi kesehatan mereka. Hal ini ditandai dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 55. Setelah materi diberikan dan dilanjutkan dengan post-test, nilai rata-rata meningkat menjadi 95. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya merokok. Diharapkan bahwa dengan meningkatnya pengetahuan remaja, terjadi perubahan perilaku yang positif dan diikuti dengan penerapan pola hidup yang sehat (PHBS).   
KREATIVITAS KADER DAN IBU DALAM PENANGANAN GIZI BAYI DAN BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU TERATAI DESA MANUSAK Limbu, Ribka; Marni, Marni; Purimahua, Sintha Lisa
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.380

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan utama khususnya di negara-negara berkembang. Masalah stunting di Indonesia memerlukan perhatian serius dan sangat penting untuk dicegah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu bayi dan balita serta kreativitas kader sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada bayi dan balita dengan fokus pada aspek edukasi. Metode yang dilakukan adalah dengan ceramah. Hasil dari edukasi yang telah dilakukan adalah berdasarkan hasil pretest dan posttest bahwa ada peningkatan pengetahuan dan praktik atau keterampilan oleh ibu dan kader. Pada ibu ada 22 orang (29,3%) memperoleh skor ≤60 dan meningkat menjadi 70 orang (93,3%) mendapat skor ≥60, sedangkan pada kader ada 3 orang (60%) memperoleh skor ≤60 dan meningkat menjadi 5 orang (100%) yang memperoleh nilai skor ≥60. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kegiatan edukasi tentang kreativitas ibu bayi dan balita serta kader Posyandu berhasil. Kreativitas ibu dan kader dalam penanganan gizi keluarga terutama gizi bayi dan balita sangat penting sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Pengetahuan dan pemahaman keluarga khususnya ibu tentang stunting, penyebabnya dan pencegahannya memainkan peran utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi dan balita. Penyuluhan atau edukasi tidak hanya memberikan informasi tetapi juga membentuk sikap dan perilaku yang mendukung pencegahan stunting. Hal ini mencakup perubahan dalam penanganan gizi, pola makan, pengolahan makanan, dan juga praktik sanitasi dan kebersihan lingkungan. Pemberdayaan keluarga melalui edukasi memungkinkan mereka untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan bayi dan balita mereka. Meskipun pengetahuan ibu terhadap stunting mungkin sudah cukup baik, penting untuk memastikan bahwa pengetahuan tersebut diaplikasikan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Direkomendasikan bahwa perlu evaluasi terus-menerus terhadap implementasi praktik-praktik pencegahan stunting perlu dilakukan untuk memastikan dampak yang berkelanjutan. Selain itu direkomendasikan bagi pemerintah, lembaga kesehatan, dan praktisi kesehatan untuk mengintegrasikan pendekatan edukatif dalam program pencegahan stunting serta kolaboratif dari berbagai pihak