cover
Contact Name
Intje Picauly
Contact Email
JPkM_KeLaKer@pergizipanganntt.id
Phone
+6282237145517
Journal Mail Official
JPkM_KeLaKer@pergizipanganntt.id
Editorial Address
Jl. Cakdoko No. 40
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering
ISSN : -     EISSN : 27462234     DOI : https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat (PKM) ini merupakan jurnal pengembangan dan penerapan IPTEKS yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam aspek pemenuhan kebutuhan hidup keluarga dan masyarakat. Jurnal ini dibentuk oleh Perhimpunan Pakar Pangan dan Gizi Indonesia (Pergizi Pangan), Dewan Pimpinan Cabang Daerah NTT pada 17 Maret 2020 dan selanjutnya diproses pengurusan ISSN online dan e-ISSN setelah terbitan pertama dikeluarkan yaitu di bulan April 2020 secara Blogger. Penyempurnaan dokumen selanjutnya dilakukan pada Bulan September 2020 untuk memperoleh ijin terbit berbentuk ISSN online dan e-ISSN. Artikel diterbikan 2 kali dalam setahun yaitu periode April dan Oktober tahun berjalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
PENGUATAN KADER POSYANDU DALAM RANGKA MENCEGAH KEJADIAN STUNTING Nur, Marselinus Laga; Talahatu, Anna; Maku, Grace
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.381

Abstract

Kader posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah dan mengatasi stunting. Pengetahuan tentang MP ASI yang lengkap memberi kemampuan kader dalam melakukan konseling dan penyuluhan gizi kepada ibu Baduta dan Balita. Dibutuhkan upaya  percepatan  penanganan  stunting  salah  satunya  melalui  optimalisai  peran  kader  posyandu. Kader juga dilibatkan dalam memasak menu makanan untuk balita stunting dan ibu hamil. Secara umum kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan Kader posyandu untuk : berpartisipasi aktif dalam melakukan tindakan preventif terhadap peluang munculnya masalah kekurangan gizi, meningkatkan pengetahuan, pemahaman tentang asupan gizi, menu PMT dan pencegahan stunting, Mendukung program pemerintah daerah dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan pengumpulan data dalam pengabdian ini menggunakan jenis Eksplorasi dengan kombinasi rancangan Observasi dan Cross sectional Study. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2023 dengan lokasi kegiatan Kantor Desa Likwatang, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Adapun target pelaksanaan kegiatan adalah Kader Posyandu di desa tersebut sebanyak 15 orang. Kegiatan ini berlangsung lancar dengan dukungan pemerintah Kabupaten melalui puskesmas Mebung dan pemerintah Desa. Terdapat peningkatan pemahaman tentang materi yang tercermin melalui test dan evaluasi partisipasi peserta.
PENCEGAHANAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 2 NEKAMESE KECAMATAN NEKAMESE KABUPATEN KUPANG Landi, Soleman; Weraman, Pius; Riwu, Yuliana R.
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.382

Abstract

Anemia dapat terjadi pada semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. Namun kelompok yang paling rentan beresiko diantaranya adalah remaja putri (rematri). Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, yang ditandai dengan perubahan fisiologis tubuh, pertumbuhan fisik yang cepat sehingga membutuhkan asupan gizi yang memadai termasuk zat besi. Bila asupan zat besi kurang dapat menyebabkan anemia pada remaja. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan prevalensi anemia pada kelompok umur 5-14 tahun sebanyak 26,8% dan 32,0% terdapat pada kelompok umur 15-24 tahun. Ini berarti 3 diantara 10 anak rematri menderita Anemia atau terdapat kurang lebih 7.5 juta remaja Indonesia yang berisiko untuk mengalami hambatan dalam tumbuh kembang, kemampuan kognitif dan rentan terhadap penyakit infeksi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah deteksi dini anemia dan meningkatkan pengetahuan serta memotivasi siswi dan guru untuk mencegah terjadinya anemia baik saat ini maupun kelak saat menjadi seorang ibu. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan, pembagian media kesehatan dan pemeriksaan hemoglobin (HB) pada remaja putri. Kegiatan ini dikuti sebanyak 34 remaja putri. Hasil pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan remaja terkait anemia dengan nilai rata-rata pretes 54,41 menjadi 64,19 saat post test dilakukan, terdistribusinya media promosi kesehatan di ruang kelas sekolah dan terdeteksi sebanyak 13 siswi (38%) menderita anemia (HB <12 g/dL). Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan pembagian tablet tambah darah pada akhir kegiatan pengabdian dapat mengurangi prevalensi kejadian anemia pada remaja putri.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI OLAHAN PRODUK BERBASIS RUMPUT LAUT DENGAN KOMBINASI LABU KUNING UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF DI KELURAHAN LASIANA KOTA KUPANG Ginzel, Fanny; Pesulima, Welma; Tisera, Wilson L.
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.397

Abstract

Nusa Tenggara Timur termasuk provinsi kepulauan dengan panjang pantai ± 5.700 km, memiliki sumberdaya laut yang cukup melimpah. Selain itu, di daratan memiliki komoditi pangan lokal dari hasil pertanian berupa labu kuning. Rumput laut dan labu kuning memiliki kandungan serat dan kaya gizi yang berguna bagi tubuh. Salah satu komoditas unggulan di NTT, rumput laut hanya dipasarkan dalam kondisi kering. Pengolahan rumput laut menjadi sebuah produk yang dapat dikonsumsi adalah cara tepat untuk memiliki nilai tambah dalam meningkatkan harga penjualan. Begitu juga dengan labu kuning yang diunggulkan sebagai pangan lokal, namun masih terbatas dalam pemanfaatan dan kurang diminati masyarakat umum. Apabila kedua komoditas ini dipadukan sebagai produk makanan banyak memiliki manfaat yang besar yaitu lebih bergizi dengan cita rasa yang berbeda, menghasilkan bentuk produk makanan lain, membantu masyarakat terutama kaum ibu dalam menyediakan tambahan makanan bergizi, mendorong kaum ibu berkreatif secara inovasi dan meningkatkan ekonomi. Kedua komoditas ini dapat dengan mudah diperoleh dan murah harganya. Pelatihan ini bertujuan untuk menerapkan inovasi kreatif bagi kaum ibu melalui diversifikasi olahan produk makanan berbasis rumput laut dengan kombinasi labu kuning di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah teknik Participatory Learning and Action. Kegiatan pengabdian dibagi dalam 3 tahapan utama yaitu: sosialisasi program, ceramah, dan pelatihan. Berlandaskan permasalahan yang ada di lapangan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh mitra (kaum ibu) dapat mengembangkan diri secara kreatif dalam meningkatkan ekonomi,  serta terampil menerapkan inovasi melalui diversifikasi produk olahan berbasis rumput laut dan dikombinasikan labu kuning.
STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING: EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL UBI UNGU SEBAGAI MENU CEMILAN GIZI SEIMBANG MENCEGAH ANEMIA Thaifur, Andi Yaumil Bay R; Jumadi, Jumadi; Azis, Waode Azfari; Fitriani, Fitriani; Subhan, Muh; Amiruddin , Eky Endriana; Urufia, Wa Ode Nadziyran; Dolang, Mariene Wiwin
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.398

Abstract

Anemia merupakan gangguan gizi disebabkan oleh kekurangan zat besi terutama pada remaja putri yang kurang beruntung. Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), remaja dikatakan mengalami anemia bila kadar hemoglobinnya kurang dari 12 mg/dl. Prevalensi anemia di Indonesia pada remaja putri usia 18-24 tahun berkisar 27.2%. Hal ini dapat disebabkan adanya peningkatan kebutuhan zat besi, penurunan asupan zat besi, pertumbuhan fisik yang cepat, kehilangan menstruasi, dan permintaan zat besi yang tinggi untuk pembentukan hemoglobin (Hb). pemenuhan zat besi dapat diperoleh dari konsumsi pangan lokal Indonesia salah satunya adalah ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir). Tujuan pengabdian ini adalah memperkenalkan ubi ungu sebagai bahan pangan kaya nutrisi yang dapat diolah menjadi produk inovatif, seperti bolu, untuk meningkatkan asupan gizi dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi, khususnya zat besi, dalam pencegahan anemia. Metode pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test, melakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan bolu ubi ungu, membagikan leaflet serta memberikan  bolu ubi  ungu sebagai intervensi  fisiknya. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank yang menunjukkan nilai Prob > |z| = 0,0000 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh penyuluhan dan demo masak terhadap pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Hal ini menunjukkan pula terdapat peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan dan demo masak. Bolu ubi ungu berbahan dasar ubi ungu merupakan salah satu inovasi makanan yang dapat menurunkan angka prevalensi anemia.
PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI SOLUSI KRISIS AIR BERSIH DAN KONSERVASI AIR TANAH DI WILAYAH SEMI-RINGKAI, TIMOR TENGAH SELATAN Tamelan, Paul Gabriel; Nendissa, Doppy Roy; Chamdra, Santhy; Lerik, Mariana Dinah Charlota
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.399

Abstract

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu daerah semi-ringkai di Indonesia yang sering menghadapi krisis air bersih, terutama di musim kemarau. Akses terhadap air bersih yang terbatas menyebabkan masyarakat terpaksa mengambil air dengan jarak yang jauh atau tergantung pada bantuan distribusi air. Disis lain, ketika musim hujan, air yang melimpah tetapi tanpa pemanfaatan secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi air melalui penerapan sistem Pemanenan Air Hujan (PAH) sebagai alternatif penyediaan air bersih rumah tangga dan pelestarian air tanah. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat dengan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, dan pembangunan sistem PAH sederhana. Sebanyak 25 peserta dari masyarakat lokal mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembuatan talang, instalasi tandon berkapasitas 2.000 liter, hingga pemeliharaan sistem. Monitoring selama tiga bulan menunjukkan bahwa sistem mampu memenuhi kebutuhan air rumah tangga selama musim kemarau dan memberikan dampak positif berupa meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi air. Evaluasi partisipasi menunjukkan tingkat kepuasan mencapai 92%, meskipun masih ada tantangan teknis seperti kebocoran talang. Dengan keberhasilan ini, PAH terbukti menjadi solusi praktis, hemat biaya, dan dapat direplikasi di daerah lain dengan kondisi serupa. Dukungan lebih lanjut dari pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan program ini.
PENGOLAHAN TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) DALAM RANGKA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA BERISIKO STUNTING DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA KENEBIBI KECAMATAN KALKULUK MESAK KABUPATEN BELU Koeshendrajana, Sonny; Karomah Yaumidin, Umi Karomah; Picauly, Intje; Mewa, Mewa; Ramadhan, Andrian; Pramoda, Radityo; Huda, Hakim Miftakhul; Putri, Hertria Maharani; Hidayatina, Achsanah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.400

Abstract

Teripang, trepang, timun laut, atau gamat adalah istilah yang diberikan untuk hewan invertebrata Holothuroidea yang dapat dimakan dan tersebar luas di lingkungan laut di seluruh dunia, mulai dari zona pasang surut sampai laut dalam terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat termasuk Indonesia. Selain itu, Teripang juga  dipakai dalam bentuk segar atau kering dalam berbagai masakan dan dalam konteks budaya, jenis pangan ini (teripang) dapat dipakai dalam bidang pengobatan. Masyarakat pesisir Desa Kenebibi Kecamatan Kalkuluk Mesak Kabupaten Belu sampai saat ini belum memaksimalkan jenis pangan ini dalam memenuhi kebutuhan asupan gizi karena terbatas dengan jenis pengolahan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan keluarga berisiko stunting untuk maksimal memanfaatkan teripang baik dalam konsumsi keluarga maupun dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Kegiatan dilaksanakan di Kantor desa Kenebibi Kecamatan Kalkuluk Mesak Kabupaten Belu pada bulan Oktober 2024 dengan melibatkan 30 kepala keluarga dan ibu keluarga dari keluarga berisiko stunting.  Kegiatan pengabdian menggunakan metode Penyuluhan dan Simulasi dengan tujuan dapat memantik pengetahuan siap dan ide peserta dalam mengolah jenis pangan taripang sampai ke bentuk usaha yang akan dijalankan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta berhasil dilatih dalam mengolah jenis pangan teripang pasir dan semua peserta menyimpulkan bahwa hasil olahan yang sangat baik untuk dipasarkan adalah dalam bentuk olahan teripang kering.
OPTIMALISASI HASIL BUDIDAYA DAN PEMASARAN KERANG HIJAU DI DUKUH BEDONO, DESA BEDONO, SAYUNG, DEMAK Mege, Stacia Reviany; Yusim, Adi Kurniawan; Windriya, Anafil
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.401

Abstract

Budidaya kerang hijau yang dilakukan oleh masyarakat di Dukuh Bedono, Desa Bedono belum memberikan hasil yang maksimal. Hal tersebut karena masih kurangnya pengetahuan masyrakat tentang budidaya kerang hijau, serta masih kurangnya kualitas dari bahan yang digunakan untuk membangun tambak budidaya kerang hijau. Masalah yang lain adalah hasil panen kerang hijau yang tidak tersalurkan sehingga masyarakat tidak mendapat keuntungan. Pemberdayaan kemitraan masyarakat ini menyajikan solusi dengan memberikan pelatihan budidaya kerang hijau, melakukan pengadaan material pembuatan tambak budidaya dengan inovasi menggunakan pipa PVC, serta menyusun strategi pemasaran dan mempraktekannya. Hasil temuan adalah adanya peningkatan pengetahuan dalam budidaya serta penerapan strategi pemasaran, dan tersedianya material berkualitas baik dan tahan lama untuk membangun tambak budidaya kerang hijau. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut cukup efektif sebagai langkah awal untuk meningkatkan produktivitas maupun penjualan.
EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mega Liufeto; Sirait, Rinawati; Takaeb, Afrona
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Edisi April 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i1.423

Abstract

Penyakit cacingan merupakan salah satu bentuk infeksi yang disebabkan oleh parasit usus dan ditularkan melalui tanah, yang dikenal sebagai Soil-Transmitted Helminths (STH). Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat rendahnya pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Lingkungan yang tidak higienis, kebiasaan tidak mencuci tangan, serta konsumsi makanan yang terkontaminasi menjadi faktor risiko utama penularan infeksi ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai jenis-jenis penyakit infeksi, khususnya cacingan, dan cara-cara pencegahannya melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Tunfeu 1, Kabupaten Kupang, dan melibatkan 97 siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif menggunakan media edukatif seperti PowerPoint, poster, banner, dan praktik mencuci tangan yang benar melalui modelling. Evaluasi dilakukan dengan pemberian pertanyaan lisan (pre-test) sebelum kegiatan, serta pertanyaan kuis (post-test) setelah edukasi diberikan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan mencegah penyakit infeksi. Kegiatan ini terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Diharapkan edukasi ini mampu mendorong perubahan perilaku jangka panjang dan menurunkan risiko cacingan di lingkungan sekolah maupun rumah.
PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIES SUKUN SUBTITUSI UBI UNGU SEBAGAI MAKANAN SELINGAN ALTERNATIF KAYA ANTIOKSIDAN Nurdin Rahman; Tangkas, I Made; Ariani, Ariani; Rakhman, Aulia; Khatimah, Husnul; Fandir, Abdul
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.483

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir radikal bebas sehingga berperan dalam pencegahan penyakit degeneratif. Kabupaten Sigi memiliki potensi pangan lokal kaya antioksidan, seperti buah sukun dan ubi jalar ungu, namun pemanfaatannya masih rendah karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Beka dalam mengolah sukun dan ubi ungu menjadi brownies sebagai makanan selingan alternatif kaya antioksidan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik pembuatan produk, dan diskusi. Peserta kegiatan adalah ibu-ibu rumah tangga di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah pangan lokal menjadi produk fungsional yang bergizi, disukai, dan berpotensi memiliki nilai jual. Brownies sukun substitusi ubi ungu yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, rasa enak, dan aroma khas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal. Kesimpulannya, produk brownies sukun substitusi ubi ungu berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan berbasis pangan lokal yang mendukung peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat.
PEMANFAATAN E-COMMERCE DALAM PEMASARAN PRODUK UMKM KONVEKSI DI ERA SOCIETY 5.0 Supriono, Agus; Nafilah, Kamilah Abidatun; Faidah, Ainun; Amam; Harsita, Pradiptya Ayu; Putri, Maharani Karunia; Andika, Fajar
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 Edisi Oktober 2025
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v6i2.487

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 telah mendorong transformasi besar dalam sektor ekonomi, khususnya melalui pemanfaatan e-commerce sebagai media pemasaran. UMKM di Indonesia memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, namun masih menghadapi kendala dalam hal pemasaran, terutama UMKM konveksi di Desa Wonojati, Kabupaten Jember, yang masih mengandalkan cara konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM konveksi melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan platform e-commerce, khususnya Shopee. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan toko online, pengemasan produk kreatif, serta evaluasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan e-commerce, mulai dari pembuatan akun, penggunaan fitur, hingga strategi promosi produk. Dampak yang dirasakan adalah meningkatnya jangkauan pasar, kenaikan omset penjualan, serta terbukanya peluang kerja baru di bidang pengemasan. Program ini juga berkontribusi pada perubahan pola pikir masyarakat agar lebih adaptif terhadap teknologi digital. Dengan demikian, pemanfaatan e-commerce terbukti berperan strategis dalam pengembangan UMKM dan penguatan ekonomi lokal.