cover
Contact Name
Ansari Saleh Ahmar
Contact Email
mattawang@ahmar.id
Phone
+6281258594207
Journal Mail Official
mattawang@ahmar.id
Editorial Address
Jalan Karaeng Bontomarannu No. 57 Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27465233     DOI : https://doi.org/10.35877/454RI.mattawangv2i2
The mission of Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and engagement. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, engagement, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community service. As our commitment to the advancement of science and technology, the Mattawang follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
The Socialization of Environmental Laws related to Factory Construction to the Village Community of Pondok, Grogol – Sukoharjo: Sosialisasi Hukum Lingkungan terkait Pembangunan Pabrik kepada Masyarakat Desa Pondok, Grogol - Sukoharjo Rizka, Rizka; Nurhayati, Nunik; Oktafiana, Nadita; Rifai, M. Ikhsan
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2469

Abstract

Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada semua mahluk hidup yang ada di dunia ini, oleh sebab itu hak untuk menikmati lingkungan yang sehat merupakan hak bagi setiap manusia beserta seluruh makluk hidup di sekitarnya tanpa terkecuali.Namun, semakin bertambahnya kegiatan pembangunan terutama pabrik pasti akan berdampak pada pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, diantaranya pencemaran air yang disebabkan oleh limbah industrial limbah yang dihasilkan dari kegiatan yang kemudian dibuang ke sungai atau tempat aliran air sehingga menyebabkan air tercemar, pencemaran tanah. Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dalam rencana akan dibangun pabrik di sekitar pemukiman masyarakat. Namun sebagian masyarakat tidak setuju dengan rencana ini karena berdampak buruk terhadap lingkungan hidup. Di sisi lain, warga yang menolak rencana tersebut belum tahu prosedur penolakan pembangunan pabrik sesuai aturan yang berlaku. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan peningkatan pengetahuan melalui sosialisasi berbasis komunitas warga Desa Pondok yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah desa terhadap bencana rusaknya lingkungan dengan melibatkan Akademisi, Mahasiswa, Perangkat Desa serta Masyarakat Desa Pondok. Program pengabdian ini mampu meningkatkan kesadaran warga tentang pencemaran yang merupakan dampak limbah industrial sekaligus membentuk komunitas sadar lingkungan di desa Pondok Grogol.
Innovative Technology for Making Solid Soap from Used Cooking Oil as a Solution to the Problem of Household Waste and Home Industry Barukan Village, Manisrenggo, Klaten, Central Java : Teknologi Inovasi Pembuatan Sabun Padat Dari Minyak Jelantah Sebagai Solusi Permasalahan Limbah Rumah Tangga Dan Home Industri Desa Barukan, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah Riansih, Chici; Purwanti, Ratih; Ratnaningsih, Dwi; Susilani, Amalina Tri
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2470

Abstract

Continuous disposal of used cooking oil waste that is not environmentally sound can have a negative impact on the environment and human survival. The community needs to be introduced to innovation in order to minimize household waste, especially those that have the potential to damage the environment. Used cooking oil waste produced from the rest of the frying pan in the kitchen can be reprocessed into soap. This community service aims to foster public awareness of the environment and provide skills training and assistance in soap making in efforts to control environmental pollution. The method used used used cooking oil waste treatment system based on zero waste industry. The first activity was education on October 4, 2023 and evaluation of activities on October 20, 2023 in Barukan Village, Manisrenggo, Klaten, Central Java, the number of participants was 50 people. The dedication that has been done has succeeded in making people more concerned about the environment and skilled in making solid soap from used cooking oil. The soap made is then packaged and labeled so that it becomes an economically valuable souvenir product and can then be marketed by implementing appropriate technology
The Importance of Self-Control in Financial Management for the Future of Kindergarten Students : Pentingnya Pengendalian Diri Dalam Pengelolaan Keuangan Bagi Masa Depan Pada Siswa Taman Kanak - Kanak Alexander, Gloria; Tetimau, Felicia Edlyn; Linawati, Nanik
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2555

Abstract

Self-control in managing money is very important in life. Knowledge and skills about finance need to be instilled as early as possible to form positive behavior in the future. Therefore, one of the efforts made to instill this attitude in children is by carrying out community service activities. This community service activity was carried out by Petra Christian University students by teaching children at Petra Christian Kindergarten 9. There were various forms of activities carried out. Some of them are puppet shows, coloring, singing together, and decorating piggy banks. The purpose of these activities are to increase children's understanding of the importance of financial management, hone their creativity, and encourage frugal living habits. It is hoped that this community service activity will create better awareness about financial management among the Alpha generation, as well as prepare them for a financially stable future. Abstrak Pengendalian diri dalam mengelola keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan ini perlu ditanamkan sedini mungkin untuk membentuk perilaku yang positif di masa depan. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dilakukan untuk menanamkan sikap ini pada anak-anak, adalah dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Kristen Petra dengan mengajar anak-anak di TK Kristen Petra 9. Bentuk kegiatan yang dilakukan ada bermacam-macam. Beberapa diantaranya adalah pertunjukan boneka, mewarnai, menyanyi bersama, serta menghias celengan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya pengelolaan keuangan, mengasah kreativitas mereka, dan mendorong kebiasaan hidup hemat. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan akan menciptakan kesadaran yang lebih baik tentang pengelolaan keuangan di kalangan generasi Alpha, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang stabil secara finansial.
Empowerment and Training of D4 Applied English of FBS UNM Students in Ornamental Plant Business Management: Pemberdayaan dan Pelatihan Mahasiswa D4 Bahasa Inggris Terapan FBS UNM dalam Pengelolaan Usaha Tanaman Hias Jefri, Riny; Wahid, Abdul; Hajar, Andi; Amin, Fatimah Hidayahni; Sunusi, Seny Luhriyani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2560

Abstract

The occurrence of Covid-19 resulted in a decrease in people's income levels which was also experienced by several student families, especially in the UNM Applied English study program. These problematic conditions became the reason for the service team to plan community service activities for students of the Bahasa Inggri Terapan D4 FBS UNM. This service activity is carried out in the form of a seminar as an introduction to ornamental plant entrepreneurship, ornamental plant business management and how to do online marketing. This seminar is an introductory stage and a discussion session to share experiences in managing an ornamental plant business, so that students can participate and be successful with their ornamental plant business in the future. It is hoped that the ornamental plant business can help their family's economy so that they can focus more on continuing their studies in the future. Abstrak Terjadinya Covid-19 mengakibatkan penurunan tingkat penghasilan masyarakat juga dialami oleh beberapa keluarga mahasiswa khususnya di prodi Bahasa Inggris terapan UNM. Kondisi permasalahan tersebut menjadi alasan bagi tim pengabdi untuk melakukan rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiwa Prodi Bahasa Inggris Terapan D4 FBS UNM. Kegiatan pengabdian ini dilaksanankan dalam bentuk seminar sebagai pengenalan kewirausahan tanaman hias, managemen pengelolaan usaha tanaman hias dan bagaimana melakukan pemasaran secara online. Seminar ini merupakan tahap pengenal dan sesi diskusi share pengalaman mengelola usaha tanaman hias, agar para mahasiswa dapat mengikuti dan sukses dengan usaha tanaman hias mereka dikemudian hari. Usaha tanaman hias diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga mereka sehingga mereka dapat lebih fokus melanjutkan tugas studi mereka dimasa depan.
Transforming Elementary School Children's Interest in Reading in Jompie Village Through the LINE (Infinite Literacy) Program: Transformasi Minat Baca Anak-anak Sekolah Dasar di Desa Jompie Melalui Program LINE (Literasi Infinite) Ja’faruddin, Ja’faruddin; Irwan, Irwan; Hamzi, Zaidulkhair; Sukmawati, Sukmawati; Yusri, Muhammad
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2571

Abstract

Reading is an act that opens the door to knowledge and new information for individuals. However, the interest in reading in Indonesia has a concerning record. Indonesia ranks 60th out of 61 countries in the reading interest index. UNESCO data shows that only 0.001% of Indonesia's population actively reads. Factors such as the lack of school libraries, limited budgets, and the impact of technology have contributed to the low reading interest, especially among students. The LINE Program is an initiative by the UNM 2023 KKNT team aimed at increasing the reading interest of elementary school children in Jompie Village. This program uses participatory observation methods to understand children's interaction with books and literacy. The LINE program has successfully achieved positive results. Children's reading interest has increased, they have developed reading skills, taken the initiative to read independently, expanded their vocabulary, and gained a deeper understanding. This program also promotes lifelong learning. The LINE program has transformed children into diligent and initiative readers, providing long-term benefits in their literacy and education development. In efforts to increase reading interest in Indonesia, initiatives like this are crucial to be implemented nationwide. Abstrak Membaca merupakan tindakan yang membuka pintu pengetahuan dan informasi baru bagi individu. Namun, minat membaca di Indonesia memiliki catatan yang mengkhawatirkan. Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam indeks minat membaca. Data UNESCO menunjukkan bahwa hanya 0,001% dari penduduk Indonesia yang aktif membaca. Faktor-faktor seperti kurangnya perpustakaan sekolah, anggaran terbatas, dan dampak teknologi telah berkontribusi pada rendahnya minat baca, terutama di kalangan siswa. Program LINE adalah inisiatif tim KKNT UNM 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak sekolah dasar di Desa Jompie. Program ini menggunakan metode observasi partisipatif untuk memahami interaksi anak-anak dengan buku dan literasi. Program LINE telah berhasil mencapai hasil positif. Minat baca anak-anak telah meningkat, mereka telah mengembangkan keterampilan membaca, mengambil inisiatif membaca mandiri, meningkatkan kosakata, dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Program ini juga mendorong pembelajaran seumur hidup. Program LINE telah mengubah anak-anak menjadi pembaca rajin dan inisiatif, memberikan manfaat jangka panjang dalam perkembangan literasi dan pendidikan mereka. Dalam upaya meningkatkan minat baca di Indonesia, inisiatif seperti ini sangat penting untuk diterapkan di seluruh negeri.
Digital Literacy Training and Introduction to Artificial Intelligence Ethics to Realize Digital Literate Teachers: Pelatihan Literasi Digital dan Pengenalan Etika Kecerdasan Buatan untuk Mewujudkan Guru Melek Digital Fakhri, M. Miftach; Isma, Andika; Hidayat M., Wahyu; Ahmar, Ansari Saleh; Surianto, Dewi Fatmarani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2603

Abstract

The problems identified are the level of digital literacy that needs to be improved and the need for an understanding of AI ethics among teachers, which can hinder the education process in the digital era. The purpose of this service is to improve the digital competence and understanding of AI ethics of teachers, so that they can be more effective in teaching and guiding students towards responsible use of technology. Through an Action Research approach, the teachers were directly involved in the process of improving and developing their skills in digital literacy and scientific article writing. The methods used in this training involved lectures, discussions, and practical exercises using various interactive media such as Quizziz, videos, infographics, and educational games. The training was attended by 35 teachers on 4 March 2024. The results of the training showed a significant increase in participants' knowledge and skills related to digital literacy and AI ethics. In addition, there was a positive shift in attitudes towards the use of digital technology. The implication of the training results is the improvement of education quality in the participating schools, as more digitally literate teachers can be more effective in integrating technology in the learning process. In addition, these teachers can act as agents of change in society, helping to build a community of smart and responsible digital technology users. Abstrak Masalah yang diidentifikasi adalah tingkat literasi digital yang perlu ditingkatkan dan perlunya pemahaman etika AI di kalangan guru, yang dapat menghambat proses pendidikan di era digital. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi digital dan pemahaman etika AI para guru, sehingga mereka dapat lebih efektif dalam mengajar dan membimbing siswa menuju penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Melalui pendekatan Action Research, para guru terlibat secara langsung dalam proses peningkatan dan pengembangan kemampuan mereka dalam literasi digital dan penulisan artikel ilmiah. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini melibatkan ceramah, diskusi, dan latihan praktis dengan menggunakan berbagai media interaktif seperti Quizziz, video, infografis, dan permainan edukatif. Pelatihan ini diikuti oleh 35 guru pada tanggal 4 Maret 2024. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait literasi digital dan etika AI. Selain itu, terdapat pergeseran sikap yang positif terhadap penggunaan teknologi digital. Implikasi dari hasil pelatihan ini adalah peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah peserta, karena guru yang lebih melek digital dapat lebih efektif dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru-guru ini dapat berperan sebagai agen perubahan dalam masyarakat, membantu membangun komunitas pengguna teknologi digital yang cerdas dan bertanggung jawab.
Learning Management System - Schoolearn Based on Moodle for Creating Virtual Classes for SMP Negeri 25 Kab. Barru: Learning Management System - Schoolearn Berbasis Moodle Untuk Pembuatan Kelas Virtual Bagi Guru SMP Negeri 25 Kab. Barru Rusli, Rusli; Ahmar, Ansari Saleh; Rahman, Abdul; Musa, Hastuty
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2615

Abstract

The Ipteks for Community activity was carried out at SMP Negeri 25 Barru, Barru Regency, Bojo District, South Sulawesi Province. The objectives of this activity are to: (1) Increase teachers' knowledge in managing LMS-based online learning; (2) Increase teachers' awareness and knowledge about the importance of multimodal learning management; (3) Increase teachers' insights, abilities, and skills in utilizing moodle LMS-based web learning management; and (4) Reduce the number of teachers who do not use blended learning in this 21st century computing era. Partner problems are: (1) the lack of knowledge of junior high school teachers in processing LMS-based online learning; (2) the absence of LMS facilities managed by the school; and (3) the lack of digital-based teacher learning tools even though the current era is a digital era. The method used is counseling and teaching, discussion, and training in collaboration between the implementer and the first partner. This method was carried out to all teachers of SMP Negeri 25 Barru and Mathematics Teachers who joined MGMP Mathematics SMP Barru district, who were trained for 1 day face-to-face and mentored through WA groups and then gradual evaluation and monitoring were carried out periodically for 2 months. The results obtained are: (1) Teachers' knowledge in managing LMS-based online learning is getting better; (2) Teachers' awareness and knowledge about the importance of learning management. (3) Teachers' insights, abilities, and skills in utilizing moodle LMS-based web learning management; and (4) The number of teachers implementing blended learning has increased, (5) teachers have had virtual classes as a complement to conventional classroom-based classes, so that teachers can teach their students without being limited by space and time, meaning that teachers can teach students according to the place and time provided by their students to learn when outside school hours. Abstrak Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat dilaksanakan di SMP Negeri 25 Barru Kabupaten Barru Kecamatan Bojo, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk: (1) Meningkatkan pengetahuan guru dalam mengelola pembelajaran online berbasis LMS; (2) Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pada guru tentang pentingnya pengelolaan pembelajaran multimoda; (3) Meningkatkan wawasan, kemampuan, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan mengelola web learning berbasis LMS moodle; dan (4) Mengurangi jumlah guru yang tidak menggunakan blended learning di era komputasi abad 21 ini. Permasalahan mitra adalah: (1) Kurangnya pengetahuan guru SMP dalam pengolahan pembelajaran online berbasis LMS; (2) tidak adanya fasilitas LMS yang dikelola oleh pihak sekolah; dan (3) kurangnya perangkat pembelajaran guru berbasis digital padahal era saat ini adalah era digital. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pengajaran, diskusi, dan pelatihan secara kolaborasi antara pelaksana dengan mitra pertama. Metode ini dilaksanakan kepada semua guru SMP Negeri 25 Barru dan Guru Matematika yang bergabung pada MGMP Matematika SMP kabupaten barru, yang dilatih selama 1 hari tatap muka dan dilakukan pendampingan melalui grup WA dan selanjutnya evaluasi bertahap dan monitoring dilakukan secara berkala selama 2 bulan. Hasil yang diperolah adalah: (1) Pengetahuan guru dalam mengelola pembelajaran online berbasis LMS semakin baik; (2) Kesadaran dan pengetahuan pada guru tentang pentingnya pengelolaan pembelajaran multimoda; (3) Wawasan, kemampuan, dan keterampilan guru dalam memanfaatkan mengelola web learning berbasis LMS moodle; dan (4) Jumlah guru yang melaksanakan pembelajaran secara blended bertambah, (5) guru telah memiliki kelas virtual sebagai pelengkap kelas konvensional berbasis kelas, sehingga guru-guru dapat membelajarkan siswanya tanpa dibatasi lagi oleh ruang dan waktu, artinya guru-guru dapat membelajarkan siswa sesuai dengan tempat dan waktu yang disediakan oleh siswanya untuk belajar saat dilaur jam sekolah.
Collaboration of Shopee Indonesia and Tanjungpinang City PUSPA Forum in Digital Marketing Training for MSMEs in Tanjungpinang City: Kolaborasi Shopee Indonesia dan Forum PUSPA Kota Tanjungpinang dalam Pelatihan Digital Marketing UMKM di Kota Tanjungpinang Siti Utari, Diah; Desmayeti Arfa; Andi Wika Waryanti; Nadya Aisyah Gustirani
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2561

Abstract

Online product promotion training was carried out on February 26, 2024. Shopee Indonesia and the Tanjungpinang City PUSPA Forum collaborated to organize this activity. This basic class training is called "Sobat UKM Shopee" for MSME players in Tanjungpinang City. Millennials represent the vast majority of participants. The Tanjungpinang City PUSPA Forum, an alliance of 32 independent organizations, is a regional government partner supported by the Tanjungpinang City Women's Empowerment and Child Protection Service. This forum remains committed to serving the community and is open to collaboration with other parties. The dynamics of collaboration between non-state elements continue to develop and have become a characteristic of Collaborative Governance. This digital marketing training provides entrepreneurs with knowledge and skills for leveraging technology to expand product market share. Training is conducted online via Zoom meetings, followed by mentoring via WhatsApp Group, and Shopee Indonesia handles further training for participants who meet the requirements. Abstrak Pelatihan promosi produk secara online dilakukan pada tanggal 26 Februari 2024. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Shopee Indonesia dengan Forum PUSPA Kota Tanjungpinang. Pelatihan ini merupakan pelatihan kelas dasar dengan tema “Sobat UKM Shopee” yang ditujukan kepada pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang. Mayoritas peserta merupakan kelompok millenial. Sebagai mitra pemerintah daerah yang dibina oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tanjungpinang, Forum PUSPA Kota Tanjungpinang yang merupakan gabungan 32 organisasi independen terus berusaha berbuat untuk masyarakat dan terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi antar unsur non state ini menjadi dinamika kolaborasi yang terus berkembang dan menjadi ciri dari Collaborative Governance. Pelatihan digital marketing ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi wirausaha dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas pangsa pasar produk. Pelatihan dilakukan secara online melalui zoom meeting, dilanjutkan dengan pendampingan melalui WhatsApp Group, serta pelatihan lanjutan yang ditangani oleh Shopee Indonesia bagi peserta yang memenuhi syarat.
Sustainable Innovation: Repurposing Cooking Oil Waste into Aromatherapy Candles : Inovasi Berkelanjutan: Memanfaatkan Kembali Limbah Minyak Goreng Menjadi Lilin Aromaterapi Indiworo, Hawik Ervina; Meiriyanti, Rita; Indriasari, Ika; Supandi, Supandi; Ariyanto, Lilik
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2566

Abstract

Sustainable innovation is increasingly receiving attention in efforts to reduce negative impacts on the environment. One source of pollution that is often overlooked is waste cooking oil. This activity describes a community service project which aims to reuse waste cooking oil as a basic ingredient for making environmentally friendly aromatherapy candles. Through a practical and collaborative approach, we identified methods for extracting and refining used cooking oil, and designed safe and effective aromatherapy candle formulations. The result is an aromatherapy candle product that not only reduces wasted cooking oil, but also provides an environmentally friendly alternative for people to create an experience of relaxation and well-being. This project highlights the potential for collaboration between science and communities to create sustainable innovation for the common good. Abstrak Inovasi berkelanjutan semakin mendapat perhatian dalam upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu sumber polusi yang sering diabaikan adalah limbah minyak goreng. Kegiatan ini memaparkan sebuah proyek pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memanfaatkan kembali limbah minyak goreng sebagai bahan dasar untuk pembuatan lilin aromaterapi yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan praktis dan kolaboratif, kami mengidentifikasi metode ekstraksi dan pemurnian minyak goreng bekas, serta merancang formulasi lilin aromaterapi yang aman dan efektif. Hasilnya adalah produk lilin aromaterapi yang tidak hanya mengurangi limbah minyak goreng yang terbuang, tetapi juga menyediakan alternatif ramah lingkungan bagi masyarakat dalam menciptakan pengalaman relaksasi dan kesejahteraan. Kegiatan pengabdian ini menyoroti potensi kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan untuk kebaikan bersama.
Workshop of Assessment Development in Curriculum Merdeka : Pelatihan Pengembangan Asesmen pada Kurikulum Merdeka Hindriana, Anna Fitri; Abidin, Zaenal; Setiawati, Ina
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2678

Abstract

Implementation of Curriculum Merdeka involves a shift in teachers’ mindset on assessment development which orientates to facilitating Students development of learning. For that reason, the development of assesment instrument requires abilities to determine assessment method in accordance with indicator of achievement standard in cognitive, psychomotor, and affective domains. Considering the demand of the Curriculum Merdeka, the aim of this social service program is to train and assist teachers to develop assessment following the needs of the curriculum. The aim of program will be realised as a workshop for determining assessment method in Curriculum Merdeka and creating assessment rubric for cognitive, psychomotor and affective aspects. The output of the program shows an increase in teachers’ understanding about choosing the proper assessment method as well as an increase in the quality of assessment rubric leading to proper assessment of students learning development. Abstrak Implementasi kurikulum merdeka memerlukan perubahan mindset guru dalam mengembangkan asesmen yang dapat memfasilitasi perkembangan belajar peserta didik. Pengembangan instrumen penilaian memerlukan pemahaman yang mendalam terutama dalam menentukan metode penilaian yang sesuai dengan indikator capaian pembelajaran baik pada aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikanpengetahuan dan pendampingan dalam mengembangkan asesmen pada kurikulum merdeka. Metode dalam kegiatan ini adalah pelatihan penentuan metode asesmen dalam kurikulum merdeka dan pendampingan pembuatan rubrik penilaian untuk aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Hasil pelatihan menunjukan adanya peningkatan pemahaman guru dalam memilih metode asesmen yang tepat sesuai dengan capaian pembelajaran dan proses pembelajaran, serta kualitas rubrik penilaian yang dapat menilai perkebangan belajar peserta didik.