cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PERBEDAAN KONSUMSI FAST FOOD DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA RANTAU DAN NON RANTAU FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA Arvia, Aurelita Dwiokti; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23190

Abstract

Mahasiswa merupakan seorang pelajar yang sedang melakukan proses belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa sendiri dibedakan menjadi dua kelompok yaitu, mahasiswa rantau dan non rantau. Kondisi pada kedua kelompok ini memiliki perbedaan dari segi paparan sosial dan budaya. Hal ini tak luput pula dengan perbedaan tingkat stres yang bisa saja memengaruhi konsumsi seseorang, terutama konsumsi fast food. Sehingga adanya masalah yang timbul akibat konsumsi fast food dalam jangka panjang pada status gizi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan konsumsi fast food pada mahasiswa rantau dengan non rantau Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional dalam bentuk studi komparasi. Populasi dari penelitian ini ialah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang merantau yaitu sebanyak 93 mahasiswa dan mahasiswa non rantau dengan jumlah yang sama. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner SQ-FFQ konsumsi fast food. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pada konsumsi fast food (p = 0,003), sedangkan pada status gizi tidak terdapat perbedaan (p = 0,471) antara mahasiswa rantau dan non rantau. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan konsumsi fast food yang signifikan dan tidak terdapat perbedaan pada status gizi antara mahasiswa rantau dan non rantau. Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak institusi ialah meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan bahaya konsumsi fast food dalam jumlah besar serta bekepanjangan.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA GIZI DI SMP NEGERI 30 MEDAN Anggita, Dwi; Suraya, Rani; Maharani, Aulia; Ahmadi, Dela Andika; Witriani, Eca; Hannari, Marysha Ikmaniar; Rizqi, Puan Maulida Syifa; Refiana, Revail; Annisa, Rifa; Dewi, Sentia; Hasanah, Uswatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23199

Abstract

Masa remaja merupakan masa di mana tubuh mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan ini dapat dilihat dari perubahan fisiologis dan psikologis yang cepat serta stabilitas perkembangan tubuh. Peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa dikenal sebagai usia remaja, yang mana melibatkan perubahan signifikan dalam hal fisik dan hormonal. Remaja putri mempunyai risiko terkena anemia dua kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, hal ini disebabkan adanya pendarahan  atau menstruasi bulanan yang terjadi pada wanita. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran membuat remaja putri rentan mengalami anemia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 30 Medan pada bulan November 2023, dengan populasi seluruh remaja putri di SMP Negeri 30 Medan dengan 131 responden sebagai sampel, dan menggunakan teknik pengambilan sampel metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai anemia gizi dan dianalisis secara univariat. Pada penelitian ini didapatkan distribusi frekuensi usia pada responden yang mendominasi yakni usia 14 tahun sebanyak 74 responden (56,5%). Dan distribusi frekuensi tingkat kategori pengetahuan responden yang mendominasi yakni kategori pengetahuan baik sebanyak 91 responden (69,5%). Simpulan: Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pada remaja putri di SMP Negeri 30 Medan mayoritas baik yakni sebanyak 91 responden (69,5%). Selain itu, tingkat pengetahuan juga mempengaruhi kejadian anemia pada remaja putri, selain faktor pengetahuan, anemia juga dapat di pengaruhi oleh faktor usia remaja putri yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.
ANALISIS MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PETUGAS DI PUSKESMAS MEDAN SUNGGA Hasibuan, Indah Doanita; Errisya, Muthia Khanza; Khofipah, Siti; Purba, Mutiara Rezqiqa; Ritonga, Egril Rehulina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23205

Abstract

Motivasi adalah suatu dorongan untuk bergerak baik di dalam maupun di luar diri seseorang serta memotivasi sikap dan perilakunya dalam bekerja. Semakin tinggi motivasi seseorang maka semakin besar keinginannya untuk bekerja lebih keras guna meningkatkan prestasi kerjanya. Motivasi merupakan suatu proses yang menjelaskan intensitas, arah dan kegigihan seseorang untuk mencapai tujuannya. Sedangkan budaya kerja merupakan kebiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang oleh karyawan dalam suatu organisasi. Makna budaya kerja sangat dalam karena dapat mengubah prilaku dan sikap pegawai untuk menghadapi tantangan masa depan dan meraih produktivitas yang lebih besar. Faktor-faktor budaya kerja karyawan tersebut berdampak langsung terhadap suatu perusahaan atau organisasi. Menggunakan metode kualitatif dengan mengambil lima narasumber yang berasal dari petugas Puskesmas Medan Sunggal. Dalam riset ini teknik yang digunakan ialah observasi dan wawancara. Dalam menjalankan pekerjaannya para petugas merasa sangat bersemangat karena adanya motivasi kerja yang sangat baik, tidak adanya tekanan kerja, lingkungan kerja yang baik dan gaji yang sesuai juga menjadi factor yang mempengaruhi motivasi kerja mereka. Selain itu budaya kerja yang sangat nyaman juga mempengaruhi kinerja para petugas Dimana mereka merasakan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur, kemudian kerja sama yang baik juga akan menciptakan suasana yang menyenangkan. Motivasi dan budaya kerja yang didapat dan dirasakan mereka menjadi factor pendorong yang sangat mempengaruhi kinerja para pegawai di UPT Medan Sunggal, sehingga nantinya berdampak pada perkembangan dan kemajauan puskesmas.
ANALISA KAFEIN PADA TUMBUHAN DENGAN METODE HPLC: LITERATURE REVIEW ARTICLE Hidayah, Himyatul; Nurhalimah, Nurhalimah; Nurhamidah, Wida; Mindawati, Erisa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23295

Abstract

Kafein, dikenal juga sebagai trimetilksantin, merupakan senyawa golongan alkaloid dan merupakan metabolit sekunder yang terdapat pada biji tanaman, daun, dan buah-buahan tertentu. Kafein memiliki sifat sebagai stimulan saraf pusat dan diuretik. Kafein juga dikenal memiliki efek farmakologis yang signifikan, seperti meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan metabolisme basal. HPLC merupakan metode yang sensitif dan akurat untuk menganalisis senyawa kompleks seperti kafein. Analisis kafein dengan menggunakan HPLC pada tumbuhan dapat digunakan untuk memastikan kualitas produk-produk yang mengandung kafein khususnya adalah kopi dan teh. Analisis kafein pada tumbuhan dapat digunakan untuk memastikan keamanan dan memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan pengawas. Batas maksimum senyawa kafein berdasarkan SNI 01-7152-2006 yaitu 50 mg/sajian.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah  Literature Review Article (LRA) dimana artikel rujukan yang digunakan bersumber dari jurnal yang terakreditasi/terindeks sinta, seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate. Berdasarkan hasil review, didapati hasil bahwa kadar kafein pada tanaman kopi dan teh sangat bervariasi.  Kadar kafein kopi dan teh sangat bergantung pada jenis tanaman, suhu dan juga lokasi pertumbuhan. Lokasi pembentukan akan mempengaruhi suhu udara, intensitas cahaya matahari, kelembaban udara dan angin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa HPLC lebih direkomendasikan karena tepat, akurat dan andal dalam menentukan kandungan kafein dalam sampel.
PEMANTAUAN EKSTRAK SIMPLISIA BIJI KOPI HIJAU (COFFEA CANEPHORA VAR. ROBUSTA) DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Mindawati, Erisa; Nurhamidah, Wida; Nurhalimah, Nurhalimah; Chaerunnisa, Chaerunnisa; Solihat, Siti; Fikayuniar, Lia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23323

Abstract

Metode kromatografi lapis tipis (KLT) digunakan untuk menganalisis senyawa-senyawa aktif dalam sejumlah tumbuhan. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) digunakan untuk memantau ekstrak simplisia tanaman obat untuk mengetahui jumlah bahan kimia aktif yang terdapat di dalamnya. Oleh karena itu, KLT adalah alat penting untuk menilai kualitas dan keaslian ekstrak simplisia tumbuhan obat, dan membantu penelitian dan pengembangan obat yang lebih lanjut. Metode ini membantu dalam mengidentifikasi profil senyawa aktif dalam tumbuhan obat. Metode ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pembuatan obat herbal baru. Jumlah bahan kimia aktif dalam tanaman obat dipengaruhi oleh jenis tanaman, bagian yang digunakan, dan metode ekstraksi. Metode KLT memungkinkan pemantauan ekstrak simplisia dengan menempatkan ekstrak pada lempeng KLT, kemudian dielusi dengan eluen tertentu, sebelum lempeng KLT diaktifkan terlebih dahulu. Dengan perbandingan, campuran kloform dan etanol digunakan sebagai eluen (24:1). Hasil penelitian dengan KLT pada ekstrak etil asetat biji kopi hijau (Coffea canephora var. Robusta) menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat kopi hijau tersebut mengandung flavonoid, terpenoid/steroid, dan alkaloid. Selain itu, diperoleh nilai Rf 0,8 cm, 0,7 cm, dan 0,5 cm, masing-masing memenuhi persyaratan nilai Rf 0,2 hingga 0,8 cm.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA ASUH DENGAN PEMBERIAN MP-ASI BERKUALITAS DI DESA LAM ISEK KABUPATEN ACEH BESAR Martina, Martina; Zuhkrina, Yuli; Amelia, Kiki Rezeki
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23364

Abstract

Pemberian makanan pendampig ASI sangat diperlukan untuk bayi usia enam bulan keatas, karena ASI saja tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Asupan nutrisi yang tidak memadai pada anak usia tersebut dapat berdampak pada kenaikan berat badan dibawah rata-rata pada setiap bulannya, gizi kurang, gizi buruk dan juga stunting. Menurunnya gizi anak salah satunya dapat disebabkan karena ibu kurang memahami tata cara memberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang harus disesuaikan dengan usia,  begitu juga dengan waktu, jenis, jumlah, frekuensi, dan cara mengolah dan menyajikan makanan. Balita di desa Lam Isek Kabupaten Aceh Besar sebanyak 75 balita. Terdapat balita dengan gizi kurang 6 orang, balita gizi buruk 3 orang. Tujuan penelitian untuk melihat hubungan pengetahuan, pola asuh dengan pemberian MP-ASI berkualitas Di Desa Lam Isek Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023. Jenis penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Yang menjadi populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan. Sampel berjumlah 59 responden dengan teknil total sampling. Data dianalisis dengan melakukan uji analisis Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan p value 0,005 dan pola asuh pvalue  0,011 dengan pemberian MP-ASI Berkualitas. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan pengetahuan dan pola asuh dengan pemberian MP-ASI Berkulitas Di Desa Lam Isek Kabupaten Aceh Besar Tahun 2023.
PENGARUH SENAM TRILOKA TERHADAP TINGKAT KEBUGARAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA HUSNUL KHATIMAH Fitriyani, Meylani; Yuliandarwati, Nungki Marlian; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23476

Abstract

Dikatakan lansia adalah suatu periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode dimana seseorang telah beranjak jauh dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh bermanfaat. Usia 60 tahun ke atas merupakan tahap akhir dari proses penuaan yang memiliki dampak terhadap tiga aspek, yaitu biologis,ekonomi, dan sosial. Secara biologis, lanjut usia  akan mengalami proses penuaan secara terus menurus yang ditandai dengan penurunan daya tahan fisik dan rentan terhadap serangan penyakit. Dalam konteks ini, menjaga kebugaran menjadi hal yang penting karena semakin bertambahnya usia, kebugaran cenderung menurun. Cara meningkatkan kebugaran pada lansia salah satunya adalah dengan melakukan senam aerobik low impact seperti senam Triloka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh senam Triloka terhadap tingkat kebugaran lansia yang tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Responden penelitian adalah lansia yang tinggal di Griya Lansia Husnul Khatimah dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti mencakup variabel independen (senam Triloka) dan variabel dependen (tingkat kebugaran), yang diukur menggunakan six minutes walking test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Skala data rasio, uji hipotesis menggunakan Uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh signifikan senam Triloka terhadap tingkat kebugaran lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah dengan nilai signifikansi p<0,05. Senam Triloka memiliki dampak signifikan terhadap tingkat kebugaran lansia. Dalam konteks ini, senam Triloka sebagai upaya meningkatkan kebugaran pada lansia menjadi relevan dan dapat dijadikan pilihan strategis dalam program kesehatan lansia.
PENGARUH EDUKASI GIZI SEIMBANG TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA DI SMP YAYASAN PERGURUAN EL HIDAYAH Siahaan, Dyva Patricia; Suraya, Rani; Siregar, Nur Hairini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23496

Abstract

Masa Remaja Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014 adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun. Pada masa remaja, kebutuhan energi dan protein meningkat untuk memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan cepat. Kebutuhan protein mengalami peningkatan selama masa remaja karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Protein akan menggantikan energi sebagai sumber energi jika asupan energi kurang dari kebutuhan. Tidak terpenuhinya gizi pada masa ini dapat menyebabkan gangguan dan hambatan dalam pertumbuhan remaja. Remaja yang berstatus gizi baik menjadi salah satu upaya pencegahan stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak.  Maka diperlukan konsep gizi seimbang agar menghindari dampak yang timbul akibat gizi buruk. Untuk memperbaiki asupan gizi perlu upaya peningkatan pengetahuan gizi melalui edukasi gizi. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan dalam menerapkan kebutuhan gizi seimbang pada masa remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik dengan jenis data kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pre test dan post test. Dengan jumlah responden dalam penyuluhan ini terdiri dari 20 siswa SMP Yayasan Perguruan El Hidayah. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu Hasil pre-test menunjukkan bahwa 5% siswa memiliki pengetahuan kurang, 85% memiliki pengetahuan cukup, dan 10% memiliki pengetahuan baik. Setelah intervensi (post-test), dari 20 siswa didapatkan seluruh siswa tersebut memiliki pengetahuan baik 100%. Simpulan dari penelitian didapatkan bahwa melalui penyuluhan “Gizi Seimbang” menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di SMP Yayasan Perguruan El-Hidayah Jl. Binjai K.M 9,1 Desa Lalang, Kecamataan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, meningkat secara signifikan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN POST POWER SYNDROME PADA PENSIUNAN DI DESA PRAYUNGAN KECAMATAN SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO Afandi, Agus Ari; Utami, Wiwik; Mulyani, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23538

Abstract

Menghadapi masa transisi pasca pensiun, membuat banyak orang mengalami problem serius baik dari sisi kejiwaan maupun fisik yang berakibat pada kecemasan. Hal ini akan sangat rentan bagi individu untuk mengalami goncangan ketika pensiun yang biasa di kenal sebagai Post power syndrome. Tujuan penelitian menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan post power syndrome pada pensiunan di Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pensiunan  (PNS, POLRI,TNI,dan swasta) di Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2023, sebanyak 29 orang, sampel 27 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan lembar kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data melalui editing, coding, scoring dan tabulating serta analisis data dengan uji Spearman Rho. Hasil penelitian tingkat kecemasan pensiunan lebih dari sebagian dalam kategori ringan sebanyak 17 responden, lebih dari sebagian post power syndrome sedang sebanyak 19 responden  dan hasil uji statistik ? value = 0,004 H0 ditolak, ada hubungan tingkat kecemasan dengan post power syndrome pada pensiunan dengan koefiesien  korelasi 0,530 (cukup) dan arah korelasi positif. Kesimpulan penelitian ada hubungan tingkat kecemasan dengan post power syndrome pada pensiunan di Desa Prayungan Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Hendaknya responden menerima masa pensiun dengan lapang dada, jaga hubungan sosial dengan teman dan keluarga dan beri diri sendiri waktu untuk beradaptasi hargai pencapaian dan nikmati masa pensiun.
GAMBARAN FUNGSI HATI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSU ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2022 Ginting, Dicky Owenta; Angie, Evelyn; Natali, Oliviti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23543

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit dengan tingginya kadar glukosa darah, yang merupakan sumber energi utama untuk sel tubuh. Seringkali seseorang tidak menyadari apabila orang tersebut terkena diabetes, dan terlambat dalam menanganinya sehingga terjadi komplikasi. Glukosa yang menumpuk dalam darah dapat mencetuskan berbagai gangguan pada organ tubuh. Pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II terjadi peningkatan enzim hati (AST/SGOT dan ALT/SGPT) yang disebabkan karena adanya kerusakan dinding sel hati. Nilai AST dan ALT dapat digunakan untuk membantu melihat kondisi kerusakan fungsi sel hati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fungsi hati pada pasien Diabetes Melitus (DM)  tipe II di Rumah Sakit Umum Royal Prima medan tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan menggunakan instrument penelitian data rekam medis pasien Diabetes Melitus (DM)  tipe 2 Tahun 2022. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 29 orang. Kemudian dilakukan analisis data menggunakan analisis univariat dengan perhitungan proporsi karakteristik berdasarkan variabel dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari total 29 pasien terdapat 13 orang (44,83%) memiliki derajat SGPT ringan, 6 orang (20,69%) memiliki derajat SGOT ringan, dan 1 orang (3,45%) memiliki derajat SGOT sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pasien Diabetes Melitus (DM)  tipe II terdapat kenaikan kadar SGOT dan SGPT.