cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
GAMBARAN PENDERITA RHEUMATOID ARTHRITIS DITINJAU DARI PEMERIKSAAN RHEUMATOID FAKTOR PADA LANSIA USIA 50-70 TAHUN DI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA Handayani, Cindy; Wahyunie, Sri; Prihandono, Dwi Setiyo; Hartono, Agus Rudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35623

Abstract

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik, peningkatan risikonya sebagian besar disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Rheumatoid Arthritis (RA) sering terjadi pada usia 45-70 tahun karena pada usia tersebut cenderung terjadi perubahan pola makan dan pola hidup yang biasanya  akan menimbulkan gangguan kesehatan. Perubahan tersebut dapat terjadi karena usia 45 tahun merupakan usia milestone atau usia transisi dalam kehidupan seseorang. Dalam kondisi tersebut semua perubahan dapat terjadi dan terdapat satu hal yang tidak dapat dihindarkan yaitu transisi menuju penuaan. Kondisi ini menyerang wanita dua sampai tiga kali lebih banyak dari pada pria dan biasanya dimulai antara usia 25 dan 50 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita Rheumatoid Arthritis (RA) melalui pemeriksaan rheumatoid faktor (RF) pada lansia usia 50-70 tahun di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar rheumatoid faktor (RF) pada lansia. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan usia 50-70 tahun yang melakukan pemeriksaan rheumatoid faktor (RF) sebanyak 30 sampel di Laboratorium RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Analisis data yang digunakan, yaitu univariate dengan mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukan pemeriksaan Rheumatoid Faktor (RF) kualitatif terhadap 30 sampel di dapatkan 3 sampel yang menunjukkan reaksi positif (aglutinasi) yaitu sampel no 18,19 dan 20. Sebanyak 3 sampel positif dilanjutkan ke Rheumatoid Faktor semi-kuantitatif di dapatkan hasil pada sampel 1 hasil menunjukan kadar titer sebesar 256 ul/ml (3,3%), pada sampel 2 titer menunjukan kadar titer sebesar 64 ul/ml (3,3%), sampel 3 titer menunjukan kadar titer sebesar 128 ul/ml (3,3%).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA LEAFLET TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE MASA MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP N 3 MOJOSONGO BOYOLALI Putri, Heldalia Faiza; Sulistiani, Ardiani; Wijayanti, Titik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35638

Abstract

Pravelensi infeksi genital akibat kurang nya tindakan kebersihan genitalia masih sangat tinggi di indonesia, dimana angka kejadian infeksi genital di indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk per tahun atau sekitar 180.000 kasus pertahun. Berdasarkan permasalahan di SMP N 3 Mojosongo, 7 dari 10 siswi kurang melakukan personal hygiene saat menstruasi dengan benar. 3 siswi tidak mengeringkan vagina dengan benar, 2 siswi mengganti pembalut 2 kali sehari, dan 2 siswi mengganti pembalut ketika darahnya penuh. 7 siswi tersebut mengeluh sering gatal-gatal pada saat menstruasi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Desain Penelitian yang digunakan adalah pre-experimen dengan pretest-postest one group design, Populasi pada penelitian ini adalah siswi SMP N 3 Mojosongo sebanyak 102 siswi. Jumlah sampel 83. Tekhnik sampling yang digunakan Accidental Sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian remaja putri di SMP N 3 Mojosongo, kabupaten Boyolali mayoritas memiliki usia 14 tahun (63,9%). Hasil uji wilcoxon test pengetahuan personal hygiene masa menstruasi diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 karena nilai p-value<0,05, maka kesimpulan uji terdapat perbedaan pretest dan post test pengetahuan personal hygiene masa menstruasi. Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media leaflet terhadap  pengetahuan personal hygiene masa menstruasi pada remaja putri di SMP N 3 Mojosongo Boyolali.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKAASI DENGAN METODE FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN Ariani, Nova
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35650

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang disebabkan oleh gagalnya organ pankreas dalam memproduksi hormon insulin secara memadai. Diabetes melitus merupakan penyakit degenaratif atau penyakit seumur hidup tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan dengan patuh minum obat atau mengkonsumsi obat seumur hidup. Tujuan: Menganalisis efektivitas pemberian edukasi dengan metode FGD (Focus Group Discussion) menggunakan media lefleat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Pada Bulan Juli 2023. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode True Experimental design dengan rancangan pre and post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin dalam bulan Juni 2023 adalah kurang lebih 96 orang, dan Sampel 78 orang dalam waktu sebulan. Penelitian ini mendapatkan hasil uji statistik Wilcoxon Prettest dan Posttest Kelompok Kontrol dan Intervensi nilai signifikan (P-Value) yang didapat 0,157 (p>0,05) Tidak terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap hasil nilai test kelompok kontrol , nilai signifikan (P-Value) yang didapat 0,05 (p<0,05) Terdapat pengaruh pemberian edukasi terhadap hasil nilai test kelompok intervensi. uji Mann-Whitney menunjukan hasil bahwa nilai signifikan (P-Value) yang diapat 0,000 (p<0,05) Ada pengaruh pemberian edukasi terhadap hasil nilai posttest. Adanya efektivitas edukasi menggunakan Focus Group Disscussion (FGD) menggunakan media leaflet terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin.
HUBUNGAN KEJADIAN DIARE DENGAN SANITASI DASAR BIDANG KESEHATAN LINGKUNGAN PADA PENYITAS BENCANA BANJIR DESA BEKA KEC. MARAWOLA KABUPATEN SIGI Sanjaya, Kiki; Pitriani, Pitriani; Budiarto, Syam; Arwan, Arwan; Krisnasari, Sendhy; Mantao, Elvaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35712

Abstract

Bencana merupakan peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Salah satu bencana yang paling sering terjadi terutama Ketika musim penghujan adalah bencana banjir. Beberapa daerah di Sulawesi Tengah menjadi daerah yang rawan banjir, salah satu banjir yang berbahaya adalah banjir bandang dan beberapa daerah di Sigi rawan mengalaminya termasuk desa Beka. Kejadian banjir dapat mengakibatkan penularan penyakit salah satunya adalah penularan penyakit diare terutama kondisi pasca banjir karena dapat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi dasar kesehatan lingkungan. Kelompok rentan seperti bayi, balita, anak-anak, ibu hamil, menyusui, penyandang cacat, lansia, dan orang sakit menjadi lebih rentan terhadap dampak kesehatan akibat bencana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kejadian diare dengan sanitasi dasar bidang kesehatan lingkungan bagi penyintas bencana banjir di Desa Beka Kec. Marawola Kab. Sigi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi kondisi lingkungan penyintas banjir. Pengujian hubungan dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kejadian diare dengan kebutuhan air bersih di desa Beka Kabupaten Sigi. Hasil analisis yang didapatkan dengan nilai ? Velue dari kejadian diare dan kebutuhan air bersih adalah ?=0,00, dimana nilai (?<0,05), hal ini menunjukan bahwa ada hubungan antara kejadian diare dengan kebutuhan air bersih di Desa Beka Kabupaten Sigi. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya hubungan kejadian diare dengan ketersediaan air bersih di Desa Beka.
PENGARUH EDUKASI SAFETY TALK TERHADAP PENCEGAHAN KECELAKAAN DAN KECEPATAN PEMBERIAN PERTOLONGAN TIM RESCUE PT. X TAHUN 2024 custulano, kadek curol
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35717

Abstract

Kegiatan safety talk adalah penyampaian pesan-pesan keselamatan yang berisi tentang penyampaian bahaya ditempat kerja yang berpeluang menciptakan sebuah insiden yang bermaksud untuk menciptakn budaya kerja yang selalu mengedepankan keselamatan (Flowrenza & Harianto, 2020). Menurut Stanley Milgram (1963) dalam (Sirait, 2020) menjelaskan bahwa pelaksanaan safety talk sebaiknya dilakukan setiap akan memulai pekerjaan dengan tujuan agar dapat meminimalisir kecelakaan saat bekerja. Namun di PT X, kegiatan safety talk dilaksanakan hanya sekali dalam kurun waktu seminggu, Jika di sebuah tempat kerja terjadi insiden kecelakaan kerja, tim penolong yang telah disiapkan perusahaan harus dapat menangani insiden tersebut dengan cepat, maka dari itu segala peralatan mereka harus dalam keadaan siap digunakan (Sari & Febriyanto, 2019). Dengan kawasan perusahaan seluas 50 Ha maka kecepatan penanganan kecelakaan di PT X sangat diperlukan apabila terjadi sebuah kecelakaan. Kesiapsiagaan tim rescue akan mengurangi dampak dari sebuah insiden, Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-poestest, penelitian dilakukan pada tanggal 3-30 juni 2024 dengan melibatkan 13 responden. Variable independent dalam penelitian ini adalah safety talk, dan variable dependent dalam penelitian ini adalah pencegahan kecelakaan dan kecepatan pemberian pertolongan pada kecelakaan. Analisis univariat dan bivariat akan diterapkan dalam penelitian ini.  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh dari kegiatan safety talk dengan pencegahan kecelakaan dan kecepatan pemberian pertolongan tim rescue PT X.
SKRINING SENYAWA FITOKIMIA EKSTRAK KULIT MANGGA CENGKIR (MANGIFERA INDICA L) YANG DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ANTIBAKTERI Lumban Toruan, Sari Artauli; Winani; Efendi, Bachtiar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35746

Abstract

Kulit buah mangga cengkir merupakan limbah bahan alam yang tidak digunakan oleh masyarakat di Indramayu. Kulit buah mangga memiliki kandungan senyawa flavonoid, tannin, steroid, triterpernoid dan saponin sehingga kulit buah mangga memiliki sifat antibakteri yang dapat digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa fitokimia dari ekstrak kulit mangga. Metode penelitian ini adalah ekperimen laboratorium, ekstraksi maserasi dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Berdasarkan hasil penelitian skrining fitokima bahwa ekstrak kulit mangga mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu Triterpenoid, tannin dan flavonoid sebagai kandidat obat tradisional. Ekstrak kulit mangga Cengkir mengandung triterpenoid, tannin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri.
ANALISIS KADAR MERKURI PADA KRIM PENCERAH WAJAH MENGGUNAKAN ATOMIC ABSORPTION SPECTROSCOPY (AAS) Purnomo, Frida Octavia; Waluyo, Dyah Ayuwati; Larasati, Dewi Adelia; Habibillah, Yolanda Rahmah; Widiyawati, Dwi; Lestari, Puspa Ayuningdyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35758

Abstract

Standar kecantikan setiap zaman semakin bertransformasi dan meningkat, pada zaman sekarang kerap menekankan pada tampilan fisik yang sempurna, bayak masyarakat yang menginginkan memiliki kulit yang putih namun dengan cara yang instan, karena tuntutan tersebut banyak orang mencari alternatif yang mudah dengan cara membuat krim pencerah dengan bahan yang berbahaya. Salah  satu  bahan  berbahaya  yang digunakan  pada krim pencerah adalah  merkuri  yang  dapat  menghambat pembentukan melanosit (melanogenesis) jika  digunakan  dalam jangka  waktu  yang  panjang. Tujuan  penelitian  ini  untuk  menganalisis dan mengidentifikasi kadar merkuri dalam krim pencerah menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Penelitian diawali dengan preparasi sampel krim pencerah wajah, lalu pengujian kualitatif menggunakan NaOH dan HCl, serta pengujian kuantitatif untuk menentukan kadar merkuri menggunakan AAS yang terdiri dari preparasi sampel uji, pembuatan larutan baku merkuri 500mg/L dan variasi konsentrasi larutan baku merkuri. Sediaan krim pencerah wajah A dan B positif mengandung merkuri yang ditandai dengan terbentuknya endapan putih dan kuning pada uji kualitatif. Pada uji Kuantitatif krim pencerah wajah A dan B mengandung merkuri sebesar 24,05 mg/L dan 38,74 mg/L. Kadar merkuri krim pencerah wajah A dan B telah melebihi ambang batas aman menurut FDA yaitu tidak boleh lebih dari 1 mg/L. Merkuri tidak diizinkan dalam kosmetika, artinya krim A dan B tersebut tidak memenuhi syarat untuk diedarkan sesuai ketentuan BPOM.
PENGALAMAN IBU DALAM MERAWAT BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PREMATURE DI RUMAH SAKIT UMUM IMELDA PEKERJA INDONESIA TAHUN 2024 Putri, Maidina Putri; Khairani, Khairani; Bondar, Tanti Narinawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35779

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur yang lahir pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu mempunyai refleks menghisap yang lemah, sehingga pemberian makanan enteral diberikan melalui selang orogastrik. Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah anak yang berat badan lahirnya kurang dari 2500 gram, berapapun usia kehamilannya. Untuk meninjau pengalaman ibu dalam merawat bayi berat lahir rendah (BBLR) premature di Ruang Perinatologi RS Imelda Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sebagai pendekatan fenomelogi dengan menghasilkan informasi mendalam berasal dari naskah wawancara, rekaman wawancara, catatan peneliti.Penelitian ini dilakukan di ruang perinatologi RSU Imelda medan. Jumlah partisipan 6 (enam) orang ibu yang memiliki bayi BBLR yang di rawat di ruang perinatologi RSU Imelda. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada partisipan dan dianalisa secara tematik. Dari hasil wawancara di tentang pengetahuan dan pemahaman ibu dalam merawat bayi BBLR masih kurang hanya satu informan yang mengetahui dengan benar bagaimana perawatan bayi BBLR mulai dari kebutuhan nutrisi, mengajaga suhu tubuh bayi BBLR dengan metode kangguru dan menjaga kebersihan sekeliling bayi BBLR. Dari hasil penelitian di dapatkan pengetahuan informan masih kurang dalam perawatan bayi BBLR, pengetahuan yang kurang dapat menimbulkan kurangnya perawatan yang di berikan terhadap bayi BBLR.
EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN DAN REBOZO TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Ginting , Triyana; Wulandari, Ratna; Noviyani , Ernita Prima
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35800

Abstract

Persalinan lama yang berlangsung lebih dari 24 jam, merupakan penyumbang kematian ibu. Dampak persalinan lama pada ibu dapat meningkatkan kejadian perdarahan, sedangkan pada janin dapat meningkatkan kejadian asfiksia, serta trauma cerebri. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin dan rebozo terhadap lama persalinan kala I fase aktif. Desain penelitian adalah studi kasus, dengan sampel 2 responden, 1 ibu hamil dilakukan intervensi pijat oksitoksin dan 1 ibu hamil dilakukan rebozo. Intervensi pijat oksitosin bisa mempengaruhi kemajuan persalinan kala I fase aktif dimana his pada saat sebelum intervensi diketahui 2x10’30” dan setelah intervensi kontraksi selalu bertambah sehingga kala I fase aktif persalinan berlangsung lebih cepat dari teori yaitu 2 jam 30 menit. Teknik rebozo bisa juga mempengaruhi kemajuan persalinan kala I fase aktif dimana his pada saat sebelum intervensi diketahui 2x10’25” dan setelah intervensi kontraksi juga bertambah sehingga kala I fase aktif persalinan lebih cepat dari teori yaitu 3 jam. Terdapat perbedaan efektivitas intervensi pijat oksitosin  kala 1 fase aktif yaitu untuk pijat okstitosin 2 jam 30 menit sedangkan pijat rebozo waktu untuk menyelesaikan kala 1 fase aktifnya adalah 3 jam.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT ANTIDIABETES DI APOTEK X MENGGUNAKAN METODE SAFETY STOCK DAN ROP Amanda, Raina Julia; Saputra, Yoga Dwi; Amira, Amira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35808

Abstract

Pengendalian obat merupakan sesuatu hal yang dilakukan untuk menjamin dan meningkatkan efektivitas dan efisien suatu persediaan untuk menghindari kondisi kekosongan atau kehilangan obat. Pengendalian obat dapat dilakukan menggunakan penentuan Safety stock dan Reorder Point. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai Safety stock dan Reorder point pada Apotek X untuk peningkatan pelayanan obat. Penelitian deskriptif memanfaatkan metode kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan wawancara bersama apoteker dan pegawai apotek X serta pengambilan data penggunaan obat antidiabetes oral generik di apotek X ampenan pada periode April 2024. Digunakan Service level 98% digunakan pada perhitungan ini dengan nilai Z = 2,05. Nilai Safety stock Glimepiride 2 mg hexp 185 tablet dengan nilai Reorder point 275 tablet. Sehingga nilai Safety stock dan Reorder point ini dapat dijadikan acuan untuk pemesanan obat berikutnya.