cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN TRIPLE ELIMINASI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS PUNDONG BANTUL Jannah, Fisabilla Annisatul; Rahmawati, Yeni; Martuti, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35888

Abstract

Ibu hamil termasuk ke dalam kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi penyakit sifilis, hepatitis B dan HIV, yang mana sebanyak lebih dari 90% penularan terjadi dari ibu ke bayinya. Suatu program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam pengurangan penularan HIV, sifilis dan hepatitis B yang dilakukan secara bersamaan dari ibu ke janinnya disebut dengan triple eliminasi. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengevaluasi program triple eliminasi di Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang dilakukan melalui wawancara kepada responden. Hasil penelitian ini didapatkan ibu hamil dengan usia 21-25 tahun berjumlah 10 (26,3%), ibu hamil usia 26-30 tahun berjumlah 13 (34,2%), ibu hamil dengan usia 31-35 tahun berjumlah 7 (18,4%), ibu hamil dengan usia 36-40 tahun berjumlah 6 (15,8%) dan ibu hamil dengan usia 41-45 tahun berjumlah 2 (5,3%). Berdasarkan karakteristik periode trimester kehamilan, didapatkan ibu hamil dengan trimester pertama berjumlah 23 (60,5%), ibu hamil dengan trimester 2 berjumlah 10 (26,3%), ibu hamil dengan trimester 3 berjumlah 5 (13,2%). Menurut hasil pemeriksaan didapatkan hasil bahwa 38 (100%) sampel ibu hamil secara keseluruhan yaitu non reaktif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ibu hamil di Puskesmas Pundong Kabupaten Bantul bulan Agustus 2024 tidak terinfeksi sifilis, Hepatitis B dan HIV.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM ASURANSI KESEHATAN NASIONAL DALAM MENINGKATKAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA Azmi, Fathul; Rahayu, Baiq Zulvita; Hidayatullah, Dhandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35895

Abstract

Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak 2014 merupakan langkah strategis menuju Universal Health Coverage di Indonesia, namun efektivitasnya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program JKN dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi cross-sectional, melibatkan 150 informan dari lima provinsi (Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua) yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan focus group discussion di 25 fasilitas kesehatan (15 Puskesmas dan 10 rumah sakit rujukan), serta analisis dokumen kebijakan. Analisis data menggunakan pendekatan content analysis dengan bantuan software ATLAS.ti. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan cakupan kepesertaan mencapai 86,3% populasi pada 2023, dengan kenaikan utilisasi layanan rawat jalan 23,5% dan rawat inap 15,8%. Tingkat kepuasan pasien mencapai 68%, namun terdapat disparitas signifikan dalam distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan (rasio 2,3:1 dan 3,5:1). Program berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu (12,3%) dan bayi (8,7%), dengan return on investment 1,48 USD per 1 USD investasi. Meskipun demikian, program menghadapi tantangan sustainabilitas dengan defisit 3,7 triliun rupiah pada 2023. Disimpulkan bahwa Program JKN telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan, namun masih memerlukan perbaikan dalam aspek pemerataan, kualitas layanan, dan sustainabilitas finansial.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI INTERNA DI RSUD dr. LA PALALOI KABUPATEN MAROS Fitri, Fitriani; Rahmaniar MB, Andi; Hasanah, Siti Uswatun; Selvia, Selvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35917

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik kronis terjadi ketika produksi insulin pankreas tidak mencukupi kebutuhan tubuh dan tidak digunakan secara efektif oleh tubuh. Berdasarkan data International Diabetes Ferderation (IDF) tahun 2019, terdapat 463 juta orang dewasa di seluruh dunia menderita diabetes dengan prevalensi 9,3%. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 578 juta orang pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Pada Pasien Rawat Jalan Poli Interna di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros. Penelitan ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan studi Case Control. Teknik pengumpulan sampel yaitu purporsive Sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa faktor risiko berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus adalah IMT p value 0,018, riwayat keluarga DM p value 0,000 dan hipertensi p value 0,007 sementara faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus pada penelitian ini adalah usia p value 0,085 dan jenis kelamin p value 0,405. Terdapat hubungan singnifikan antara IMT, riwayat keluarga DM dan hipertensi dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien rawat jalan poli interna di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros sedangkan usia dan jenis kelamin tidak terdapat hubungan signifikan dengan kejadian diabetes mellitus pada pasien rawat jalan poli interna di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros.
FAKTOR RISIKO STATUS GIZI KURANG PADA ANAK USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KIMI NABIRE PAPUA TAHUN 2023 Laloan, Nelviana Nelce; Masithah, St.; Rahmaniar MB, Andi; Wahyuni, Fitri; Selvia, Selvia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35925

Abstract

Masa kanak-kanak awal khususnya balita (0-59 bulan) merupakan masa terpenting dalam fase kehidupan manusia terkait pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun prevalensinya telah menurun dalam beberapa waktu terakhir, kekurangan gizi pada masa ini memiliki konsekuensi serius di masa depan sehingga menjadi salah satu masalah kesehatan global yang utama. Kejadian gizi kurang dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko status gizi kurang pada anak usia 0-59 bulan berupa pendapatan keluarga, penyakit infeksi, ASI eksklusif, dan MP ASI. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan uji chi-square dan jumlah sampel sebanyak 252 responden. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa balita dengan status gizi kurang sebesar 68,3%, pendapatan keluarga dibawah UMR sebesar 75%, menderita penyakit infeksi sebesar 65.9%, tidak mendapatkan ASI eksklusif sebesar 69.4%, dan tidak mendapatkan MP ASI sebesar 69.4%. Analisis bivariat menunjukkan p-value masing-masing faktor risiko yaitu pendapatan keluarga (p=0.002), penyakit infeksi (p=0,000), ASI eksklusif (p=0,012), dan MP ASI (p=0.000) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan faktor risiko berupa pendapatan keluarga, penyakit infeksi, MP ASI, dan ASI eksklusif terhadap status gizi kurang pada anak usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kimi. Upaya dalam menambah pendapatan keluarga akan meningkatkan daya beli terhadap makanan yang dibutuhkan anak sesuai usianya, menjaga kesehatan anak agar tidak mudah menderita penyakit infeksi, memberikan MP ASI di usia yang tepat, dan tetap memberikan ASI eksklusif pada usia 0-6 bulan sangat penting dan mendesak untuk dilakukan.
PENATALAKSANAAN HEPATITIS B : KAJIAN PUSTAKA Yasykurah, Malva Marshaniswa; Dalila, Virga Fathiya; Nugrahani, Baiq Dwiyan; Bulkis, Nanda; Ananta, Muhammad Naufal Farras; Nurhidayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35930

Abstract

Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global yang serius, hepatitis B menyumbang sekitar 80% kasus karsinoma hepatoseluler primer dan menjadi penyebab kanker tertinggi kedua setelah rokok. Penatalaksanaan hepatitis B awalnya menggunakan interferon, kemudian hadir obat golongan baru yaitu analog nukelosida (NA) seperti lamivudin, dan seiring perkembangannya ditemukan obat baru seperti adefovir, entecavir, telbivudine dan tenofovir. Tingginya prevalensi infeksi hepatitis B sering kali berkaitan dengan rendahnya tingkat keberhasilan terapi pada pasien. Hasil pengobatan hepatitis B hingga saat ini masih belum memadai, sehingga beberapa kasus dapat berkembang menjadi sirosis hati dan kanker hati.  Oleh karena itu, tinjauan ini membahas mengenai penatalaksanaan hepatitis B. Kajian pustaka dilakukan dengan penelusuran pustaka dengan pencarian online mengenai regimen terapi hepatitis B melalui situs pencarian Google, Google Scholar, Research Gate. Penelusuran pustaka menggunakan kata kunci “Treatment of Hepatitis B Article”. Terdapat perbedaan terapi pada hepatitis B akut dan kronik. Pada kondisi akut, tujuan terapi hepatitis B adalah untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Sedangkan pada kondisi kronis, tujuan terapinya adalah untuk mengurangi risiko sirosis, kanker hati, dan meningkatkan kelangsungan hidup jangka panjang. Terapi farmakologi yang digunakan pada hepatitis B selama lima tahun terakhir yaitu golongan analog nukelosida, analog nukleotida dan interferon. Golongan analog nukleosida terdiri dari lamivudin, telbivudin, dan entecavir. Sedangkan golongan analog nukleotida terdiri dari tenofovir disoproxil fumarate, tenofovir alafenamid, dan adefovir.
IDENTIFIKASI CEMARAN BAKTERIOLOGI JUS BUAH ALPUKAT DI KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG Septiannur, Achmad zakky Tri; Harlita, Tiara Dini; Saputri, Maulida Julia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35932

Abstract

Jus buah alpukat telah menjadi minuman populer di kalangan mereka yang peduli terhadap gaya hidup sehat. Namun, karena nutrisi yang mendukung pertumbuhan bakteri seperti kadar gula yang terkandung di dalam nya dan faktor ekstrinsik seperti sanitasi yang kurang dapat meningkatkan risiko kontaminasi di antara pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui adanya cemaran bakteriologis jus buah alpukat di Kecamatan Samarinda Seberang dan mengidentifikasi bakteri yang tumbuh dengan alat zybio. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain observasional. Sepuluh sampel jus alpukat diambil dari lima penjual berbeda, masing-masing dengan es dan tanpa es batu. Angka Lempeng Total (ALT) dipakai dalam pengujian sampel serta identifikasi bakteri dilakukan menggunakan alat Zybio. Data analisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 sampel yang memenuhi standar dari SNI tahun 2014 No. 3719 (1 x 104 Koloni/mL) dan 9 sampel lainnya diketahui tidak memenuhi standar diatas  identifikasi bakteri pada alat zybio menunjukkan bahwa semua bakteri yang tumbuh dalam sampel adalah bakteri golongan Gram negatif, bakteri tersebut yakni ; Enterobacter asburiae, Enterobacter cloacae, Klabsiella oxytoca, Pseudomonas putida, Escherichia vulneris. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu sebagain besar dari sampel yang diteliti masih memiliki nilai cemaran bakteri yang cukup tinggi sehingga penyebab kontaminasi dan metode sanitasi perlu diperhatikan untuk memastikan keamanan jus buah alpukat yang dikonsumsi masyarakat.
HUBUNGAN DIAMETER APPENDIX VERMIFORMIS BERDASARKAN HASIL USG DENGAN GRADING APENDISITIS PADA PASIEN APENDEKTOMI DI RSUD MASSENREMPULU TAHUN 2023 Lera, Lera; Gani, Azis Beru; Zulfahmidah, Zulfahmidah; Syahruddin, Febie Irsandy; Hasbi, Berry Erida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35949

Abstract

Apendisitis adalah penyebab tersering inflamasi akut di kuadran kanan bawah. Penegakan diagnosis apendisitis secara umum dengan anamnesis, pemfis, dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium maupun radiologi. Ultrasonografi menjadi pilihan utama karena penggunaannya yang mudah, murah, dan tidak invasif, meskipun CT-Scan lebih unggul dalam hal menentukan diagnosis apendisitis, namun tidak semua rumah sakit di Indonesia memiliki alat tersebut. Tingkat keparahan dari apendisitis diukur berdasarkan hasil temuan operasi yang bisa dilanjutkan dalam pemeriksaan histopatologi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis hubungan diameter appendix vermiformis dari hasil pemeriksaan USG dengan tingkat keparahan apendisitis. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 39 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik totak sampling. Uji korelasi rank spearman yang dilakukan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diameter apendiks berdasarkan USG dengan tingkat keparahan apendisitis dengan nilai p yaitu 0,000 < 0,05. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ukuran diameter apendiks dengan tingkat kepararahan apendisitis pada pasien apendektomi di RSUD Massenrempulu
DETERMINAN SINDROMA METABOLIK PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI INTERNA DI RSUD dr. LA PALALOI KABUPATEN MAROS Karmila, Mila; Hasanah, Siti Uswatun; St. Masithah, St. Masithah; Rahmaniar MB, Andi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35950

Abstract

Sindroma metabolik adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan adanya faktor risiko yaitu peningkatan glukosa plasma (disglikemia), obesitas (obesitas sentral didefinisikan sebagai lingkar pinggang yang besar), hipertensi, peningkatan  trigliserida serum, dan rendahnya kolesterol lipoprotein densitas tinggi HDL rendah. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui  Determinan Sindroma Metabolik Pada Pasien Rawat Jalan Poli Interna Di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis menggunakan uji chi- square. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan protein, asupan lemak, dan IMT dengan sindroma metabolik (p<0,05), namun tidak terdapat hubungan antara asupan energi, dan asupan karbohidrat dengan sindroma metabolik  (p >0,05) pada pasien rawat jalan poli interna di RSUD dr La Palaloi Kabupaten Maros.
TINJAUAN HUKUM DOKTER DALAM MELAKUKAN DO NOT RESUSCITATE (DNR) KARENA KETERBATASAN ALAT VENTILATOR Sanjaya, Gede
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35961

Abstract

Do Not Resuscitate (DNR) adalah instruksi medis dimana pengambil keputusan adalah dokter dengan mempertimbangkan penilaian tenaga kesehatan lain (perawat) bahwa kualitas hidup pasien sangat rendah sehingga tidak dilakukan resusitasi (CPR/RJP) dengan persetujuan wali/keluarga pasien. Pada penelitian ini penulis membahas mengenai dasar-dasar hukum yang dapat digunakan oleh dokter dalam melakukan DNR ketika terjadi keterbatasan alat ventilator. Penilitian ini ditulis berdasarkan atas 2 (dua) rumusan masalah yaitu, kedudukan hukum dokter dan pasien dalam pelaksanaan DNR (do not resuscitate) karena keterbatasan alat ventilator; Perlindungan hukum dokter bila terjadi sengketa medik akibat melakukan DNR karena keterbatasan alat ventilator. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan Undang-Undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Kedudukan seorang dokter secara hukum harus jelas dalam melaksanakan     profesinya, terlebih ketika mengambil keputusan untuk melakukan DNR pada pasien. Prosedur teknis dan non teknis harus dipatuhi dan dilaksanakan sebaik mungkin demi memenuhi standarisasi pelaksanaan DNR dan membebaskan dokter dari jeratan hukum. Kontruksi hukum yang berlaku di Indonesia yang belum  mengatur secara khusus soal DNR dalam sebuah peraturan perundang-undangan wajib digali lebih dalam lagi, agar DNR sebagai salah satu tindakan medis dapat dilakukan oleh dokter dengan tetap memperhatikan aturan hukum yang berlaku.
HUBUNGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN CURAH HUJAN PADA KONDISI PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN RAYA Sapta, Wibowo Ady; Helmy, Helina; Sudrajat, Nadia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35977

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan serius di negara-negara tropis seperti Indonesia, terutama saat musim hujan ketika curah hujan tinggi menyebabkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Peningkatan kasus DBD sering terjadi selama musim hujan, tetapi hubungan antara curah hujan dan kasus DBD belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara curah hujan dan jumlah kasus DBD guna mendukung kebijakan pencegahan yang lebih tepat. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain studi ekologi time series menggunakan data sekunder dari Puskesmas Beringin Raya dan BMKG. Populasi penelitian adalah seluruh kasus DBD di wilayah tersebut pada periode 2020-2022, dengan metode total sampling. Variabel bebasnya adalah curah hujan, sedangkan variabel terikatnya adalah jumlah kasus DBD. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi dan regresi untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Selama penelitian, PPKM akibat pandemi Covid-19 diterapkan, yang mempengaruhi pola aktivitas. Uji Korelasi Spearman menunjukkan nilai p=0,946 (p>?), sehingga tidak ditemukan hubungan signifikan antara curah hujan dan kejadian DBD, dengan korelasi sangat lemah (r=0,012). Ketiadaan hubungan ini mungkin dipengaruhi oleh cakupan wilayah yang kecil, kondisi pandemi, serta faktor-faktor lain seperti kepadatan penduduk. Puskesmas perlu memperkuat program pengendalian DBD, terutama saat musim hujan.