cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
GAMBARAN KADAR SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN TERAPI OBAT ANTIPSIKOTIK M Natsir, Ramdhani; Yoseph, Vina; Aipassa, Frenky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35812

Abstract

Skizofrenia dikenal sebagai suatu kondisi kerusakan mental kronis. Sindrom ini biasanya akan timbul pada masa remaja akhir dan dewasa muda. Provinsi Maluku dengan prevalensi anggota rumah tangga yang mengidap gangguan jiwa skizofrenia sebanyak 3,90 per-mil. Penyakit ini dapat bersifat kronis sehingga membutuhkan pengobatan serta perawatan dalam waktu cukup lama atau sepanjang hidup, salah satu terapi yang dapat diberikan yaitu pemberian antipsikotik, efek samping pemberian obat dapat menyebabkan cedera hati akibat obat oleh proses metabolismenya dan meningkatkan kadar SGOT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan kadar SGOT pasien gangguan jiwa skizofrenia pada penggunaan terapi obat antipsikotik di RSKD Provinsi Maluku. Jenis penelitian ini adalah deskriptif melalui desain observasi laboratorik dengan menggunakan metode Automatic analyzer. Populasi skizofrenia sebanyak 197 dan subyek penelitian 13 sampel dengan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis dengan pendekatan analisis deskriptif. Pemeriksaan kadar SGOT pada 13 sampel didapatkan hasil kadar SGOT normal pada semua sampel (100%). Hasil penelitian pemeriksaan kadar SGOT pada ke 13 sampel didapatkan hasil normal (100%), tidak ada yang mengalami peningkatan kadar SGOT.
EVALUASI DRUG SELECTION TERHADAP LENGTH OF STAY (LOS) PASIEN BPJS HIPERTENSI GERIATRI DI RAWAT INAP RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA PERIODE JANUARI – DESEMBER 2022 ardhyani, ayu; Lukitasari, Nurraya; Wahyu, Syfrima
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35819

Abstract

Hasil   Riskesdas Indonesia tahun 2013 menunjukan prevelensi hipertensi yang signifikan pada lansia yang cukup tinggi yaitu 45.9% pada kelompok usia (55-64 tahun) 57,6% pada usia (65-74 tahun) dan 63,38% pada kelompok usia 75 tahun keatas. (Rikesdas, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, profil pengobatan, jenis ketidaktepatan drug selection, serta menganalisis hubungan antara jumlah kejadian ketidaktepatan drug selection dengan length of stay (LOS) pada pasien geriatri yang menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian dekskriptif non eksperimental dengan rancangan cross sectional dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 41 pasien periode Januari-Desember tahun 2022 di instalasi rawat inap RSAU Dr. Esnawan Antariksa Halim Perdana Kusuma. Hasil penelitian dari 41 pasien yang di teliti terdapat ketidaktepatan Drug Selection yaitu diantarannya, tidak ada indikasi obat, kombinasi obat yang tidak tepat, dan indikasi tanpa obat. Analisis korelasi spearman antara jumlah ketidakatepatan drug selection dengan LOS memberikan nilai p=0,982 (p>0,05).
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN YANG MENGALAMI DIABETES MILLITUS TIPE II DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR MENGGUANAKAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF DIRUANG NAKULA RSUD JOMBANG parakoso, gigih; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Sari, Ika Puspita; Roni, Faishol; Wijaya, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35826

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II dapat menyebakan gangguan pola tidur ditandai dengan poliura (banyak kencing), polidipsi (banyak minum), poliphagi (banyak makan) dan gangguan lainnya yang terjadi pada malam hari yang dapat mengganggu tidurnya. Pasien Diabetes Mellitus Tipe II mengalami kualitas tidur tidak nyenyak yang dapat mengganggu metabolisme dan dapat memicu mencari makan berlebihan sehingga bisa mengacaukan kinerja insulin dan pengendalian gula darah menjadi buruk sehingga menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan Asuhan Keperawatan pada klien Diabetes Mellitus Tipe II dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Metode dari penelitian ini menggunakan studi kasus subjek 2 klien Diabetes Mellitus Tipe II dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari berturut-turut menggunakan intervensi relaksasi otot progresif. Hasil dari penelitian ini telah didapatkan pada kedua klien dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur dengan masalah sulit tidur telah berkurang setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif selama tiga hari. Diskusi dan Kesimpulan dari penelitian ini adalah relaksasi otot progresif digunakan sebagai terapi tambahan untuk mengendalikan gangguan pola tidur dan mengurangi insomnia pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II secara non farmakologis.
KARAKTERISASI KALSIUM KARBONAT DARI CANGKANG TELUR BEBEK ALABIO DENGAN ANALISIS FT-IR DAN SEM SEBAGAI PENDEKATAN ASPEK MORFOLOGI Fitriani, Fitriani; Fauzi, Muhammad; Hasniah, Hasniah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35828

Abstract

Cangkang telur bebek merupakan limbah rumah tangga yang banyak terdapat dilingkungan masyarakat yang mana konsumsi telur di Indonesia akan terus berlimpah selama telur diproduksi di bidang peternakan. Seiring dengan semakin meningkatnya konsumsi telur oleh masyarakat maka limbah dari telur berupa cangkang telur tentunya juga akan semakin meningkat. Cangkang telur merupakan limbah dapur yang berpotensi untuk dimanfaatkan. Potensi limbah cangkang telur di Indonesia cukup besar Cangkang telur mengandung 96% kalsium karbonat yang dapat memenuhi 50% kebutuhan kalsium sehari-hari dalam bentuk kalsium karbonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi kalsium karbonat yang terdapat dari cangkang telur bebek Alabio menggunakan dua teknik analisis utama: Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FT-IR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). FT-IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi dan ikatan kimia yang ada dalam kolagen, sementara SEM diterapkan untuk mengamati struktur morfologi dan permukaan dari sampel kolagen. Hasil FT-IR menunjukkan adanya pita serapan yang khas untuk kalsium karbonat. Analisis SEM mengungkapkan struktur fibril dan morfologi khas dari kalsium karbonat yang disampling. Selain itu, hasil uji pendekatan pH menunjukkan bahwa perbandingan antara cangkang telur dan kolagen murni menghasilkan pH 1, yang mengindikasikan sifat asam dari kolagen yang diekstraksi.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIFUNGI DAN ANTIBAKTERI AIR PERASAN DENGAN EKSTRAK ETANOL UMBI WORTEL Rizki, Citra Aulia; Mukhlishah, Neneng Rachmalia I.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35836

Abstract

Penyakit infeksi adalah kondisi yang disebabkan oleh mikroba dan menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Beberapa jenis mikroba yang dapat menyebabkan infeksi diantaranya bakteri dan jamur. Pengobatan infeksi jamur dan bakteri sering menggunakan obat sintesis yang dapat menyebabkan efek samping. Selain itu, penggunaan antibiotik untuk infeksi bakteri telah menimbulkan banyak kasus resistensi, sehingga diperlukan alternatif tanaman obat yang berpotensi sebagai antibakteri dan antijamur yakni tanaman wortel. Wortel (Daucus carota L.)  merupakan sayuran berumbi berwarna kuning sampe jingga dan juga merupakan tanaman semusim. Wortel diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Pada umbi wortel terdapat kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berguna sebagai antibakteri dan antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri dan antifungi dari perasan air wortel dan ekstrak etanol umbi wortel. Metode penelitian meliputi tinjauan terhadap jurnal-jurnal terkini yang diambil dari database Google Scholar, dengan fokus pada aktivitas antifungi dan antibakteri pada air perasan dan ekstrak etanol umbi wortel. Hasil analisis menunjukkan bahwa perasan air wortel dengan konsentrasi 10% efektif dalam menghambat Staphylococcus aureus, sedangkan konsentrasi 75% dapat menghambat Candida albicans. Di sisi lain, ekstrak etanol wortel menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi, dengan konsentrasi 5% dan 1% yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur secara signifikan. Dengan demikian, ekstrak etanol umbi wortel lebih efektif sebagai antibakteri dan antifungi dibandingkan dengan perasan air wortel.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI INTERNA DI RSUD dr. LA PALALOI KABUPATEN MAROS asriani, ani; Masithah, St.; Hasanah, Siti Uswatun; Rahmaniar MB, Andi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35839

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. Berdasarkan data Internasional Diabetes Federal (IDF) tahun 2021, diperkirakan 537 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes mellitus, dengan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 783 juta pada tahun 2045. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan studi Case Control. Data diperoleh dari sampel pasien diabetes mellitus dan non-diabetes mellitus. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dari segi asupan energi (p = 0,001), asupan lemak (p = 0,000),asupan karbohidrat (p = 0,000), pola makan dari segi frekuensi konsumsi (p = 0,000), dan aktivitas fisik (p = 0,000) dengan kejadian diabetes mellitus. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara asupan protein dan kejadian diabetes mellitus (p = 0,0671). terdapat hubungan pola makan dari segi asupan energi, asupan lemak, asupan karbohidrat, frekuensi konsumsi dan aktivitas fisik terhadap kejadian diabetes mellitus pada pasien rawat jalan poli interna di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PASIEN PADA OPERASI BEDAH ANASTESI ERACS Triyanto, Agus; Kosasih, Kosasih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35841

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada pasien operasi caesar yaitu adanya ketakutan dan kekhawatiran karena rasa sakit serta pemulihan pasca operasi yang membutuhkan waktu cukup lama. Namun, kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran telah menemukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut yaitu adanya metode Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien bedah anastesi ERACS. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang bersumber dari google scholar dan portal garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pasien dapat dikelompokkan menjadi lima dimensi. Pada dimensi bukti fisik diwujudkan dengan adanya handout dan alat anestesi kebidanan dan perinatologi. Pada dimensi kehandalan, diwujudkan dengan adanya pelayanan yang baik dari tenaga medis. Pada dimensi ketanggapan, diwujudkan dengan adanya respon yang tanggap kepada pasien yang membutuhkan bantuan. Pada dimensi jaminan, diwujudkan dengan adanya jaminan minimnya efek pasca operasi, dan waktu perawatan yang lebih cepat, sedangkan ketidakpuasan muncul karena terdapat pasien yang belum mampu melakukan mobilisasi dini pasca operasi. Adapun pada dimensi empati, ketidakpuasan muncul karena kurangnya informasi mengenai ERACS. Maka dapat disimpulkan bahwa pasien bedah anastesi ERACS memiliki tingkat kepuasan berbeda-beda, baik dari segi bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan, maupun empati, tergantung pada pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL, FRAKSI ETIL ASETAT DAN N HEKSAN DAUN KUPU-KUPU (BAUHINIA PURPUREA L.) TERHADAP MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Siregar, Rina Paramitha; Nasution, Muhammad Amin; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35864

Abstract

Salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di dunia adalah Diabetes Melitus (DM) yaitu berada di posisi ke-6 diantara penyakit lain, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita DM di dunia posisi ke-6. Salah satu alternatif terapi yang memiliki efek samping lebih sedikit dan aman ialah pengobatan dengan bahan alam Tanaman yang diduga mempunyai khasiat sebagai penurun glukosa darah ialah tanaman kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) karena mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin dan glikosida yang dapat berfungsi sebagai antidiabetes. Penelitian ini meliputi karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan uji aktivitas antidiabetes. Aktivitas antidiabetes ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan etil asetat daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.) pada mencit putih jantan dilakukan dengan menggunakan metode uji induksi aloksan secara intraperitonial. Kelompok Na-CMC 0,5%, kelompok glibenklamid 0,01%. Ekstrak etanol, fraksi n-heksan dan etil asetat  yang diberikan secara oral dengan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB. Data hasil penelitian di analisis secara ANOVA (Analysis of Variance) menggunakan uji Duncan. Hasil karakteristik simplisia daun bakung diperoleh kadar air 9,88%, kadar sari larut dalam air 17,02%, kadar sari larut dalam etanol 6,78%, kadar abu total 13,09%, dan kadar abu tidak larut asam 0,34%. Hasil skrining fitokimia simplisia dan ekstrak etanol daun bakung menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid. Uji efek antidiabetes menggunakan mencit putih yang dibagi dalam 8 kelompok. Dari uji yang telah dilakukan kelompok fraksi etil asetat dengan dosis 400 mg/kg BB yang memberikan efek yang lebih baik dibanding kontrol positif (Glibenklamid) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit. 
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN HIPERTENSI DIPUSKESMAS KARANG MULYA KOTAWARINGIN BARAT 2022 - 2023 Rochim, Najwa mutiara; Tantoso, Lydia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35879

Abstract

Status gizi merupakan salah satu faktor risiko yang berperan dalam metabolisme tubuh dan perubahan tekanan darah. pada penelitian ini dapat direkomendasikan dari pengukuran lingkar perut dan indeks massa tubuh. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Beberapa faktor risiko yang diduga berperan dalam terjadinya hipertensi antara lain : pola makan, status gizi, jenis kelamin dan aktifitas fisik. Menurut WHO, pada tahun 2015 didapatkan prevalensi individu dengan hipertensi sekitar 1,3 miliar, sebagian besar peningkatan terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah seperti dinegara Afrika memiliki prevalensi hipertensi tertinggi (27%) berbeda dengan negara maju seperti Amerika memiliki prevalensi hipertensi terendah (18%). Berdasarkan penjelasan ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai status gizi dengan kejadian hipertensi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi di Puskesmas Karang Mulya Kotawaringin Barat. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan mengumpulkan data rekam medis dengan teknik non random sampling sejumlah 145 responden. Hasil analisis dengan chi-square menyatakan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi dengan kejaidan hipertensi di Puskesmas Karang Mulya Kotawaringin Barat (p =0,589). Pada penelitian ini menyarankan kepada pembaca agar lebih menjaga kesehatan tubuh dan mematuhi anjuran untuk menghindari segala hal yang dapat meningkatkan tekanan darah atau biasa disebut dengan hipertensi.
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN POLI INTERNA DI RSUD dr. LA PALALOI KABUPATEN MAROS soraya, soraya; Hasanah, Siti Uswatun; Masithah, St.; Wahyuni, Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35887

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang mengalami kenaikan tekanan darah di atas batas normal yang akan menyebabkan kesakitan bahkan kematian. Estimasi jumlah kasus hipertensi di indonesia sebesar 63.309.620 orang, sedangkan angka kematian di indonesia akibat hipertensi sebesar 427.218 kematian. Di Kabupaten Maros hipertensi merupakan penyakit urutan keempat terbesar dengan jumlah 11.428 kasus. Asupan natrium menjadi salah satu faktor risiko terjadinya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan natrium terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan poli interna di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros.  Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan studi Case Control. Analisis data menggunakan uji chi square. Asupan natrium diukur menggunakan Recall 2x24 jam. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara asupan natrium (p= 0,000). Terdapat hubungan asupan natrium terhadap kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan poli interna di RSUD dr. La Palaloi Kabupaten Maros.