cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,473 Documents
PENGARUH KOMPRES BAWANG MERAH TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN PENYAKIT GOUT ARTHRITIS DI PUSKESMAS KAMONJI Adam Lawi, Iin Alizzah; Surianto, Surianto; Arfiah, Arfiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35550

Abstract

Gout Arthritis adalah sendi yang meradang dan disebabkan oleh naiknya nilai asam urat di dalam tubuh manusia akibat gangguan pada proses pengolahan purin (Hiperurisemia) di dalam tubuh, yang ditandai dengan nyeri sendi dan dapat mengganggu aktivitas penderita. Salah satu cara nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri yaitu dengan menggunakan kompres bawang merah. Tujuan penelitian ini yaitu telah dianalisis pengaruh kompres bawang merah terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia yang menderita Gout Arthritis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian Pre-Eksperimen, menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 103 orang lansia, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dan didapatkan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 responden, dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling, alat pengukuran data menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS, uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Dari 20 responden didapatkan tingkat nyeri pre-test dilakukan kompres bawang merah sebagian besar nyeri sedang sebanyak 11 responden (55.0%) dan sebagian kecil nyeri berat terkontrol sebanyak 9 responden (45.0%), sedangkan hasil posttest dilakukan kompres bawang merah didapatkan hasil sebagian besar nyeri ringan sebanyak 11 responden (55.0%), tidak nyeri sebanyak 8 responden (40.0%), dan sebagian kecil nyeri sedang sebanyak 1 responden (5.0%), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ada pengaruh kompres bawang merah terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia dengan penyakit Gout Arthritis di Puskesmas Komonji. Bagi Puskesmas Kamonji hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk para tenaga medis dalam memberikan informasi mengenai terapi nonfarmakologi kepada para pasien yang menderita Gout Arthritis.
ANESTHESIA FOR PATENT DUCTUS ARTERIOSUS LIGATION SURGERY IN ADULT Kurniaji, Kurniaji; Pratomo, Bhirowo Yudo; Kurniawaty, Juni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35551

Abstract

Patent Ductus Arteriosus (PDA) adalah suatu kondisi jantung bawaan yang terjadi ketika pembuluh darah normal janin yang disebut ductus arteriosus, yang menghubungkan arteri pulmonalis dan aorta di dalam rahim, gagal menutup setelah bayi lahir. Laporan kasus ini berfokus pada manajemen anestesi pada pasien PDA dewasa yang menjalani operasi ligasi PDA, kemudian dilakukan teknik deep hypothermic circulatory arrest  (DHCA) yang tidak terencana karena terjadi ruptur aorta. Seorang wanita berusia 33 tahun, mengalami gejala kelelahan, sesak napas, dan intoleransi latihan yang memburuk sejak pertama kali didiagnosis 12 tahun lalu. Setelah pemeriksaan menyeluruh, pasien didiagnosis dengan PDA bidirectional shunt, hipertensi pulmonal dengan high flow high resistance, dan tes oksigen reaktif. Prosedur pembedahan pasien meliputi penutupan PDA melalui median sternotomi dengan mesin cardiopulmonary bypass (CPB). Anestesi yang digunakan yaitu anestesi berbasis opioid dengan DHCA selama 9 menit.  Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam DHCA yang tidak terencana antara lain: (1) respon, keterampilan, dan kemampuan adaptasi terhadap situasi dari ahli bedah; (2) pembagian waktu yang baik; (3) pemberian es blok di area sekitar kepala pasien; dan (4) pemberian agen-agen farmakologis seperti midazolam, steroid dan manitol untuk menekan laju konsumsi oksigen serebral serta memberikan proteksi serebral pada kondisi ini. CPB dan DGCA yang disertai dengan tindakan neuroprotektif dan pemantauan yang tepat, dapat menjadi metode anestesi yang aman untuk pasien dewasa penderita PDA dan hipertensi pulmonal yang menjalani operasi ligasi PDA.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SEFTRIAKSON DAN SEFOTAKSIM PADA PASIEN DEMAM TIFOID ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BUDHI ASIH Azmi Mahdiyyah, Raihanah; Destiyana AP, Bunga; Lukitasari, Nurraya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35556

Abstract

Demam tifoid paling sering terjadi pada anak usia 5-11 tahun karena beresiko tinggi mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi. Studi farmakoekonomi diperlukan untuk menganalisis pemilihan kombinasi antibiotik yang bervariasi dengan mempertimbangkan biaya dan efektivitas. Tujuan pada penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan antibiotik oleh pasien demam tifoid anak yang dirawat di RSUD Budhi Asih, mengetahui biaya medis langsung pasien anak demam tifoid yang dirawat di RSUD Budhi Asih, dan mengetahui hubungan antara biaya medis langsung dengan lama rawat inap. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari–Maret 2024. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif dimana pengambilan sampel ini menggunakan dua variable yaitu variable bebas terdiri dari biaya medis langsung dan variabel terikat adalah lama rawat inap.  Nilai efektivitas pada penelitian ini diukur dari lamanya rawat inap pasien. Hasil menunjukkan yaitu perhitungan ACER terhadap biaya rata-rata medis langsung antibiotik seftriakson yaitu Rp. 2.153.007 sedangkan ACER antibiotik sefotaksim Rp. 2.589.709 sehingga terapi antibiotik pada pasien demam tifoid anak dengan antibiotik seftriakson lebih hemat biaya dibandingkan sefotaksim. Terdapat hubungan antara biaya medis langsung dengan lama rawat inap karena nilai p value yang dihasilkan adalah 0,004 (H1 = diterima). Antibiotik seftriakson yang lebih cost-effective disebabkan karena lebih tingginya presentase efektivitas dan lebih singkatnya lama rawat inap, karena semakin lama masa perawatan akan meningkatkan biaya medis langsung maupun tidak langsung.  
IMPLEMENTASI PEMBERIAN TABLET PENAMBAH DARAH UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI DI DESA SERAPUH ABC, KEC. PADANG TUALANG, KAB LANGKAT Ayenti, Erika; Wardani, Liza Putri; Dia, Dinda; Lauchan, Agil Maritho; Amanda, Dwi; Gurning, Fitriani Pramita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35564

Abstract

Stunting merupakan salah satu indikator malnutrisi kronik yang terjadi akibat defisiensi asupan zat gizi atau penyakit infeksi yang 3 terjadi dalam jangka waktu yang lama. Zat besi berpengaruh pada kadar hemoglobin remaja yang sedang dalam pertumbuhan serta peningkatan kebutuhan zat besi yang diakibatkan oleh proses menstruasi abupaten Langkat berada pada angka 16,9 persen, turun dari 18,6 persen pada tahun 2022. Pemerintah Kabupaten Langkat menargetkan prevalensi stunting sebesar 10 persen pada tahun 2024 .Tujuan penelitian ini menambah pengetahuan remaja putri mengenai manfaat tablet penambah darah dalam mencegah stunting pada remaja putri Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pelaksanakan Sosialisasi. Tujuan pelaksanaan sosialisasi terhadap remaja mengenai tablet tambah darah untuk mencegah stunting. Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan pelayanan posyandu yang dilaksanakan kader dan mahasiswa sebagai upaya promotive, preventif dan rehabilitative di wilayah Desa Serapuh ABC, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang menggunakan rumus pengambilan sampel Accidental Sampling atau sampel yang digunakan memenuhi tujuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan memberian pre-test atau pengumpulan data sebelum dilakukan sosialisasi dan post-test atau pengumpulan data sesudah dilakukan sosialisasi.  Hasil kegiatan penyuluhan remaja putri adalah tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 20 orang (50%) dan setelah diberikan penyuluhan sebagian besar pada kategori baik sebanyak 30 orang (80%), sikap remaja dalam pencegahan anemia sebelum diberikan penyuluhan mayoritas berada pada kategori kurang sebanyak 10 orang (25%) dan setelah diberikan penyuluhan sebagian besar pada kategori kurang sebanyak 5 orang (10%).
HUBUNGAN KEMAMPUAN SISTEM INFORMASI DENGAN PERSEPSI PERAWAT TERHADAP DOKUMENTASI KEPERAWATAN ELEKTRONIK Asra, Zahra; Dwi Guna, Stephanie; Nopriadi, Nopriadi; Rizka, Yulia; Dilaruri, Ade
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35577

Abstract

Penggunaan sistem informasi kesehatan, termasuk dokumentasi keperawatan elektronik, semakin berkembang dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi. Persepsi perawat dan kemampuan sistem informasi ini memainkan peran penting dalam implementasi sistem dokumentasi keperawatan elektronik di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kemampuan sistem informasi dengan persepsi perawat terhadap sistem dokumentasi keperawatan elektronik di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad, Pekanbaru. Penelitian ini mengadopsi desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional pada 72 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 perawat (52,8%) memiliki kemampuan sistem informasi dalam kategori pengguna lanjutan, dan 39 perawat (54,2%) memiliki persepsi positif terhadap dokumentasi keperawatan elektronik. Uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang mengindikasikan hubungan signifikan antara kemampuan sistem informasi dan persepsi perawat. Dari total responden, 32 perawat (44,4%) yang memiliki kemampuan sistem informasi juga memiliki persepsi positif. Penelitian ini menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan sistem informasi dan persepsi perawat terhadap dokumentasi keperawatan elektronik. Temuan ini dapat berkontribusi pada keberhasilan implementasi sistem di rumah sakit. Diharapkan penelitian ini memberikan wawasan bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan pelatihan dan dukungan bagi perawat.
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN KANKER SERVIKS PASCA KEMOTERAPI DI RSUD ABDOEL WAHAB SJAHRANIE PERIODE TAHUN 2020-2023 Ritmawati, Adella Rahma; Prihandono, Dwi Setiyo; Saputri, Maulida Julia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35593

Abstract

Kanker serviks biasa dikenal dengan kanker leher rahim yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Kanker serviks adalah kanker terbesar kedua penyebab kematian pada perempuan di dunia dengan angka kematian mencapai 288.000 kasus per tahun. Leukosit yang memiliki fungsi utama sebagai pertahanan tubuh, apabila jumlahnya berkurang maka akan menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh mudah terkena berbagai penyakit. Tujun dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit pada pasien kanker serviks pasca kemoterapi periode 2020-2023 di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian yang dilakukan adalah retrospektif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien rawat inap yang terdiagnosis kanker serviks di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie pada tahun 2020-2023. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 60 sampel. Data yang diperolah dari kuisioner dan hasil pemeriksaan jumlah leukosit sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien kanker serviks kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) jumlah terapi yang dilakukan pasien Kanker serviks kurang dari 5 kali (81.7%) lebih banyak dibandingkan dengan terapi yang dilakukan lebih dari 5 kali. 2) Jumlah leukosit pada pasien kanker serviks sebelum kemoterapi lebih tinggi (70%) dibandingkan sesudah kemoterapi (61.7%). 3) Staidum kanker servik >2 sebanyak 16 pasien (26.7%), sedangkan pasien dengan staidum kanker serviks 2 berjumlah 44 pasien (73.3%).
PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT DAN BUAH BIT TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN Yuliaswati; Darmi, Salfia; Syarah , Maryam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35594

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organization) 2018 melaporkan bahwa 40% kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa ibu hamil yang terkena anemia mencapai 40%-50% yang artinya 5 dari 10 ibu hamil mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pemberian jus alpukat dan buah bit terhadap peningkatan kadar Hb Pada  ibu hamil dengan anemia ringan. Penelitian menggunakan Studi Case Literature Review dengan jumlah responden dalam penelitian ini 2 orang ibu hamil TM I dengan Anemia ringan, penelitian ini dilakukan selama 14 hari intervensi. Hasil penelitian pada responden pertama yang diberikan Intervensi tablet fe dan jus buah alpukat terdapat peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I di PMB Y tahun 2023 dimana hasil dari kenaikan Hb yaitu dari 10,5 gr/dl menjadi 11,3 mg/dl, terdapat kenaikannya sebesar 0,8 mg/dl dan keluhan yang di rasakan sudah tidak ada. Responden kedua diberikan Tablet Fe dan Jus Buah Bit, didapatkan peningkatan kadar Hb yaitu dari 10,4 gr/dl menjadi 11,8 gr/dl terdapat kenaikannya sebesar 1,4 mg/dl dan keluhan sudah tidak ada. Dapat disimpulkan bahwa intervensi tablet fe dan Jus Buah Bit memiliki kenaikan lebih besar dibandingkan dengan intervensi tablet fe dan jus buah alpukat dalam peningkatan HB pada Ibu Hamil TM I. Dari hasil tersebut disarankan ibu hamil untuk mengkonsumsi Jus Buah Bit dan Tablet Fe untuk meningkatkan kadar Hemoglobin.
ANALISIS JUMLAH CEMARAN COLIFORM PADA SUMBER AIR DI KELURAHAN SENGKOTEK SAMARINDA Fadhilah, Nur; Dini Harlita, Tiara; Qorry Aina, Ganea
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35596

Abstract

Air sangat rentan terhadap pencemaran, terutama akibat aktivitas manusia yang semakin meningkat, seperti kegiatan industri dan praktik pertanian intensif. Pada wilayah Kelurahan Sengkotek, terdapat kemungkinan resiko tinggi cemaran coliform di sumber air wilayah tersebut. Disebabkan wilayah ini terdapat aktivitas pertanian maupun industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi tingkat cemaran bakteri coliform pada sumber air Kelurahan Sengkotek. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan metode cross-sectional. Air diperiksa sebanyak 12 sampel air, terdiri dari 3 sampel PDAM dan 9 sampel sungai. Sampel diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur pada 3-5 Juni 2024. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Most Probable Number (MPN), kemudian hasil dianalisis menggunakan tabel MPN 555. Berdasarkan hasil penelitian, air sungai di sebagian besar titik pengambilan sampel tidak memenuhi standar air bersih. Hal ini dapat diidentifikasi dengan adanya warna dan bau pada 75% dari sampel yang diambil, serta tingkat cemaran bakteri coliform yang tinggi, yaitu mencapai 240 CFU/100 ml. Hanya 2 titik sampel air sungai yang tidak berwarna dan tidak berbau. Di sisi lain, air PDAM menunjukkan kualitas yang lebih baik dengan pH netral (7), tanpa warna, dan tanpa bau. Jumlah cemaran bakteri pada air PDAM sangat rendah, dengan rata-rata jumlah bakteri coliform <1,8 CFU/100 ml. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian bahwa 75% sampel air sungai tercemar, sedangkan 25% sampel air PDAM bebas dari cemaran bakteri coliform.  
PERSEPSI DOKTER DAN APOTEKER TERHADAP IMPLEMENTASI RESEP ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT : SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIK suprihati, suprihati; Andriani, Helen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35597

Abstract

Digitalisasi di semua sektor menjadi sebuah kebutuhan untuk kondisi saat ini, termasuk di dalamnya penggunaan resep elektronik dalam layanan Kesehatan. Sudah tidak diragukan lagi manfaat implementasi resep elektronik bagi layanan Kesehatan, yaitu kejadian kesalahan medis telah berkurang 83%, serta 81%  pengurangan biaya terkait sistem layanan kesehatan, dan 76% penelitian menunjukkan bahwa resep elektronik telah meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang persepsi dokter dan apoteker terhadap implementasi resep elektronik di Rumah Sakit. Persepsi berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna (user) untuk menggunakan resep elektronik. Sebuah tinjauan sistematik  dilakukan dengan menggunakan protokol PRISMA dari 4 mesin pencari database online yaitu PubMed, Google Schoolar, Science Direct dan Garuda, ditemukan 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan eksklusi serta  sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil  sistematik review yang dilakukan terhadap 7 artikel diperoleh informasi bahwa persepsi dokter dan apoteker sebagai pengguna dari penerapan peresepan elektronik di rumah sakit menyampaikan tentang kebermanfaatan transformasi resep dari paper ke elektronik, kecuali 1 artikel yang menyebutkan dokter tidak percaya bahwa resep elektronik dapat meningkatkan kecepatan dan  efektifitas  dari pekerjaan mereka, Namun 6 artikel yang lain meyakini bahwa dokter merasakan peningkatan keselamatan, menghemat waktu dan meningkatkan fleksibilitas serta meningkatkan kinerja mereka.
STUDI FENOMENOLOGI : ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN UPAYA PENANGANAN PENCEMARAN AIR SUNGAI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT DESA GENTUNG KABUPATEN PANGKEP Nasrul, Nasrul; Qaiyimah, Dinil; Nurfadilah, Nurfadilah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35603

Abstract

Permasalahan pencemaran air Sungai menjadi permasalahan yang serius dan perlu penanganan lebih lanjut sebagai upaya dalam menciptakan ekosistem lingkungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dan Upaya penanganan pencemaran air Sungai melalui prespektif Masyarakat Desa Gantung, Kabupaten Pangkep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deev interview yang dimaksudkan sebagai Teknik pengumpulan data penelitian dengan wawancara secara mendalam. Selanjutnya untuk memperkuat hasil penelitian, maka dilakukan observasi dan dokumentasi untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan oleh Masyarakat selaku responden sesuai dengan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pencemaran kualitas air Sungai di Desa Gentung yaitu: (1) Adanya pembuangan limbah cair pabrik tahu ke Sungai sehingga memicu terjadinya pencemaran; (2) Adanya pembuangan sampah domestic yang dilakukan oleh para pelaku usaha kuliner dan pembuangan sampah yang dilakukan oleh Masyarakat yang juga menjadi pemicu terjadinya pencemaran; dan (3) Masyarakat masih banyak yang menjadikan air Sungai sebagai tempat untuk membuang tinja. Sehingga berdasarkan hasil analisis ini Upaya yang dapat dilakukan adalah: (1) Pembuangan limbah yang di alirkan ke Sungai harus memiliki instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang memenuhi standar baku mutu air limbah; (2) Perlu adanya teknologi pengelolaan sampah untuk menampung limbah domestik dari para pelaku usaha kuliner dan Masyarakat; dan (3) Perlu adanya Toilet umum yang disiapkan untuk Masyarakat yang berada di Kawasan aliran Sungai sehingga tidak lagi melakukan pembuangan tinja pada Sungai.