cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
IDENTIFIKASI RESIKO DRUG RELATED PROBLEMs (DRPs) PADA PASIEN GERIATRI DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA MEDAN Alwin, Nicholas; Novriani, Erida; Pratama, Irza Haicha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32723

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya mengidentifikasi Drug Related Problems (DRPs) pada pasien geriatri dengan penyakit hipertensi di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. Mengingat populasi geriatri rentan terhadap komplikasi obat, identifikasi DRPs menjadi krusial untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas terapi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode crosssectional untuk menyajikan data deskriptif periode April - Juni 2024. Data yang digunakan adalah 247 pasien rawat jalan yang berusia di atas 60 tahun dan menderita didiagnosis dengan hipertensi baik dengan atau tanpa komplikasi. Data menunjukkan bahwa obat antihipertensi yang paling sering digunakan adalah candesartan (golongan Angiotensin Receptor Blocker) sebanyak 139 kasus. Obat antihipertensi terbanyak kedua adalah amlodipine (golongan Calcium Channel Blocker) sebanyak 91 kasus, diikuti oleh bisoprolol (golongan Beta Blocker) sebanyak 48 kasus. Identifikasi DRPs dalam penelitian ini meliputi tiga kategori yaitu interaksi obat, duplikasi pengobatan dan reaksi obat yang merugikan. Hasil menunjukkan bahwa persentase DRPs terbesar berasal dari interaksi obat sebesar 76,1% sementara duplikasi pengobatan hanya 0,8% dan reaksi obat yang merugikan tidak ditemukan. Interaksi obat yang paling sering terjadi antara obat hipertensi dan obat penyakit penyerta adalah golongan Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan tingkat keparahan moderate sebanyak 25.85%.Duplikasi pengobatan teridentifikasi pada 2 resep,yaitu alprazolam dan diazepam, berdasarkan kesamaan mekanisme obat, efek samping yang mirip, serta ketidakadaan manfaat tambahan ketika dikonsumsi bersamaan. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pemantauan penggunaan obat pada pasien geriatri dengan hipertensi untuk mengurangi risiko DRPs dan meningkatkan kualitas pengobatan.  
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL DAN SIX SIGMA PADA PEMERIKSAAN ASAM URAT DI RSUD DR. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Widyaningtias, Septy; Widyantara, Aji Bagus; Novalina, Dhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32724

Abstract

Pemantapan mutu laboratorium adalah upaya untuk menilai berbagai aspek teknis dari proses pengujian dengan tujuan untuk menjamin presisi (ketelitian) dan akurasi (ketepatan) hasil pemeriksaan di laboratorium. Pelaksanaan mutu laboratorium salah satunya dapat menggunakan metode Quality Control (QC) dengan cara mengevaluasi pemeriksaan menggunakan grafik Levey-Jennings sesuai dengan aturan Westgard Multirule System. Six sigma merupakan matrik yang digunakan untuk menghitung performansi proses kesalahan yang terjadi persatu juta peluang (Rate of Defects-Per Million Opportunities). Penyakit asam urat masih menjadi masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevelensi penyakit asam urat di Indonesia yaitu 7,3% dan Indonesia menduduki peringkat kelima setelah gagal ginjal pada penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui analisis hasil quality control dan six sigma pada pemeriksaan asam urat di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode yang digunakan yaitu desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan sampel 66 data dalam 66 hari. Data yang digunakan berupa data QC pemeriksaan asam urat pada bulan Januari-Maret 2024. Analisis data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis QC pemeriksaan asam urat Januari-Maret 2024 memiliki CV dibawah batas maksimum. Nilai akurasi yang didapatkan memiliki nilai bias kurang dari 10%, terdapat nilai kontrol yang mengikuti aturan Westgard di bulan Februari serta nilai sigma 5 sampai lebih dari 6. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam kegiatan QC yang dilakukan dapat dipertahankan serta ditingkatkan kembali.
KARAKTERISTIK PENDERITA TUMOR SISTEM REPRODUKSI WANITA DENGAN PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI DI RUMAH SAKIT UMUM MADANI MEDAN PERIODE TAHUN 2018 – 2022 Amanda, Carissa; Lina, Juliana; Wardhani, Fiska Maya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32745

Abstract

Tumor sistem reproduksi wanita merupakan jenis sel tumor yang dapat tumbuh di berbagai organ sistem reproduksi wanita. Berdasarkan data Rikesdas, pravelensi tumor di Indonesia tahun 2018 terdapat 1.017.290 (1,79%) dari 278,8 juta penduduk. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik penderita tumor sistem reproduksi wanita dengan pemeriksaan histopatologi di Rumah Sakit Umum Madani Medan Periode Tahun 2018–2022. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif retrospektif, sumber data yang diambil data sekunder yaitu rekam medik dengan metode total sampling sebanyak 234 orang. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan analisis statistik frekuensi menggunakan SPSS. Berdasarkan kelompok usia terbanyak yang mengalami tumor sistem reproduksi wanita adalah usia 36-45 tahun sebanyak 103 orang (44,0%), berdasarkan diagnosa histopatologi terbanyak adalah Leiomyoma Uteri sebanyak 129 orang (55,1%), berdasarkan jenis tumor terbanyak adalah tumor jinak sebanyak 234 orang (100%), berdasarkan lokasi tumor terbanyak adalah tumor uterus sebanyak 131 orang (56,0%). Penderita Endometriosis mayoritas berada pada kelompok usia 26–35 tahun sebanyak 16 orang (14,6%), penderita Leiomyoma Uteri mayoritas berusia 36-45 tahun sebanyak 64 orang (62,1%), penderita Mucinous Cystadenoma Ovarii mayoritas berusia 36–45 tahun sebanyak 13 orang (12,6%), penderita Serous Cystadenoma Ovarii mayoritas berusia 36–45 tahun sebanyak 8 orang (7,8%), dan penderita Mature Teratoma mayoritas berusia 26–35 tahun sebanyak 9 orang (2,9%). Mayoritas penderita yang mengalami tumor jinak berada pada kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 103 orang (100%). Mayoritas penderita yang mengalami tumor jinak adalah tumor Leiomyoma Uteri sebanyak 129 orang (100%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MANAJEMEN LAKTASI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Vallisya sabrina sabil, vallisya; Widiastuti, Agung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32747

Abstract

Bayi baru lahir atau masa neonatal adalah dari usia 0 sampai dengan 28 hari dan terjadi perubahan yang besar dari kehidupan dalam rahim menuju sampai dengan luar rahim dan kemudian terjadi pematangan organ hampir semua pada sistem kardiovaskuler, pengaturan suhu, ginjal, dan imun ditandai dengan transisi yang signifikan dari kehidupan di dalam kandungan ke kehidupan di luar kandungan dan terjadi pematangan hampir semua sistem organ. Bayi baru lahir belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna sehingga jenis makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh bayi, bayi hanya membutuhkan air susu ibu (ASI) untuk pertumbuhan selama 6 bulan pertama dan ASI adalah makanan yang paling sempurna bagi bayi, tidak ada cairan lain apapun yang dapat menggantikan ASI. Tujuan penelitian menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi dan dukungan keluarga dengan manajemen laktasi pada bayi usia 0-6 bulan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi, yang menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian yang mengukur variabel dalam satu waktu. hasil penelitian yang dilakukan terdapat hasil analisa univariat yang berisi karakteristik responden dan distribusi frekuensi pengetahuan, dukungan keluarga, dan manajemen laktasi. Kemudian terdapat juga hasil analisa bivariat yang berisi hubungan pengetahuan manajemen laktasi dan hubungan keluarga dengan manajemen laktasi. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian tidak ada hubungan antara pengetahuan manajemen laktasi dan juga tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan manajemen laktasi
PENERIMAAN DIRI PADA ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS AUTISME DAN PERANNYA DALAM TERAPI AUTISME Wisnugroho, Yohanes Vidyawan; Amaliyah, Shofwatun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerimaan orangtua terhadap anak mereka yang didiagnosis autisme dan peran mereka dalam terapi autisme. Masalah yang ingin dipecahkan adalah bagaimana orangtua menerima kondisi anak mereka dan bagaimana mereka terlibat dalam proses terapi serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan dan peran mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data utama melalui wawancara dan pendukung melalui observasi. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang tua yang memiliki anak dengan diagnosis autisme dan 3 informan tambahan yang merupakan orang-orang dekat subjek. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait penerimaan orangtua dan peran mereka dalam terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek orangtua dapat menerima kondisi autisme anak mereka secara penuh. Penerimaan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti dukungan dari keluarga besar, kemampuan keuangan, latar belakang agama, tingkat pendidikan, status perkawinan, usia, serta dukungan dari ahli dan masyarakat. Dalam peran mereka dalam terapi, ketiga subjek aktif terlibat mulai dari memastikan diagnosis yang tepat, menjalin komunikasi efektif dengan dokter, mencari pendapat kedua jika diperlukan, bersikap jujur dalam konsultasi mengenai perkembangan anak, memperkaya pengetahuan tentang autisme, hingga mendampingi anak dalam proses terapi. Penerimaan orangtua terhadap anak dengan autisme berhubungan erat dengan dukungan keluarga, kondisi keuangan, dan latar belakang pribadi mereka. Peran aktif orangtua dalam terapi anak sangat penting, meliputi berbagai aspek dari diagnosis hingga terapi. Dukungan yang memadai dan pengetahuan yang baik mengenai autisme meningkatkan keterlibatan orangtua dalam proses terapi, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perkembangan anak secara positif.
PENGARUH PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN IBU BERSALIN DI RUMAH SAKIT UNS SUKOHARJO sukma dewi, nita; Probowati, Rovica
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32763

Abstract

Persalinan normal merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi cukup bulan (37-42 minggu) dengan kontraksi uterus pada ibu. Persalinan yang terjadi dapat mengakibatkan kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan emosi yang muncul saat individu sedang stress, dan ditandai oleh perasaan tegang, merasa khawatir dan disertai respon fisik seperti jantung berdetak kencang, naiknya tekanan darah. Oleh karena itu, ibu bersalin memerlukan dukungan dari salah satu anggota keluarga seperti pendampingan suami dalam proses persalinan. Pendampingan suami tercermin dari kepeduliannya terhadap ibu hamil seperti mengingatkan istrinya untuk meminum obat yang diberikan oleh perawat dan memberikan perhatian khusus selama hamil. Pendampingan dan partisipasi suami selama kehamilan dapat meningkatkan kesiapan ibu hamil untuk melahirkan, suami dapat memperhatikan dan menjalin hubungan baik dengan istri. Kurangnya dukungan suami akan meningkatkan kecemasan ibu hamil. Kecemasan dapat menyebabkan pelepasan hormon stres yang akan mengganggu kontraksi rahim. Kondisi ini menyebabkan terganggunya transportasi oksigen di endometrium sehingga menyebabkan persalinan lama dan dapat membahayakan ibu dan janin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami terhadap tingkat kecemasan pada ibu bersalin. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasi dan menggunakan uji spearman rank. Pada penelitian ini kehadiran suami akan memberikan pengaruh positif secara psikologis dan juga akan memberikan dampak positif terhadap persiapan fisik ibu dalam menghadapi persalinan. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan antara pendampingan suami terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin selama proses persalinan normal dengan nilai p value 0.000 (<0.05).
Oncogenic Mechanisms of The Gut Microbiota Through Disruption of The Gut Barrier Putra, Gumilar Fardhani Ami; Sakina, Sakina; Susilo, Imam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32768

Abstract

Mikrobiota saluran cerna merupakan komponen penting dalam mengatur kondisi homeostasis tubuh manusia secara keseluruhan. Namun, dalam kondisi disbiotik, mikrobiota saluran cerna juga berkontribusi pada proses patologis mulai dari gangguan pada dinding saluran cerna, merangsang proses peradangan, hingga menyebabkan infeksi tersebar ke seluruh sistem tubuh. Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa mikrobiota saluran cerna berkontribusi pada proses onkogenik kanker melalui berbagai mekanisme seperti peradangan kronis dan gangguan dinding saluran cerna. Namun, interaksi molekuler antara mikrobiota saluran cerna dan dinding saluran cerna, baik dalam konteks homeostasis maupun onkogenik, belum terungkap dengan jelas. Tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai metabolit dan komponen bakteri disbiosis seperti asam lemak rantai pendek, protein efektor termasuk Esps dan Maps, asam empedu sekunder, dan lipopolisakarida menargetkan komponen dinding saluran cerna, termasuk hubungan antar sel, komponen terkait sistem kekebalan tubuh, dan komponen terkait mukus. Dalam konteks onkogenik, gangguan dinding saluran cerna merupakan tahap penting yang membuka jalan onkogenik lebih lanjut seperti peradangan kronis dan translokasi bakteri onkogenik. Mengungkap interaksi molekuler ini memberikan wawasan tentang potensi pencegahan dan pengobatan terkait efek onkogenik bakteri disbiotik pada saluran cerna.  
PENGARUH MERAJUT (CROCHET) TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK AUTISME KELAS 3-6 DI SLB NEGERI SRAGEN wigati Rochmah, mira; Puji Utami, Ratih Dwilestari; setiyawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32775

Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang mengakibatkan adanya gangguan Bahasa, perilaku, interaksi sosial, gerakan yang terbatas, persepsi sensori, gangguan perkembangan motorik halus maupun kasar. Anak autisme mengalami keterlambatan motorik halus lebih besar dibandingkan dengan anak normal. Keterampilan motorik halus merupakan gerakan yang memerlukan pengendalian otot dan koordinasi tangan, jari, dan mata untuk mencapai sebuah pekerjaan. Stimulus keterampilan motorik halus pada anak autis dilakukan untuk membantunya dalam menggunakan jari-jari tangan dengan cekatan dalam kehidupan sehari-hari. Permasalahan motorik halus pada anak autis harus segera ditangani dengan diberikan terapi. Terapi yang dapat diberikan pada anak autis yaitu terapi okupasi/fisik, terapi bermain, terapi perilaku/ABA, terapi wicara, dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh merajut (Crochet) terhadap perkambangan motorik halus anak autisme kelas 3-6 di SLB Negeri Sragen. Metode penelitian ini menggunakan pre experimental design dengan menggunakan one-group pre test-post test design. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 20 anak. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p value = 0,000 (p value < 0,05) bahwa terdapat pengaruh terhadapat merajut (crochet) terhadap perkembangan motorik halus pada anak autisme kelas 3-6 di SLB Negeri Sragen. Disimpulkan bahwa merajut (crochet) efektif dan dapat digunakan untuk meningkatkan motorik halus pada anak autisme.
ANALISIS KETEPATAN KODE DIAGNOSA PADA KASUS PERSALINAN DENGAN SECTIO CAESAREA DI PKU MUHAMMADIYAH KUTOWINANGUN Hidayah, Firda Fitri; Yunengsih, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketepatan pengkodean diagnosa dan tindakan pada kasus persalinan dengan sectio caesarea di RS PKU Muhammadiyah Kutowinangun. Rekam medis merupakan komponen krusial dalam manajemen data klinis dan pelayanan kesehatan, serta penting dalam aspek administratif seperti penagihan biaya. Pengkodean yang tepat, sesuai dengan standar seperti ICD-10, sangat diperlukan untuk menghasilkan data yang berkualitas dan menghindari kerugian finansial bagi rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan mengambil sampel sebanyak 56 berkas rekam medis menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa check-list digunakan untuk menilai ketepatan kode diagnosa dan tindakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menghitung persentase ketepatan dan ketidaktepatan pengkodean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 berkas rekam medis yang dianalisis, tingkat ketepatan pengkodean diagnosa adalah 55,35%, dengan 32,14% kasus menggunakan kode diagnosa yang tidak tepat, dan 12,5% tidak dapat dinilai kode diagnosanya. Sedangkan untuk pengkodean tindakan, tingkat ketepatan mencapai 71,42%, dengan 28,57% kasus menggunakan kode tindakan yang tidak tepat. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun terdapat tingkat ketepatan yang cukup baik dalam pengkodean tindakan, terdapat tantangan dalam pengkodean diagnosa yang memerlukan perbaikan. Ketidaktepatan dalam pengkodean diagnosa dapat berdampak pada manajemen data klinis dan aspek finansial rumah sakit. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan pelatihan SDM dalam penggunaan panduan klasifikasi terbaru serta meningkatkan kejelasan dan kelengkapan rekam medis guna memastikan ketepatan pengkodean.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien ISPA Menggunakan Instrumen SGRQ di Puskesmas Ngabang Landak Lestari, Eka Rizki; Rizkifani, Shoma; Susanti, Ressi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32784

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kematian pada bayi, anak, dan lanjut usia. ISPA merupakan salah satu penyakit yang kualitas hidupnya dapat diukur dengan menggunakan instrumen St George’s Respiratory Questionnaire (SGRQ). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hidup dan terapi obat pasien ISPA di Puskesmas Ngabang Kabupaten Landak. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Proses pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling termasuk teknik purposive sampling, sebanyak 43 sampel dikumpulkan. Berdasarkan hasil survei, rasio karakteristik responden adalah 51% perempuan dan 49% laki-laki. Proporsi karakteristik adalah 18% untuk responden berusia 18–25 tahun, 70% untuk responden berusia 26–45 tahun, dan 12% untuk responden berusia 46–65 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 pasien ISPA memiliki kualitas hidup baik dan 12 pasien ISPA memiliki kualitas hidup buruk. Rata-rata kualitas hidup pasien ISPA baik yaitu sebesar 42,2%. Amoksisilin biasanya digunakan untuk terapi obat antibiotik pada pasien ISPA, dan parasetamol biasanya digunakan untuk terapi obat suportif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasien ISPA di Puskesmas Ngabang Kabupaten Landak memiliki kualitas hidup yang baik, dan terapi obat pada pasien ISPA adalah terapi obat antibiotik yang sebagian besar menggunakan amoksisilin dan terapi supositoria terutama menggunakan parasetamol.