cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Bagi Pengajar Kampung Inggris Transmigrasi di Kabupaten Barito Kuala Febriyanti, Emma Rosana; Hidayat, Fahmi; Fadilla, Raisa; Al-Arief, Yusuf
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1554

Abstract

Pengenalan bahasa Inggris sedini mungkin merupakan hal yang positif dan mutlak untuk dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Akan tetapi, banyak anak-anak yang menganggap bahwa Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan. Untuk mengenalkan Bahasa Inggris yang menyenangkan kepada anak-anak, diperlukan media pembelajaran yang membuat anak tertarik, bersemangat dan termotivasi untuk belajar. Mengingat hal tersebut, maka kegiatan pengabdian dilaksanakan. Selain itu, pengabdian ini juga dilakukan untuk memberikan pelatihan tentang pembuatan media pembelajaran kepada mitra sasaran dan juga pengaplikasian media tersebut dalam pembelajaran agar suasana belajar Bahasa Inggris menjadi menyenangkan dan dapat menghindari kejenuhan dan rasa bosan melalui media pembelajaran yang atraktif dan menarik. Mitra sasaran pada kegiatan pengabdian ini adalah 4 orang tenaga pengajar yang mengajar Bahasa Inggris di Kampung Inggris Transmigrasi di Desa Karang Indah Kabupaten Barito Kuala. Kegiatan ini menggunakan metode Community Based Research (CBR), dengan tujuan menjawab permasalahan riil dan menawarkan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, dalam hal ini adalah media pembelajaran Bahasa Inggris yang murah dan mudah dibuat oleh tenaga pengajar. Kegiatan ini meliputi proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa para pengajar dapat memahami cara pembuatan dan kemudian dapat membuat sendiri media pembelajaran yang telah dilatihkan. Selain itu, mereka juga mengetahui bagaimana menggunakan media tersebut dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dari observasi di kelas yang dilakukan, 100% siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris secara aktif dan lebih termotivasi. Training for the Creation of English Language Instructional Media for the Tutors at the Transmigration English Village in Barito Kuala Regency Abstract: Introduction to English as early as possible is a positive and essential step to enhance the quality of human resources in Indonesia, especially in facing the current era of globalization. However, many children perceive English as a difficult and intimidating subject. To introduce English in an enjoyable manner to children, it is necessary to have learning media that captivate, excite, and motivate them to learn. Considering this, a community service activity is carried out. Additionally, this service is also conducted to provide training on creating media to target partners and the application of these media in teaching to make the English learning environment enjoyable, avoiding boredom and monotony through attractive and interesting learning media. The target partners in this community service activity are four English teachers who teach at the Transmigration English Village in the Karang Indah Village, Barito Kuala Regency. This activity uses the Community Based Research (CBR) method, to address real problems and offer solutions to the issues faced by the community, specifically in creating affordable and easily producible English learning media for teachers. The activity includes planning, implementation, and evaluation processes. The results of this community service show that the teachers can understand the process of creating and subsequently producing the learning media they have been trained for. Moreover, they also know how to use these media in English teaching. Through classroom observations, it was noted that 100% of students actively participated in English learning and were more motivated.
Penguatan Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata Berbasis Community Based Tourism dalam Pengembangan Pantai Sepahat Sidiq, Rd Siti Sofro; Indrawati, Indrawati; Marnelly, T. Romi; Ihsan, Muhammad; Rosaliza, Mita; Sugiyanto, Seger
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1556

Abstract

Kelompok Sadar Wisata memiliki peran penting untuk mengembangkan potensi pariwisata berbasis masyarakat. Namun, dalam konteks pelaksanaannya ditemukan tantangan dan hambatan, seperti pemahaman mengenai prinsip pariwisata berbasis masyarakat yang belum memadai. Tujuan pengabdian ini yaitu: 1) memberikan pengetahuan tentang prinsip pariwisata berbasis masyarakat. 2) mendorong kelompok sadar wisata kreatif dan inovatif menciptakan daya tarik wisata. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode Participatory Rural Appraisal melalui tahapan penjajagan, identifikasi masalah dan kebutuhan, merencanakan program, pelaksanaan program, melakukan monitoring, serta evaluasi. Mitra dalam kegiatan pengabdian berjumlah 25 orang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bengkalis meliputi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olaharaga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemerintah Desa Sepahat, serta Kelompok Sadar Wisata. Hasil survey awal ditemukan bahwa mitra belum mengetahui tentang Community Based Tourism. Tim pengabdian melakukan sosialisasi untuk mengenalkan prinsip tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi tentang pentingnya kreativitas dan inovasi membangun Pantai Sepahat dengan memperhatikan potensi lokal. Daya tarik wisata pantai harus diimbangi dengan daya tarik wisata lainnya agar wisatawan memiliki minat tinggi untuk berkunjung. Kegiatan pendukung yang dapat dilakukan seperti menyelenggarakan festival budaya ciri khas daerah, pameran kuliner, maupun seni lainnya. Dampak signifikan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan tentang prinsip CBT. Namun, untuk mengubah perilaku kelompok, tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dengan kata lain perubahan perilaku kelompok sebelum dan sesudah pelaksanaan pengabdian belum dapat dilihat. Dalam optimalisasi pengembangan Pantai Sepahat yang ideal diperlukan sejumlah upaya seperti penyusunan roadmap program yang jelas dan terarah serta pendampingan lanjutan dengan menempatkan pendamping wisata.  Institutional Strengthening of Community-Based Tourism Awareness Groups In The Development Of Sepahat Beach Tourism Awareness Groups play an important role in developing community-based tourism potential. However, in the context of its implementation, challenges and obstacles are found, such as an inadequate understanding of the principles of community-based tourism. The objectives of this service are: 1) provide knowledge about the principles of community-based tourism. 2) encourage creative and innovative tourism awareness groups to create tourist attractions. This service is carried out using the Participatory Rural Appraisal method through the stages of exploration, identification of problems and needs, program planning, program implementation, monitoring, and evaluation. The 25 partners in the community service activities consisted of Bengkalis Regency Regional Apparatus Organizations including the Tourism, Culture, Youth and Sports Office, the Community and Village Empowerment Office, the Sepahat Village Government, and the Tourism Awareness Group. The results of the initial survey found that partners did not know about Community Based Tourism. The community service team conducted socialization to introduce the principle, followed by socialization about the importance of creativity and innovation in developing Sepahat Beach by paying attention to local potential. Beach tourism must be balanced with other tourism attractions so that tourists have a high interest in visiting. Supporting activities that can be carried out include organizing cultural festivals of regional characteristics, culinary exhibitions, and other arts. A significant impact of this service activity is the increase in knowledge about CBT principles. However, to change group behavior, it cannot be done in a short time. In other words, changes in group behavior before and after the implementation of the service cannot be seen. In optimizing the ideal development of Sepahat Beach, a number of efforts are needed, such as the preparation of a clear and directed program roadmap and further assistance by placing tour assistants.  
Pemanfaatan Belimbing Wuluh Sebagai Koagulan Lateks Bagi Petani Karet di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Jumar, Jumar; Saputra, Riza Adrianoor; Nugraha, Muhammad Imam; Rosadi, Ahmad; Pradana, Adiatma Putra; Wahdah, Rabiatul; Sari, Noorkomala; Santoso, Untung; Norwinda, Norwinda
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1562

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi petani di Desa Bentok Darat dalam proses pengentalan lateks yang baik adalah bahan pengental lateks (koagulan). Umumnya petani menggunakan pengumpul lateks yang tidak dianjurkan seperti TSP dan aluminum sulfat (tawas). Pemakaian TSP dan aluminium sulfat (tawas) tidak dapat menggumpalkan lateks dengan sempurna. Untuk menjawab permasalahan tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui diseminasi pemanfaatan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai koagulan lateks yang baik. PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang manfaat belimbing wuluh sebagai salah satu bahan pembuatan koagulan lateks, dan memberikan keterampilan dalam pembuatan larutan buah belimbing wuluh sebagai bahan koagulan lateks. Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam bentuk transfer knowledge berupa: (1) penyuluhan, (2) pelatihan pembuatan koagulan lateks dari buah belimbing wuluh, dan (3) teknik pembibitan belimbing wuluh. Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan (Maret s.d. September 2023), dimulai dari persiapan (survei lapangan, persiapan bahan dan alat), sampai dengan laporan akhir kegiatan, termasuk publikasi di media massa. Mitra sasaran PkM diseminasi yaitu: ketua dan anggota Kelompok Tani Alam Subur, Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut. Evaluasi kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk daftar pertanyaan (kuisioner) untuk melihat peningkatan/penambahan pengetahuan dan keterampilan peserta (mitra) kegiatan, khususnya pengetahuan tentang bahan alternatif koagulan lateks, keuntungan penggunaan bahan koagulan lateks dari buah belimbing wuluh, dan keterampilan membuat larutan koagulan lateks dari buah belimbing wuluh. Hasil PkM menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang manfaat belimbing wuluh sebesar 40%, dan peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tantang senyawa pada buah belimbing wuluh sebesar 75%. Peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang buah belimbing wuluh dapat dijadikan sebagai bahan koagulan lateks meningkat sebesar 89,7%, dan peningkatan ketertarikan menggunakan larutan buah belimbing wuluh sebagai koagulan lateks sebesar 10% dari awalnya 89%. Demi keberlanjutan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini disarankan sebaiknya peserta kegiatan penyuluhan dapat membagikan pengetahuan yang didapatkan pada penyuluhan ini kepada anggota kelompok yang tidak berkesempatan hadir pada penyuluhan ini, sehingga petani lainnya juga mendapatkan pengetahuan dari pelatihan ini. Usage of Bilimbi a Latex Coagulant for Rubber Farmers in Bentok Darat Village, Bati-Bati District, Tanah Laut Regency Abstract: The main problem farmers in Bentok Darat Village face in the process of good latex thickening is the latex thickening agent (coagulant). Generally, farmers use latex collectors that are not recommended, such as TSP and aluminum sulfate (alum). TSP and aluminum sulfate (alum) cannot coagulate latex completely. To answer this problem, one effort can be made by disseminating the use of Bilimbi (Averrhoa bilimbi L.) as a good latex coagulant. This community service aims to provide knowledge about the benefits of Bilimbi as an ingredient for making latex coagulants and provide skills in making a solution for Bilimbi as a latex coagulant. This community service activity is carried out in the form of knowledge transfer in the form of (1) counseling, (2) training in making latex coagulants from Bilimbi, and (3) Bilimbi seeding techniques. Community service activities were carried out in Bentok Darat Village, Bati-Bati District, Tanah Laut Regency. Activities will be carried out for six months (March to September 2023), starting from preparation (field survey, preparation of materials and tools) to the final activity report, including publication in the mass media. The target partners for community service dissemination are the chairman and members of the Alam Subur Farmers Group, Bentok Darat Village, Bati-Bati District, Tanah Laut Regency. Evaluation of community service activities is carried out in the form of a questionnaire to see the improvement or addition of knowledge and skills of activity participants (partners), especially knowledge about alternative latex coagulant materials, the benefits of using latex coagulant materials from Bilimbi, and skills in making latex coagulant solutions from Bilimbi. The results of the community service showed that there was an increase in knowledge among counseling participants about the benefits of Bilimbi (40%) and an increase in knowledge among counseling participants about the compounds in Bilimbi (75%). The increase in knowledge of counseling participants about how Bilimbi can be used as a latex coagulant increased by 89.7%, and interest in using Bilimbi solution as a latex coagulant increased by 10% from the initial 89%. For the sustainability of this community service activity, it is recommended that participants in extension activities be able to share the knowledge gained from this extension with group members who did not have the opportunity to attend it so that other farmers also gain knowledge from this training.
Penguatan Pendidikan dan Literasi Politik Dikalangan Muda Rahmaniah, Syarifah Ema; Musa, Dahniar Th.; Alamri, Annisa Rizqa; Marini, Marini; Sari, Desita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1565

Abstract

Partisipasi politik merupakan cara nyata bagi individu untuk mempengaruhi arah bangsa mereka melalui pemilihan umum. Dengan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030 dan peningkatan populasi, melibatkan pemilih muda menjadi semakin penting. Studi ini mengevaluasi dampak pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda tersebut. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang proses politik di kalangan pemilih muda, sehingga meningkatkan partisipasi mereka. Proyek ini dilaksanakan oleh tim PKM FISIP UNTAN bekerja sama dengan Mafindo, menggunakan diskusi dan simulasi sebagai metode pembelajaran. Metode sosialisasi atau penyuluhan digunakan. Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi, 42,73% pemilih muda menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang pendidikan dan literasi politik, serta efektif dalam menggunakan alat pemeriksa fakta. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan politik yang ditargetkan dapat berkontribusi signifikan terhadap partisipasi pemilih yang terinformasi dan aktif. Strengthening Political Education and Literacy Among Young People Abstract: Political participation represents a tangible way for individuals to influence the direction of their nation through elections. With the anticipated demographic bonus by 2030 and a rising population, engaging young voters has become increasingly critical. This study examines the impact of political education on enhancing the participation of these young voters. The objective of this initiative is to increase the knowledge and understanding of political processes among young electorates, thereby boosting their participation. The project was carried out by the PKM FISIP team at UNTAN in collaboration with Mafindo, employing discussions and simulations to facilitate learning. The method of socialization or educational outreach was used. Results indicate that after the intervention, 42.73% of the young voters demonstrated a better understanding of political education and literacy, and effectively utilized fact-checking tools. This suggests that targeted political education can significantly contribute to informed and active voter participation.
Ecofarming Budidaya Sayuran di Gunung Kupang Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru Suparto, Hairu; Santoso, Untung; Saputra, Riza Adrianoor; Wahdah, Rabiatul; Nugraha, Muhammad Imam; Sari, Noorkomala; Widyastuti, Maulinda; Amelia, Vina
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1566

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para petani di Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru mengenai eco-farming untuk budidaya sayuran. Sasaran PKM adalah penyuluhan kepada para petani sayuran tentang penerapan eco-farming pada sayuran di Kecamatan Cempaka Gunung Kupang untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para petani di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2023 bertempat di kawasan Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru dengan peserta sekitar 20 orang yang terdiri dari 10 orang mahasiswa Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, serta lima orang petani dan lima pemuda petani Karang Taruna di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Hasil PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru mengenai penerapan eco-farming khususnya dalam pencegahan hama lalat pemotong daun pada budidaya sayuran. Sebanyak 70% peserta mengetahui tentang eco-farming, 80% peserta dapat membedakan antara eco-farming dan pertanian organik, 80% peserta sudah memahami cara menerapkan eco-farming dalam budidaya sayuran, 75% peserta memahami prinsip dasar eco-farming, 85% peserta mengetahui tindakan eco-farming apa saja dalam budidaya sayuran yang dapat diterapkan, 85% peserta mengetahui dan familiar dengan hama lalat pemotong daun, 80% peserta mengetahui ciri-ciri tanaman yang terserang lalat pemotong daun, 90% peserta mengetahui bahan alami untuk mencegah serangan lalat pemotong daun, memotong lalat, 90% peserta mengetahui cara mencegah serangan lalat pemotong daun, dan 90% peserta mengetahui cara pengendalian hama secara terpadu. ECO-FARMING VEGETABLE CULTIVATION ON GUNUNG KUPANG CEMPAKA URBAN VILLAGE, BANJARBARU CITY Abstract: This community service aims to increase the knowledge and understanding of farmers in Gunung Kupang, Cempaka District, and Banjarbaru City regarding eco-farming for vegetable cultivation. The target audience for community service is counseling vegetable farmers about applying eco-farming to vegetables in Gunung Kupang Cempaka District to increase knowledge and understanding for farmers in Cempaka District, Banjarbaru City. The community service activity was carried out on August 26, 2023, taking place in the Gunung Kupang area, Cempaka District, Banjarbaru City, with around 20 participants consisting of 10 students from the Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, and five farmers and five young farmers from Karang Taruna in the Cempaka District, Banjarbaru City. The community service results show an increase in the knowledge and understanding of farmers in Cempaka District, Banjarbaru City, regarding the application of eco-farming, especially in preventing leaf-cutting fly pests in vegetable cultivation. As many as 70% of participants know about eco-farming, 80% of participants can differentiate between eco-farming and organic farming, 80% of participants already understand how to apply eco-farming in vegetable cultivation, 75% of participants understand the basic principles of eco-farming, 85% of participants know what eco-farming actions in vegetable cultivation can be implemented, 85% of participants know and are familiar with leaf cutter fly pests, 80% of participants know the characteristics of plants attacked by leaf cutter flies, 90% of participants know natural ingredients to prevent fly attacks leaf cutters, cut flies, 90% of participants know how to prevent leaf cutter fly attacks, and 90% of participants know how to control pests in an integrated manner.
Manajemen Pengelolaan Dan Pendampingan Legalitas Pokdarwis Kawasan Desa Wisata Desa Banyu Urip, Kec. Kedamean, Kabupaten Gresik Pristiana, Ulfi; Susanti, Nanis
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i1.1572

Abstract

Program Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan melaksanakan kegiatan jangka pendek bertujuan untuk melakukan  pembinaan dan pendampingan kegiatan pokdarwis pada proses pengelolaan manajemen dan legalitas pokdarwis desa banyu urip Kec. Kedamean Kabupaten Gresik. Desa banyu urip merupakan desa di kabupaten Gresik yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata, tetapi masih belum tersentuh oleh investor untuk dikembangkan. Hal ini disebabkan belm ada pengelolaan yang optimal dari aparat desa. Mitra pada pengabdian ini adalah kelompok sadar Wisata yang yang bernama “Sekar Tirto Kahuripan”. Metoda pelaksanaan pengabdian ini dilawali dengan melakukan FGD antara mitra dengan Tim yang menghasilkan SOP Pokdarwis serta organisasi Pokdarwis yang telah di sahkan oleh kepala desa Banyu urip. Selain itu, penentuan Visi dan Misi pokdarwis sebagai dasar implementasi kegiatan. Untuk legalitas pokdarwis. Mitra melakukan pendampingan  untuk proses Legalitas pokdarwis ke dinas Pariwisata Kabupaten Gresik. Untuk pelaksanaan pendampingan manajemen kegiatan pokdarwis akan dilakukan pada tahapan selanjutnya. Untuk mendukung terlaksananya pengelolaan dan pelaksanaan organisasi Pokdarwis, perlu adanya pendampingan dalam implementasi kegiatan sehingga Desa wisata yang diharapkan akan tercapai dengan membentuk Visi dan Misi untuk mencapai tujuan dan menetukan strategi yang tepat sehingga dapat membantu pembangunan ekonomi desa Banyuurip Kecamatan Kedamean kabupaten Gresik. Management and Legality Assistance for Pokdarwis in the Tourism Village Area of ??Banyu Urip Village, Kedamean, Gresik Regency Abstract This community service activity program by carrying out short-term activities aims to provide guidance and assistance to Pokdarwis activities in the management process and legality of Pokdarwis in Banyu Urip village, Kec. The beauty of Gresik Regency. Banyu Urip village is a village in Gresik district that has the potential to be developed into a tourist village, but has not yet been touched by investors for development. This is because there has not been optimal management from village officials. The partner in this service is a tourism awareness group called "Sekar Tirto Kahuripan". The method for implementing this service begins with conducting an FGD between partners and the team that produces the Pokdarwis SOP and the Pokdarwis organization which has been approved by the Banyu Urip village head. Apart from that, determining the Vision and Mission of the Pokdarwis as the basis for implementing activities. For the legality of pokdarwis. Partners provide assistance for the Pokdarwis Legality process to the Gresik Regency Tourism Office. The implementation of management assistance for Pokdarwis activities will be carried out at the next stage. To support the implementation of the management and implementation of the Pokdarwis organization, there is a need for assistance in implementing activities so that the expected tourist village will be achieved by forming a Vision and Mission to achieve goals and determining the right strategy so that it can help the economic development of Banyuurip village, Kedamean subdistrict, Gresik district.
Pelatihan Budidaya Tanaman Melalui Teknik Hidroponik Di SMA Al-Hamzar Royani, Ida; Imran, Ali; Darmawibawa, Iwan Dody; Firdaus, Laras; Karmana, I Wayan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1603

Abstract

Tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa dalam pembudidayaan tanaman secara hidroponik.latar belakang pelatihan ini kurangnya pengetahuan siswa dalam budidaya tanaman secara hidroponik dan lahan pertanian yang semakin sempit. Mitra dalam pelatihan ini adalah  siswa kelas X IPA SMA AL-Hamzar Tembeng Putik kecamatan wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Metode pelaksanaan pelatihan mencakup tiga tahapan yaitu tahap sosialisasi dan penyuluhan, tahap pelaksanaan kegiatan dan tahap refleksi dengan langkah-langkah kegiatan pelatihan mulai dari sosialisasi kepada siswa, pembuatan bagan media dari botol dan gelas plastik, penyemaian bibit tanaman, dilanjutkan pelaksanaan budidaya tanaman secara hidroponik. Tahap refleksi dilakukan setelah proses pelaksanaan dengan melihat kekurangan dan kendala yang dihadapi siswa agar dapat di lakukan secara terus menerus dan di kembangkan. Rekomendasi dari pelatihan ini akan terus di kembangkan oleh siswa dan guru dalam pengembangan dan pemeliharaan lingkungan sekolah sistem pemanfaatan perkarangan sekolah dan lingkungan sekitar, serta meningkatkan kreatifitas siswa kelas X dalam pembudidayaan tanaman khususnya sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan gizi setiap hari. Training in Plant Cultivation Through Hydroponic Techniques at Al-Hamzar High School Abstract The objective of this training is to impart knowledge to students regarding hydroponic plant cultivation. The background for conducting this training is the insufficient knowledge among students about hydroponic plant cultivation, coupled with the shrinking agricultural land. The participants in this training are 10th-grade students majoring in Science at Al-Hamzar High School in Tembeng Putik, Wanasaba District, East Lombok Regency. The training methodology consists of three phases: the socialization and counseling phase, the implementation phase, and the reflection phase. The training activities include socializing the concept to the students, creating media structures from plastic bottles and cups, and seedling sowing, followed by the actual hydroponic plant cultivation. The reflection phase occurs after the implementation process, aiming to identify shortcomings and challenges faced by the students, with the goal of continuous improvement and development. The recommendations from this training will be further developed by both students and teachers, focusing on the enhancement and maintenance of the school environment, utilizing schoolyard space and the surrounding environment, as well as fostering the creativity of 10th-grade students in vegetable cultivation, particularly to meet daily nutritional needs.
Pelatihan Pembelajaran Calistung bagi Calon Guru Sekolah Dasar di Kabupaten Melawi Peterianus, Septian; Suarno, Dendi Tri; Septiadi, Wahyu; Mukhlisin, Mukhlisin; Irmansyah, Johan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1616

Abstract

Calistung merupakan salah satu permasalahan pendidikan dasar di Kabupaten Melawi. Untuk mengatasi hal ini, penting dilakukan pelatihan, terutama di lingkungan pendidikan seperti perguruan tinggi yang mempersiapkan calon guru. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pembelajaran calistung bagi calon guru sekolah dasar di Kabupaten Melawi. Pengabdian dilaksanakan dengan metode ceramah dan demontrasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 dengan mitra kegiatan adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) STKIP Melawi berjumlah 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta, dalam konteks ruang lingkup pembelajaran alistung dari rata-rata 48 menjadi rata-rata 78, pendekatan pembelajaran calistung dari nilai rata-rata 45 menjadi nilai rata-rata 77, esensi pembelajaran calistung dari nilai rata-rata 47 menjadi 79. Dengan demikian, pengetahuan dan pemahaman mengenai calistung semakin meningkat setelah adanya pelatihan terhadap calon guru sekolah dasar di Kabupaten Melawi. Calistung Learning Training for Prospective Elementary School Teachers in Melawi Regency Abstract Calistung is one of the basic education problems in Melawi Regency. To overcome this, it is important to carry out training, especially in educational environments such as universities that prepare prospective teachers. This service aims to provide calistung learning training for prospective elementary school teachers in Melawi Regency. Service is carried out using lecture and demonstration methods. This activity was carried out in March 2022 with the activity partners being 23 STKIP Melawi Primary School Teacher Education Study Program (PGSD) students. The results of the research show that there is an increase in participants' understanding, in the context of the scope of calistung learning from an average of 48 to an average of 78, the calistung learning approach from an average value of 45 to an average value of 77, the essence of calistung learning from an average value 47 to 79. Thus, knowledge and understanding of calistung is increasing after training for prospective elementary school teachers in Melawi Regency.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Siswi SMP Darul Hikmah Karang Genteng Pagutan, Kota Mataram Ariany, Farida; Ningsih, Murtiana; Sofiandi, Arif; Ayu, Baiq Fathin; Ali, Nur Aini Abdurrahman
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1625

Abstract

Pengetahuan siswi SMP Darul Hikmah tentang kesehatan reproduksi masih sangat kurang, karena di sekolah belum terdapat mata pelajaran yang membahas secara spesifik terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMP Darul Hikmah sehingga meningkatkan pengetahuannya dalam merawat dan menjaga kesehatan reproduksinya. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dengan alat bantu media penyuluhan berupa power point, pemutaran video, dan leaflet. Pengetahuan siswi sebelum diberikan penyuluhan dan setelah diberikan penyuluhan dinilai dengan menggunakan kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai materi kesehatan reproduksi. Hasil penilaian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post test kepada siswi, kemudian data diolah menggunakan bantuan SPSS dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 33,33 namun setelah diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, rata-rata pengetahuan siswi meningkat menjadi 65,95. Nilai P adalah 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai pre test dan nilai post test dengan selisih 32,62. Simpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan reproduksi mampu meningkatkan pengetahuan siswi SMP Darul Hikmah dalam menjaga dan merawat kesehatan reproduksi. Counseling on Reproductive Health for Darul Hikmah Karang Genteng Pagutan Middle School Students, Mataram City Abstract Darul Hikmah Middle School students' knowledge about reproductive health is still very lacking because, at school, there are no subjects that specifically discuss reproductive health. Community service activities are carried out to provide education about reproductive health to Darul Hikmah Middle School students to increase their knowledge in caring for and maintaining their reproductive health. The method used is the lecture method with educational media tools such as power points, video screenings and leaflets. Students' knowledge before being given counseling and after being given counseling was assessed using a questionnaire containing questions regarding reproductive health material. The assessment results were carried out by giving pre-tests and post-tests to female students, then the data was processed using SPSS with the paired sample t-test. The research results showed that students' knowledge before being given counseling was 33.33, but after being given counseling about reproductive health, the average student knowledge increased to 65.95. The P value is 0.000 (p<0.05), so it can be concluded that there is a difference in the pre-test score and the post-test score with a difference of 32.62. The conclusion of this activity is that reproductive health education can increase the knowledge of Darul Hikmah Middle School students in maintaining and caring for reproductive health.
Penguatan Pemahaman Masyarakat Terhadap Penggunaan Bantuan Hukum Dan Konsultasi Hukum Secara Cuma-Cuma Siagian, Parulian; Azizzurrahman, Sy. Hasyim; Abunawas, Abunawas
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1655

Abstract

Bantuan hukum Cuma-Cuma adalah merupakan hak bagi setiap warga negara yang dapat digunakan kapanpun selama ketentuan yang dipersyaratkan dapat dipenuhi oleh setiap warga negara namun pada kenyataan ditengah masyarakat, hak tersebut tidak dapat terealisasi dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat tentang eksistensi penggunaan bantuan hukum Cuma-Cuma dan prosedur penggunaan bantuan hukum Cuma-Cuma bagi setiap masyarakat yang membutuhkan. Pemahaman tentang penerapan bantuan hukum Cuma-Cuma menjadi tanggung jawab pemerintah melalui berbagai lembaga yang ada, lembaga bantuan hukum dan lembaga pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  (PKM) terkait sosialisasi Bantuan hukum Cuma-Cuma, Kegiatan pengabdian kepada masyarakat  (PKM) terkait sosialisasi dan edukasi masyarakat tentang penggunaan dan prosedur tahapan penggunaan bantuan hukum dan landasan hukum penerapan bantuan hukum Cuma-Cuma kepada masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh sebanyak 50 orang peserta yang merupakan aparat Kelurahan, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat dari Kelurahan Jawa, Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi terkait teknis penggunaan bantuan hukum Cuma-Cuma dan prosedur pengajuan bantuan hukum cuma-Cuma pelaksanaan kegiatan menghasilkan pemahaman masyarakat tentang prosedur penyelesaian persoalan pidana dan keperdataan. Berdasarkan monitoring selama kegiatan terhadap problema masyarakat dalam memahami dan mendapatkan layanan bantuan hukum dan konsultasi hukum secara Cuma-Cuma yang dijamin oleh undang-undang dan evaluasi di akhir kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini sangat tinggi, rasa keingintahuan  serta  keberhasilannya  dalam  menyimak  materi  yang  disampaikan  terindikasi  pada  jawaban-jawaban yang diberikan sangat memuaskan. Sebanyak 5 pertanyaan uraian yang diberikan secara tertulis mampu dijawab oleh ke 50 peserta kegiatan tersebut dan mampu dijawab secara benar. Strengthening Community Understanding of the Use of Free Legal Aid and Legal Consultation Abstract Free legal aid is a right for every citizen which can be used at any time as long as the required provisions can be fulfilled by every citizen, but in reality in society, this right cannot be realized due to a lack of public understanding about the existence of the use of free legal aid and procedures for using free legal assistance for every person in need. Understanding the implementation of free legal aid is the responsibility of the government through various existing institutions, legal aid institutions and educational institutions. Community service activities (PKM) related to the socialization of free legal aid. Community service activities (PKM) related to the socialization and education of the public regarding the use and procedures for the stages of using legal aid and the legal basis for implementing free legal aid to the community. This activity was attended by 50 participants who were Village officials, Community Leaders and the Community from Java Village. The activity was carried out using lecture and discussion methods related to the technicalities of using free legal aid and procedures for applying for free legal aid. Based on monitoring during the activity and evaluation at the end of the activity, it showed that community participation in this activity was very high, their curiosity and success in listening to the material presented was indicated by the answers given which were very satisfying. A total of 5 descriptive questions given in writing were able to be answered by the 50 participants in the activity.