cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 49 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 49 Documents clear
ANALISIS SISTEM PERENCANAAN LOGISTIK NONMEDIK DI BAGIAN RUMAH TANGGA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Alala, Angga Yogie; Novaria, Eva; Mahriadi, Nopriawan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7148

Abstract

This research is motivated by a chronic problem in non-medical logistics management at Siti Fatimah Regional Hospital, namely the simultaneous occurrence of stock-outs and overstocks, indicating systemic weaknesses. Unlike studies that focus on inventory, this study aims to analyze the root causes of the imbalance in the logistics planning system in the Household Department. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies, then analyzed based on the four management functions: planning, organizing, directing, and supervising. The results reveal a paradox: the directing and supervising functions perform remarkably well thanks to participatory leadership and highly motivated staff. However, these strengths only serve as compensatory mechanisms for fundamental weaknesses in the traditional planning function and, most critically, in the organizing function, which is hampered by inadequate warehouse infrastructure and information systems. It is concluded that current operational success is driven more by human factors than by system efficiency, an unsustainable situation that requires strategic investment in integrated information systems and infrastructure modernization. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kronis dalam manajemen logistik nonmedik di RSUD Siti Fatimah, yaitu terjadinya kekosongan stok (stock out) dan kelebihan stok (over stock) secara bersamaan, yang mengindikasikan adanya kelemahan sistemik. Berbeda dari studi yang berfokus pada inventaris, penelitian ini bertujuan menganalisis akar masalah pada sistem perencanaan logistik di Bagian Rumah Tangga untuk mengidentifikasi penyebab fundamental ketidakseimbangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan empat fungsi manajemen: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Hasil penelitian mengungkap sebuah paradoks: fungsi pengarahan dan pengawasan berjalan sangat baik berkat kepemimpinan partisipatif dan staf yang bermotivasi tinggi. Namun, kekuatan ini hanya berfungsi sebagai mekanisme kompensasi atas kelemahan fundamental pada fungsi perencanaan yang masih tradisional dan, yang paling kritis, pada fungsi pengorganisasian yang terhambat oleh infrastruktur gudang serta sistem informasi yang tidak memadai. Disimpulkan bahwa keberhasilan operasional saat ini lebih ditopang oleh faktor manusia daripada efisiensi sistem, sebuah kondisi yang tidak berkelanjutan dan memerlukan investasi strategis pada sistem informasi terintegrasi serta modernisasi infrastruktur.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENGADAAN BAHAN MAKANAN PASIEN DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMATERA SELATAN Herwansyah, Dicky; Novaria, Eva; Asteriniah, Femi; Lisdiana, Lisdiana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7149

Abstract

Nutrition services are a crucial factor in maintaining, improving, and enhancing patient nutritional status, thus accelerating the healing process at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province. Procurement of patient food supplies requires the appointment of competent, qualified, financially capable, and professional providers to carry out procurement effectively, efficiently, and safely. This study aims to analyze the effectiveness of patient food procurement at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province. This is a descriptive study with a qualitative approach. The data used are quantitative and qualitative, while the sources are primary and secondary. Data collection instruments used were observation, interviews, and documentation. Data analysis was qualitative using an interactive model. The results of this study concluded that the implementation of patient food procurement at Siti Fatimah Regional General Hospital, South Sumatra Province, is effective because it complies with applicable Standard Operating Procedures (SOPs). However, equipment maintenance is needed to improve service quality. ABSTRAKPelayanan gizi merupakan salah satu faktor penting dilakukan untuk mempetahankan, memperbaiki dan meningkatkan status gizi bagi pasien agar dapat mempercepat proses penyembuhan bagi pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Untuk melaksanakan Pengadaan kebutuhan bahan makanan pasien, perlu menunjuk penyedia barang/jasa yang memiliki kompetensi, memenuhi persyaratan kualifikasi, dan memiliki kemampuan keuangan, serta profesional untuk melaksanakan pengadaan secara efektif, efisien dan safety. Penelitian ini bertujuan menganalisis Efektivitas Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan Pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan terdiri atas data kuantitatif dan data kualitatif, sedangkan ditinjau dari sumbernya meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menerapkan model analisis interaktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Pengadaan Bahan Makanan Pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan sudah efektif karena sudah sesuai Standard Operational Procedur (SOP) yang berlaku namun perlu pemeliharaan alat guna peningkatan kualitas pelayanan.
EKSPLORASI MOTION GRAPHICS SEBAGAI ALAT NARATIF PADA KARYA DOKUMENTER USAI MERDEKA Tegar, M. Farhan Putra; Astuti, Aprilina Dwi; Hakim, Herry Abdul
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7150

Abstract

This study aims to explore the type of motion graphics that are suitable as narrative reinforcement in the documentary work After Independence. The documentary work After Independence is a documentary that explains the mining of limestone mountains in the karst landscape of Mount Sewu and its relationship with nature. The use of motion graphics in this documentary helps illustrate visual explanations so that they are easily understood by users. The selection of motion graphics techniques also strengthens the message conveyed in this documentary work. This study uses a qualitative descriptive method, the research process goes through three stages: pre-production, production and post-production. The motion graphics techniques applied include animation techniques, map animation graphics and easing. The results of the study Animation techniques successfully create visual information that is easy to digest and interesting, applied with text animator, path animation, and parent. The easing technique produces flexible movement of graphic elements and gets a realistic impression in a movement according to real-world conditions whose application uses a graph editor by adjusting the ease curve to determine the initial and final speed of a movement. Map animation graphic technique is applied to help visualize geographic statistical data into an attractive and easier to understand map visual, implemented by animating geographic maps combined with geographic data in the form of geoshape files applied using the GEOlayer3 plug-in. By exploring motion graphics, a documentary work is produced with attractive, informative and easy to digest data visualization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi jenis motion graphyc yang sesuai sebagai penguat naratif  pada karya dokumenter Usai Merdeka.  Karya dokumenter Usai Merdeka merupakan sebuah dokumenter yang menjelaskan tentang penambangan gunung kapur pada bentang alam karst gunung sewu dan hubungannya dengan alam. Penggunaan motion graphyc pada karya dokumenter  ini membantu mengilustrasikan penjelasan visual agar  mudah dipahami oleh pengguna.  Pemilihan teknik  motion graphyc turut serta memperkuat pesan yang disampaikan pada karya dokumenter ini. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif, proses penelitian melalui tiga tahapan yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi. Teknik motion graphyc yang diterapkan meliputi  teknik animation, map animation graphic dan easing. Hasil dari penelitian Teknik animation berhasil menciptakan visual informasi yang mudah dicerna dan menarik,  diterapkan dengan  text animator, path animation, dan parent. Teknik easing menghasilkan  pergerakan elemen grafis yang lentur dan  mendapatkan kesan realistis dalam sebuah pergerakan sesuai pada kondisi di dunia nyata yang penerapannya menggunakan graph editor dengan mengatur kurva ease untuk menentukan kecepatan awal dan akhir suatu gerakan. Teknik map animation graphic diterapkan untuk membantu memvisualisasikan data statistik geografis menjadi visual peta yang menarik dan lebih mudah dipahami, diterapkan dengan  menganimasikan peta geografis yang digabungkan data geografis berupa geoshape file diaplikasikan  menggunakan plug-in GEOlayer3. Dengan mengeksplorasi motion graphyc dihasilkan sebuah karya dokumenter dengan visualisasi data yang menarik, informatif dan mudah dicerna.
PENGEMBANGAN LAHAN PERUMAHAN KECAMATAN TELUK AMBON BERDASARKAN DAYA DUKUNG Kiriwenno, Ariel Frando; Berhitu, Pieter Thomas; Aswad, Wa Ode S. J.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7151

Abstract

This research is motivated by the increasing pressures of development and population growth in Teluk Ambon District, which pose challenges to sustainable settlement planning. The gap between the vast potential land area and the legal issues and uneven distribution necessitates a comprehensive regional capacity analysis. Therefore, this research focuses on analyzing the carrying capacity and carrying capacity of residential land and formulating sustainable development scenarios until 2044. This research uses a descriptive quantitative approach with overlay and scoring methods for carrying capacity analysis, and population projections for carrying capacity analysis. The results show that although the designated residential land area reaches 1,614.08 ha, only 343.45 ha is legally designated and ready for development. Population projections indicate that although the area has an overall surplus, some sub-districts experience a carrying capacity deficit. Of the three scenarios formulated, Scenario II (50% landed houses and 50% flats) is considered the most balanced. It is concluded that housing development in Teluk Ambon District requires an integrative, scenario-based approach that balances land efficiency with community preferences to ensure sustainability. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tekanan pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Kecamatan Teluk Ambon, yang menimbulkan tantangan dalam perencanaan permukiman berkelanjutan. Adanya kesenjangan antara potensi lahan yang luas dengan permasalahan legalitas dan distribusi yang tidak merata mendorong perlunya analisis kapasitas wilayah secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan perumahan serta merumuskan skenario pengembangan yang berkelanjutan hingga tahun 2044. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode overlay dan skoring untuk analisis daya dukung, serta proyeksi penduduk untuk analisis daya tampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun peruntukan lahan perumahan mencapai 1.614,08 ha, hanya 343,45 ha yang berstatus legal dan siap dikembangkan. Proyeksi penduduk mengindikasikan bahwa meskipun secara keseluruhan wilayah ini surplus, beberapa kelurahan mengalami defisit daya tampung. Dari tiga skenario yang dirumuskan, Skenario II (50% rumah tapak dan 50% rumah susun) dinilai paling seimbang. Disimpulkan bahwa pengembangan perumahan di Kecamatan Teluk Ambon memerlukan pendekatan integratif berbasis skenario yang menyeimbangkan efisiensi lahan dengan preferensi masyarakat untuk menjamin keberlanjutan.
KAJIAN KEMAMPUAN LAHAN DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI RTRW DI KECAMATAN AIRMADIDI Ramadhani, Nur Fitri; Sigar, Brenda Risita; Tulis, Daniel Harvey
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7152

Abstract

This research is motivated by the strategic position of Airmadidi District as the capital of North Minahasa Regency and a National Activity Center, which faces significant development pressures. The potential for conflict between development needs and environmental conservation in spatial use necessitates land capability analysis to support the sustainable implementation of the Regional Spatial Plan (RTRW). Therefore, this study focuses on analyzing and mapping land capability classes in Airmadidi District based on their biophysical characteristics. This study uses a quantitative approach with overlay and scoring methods based on Geographic Information Systems (GIS) on secondary data, including rainfall, topography, geology, slope gradient, and disaster vulnerability. The results indicate variations in land capability classes. Most areas fall into the moderately high category (class d), suitable for development with attention to mitigation. Areas with very high capability (class e) were identified in Upper Airmadidi, ideal for activity centers. Meanwhile, areas with moderate capability (class c) in Sawangan and Tanggari are more suitable for conservation. It is concluded that spatial planning in Airmadidi District must refer to this land capability map to rationally guide development and prevent environmental degradation. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Kecamatan Airmadidi sebagai ibu kota Kabupaten Minahasa Utara dan Pusat Kegiatan Nasional, yang menghadapi tekanan pembangunan signifikan. Adanya potensi konflik pemanfaatan ruang antara kebutuhan pembangunan dengan konservasi lingkungan mendorong perlunya analisis kemampuan lahan untuk mendukung implementasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis dan memetakan kelas kemampuan lahan di Kecamatan Airmadidi berdasarkan karakteristik biofisiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode overlay dan skoring berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) terhadap data sekunder, meliputi curah hujan, topografi, geologi, kemiringan lereng, dan kerawanan bencana. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelas kemampuan lahan. Sebagian besar wilayah masuk dalam kategori agak tinggi (kelas d), yang sesuai untuk pengembangan dengan memperhatikan mitigasi. Wilayah dengan kemampuan sangat tinggi (kelas e) teridentifikasi di Airmadidi Atas, ideal untuk pusat kegiatan. Sementara itu, wilayah berkemampuan sedang (kelas c) di Sawangan dan Tanggari lebih cocok untuk konservasi. Disimpulkan bahwa perencanaan ruang di Kecamatan Airmadidi harus mengacu pada peta kemampuan lahan ini untuk mengarahkan pembangunan secara rasional dan mencegah degradasi lingkungan.
PROSEDUR PEMERIKSAAN CT SCAN KEPALA DENGAN KLINIS STROKE HEMORRHAGIC DI RS PKU MUHAMADIYAH YOGYAKARTA Helmida, Sri Liana; Dewi, Sofie Nornalita; Widyasari, Dina
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7153

Abstract

This study was motivated by variations in head CT scan protocols for hemorrhagic stroke cases. While general practice uses a 5-8 mm slice thickness, PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta employs a 2 mm slice thickness, accompanied by hemorrhage volume calculations. This discrepancy between general practice and the specific protocol necessitates an in-depth analysis. Therefore, this study focuses on describing the examination procedure, analyzing the rationale for using a 2 mm slice thickness, and understanding the role of hemorrhage volume calculations. This study employed a qualitative method with a case study approach involving three radiographers, one radiologist, and one patient. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation. The results showed that the procedures implemented were in accordance with theoretical standards. Key findings revealed that the use of a 2 mm slice thickness aims to produce higher image detail, allowing for clearer visibility of intracerebral hemorrhage. Furthermore, automatic hemorrhage volume calculations play a crucial role in determining neurosurgical procedures. It was concluded that this specific protocol is effective for diagnosis and treatment planning, but additional fixation and radiation protection of the ocular lens are recommended to optimize patient safety. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya variasi protokol dalam pemeriksaan CT Scan kepala untuk kasus strok hemoragik, di mana praktik umum menggunakan slice thickness 5-8 mm, sedangkan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta diterapkan slice thickness 2 mm disertai perhitungan volume perdarahan. Kesenjangan antara praktik umum dengan protokol spesifik ini mendorong perlunya analisis mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan prosedur pemeriksaan, menganalisis alasan penggunaan slice thickness 2 mm, dan mengetahui peran perhitungan volume perdarahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan tiga radiografer, satu dokter spesialis radiologi, dan satu pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur yang diterapkan telah sesuai dengan standar teori. Temuan utama mengungkap bahwa penggunaan slice thickness 2 mm bertujuan untuk menghasilkan detail citra yang lebih tinggi sehingga perdarahan intraserebral dapat terlihat lebih jelas. Selain itu, perhitungan volume perdarahan secara otomatis berperan krusial dalam menentukan tindakan bedah saraf. Disimpulkan bahwa protokol spesifik ini efektif untuk diagnosis dan perencanaan terapi, namun direkomendasikan penambahan fiksasi dan proteksi radiasi pada lensa mata untuk mengoptimalkan keamanan pasien.
ANALISIS KRITIK NORMATIF DAN FENOMENOLOGIS TERHADAP PASAR TRADISIONAL SEBAGAI RUANG PUBLIK STUDI KASUS; PASAR BERSEHATI MANADO Nuchri, Asni Amaliah; Ramadhani, Nur Fitri
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7154

Abstract

Traditional markets are not merely places of trade but also living spaces where communities interact, share stories, and construct cultural identity. Revitalization programs are often implemented to provide a more modern appearance; however, in practice, many fail to fully address the actual needs of their users. This study focuses on the Bersehati Market in Manado as a case study to examine how government-led revitalization has affected the market’s function as a public space. Employing a qualitative approach, data were collected through field observations, semi-structured interviews with vendors, buyers, and architectural experts, as well as visual documentation. The analysis was conducted using normative criticism, which evaluates aspects of function, aesthetics, social ethics, culture, and sustainability, and phenomenological criticism, which emphasizes the multisensory experiences of users. The findings reveal that the revitalization successfully highlights local cultural identity through a Bentenan-patterned façade. Nevertheless, several critical issues remain unaddressed, including sanitation, circulation, and spatial comfort. From the users’ perspective, the market retains its vibrancy and colorful atmosphere, yet it often proves physically exhausting. Synthesizing the two approaches demonstrates a gap between the market’s modernized appearance and the lived spatial realities that remain problematic. This study underscores the importance of pursuing market revitalization that is not only visually appealing but also inclusive, sustainable, and responsive to the needs of the community. ABSTRAKPasar tradisional tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang hidup tempat masyarakat berinteraksi, berbagi cerita, dan membangun identitas budaya. Revitalisasi pasar sering kali dilakukan untuk memberi wajah baru yang lebih modern, namun kenyataannya banyak yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata para penggunanya. Penelitian ini berfokus pada Pasar Bersehati Manado sebagai obyek studi kasus untuk melihat bagaimana revitalisasi yang dilakukan pemerintah setempat berdampak pada fungsi pasar sebagai ruang publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pedagang, pembeli, pakar arsitektur, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui kritik normatif yang mengkaji penilaian terhadap fungsi, estetika, etika sosial, budaya, dan keberlanjutan, serta kritik fenomenologis yang menekankan pengalaman multisensori pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi berhasil menampilkan identitas budaya lokal lewat fasad bermotif Bentenan. Namun, masih ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan seperti persoalan sanitasi, sirkulasi, dan kenyamanan ruang yang belum terpenuhi. Dari pengalaman pengguna, pasar tetap terasa hidup dan penuh warna, tetapi sering kali melelahkan secara fisik. Sintesis kedua pendekatan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara wajah pasar yang tampak modern dengan kenyataan ruang yang masih penuh tantangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya menghadirkan revitalisasi pasar yang bukan hanya indah dipandang, melainkan juga ramah, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
KAJIAN PEMANFAATAN RUANG PADA KAWASAN LINDUNG DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: KECAMATAN MAPANGET) Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel; Dariwu, Claudia Talita; Pangalila, Fiska Chintya Ezra
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7155

Abstract

Mapanget District, as a new growth center in Manado City, faces significant challenges in controlling spatial utilization, particularly within its protected areas. The dynamics of rapid economic and population growth have triggered land-use changes that are often inconsistent with the Spatial Plan (RTRW), potentially leading to environmental degradation and a decline in spatial quality. This study aims to assess the level of suitability between existing spatial utilization and the spatial pattern plan for protected areas in Mapanget District. The primary focus is to identify the extent and distribution of non-compliant locations and to analyze the contributing factors to provide a basis for government recommendations. The research employed a quantitative approach with an overlay analysis method using ArcGIS 10.8 software. Spatial data from the 2023-2042 Manado City Spatial Plan were overlaid with existing land use data from 2024, updated via satellite imagery. The analysis revealed a very high level of non-compliance: of the total 233.17 hectares of protected areas analyzed, 169.80 hectares (72.8%) were found to be inconsistent with the spatial pattern plan, while only 63.37 hectares (27.2%) were compliant. The most significant non-compliance was identified in areas designated as Green Open Space (RTH), such as District Parks and Cemeteries, which are now dominated by mixed-crop plantations (150.85 hectares) and built-up areas like settlements. In conclusion, there is an urgent need for the Manado City Government to evaluate and strengthen the enforcement of spatial planning regulations through more effective supervision, law enforcement actions, and the prioritization of land acquisition programs to secure the function of protected areas from massive land-use conversion. ABSTRAKKecamatan Mapanget, sebagai pusat pertumbuhan baru di Kota Manado, menghadapi tantangan signifikan dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya di kawasan lindung. Dinamika pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang pesat memicu alih fungsi lahan yang seringkali tidak sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga berpotensi merusak lingkungan dan menurunkan kualitas ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesesuaian antara pemanfaatan ruang eksisting dengan rencana pola ruang pada kawasan lindung di Kecamatan Mapanget. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi luasan dan sebaran lokasi yang tidak sesuai serta menganalisis faktor-faktor penyebabnya sebagai dasar rekomendasi bagi pemerintah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis tumpang susun (overlay) menggunakan software ArcGIS 10.8. Data spasial rencana pola ruang RTRW Kota Manado Tahun 2023-2042 ditumpangsusunkan dengan data penggunaan lahan eksisting tahun 2024 yang diperbaharui melalui citra satelit. Hasil analisis menunjukkan tingkat ketidaksesuaian yang sangat tinggi, di mana dari total 233,17 hektar kawasan lindung yang dianalisis, sebesar 169,80 hektar (72,8%) tidak sesuai dengan rencana pola ruang, dan hanya 63,37 hektar (27,2%) yang telah sesuai. Ketidaksesuaian terbesar ditemukan pada lahan yang direncanakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), seperti Taman Kecamatan dan Pemakaman, yang kini didominasi oleh Kebun Campuran (150,85 hektar) serta kawasan terbangun seperti permukiman. Kesimpulannya, terdapat urgensi bagi Pemerintah Kota Manado untuk mengevaluasi dan memperkuat penegakan regulasi tata ruang melalui pengawasan yang lebih efektif, penertiban, dan prioritas pada program pengadaan tanah untuk mengamankan fungsi kawasan lindung dari alih fungsi lahan yang masif.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI WISATA PENDAKIAN DUSUN USALI, NEGERI HATUMETE, KECAMATAN TEHORU KABUPATEN MALUKU TENGAH Hatapayo, Bunda Rahmini; Nurhaeny, Andiah; Bandjar, Antasari
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7156

Abstract

This research is motivated by the natural and cultural tourism potential of Usali Hamlet, Hatumete Village, which has not been optimally promoted despite being designated a tourist destination. The lack of promotional activities by the management in the digital era is a major obstacle in introducing the uniqueness of this destination to the wider public. Therefore, this study focuses on analyzing the potential and effectiveness of utilizing social media as a strategic promotional tool to increase tourist visits to Usali Hamlet. This study used a descriptive method, collecting data through literature review and distributing online questionnaires to 40 tourist respondents. The collected data were analyzed descriptively to identify their behaviors and preferences. The results showed that the majority of respondents (80%) are active social media users, with tourism information being the most frequently searched content (40%). A crucial finding was the high influence of visuals, with 75% of respondents expressing interest in visiting after seeing photos of the destination. The majority of respondents also strongly supported the existence of official, professionally managed social media accounts. It was concluded that social media is a very appropriate and effective tool for promoting tourism in Usali Hamlet, capable of significantly increasing awareness and interest in visiting. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi wisata alam dan budaya Dusun Usali, Negeri Hatumete, yang belum terpromosikan secara optimal meskipun telah ditetapkan sebagai destinasi wisata. Ketiadaan aktivitas promosi oleh pihak pengelola di era digital menjadi hambatan utama dalam memperkenalkan keunikan destinasi ini kepada publik luas. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis potensi dan efektivitas pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi strategis untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dusun Usali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan penyebaran kuesioner daring kepada 40 responden wisatawan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi perilaku dan preferensi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (80%) adalah pengguna aktif media sosial, dengan informasi pariwisata menjadi konten yang paling banyak dicari (40%). Temuan krusial adalah tingginya pengaruh visual, di mana 75% responden menyatakan tertarik untuk berkunjung setelah melihat foto-foto destinasi tersebut. Mayoritas responden juga sangat mendukung adanya akun media sosial resmi yang dikelola secara profesional. Disimpulkan bahwa media sosial merupakan sarana yang sangat tepat dan efektif untuk mempromosikan wisata Dusun Usali, mampu meningkatkan kesadaran dan minat kunjungan secara signifikan.
OPTIMALISASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TEACHING FACTORY CAFÉ POLIMDO DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN KUALITAS PELAYANAN Mangolo, Mikhael Credo Samuel; Samehe, Januar Valentino; Pongtuluran, Alma; Bawole, Merryany Theovanny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7157

Abstract

The existence of the Polimdo Cafe teaching factory provides students with a learning experience that mirrors the real industrial world. Students not only gain a theoretical understanding of service and product delivery but also acquire the practical skills needed to enter the workforce and industry. To implement a high-quality teaching factory learning model that aligns with industry standards, a set of Standard Operating Procedures (SOP) must be established at the Polimdo Cafe. Based on the researcher's observations, the current implementation still has several inconsistencies with the SOPs of the hotel industry. This ranges from employee uniforms, grooming, adherence to work schedules, to operational procedures where students are not yet performing tasks according to industry standards. This study aims to determine the implementation of Standard Operating Procedures at the Polimdo Cafe teaching factory and identify the efforts being made to optimize their application. This research uses a qualitative approach, with data collected through interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that the absence of officially documented SOPs for the Polimdo Cafe significantly impacts the quality of learning and service. The lack of a standard reference for the student staff leads to inconsistencies in their operational work, which affects the quality of service provided. On the learning aspect, the absence of SOPs hinders the process of enhancing students' competencies. ABSTRAKKeberadaan teaching factory Cafe Polimdo memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa sesuai dengan suasana yang terjadi di dunia industri yang sesungguhnya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis dalam pelayanan jasa dan produk, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan sebagai modal untuk terjun ke dunia kerja dan dunia industri. Dalam mengimplementasikan model pembelajaran teaching factory yang berkualitas dan sesuai dengan standar di dunia industri dibutuhkan suatu standar operasional prosedur (SOP) yang harus ditetapkan di Cafe Polimdo. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, pada penerapannya masih terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan SOP di industri hotel. Mulai dari uniform karyawan, grooming, kepatuhan terhadap jadwal kerja, sampai pada operasional kerja di mana mahasiswa belum melakukan pekerjaan sesuai standar industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan standar operasional prosedur di teaching factory Cafe Polimdo dan upaya apa saja yang dilakukan dalam mengoptimalkan penerapan SOP di teachig factory Cafe Polimdo. Jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tidak adanya dokumentasi SOP teaching factory Café Polimdo secara resmi berdampak signifikan terhadap kualitas pembelajaran dan kualitas pelayanan Café Polimdo. Tidak adanya acuan baku bagi staf café yang merupakan mahasiswa menyebabkan inkonsistensinya dalam pelaksanaan operasional kerja yang berppengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Pada apek pembelajaran, ketiadaan SOP menghambat proses peningkatan kompetensi peserta didik.